Senin, 28 Februari 2022

Menunggu Langkah PLN terhadap Penempatan Jaringan TV Kabel di Sumenep

Booster dan kabel menumpang pada tiang PLN.

SUMENEP – Selain terindikasi kuat menyiarkan dan mengkomersialkan tayangan TV Kabel tanpa seizin pemilik konten. Muncul kabar bahwasanya PT Sumekar Multivision juga merugikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) akibat menumpang jaringannya tanpa izin.

Diberitakan sebelumnya, PT Sumekar Multivision telah mengantongi Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) sejak 29 Februari 2016, tetapi ditengarai tidak dibarengi dengan kepemilikan izin TV Kabel menyiarkan sejumlah konten dari pemilik hak eksklusifnya.

Dalam mendistribusikan tayangan ke pelanggan yang diduga tidak memiliki izin hak siar lengkap, jaringan TV Kabel yang dimiliki PT Sumekar Multivision memakai kabel yang tersambung langsung pada televisi pelanggannya di rumah.

Dalam penyambungan kabel tersebut, PT Sumekar Multivision, dikabarkan telah menggunakan tiang listrik milik PLN sebagai tempat menumpang jaringan TV Kabel Sumenep secara ilegal.

Hal tersebut terungkap ketika narasumber yang berdasarkan pengakuannya pernah memiliki usaha TV Kabel seperti PT Sumekar Multivision, menghubungi pewarta okedaily.com via WhatsApp setelah membaca pemberitaan yang tayang sebelumnya.

Menurut dia, selama ini PT Sumekar Multivision menggunakan tiang listrik PLN sebagai tempat menumpang kabel jaringan serta booster. “Coba cek di tiang listrik pasti ada booster TV Kabel Sumenep setiap 200 meter,” ungkapnya. Jum’at (25/2/2022).

Kemudian, narasumber kami memberi petunjuk, untuk menanyakan apakah PT Sumekar Multivision diperkenankan menumpang pemasangan kabel dan booster jaringan TV Kabel Sumenep pada tiang listrik milik PLN?

“Coba tanyakan, apa PT Sumekar Multivision bekerja sama dengan PLN buat numpang kabel FO dan booster-nya? Boleh nggak numpang instalasinya di tiang listrik?” Ujar narasumber.

Pengoperasian PT Sumekar Multivision pada jaringan TV Kabel Sumenep, yang menyiarkan kemudian mengkomersilkan tayangan ke rumah-rumah melalui kabel membentang dan menumpang diantara tiang listrik kepunyaan PLN.

Setengah terkejut, kami mendapati kesesuaian antara apa yang disampaikan narasumber dengan kondisi di lapangan, setidaknya ratusan tiang listrik PLN ditumpangi kabel dan booster PT Sumekar Multivision. Posisi jaringan TV Kabel yang terletak di ketinggian memang jauh dari perhatian.

Menindaklanjuti hasil penelusuran jaringan TV Kabel Sumenep yang menumpang di tiang listrik, kami pun menghubungi Regin Manager PLN ULP Sumenep guna mengkonfirmasi terkait izin PT Sumekar Multivision pemanfaatan instalasi listrik negara.

“Tidak ada izin tertulis untuk jaringan TV Kabel yang nempel di tiang listrik PLN, Pak,” jawab Regin Manager PLN ULP Sumenep tentang jaringan PT Sumekar Multivision yang menumpang di tiang listrik. Jum’at (25/2/2022).

Manager PLN ULP Sumenep menegaskan akan menindaklanjuti ulah TV Kabel Sumenep yang menumpang jaringan di tiang listrik tanpa izin.

“Kami akan bahas dengan tim terkait hal ini untuk tindaklanjutnya dan akan memanggil pihak pengembang tv kabel tersebut (PT Sumekar Multivision, red),” tegasnya.

Keterangan yang diberikan oleh Regin Manager PLN ULP Sumenep, setidaknya telah menjawab mengenai PT Sumekar Multivision yang diindikasi menumpang jaringan TV Kabel Sumenep pada tiang listrik tanpa izin dan telah merugikan perusahaan BUMN tersebut.

