Senin, 01 September 2025

Siswa dan Orang Tua SDN Padangdangan 2 Antusias Ikuti Karnaval HUT RI ke-80

Sdn Padangdangan 2
Riski (kiri) dengan baju kebesarannya. [Foto: sh]

SUMENEP – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan makin meriah dengan digelarnya lomba karnaval yang diikuti para pelajar dan beberapa instansi. Ahad (31/8/2025). 

Walau lokasinya ada di pelosok desa, SDN Padangdangan 2 turut mengikutkan peserta didiknya ke karnaval.

Para peserta tampak penuh semangat sejak start di Lapangan Sawunggaling Pasongsongan hingga finish di depan eks Kantor UPT Pendidikan. 

Siswa siswi sdn Padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan

Antusiasme bukan hanya datang dari para siswa, tapi juga para wali murid yang rela memberikan dukungan maksimal.

Salah satunya Mama Ria, wali murid dari Riski, siswa kelas 6 SDN Padangdangan 2. 

Ia mengaku rela menyewa kostum dan menambah biaya tata rias demi penampilan anaknya. 

“Asalkan anak saya senang, saya dukung. Karena Riski sekarang sudah kelas 6,” ujarnya dengan senyum. 

Karnaval ini jadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air. 

Selain itu, keterlibatan orang tua menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih jadi bagian penting dalam perayaan kemerdekaan di Pasongsongan. [sh]

Minggu, 31 Agustus 2025

Karnaval HUT RI ke-80 di Pasongsongan Berlangsung Meriah dan Lancar

Karnaval HUT RI ke-80 di Pasongsongan 2025
Salah satu peserta dari SDN Padangdangan 2. [Foto: sh]

SUMENEP – Panitia peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 Kecamatan Pasongsongan sukses menggelar lomba karnaval. Ahad (31/8/2025). 

Peserta karnaval dilepas dari Lapangan Sawunggaling Pasongsongan dan finish di depan eks Kantor UPT Pendidikan.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini berlangsung meriah dan tertib. 

Karnaval HUT RI ke-80 di Pasongsongan

Arus lalu lintas di sepanjang jalur karnaval tetap lancar berkat pengawalan personel dari Polsek dan Koramil Pasongsongan.

Ketua seksi karnaval, Sapulan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. 

“Kami berterima kasih atas dukungan lembaga pendidikan dan instansi di wilayah Pasongsongan sehingga karnaval ini berjalan sukses,” ujarnya.

Karnaval pasongsongan 2025
Para juara karnaval Kecamatan Pasongsongan 2025. [Foto: sh]

Karnaval yang diikuti pelajar dan instansi ini jadi salah satu rangkaian kegiatan semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan. [sh]

Karnaval HUT RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan Meriah, Peserta Didominasi Pelajar dan Instansi

Karnaval Kecamatan Pasongsongan 2025
Lomba karnaval dari kalangan pelajar tingkat SD. [Foto: sh]

SUNENEP – Lomba karnaval dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kecamatan Pasongsongan berlangsung meriah. Ahad (31/8/2025). 

Kegiatan ini diikuti oleh kalangan pelajar dari berbagai lembaga pendidikan serta sejumlah instansi.

Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka menampilkan kreasi kostum dan atraksi yang memikat perhatian masyarakat. 

Karnaval ini sekaligus jadi hiburan bagi warga yang memadati sepanjang rute acara.

Karnaval Pasongsongan 2025

“Lomba karnaval bagi peserta didik kami merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Karena bagi yang tidak pernah ikut lomba, terutama mereka yang tidak bisa ikut berpartisipasi dalam beberapa lomba karena kalah seleksi dengan teman-temannya, maka mereka bisa ikut lomba karnaval,” terang Sundari, guru SDN Padangdangan 2 yang turut mendampingi siswanya. 

Lebih jauh ia mengatakan, dengan terselenggaranya lomba karnaval ini, suasana semarak perayaan kemerdekaan makin terasa di Pasongsongan, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan nasionalisme masyarakat.

Sementara itu, lomba karnaval dilepas pukul 13.00 WIB di bawah terik matahari cukup menyengat. [sh]

Karnaval HUT RI ke-80 di Pasongsongan Berlangsung Sukses Tanpa Kemacetan

Karnaval pasongsongan 2025
Salah satu peserta lomba karnaval Kecamatan Pasongsongan 2025. [Foto: sh]

SUMENEP – Pelaksanaan lomba karnaval dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan berjalan sukses. 

