Selasa, 18 Februari 2025

Tiktoker Viral Deni Mana-mana Akan Berbagi Pencerahan di SDN Panaongan 3 Sumenep

Sdn panaongan 3 Pasongsongan

apoymadura.com - Besok, Tiktoker terkenal Deni Mana-mana dipastikan akan menghadiri SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Rabu (19/2/2025). 

Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, berharap Deni bisa memberikan pencerahan kepada para peserta didik tentang penggunaan media sosial.

Agus Sugianto menyatakan, bahwa kehadiran Deni Mana-mana merupakan momen penting bagi siswa-siswi SDN Panaongan 3. 

“Ini adalah kesempatan bagi para siswa untuk belajar langsung dari sosok yang sukses di media sosial, sekaligus memahami bagaimana menggunakan platform tersebut secara positif dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Deni Mana-mana, yang dikenal dengan konten-konten kreatif dan menghibur di platform TikTok, diharapkan bisa membagikan pengalamannya dalam mengelola media sosial. 

Selain itu, ia juga akan memberikan tips tentang cara menghindari dampak negatif dari penggunaan media sosial.

“Kami ingin siswa-siswi kami tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga cerdas dalam bermedia sosial," tambahnya. 

Deni Mana-mana diharapkan bisa menginspirasi mereka untuk menjadi generasi yang bijak dalam menggunakan teknologi. 

Kegiatan ini rencananya akan diadakan di aula sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa serta para guru. [Surya]

Bakti Sosial Therapy Banyu Urip Bersama DPC P-AP3I Trenggalek: Wujud Kepedulian untuk Kesehatan Masyarakat

Therapy Banyu Urip
Dari kiri: Penasihat P-AP3I, MS Arifin, Ketua DPC P-AP3I Trenggalek. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Therapy Banyu Urip bersama Dewan Pimpinan Cabang Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia (DPC P-AP3I) Trenggalek menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis. 

Kegiatan bakti sosial ini diselenggarakan disalah satu kediaman pengurus P-AP3I Trenggalek. 

Acara ini dihadiri lebih dari 400 orang yang membludak untuk mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma.

MS Arifin, owner Therapy Banyu Urip, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu. 

Therapy Banyu Urip
Bakti sosial Therapy Banyu Urip bekerja sama dengan DPC P-AP3I Trenggalek. [Foto: Surya]

“Kami ingin memberikan layanan kesehatan seperti pemijatan dan terapi Ramuan Banyu Urip kepada warga yang membutuhkan,” ungkap MS Arifin. 

Para terapis yang terlatih dan berpengalaman memberikan pelayanan terbaik terhadap tiap peserta, memastikan bahwa semua orang mendapatkan perhatian yang memadai. 

"Bakti sosial ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tapi juga jadi wujud nyata kepedulian kita terhadap masyarakat sekitar," tegasnya. 

MS Arifin menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang diadakan oleh Therapy Banyu Urip dan P-AP3I untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui metode pengobatan alternatif. 

MS Arifin, eks Polisi Militer, telah lama dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap kesehatan masyarakat. 

Melalui Therapy Banyu Urip, ia senantiasa berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas. 

“Kesehatan adalah hak semua orang. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut,” imbuhnya. 

Kegiatan bakti sosial 2024 ini dikutip dari kanal YouTube Therapy Banyu Urip Official. [Surya]

Senin, 17 Februari 2025

Bahrum, Mantan Tentara Brunei Darussalam, Temukan Kesembuhan di Pusat Therapy Banyu Urip Indonesia

Therapy banyu urip
Bahrum (kiri) bersama MS Arifin (owner Therapy Banyu Urip) ketika sedang melakukan perbincangan. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Bahrum, seorang mantan tentara dari Brunei Darussalam, telah lama berjuang melawan penyakit diabetes yang dideritanya. Senin (17/2/2025). 

Walau telah berkali-kali berobat ke berbagai tempat, kesembuhan yang diharapkan tak kunjung datang. 

Tapi, perjalanan panjangnya membawa Bahrum ke Pusat Therapy Banyu Urip di Yogyakarta, Indonesia, tempat dimana dia temukan kesembuhan. 

Bahrum merasakan betul akibat dari penyakitnya, terutama ketika luka di tubuhnya sulit sembuh dan kondisinya kian memburuk. 

