Dilansir dari kabarmadura.id, edisi Jumat (16/5/2025), Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep masih menunggu surat resmi dari aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti proses penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPRD Bambang Eko Iswanto (BEI) yang telah divonis 10 tahun penjara dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Ketua BK DPRD Sumenep, Hj. Virzannida Busyro Karim, menyatakan bahwa pihaknya membutuhkan dasar hukum berupa surat resmi dari lembaga penegak hukum untuk memproses PAW. BK DPRD Sumenep akan hati-hati dalam menangani persoalan ini dan memastikan bahwa keputusan untuk merekomendasikan PAW melewati tahapan administrasi dan yuridis yang jelas.[]
Kamis, 15 Mei 2025
Menyedihkan‼️ Mahasiswa UGM Protes Penanganan Kekerasan Seksual dan Militerisme di Kampus😭
Dilansir dari tempo.co, edisi Rabu (14/5/2025), Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan aksi protes di depan gedung rektorat pada 14 Mei 2025, untuk menyuarakan ketidakpuasan atas penanganan kekerasan seksual dan masuknya militerisme di kampus. Mereka menuntut rektorat untuk menindak tegas pelaku kekerasan seksual, mewujudkan ruang publik inklusif, dan menolak relokasi anggaran pendidikan. Aliansi juga mengkritik sistem penanganan kekerasan seksual yang dinilai belum berpihak pada hak korban dan meminta rektorat untuk lebih transparan dalam menangani kasus kekerasan seksual. Aksi ini merupakan kedua kalinya dilakukan oleh aliansi mahasiswa UGM.[]
Rabu, 14 Mei 2025
Kasus Dugaan Penipuan BRI Sumenep: Korban Minta Keadilan😭
Dilansir dari bongkar86.com, edisi Kamis (15/5/2925), kasus dugaan penipuan BRI Cabang Sumenep yang dilaporkan oleh nasabah bernama Merry Fariastutik terus berjalan dan telah memasuki tahap Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) ke-9. Merry merasa tertipu karena bank melanjutkan proses lelang sertifikat tanah milik orang tuanya meskipun ia telah membayar Rp 50 juta untuk pembatalan lelang. Pihak kepolisian memastikan bahwa mereka akan bekerja secara profesional dalam menuntaskan perkara tersebut dan berkomitmen untuk menyelesaikannya sesuai prosedur hukum. Kasus ini bermula sejak tahun 2018 dan kini masih dalam proses penyelidikan dengan mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.[]
Pungutan Biaya Porseni MA Sumenep Dipertanyakan: Kepala Sekolah Desak Transparansi😎
Dilansir dari liputan12.id, edisi Rabu (14/5/2025), pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Sumenep menuai sorotan karena adanya dugaan pungutan biaya yang tidak transparan dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Beberapa kepala MA mengaku diminta membayar biaya antara Rp500.000 hingga Rp1.500.000 per sekolah, meskipun tidak mengirimkan perwakilan siswa. Dugaan maladministrasi dan penyimpangan dana pun mengemuka karena tidak ada laporan terbuka atau audit. Aktivis senior Edy M menilai bahwa pungutan tanpa partisipasi aktif merupakan pelanggaran asas keadilan dan meminta audit independen untuk kegiatan tersebut.[]
AKD Sumenep Resmi Berakhir, PKDI Muncul sebagai Pengganti Baru😯
Dilansir dari radarmadura.jawapos.com, edisi Rabu (14/5/2025), Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sumenep secara resmi dibubarkan dan digantikan oleh Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI). Dalam pemilihan Ketua PKDI Sumenep, Kades Pinggirpapas Abdul Hayat terpilih sebagai ketua setelah mengalahkan Miskun Legiono. Abdul Hayat menyatakan bahwa PKDI akan terus menjalin kemitraan dan komunikasi yang baik dengan semua pihak untuk membangun desa dan mendukung program pemerintah. Sementara itu, Miskun Legiono menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat PKDI Sumenep.[]
Dukun di Pamekasan Jadi Tersangka Perkosa Gadis 19 Tahun di Area Pemakaman, Diancam 12 Tahun Penjara😭
Dilansir dari locusjatim.com, edisi Rabu (14/5/2025), Polres Pamekasan menetapkan seorang dukun berinisial MB (47) sebagai tersangka kasus kekerasan seksual terhadap gadis berinisial M (19). Korban diajak pamannya ke rumah MB dengan alasan agar berhenti kabur dari rumah, namun justru dibawa ke pemakaman dan diperkosa setelah diberi ancaman serta ritual palsu. MB mengancam korban agar tidak melapor, namun polisi akhirnya mengungkap kejadian tersebut dan menjeratnya dengan Pasal 285 KUHP atau UU TPKS, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Polisi juga mengimbau korban lain untuk berani melapor.[]
