Sabtu, 25 Oktober 2025

MWC NU Pasongsongan Peringati Hari Santri Nasional dan Dzikro Maulidurrosul: Hadirkan Kiai Said Aqil Siradj

Kiai Said Aqil Sirajd
Kepala Desa Soddara. [sh]

SUMENEP - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional sekaligus Dzikro Maulidurrosul, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep akan menggelar acara istimewa yang menghadirkan salah satu tokoh besar Nahdlatul Ulama, Kiai H. Said Aqil Siradj pada 29 Oktober. 

Acara akbar ini akan dilaksanakan di Lapangan Sawunggaling, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, dan diharapkan jadi momentum spiritual serta kebangkitan semangat keagamaan di tengah masyarakat.

Kiai Said Aqil Siradj, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dua periode masa khidmat 2010–2021, dikenal luas sebagai ulama yang memiliki pemikiran moderat, berwawasan kebangsaan, dan sangat peduli terhadap penguatan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. 

Kehadirannya di tengah masyarakat Pasongsongan sangat dinantikan untuk memberikan tausiah pencerahan bagi umat, khususnya dalam menghadapi berbagai isu-isu hangat kebangsaan dan keumatan yang sedang mengemuka.

Ketua MWC NU Kecamatan Pasongsongan, Kiai Achmad Riyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur dan refleksi bagi para santri atas kontribusinya terhadap bangsa dan agama. 

“Hari Santri bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen santri dan warga NU dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang toleran dan cinta tanah air,” ujarnya.

Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari para tokoh masyarakat dan pemerintah desa, termasuk Kepala Desa Soddara, Suhanto, S.Pd, serta Kepala Desa Padangdangan, H. Muhammad Maskon. 

Keduanya mengimbau seluruh warganya untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Ini bukan hanya acara warga NU, tapi milik kita semua. Mari bersama-sama hadir untuk memperkuat ukhuwah dan mengambil berkah dari kehadiran Kiai Said Aqil,” tutur Suhanto. 

Senada dengan itu, H. Muhammad Maskon juga berharap kehadiran masyarakat bisa menjadikan acara ini makin khidmat dan penuh makna.

Peringatan Hari Santri Nasional dan Dzikro Maulidurrosul di Kecamatan Pasongsongan tahun ini diharapkan jadi momentum memperkokoh semangat keislaman, kebangsaan, dan kebersamaan antarwarga. 

Selain tausiah dari Kiai Said Aqil Siradj, acara juga akan diisi dengan pembacaan shalawat, doa bersama, serta kegiatan keagamaan lain yang menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan semangat perjuangan para santri. [sh]

Jumat, 24 Oktober 2025

MWC NU Pasongsongan Hadirkan Kiai Said Aqil Siradj: Menyambut Hari Santri dengan Pencerahan untuk Umat

Mwc nu Pasongsongan Sumenep
Kiai Achmad Riyadi,M.Pd. [sh]

Momentum Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober jadi ajang refleksi bagi seluruh santri dan umat Islam di Indonesia. 

Tahun 2025 ini, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep akan menggelar peringatan istimewa dengan menghadirkan salah satu tokoh besar Nahdlatul Ulama, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dua periode masa khidmat 2010–2021. 

Acara tersebut akan diselenggarakan di Lapangan Sawunggaling, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, dan diharapkan jadi ruang pencerahan bagi seluruh warga NU dan masyarakat sekitar.

Ketua MWC NU Pasongsongan, Kiai Achmad Riyadi, menyampaikan harapannya agar seluruh warga Kecamatan Pasongsongan bisa hadir dan mengambil hikmah dari tausiah Kiai Said Aqil Siradj. 

“Kehadiran beliau merupakan berkah dan kehormatan besar bagi masyarakat Pasongsongan. Kami berharap seluruh lapisan masyarakat bisa turut serta menyemarakkan acara ini,” ujarnya penuh semangat.

Dengan mengusung tema nasional Hari Santri 2025, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, MWC NU Pasongsongan berkomitmen untuk menjadikan momen ini bukan sekadar perayaan simbolik, tapi juga ajang memperkuat nilai kebangsaan dan keislaman. 

