Dilansir dari mediajatim.com, edisi Selasa (20/5/2025), warga penerima BSPS di Desa Paliat, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Marwiya mengaku disuruh aparat desa setempat untuk diam terkait bantuan yang diterimanya dan diminta untuk tidak membuka informasi apa pun tentang proyek tersebut. Marwiya juga diminta untuk datang ke Sumenep kota tanpa menerima surat pemanggilan secara langsung dan harus menanggung biaya transportasi sendiri. Sementara itu, Kepala Desa Paliat membantah adanya upaya pengondisian dan menyatakan bahwa kasus BSPS bukanlah rahasia lagi dan sudah diketahui masyarakat. Marwiya juga mengeluhkan kualitas bantuan BSPS yang diterimanya, yang dinilai lebih buruk dari kondisi rumah sebelumnya. []
Rabu, 21 Mei 2025
Al Fath, Perupa yang Laris Manis di Kalangan Publik Figur
![]() |
| Lukisan karya Al Fath. [Foto: Surya] |
JAKARTA - Dahsyat! Itulah kesan pertama ketika melihat lukisan Al Fath di studionya. Rabu (21/5/2025).
Dia adalah seorang perupa profesional asal Desa/Kecamatan Pasongsongan,, Kabupaten Sumenep, Madura, telah menjadi incaran para pesohor di tanah air.
Pria berusia lebih 50 tahun ini telah menekuni karier sebagai perupa selama bertahun-tahun dan kini menetap di Jakarta.
Keahliannya dalam menciptakan lukisan yang realistis dan ekspresif telah membuatnya laris manis di kalangan publik figur.
"Kebanyakan dari mereka memesan lukisan dirinya sendiri," ungkapnya rileks.
Dengan sentuhan kuas yang terampil, Al Fath mampu menangkap ekspresi dan karakter unik dari setiap subjeknya.
Hasilnya, lukisan-lukisan yang dihasilkan Al Fath tidak hanya indah dipandang, tapi juga memiliki nilai artistik yang tinggi bagi pemiliknya.
Walau telah sukses dan banyak menerima pesanan dari para pesohor, Al Fath tetap menjaga harga lukisannya agar tetap bersahabat dan ringan di kantong.
"Tarif lukisan yang saya patok bersahabat, ringan di kantong," ucap Al Fath ketika ditanya soal harga satu lukisan.
Demikian, Al Fath tidak hanya menjadi perupa yang terkenal, tapi juga perupa yang peduli dengan kemampuan finansial kliennya.
Dengan bakat dan dedikasinya, Al Fath telah membuktikan dirinya sebagai salah satu perupa terbaik di Indonesia.
Bagi para pecinta seni dan publik figur yang ingin memiliki lukisan karya Al Fath, tidak ada salahnya untuk menghubungi perupa yang satu ini. [Surya]
Profil Al Fath: Perupa Asal Sumenep yang Lukisannya Digemari Para Pesohor
![]() |
| Lukisan karya Al Fath. [Foto: Surya] |
JAKARTA - Al Fath, pria berusia 50 tahun lebih berasal dari Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, kini menjadi salah satu perupa profesional yang karyanya banyak diburu para pesohor di Indonesia. Rabu (21/5/2025).
Meski berlatar belakang dari pedesaan, ia berhasil menembus pasar seni Jakarta dengan lukisan potret yang memikat.
"Saya ingin seni bisa dinikmati semua kalangan, termasuk para publik figur yang ingin mengabadikan dirinya lewat goresan kuas," ujarnya Al Fath.
Al Fath dikenal dengan tarif lukisan yang terjangkau, mulai dari ratusan ribu untuk karya lukis minimalis hingga jutaan rupiah untuk lukisan tangan berbahan premium.
Konsep affordable art ini membuat artis, politisi, dan pebisnis tertarik memesan potret diri atau keluarga.
"Saya menggunakan bahan bervariasi menyesuaikan permintaan," terang Al Fath ketika dijumpai jurnalis apoymadura.com di tempat kerjanya.
