Selasa, 06 September 2022

Tiap Hari ada Pasien Buta Warna Masuk

Pasien buta warna sedang diterapi oleh Ahmad Rasidi. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta -
Sebenarnya Ramuan Banyu Urip berfungsi untuk menyembuhkan segala macam penyakit. Namun dalam sepekan ini pasien buta warna menduduki posisi tertinggi di Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Selasa (6/9/2022). 

"Ada yang pulang, ada pasien baru masuk. Kemarin ada satu pasien buta warna pulang. Tadi malam ada dua pasien dari Palembang dan Jambi masuk," terang Ahmad Rasidi. 

Terapis yang dimiliki Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta ini menambahkan, bahwa pasien baru tersebut tahu informasi penyembuhan buta warna lewat sosial media dan website apoymadura.com.

Menurut pengakuan dari orang tua pasien, disamping mereka tahu lewat sosial media, mereka juga dapat rekomendasi dari para medis. Bahwa penyembuhan buta warna yang terbaik saat ini adalah Therapy Banyu Urip. 

"Kami berbicara bukti, bukan janji. Seratus persen buta warna sembuh di tempat kami," tegas Ahmad Rasidi meniscaya. (Kay) 

Senin, 05 September 2022

Pasien Buta Warna Asal Jambi

MS Arifin (kanan) bersama ibu pasien buta warna asal Jambi. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Lagi-lagi pasien buta warna datang dari Jambi ke pengobatan Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Selasa (6/9/2022).

"Seorang ibu paruh baya dengan putranya tiba ke tempat kami pukul 20.30 WIB. Putranya mengidap buta warna parsial. Mereka sebelumnya sudah ada komunikasi," terang MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. 

Wanita yang tak mau disebutkan namanya tersebut tahu tentang pengobatan alternatif ini dari website apoymadura.com dan kanal sosial media video. 

"Pasien dari Jambi itu mengambil Paket B. Pengobatan disini selama 21 hari lamanya," ucap MS Arifin singkat. (Kay) 

Tidak Lolos Tes Polisi Gegara Buta Warna

Dawiya berasal dari Palembang. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta -
Siapa yang tidak hancur hatinya manakala sang buah hati tidak lolos tes masuk polisi gara-gara buta warna. Sungguh disayangkan. Selasa (6/9/2022). 

"Hanya karena buta warna. Anak saya gagal menggapai mimpinya," ucap Dawiya, berasal dari Palembang.

Setelah berkonsultasi dengan salah seorang bidan di kampungnya, Dawiya disarankan putranya berobat ke Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta.

"Kebetulan suami bidan tersebut seorang polisi. Setelah itu kami buka-buka sosial media untuk meyakinkan hati," ujar Dawiya.

Setelah yakin betul, lalu wanita paruh baya ini mengajak saudaranya mengantarkan anaknya ke Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta.

"Saya percaya, disini anak saya bakal mendapat kesembuhan. Ternyata puluhan pasien buta warna seperti anak saya juga lagi berjuang untuk sembuh di tempat ini," pungkasnya meniscaya. (Kay) 

Minggu, 04 September 2022

Pasien Buta Warna dari Palembang dan Jambi

Ahmad Rasidi, terapis profesional dari Komunitas Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Tadi malam sekira pukul 21.00 WIB, Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta kedatangan lagi pasien baru buta warna. Rombongan satu keluarga tersebut datang tanpa ada komunikasi sebelumnya. Senin (5/9/2022). 

"Kami agak kaget juga atas kedatangan rombongan itu. Mereka langsung kami tempatkan di asrama buta warna. Mereka berasal dari Palembang," terang Ahmad Rasidi (terapis).

Kepercayaan masyarakat luas terhadap Therapy Banyu Urip kian menguat. Kepercayaan itu pula yang membuat pasien dari Palembang tersebut tanpa pikir panjang datang ke Yogyakarta. 