Dalam konteks sosial-keagamaan saat ini, santri diharapkan tidak hanya jadi penjaga tradisi, tapi juga jadi pelaku utama dalam membangun peradaban dan menjaga keutuhan bangsa di tengah gempuran arus informasi dan ideologi yang beragam.

Kehadiran Kiai Said Aqil Siradj tentu sangat dinanti. Kiprahnya sebagai intelektual muslim, pemikir moderat, dan tokoh penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah telah jadi inspirasi bagi banyak kalangan. 

Beliau dikenal sebagai ulama yang tegas dalam membela keutuhan NKRI dan konsisten menegaskan bahwa Islam Nusantara adalah wajah Islam yang ramah, toleran, dan berakar kuat pada budaya bangsa.

Tapi di tengah suasana peringatan Hari Santri tahun ini, muncul pula isu-isu sensitif yang sedang ramai diperbincangkan di tanah air, terutama soal posisi dan peran keturunan Nabi Muhammad SAW yang bergelar “habib”. 

Dalam beberapa bulan selama 2025, muncul narasi dari sebagian pihak yang seolah ingin menempatkan kaum habib sebagai aktor utama dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. 

Pencaplokan sebagian narasi sejarah ini menimbulkan kegelisahan di kalangan umat, terutama bagi mereka yang memahami perjuangan kemerdekaan Indonesia sebagai hasil jerih payah kolektif dari seluruh elemen bangsa — termasuk para kiai, santri, dan tokoh-tokoh pesantren dari berbagai daerah.

Pertanyaan yang kemudian muncul: Apakah Kiai Said Aqil Siradj akan menyinggung isu ini dalam tausiahnya di Pasongsongan?

Sebagai seorang cendekiawan dan orator ulung, Kiai Said dikenal mampu menyampaikan pandangan dengan bijak, kritis, dan menyejukkan. 

Tidak tertutup kemungkinan bahwa beliau akan menegaskan kembali pentingnya menjaga keseimbangan dalam memahami sejarah, agar tidak terjadi monopoli narasi oleh kelompok tertentu atas nama keturunan atau garis nasab. 

Dalam konteks keindonesiaan, hal tersebut penting agar bangsa ini tetap berdiri di atas prinsip keadilan dan kesetaraan.

Lebih dari sekadar perdebatan identitas, peringatan Hari Santri kali ini seyogianya jadi momentum untuk memperkokoh peran santri dalam menjaga marwah keislaman dan kebangsaan. 

Santri bukan hanya pewaris nilai-nilai spiritual para ulama, tapi juga penjaga moral bangsa. 

Mereka harus hadir di garda terdepan dalam membela kebenaran, menolak klaim sepihak atas sejarah, dan meneguhkan kembali bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hasil perjuangan bersama — dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat.

Akhirnya, kehadiran Kiai Said Aqil Siradj di bumi Pasongsongan diharapkan mampu menjadi cahaya pencerahan di tengah kegaduhan wacana keagamaan yang seringkali diseret ke arah politis dan identitas sempit. 

Peringatan Hari Santri bukan hanya seremoni tahunan, tapi juga panggilan spiritual untuk menguatkan kembali komitmen santri dalam mengawal Indonesia merdeka menuju peradaban dunia — sesuai tema besar yang diusung tahun ini. [sh]

Kamis, 23 Oktober 2025

Kiai Said Aqil Siroj dan Spirit Santri untuk Negeri

Mwc nu Pasongsongan lkabupaten sumenep

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pasongsongan akan menghadirkan sosok ulama kharismatik, KH Said Aqil Siroj, untuk memberikan tausiah di Lapangan Sawunggaling, Desa Pasongsongan. 

Kehadiran mantan Ketua Umum PBNU dua periode (2010–2021) ini tentu akan jadi momentum berharga bagi masyarakat dan jamaah Nahdliyyin di wilayah pesisir utara Sumenep tersebut.