Acara yang digelar pada Minggu siang (31/8/2025) ini diikuti oleh peserta dari berbagai lembaga pendidikan serta beberapa instansi. 

Pelepasan peserta dimulai tepat pukul 13.00 WIB dengan kondisi cuaca cukup panas. 

Meski demikian, semangat peserta dan antusiasme masyarakat tidak surut. 

Panitia penyelenggara terlihat sigap dalam mengatur jalannya acara, terutama dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan panjang.

“Rupanya panitia telah mengantisipasi beberapa kemungkinan agar pelaksanaan lomba karnaval tidak melumpuhkan arus lalu lintas,” ungkap Sundari, salah seorang guru SDN Padangdangan 2, yang turut menyaksikan jalannya karnaval. 

Berbagai penampilan kreatif dari peserta, mulai dari kostum tematik hingga atraksi budaya, berhasil memikat perhatian masyarakat sepanjang rute karnaval. 

Ketertiban lalu lintas yang tetap terjaga membuat acara kian meriah dan nyaman untuk dinikmati. [sh]

Sabtu, 30 Agustus 2025

CERPEN: Badai Fitnah yang Menghantam Tona

Cerita pendek terbaru apoyMadura

By: Suriyanto Hasyim

Tona dikenal sebagai guru teladan di salah satu SMA. Sikapnya ramah, tutur katanya halus, dan ia selalu jadi panutan murid-muridnya. 

Tapi di balik semua itu, ada kelemahan kecil yang justru menjadi awal badai besar dalam hidupnya: Tona tidak bisa mengendarai sepeda motor.

Setiap kali pulang mengajar, ia kerap dibonceng oleh Debur, salah seorang siswanya yang tinggal tak jauh dari rumahnya.

Bagi Tona, itu hanyalah bentuk bantuan seorang murid kepada gurunya. Bagi Debur, itu adalah tanda hormat sekaligus kesempatan untuk berbakti.

Namun, mata masyarakat tak pernah berhenti menafsirkan. 

Bisikan-bisikan mulai terdengar: “Guru Tona kok sering pulang bareng sama murid laki-laki?”, “Apa mereka ada hubungan khusus?”, begitu kata orang-orang. Fitnah itu menyebar lebih cepat dari angin.

Lama-kelamaan, kabar miring sampai juga ke telinga suaminya. 

Rumah tangga yang tadinya tenang mendadak porak-poranda. Suaminya, yang sejak awal percaya penuh, kini mulai dirundung curiga.

Tona hanya bisa menangis, mencoba menjelaskan bahwa semua itu murni kebetulan, murni kebutuhan. 

Tapi siapa yang mau percaya, ketika gosip sudah jadi “kebenaran” di mata orang banyak?

Badai fitnah itu menghantam biduk rumah tangganya, membuat Tona sadar bahwa kadang, niat baik pun bisa berbuah pahit ketika disalahartikan. 

Dan di tengah luka itu, ia hanya mampu berdoa agar suatu saat kebenaran kembali berpihak padanya. []

CERPEN: Ingin Pulang dan Penyesalan Debur yang Terlambat

Cerita singkat Debur

By: Suriyanto Hasyim

Debur, seorang anggota parlemen yang dulu dihormati, tak pernah terbayangkan satu ucapan kasarnya akan mengubah segalanya. 

Dalam sebuah sidang terbuka, emosinya meledak. 

Kata-kata yang keluar dari mulutnya dianggap menghina rakyat. 

Berita pun menyebar cepat media sosial, memicu gelombang amarah rakyat. 

Episode selanjutnya, demonstrasi pecah di mana-mana, menuntutnya mundur dari jabatan.

Tak sanggup menghadapi tekanan, Debur bersama istrinya dan anaknya memutuskan pergi ke luar negeri. 

Dari kejauhan, ia hanya bisa menyaksikan layar berita yang menayangkan wajah rakyatnya bersatu melawan kesombongan seorang wakil mereka.

Di ruang pengasingan itu, Debur duduk termenung. Ia mengingat bagaimana dulu rakyat mempercayainya, bagaimana mereka menitipkan harapan kepadanya. 

Tapi, kepercayaan itu hancur oleh lidahnya sendiri.

“Seandainya aku bisa menarik kembali kata-kata itu…” gumamnya lirih. 

Tapi ia tahu, penyesalan tak pernah mampu menghapus luka.