Lebih jauh Al-Fath mengungkapkan, kadang dirinya memasukkan unsur budaya Madura, seperti warna bumi dan motif tradisional, ke dalam latar lukisan.
"Untuk lukisan detail, saya butuh sepekan, tergantung ukuran dan kompleksitasnya," ucapnya.
Al Fath memulai karier sebagai pelukis di Sumenep sebelum pindah ke Jakarta pada 1990-an.
"Awalnya, saya hanya menjual karya di pasar lokal, tapi seiring akhirnya ke pameran seni nasional," tambahnya.
Kini, ia memiliki studio di Jakarta dan menerima pesanan melalui platform media sosial.
Al Fath membuktikan bahwa seni tak harus mahal untuk berkualitas.
Dengan dedikasi dan jiwa sederhana, ia berhasil menjembatani dunia pesohor dan seni rakyat.
"Seni adalah bahasa universal yang bisa menyatukan siapa saja," tutupnya. [Surya]
CERITA ANAK: Nyai Agung Madiya, Panglima Perang Pemberani dari Sumenep
Pada abad ke-17 masehi, di sebuah kerajaan yang damai di Pulau Madura, hiduplah seorang perempuan pemberani bernama Nyai Agung Madiya.
Ia dikenal sebagai wanita bijaksana dan tangguh, ahli dalam strategi perang serta ilmu bela diri.
Suatu hari, Raja Sumenep, Bindara Saod, menerima permintaan bantuan dari Kerajaan Islam Aceh yang sedang berjuang melawan penjajah Belanda.
Raja Sumenep pun memanggil Nyai Agung Madiya.
"Nyai, Aceh membutuhkan bantuan kita. Aku percayakan kau memimpin pasukan kita untuk membantu mereka," kata Raja.
Dengan tekad bulat, Nyai Agung Madiya menjawab, "Saya siap, Paduka. Akan saya bawa pasukan kita menuju kemenangan!"
Singkat cerita, berlayarlah Nyai Agung Madiya bersama pasukannya menuju Aceh. Di sana, mereka bergabung dengan pejuang Aceh melawan Belanda.
Dengan kecerdikan dan keberaniannya, Nyai Agung Madiya memimpin serangan yang membuat Belanda kewalahan.
Pasukannya bertempur dengan gagah berani, dan akhirnya, kemenangan pun diraih!
Setelah pertempuran usai, Nyai Agung Madiya dan pasukannya kembali ke Sumenep.
Selain membawa kemenangan, mereka juga membawa sebuah hadiah berharga dari Aceh: tradisi Zikir Samman, sebuah amalan zikir yang indah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Zikir Samman pun diajarkan kepada masyarakat Sumenep. Hingga kini, tradisi itu tetap hidup dan dilestarikan, terutama di sekitar makam Nyai Agung Madiya di Dusun Pakotan, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.
Nyai Agung Madiya dikenang sebagai sosok pahlawan wanita yang berani, cerdas, dan taat beribadah.
Kisahnya mengajarkan kita bahwa keberanian dan keimanan bisa membawa kemenangan, baik di medan perang maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Hingga kini, di makamnya, zikir Samman masih terdengar, mengingatkan kita akan jasa-jasanya yang abadi. [Surya]
Selasa, 20 Mei 2025
Puisi: Awal Sebuah Pengorbanan🔥
Puisi: Awal Sebuah Pengorbanan🔥
Karya: Suriyanto Hasyim
Malam yang sunyi
langit kamarku kelabu
Kutatap wajahmu, Ibu…
Peluk eratmu tak mau lepas,
Namun panggilan ilmu, harus ku gapai
Ayah, tatap matamu basah,
Bisik doa-doa tulus dalam diam
"Pergilah, Nak, raihlah mimpi,"
Tapi hatiku terasa terjepit
Adik kecil, tangismu pecah,
Kau pegang bajuku tak mau lepas
"Kakak, jangan pergi dulu…"
Namun langkahku harus tetap melaju
Bukan karena tak cinta,
Bukan pula tak rindu,
Tapi demi secercah cahaya,
Ilmu agama, bekal hidup nanti
Di pesantren yang asing,
Malam-malam basah oleh rindu.