Sementara, Suhartono pemilik PT Sumekar Multivision yang diminta keterangannya lewat WhatsApp, atas indikasi menumpang jaringan TV Kabel yang dimilikinya pada tiang listrik tanpa izin PLN, tidak merespon walau terlihat pesan yang kami kirim telah dibaca.

Selanjutnya, dugaan kuat terkait redistribusi dan mengkomersialkan konten tanpa seizin pemilik hak eksklusif yang dilakukan PT Sumekar Multivision selaku operator TV Kabel Sumenep juga akan terjawab, dikarenakan pewarta okedaily.com telah bertemu dan melakukan wawancara dengan pihak K-Vision. (Sl/Kay)





Masjid Al-Muqimin Paberasan Sumenep Gelar Isra Mi'raj

Suasana pengajian di Masjid Al-Muqimin Desa Paberasan-Kota Sumenep.

SUMENEP - Takmir Masjid Al-Muqimin Desa Paberasan Kecamatan Kota Sumenep menggelar peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1443 H, berlangsung cukup meriah walaupun dalam suasana listrik padam. Senin malam (28/2/2022).

Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1443 dimulai dengan pembukaan Suratul Fatihah yang ditujukan kepada sesepuh Masjid Al-Muqimin oleh pembawa acara Afdal, SPd berlangsung khidmat dan khusyuk. Lalu dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan sholawat oleh KH Dasuki Yahya yang diiringi hadrah Al-Jannah Paberasan.

Sementara itu, KH Rahmawi, S.Pd mewakili Kiai Sahir, Ketua Takmir Masjid Al-Muqimin dalam sambutan tunggalnya mengharapkan kepada semua masyarakat Desa Paberasan dan sekitarnya untuk dapatnya setiap ada kegiatan keagamaan di masjid anak-anaknya di ikut sertakan dalam kegiatan itu.

“Karena mereka adalah penerus kami. Mendekatkan mereka ke masjid agar rasa cinta agama tumbuh di hatinya dan senantiasa tertanam hingga ajal menjemput,” ungkap KH Rahmawi.

Selain itu KH Rahmawi juga menyampaikan banyak terima kasih kepada semua panitia, pengurus takmir masjid Al-Muqimin dan masyarakat Desa Paberasan dan sekitarnya, atas segala bantuan dan pengorbanan tenaga serta waktu.

“Masyarakat Desa Paberasan dan sekitarnya yang telah ikut serta memberikan sumbangsih dan kontribusi untuk mensukseskan acara peringatan ini, kami mewakili takmir masjid Al-Muqimin menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pengurus anggota takmir masjid Al-Muqimin dan juga masyarakat Desa Paberasan dan sekitarnya. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal," ujar KH Rahmawi diamini para jemaah yang hadir.

Antusias dan animo masyarakat Paberasan dan sekitarnya sangatlah tinggi dalam suasana peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, walau dalam suasana listrik padam.

Pada kesempatan yang sama, Kiai Samar’om, SPd,MPD dalam ceramahnya menyampaikan, bahwasanya Isra Mi'raj memperkokoh iman dan ketakwaan kita kepada Allah Swt.

Rasulullah SAW diperintahkan untuk Isra Mi'raj adalah untuk melaksanakan perintah sholat lima waktu. Jadi janganlah kita ini malas untuk sholat," ujar Kiai Sumar'om.

Ditambahkan pula bahwa sholat itu akan memperbaiki dan mengubah semua perilaku manusia.

"Apabila shalat kita benar dan sah diterima oleh Allah SWT. Otomatis perbuatan sehari-hari kita pastilah baik," tandasnya.

Peringatan Isra  Mi'raj Nabi Muhammad SAW diakhiri dan ditutup dengan pembacaan doa yang disampaikan oleh Kiai Sumar'om.

