Jumat, 02 September 2022

Pasien Buta Warna tidak Mau Testimoni

MS Arifin (kanan) bersama Letjen TNI (Purn.) Andi Geerhan Lantara. (Foto: Yang Kaiy) 

Yogyakarta - Pada umumnya pasien buta warna yang sudah sembuh tidak bersedia tatkala mau diabadikan lewat gambar dan video. Apalagi sampai testimoni. 

Alasannya klasik, tak ingin rekan-rekannya mengetahui kekurangan fungsi organ tubuhnya. Apalagi sampai jadi konsumsi publik. Sabtu (3/9/2022). 

"Rata-rata pasien buta warna di tempat kami usianya terbilang masih muda. Adalah mereka yang hendak melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih lanjut," ucap MS Arifin. 

Ada pula pasien dengan alasan khawatir kariernya gagal lantaran memiliki riwayat buta warna. Atau tidak bisa diterima bekerja di bidang pekerjaan yang diincar. 

"Kami memahami betul kekhawatiran pasien buta warna tersebut. Itu hak mutlak pasien. Kami sangat menjaga privacy," tandas CEO Therapy Banyu Urip International ini bijak.

Kendati sangat banyak, bahkan ribuan netizen meminta testimoni tentang buta warna, tetap saja tim Therapy Banyu Urip teguh pada keputusan.

"Sudah ribuan pasien buta warna sembuh dengan terapi kami. Tapi itulah, kami tidak punya dokumentasi foto atau video mereka yang tertolong oleh Ramuan Banyu Urip," pungkas MS Arifin. (Kay) 

Menolak Kebijakan Pemerintah, HMI STKIP PGRI Sumenep Mengepung Gedung DPRD Sumenep

Aliansi Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumenep

Sumenep - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa islam (HMI) cabang sumenep komisariat STKIP PGRI Sumenep dan Ibnu kHaldun menolak kebijakan pemerintah pusat yang sama sekali tidak memihak kepada kepentingan rakyat. 

Aksi tersebut di gelar depan gedung dewan perwakilan rakyat daerah DPRD kabupaten sumenep.  Hal itu mendukung rakyat tidak mampu dalam menjalani kebijakan pemerintah terkait kenaikan BBM dan  surat izin AMDAL. 

Sahid badri selaku korlap aksi menyampaikan 
Pemerintah baru-baru ini memberikan sebuah diktum yang sama sekali tidak memihak kepada kepentingan rakyat,  hususnya dalam hal ini rakyat menengah ke bawah. 

Kebijakan yang di ambil tersebut sangat bertentangan dengan prinsip kesejahteraan sebagaimana di amanatkan dalam pancasila dan konstitusi negara Indonesia.  Kata Sahid korlap aksi

Karena pada dasarnya, UUD NKRI 1945 mengamanatkan terhadap pemerintah selaku pemegang otoritas tertinggi di dalam negara, untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya, terutama rakyat kalangan bawah.

Seperti halnya dalam bidang bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Dimana pada akhir bulan agustus, pemerintah melalui presiden joko widodo memberikan sebuah pemberitahuan tentang kenaikan BBM subsidi. 

Meskipun sempat beredar bahwa harga BBM turun, namun perlu di garis bawahi bahwa yang mengalami depresiasi adalah BBM non-subsidi yang memang merupakan otoritas pihak pertamina  untuk memberikan keputusan. 

Untuk harga BBM Subsidi, belum ada kejelasan dari pemerintah untuk mengambil sikap tidak akan menaikkan harga BBM  subsidi. Sebab, presiden joko widodo masih memberikan konsiderasi,  karna terdapat beberapa kendala. Ulasnya

Beberapa hari yang lalu sri mulyani selaku menteri keuangan memberikan klarifikasi bahwa pemerintah mengalami kewalahan untuk mensubsidi BBM. Sebab anggaran pendapatan dan  belanja negara mengalami defisit dalam mensubsidi BBM yang pada awalnya berada dalam kisaran Rp. 85 triliun membengkak hingga menjadi Rp. 293,5 triliun. 

