Menguak Sejarah dan Jejak Dakwah Kiai Ali Akbar di Pasongsongan
Makam Kiai Ali Akbar yang terletak di Dusun Pakotan, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, bukanlah sekadar tempat peristirahatan terakhir.
Situs ini merupakan penanda sejarah penting penyebaran
agama Islam di wilayah pesisir utara Pulau Madura dan jadi fokus perhatian
serta rasa hormat yang mendalam dari berbagai kalangan, khususnya masyarakat
Sumenep.
Kiai Ali Akbar dikenal sebagai sosok ulama yang memiliki peran signifikan dalam menyebarkan ajaran Islam di sepanjang jalur pantai utara Madura.
Keberadaan dan
eksistensinya sebagai tokoh berpengaruh diperkuat oleh dua peninggalan situs
yang sangat berharga: surat tanah kerajaan dan daun pintu astah (makam).
Bukti Sejarah dari Keraton
Sumenep
Salah
satu bukti utama yang mengungkapkan eksistensi dan jasa besar Kiai Ali Akbar
adalah sebuah surat tanah yang dikeluarkan oleh Raja Sumenep kala itu.
Surat tersebut menerangkan bahwa tanah yang kini jadi Dusun Pakotan adalah hadiah langsung dari Raja Sumenep.
Pemberian ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan atas jasa besar Kiai Ali Akbar dalam menyebarkan ajaran Islam.
Hadiah ini menunjukkan betapa pentingnya peran beliau bagi kerajaan dan
masyarakat.
Surat
tanah ini menegaskan hubungan erat antara Kiai Ali Akbar dengan pusat
kekuasaan, sekaligus menggarisbawahi kontribusi tak ternilai beliau dalam
pembentukan karakter spiritual masyarakat pesisir.
Daun Pintu Astah: Gelar dan
Informasi Wafat
Situs
kedua yang memberikan informasi krusial adalah daun pintu astah atau
pintu makam Kiai Ali Akbar. Daun pintu kuno ini memuat inskripsi atau tulisan
yang menjelaskan tentang:
- Gelar
Kehormatan:
Gelar khusus yang disematkan kepada Kiai Ali Akbar, yang juga diberikan
langsung oleh Raja Sumenep sebagai bentuk penghormatan tertinggi. Gelar ini
mencerminkan kedudukan beliau di mata kerajaan dan masyarakat.
- Informasi
Wafat:
Tulisan pada daun pintu ini juga mencantumkan keterangan mengenai wafatnya
beliau, yang menjadi penanda kronologis penting dalam sejarah Islam lokal.
Warisan
dan Keistimewaan Kiai Ali Akbar
Penghargaan berupa tanah dan gelar dari Raja Sumenep merupakan hal yang luar biasa, menunjukkan bahwa Kiai Ali Akbar bukan hanya seorang ulama, tapi juga seorang tokoh strategis yang dihormati oleh penguasa.
Beliau berhasil menanamkan
nilai-nilai Islam di wilayah yang sulit dijangkau pada masanya, menjadikannya
salah satu pionir dakwah di kawasan pantai utara.
Hingga kini, Makam Kiai Ali Akbar terus menjadi tujuan ziarah bagi masyarakat Sumenep dan sekitarnya.
Hal ini membuktikan bahwa semangat dakwah, keteladanan, dan
jasa beliau terus dikenang lintas generasi, menjadikan situs ini sebagai
warisan budaya dan spiritual yang tak ternilai harganya bagi Kabupaten Sumenep.
[sh]