Tambahan sedikit. Hadir dalam kesempatan ini Kepala Desa beserta perangkat Desa Paberasan, semua anggota takmir masjid Al -Muqimin, masyarakat Desa Paberasan dan sekitarnya. (Tim/Kay)





Sabtu, 26 Februari 2022

Sumenep, Satu Tahun Kepemimpinan Achmad Fauzi

Bupati Sumenep Achmad Fauzi bersama Ketua DPC PWRI Sumenep Rusydiyono berbincang di Taman Andap Asor area Keraton Sumenep beberapa waktu lalu

Catatan: Rusydiyono*)

Jumat, 26 Februari 2021, sebuah momen penting tercatat dalam sejarah: Achmad Fauzi dilantik sebagai Bupati Sumenep (periode 2021-2024). Euforia demokrasi menggema. Harapan baru menyala.

Dan tanpa terasa, sejak dilantik 26 Februari 2021, kini 26 Februari 2022 kepemimpinannya telah berusia 1 tahun; telah berbentuk angka yang sempurna sebagai angka: 1. Bukan setengah, apalagi seperempat. Namun, bagaimana dengan beberapa kebijakan dan terobosan politiknya, sudah sesempurna angka 1 itukah?

Sejatinya, selama 1 tahun memimpin Sumenep, meski dalam situasi tak menentu karena badai Covid-19; dan meski harus menghadapi berbagai kompleksitas politik yang ada dan konfigurasi politik kepentingan (etis dan juga subjektif) yang cukup beragam, Achmad Fauzi telah memberikan banyak perubahan bagi Kota Keris Sumenep.

Sesuai dengan tagline kepemimpinan politiknya, #Bismillah Melayani, dibidang pelayanan, sejauh ini Bupati Achmad Fauzi telah menghadirkan layanan Call Center 112. Di mana dengan kehadiran layanan ini, keluhan masyarakat atau kejadian yang sifatnya darurat dengan cepat dapat diketahui dan tertangani oleh petugas berwajib.

Bahkan, Bupati Achmad Fauzi ataupun pejabat yang diberi wewenang bisa langsung memantau perkembangan sebuah persoalan yang sedang ditangani melalui Call Center 112. Ini tentu sebuah prestasi yang patut diapresiasi, dengan catatan pelaksanaannya tidak hanya terkesan 'memenuhi target inovasi'.

Selain menghadirkan layanan Call Center 112, sejauh ini Bupati Achmad Fauzi juga telah meluncurkan aplikasi HomPIMPA (Healt Indicator Modules with Appropriate Integred Metode for Proper Access of Health Information); Indikator Kesehatan dengan Metode Terintegrasi Tepat Guna untuk Akses Memadai Informasi Kesehatan.

Harapan Bupati, dengan hadirnya aplikasi  HomPIMPA ini, data kesehatan masyarakat Sumenep bisa terintegrasi menjadi satu. Sehingga, dapat memudahkan petugas medis dalam penanganan kesehatan.

Saya kira, dua terobosan itu adalah dua terobosan berharga yang mampu dicetak oleh Achmad Fauzi. Namun, saya berharap hal ini tidak menjadi dua yang terakhir dari periode kepemimpinannya. Artinya, kita berharap semoga akan banyak kebijakan-kebijakan inovatif lainnya yang bisa dilakukan Fauzi. Sebab, perjalanan masih panjang.

Dalam hemat saya, pasca 1 tahun memimpin Sumenep ini masih banyak yang harus dilakukan oleh Bupati Achmad Fauzi. Misalkan, reformasi birokrasi. Dalam 1 tahun kepemimpinan Fauzi, masalah ini nampaknya belum mendapatkan atensi serius.

Padahal, reformasi birokrasi menjadi masalah serius sangat yang penting untuk diperhatikan. Sebab, hal itu berkaitan dengan misi kepemimpinan politik Fauzi, yakni melayani. Bagaimana hendak melayani rakyat, jika birokrasinya rumit dan berbelit-belit?