Selain itu juga terdapat alasan lain karna pengaruh harga minyak dunia yang pada awalanya USD 80 per barel sekarang bertengger pada kisaran di atas USD 100 per barel.  Mengacu pada bukti inilah, pemerintah dapat di pastikan mengambil kebijakan yang probabilitasnya kainakn harga BBM subsidi. 
 
Dengan kebijakan tersebut yang akan terkenak dampaknya sangat jelas menimbulkan disparitas sosial ekonomi di tengah kehidupan masyarakat. Ungkapnya. 
Pemuda yang akrab di panggil sahid mengatakn, selain beberapa kebijaka kontroversi di bidang migas TDL,  pemerintah juga memberikan kelonggaran terhadap perizinan pertambangan yang beroperasi. 

Padahal surat izin pertambangan sangatlah diperlukan dalam upaya menguji kegiatan yang dilakukan melalui AMDAL agar tidak merusak lingkungan dalam skala yang sangat besar.Paparnya. 

Izin usaha ini sangatlah penting, karna selain memberikan perizinan terhadap aktivitas pertambangan yang di lakukan,perizinan juga merupakan pintu utama yang di dalamnya juga berisi AMDAL.  Tuturnya. (Sl/K/Red) 

Rencana Bakti Sosial 2022 Therapy Banyu Urip

Dari kiri: Imam Subakti (terapis), Letjen TNI (Purn.) Andi Geerhan Lantara, MS Arifin. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Setiap tahun Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta senantiasa mengadakan bakti sosial. Tapi agenda rutin tersebut selama tiga tahun ini tidak terselenggara karena bencana Covid-19.

Atas inisiatif beberapa rekan sejawatnya di militer, MS Arifin kembali diminta untuk menyelenggarakan bakti sosial. Kamis malam (2/9/2022). 

"Saya sebagai CEO Therapy Banyu Urip International selalu siap kalau diminta. Tidak diminta pun kami senantiasa melakukan sedekah Ramuan Banyu Urip bagi mereka yang tidak mampu," ujar MS Arifin di Gedung Carnivore Coffee Shop Sleman Yogyakarta. 

Tanggapan positif MS Arifin jadi angin segar bagi hadirin yang mayoritas para purnawirawan TNI tersebut.

"Yang mengatur waktu pelaksanaan itu para purnawirawan TNI. Tugas kami sebagai penyedia layanan pengobatan," ucapnya setelah tamu undangan pulang. (Kay) 

Kamis, 01 September 2022

MS Arifin: Menjaga Cinta Tanah Air tidak Setengah Hati

MS Arifin (kanan) bersama Letjen (Purn.) Andi Geerhan Lantara. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta -
Sekelompok purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkumpul di Gedung Carnivore Coffee Shop lantai 2 Sleman. Kamis malam (1/9/2022). 

Bertindak selaku tuan rumah, MS Arifin menyambut hangat ajang silaturrahmi tersebut. Layaknya seperti keluarga sendiri. Apalagi basic dirinya juga dari militer. 

"Diantara yang hadir ada beberapa jenderal. Salah satunya Letnan Jenderal TNI (Purn.) Andi Geerhan Lantaran," ucap CEO Therapy Banyu Urip International ini dengan ramah.
Tidak ada pembicaraan formal dari masing-masing tokoh berpengaruh tersebut. Mereka melebur dalam canda.

"Memang di akhir pertemuan sempat ada rencana untuk mengadakan bakti sosial berupa pengobatan gratis. Saya katakan, Therapy Banyu Urip selalu bersedia kapan saja," ucapnya. 

Usulan tersebut datang dari salah seorang jenderal dan direspons baik oleh MS Arifin. 

"Jiwa militer saya selalu terpanggil untuk berbuat sesuatu bagi bangsa ini. Sesuatu yang bermanfaat," tegasnya. (Kay) 

MS Arifin dan Rekan Sejawat

MS Arifin di tengah-tengah para purnawirawan TNI. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta -  Bertempat di Gedung Carnivore Coffee Shop lantai 2 Jalan Selokan Mataram Sleman, MS Arifin menggelar tatap muka bersama rekan sejawat. Kamis malam (1/9/2022). 