Banjir di Sumenep: Presiden Mahasiswa UNIBA Madura Desak Pemerintah Bertindak Cepat😭
Dilansir dari rumahberita.id, edisi Rabu (14/5/2025), Presiden Mahasiswa Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, M. Rofiqul Mukhlisin, meninjau langsung dua desa di Kabupaten Sumenep yang terdampak parah oleh banjir akibat hujan deras. Desa Patean dan Desa Nambakor mengalami genangan air yang merendam rumah-rumah warga dan akses jalan utama, menyebabkan kesulitan bagi warga untuk memenuhi kebutuhan dasar. Rofiqul Mukhlisin mengungkapkan keprihatinannya atas lambannya respons dari pihak berwenang dan mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret dan memberikan perhatian lebih kepada korban banjir, termasuk kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal sementara, dan layanan kesehatan.[]
Selasa, 13 Mei 2025
Kepala SDN Panaongan 3 Galang Doa Bersama untuk Sukseskan Guru Honorer di Seleksi PPPK 2025💪
![]() |
| Agus Sugianto terlihat akrab dengan para peserta didik SDN Panaongan 3.[Foto: Surya] |
SUMENEP - Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto, menunjukkan perhatian luar biasa terhadap para guru honorer yang mengikuti seleksi kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2025. Rabu (14/5/2025).
Agus Sugianto tidak hanya memberikan dukungan moril, tapi juga mengajak seluruh murid dan guru PNS lainnya untuk bersama-sama mendoakan kesuksesan para guru honorer tersebut.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan stabilitas kerja para guru, Agus Sugianto memahami betapa pentingnya seleksi PPPK ini bagi mereka.
Oleh karena itu, ia berinisiatif untuk menggalang doa bersama, berharap agar para guru honorer bisa terjaring menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan karier mereka.
"Dengan doa bersama, kita berharap para guru honorer bisa melewati seleksi ini dengan lancar dan berhasil menjadi bagian dari ASN," ungkap Agus Sugianto.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan ini merupakan bentuk komitmen sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru.
Dengan dukungan penuh dari kepala sekolah dan komunitas sekolah, para guru honorer SDN Panaongan 3 diharapkan bisa menghadapi seleksi PPPK dengan percaya diri dan optimisme tinggi.
"Semoga doa dan dukungan ini membawa hasil positif bagi mereka yang mengikuti seleksi tersebut!" pungkasnya.
Ada tambahan sedikit, bahwa yang ikut seleksi kompetensi PPPK ada 5 orang di SDN Panaongan 3, baik guru dan teknis. [Surya]
MTs Istikmalunnajah Pasongsongan Promosikan Program Pendidikan Unggulan Lewat Sosialisasi di SDN Panaongan 3💪
![]() |
| Agus Sugianto bersama murid kelas VI SDN Panaongan 3 ketika selesai mengikuti sosialisasi SPMB. [Foto: Surya] |
SUMENEP - MTs Istikmalunnajah Pasongsongan melakukan sosialisasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan pada Sabtu, 10 Mei 2025.
Kegiatan ini diikuti rombongan OSIS MTs Istikmalunnajah bersama tiga orang guru pendamping, yang disambut hangat oleh Kepala Sekolah SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, dan wali kelas VI, Salehodin HR.
Dalam sosialisasi, pengurus OSIS memaparkan profil sekolah, visi dan misi, serta program unggulan MTs Istikmalunnajah, seperti program Tahfidzul Qur'an, Kelas Unggulan Akademik, dan Ekstrakurikuler Seni dan Olahraga.
Mereka juga menampilkan dokumentasi prestasi siswa-siswi MTs Istikmalunnajah yang telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat kecamatan hingga provinsi.
Sesi sosialisasi berlangsung interaktif, dengan siswa kelas VI SDN Panaongan 3 yang antusias mengajukan pertanyaan seputar kehidupan di MTs Istikmalunnajah.
"Kegiatan ini diharapkan bisa menjalin hubungan yang lebih erat antara MTs Istikmalunnajah dan semua sekolah dasar di Kecamatan Pasongsongan, serta memperluas jangkauan informasi mengenai program pendidikan yang kami ditawarkan," ucap Akhmad Jasimul Ahyak, salah seorang guru pendamping dari MTs Istikmalunnajah. [Surya]
Guru Hebat‼️ Program Pembentukan Perilaku Baik di SDN Panaongan 3: Kolaborasi Agus Sugianto dan Guru di Daerah Pelosok💪
![]() |
| Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Surya] |
Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa secara akademis, tapi juga membentuk karakter yang mulia.
Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menekankan pentingnya pengembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, dan bertanggung jawab.
Tapi, tantangan dalam mewujudkan pendidikan karakter semakin kompleks, terutama di sekolah-sekolah pelosok yang seringkali terkendala akses, fasilitas, dan kesadaran masyarakat.
Sekolah Pelosok
SDN Panaongan 3, yang berlokasi di Dusun Campaka, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, merupakan salah satu sekolah dasar di daerah pelosok dengan keterbatasan infrastruktur.
Kendati demikian, di bawah kepemimpinan Agus Sugianto sebagai kepala sekolah, lembaga ini berhasil menginisiasi berbagai program penguatan perilaku baik yang berdampak signifikan pada pembentukan karakter siswa.
Fenomena menarik di sekolah ini adalah tingginya dukungan dari seluruh guru, meskipun berada di lingkungan yang jauh dari pusat kota.
Kolaborasi antara kepala sekolah, guru, dan masyarakat menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif bagi penanaman nilai-nilai positif.
Padahal, di banyak daerah, sekolah-sekolah pelosok seringkali menghadapi kendala seperti kurangnya motivasi guru, minimnya partisipasi orang tua, atau keterbatasan sarana.
Telaah Program
Atas dasar itulah, tulisan ini akan mengkaji program-program pembentukan perilaku baik yang digagas Agus Sugianto, meskipun sekolah berlokasi di daerah pelosok.
Selanjutnya, praktik baik ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga berakhlak mulia.
Program Perilaku Baik yang Digagas Agus Sugianto
Berikut adalah daftar program inovatif beserta penjelasan singkat mengenai tujuan dan pelaksanaannya:
1. Bundilakos (Berkebun di Lahan Kosong Sekolah)
Tujuan: Menanamkan kecintaan pada lingkungan, ketahanan pangan sekolah, dan pembelajaran praktik pertanian.
Pelaksanaan: Siswa menanam cabai, terong, jagung, pisang, dan tanaman obat keluarga (TOGA) sejak 2022.
Hasil panen digunakan untuk kebutuhan sekolah atau dibagikan ke masyarakat.
2. Pakasar (Pastikan Mereka Sarapan)
Tujuan: Memastikan siswa tidak belajar dalam keadaan lapar.
Pelaksanaan: Agus Sugianto secara rutin menanyakan siswa di pintu gerbang apakah mereka sudah sarapan.
Jika ada yang belum, guru memberikan penguatan tentang pentingnya sarapan.
3. Sapasate (Sarapan Pagi Bersama Teman)
Tujuan: Membiasakan sarapan sehat dan mempererat kebersamaan.
Pelaksanaan: Dilaksanakan setiap Sabtu setelah senam dan bersih-bersih taman kelas.
Orang tua dilibatkan untuk menyiapkan bekal, meningkatkan kepedulian keluarga terhadap gizi anak.
4. Bertasbih (Bersihkan Taman Kelas Biar Hijau)
Tujuan: Menumbuhkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Pelaksanaan: Setiap hari, setelah apel pagi, siswa membersihkan dan merawat taman kelas masing-masing.
5. Jumpayasin (Jumat Sapa Yatim dan Fakir Miskin)
Tujuan: Melatih empati dan kedermawanan siswa.
Pelaksanaan: Setiap Jumat, siswa menyisihkan sebagian uang jajannya.
Dana terkumpul disalurkan untuk anak yatim dan keluarga kurang mampu di sekitar sekolah.
6. Pembasuh (Pembiasaan Baca Sifat Allah Dua Puluh)
Tujuan: Memperkuat karakter religius dan akhlak mulia.
Pelaksanaan: Setiap Jumat setelah membaca Surat Yasin, siswa dan guru bersama-sama membaca sifat Allah yang 20.
7. Jumpaartis (Jumat Pramuka Agar Tangguh dan Istiqomah)
Tujuan: Membentuk mental disiplin, kerja sama, dan kemandirian.
Pelaksanaan: Kegiatan kepramukaan dilaksanakan setiap Jumat setelah Pembasuh dan Jumpayasin.
8. Sabers (Sabtu Bersih Sampah)
Tujuan: Meningkatkan kesadaran lingkungan dan pengelolaan sampah.
Pelaksanaan: Setiap Sabtu, siswa memungut dan memilah sampah (organik & anorganik).
Sampah plastik dikumpulkan untuk didaur ulang atau dijual.
9. Sunmastris (Sunatan Massal Gratis)
Tujuan: Memberikan layanan kesehatan sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua.
Pelaksanaan: Dilaksanakan setiap libur semester dengan menggandeng puskesmas dan pemerintah desa.