Namun, terlepas dari semua itu. Kita yakin bahwa cepat atau lambat Bupati Achmad Fauzi akan melakukan reformasi birokrasi itu. Sebab, secara prinsipil, ia kerap menyatakan tidak mau orang-orang di sekitarnya hanya memiliki kecakapan retorik, tetapi gagal di dalam urusan pelaksanaan.

Di status WhatsApp, Bupati Achmad Fauzi pernah menulis. Katanya: “Sesungguhnya Dia Maha Tahu Sesuatu, maka tidak selalu yang kita inginkan ada dalam hidup ini, tapi selalu ada tentang yang kita butuhkan, karena sesungguhnya Dia Maha Tahu siapa yang bisa amanah menjaga titipannya, maka jangan selalu banyak bertanya tentang semua ini. Didalam doa ada rahasia indah maka berdoalah selalu, jangan lupa selalu bersyukur, hadapi dengan senyuman."

Pada tulisan ini, saya menangkap satu pesan bahwasannya Bupati Achmad Fauzi sedang memadu energi doa dan ikhtiar untuk menghadirkan sesuatu yang lebih baik, tetapi tidak dalam rangka mendikte Tuhan.

Di status WhatsApp lainnya, Bupati Achmad Fauzi juga pernah menulis, "Banyaknya kata-kata bukanlah bukti dari pikiran yang bijaksana, karena orang bijak hanya berbicara ketika dibutuhkan dan kata-katanya diukur sesuai kebutuhan, belajar sabar dalam hidup, jangan lupa sholat malam."

Dalam tulisan di atas, saya memandang Bupati Achmad Fauzi dalam masa kepemimpinannya tidak mau dikelilingi orang-orang yang hanya senang adu gagasan tetapi lemah di pelaksanaan.

Bupati Achmad Fauzi tidak mau disanjung dan ditimang yang pada akhirnya justru menjerumuskan, atau kata yang lebih populer 'Asal Bapak Senang' alias ABS. Bupati Fauzi hanya menginginkan pasukan yang bisa bekerja guna mewujudkan visi-misinya.

"Terus melangkah apapun keadaanya," tulis Bupati Fauzi. Kata-kata tersebut seperti jurus pamungkas setelah perpaduan doa dan ikhtiar dilakukan. Dan, saya semakin yakin bahwa Bupati Fauzi termasuk sopir yang pasrah tetapi tidak ugal-ugalan. Berani mengambil resiko dengan segala konsekuensinya, dan  tetap menyadari bahwa keselamatan penumpang berada di tangannya.

Dengan ini, maka sudah jelas bahwa sebenarna Bupati Achmad Fauzi sudah tahu apa yang harus ia lakukan selama memimpin Sumenep. Termasuk dalam mengelola pemerintahan Sumenep. Semuanya tampak hanya menunggu waktu.

Karena itu, sebagaimana kata Fauzi, hadapi semua itu dengan senyuman. “hadapi dengan senyuman” dan “… jangan lupa berdoa,” tulis Fauzi di status yang lain lagi.

Dimulai pada hari Jumat, maka perjuangan yang telah dilakukan harus diakhiri dengan hari yang 'Jumat' pula. Semoga...Amin.[]

*) Ketua DPC PWRI Sumenep Periode 2021-2024

Editor: Yant Kaiy





Jumat, 25 Februari 2022

Rapat Konsolidasi LBH Cakra Pengurus DPP, DPW dan DPD Se-Jawa dan Bali

Moh Lutfi, SH. MH, Ketua Umum DPP LBH Cakra.

JAWA TIMUR, apoymadura.com - Rapat konsolidinasi se-Jawa dan Bali tentang pemantapan langkah kedepan dalam membantu hak-hak manusia yang berkaitan dengan menjunjung tinggi keadilan membela kebenaran, sebagaimana Lembaga Bantuan Hukum Cahaya Keadilan Rakyat (LBH Cakra) semakin eksis dan semakin terdepan memberikan bantuan hukum terhadap rakyat kecil untuk mencari kebenaran.