Kiai Said bukan hanya dikenal sebagai tokoh agama, tapi juga sebagai intelektual Islam yang konsisten menyuarakan nilai-nilai toleransi, kebangsaan, dan kemanusiaan. 

Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tensi sosial akibat isu-isu politik dan keagamaan yang sering kali disalahpahami, suara Kiai Said selalu membawa kesejukan dan arah berpikir yang moderat. 

Beliau menegaskan pentingnya Islam rahmatan lil ‘alamin — Islam yang membimbing, bukan memecah; Islam yang menuntun, bukan menghakimi.

Peringatan Hari Santri bukan sekadar seremonial mengenang peran santri dalam perjuangan kemerdekaan, tapi juga refleksi untuk meneguhkan komitmen moral dan spiritual santri di era modern. 

Santri hari ini tidak cukup hanya pandai mengaji, tapi juga harus mampu menjawab tantangan zaman — dari digitalisasi, perubahan sosial, hingga krisis nilai. 

Kehadiran Kiai Said di Pasongsongan jadi gong pengingat bahwa perjuangan santri bukan lagi di medan perang fisik, melainkan di medan ilmu, moralitas, dan kemanusiaan.

Harapan Kehadiran

Ketua MWC NU Pasongsongan, Kiai Achmad Riyadi, menyampaikan harapannya agar seluruh warga Kecamatan Pasongsongan turut hadir dan mengambil hikmah dari kegiatan tersebut. 

“Kami berharap semua warga, terutama para jamaah dan generasi muda, bisa menghadiri tausiah ini pada 29 Oktober. Kehadiran Kiai Said Aqil adalah kesempatan besar untuk menambah ilmu, memperkuat iman, dan mempererat persaudaraan antarumat,” ujarnya penuh semangat.

Pengurus MWC NU Pasongsongan patut diapresiasi karena mampu menghadirkan sosok besar yang bisa menginspirasi masyarakat luas. 

Tausiah Kiai Said diharapkan jadi pelita spiritual yang menyejukkan hati umat, sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi kader-kader muda Nahdlatul Ulama untuk terus berkhidmat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Hari Santri adalah hari kita semua — hari dimana nilai kesederhanaan, keikhlasan, dan cinta tanah air kembali dipatri dalam dada setiap insan. 

Dan dengan hadirnya Kiai Said Aqil Siroj di bumi Pasongsongan, semoga semangat santri yang penuh keikhlasan dan cinta damai kembali menyala lebih terang di hati umat. [sh]

Rabu, 22 Oktober 2025

Semua Guru dan Siswa SDN Padangdangan 2 Kenakan Busana Serba Putih Peringati Hari Santri Nasional

Sdn Padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Para murid SDN Padangdangan 2 menyanyikan lagu santri. [sh]

SUMENEP — Hari ini menjadi hari begitu penting bagi masyarakat Indonesia karena diperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Rabu (22/10/2025). 

Momen ini jadi pengingat akan peran besar santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan serta pembangunan bangsa.

Dalam memperingati hari bersejarah tersebut, SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan turut ambil bagian dengan penuh khidmat. 

Seluruh guru di sekolah itu kompak mengenakan busana serba putih. 

Guru pria memakai baju putih dengan peci hitam yang dipadukan dengan sarung, sementara guru wanita tampil anggun dengan busana muslimah putih. 

Menariknya, kegiatan berpakaian serba putih ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dan diikuti pula oleh seluruh guru dan peserta didik di wilayah Kecamatan Pasongsongan. 

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 35 Tahun 2025, yang mengimbau tenaga pendidik dan peserta didik di Kabupaten Sumenep untuk mengenakan busana putih dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.

Salah satu guru SDN Padangdangan 2, Sundari, S.Pd, yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Annuqayah, menyampaikan rasa bangganya bisa ikut memperingati HSN dengan cara sederhana namun bermakna ini.

“Sebagai alumni pesantren, saya merasa bangga bisa mengenakan busana putih di Hari Santri Nasional. Warna putih melambangkan kesucian niat dan semangat juang para santri yang tulus mengabdi untuk agama dan bangsa,” ujar Sundari.