10. Sibatu Keren (Literasi Baca Tulis Kelas Rendah)
Tujuan: Mempercepat kemampuan literasi dasar siswa kelas 1-3.
Pelaksanaan: Guru mata pelajaran yang jam kosong membantu mengajar membaca dan menulis.
11. Abang Samad (Aku Bangga Berbahasa Madura)
Tujuan: Melestarikan bahasa Madura halus sebagai identitas budaya.
Pelaksanaan: Siswa wajib berkomunikasi menggunakan bahasa Madura halus minimal seminggu sekali.
12. Bidikmipa (Bimbingan Akademik Matematika dan IPA)
Tujuan: Meningkatkan prestasi sains siswa untuk kompetisi.
Pelaksanaan: Bimbingan intensif Senin-Kamis bagi siswa berpotensi di bidang MIPA.
13. BIDIK MIDAS (Bimbingan Akademik Matematika Dasar)
Tujuan: Menguasai teknik cepat berhitung dasar.
Pelaksanaan: Salah satu guru ahli matematika melatih metode perkalian dan operasi dasar.
14. Progut (Program Guru Tamu)
Tujuan: Memberi inspirasi melalui kisah sukses praktisi.
Pelaksanaan: Mengundang tokoh (pengusaha, guru, dokter) untuk berbagi motivasi.
15. Bidikpediyah (Bimbingan Akademik Pendidikan Diniyah)
Tujuan: Memperdalam pengetahuan agama Islam.
Pelaksanaan: Bimbingan khusus materi diniyah seperti fiqih, akidah, dan akhlak.
16. Malesmama (Mari Lestarikan Macapat Madura)
Tujuan: Revitalisasi kesenian tradisional yang hampir punah.
Pelaksanaan: Siswa diajarkan tembang Macapat Madura oleh guru atau seniman lokal.
17. Bikat (Bimbingan Bakat)
Tujuan: Mengoptimalkan potensi non-akademik siswa.
Pelaksanaan: Setiap Sabtu, siswa mengikuti pelatihan sesuai minat (olahraga, seni, dan lain-lain).
Ke-17 program ini tidak hanya mengajarkan perilaku baik, tetapi juga membangun kemandirian, empati, dan kecintaan pada budaya lokal, sebuah bukti bahwa sekolah pelosok bisa menjadi pelopor inovasi pendidikan. [Surya]
Senin, 12 Mei 2025
Musyawarah Haflatul Imtihan Madrasah Annidhamiyah 2025: Konsolidasi Menuju Puncak Prestasi💪
![]() |
| Maimun Marzuki (3 dari kanan) yang memandu musyawarah Haflatul Imtihan Yayasan Annidhamiyah. [Foto: Surya] |
PAMEKASAN - Yayasan Annidhamiyah yang berlokasi di Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, baru-baru ini menggelar musyawarah penting dalam rangka mempersiapkan Haflatul Imtihan, sebuah acara puncak yang menandai keberhasilan para santri dalam menyelesaikan masa studi mereka. Senin (12/5/2025).
Musyawarah ini dihadiri oleh wali santri, wali siswa, dan pengurus madrasah, yang dipandu oleh Maimun Marzuki.
Dalam musyawarah tersebut, para peserta membahas berbagai aspek penting terkait pelaksanaan Haflatul Imtihan, termasuk tanggal pelaksanaan, agenda acara, dan persiapan teknis lainnya.
Setelah melalui diskusi yang konstruktif, para peserta musyawarah sepakat untuk menetapkan tanggal 15 Juni sebagai hari pelaksanaan Haflatul Imtihan.
Kesepakatan ini merupakan hasil dari kerja sama yang baik antara wali santri, wali siswa, dan pengurus Yayasan Annidhamiyah.
Semua pihak berharap agar Haflatul Imtihan bisa berjalan lancar dan sukses, serta menjadi momentum yang membanggakan bagi seluruh warga yayasan.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk mencapai kesuksesan, Yayasan Annidhamiyah siap menyambut Haflatul Imtihan yang akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan para santri.
Ada tambahan sedikit, Yayasan Annidhamiyah menyelenggarakan pendidikan mulai dari PAUD, MI, SMP, dan SMA. Didalamnya ada juga pondok pesantren. [Surya]
# Featured
Buka Puasa Hari ini dalam Ironi
Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...
-
Catatan: Yant Kaiy Membantu seorang teman membuatkan soal-soal Bahasa Madura. Dia seorang guru yang mengajar di salah sebuah SDN di Ke...
-
Catatan: Yant Kaiy Pada Sabtu (24/4/2021) salah seorang teman guru honorer datang ke rumah. Ia meminta dibuatkan soal-soal Bahasa Madura...