"Menurutnya, hanya Therapy Banyu Urip-lah yang bisa menyembuhkan penyakit buta warna. Kendati mereka hanya mendapat informasi dari website apoymadura.com dan sosial media berbasis video, dengan bulat hati mereka datang ke Yogyakarta" tegas Ahmad Rasidi. 

Hari ini juga dijadwalkan akan kedatangan pasien buta warna dari Jambi, tambahnya. (Kay) 

Mengenal Lebih Dekat KMY

MS Arifin (2 dari kanan) bersama para tokoh berpengaruh etnis Madura di Yogyakarta. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) adalah sekumpulan orang-orang beretnis Madura yang tinggal sekian lama di bumi Yogyakarta.

Saat ini Ketua Umum KMY dipegang Jugil Adiningrat. Dibawah KMY ada Forum Silaturrahim Cendekiawan KMY, Forum Silaturrahim Niagawan KMY, dan Forum Silaturrahim Mahasiswa KMY.

Ketiga forum tersebut tetap eksis mengurai problematika kehidupan warga suku Madura. Ahad (4/9/2022). 

Menurut CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin, keberadaan KMY menjadi sangat penting sebagai sarana komunikasi bagi mereka yang berada di Yogyakarta.

"Saya berharap kepada seluruh warga Madura di Yogyakarta untuk terus meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan. Support selalu KMY menjadi tempat berkarya bagi siapa saja sesuai kapasitas masing-masing," ujar MS Arifin. 

Pernyataan MS Arifin tersebut dilontarkan setelah ia keluar dari Prime Plaza Hotel Yogyakarta. Dirinya diundang sebagai pengusaha sukses dalam  Forum Silaturrahim Cendekiawan Keluarga Madura Yogyakarta. (Kay)

Silaturrahim Cendekiawan Madura di Prime Plaza Hotel Jogjakarta

MS Arifin (2 dari kiri), ⁨KH DR Malik Madani, MA (duduk). (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Berkumpulnya para cendekiawan keturunan Madura yang ada di Yogyakarta melahirkan ide brilian, bahwa kebersamaan masa lalu yang pernah dirintis para leluhur diharapkan agar tetap tumbuh dan terjaga. Menghalau gesekan dengan masyarakat lokal adalah pekerjaan rumah yang tidak boleh disepelekan. Ahad (4/9/2022). 

Bertempat di Prime Plaza Hotel Yogyakarta, Forum Silaturrahim Cendekiawan Keluarga Madura Yogyakarta ini dihelat. Acara semi formal ini berlangsung sederhana. Penuh kekeluargaan. 

⁨KH DR Malik Madani, MA⁩ sebagai ketua forum ini menceritakan, bahwa di zamannya dulu keberadaan orang Madura sangat disegani karena mereka begitu kental mewarnai Yogyakarta.

"Dulu sempat ada konsensus, barangsiapa yang membuat kesalahan fatal, kami yang memberi tindakan tegas. Kesalahan itu mengarah pada tidak membaiknya harmonisasi dengan warga lokal. Tapi bila ada etnis Madura diusik, kami pun mencarikan solusinya," ujar Malik Madani.

Dalam acara silaturrahim ini dihadiri pula oleh CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin.

Ternyata kehadiran MS Arifin mendapat sambutan luar biasa. Lantaran sebagian besar hadirin sudah mengenal sosoknya.

"Dulu semasih berdinas (Polisi Militer, red), saya sering membantu mendamaikan orang Madura yang terlibat cekcok atau perselisihan. Jadi mereka banyak tahu saya," terang MS Arifin. 

Bahkan MS Arifin digadang-gadang untuk didudukkan sebagai pengurus Forum Niagawan Keluarga Madura Yogyakarta. 

"Saya menolak kehormatan itu. Sebab saya sering keluarga negeri," pungkasnya sembari memasuki mobil pribadinya. (Kay) 

Sabtu, 03 September 2022

CEO Therapy Banyu Urip International Menghadiri KMY

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Komunitas orang Madura perantauan yang tinggal di Yogyakarta membentuk sebuah forum bernama Keluarga Madura Yogyakarta (KMY). Mereka membentuk forum ini tidak lain bertujuan mempererat tali persaudaraan.