Namun ku tahu, suatu hari nanti,
Pengorbanan ini akan berbuah manis
Untuk masa depan,
Untuk keluarga kelak,
Kuatkan hati, tebus lelah,
Demi ridho-Mu, Ya Rabbi.[]
Untung, Guru Inspiratif dari Sumenep yang Mengharukan di Panggung Nasional🏆
Dilansir dari javanetwork.co.id, edisi Selasa (20/5/2025), Untung adalah seorang guru penyandang disabilitas asal Kecamatan Batang-Barang, Sumenep, ia dinobatkan sebagai penerima penghargaan kategori pendidikan di Liputan 6 SCTV Awards 2025. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, Untung tetap teguh mengabdi sebagai pendidik dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Titiek Soeharto, yang menyampaikan rasa bangga atas keteladanan Untung. Untung sendiri mempersembahkan penghargaan itu untuk seluruh pejuang pendidikan di pelosok negeri dan menekankan pentingnya pendidikan dalam membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.[]
Wow‼️ Tindakan Tegas Polres Pamekasan: Bilik Narkoba di Makam Ronggosukowati Dibongkar😭
Dilansir dari suaranet.id, edisi Selasa (20/5/2025), Polres Pamekasan membongkar bilik mencurigakan di area pemakaman Ronggosukowati yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkoba setelah adanya pengaduan masyarakat. Pada penggerebekan sebelumnya, petugas berhasil mengamankan empat orang beserta barang bukti berupa sabu-sabu dan alat isap. Para pelaku dijerat dengan pasal penyalahgunaan narkotika dan diancam hukuman penjara minimal 4 tahun hingga maksimal 12 tahun. Kapolres Pamekasan menyatakan bahwa tindakan tegas ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas mencurigakan di area makam.[]
Hebat‼️ Polres Pamekasan Ringkus 4 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba di Area Makam🔥
Dilansir dari mediajatim.com, edisi Selasa (20/5/2025), Polres Pamekasan meringkus empat tersangka penyalahgunaan narkoba di bilik area makam Raja Ronggosukowati. Empat tersangka tersebut diamankan beserta barang bukti berupa sabu-sabu seberat total sekitar 1,16 gram dan peralatan untuk menggunakan narkoba. Penggerebekan dilakukan berdasarkan pengaduan masyarakat yang menyebutkan bahwa bilik tersebut menjadi tempat penyalahgunaan narkoba. Para tersangka diancam hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun berdasarkan Undang-Undang Narkotika.[]
Senin, 19 Mei 2025
Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤
Berikut redaksi apoymadura.com akan menyajikan contoh pidato yang bagus untuk lomba pidato bagi santriwati.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang kami hormati Pengasuh Pondok Pesantren Annidhamiyah.
Yang terhormat dewan juri, para ustadz dan ustadzah serta teman-teman santriwati yang saya banggakan.
Pertama saya panjatkan Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan nikmat sehat.
Kedua shalawat dan salam ke baginda Rasulullah SAW, nabi akhir zaman.
Hari ini, izinkan saya bercerita tentang sebuah perjalanan, perjalanan yang dimulai dengan air mata, tetapi dirajut dengan harapan.
Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Pondok Pesantren Annidhamiyah, hati saya hancur.
Bayangan wajah ayah dan ibu yang memeluk erat, suara adik kecil yang bertanya, "Kakak, kapan pulang?" - semua itu seperti pisau yang mengiris hati.
Malam-malam awal di sini, saya menangis dalam diam, merindukan dekapan hangat keluarga, makanan buatan ibu, bahkan keributan kecil di rumah yang dulu kadang membuat kesal.
Tapi, di balik rindu yang membara, ada bisikan hati: "Ilmu agama adalah bekal terbaik untuk hidupmu, untuk akhiratmu, bahkan untuk keluarga yang kelak kau bangun."