"Walau telah mencoba berbagai pengobatan modern dan tradisional, hasilnya belum memuaskan. Hingga suatu hari, saya buka YouTube, saya tertarik pada pengobatan Therapy Banyu Urip," ungkap Bahrum. 

Dengan penuh harapan, Bahrum dan istrinya memutuskan berkunjung ke Pusat Therapy Banyu Urip yang berlokasi di Jalan Selokan Mataram No. 197A, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. 

Pusat terapi ini dikenal dengan metode pengobatan alami yang telah membantu banyak orang dari berbagai belahan dunia.

Selama tiga hari, Bahrum dan istrinya menjalani rawat inap di Pusat Therapy Banyu Urip. 

Mereka mendapatkan perawatan intensif dan terapi khusus yang dirancang untuk mengatasi masalah diabetes dan luka yang sulit sembuh. 

Proses terapi ini tidak hanya melibatkan perawatan fisik, tetapi juga pendekatan holistik yang memperhatikan aspek mental dan spiritual.

Alhamdulillah, setelah menjalani terapi, Bahrum merasakan perubahan signifikan pada kondisi kesehatannya. 

Luka yang sebelumnya sulit sembuh mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, dan dia merasa lebih sehat dan berenergi. 

"Saya bersyukur dan merasa beruntung telah menemukan Therapy Banyu Urip. Terapi ini benar-benar memberikan harapan baru bagi saya," ujar Bahrum dengan penuh semangat.

Demikian kisah menginspirasi Bahrum, seperti yang dikutip dari kanal YouTube Therapy Banyu Urip. [Surya]

Sabtu, 15 Februari 2025

Pasien Stroke dari Jepang Menemukan Harapan di Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta

Therapy Banyu Urip
Nazikata (kanan bersama istrinya. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta kembali menjadi sorotan setelah kedatangan pasien stroke asal Jepang, yang memilih pengobatan alternatif ini sebagai upaya penyembuhan. Ahad (16/2/2025). 

Nazikata, yang menderita stroke akibat tekanan darah tinggi, tiba di Yogyakarta bersama istrinya, seorang Warga Negara Indonesia (WNI). 

Kedatangannya ini menambah daftar panjang pasien internasional yang mempercayai khasiat ramuan tradisional Banyu Urip.

Nazikata pertama kali mengenal Therapy Banyu Urip melalui rekomendasi istrinya. 

Sebelumnya, ia telah menjalani berbagai pengobatan medis di Jepang, namun kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik. 

Stroke yang dideritanya membuatnya kesulitan beraktivitas dan sangat bergantung pada bantuan orang lain.

“Saya sudah mencoba berbagai pengobatan modern, tapi hasilnya tidak memuaskan. Ketika istri saya menceritakan tentang Therapy Banyu Urip, saya putuskan untuk mencobanya. Saya percaya bahwa alam memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa,” ujar Nazikata melalui penerjemah.

Therapy Banyu Urip, yang digagas  MS Arifin, telah dikenal luas sebagai pengobatan alternatif yang efektif untuk berbagai penyakit, termasuk stroke. 

Ramuan Banyu Urip terbuat dari bahan-bahan herbal alami seperti daun sirih, daun mint, virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni, yang diracik secara tradisional dengan metode khusus. 

Ramuan ini dipercaya mampu mengeluarkan cairan penyakit dari dalam tubuh dan memulihkan fungsi organ yang terganggu. 

Selama menjalani terapi, Nazikata ditemani istrinya. 

Hasil yang Menakjubkan

Setelah menjalani terapi, Nazikata mulai merasakan perubahan signifikan pada tubuhnya. 

Kaki dan tangannya yang sebelumnya mati rasa mulai menunjukkan respons terhadap rangsangan. 

“Saya sangat terkejut dengan hasilnya. Ini seperti keajaiban. Saya tidak menyangka bahwa ramuan tradisional bisa memberikan efek secepat ini,” ungkap Nazikata haru. [Surya]

Anggota Polisi Sembuh dari Stroke Akibat Asam Urat Tinggi Berkat Therapy Banyu Urip

Therapy Banyu Urip
MS Arifin, owner Therapy Banyu Urip. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Seorang anggota polisi mengalami keajaiban setelah menjalani terapi alternatif untuk mengatasi kondisi stroke yang dideritanya akibat asam urat tinggi. Ahad (16/2/2025). 

