Postingan

Menampilkan postingan dengan label News

Mengurai Benang Kusut Pasar Tumpah Pasongsongan: Hak Jalan yang Terampas dan Pembiaran yang Akut

Gambar
Setiap hari Sabtu dan Selasa pagi, sebuah ritual menyedihkan sekaligus menguji nyali rutin terjadi di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.  Alih-alih jadi pusat perputaran ekonomi yang tertib dan menguntungkan semua pihak, kehadiran pasar tumpah di Desa Panaongan dan Desa Pasongsongan justru berubah menjadi momok yang mengerikan bagi pengguna jalan.  Keberadaannya kini sungguh menyedihkan dan memprihatinkan. Bayangkan saja, dalam satu jalur kecamatan, terdapat tiga titik kemacetan parah yang beroperasi hampir bersamaan.  Di Desa Pasongsongan, kemacetan mengular di dua titik utama: di depan BRI Pasongsongan dan di simpang tiga Pasar Pao.  Sementara di Desa Panaongan, pemandangan serupa bergeser ke depan Kantor Kecamatan Pasongsongan.  Tiga titik ini sukses mengubah jalan raya menjadi lautan egoisme seketika matahari terbit. Akar masalahnya sudah jadi rahasia umum, tapi seolah dibiarkan tanpa solusi konkret.  - Pertama, ulah sebagian pedagang yang berju...

Tanamkan Nasionalisme, SDN Padangdangan 2 Tekankan Pentingnya Kedisiplinan Sejak Dini

Gambar
PASONGSONGAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep kembali melaksanakan kegiatan rutin upacara bendera dengan khidmat. Senin (18/5/2026).  Kegiatan yang diikuti seluruh siswa, guru, dan staf sekolah ini bertujuan menanamkan rasa nasionalisme serta membentuk karakter disiplin sejak dini. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Zainuddin, S.Pd., memberikan motivasi dan arahan khusus kepada para peserta didik. "Disiplin bukan hanya soal datang tepat waktu, tapi bagaimana kita konsisten dalam belajar dan menghargai waktu yang ada. Disiplin adalah kunci utama dalam menuntut ilmu," ujar Zainuddin dalam arahannya. Lebih lanjut, Zainuddin juga mengingatkan para murid mengenai pentingnya mempersiapkan mental sebelum ke sekolah.  "Kesuksesan belajar sangat dipengaruhi oleh niat yang tertanam di dalam hati sejak dari rumah," selanya. Melalui momentum upacara ini, pihak SDN Padangdangan 2 berharap para siswa bisa mengimplementasikan n...

Upacara Bendera SDN Padangdangan 1: Pembina Tekankan Kesiapan Semester Genap dan Pembentukan Karakter Siswa

Gambar
PASONGSONGAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep kembali melaksanakan kegiatan rutin upacara bendera dengan penuh khidmat. Senin (18/5/2026).  Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf tenaga kependidikan ini berlangsung di halaman utama sekolah. Bertindak sebagai Pembina Upacara pada kesempatan kali ini adalah Indrayani Suci Lestari, S.Pd.   Dalam amanat singkatnya, ia memberikan motivasi sekaligus evaluasi penting demi kemajuan kualitas belajar mengajar di lingkungan SDN Padangdangan 1. Ada dua poin utama yang menjadi sorotan dalam amanat Pembina Upacara kali ini: 1. Kesiapan Menghadapi Semester 2 (Genap) Memasuki paruh kedua tahun ajaran, Indrayani menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik para siswa. Ia mengingatkan bahwa materi pelajaran di semester genap ini akan semakin menantang, terlebih bagi kelas tinggi yang akan menghadapi asesmen. "Semester dua ini adalah penentu kenaikan kelas. Saya berh...

Tingkatkan Kedisiplinan, SDN Padangdangan 1 Tekankan Ketertiban Parkir Sepeda dan Persiapan Perpisahan Kelas VI

Gambar
PASONGSONGAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep kembali melaksanakan kegiatan rutin upacara bendera dengan penuh khidmat. Senin (11/5/2026).  Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf tata usaha ini jadi momentum penting untuk menyampaikan berbagai evaluasi dan agenda sekolah. Bertindak sebagai Pembina Upacara pada kesempatan kali ini adalah Ririn Rahmawati, S.Pd. Dalam amanat singkatnya, ia memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya menjaga ketertiban di lingkungan sekolah, salah satunya terkait penataan parkir sepeda milik siswa. "Ketertiban dan keindahan sekolah adalah tanggung jawab kita bersama. Saya meminta kepada seluruh siswa yang membawa sepeda ke sekolah agar memarkirkannya dengan rapi di tempat yang telah disediakan. Jangan ada lagi sepeda yang diparkir sembarangan karena hal itu mengganggu kenyamanan dan estetika sekolah kita," tegas Ririn dalam arahannya. Persiapan Menuju Kelulusan Kelas VI S...

Syiar Al-Qur’an di Pasongsongan: Santriwati PP Annidhamiyah Gelar Tasmi’ Juz 30 dan Khatmil Qur'an

Gambar
PASONGSONGAN – Gema ayat-ayat suci Al-Qur’an menyejukkan suasana Dusun Sempong Barat, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Kamis (14/5/2026).  Para santriwati dari Pondok Pesantren (PP) Annidhamiyah melaksanakan kegiatan Tasmi’ Hafalan Al-Qur’an Juz 30 sekaligus Khatmil Qur’an yang bertempat di kediaman salah satu santriwati, Fatilah Alfi Maghfirah. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang tidak hanya bertujuan untuk menjaga kualitas hafalan para santri, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahim antar keluarga besar pondok pesantren dengan wali santri. Tuan rumah acara, Fatilah Alfi Maghfirah, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya saat menyambut kehadiran rekan-rekan seperjuangannya di pesantren. Ia mengungkapkan bahwa momen ini sangat berarti bagi keluarganya. "Saya sangat senang karena semua rekan santriwati bisa bersilaturahim langsung ke rumah dan bertemu keluarga. Kehadiran teman-teman memberikan keberkahan tersendiri bagi kediaman ...

Menghapus Batas Administrasi demi Masa Depan: Belajar Gotong Royong dari Sempong Barat

Gambar
Kabupaten Sumenep dan Pamekasan mungkin dipisahkan garis batas peta administrasi yang tegas. Tapi, bagi warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, garis di atas kertas itu sama sekali tidak berlaku ketika dihadapkan pada urusan kemanusiaan, keselamatan, dan masa depan anak-anak mereka. Baru-baru ini, sebuah aksi swadaya yang luar biasa terjadi. Warga Dusun Sempong Barat secara sukarela turun ke jalan, mengayunkan cangkul, dan patungan membeli material untuk memperbaiki jalan perbatasan. Jumat (15/5/2026). Uniknya, jalan rusak yang mereka perbaiki itu secara legal-formal sebenarnya masuk dalam wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, yang notabene adalah wilayah Kabupaten Pamekasan. Aksi ini sekilas melahirkan tanya: Mengapa warga Sumenep yang harus repot-repot memperbaiki jalan di wilayah Pamekasan? Jawabannya sederhana, namun menampar kita semua: Kebutuhan nyata tidak mengenal birokrasi. Melintasi Batas demi Ilmu Alasan di balik kerelaan wa...