Postingan

Menampilkan postingan dengan label News

Sundari: Guru Wajib Tahu, Pendidikan Karakter Adaptif Anak SD

Gambar
PASONGSONGAN – Tantangan mendidik anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) di era digital saat ini dinilai kian kompleks.  Menanggapi hal itu, Sundari, S.Pd., seorang pendidik di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, mengungkapkan bahwa pendidikan karakter di sekolah kini tidak boleh lagi sekadar hafalan teori, melainkan harus menonjolkan aspek yang konkret dan adaptif. Menurut Sundari, selain nilai religiusitas yang jadi pondasi utama melalui pembiasaan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun), pihak sekolah juga menerapkan program keagamaan yang nyata untuk menyaring dampak negatif perkembangan zaman.  Salah satunya adalah kewajiban melaksanakan ibadah bersama secara rutin. "Sebagai bentuk penguatan karakter religius, di SDN Padangdangan 1 kami menerapkan program sholat dhuhur berjamaah sebelum pulang sekolah yang wajib diikuti oleh seluruh murid kelas 4, 5, dan 6. Selain itu, setiap akhir pekan kami juga menggelar program 'Jumat Berkah'. Melalui ...

Pertumbuhan Penduduk Stagnan, Kuota Siswa Baru SDN Panaongan 3 Pasongsongan Belum Tembus 20 Anak

Gambar
PASONGSONGAN – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027 di SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, saat ini tercatat belum menyentuh angka 20 peserta didik baru.  Kendati demikian, kondisi ini murni dipicu oleh faktor demografi wilayah setempat, bukan karena menurunnya kepercayaan masyarakat. Senin (29/6/2026).  Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, S.Pd., mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk usia anak SD di sekitar lingkungan sekolahnya saat ini memang sedang stagnan.  Faktor utamanya adalah dinamika sosial warga sekitar yang banyak melakukan mobilitas ke luar daerah. "Sebagian dari warga di sini ada yang merantau dan akhirnya menyekolahkan anak mereka di tempat rantuan. Ada pula sebagian dari mereka yang menikah dengan orang luar daerah, lalu pindah dan menetap mengikuti keluarganya," ujar Agus saat dikonfirmasi. Agus Sugianto juga menepis dengan tegas anggapan bahwa lembaga yang dipimpinnya mulai kurang dipercaya ...

Dampak Migrasi Penduduk, Kuota Siswa Baru SDN Panaongan 3 Belum Tembus 20 Orang

Gambar
PASONGSONGAN – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027 di SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, masih menghadapi tantangan pemenuhan kuota kelas.  Hingga saat ini, jumlah pendaftar di sekolah tersebut sementara waktu memang belum menyentuh angka 20 peserta didik baru. Ahad (28/6/2026).  Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, S.Pd., mengungkapkan bahwa kondisi ini amat dipengaruhi oleh dinamika demografi masyarakat di sekitar lingkungan sekolah yang cenderung stagnan. Menurut pria yang dijuluki "Bapak Pendidikan Pasongsongan" ini, ada dua faktor utama yang menyebabkan minimnya pertumbuhan jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut: - Faktor Merantau: Sebagian besar warga usia produktif memilih untuk merantau ke luar daerah untuk mencari nafkah. Hal ini menyebabkan anak-anak mereka ikut pindah dan menempuh pendidikan di tempat perantauan orang tuanya. - Pernikahan Antardaerah: Banyak war...

SDN Padangdangan 1 Pasongsongan Sukses Jaring 40 Siswa Baru pada SPMB

Gambar
PASONGSONGAN -- Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, sukses mencatatkan lonjakan signifikan dengan menjaring 40 siswa baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.  Capaian ini jadi bukti kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pengelolaan sekolah di tingkat desa. Ahad (28/6/2026).  Sundari, S.Pd., guru di sekolah tersebut mengungkapkan bahwa perolehan ini merupakan hasil dari keterbukaan, komunikasi yang baik, serta program pembelajaran yang berfokus pada kenyamanan anak dan pembentukan karakter. 5 Kiat Sukses ala SDN Padangdangan 1: - Optimalisasi Media Sosial: Aktif mendokumentasikan aktivitas belajar yang menyenangkan sebagai "etalase digital" sekolah agar orang tua mendapatkan gambaran lingkungan yang aman dan suportif. - Fokus Karakter & Akhlak: Mengutamakan pembiasaan ibadah harian, sopan santun, dan kemandirian yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh orang tua di rumah. - Guru sebagai Brand ...

Raih Kepercayaan Masyarakat, SDN Padangdangan 1 Pasongsongan Jaring 40 Siswa Baru

Gambar
PASONGSONGAN – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027 di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menunjukkan tren amat positif. Sabtu (27/6/2026).  Hingga saat ini, sekolah dasar tersebut tercatat telah berhasil menjaring sebanyak 40 peserta didik baru untuk sementara waktu. Angka ini jadi bukti nyata meningkatnya animo dan kepercayaan orang tua di wilayah sekitar terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan SDN Padangdangan 1. Menanggapi pencapaian tersebut, Sundari, S.Pd., salah satu guru yang baru bertugas selama satu tahun di sekolah tersebut, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya yang mendalam kepada warga sekitar.  Menurutnya, antusiasme ini adalah sebuah amanah besar yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab. "Kepercayaan yang telah diberikan masyarakat Desa Padangdangan ini sangat luar biasa. Tugas kita sekarang adalah menjaga, merawat, dan mempertahankan kepercayaan tersebut dengan terus membe...

Peduli Warisan Budaya, SDN Panaongan 3 Pasongsongan Luncurkan Program SAKOPENG

Gambar
PASONGSONGAN – Setelah sukses membumikan tembang macapat, SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali membuat gebrakan dalam pelestarian budaya lokal.  Memasuki Tahun Pelajaran 2026–2027, sekolah dasar ini resmi meluncurkan program intrakurikuler baru bernama SAKOPENG (Sakolaan Topeng). Ketika diwawancarai di kediamannya, Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, mengungkapkan bahwa program inovatif ini digagas sebagai wujud kepedulian amat mendalam terhadap keberlangsungan seni Topeng Madura.  Seni tradisional ini dinilai mulai asing dan jarang dikenal oleh generasi muda, khususnya anak-anak usia sekolah. "Kami tidak ingin anak-anak kehilangan jati diri budayanya. SAKOPENG hadir agar seni Topeng Madura tidak sekadar menjadi cerita masa lalu, melainkan tetap hidup dan dicintai oleh generasi penerus sejak dini," ujar Agus Sugianto. Sabtu (27/6/2026). Melanjutkan Kesuksesan Program MALESMAMA Langkah SDN Panaongan 3 dalam mengintegrasikan kebudayaan lokal ke ...