Saya ingat nasihat ayah, "Nak, sabar. Kelak kau akan pahami, ini semua untuk kebaikanmu."
Perlahan, saya belajar menerima bahwa pengorbanan ini bukan tanda ditinggalkan, melainkan bukti kasih sayang orang tua yang ingin anaknya tumbuh dengan iman dan ilmu.
Di sini, saya menemukan lebih dari sekadar pelajaran fikih atau nahwu. Saya belajar arti sabar saat rindu mendera, arti syukur saat bisa menghafal Al-Qur’an, dan arti kekuatan saat bangkit dari kegagalan.
Teman-teman santriwati dan para asatizah menjadi keluarga baru yang mengajari saya makna ukhuwah.
Di Pondok Pesantren Annidhamiyah mengajarkan bahwa "jauh dari keluarga bukan berarti jauh dari cinta, karena Allah menggantinya dengan ribuan cara."
Saya yakin, suatu hari nanti, ketika sudah berumah tangga dan punya anak, pengorbanan ini akan berbuah manis.
Ilmu yang dipelajari di sini akan menjadi lentera bagi keluarga saya kelak.
Sebagaimana kata pepatah Jepang: "Shinbō wa nigai ga, sono mi wa hachimitsu yori mo amai"
Artinya: "Sabar itu pahit, tapi buahnya lebih manis dari madu."
Wahai saudariku, jika hari ini ada yang masih menitikkan rindu, ingatlah: kita tidak sendiri. Allah SWT selalu menyertai hamba-Nya yang menuntut ilmu.
Mari kita jadikan setiap tetes air mata sebagai penyubur iman, setiap rindu sebagai penguat tekad!
"Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim).
Demikian pidato singkat saya, semoga bermanfaat. Kurang dan lebihnya mohon maaf yang tiada terkira.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. []
Kapolres Sumenep Berikan Sanksi PTDH, Bripka VA Dicopot dari Jabatan😭
Dilansir dari swararakyat.com, edisi Senin (19/5/2025), Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda, memimpin upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Bripka VA yang melanggar kode etik Polri. Upacara tersebut digelar di Mapolres Sumenep dan dihadiri oleh pejabat utama serta personel Polres. Kapolres menyampaikan rasa sedih dan menekankan pentingnya menjaga integritas dan disiplin sebagai anggota Polri. Ia juga mengingatkan personel untuk tidak terlibat dalam pelanggaran, menjaga citra institusi, dan melayani masyarakat dengan tulus dan profesional. Kapolres berharap upacara serupa tidak perlu terjadi lagi di masa mendatang dan membuka ruang untuk perbaikan bagi anggota yang ingin berubah.[]
Sumenep Berpotensi Jadi Sorotan, Dugaan Korupsi BSPS Rp109 Miliar Terbongkar😭
Dilansir dari cnnindonesia.com, edisi Senin (19/5/2025), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara mengungkapkan dugaan korupsi Rp109 miliar dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau 'bedah rumah' di Kabupaten Sumenep, Madura. Dugaan korupsi tersebut termasuk modus seperti suami dan istri dalam satu Kartu Keluarga (KK) menerima dana bantuan ganda, penerima bantuan yang memiliki rumah bagus dan termasuk keluarga mampu, serta permainan dalam nota bahan bangunan. Kementerian PKP telah membantah dugaan korupsi tersebut dengan mengundang Ketua Badan Anggaran DPR RI dan Bupati Sumenep, dan sepakat membawa kasus tersebut ke proses penegakan hukum.[]
# Featured
Buka Puasa Hari ini dalam Ironi
Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...
-
Catatan: Yant Kaiy Membantu seorang teman membuatkan soal-soal Bahasa Madura. Dia seorang guru yang mengajar di salah sebuah SDN di Ke...
-
Catatan: Yant Kaiy Pada Sabtu (24/4/2021) salah seorang teman guru honorer datang ke rumah. Ia meminta dibuatkan soal-soal Bahasa Madura...


