Moh Lutfi, SH. MH., sebagai Ketua Umum DPP LBH Cakra menyampaikan dalam rapat konsolidinasi Pengurus DPP, DPW dan DPD se-Jawa Bali di Hotel Sidomuncul 2 Pasir Putih Situbondo Jawa Timur. Ahad (27/2/2022). Acara ini kami kemas dengan seminar yang bertemakan "Urgensi Lembaga Bantuan Hukum dan Konsultasi Hukum dalam Memperjuangkan Hak Asasi Manusia.

Lanjut Mas Lutfi (panggilan akrabnya), sudah mempersiapkan diri melaksanakan Bantuan Hukum melalui LBH Cakra, menuntun untuk berkomitmen mempermudah para pencari keadilan mendapatkan akses bantuan hukum melalui LBH Cakra. Antara lain dengan membangun basis data advokat dan peraturan perundang-undangan dimana pencari keadilan bisa mengakses dengan mudah.

Mas Lutfi mengingatkan, bahwa tanpa kendali LBH Cakra dan organisasi advokat pun, seorang advokat tetap wajib memberikan bantuan hukum cuma-cuma kepada pencari keadilan. Dengan kata lain, amanat yang diberikan PP No. 83 Tahun 2008 kepada LBH Cakra dan organisasi advokat tidak seharusnya menjadi halangan bagi individu advokat memberikan bantuan hukum LBH Cakra.

Yang penting, si advokat menyampaikan bukti kepada organisasi advokat bahwa ia sudah melaksanakan kewajiban bantuan hukum kepada pencari keadilan. Kewajiban memberikan bantuan hukum LBH Cakra mestinya sudah melekat pada individu advokat.

Berdasarkan PP No. 83 Tahun 2008, kewajiban memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma oleh advokat tidak terlepas dari prinsip persamaan di hadapan hukum dan hak setiap orang untuk didampingi advokat tanpa kecuali. Ini juga merupakan bentuk pengabdian advokat dalam menjalankan profesinya. Mas Lutfi dalam penyampaiannya kepada awak media. (Sl/Kay)





Warna Baru Zikir Samman Pasongsongan

Pagelaran Zikir Samman Pasongsongan di rumah salah seorang anggota perkumpulan. (Foto: Kay)

Sumenep – Salah satu cara melestarikan budaya Islami warisan nenek moyang seperti Zikir Samman, yaitu dengan memberikan sentuhan perubahan performance. Hal itulah yang menjadi fokus Akhmad Jasimul Ahyak sebagai Ketua Perkumpulan Zikir Samman Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.

“Seperti kita tahu, seni Zikir Samman Pasongsongan mempunyai ciri khas pada koreografi. Cuma nanti ada tambahan gerakan fleksibel dan dinamis yang mudah untuk ditiru,” ujar Jasimul di kediamannya pada apoymadura.com. Jumat (25/2/2022).

Semua bertujuan agar penampilan Zikir Samman lebih menarik. Sehingga budaya ini tetap diminati oleh kaum muda.

“Kalau tidak kita siapa lagi. Sebab Zikir Samman Pasongsongan sudah ada sejak abad XVII Masehi yang dibawa Nyai Agung Madiya dari bumi Aceh,” tegas Jasimul. (Kay)





Selasa, 22 Februari 2022

Hercules Diangkat Menjadi Staff Ahli Perumda Pasar Jaya, Agus Flores : Maju Terus Kakanda Memajukan Pasar Di DKI Jakarta

JAKARTA - Bukan suatu kebetulan, dikala Pengacara dan juga Ketua Umum Fast Respon, Agus Flores sedang terus berjuang untuk kemajuan Fast Respon dan memerangi PETI di Seluruh Indonesia, kakandanya, Rosario de Marshall atau biasa dikenal dengan Hercules diangkat menjadi Staff Ahli salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya sesuai pemberitaan resmi dari Pemda DKI Jakarta. Senin (21/2/2022).