Bertempat di Prime Plaza Hotel Yogyakarta, MS Arifin sebagai pengusaha sukses dalam bidang pengobatan herbal turut berpartisipasi hadir di forum tersebut. Ahad (4/9/2022). 

"Saya pribadi amat mengapresiasi ajang silaturrahim semacam ini. Kalau sudah ada wadah, maka setiap permasalahan hubungan sosial-budaya dengan penduduk asli bisa didiskusikan. Sehingga ada solusi terbaik dan tidak memperkeruh suasana," ucapnya.

Konflik horisontal yang tidak dikehendaki bersama pasti terbasmi jikalau jalinan komunikasi tetap terbangun.

"Orang-orang suku Madura yang berada di Yogyakarta sejatinya bisa menyalurkan opini, wacana dan aspirasinya tentang permasalahan apa saja yang berkaitan dengan warga lokal," tegas MS Arifin. (Kay) 

Kabar Sore: Pasien Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta

Pasien sedang menjalani terapi kompres dan oles disebagian tubuhnya. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta -
Dari pagi hingga sore (sampai berita ini diunggah), pasien Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta masih ada yang datang. Sabtu sore (3/9/2022).

Pasien dengan berbagai keluhan penyakit datang dari berbagai daerah. Diantaranya dari Purwokerto, Yogyakarta dan Karawang.

"Yang dari Karawang dan Purwokerto rombongan mengendarai minibus," terang Ahmad Rasidi, terapis muda.

Ia dibantu tiga terapis profesional lainnya. Semua tampak sangat terlatih. (Kay) 

Jumat, 02 September 2022

Pidato MS Arifin: Penutupan HUT RI ke-77

MS Arifin (2 dari kanan) ketika memberikan kata sambutan. (Foto: Yang Kaiy) 

Yogyakarta -
Acara penutupan HUT RI ke-77 di Kelurahan Karanganyar Sinduadi Mlati Sleman berlangsung khidmat. Jumat malam (2/9/2022). 

CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin didaulat untuk memberikan kata sambutan.

"Saya berharap kekompakan dan kebersamaan diantara kita sebagai warga tetap harmonis. Saling mengasihi diantara kita merupakan tuntunan Rasulullah," ucap MS Arifin. 

Lebih lanjut lelaki eks-PM (Polisi Militer) ini mengatakan, bahwa saudara seseorang itu sabenarnya adalah tetangga terdekat.

"Kalau kita baik sama tetangga, jelas tidak mungkin tetangga memusuhi kita," pintas MS Arifin. (Kay) 

Pasien Buta Warna tidak Mau Testimoni

MS Arifin (kanan) bersama Letjen TNI (Purn.) Andi Geerhan Lantara. (Foto: Yang Kaiy) 

Yogyakarta - Pada umumnya pasien buta warna yang sudah sembuh tidak bersedia tatkala mau diabadikan lewat gambar dan video. Apalagi sampai testimoni. 

Alasannya klasik, tak ingin rekan-rekannya mengetahui kekurangan fungsi organ tubuhnya. Apalagi sampai jadi konsumsi publik. Sabtu (3/9/2022). 

"Rata-rata pasien buta warna di tempat kami usianya terbilang masih muda. Adalah mereka yang hendak melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih lanjut," ucap MS Arifin. 

Ada pula pasien dengan alasan khawatir kariernya gagal lantaran memiliki riwayat buta warna. Atau tidak bisa diterima bekerja di bidang pekerjaan yang diincar. 

"Kami memahami betul kekhawatiran pasien buta warna tersebut. Itu hak mutlak pasien. Kami sangat menjaga privacy," tandas CEO Therapy Banyu Urip International ini bijak.

Kendati sangat banyak, bahkan ribuan netizen meminta testimoni tentang buta warna, tetap saja tim Therapy Banyu Urip teguh pada keputusan.