Kini, yang tersisa hanyalah sunyi, rasa bersalah, dan kerinduan pada tanah air yang dulu mengangkatnya, tapi kini menolaknya. []

CERPEN: Cinta Gelap di Balik Kekuasaan

Cerita singkat perselingkuhan

By: Suriyanto Hasyim

Tona, Direktur Utama sebuah BUMN ternama, tampak berwibawa di hadapan publik. 

Tapi di balik pintu rapat dan sorot kamera, ia menyimpan rahasia kelam yang hanya diketahui oleh satu orang: Debur, sopir pribadi suaminya.

Hubungan terlarang itu sudah berjalan cukup lama. 

Debur, meski sering terbawa arus godaan, tak pernah berhenti menasihati Tona. 

Suatu sore, setelah mengantarnya pulang dari kantor, Debur memberanikan diri menegur.

"Bu, hentikanlah hubungan ini. Saya tidak enak... Bapak sudah mempercayakan saya untuk menjaga Ibu, bukan malah seperti ini," ucap Debur dengan suara bergetar.

Tona menatapnya tajam, lalu tersenyum getir.

"Debur, suamiku itu impoten. Dia sendiri yang menyuruhku bersuami lagi kalau memang tidak puas. Tapi harus cerai dulu."

Debur terdiam sejenak, lalu menatap balik.

"Kalau begitu, kenapa Ibu tidak mau bercerai saja?" tanyanya lirih.

Tona menunduk, suaranya terdengar getir namun penuh perhitungan.

"Itu soal jabatan, Bur. Kalau aku cerai, otomatis aku kehilangan posisi, juga kehilangan kehangatan darimu."

Debur menarik napas panjang, matanya berkaca-kaca.

"Jadi selama ini... aku hanya..."

Tona menyentuh wajahnya perlahan, suaranya nyaris berbisik.

"Kamu hanyalah pemuas berahiku, Bur."

Hening pun menyelimuti ruang sempit dalam mobil itu. 

Kata-kata Tona menusuk hati Debur, menimbulkan luka yang lebih dalam daripada rasa bersalah. 

Ia sadar, dirinya terjebak dalam pusaran cinta gelap yang tak pernah bisa dimenangkan. []

Persiapan Lomba Karnaval SDN Pasongsongan 1 dalam Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80

Sdn Pasongsongan 1
Semua guru SDN Pasongsongan 1 bekerjasama membuat kapal hias. [Foto: sh]

SUMENEP  - Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80, SDN Pasongsongan 1 tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba karnaval yang akan digelar di Kecamatan Pasongsongan. Sabtu (30/8/2025). 

Eko Beny Widarman, sebagai ketua tim kreasi, terlibat langsung dalam pembuatan kapal hias yang akan digunakan dalam acara tersebut. 

Sdn Pasongsongan 1
Semua guru SDN Pasongsongan 1 bekerjasama membuat kapal hias. [Foto: sh]

Beny, yang juga seorang guru di SDN Pasongsongan 1, mengungkapkan rasa syukurnya bisa dipercaya oleh Kepala Sekolah untuk berkreasi dalam lomba karnaval ini. 

"Saya bersyukur bisa dipercaya Kepala SDN Pasongsongan 1 untuk berkreasi," ujar Beny. 

Sdn Pasongsongan 1 kecamatan Pasongsongan

Lomba karnaval ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan semarak HUT Kemerdekaan RI yang diikuti oleh berbagai instansi dan sekolah di Kecamatan Pasongsongan. 

Untuk kelancaran acara, perlu diketahui bahwa arus lalu lintas akan dialihkan ke arah selatan mulai pukul 12.30 WIB hingga 17.00 WIB, sehingga masyarakat diimbau untuk mempersiapkan perjalanan mereka. [sh]

Jumat, 29 Agustus 2025

Tragedi Driver Ojek Online dan Amarah Publik

Demonsttasi jakarta makan korban meninggal dunia

Akhir Agustus 2025, dimana bangsa Indonesia masih merayakan HUT Kenerdekaan RI ke-80, sebuah tragedi menimpa anak bangsa. 

Adalah Affan Kurniawan (21), seorang driver ojek online, meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis saat aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Tragedi tersebut menambah daftar panjang luka bangsa. 

Affan bukan sekadar korban dalam sebuah kericuhan, melainkan simbol nyata bagaimana suara rakyat kecil seringkali terpinggirkan di tengah hiruk-pikuk politik yang penuh kepentingan.

Tragedi ini menyulut api kemarahan masyarakat luas. 