Hal itu juga dibenarkan oleh salah satu tokoh di Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Eki Pitung dalam lansiran berita. "Memang benar, saya (Eki Pitung) dan Hercules sudah mengikuti fit an proper test dari Badan Pembina BUMD DKI Jakarta untuk kami dipercayakan sebagai staff ahli di Perumda Pasar Jaya.

Seperti diketahui, ketua Fast Respon Agus Flores mempunyai hubungan yang spesial dengan Staf Ahli Perumda Pasar Jaya yang baru, Hercules. Agus Flores ditunjuk sebagai kuasa hukum oleh kakandanya, Hercules dan juga ditunjuk langsung menjadi Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) DPC Jakarta Pusat, Ormas yang dibentuk dan dipimpin oleh Hercules.

"Mungkin orang bisa aja melihat masa lalu kakandaku, tapi lihatlah sekarang, bagaimana kakandaku berjuang untuk memajukan kota DKI Jakarta, menjadi kota yang teratur dan lebih makin lagi, " puji dirinya kepada kakanda Hercules.

Dengan ditunjuk nya Hercules sebagai tokoh yang bisa membantu memajukan Perumda Pasar Jaya, bisa bersinergi bersama dengan adindanya, Agus Flores dengan Fast Respon menciptakan Pasar Jaya yang maju dan modern, serta mendukung tugas dan program dari Polri, yang juga terus ikut mengamankan dan menjaga Perumda Pasar Jaya. (Dari berbagai sumber)





Minggu, 20 Februari 2022

Waspada Jika Melintas di Jalan Arah Selatan SDN Pasongsongan V

Gambar diambil Senin pagi, 21/2/2022. (Foto: Kay)

Sumenep - Jalan sejatinya menjadi sarana vital bagi segenap warga masyarakat dalam bersosial, berinteraksi dengan lingkungan dan beraktivitas setiap harinya.

Lebih luas lagi, jalan berfungsi mewujudkan perkembangan suatu wilayah yang seimbang dengan hasil pemerataan pembangunan serta pemantapan pertahanan dan keamanan nasional dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional lebih baik.

Itulah beberapa bagian fungsi jalan. Betapa pentingnya jalan bagi kehidupan masyarakat. Bahkan ada asumsi, bahwa kemajuan sebuah daerah disimbolkan dengan keberadaan akses jalan yang berkualitas baik.

Sementara jalan yang ada di Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, tepatnya ke arah selatan SDN Pasongsongan V, saat ini kondisinya memprihatinkan dan membahayakan bagi pengendara sepeda motor dan mobil.

Jalan menurun tajam, menikung dan batu kerikil menghampar di badan jalan akibat terbawa air hujan, jelas roda kendaraan akan tergelincir kalau melintas disitu.

Menurut salah seorang kepala keluarga, Baihaki (54 tahun), di jalan tersebut sudah beberapakali sepeda motor jatuh tergelincir. Bahkan, dirinya harus menurunkan istrinya dulu kalau dari arah utara lantaran jalan menurun tajam. [Kay]





Bermain di Atas Luka Masyarakat Kampung Loki (Surat Terbuka)

Bermain di Atas Luka Masyarakat Kampung Loki (Surat Terbuka)

Mantan Sekretaris Distrik Asologaima kini menjabat sebagai Kepala Distrik Asologaima bermain di atas luka batin masyarakat Kampung Loki.