Stroke tersebut menyebabkan tangan kirinya kaku dan tidak mampu dikepalkan tangannya. 

Namun, dalam waktu kurang dari 1 jam setelah menjalani Therapy Banyu Urip, tangannya menunjukkan kemajuan signifikan. 

Tangan kirinya yang sebelumnya sulit digerakkan, kini sudah bisa mengepal kembali. 

Terapi ini ditangani langsung oleh MS Arifin, pemilik Therapy Banyu Urip yang berada di kawasan Jalan Selokan Mataram, Sleman, Yogyakarta. 

"Anggota polisi tersebut mengalami stroke ringan yang dipicu oleh kadar asam urat sangat tinggi," beber MS Arifin. 

Kondisi ini membuat tangan kirinya kaku dan tidak bisa digerakkan dengan normal. Tentu saja mengganggu aktivitas sehari-harinya. 

Stroke akibat asam urat tinggi adalah kondisi serius yang memerlukan penanganan cepat, karena bisa menyebabkan kerusakan saraf permanen jika tidak ditangani dengan tepat. 

Therapy Banyu Urip
Anggota polisi yang menjalani Therapy Banyu Urip. [Foto: Surya]

Proses Terapi

Setelah mendengar tentang Therapy Banyu Urip, anggota polisi tersebut memutuskan untuk mencoba terapi ini. 

Therapy Banyu Urip adalah metode terapi alternatif yang dikembangkan oleh MS Arifin, seorang terapis berpengalaman. 

Terapi ini dikenal karena kemampuannya dalam membantu pemulihan berbagai kondisi kesehatan, termasuk stroke dan gangguan saraf.

Dalam sesi terapi tersebut, MS Arifin menggunakan teknik khusus yang bertujuan untuk melancarkan peredaran darah, mengurangi peradangan, dan merangsang pemulihan saraf. 

Proses terapi dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Keajaiban dalam Kurang dari Satu Jam

Yang mengejutkan, dalam waktu kurang dari 1 jam setelah terapi, anggota polisi tersebut merasakan perubahan signifikan pada tangannya. 

Tangan kirinya yang sebelumnya sulit digerakkan, kini sudah bisa mengepal kembali. 

"Walau masih memerlukan waktu untuk pulih sepenuhnya, kemajuan ini memberikan harapan besar bagi pasien dan keluarganya,' ucap MS Arifin. 

Testimoni dan Harapan

Anggota polisi tersebut mengungkapkan rasa syukur atas kemajuan yang dialaminya. 

"Saya tidak menyangka terapi ini bisa memberikan hasil secepat ini. Tangan kiri saya sudah bisa mengepal lagi, dan saya yakin semuanya akan membaik seiring waktu," ujarnya.

MS Arifin, selaku terapis, menjelaskan bahwa Therapy Banyu Urip bekerja dengan cara mengoptimalkan aliran energi dalam tubuh dan merangsang proses penyembuhan alami. 

"Setiap pasien memiliki respons yang berbeda, tapi kami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk membantu pemulihan mereka," kata Arifin. [Surya]


Jumat, 14 Februari 2025

MS Arifin Beberkan Cara Pengobatan Buta Warna Parsial dengan Ramuan Banyu Urip

Therapy banyu urip
MS Arifin, owner Therapy Banyu Urip. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Buta warna parsial adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan dalam membedakan beberapa warna tertentu. Jumat (14/2/2025). 

Walaupun belum ada obat yang sepenuhnya menyembuhkan buta warna, seorang pemilik tempat terapi bernama Therapy Banyu Urip mengklaim memiliki metode pengobatan menggunakan Ramuan Banyu Urip.

"Setiap pasien yang dinyatakan sembuh oleh tim terapis kami, terlebih dahulu mereka saya sarankan untuk cek ke rumah sakit, sehingga dapat legitimasi formal," ungkapnya. 

MS Arifin, pemilik Therapy Banyu Urip, menjelaskan langkah-langkah pengobatan buta warna parsial menggunakan ramuannya:

"Langkah pertama, oleskan Ramuan Banyu Urip di kepala pasien. Dipijat pelan agar tidak ada penyumbatan di area kepala," bebernya. 

Lalu mengoleskan Ramuan Banyu Urip di tubuh lainnya, seperti leher, punggung, pinggang, dada, dan perut.

