Dilansir dari liputan12.id, edisi Rabu (14/5/2025), pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Sumenep menuai sorotan karena adanya dugaan pungutan biaya yang tidak transparan dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Beberapa kepala MA mengaku diminta membayar biaya antara Rp500.000 hingga Rp1.500.000 per sekolah, meskipun tidak mengirimkan perwakilan siswa. Dugaan maladministrasi dan penyimpangan dana pun mengemuka karena tidak ada laporan terbuka atau audit. Aktivis senior Edy M menilai bahwa pungutan tanpa partisipasi aktif merupakan pelanggaran asas keadilan dan meminta audit independen untuk kegiatan tersebut.[]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
# Featured
Buka Puasa Hari ini dalam Ironi
Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...
-
Catatan: Yant Kaiy Membantu seorang teman membuatkan soal-soal Bahasa Madura. Dia seorang guru yang mengajar di salah sebuah SDN di Ke...
-
Catatan: Yant Kaiy Pada Sabtu (24/4/2021) salah seorang teman guru honorer datang ke rumah. Ia meminta dibuatkan soal-soal Bahasa Madura...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung. Terima kasih.