Postingan

Menampilkan postingan dengan label News

Moh Adi Terpilih Jadi Ketua Koordinator Paguyuban PPPK Paruh Waktu Kecamatan Pasongsongan

Gambar
Moh Afi (paling kanan).  SUMENEP – Moh Adi, guru PPPK Paruh Waktu yang saat ini menjalankan tugas di SDN Panaongan 3, terpilih secara bulat sebagai Ketua Koordinator Paguyuban PPPK Paruh Waktu Kecamatan Pasongsongan.  Pemilihan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi dan pembentukan pengurus paguyuban yang digelar pada Selasa, 27/1/2026. Rapat koordinasi tersebut dihadiri Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, Sekretaris Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Pasongsongan, Ketua Koordinator PPPK Paruh Waktu Kabupaten Sumenep, serta seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan (tendik) se-Kecamatan Pasongsongan. Pemilihan Moh Adi sebagai ketua dilakukan secara voting.  Ia mendapat dukungan penuh dari seluruh peserta rapat.  Hal ini mencerminkan kepercayaan besar yang diberikan kepada Moh Adi untuk memimpin dan mengoordinasikan Paguyuban PPPK Paruh Waktu di Pasongsongan. Dalam sambutannya, Moh Adi menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diberi...

Bertempat di SDN Panaongan 3, Paguyuban PPPK Paruh Waktu Kecamatan Pasongsongan Resmi Dibentuk

Gambar
Abu Supyan (tengah) SUMENEP - Rapat konsolidasi dan pembentukan pengurus Paguyuban PPPK Paruh Waktu tingkat Kecamatan Pasongsongan dilaksanakan di SDN Panaongan 3. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru PPPK Paruh Waktu dan tenaga kependidikan (tendik) se-Kecamatan Pasongsongan. Rapat tersebut dihadiri Sekretaris KKKS Pasongsongan, Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, serta Ketua Koordinator PPPK Paruh Waktu tingkat kabupaten. Kehadiran para pemangku kepentingan ini jadi bentuk dukungan terhadap terbentuknya paguyuban PPPK Paruh Waktu di tingkat kecamatan. Dalam sambutannya, Abu Supyan selaku Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan mengingatkan bahwa PPPK Paruh Waktu dan PPPK Penuh Waktu memiliki status yang sama sebagai tenaga kontrak. Oleh karena itu, seluruh PPPK diharapkan memahami serta menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). “PPPK Paruh Waktu dan PPPK Penuh Waktu sama-sama tenaga kontrak. Maka perlu sebagai ASN memperhatikan t...

Rapat Konsolidasi dan Pembentukan Paguyuban PPPK Paruh Waktu Kecamatan Pasongsongan di SDN Panaongan 3

Gambar
Sovi Kurnia Dewi (kanan). SUMENEP - Rapat konsolidasi dan pembentukan pengurus Paguyuban PPPK Paruh Waktu tingkat Kecamatan Pasongsongan dilaksanakan di SDN Panaongan 3. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru PPPK Paruh Waktu dan tenaga kependidikan (tendik) se-Kecamatan Pasongsongan. Selasa (27/1/2026). Rapat tersebut dihadiri Sekretaris KKKS Pasongsongan, Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, serta Ketua Koordinator PPPK Paruh Waktu Kabupaten Sumenep. Kehadiran para pemangku kepentingan ini jadi bentuk dukungan terhadap terbentuknya paguyuban PPPK Paruh Waktu di tingkat kecamatan. “PPPK Paruh Waktu dan PPPK Penuh Waktu itu sama-sama ASN. Oleh karena itu, kita wajib tunduk dan patuh terhadap regulasi yang berlaku sesuai dengan surat edaran dari Dinas Pendidikan,” tegas Ketua Koordinator PPPK Paruh Waktu Kabupaten Sumenep, Sovi Kurnia Dewi dalam sambutannya. Melalui rapat konsolidasi ini diharapkan Paguyuban PPPK Paruh Waktu Kecamatan Pasongsongan bisa jadi wadah koordi...