"Selanjutnya kapas dibasai Ramuan Banyu Urip, lalu dimasukkan ke telinga pasien. Teteskan pula di mata. Selain itu, pasien juga minum dua sendok makan Ramuan Banyu Urip," ucapnya. 

MS Arifin mengklaim bahwa metode pengobatan ini telah membantu banyak pasiennya melihat warna dengan lebih baik.

"Sudah banyak anak muda yang mau melanjutkan pendidikan tertentu sembuh karena Therapy Banyu Urip," tutup MS Arifin di tempat praktiknya, kawasan Jalan Selokan Mataram, Sleman, Yogyakarta. [Surya]

Kamis, 13 Februari 2025

Rumah Sehat Gondotopo: Kombinasi Ramuan Tradisional dan Pijat Refleksi untuk Kesehatan Menyeluruh

Rumah Sehat Gondotopo
Supriyadi, owner Rumah Sehat Gondotopo. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Rumah Sehat Gondotopo, yang berlokasi di Dusun Pagungan, RT.04/RW.01, Desa Mengok, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, telah jadi salah satu pusat pengobatan alternatif yang sudah dikenal masyarakat luas. Kamis (13/2/2025). 

Dikelola oleh Supriyadi, klinik ini menawarkan pendekatan unik, menggabungkan ramuan tradisional dan terapi pijat refleksi untuk menangani berbagai kasus penyakit. 

Selain itu, Rumah Sehat Gondotopo juga menyediakan fasilitas penginapan bagi pasien yang butuh perawatan intensif, utamanya yang berasal dari luar kota.

Supriyadi, pemilik Rumah Sehat Gondotopo, menjelaskan bahwa kliniknya mengandalkan ramuan tradisional yang diracik dari bahan-bahan alami. 



"Ramuan kami dikombinasikan dengan terapi pijat refleksi, guna merangsang titik-titik tertentu pada tubuh. Pada akhirnya meningkatkan kesehatan," terang Supriyadi. 

Perlu digarisbawahi, pijat refleksi bekerja berdasarkan prinsip bahwa titik-titik tertentu di kaki, tangan, dan telinga terhubung dengan organ-organ tubuh. 

Dengan memberikan tekanan pada titik-titik ini, terapis dapat membantu meredakan gejala penyakit, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi stres. 

"Kombinasi antara ramuan tradisional dan pijat refleksi ini bisa memberikan efek sinergis, mempercepat proses penyembuhan, dan meningkatkan kualitas hidup seseorang," ucap Supriyadi. 

Selain itu, Rumah Sehat Gondotopo tidak hanya fokus pada pengobatan tapi juga menyediakan fasilitas penginapan bagi pasien yang membutuhkan perawatan jangka panjang atau berasal dari luar daerah. 

Fasilitas ini memungkinkan pasien untuk tinggal di lingkungan yang nyaman dan dekat dengan tempat pengobatan, sehingga memudahkan proses pemulihan. [Surya]

Rabu, 12 Februari 2025

Therapy Banyu Urip: Kunci Sukses Ekspansi ke Luar Negeri

Therapy Banyu Urip
MS Arifin, owner Therapy Banyu Urip. [Fofo: Surya]

apoymadura.com - Therapy Banyu Urip telah menjadi salah satu nama yang dikenal luas di bidang pengobatan alternatif. Kamis (13/2/2025). 

Dengan banyak cabang yang tersebar di luar negeri, Therapy Banyu Urip telah membuktikan kemampuan dan kualitasnya dalam menyembuhkan berbagai penyakit. 

Lalu, apa rahasia di balik kesuksesan ini?

Menurut MS Arifin, owner Therapy Banyu Urip, kunci sukses ekspansi Therapy Banyu Urip ke luar negeri terletak pada pengalaman berobat para pasien asing di Indonesia. 

"Mereka pernah datang ke Indonesia dan berobat di klinik Therapy Banyu Urip. Ternyata mereka sembuh dari penyakit yang diderita," kata MS Arifin.

Setelah sembuh, para pasien asing ini kemudian pulang ke negaranya dan mendirikan cabang Therapy Banyu Urip di sana. 

"Mereka ingin membagikan pengalaman positif mereka dengan orang lain di negaranya," tambah MS Arifin.