Gelombang demonstrasi kian meletus di berbagai kota di Indonesia, menandakan betapa dalam jurang ketidakpercayaan publik terhadap DPR. 

Bukan tanpa alasan, DPR dinilai ugal-ugalan dalam memperkaya diri sendiri lewat kenaikan gaji dan tunjangan, sementara rakyat terus dihimpit kesulitan hidup.

Apa yang terjadi pada Affan memperlihatkan bahwa rakyat kecillah yang kerap menanggung risiko terbesar dari kegaduhan politik. 

Ironisnya, mereka yang seharusnya menjadi wakil rakyat justru asyik menari di atas penderitaan rakyat.

Kematian Affan seharusnya jadi momentum refleksi nasional. 

Aparat mesti lebih manusiawi, penguasa harus sadar diri, dan DPR wajib kembali ke jalan pengabdian yang sejati. 

Jika tidak, suara rakyat akan terus bergemuruh, dan tragedi serupa bisa terulang kembali. [sh]

Gelombang Kemarahan Rakyat dan Sensitivitas Wakilnya

Dpr ri

Di tengah perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80, muncul potret buram bangsa ini yang tidak bisa ditutup-tutupi. 

Akhir Agustus 2025, gelombang demonstrasi yang merebak di berbagai kota di Indonesia akhir-akhir ini bukanlah peristiwa yang datang tiba-tiba. 

Akar dari kemarahan rakyat berawal dari ulah sejumlah anggota DPR RI yang berjoget riang di ruang sidang, sementara publik tengah berjuang menghadapi kesulitan ekonomi. 

Ditambah lagi, kenaikan gaji dan tunjangan anggota dewan yang kini melebihi Rp 100 juta dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap penderitaan rakyat.

Fenomena ini memperlihatkan jurang yang kian lebar antara rakyat dengan wakilnya. 

DPR semestinya jadi simbol keberpihakan pada kepentingan masyarakat, bukan menampilkan wajah kemewahan dan sikap abai. 

Tindakan yang terkesan meremehkan penderitaan rakyat hanya akan memicu kekecewaan yang kian mendalam.

Unjuk rasa yang berujung ricuh adalah tanda bahwa rakyat tidak lagi sekadar mengeluh, melainkan menuntut keadilan. 

Pesan moral yang harus dipahami para anggota dewan jelas: Amanah rakyat bukan untuk dimanfaatkan sebagai sarana memperkaya diri, tapi untuk memperjuangkan kepentingan bersama. 

Jika sensitivitas sosial tidak dimiliki, kepercayaan publik akan terus terkikis, dan legitimasi wakil rakyat akan runtuh dengan sendirinya. [sh]

Semarak Kemerdekaan yang Mulai Meredup di Kecamatan Pasongsongan

Lomba gerak jalan Pasongsongan
Lomba gerak jalan di Kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

Perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep tahun ini tidak lagi semeriah tahun-tahun sebelumnya. 

Biasanya, peringatan kemerdekaan diwarnai dengan beragam perlombaan yang mampu menghadirkan antusiasme masyarakat. 

Tapi, tahun ini beberapa jenis perlombaan mengalami pemangkasan, ditambah lagi dengan menurunnya animo masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

Salah satu contoh nyata adalah lomba gerak jalan umum yang digelar Rabu malam (27/8/2025).

Kondisi ini tentu memunculkan tanda tanya besar: Mengapa masyarakat mulai enggan terlibat dalam kegiatan yang dulunya sangat ditunggu-tunggu?

Di satu sisi, hal ini patut menjadi bahan evaluasi bagi panitia maupun pemerintah setempat. 

Perayaan kemerdekaan bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tapi juga wadah untuk memperkuat persatuan, semangat kebangsaan, sekaligus ruang kebersamaan masyarakat. 

Jika animo masyarakat terus menurun, dikhawatirkan makna kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan akan ikut luntur.


Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam penyelenggaraan lomba. 

Panitia bisa menghadirkan ide-ide kreatif yang sesuai dengan minat generasi muda saat ini, tanpa meninggalkan nilai edukasi dan kebersamaan. 

Strategi promosi serta penyusunan jenis perlombaan yang lebih variatif juga harus dipikirkan matang.

Kemerdekaan adalah milik bersama, dan perayaannya sebaiknya mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat. 

Jika hanya berlangsung formalitas tanpa gairah, maka esensi dari semarak kemerdekaan itu sendiri akan hilang. [sh]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...