MS Arifin sebagai pengusaha sukses di pengobatan herbal Therapy Banyu Urip, sebelumnya beliau berlatar belakang TNI. 

"Pertemuan ini bertujuan mempererat ikatan silaturrahmi. Pembicaraan kita seputar kebangsaan, persatuan dan kesatuan, serta NKRI harga mati," tegas MS Arifin di hadapan para wartawan.

MS Arifin mengingatkan, dalam ajang silaturrahmi tersebut tidak ada unsur politik. (Kay) 

Rabu, 31 Agustus 2022

Pasien Buta Warna Sembuh dengan Therapy Banyu Urip

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Therapy Banyu Urip membuka mata dunia, ternyata pengobatan herbal ini mampu menyembuhkan pasien buta warna secara permanen. 

Therapy Banyu Urip mematahkan satu ketetapan medis, bahwa penyakit buta warna tidak bisa disembuhkan. 

Kedahsyatan ramuan nusantara ini telah dibuktikan beberapa pasien buta warna dari luar negeri. Mereka dinyatakan sembuh total oleh pihak rumah sakit setelah menjalani pengobatan di Therapy Banyu Urip. Kamis (1/9/2022). 

"Seperti biasa, setelah pasien buta warna dinyatakan sembuh oleh tim terapis kami. Lalu saya perintahkan pasien untuk periksa ke rumah sakit. Hasilnya sama. Pihak rumah sakit mengatakan, bahwa mata pasien normal," terang MS Arifin. 

Ketika ditanya soal biaya pengobatan, CEO Therapy Banyu Urip ini mengatakan, sangat terjangkau. 

"Jangan khawatir, ditempat kami tarifnya separuh harga dari tarif pengobatan alternatif yang ada di tanah air," tegas MS Arifin. (Kay

Yang Etis, Yang Politis

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq
(Ketua DPW APSI Jatim)

Pada 29 Agustus 2022, seorang Wakil Direktur LKBH IAIN Madura memberi nota ingatan agar saya tidak lupa agenda besok pagi, ada Diskusi Terbatas yang digelar Pusat Studi Debat Hukum dan Konstitusi Fasya IAIN Madura dengan tajuk: "Peranan Bawaslu dalam Penegakan Etika Berpolitik"

Selasa, 30 Agustus 2022, saya salah satu nara sumber yang sengaja datang terlambat dengan maksud agar pemateri lainnya dari Bawaslu Pamekasan diberi kesempatan lebih awal.

Setelah Opening Ceremony nyaris selesai, saya masuk. Mata saya agak silau, karena ternyata agenda inti belum mulai. Tak ada mahasiswa di ruang diskusi, yang ada dosen-dosen dan guru-guru saya.

Protes pertama saya pada penyelenggara: Mengapa tidak dari awal disampaikan bahwa pesertanya para dosen? Agak sebal, tapi sekaligus senang, karena sudah sekian lama saya tidak bertatap muka dengan dosen-dosen IAIN Madura, akibat ulah biang kerok Covid-19 yang membatasi pertemuan wajah manusia-manusia akademis.

Sebal karena saya tidak menyiapkan materi diskusi secara serius, tak ada _slide_ dan makalah. Materinya nempel di kepala aja. Kalau bilang dari awal pesertanya para dosen, tentu saya _prepare_ lebih serius.

Karena temanya etika politik, untuk memantik ruang dialogis dalam ruang diskursif itu, saya provokasi melalui pikiran Emmanuel Levinas, seorang filsuf Prancis kontemporer dalam perpaduan unik tradisi agama Yahudi, tradisi filsafat Barat dan pendekatan fenomenologis tentang "yang etis" _(the ethical)_ dan "wajah" _(face - le visage)._

Karena kesempatan cukup singkat, saya sampaikan secara simplistis bahwa dalam perspektif Levinas, orang lain berharga karena wajahnya. 