Ia juga berharap semangat Hari Santri bisa menginspirasi para guru dan siswa untuk meneladani nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, serta cinta tanah air sebagaimana ditunjukkan para santri dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Peringatan Hari Santri Nasional di SDN Padangdangan 2 berlangsung khidmat dan penuh makna, jadi simbol komitmen dunia pendidikan dalam menanamkan nilai religius dan nasionalisme kepada generasi muda. [sh]

Lestarikan Bahasa Daerah, Bupati Sumenep Tetapkan Bahasa Madura Jadi Muatan Lokal Wajib di Sekolah

Bupati Sumenep

SUMENEP - Peraturan Bupati Sumenep Nomor 55 Tahun 2025 tentang Mata Pelajaran Bahasa Madura sebagai Muatan Lokal Wajib di Sekolah merupakan kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam upaya melestarikan, mengembangkan, dan memperkuat identitas budaya daerah melalui dunia pendidikan. 

Peraturan ini mewajibkan pengajaran Bahasa Madura pada satuan pendidikan formal dan nonformal, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.

Berikut Peraturan Bupati Sumenep Nomor 55 Tahun 2025:

Selasa, 21 Oktober 2025

Guru SDN Padangdangan 2 Kenakan Busana Putih Peringati Hari Santri Nasional

Sdn Padangdangan 2
Para guru SDN Padangdangan 2. [Foto: sh]

SUMENEP — Hari ini menjadi hari penting bagi masyarakat Indonesia, karena diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Rabu (22/10/2025). 

Seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan, turut merayakan momentum bersejarah ini sebagai bentuk penghormatan terhadap peran santri dalam perjuangan bangsa.

Di SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan,, seluruh guru memperingati Hari Santri Nasional dengan mengenakan busana serba putih sebagai simbol kesucian, keikhlasan, dan semangat perjuangan santri. 

Suasana sekolah tampak khidmat namun penuh semangat kebersamaan.

Menariknya, semua guru di SDN Padangdangan 2 merupakan alumni pondok pesantren. 

Hal ini menunjukkan kuatnya nilai-nilai keislaman yang mereka terapkan dalam dunia pendidikan. 

Salah satu di antaranya adalah Sundari, S.Pd, guru yang merupakan alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk.

Menurut Sundari, peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar seremonial, tapi juga momen untuk meneladani perjuangan para santri dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Menjadi santri bukan hanya soal belajar agama, tapi juga tentang menanamkan nilai keikhlasan dan cinta tanah air,” ujarnya.

Dengan semangat Hari Santri Nasional, para guru di SDN Padangdangan 2 berharap bisa terus menanamkan karakter religius, disiplin, dan cinta tanah air kepada peserta didik sejak dini. [sh]

Dua Siswi SDN Padangdangan 2 Ikuti Ajang ISCO MIPA 2025 di SDN Pasongsongan 2

Sdn padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Fahdina Zulfiah (kiri) dan Anna Rafiah. [Foto: sh]

SUMENEP — Dua siswi terbaik dari SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, yakni Fahdina Zulfiah dan Anna Rafiah, turut ambil bagian dalam ajang bergengsi Intelligent Student Competition (ISCO) bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) 2025 yang diselenggarakan di SDN Pasongsongan 2. Selasa (21/10/2025). 

Kegiatan ini diikuti oleh para siswa terbaik dari seluruh sekolah dasar se-Kecamatan Pasongsongan.

Guru pendamping SDN Padangdangan 2, Sundari, S.Pd, menyampaikan rasa bangganya atas keikutsertaan kedua siswi tersebut.

“Kami optimis kedua murid kami akan lolos mendapatkan tiket ke ISCO MIPA tingkat kabupaten,” ujarnya penuh semangat.

Ajang ISCO MIPA ini jadi wadah bagi siswa sekolah dasar untuk menunjukkan kemampuan dan menumbuhkan semangat berprestasi di bidang akademik. 

Partisipasi Fahdina dan Anna diharapkan bisa jadi inspirasi bagi teman-teman mereka di sekolah untuk terus berusaha dan berkompetisi secara sehat. 