Kesuksesan Therapy Banyu Urip dalam ekspansi ke luar negeri juga tidak lepas dari kualitas dan kemampuan timnya.

Dengan pengalaman dan pengetahuan yang luas, tim Therapy Banyu Urip telah membuktikan kemampuan mereka dalam menyembuhkan penyakit.

Therapy Banyu Urip telah membuktikan kemampuan dan kualitasnya dalam menyembuhkan berbagai penyakit.

Dengan ekspansi ke luar negeri, Therapy Banyu Urip telah membuktikan bahwa kualitas dan kemampuan mereka bisa diterima dan diakui oleh masyarakat internasional. [Surya]

Therapy Banyu Urip Pasongsongan Pimpinan Sugiono Terus Berkibar Berkat Lonjakan Penjualan Ramuan Banyu

Therapy Banyu Urip
Dari kiri: MS Arifin (owner Therapy Banyu Urip) dan Sugiono (Therapy Banyu Urip). (Foto: Surya) 

apoymadura.com - Therapy Banyu Urip di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, terus menunjukkan perkembangan yang pesat di bawah kepemimpinan Sugiono. 

Terapi yang terkenal dengan ramuan tradisionalnya ini makin diminati masyarakat luas, terbukti dengan lonjakan penjualan ramuan Banyu yang luar biasa. 

Sukses ini tidak lepas dari peran Sugiono, seorang terapis handal yang telah dikenal luas masyarakat.

Sudah llama ia berkecimpung dalam dunia pengobatan tradisional, membawa Therapy Banyu Urip Cabang Pasongsongan ke level yang lebih tinggi. 

Ramuan Banyu Urip dikenal memiliki khasiat luar biasa dalam menyembuhkan berbagai penyakit, sehingga permintaan dari masyarakat terus meningkat.

Sebelum memimpin cabang Therapy Banyu Urip di Pasongsongan, Sugiono sudah memiliki reputasi baik sebagai terapis. 

Pengalamannya yang luas dan dedikasinya dalam membantu masyarakat membuatnya dipercaya oleh MS Arifin, pemilik Therapy Banyu Urip, untuk mengelola pemasaran di wilayah Kecamatan Pasongsongan. 

Kepercayaan ini tidak sia-sia, karena Sugiono berhasil membawa Therapy Banyu Urip menjadi salah satu tempat terapi yang paling diminati di wilayah tersebut.

"Keberhasilan Sugiono tidak hanya terlihat dari peningkatan penjualan Ramuan Banyu Urip, tapi juga dari banyaknya testimoni positif dari pasien yang telah merasakan manfaat terapi ini," terang MS Arifin. 

Banyak masyarakat yang merasa terbantu dengan pengobatan yang diberikan, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit yang sudah lama diderita.

Therapy Banyu Urip Pasongsongan kini menjadi salah satu pusat pengobatan tradisional yang paling direkomendasikan di Kabupaten Sumenep. [Surya]

Selasa, 11 Februari 2025

Mengapa Therapy Banyu Urip Bisa Memiliki Banyak Cabang di Luar Negeri? Kisah Sukses Berawal dari Kesembuhan Pasien

Therapy Banyu Urip
MS Arifin ketika jadi pemateri dalam Terapi Reaksi Cepat Metode Banyu Urip. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Therapy Banyu Urip, sebuah pengobatan alternatif yang kian dikenal tidak hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri. Rabu (12/2/2025). 

Kini, jaringan terapi alternatif ini telah memiliki cabang di berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, Arab Saudi, Brunai Darussalam, Timor Leste, Yordania, Yaman, dan bahkan beberapa negara di Eropa dan Amerika. 

Lalu, apa rahasia di balik kesuksesan ekspansi internasional ini? 

Menurut MS Arifin, pemilik Therapy Banyu Urip, kunci utamanya adalah kepuasan dan kesembuhan pasien yang pernah berobat di kliniknya di Indonesia.

"Awal mulanya banyak pasien dari luar negeri yang datang ke Yogyakarta untuk menjalani pengobatan di klinik Therapy Banyu Urip,' cerita MS Arifin. 

Mereka adalah orang-orang yang telah mencoba berbagai pengobatan modern, tapi belum menemukan kesembuhan. 

Setelah menjalani terapi dengan ramuan tradisional Banyu Urip, yang terbuat dari bahan alami, banyak dari mereka berhasil sembuh dari penyakit yang dideritanya. 