Keberadaan orang lain jadi penting, karena dalam pertemuan, tidak sekadar berhadapan dengan objek, melainkan dengan apa yang disebut Levinas dengan "wajah".

Hanya dalam pertemuan dengan  manusia lainlah lahir "yang etis".

"Wajah" jangan dimaknai sekadar bagian fisik. Secara fenomenologis, wajah manusia lain yang menggugah kesadaran bahwa ada yang lain, yang tak dapat ditundukkan, yang ternyata tak dapat direduksi sepenuhnya.

Politik yang etis bagi Levinas adalah pertemuan antar wajah manusia dengan manusia lain yang tidak saling menundukkan, karena menyadari wajah itu menolak untuk ditundukkan.

Bagi Levinas, pertemuan antarwajah adalah relasi etis dan inilah  yang menjadi dasar etika politiknya (Baca: Bagus Takwin, "Etika Politik, Menimbang Ulang Politik" dalam _Empat Esai Etika Politik,_ Jakarta 2011.

Sengaja saya ambil pikiran Levinas untuk menyajikan "makanan" pembuka dirkursus itu, karena pikiran Levinas oleh Jacques Derrida dinilai bisa membuat kita gemetar. _The thought of Emmanuel Levinas can make us tremble._

Berikutnya, bagi saya, diskusi etika politik tak boleh luput dari pikiran-pikiran filosof moderen, khususnya teori kontrak sosial, setidaknya menurut Thomas Hobbes, John Locke dan JJ Rousseau. 

Meski sebenarnya, filosof lain seperti Sokrates dan Immanuel Kant juga memiliki pikirannya sendiri yang unik. Tapi agar lebih spesifik saya hanya memberi gambaran dari perspektif tiga pemikir itu. 

Hobbes memberi gambaran, secara alamiah, kehidupan manusia itu sebenarnya banal, jahat, kasar, sehingga cenderung _homo homini lupus._

Teori kontrak sosial mengajarkan bahwa individu dibayangkan setuju untuk menyerahkan sebagian kebebasan mereka agar patuh, tunduk pada otoritas penguasa atau keputusan mayoritas.

Ganjaran yang dapat diperoleh dari penyerahan sebagian  kebebasan itu adalah: perlindungan hak oleh penguasa atau pemeliharaan tatanan sosial.

Karena, kalau tatanan sosial tidak dipelihara,  tidak ada hukum dan tertib politik, tiap orang menjadi punya kebebasan alami yang tak terbatas, termasuk hak terhadap segala sesuatu. 

Hak bebas membunuh, menjarah, merampok properti manusia lainnya, memerkosa, dan lain-lain. Akan timbul perang semua melawan semua tanpa akhir _(bellum omnium contra omnes)._

Agar terhindar dari situasi mengerikan itu, "manusia bebas" membuat kontrak satu sama lain untuk membangun komunitas politik di mana mereka mendapatkan keamanan sebagai imbalan karena menundukkan diri pada kedaulatan mutlak, satu orang atau kumpulan orang.

Diskursus etika politik tak dapat dilepaskan dari pemikiran filsuf moderen itu, karena pikiran-pikiran Hobbes, terutama tentang "Leviathan" telah mampu memengaruhi atmosfer filsafat politik dan filsafat moral di Inggris pada masa-masa berikutnya.

John Locke berbeda dengan Hobbes. Menurut John Locke, manusia dalam kondisi alamiah pada awalnya tidak banal, melainkan hidup dalam keadaan damai, baik, saling menghormati, melindungi, bebas, merdeka, _equal_ dan tak ada rasa takut.

Harmoni berubah setelah manusia bertemu dengan sistem mata uang/moneter. 

Situasi dimana manusia cenderung berlebihan mengumpulkan kapital. Muncul rasa iri, dengki, tamak, serakah, yang menyebabkan terjadinya pembenaran atas hak milik, timbullah konflik. 

Karena itu, lahirlah kondisi yang tidak menyenangkan _(inconvinience),_ karena tak ada hukum.