Ada tambahan, ternyata Anna Rafiah mendapatkan tiket maju ke ISCO MIPA tingkat kabupaten. [sh]


Senin, 20 Oktober 2025

ISCO MIPA 2025 Tingkat SD se-Kecamatan Pasongsongan Digelar di SDN Pasongsongan 2

Sdn Pasongsongan 2
H Akhmad Busri (tengah). [Foto: sh]

SUMENEP – Kegiatan ISCO MIPA 2025 tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Pasongsongan resmi digelar di SDN Pasongsongan 2, Kecamatan Pasongsongan. Selasa (21/10/2025). 

Ajang bergengsi ini diikuti oleh siswa-siswi terbaik dari berbagai SD yang mewakili sekolahnya masing-masing dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Matematika.

Acara dibuka secara resmi oleh H Akhmad Busri, M.Pd, selaku Ketua KKKS Kecamatan Pasongsongan. 

Sdn Pasongsongan 2 kecamatan Pasongsongan
Peserta ISCO MIPA 2025 Kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa peserta terbaik akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Lima siswa terbaik, baik yang dari bidang studi IPA maupun Matematika, masing-masing dari kalian akan mewakili Kecamatan Pasongsongan ke tingkat kabupaten,” terang H Akhmad Busri.

Ia juga menambahkan bahwa panitia berharap seluruh peserta bisa bersungguh-sungguh dalam mengikuti lomba.

“Kalian merupakan siswa-siswi terbaik dari sekian peserta didik yang ada di sekolah kalian, maka tunjukkan kemampuan terbaik,” pesannya.

Kegiatan ISCO MIPA 2025 ini jadi ajang bergengsi bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat di kalangan siswa SD se-Kecamatan Pasongsongan.

Hadir pula dalam acara tersebut Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, Abu Supyan,M.Pd. [sh]

Pelaksanaan ISCO MIPA 2025 di SDN Pasongsongan 2

Isco MIPA sdn Pasongsongan 2 kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto (kanan). [Foto: sh]

SUMENEP – Kegiatan ISCO MIPA 2025 tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Pasongsongan resmi dilaksanakan di SDN Pasongsongan 2. Selasa (21/10/2025). 

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa-siswi terbaik dari berbagai SD di Kecamatan Pasongsongan.

Koordinator ISCO MIPA 2025, Agus Sugianto, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar seluruh peserta berkompetisi dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

“Kami berharap agar semua peserta bersungguh-sungguh mengerjakan soal-soal yang disajikan. Dan kalian merupakan siswa terbaik dari sekian peserta didik yang ada di sekolah kalian,” ujar Agus Sugianto di hadapan peserta ISCO MIPA 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat serta kemampuan peserta didik di bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika, sekaligus menjadi ajang mencari bibit unggul yang berprestasi di tingkat kecamatan. 

Suasana kompetisi berlangsung antusias dan penuh semangat yang dihadiri Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan dan Ketua KKKS Pasongsongan. [sh]

Minggu, 19 Oktober 2025

Upacara Bendera di SDN Padangdangan 2, Pembina Tekankan Pentingnya Kebersihan Sekolah dan Diri Sendiri

Siti endang junnur aida sdn padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Siti Endang Junnur Aida, S.Pd.I sebagai pembina upacara. [sh]

SUMENEP — Seperti biasa, tiap Senin pagi, SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan melaksanakan upacara bendera dengan penuh khidmat di halaman sekolah. Senin (20/10/2025). 

Kegiatan rutin tersebut diikuti oleh seluruh guru, staf, dan peserta didik dari berbagai jenjang kelas.

Pada upacara kali ini, Siti Endang Junnur Aida, S.Pd.I, yang juga merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah tersebut, bertindak sebagai pembina upacara. 

Dalam amanatnya, Aida menyampaikan pesan penting tentang kebersihan lingkungan sekolah dan kebersihan diri peserta didik.