Kesembuhan ini tidak hanya memberikan harapan baru bagi pasien, tapi juga memicu keinginan mereka untuk membawa metode pengobatan ini ke negara asal mereka. 

"Pasien kami memang banyak yang dari luar negeri. Dan mereka sangat puas dengan pelayanan kami. Mereka akhirnya membuka cabang di luar negeri," imbuh MS Arifin. 

Sebagai herbalis visioner, ia terus mendorong inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan Therapy Banyu Urip. 

Ia percaya bahwa integrasi antara metode tradisional dan pendekatan modern adalah kunci untuk memberikan hasil terbaik bagi pasien. [Surya]

Senin, 10 Februari 2025

Kesaksian Doni dari Bengkulu: Keponakannya Sembuh dari Buta Warna Parsial Berkat Therapy Banyu Urip Yogyakarta

Therapy Banyu Urip
Dari kiri: Doni dari Bengkulu dan MS Arifin ketika sedang podcast. [Foto: Surya]
apoymadura.com - Buta warna parsial seringkali menjadi penghalang bagi banyak orang, terutama mereka yang mau masuk pendidikan di bidang militer, kepolisian, atau profesi lain yang bebas buta warna. Selasa (11/2/2025). 

Dari hasil rekaman wawancara MS Arifin dengan Doni dari Bengkulu dan keponakannya membuktikan bahwa harapan itu masih ada. 

Berkat Therapy Banyu Urip Yogyakarta, keponakan Doni yang menderita buta warna parsial mulai menunjukkan perubahan signifikan hanya dalam waktu 2 hari.

"Kami putuskan membawa keponakan saya ke Therapy Banyu Urip setelah mendengar kabar tentang keberhasilan klinik tersebut dalam menyembuhkan buta warna," ucap Doni. 

Keponakannya, yang telah lama menderita buta warna parsial, seringkali merasa frustasi karena keterbatasan ini menghalanginya untuk meraih cita-citanya. 

Doni pun bertekad untuk mencoba terapi herbal ini sebagai upaya terakhir.

Setibanya di Yogyakarta, mereka langsung menuju Therapy Banyu Urip yang berlokasi di Jalan Selokan Mataram, Sleman. 

Di sana, mereka bertemu dengan MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International, yang menjelaskan proses terapi dan harapan kesembuhan. 

Menurut MS Arifin, pasien buta warna dinyatakan sembuh jika ada keterangan resmi dari rumah sakit. 

"Biasanya, setelah menjalani terapi di klinik kami, pasien akan dibawa ke rumah sakit mata untuk pemeriksaan lebih lanjut," terang MS Arifin. 

Tidak butuh waktu lama. Hanya dalam waktu 2 hari setelah menjalani terapi, keponakan Doni mulai merasakan perubahan yang signifikan. 

Warna-warna yang sebelumnya sulit dibedakan kini terlihat lebih jelas. Doni pun merasa lega dan bersyukur melihat perkembangan positif ini.

MS Arifin menjelaskan bahwa Ramuan Banyu Urip terbuat dari bahan-bahan alami pilihan yang telah melalui proses pengolahan khusus. Ramuan ini bekerja dengan memperbaiki fungsi sel-sel retina, khususnya bagian yang bertugas mendeteksi warna. 

Penggunaan rutin selama beberapa minggu biasanya sudah menunjukkan perbaikan yang signifikan. 

MS Arifin menegaskan bahwa kesembuhan buta warna bukanlah hal mustahil.

"Sudah ribuan pasien dari dalam dan luar negeri telah membuktikan keampuhan Ramuan Banyu Urip," ungkap MS Arifin. 

Setelah pasien dinyatakan sembuh di klinik tersebut, MS Arifin mewajibkan pasien buta warna untuk memeriksakan dirinya ke rumah sakit. 

Tujuannya untuk mendapatkan keterangan resmi tentang kondisi penglihatannya. 

Therapy Banyu Urip telah menjadi harapan baru bagi banyak penderita buta warna, termasuk mereka yang bercita-cita mau jadi tentara atau polisi. 

Doni berharap kisah ini dapat menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah dan terus berusaha mencari solusi. 

"Jangan putus asa. Terus berikhtiar. Bagi yang mengalami buta warna, sekarang sudah ada solusinya," cetusnya penuh semangat. [Surya]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...