"Sudah ribuan pasien buta warna sembuh dengan terapi kami. Tapi itulah, kami tidak punya dokumentasi foto atau video mereka yang tertolong oleh Ramuan Banyu Urip," pungkas MS Arifin. (Kay) 

Menolak Kebijakan Pemerintah, HMI STKIP PGRI Sumenep Mengepung Gedung DPRD Sumenep

Aliansi Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumenep

Sumenep - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa islam (HMI) cabang sumenep komisariat STKIP PGRI Sumenep dan Ibnu kHaldun menolak kebijakan pemerintah pusat yang sama sekali tidak memihak kepada kepentingan rakyat. 

Aksi tersebut di gelar depan gedung dewan perwakilan rakyat daerah DPRD kabupaten sumenep.  Hal itu mendukung rakyat tidak mampu dalam menjalani kebijakan pemerintah terkait kenaikan BBM dan  surat izin AMDAL. 

Sahid badri selaku korlap aksi menyampaikan 
Pemerintah baru-baru ini memberikan sebuah diktum yang sama sekali tidak memihak kepada kepentingan rakyat,  hususnya dalam hal ini rakyat menengah ke bawah. 

Kebijakan yang di ambil tersebut sangat bertentangan dengan prinsip kesejahteraan sebagaimana di amanatkan dalam pancasila dan konstitusi negara Indonesia.  Kata Sahid korlap aksi

Karena pada dasarnya, UUD NKRI 1945 mengamanatkan terhadap pemerintah selaku pemegang otoritas tertinggi di dalam negara, untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya, terutama rakyat kalangan bawah.

Seperti halnya dalam bidang bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Dimana pada akhir bulan agustus, pemerintah melalui presiden joko widodo memberikan sebuah pemberitahuan tentang kenaikan BBM subsidi. 

Meskipun sempat beredar bahwa harga BBM turun, namun perlu di garis bawahi bahwa yang mengalami depresiasi adalah BBM non-subsidi yang memang merupakan otoritas pihak pertamina  untuk memberikan keputusan. 

Untuk harga BBM Subsidi, belum ada kejelasan dari pemerintah untuk mengambil sikap tidak akan menaikkan harga BBM  subsidi. Sebab, presiden joko widodo masih memberikan konsiderasi,  karna terdapat beberapa kendala. Ulasnya

Beberapa hari yang lalu sri mulyani selaku menteri keuangan memberikan klarifikasi bahwa pemerintah mengalami kewalahan untuk mensubsidi BBM. Sebab anggaran pendapatan dan  belanja negara mengalami defisit dalam mensubsidi BBM yang pada awalnya berada dalam kisaran Rp. 85 triliun membengkak hingga menjadi Rp. 293,5 triliun. 

Selain itu juga terdapat alasan lain karna pengaruh harga minyak dunia yang pada awalanya USD 80 per barel sekarang bertengger pada kisaran di atas USD 100 per barel.  Mengacu pada bukti inilah, pemerintah dapat di pastikan mengambil kebijakan yang probabilitasnya kainakn harga BBM subsidi. 
 
Dengan kebijakan tersebut yang akan terkenak dampaknya sangat jelas menimbulkan disparitas sosial ekonomi di tengah kehidupan masyarakat. Ungkapnya. 
Pemuda yang akrab di panggil sahid mengatakn, selain beberapa kebijaka kontroversi di bidang migas TDL,  pemerintah juga memberikan kelonggaran terhadap perizinan pertambangan yang beroperasi. 

Padahal surat izin pertambangan sangatlah diperlukan dalam upaya menguji kegiatan yang dilakukan melalui AMDAL agar tidak merusak lingkungan dalam skala yang sangat besar.Paparnya. 

Izin usaha ini sangatlah penting, karna selain memberikan perizinan terhadap aktivitas pertambangan yang di lakukan,perizinan juga merupakan pintu utama yang di dalamnya juga berisi AMDAL.  Tuturnya. (Sl/K/Red) 

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...