Tindakan manusia diatur oleh hukum alam yang tidak memiliki kepastian _(uncertainty)._ 

Manusia akhirnya cemas, sehingga dibutuhkan kontrak sosial untuk membangun lembaga politik sebagai _the supreme power._ Perilaku manusia diatur. Etika politik mulai terbentuk.

Dalam pandangan Jhon Locke, manusia punya tiga hak:  _property,  life dan liberty._

Sementara menurut Jean Jacques Rousseau, manusia tidak baik dan tidak buruk, tidak egois dan tidak altruis.

Manusia hidup dengan polos dan mencintai diri secara spontan. Ia juga bebas dari segala wewenang orang lain, sehingga secara hakiki kedudukannya sama (Frans Magnis-Suseno, 2003).

Ketimpangan, ketidaksetaraan dan masalah justru timbul dan bersumber dari negara dan masyarakat. Yaitu, negara dan masyarakat yang dikonstruksi berdasarkan pengandaian dan implikasi-implikasi teoritik Hobbes dan Locke tentang Kontrak Sosial.

Dalam kaitannya dengan Badan Pengawas Pemilu, ancaman terbesarnya adalah, integritas dan politik uang. 

Dalam pengalaman saya, Bawaslu terlalu lemah untuk melakukan supremasi etika politik. 

Kekuatan kekuasaan dan uang potensial menyeret Bawaslu terpeleset dalam ceruk dengan batu cadas.

Oleh karena itu, kelompok akademis, intelektual, aktifis, mahasiswa, dosen-dosen Hukum Tata Negera khususnya, harus keluar dari kampus. Hadir dalam situasi demokrasi yang kolosal dan glamor ini.

Beri Bawaslu vitamin, kuatkan, kontrol, komentari, kritik, agar integritasnya terjaga dan energinya lebih kuat.

Kelompok akademik memiliki legitimasi untuk itu. Jangan senang menjadi "macan kertas". Menulis di jurnal, disertasi atau tesis, tapi tulisannya tak berdampak pada situasi sosial di lingkungan sendiri.

Begitulah pemantik diskusi yang saya sampaikan. _Ro'yuna showab wayahtamilul khoto', wa ro'yu ghairina khoto' wayahtamilusshawab._

Salam haha hihi... (*)

Kisah Sukses Therapy Banyu Urip Bekasi Pimpinan Puji Suwuk

Perayaan HUT Kemerdekaan RI 77 yang disponsori Puji Suwuk. (Foto: Yant Kaiy) 

Bekasi -
Perjalanan sukses Puji Suwuk, pimpinan Therapy Banyu Urip Cabang Bekasi bukan diperoleh tanpa ikhtiar. Segala daya-upaya ia kerahkan sekuat tenaga dan pikiran. Tanpa kenal waktu. Tak peduli lelah. 

Hasilnya, Puji Suwuk bertahta di puncak tinggi, sebagai cabang Therapy Banyu Urip dengan penjualan ramuan terbesar dunia. Rabu (31/8/2022). 

"Langkah awal, saya perkenalkan Ramuan Banyu Urip kepada kalangan keluarga sendiri. Tahap berikutnya pada warga sekitar tempat tinggal," beber Puji Suwuk mengawali kisahnya. 

Baginya tak ada waktu untuk stagnan berpromosi kepada siapa saja. 

Kalaupun ada orang yang mencibir, Puji Suwuk tidak patah arang. Tidak pula marah. Cukup baginya orang mendengar Therapy Banyu Urip. 

"Therapy Banyu Urip tidak ubahnya adalah saya. Caranya, dari mobil, sepeda motor, t-shirt hingga aksesoris terkecil yang saya miliki ada nama Therapy Banyu Urip. Saya pikir ini iklan gratis," tandasnya seraya tersenyum. 