Rapat Konsolidasi dan Pembentukan Pengurus Paguyuban PPPK Paruh Waktu Kecamatan Pasongsongan

Gambar
Agus Sugianto (kiri) SUMENEP — Rapat konsolidasi dan pembentukan pengurus Paguyuban PPPK Paruh Waktu tingkat kecamatan dilaksanakan di SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru PPPK Paruh Waktu dan tenaga kependidikan (tendik) se-Kecamatan Pasongsongan. Selasa (27/1/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris KKKS Pasongsongan, Pengawas Bina SD, serta Ketua Koordinator PPPK Paruh Waktu tingkat kabupaten. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bentuk dukungan terhadap terbentuknya wadah organisasi PPPK Paruh Waktu di tingkat kecamatan. Dalam sambutannya, Agus Sugianto selaku Sekretaris KKKS Pasongsongan menyampaikan bahwa pembentukan pengurus paguyuban ini bertujuan sebagai wadah untuk menyerap aspirasi anggota, menjaga kekompakan, serta memudahkan PPPK Paruh Waktu dalam memperoleh informasi penting yang berkaitan dengan kedinasan masing-masing. “Melalui rapat konsolidasi ini diharapkan Paguyuban PPPK Paruh Waktu Kecamatan Pason...

Paguyuban PPPK Paruh Waktu Pasongsongan Tuai Tanggapan Positif dari Dunia Pendidikan

Gambar
Sundari, S.Pd (tengah).  SUMENEP — Pembentukan komunitas atau paguyuban PPPK Paruh Waktu Kecamatan Pasongsongan melahirkan beragam tanggapan positif dari berbagai pelaku dunia pendidikan. Selasa (27/1/2026).  Kehadiran paguyuban ini dinilai penting sebagai wadah silaturahmi, komunikasi, serta penyampaian aspirasi bagi para guru PPPK Paruh Waktu di wilayah tersebut. Salah satu tanggapan positif datang dari Sundari, S.Pd, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN Padangdangan 1 yang juga berstatus PPPK Paruh Waktu.  "Kami hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap terbentuknya paguyuban yang diharapkan mampu memperkuat kebersamaan dan solidaritas antaranggota," ucap wanita yang sebelumnya mengabdi jadi guru honorer selama 21 tahun.  Menurut Sundari, paguyuban PPPK Paruh Waktu tidak hanya berfungsi sebagai forum diskusi, tapi juga sebagai sarana untuk merumuskan langkah-langkah positif demi peningkatan kualitas pendidikan.  Dengan adanya komunita...

Upacara Bendera SDN Padangdangan 1 Pasongsongan Berlangsung Lancar dan Kondusif

Gambar
SUMENEP — Upacara bendera di SDN Padangdangan 1 Kecamatan Pasongsongan berlangsung lancar dan tertib. Senin (26/1/2026).  Kegiatan tersebut berjalan kondusif karena cuaca cerah dan tidak turun hujan, sehingga seluruh rangkaian upacara bisa terlaksana dengan baik.  Bertindak sebagai pembina upacara, Ririn Rahmawati, S.Pd menyampaikan amanat singkat yang sarat nilai pendidikan karakter.  Ia menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat tumbuh dan belajar jadi pribadi baik. “Di sekolah kita belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kejujuran, dan toleransi. Saling menghargai, tidak membully, tidak mengejek, termasuk tidak mengolok-olok nama orang tua. Jika melakukan kesalahan, beranilah mengakui, minta maaf, dan perbaiki diri tanpa menyalahkan teman,” pesannya.  Ririn Rahmawati juga mengajak seluruh warga sekolah untuk menghargai perbedaan serta menjaga lingkungan sekolah agar tetap jadi lingkungan aman dan nyaman demi menumbuhkan semangat be...