“Manfaat kebersihan sekolah dan pribadi siswa meliputi kesehatan fisik yang terjaga (mencegah penyakit), kenyamanan dan fokus belajar yang meningkat, pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab, serta menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung prestasi,” ujar Aida di hadapan peserta upacara.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan atau guru, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah, terutama para siswa. 

"Dengan lingkungan yang bersih, suasana belajar akan lebih nyaman dan menyenangkan," pungkas Aida. [sh]

Tantangan di Medio Oktober 2025: Antara Ketegasan dan Pemahaman

Opini suriyanto hasyim

Oktober 2025 ini jadi bulan yang tidak mudah bagi saya secara pribadi. Ada beban pikiran yang menggelayut, bukan karena persoalan besar berskala nasional, melainkan hal-hal sederhana yang menyentuh ranah tanggung jawab, etika, dan kejujuran dalam bekerja. 

Kadang, tantangan terbesar bukan datang dari luar, melainkan dari lingkungan terdekat yang justru kita hormati dan cintai.

Saya sedang berada pada titik dimana saya harus bersikap tegas, meski mungkin akan mengecewakan beberapa pihak. Tapi saya yakin, kekecewaan itu hanya muncul pada mereka yang belum sempat berpikir jernih—walau hanya lima detik—tentang alasan dan niat baik di balik keputusan saya. 

Saya dan istri tak ingin terpuruk hanya karena ikut larut dalam problematika orang lain. Rumah tangga kami belum mapan secara ekonomi, jadi sudah sepatutnya kami menjaga agar langkah dan pikiran tetap rasional, bukan emosional.

Sebagai pemilik apoymadura.com, saya berusaha bersikap profesional dalam menjalankan peran jurnalistik. Saya membuka ruang publikasi bagi siapa pun—tanpa pandang bulu. Siapa pun yang memiliki kegiatan positif, baik lembaga, organisasi, komunitas, atau individu, berhak diberitakan. 

Prinsip saya sederhana: informasi publik harus mengalir, dan kebaikan harus disebarkan.

Akan tetapi, satu peristiwa kecil pagi ini mengusik ketenangan saya. Saya berkunjung ke sebuah klub olahraga dengan niat baik—ingin mempublikasikan kegiatan mereka agar dikenal luas. 

Semula, sambutannya hangat. Tapi kemudian seseorang di sana berkata, “Tolong carikan sponsor juga, biar bisa dapat bantuan.” 

Saya hanya bisa tersenyum. Dalam hati saya berkata, "Memangnya saya ini asistennya? Hmm."

Sungguh ironis. Sudah diberitakan secara gratis, malah masih dituntut hal lain di luar kapasitas saya. Ini jadi potret kecil dari cara sebagian orang memandang kerja jurnalistik: seolah wartawan adalah perpanjangan tangan kepentingan, bukan pelayan publik yang bekerja atas dasar informasi dan tanggung jawab sosial.

Saya tidak marah, hanya kecewa. Karena dalam setiap pemberitaan, saya selalu mengedepankan niat baik—menyebarkan kabar positif tentang lingkungan sekitar. 

Tapi rupanya, kebaikan kadang justru dianggap peluang untuk menuntut lebih. Di situlah tantangannya: bagaimana tetap menjaga profesionalitas di tengah ekspektasi yang tidak pada tempatnya.

Saya menulis ini bukan untuk mengeluh, melainkan sebagai pengingat bagi diri sendiri dan siapa pun yang membaca: kebaikan tidak harus selalu disambut dengan tepuk tangan. Kadang, kebaikan justru diuji dengan salah paham. Tapi itu bukan alasan untuk berhenti berbuat baik.

Tantangan medio Oktober 2025 ini mungkin membuat saya harus tegas, bahkan berjarak dari sebagian orang. Namun saya percaya, waktu akan menjelaskan semuanya. 

Dan bagi siapa pun yang sempat berpikir sejenak—walau hanya lima detik—mereka akan tahu bahwa keputusan saya bukan karena sombong, tapi karena ingin menjaga kebaikan bersama.[]

- Owner & Redaktur apoymadura.com

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...