Ada tambahan sedikit, alamat praktik Therapy Banyu Urip Cabang Bekasi pimpinannya, yaitu di Taman Rahayu Regency 1 Blok B 17 No 64 RT 11 RW 08, Gang Mawar 1 Kelurahan Ciketing Udik, RT.008/RW.008, Kecamatan, Kec. Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat 17153. HP:0812-8062-6333. (Kay) 

Selasa, 30 Agustus 2022

Pasien Buta Warna dari Luar Negeri

MS Arifin (tengah) bersama dua terapis muda yang menangani para pasien buta warna. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Silih-berganti pasien buta warna dari pelosok negeri terus membanjiri Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta, Jalan Selokan Mataram No.197A Mlati Sleman.

Bahkan ada pasien buta warna dari negara Singapura dan Malaysia sembuh sempurna setelah menjalani pengobatan menggunakan Ramuan Banyu Urip. Sungguh luar biasa. 

Kabar baik tentang kesembuhan pasien buta warna ini membuat orang lain yang memiliki masalah dangan panglihatan akan datang mencobanya. Tidak ubahnya iklan. 

"Hingga Agustus 2022, sudah ratusan pasien buta warna yang kami sembuhkan. Ikhtiar ini jelas ada campur tangan Tuhan Yang Maha Penyembuh," terang MS Arifin di Gedung Carnivore Kafe lantai 2. Rabu (31/8/2022). 

Ada beberapa paket pilihan bagi pasien, sesuai tingkat keparahannya. Paket A akan menjalani pengobatan selama 28 hari. Paket B jalani rawat inap 21 hari. Dan paket C jalani terapi selama 12 hari. 

"Pilihan paket tersebut ditentukan oleh tes ishihara pasien buta warna. Seperti yang sudah-sudah, biasanya pasien sembuh lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan," ucap MS Arifin. (Kay) 

Subanar Pimpinan Therapy Banyu Urip Cabang Yogyakarta

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Banyak cabang Therapy Banyu Urip bermunculan di bumi nusantara ini. Bahkan diluar negeri pun sudah tidak asing lagi. Seperti di Malaysia, Singapura dan Timor Leste. 

Seiring waktu pula, sukses Therapy Banyu Urip yang mendunia menarik minat Subanar untuk bergabung didalamnya. Selasa (30/8/2022). 

"Subanar adalah pimpinan Cabang Therapy Banyu Urip Yogyakarta. Dalam peringkat, cabang ini sekarang masuk ranking 10 besar terbanyak berbelanja Ramuan Banyu Urip," terang MS Arifin di hadapan para wartawan. 

Lebih jauh MS Arifin mengatakan, lokasi Cabang Therapy Banyu Urip milik Subanar berada dalam satu wilayah dengan Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Namun permintaan ramuan dari para reseller terus mengalir padanya.

"Keberhasilan Subanar ini membuka mata hati kita, bahwa Tuhan Maha Bijaksana," ucap pengusaha berdarah Madura ini meniscaya. 

Berikut reseller yang dimiliki Subanar:
1. Agus Wahid, Purbalingga.
2. Dulhalim, Batam. 
3. Joko Santoso, Wonogiri. 
4. Abdurahman, Indramayu. 
5. Hendri, Serang. 

"Saya hanya berpesan kepada semua reseller untuk tetap amanah dalam bekerjasama dengan perusahaan kami. Tentu kami senantiasa akan memberikan atensi tidak setengah hati," pungkasnya. (Kay) 

Reseller Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Bertempat di Gedung Carnivore Coffee Shop lantai 2 Mlati Sleman, MS Arifin kembali mengumumkan nama-nama reseller terbaru yang resmi dan diakui oleh perusahaannya. Selasa (30/8/2022). 

"Kini giliran Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi pimpinan Sujarwo yang akan saya sebutkan resellernya," terang MS Arifin. 

Ada 5 reseller yang dimilikinya dan mereka tetap setia bersama Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi, diantaranya:
1. Ibu Ika. 
2. Ibu Srumiyat. 
3. Pak Ibrohim. 
4. Ustadz Taufiq. 
5. Bapak Sofyan. 

"Data tersebut kami dapatkan dari Pak Sujarwo. Tentu semua reseller itu tetap berada dibawah kendali dia. Kami sebatas mengetahui saja," tegas MS Arifin. (Kay) 

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...