Masalah Kampung Loki Distrik Asologaima sudah pernah diarahkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Jayawijaya, dengan arahan dan nasihat bersifat mendidik Kepala Kampung Loki Elias Tabuni. Ini disampaikan di Kantor Distrik Asologaima saat DPMK Kabupaten Jayawijaya hadir dalam persoalan Kampung Loki. Tapi Kepala Distrik Asologaima mantan Sekdis Asologaima mengulur kembali persoalan yang sudah diselesaikan secara administrasi pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

Berdasarkan arahan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Jayawijaya, Bapak Kepala Kampung Elias Tabuni, pernah melaksanakan tugas sesuai arahan dan nasihat, yaitu pencairan Dana Kampung Tahun Anggaran 2021 Tahap I dibagi atau disalurkan pada masyarakat dari Kampung Halaman Loki di halaman rumah honai yang sudah runtuh. Dalam penyaluran dana kepada masyarakat sebagian dipotong atau disisikan untuk pembangunan kantor administrasi Kampung Loki Rp 160.000.000,- (seratus enam puluh juta rupiah). Uang tersebut dipakai oleh kepala kampung diluar sepengetahuan masyarakat. Lalu pencairan dana kampung Tahap II Tahun Anggaran 2021 pada Desember lalu. Setelah dibagikan kepada masyarakat, sisanya Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) bayar utang-piutang Kepala Kampung yang diambil kebutuhan pribadinya.

Penggelapan Dana Kampung terakhir setelah arahan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Jayawijaya, dalam pengarahan dinas tersebut hadir di kantor Distrik Asologaima dan Kepala Distrik Asologaima yang sekarang, saat itu menjabat sebagai Sekretaris Distrik Asologaima (Sekdis), dan beliau sebagai Sekretaris Distrik Asologaima mengetahui persoalan Kampung Loki. Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung menilai Kepala Distrik Asologaima hari ini seakan tidak tau menau persoalan Kampung Loki dan seakan baru dilantik dari ikatan dinas di kabupaten kota lalu dipindahkan tugas di Distrik Asologaima. Seharusnya Kepala Distrik Asologaima yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Distrik Asologaima (Sekdis) mengetahui akar persoalannya bahkan kehadiran Dinas DPMK Kabupaten Jayawijaya di Distrik Asologaima beliau ada sebagai Sekretaris Distrik Asologaima.

Namun Kepala Distrik Asologaima mengeluarkan undangan pertemuan pada hari Sabtu Kepada Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung dipanggil untuk membenahi masalah Kampung Loki. Maka  kami menilai Kepala Distrik yang sangat keliru dinamika roda Pemerintahan Daerah di wilayah Asologaima dan khususnya di Kampung Loki. Dari fenomena diatas jelas tapi hal ini kami Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung menduga bisa terjadi konflik horisontal antar masyarakat. Tim siap hadir memenuhi undangan Kepala Distrik Asologaima. Namun ada hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat terjadi maka semua tanggung jawab dan aktor adalah Kepala Distrik Asologaima, mantan Sekretaris Distrik Asologaima.

Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung akan hadir memenuhi undangan Kepala Distrik Asologaima sebagai pendengar. Tapi dari agenda dalam undangan tersebut Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung menganggap bahwa Kepala Distrik Asologaima mantan Sekdis Asologaima sangat keliru dan kehilangan akal sehat karena persoalan Kampung Loki yang sudah dilewati secara administrasi pemerintahan, namun harus diulur kembali, dalam hal ini Tim menduga pertemuan bisa berdampak buruk.

Peran Kepala Distrik sebagai kepanjangan tangan dari Bupati sebagai Kepala Daerah, Menjadi amat tinggi hal ini dapat dirasakan dari kecenderungan masyarakat yang masih menjadikan distrik sebagai tempat pengaduan berbagai permasalahan sosial seperti bencana alam, konflik sosial dan lainnya. Salah satu masalah yang fatal adalah status Kampung Loki selama 11 tahun lebih tidak nampak pembangunan Kantor Administrasi Kampung. Tapi Anggaran Dana Kampung terus disalurkan kepada Kepala Kampung. Hal ini kejanggalan seorang Kepala Distrik Asologaima dalam pembiaran dan pemeliharaan masalah di lingkungan Distrik Asologaima Kampung Loki.

Dan selama ini Kepala Distrik Asologaima mantan Sekretaris Distrik Asologaima (Sekdis) sangat tahu persoalan namun dari sini saja bisa menduga Mantan Sekdis yang sekarang Kepala Distrik Asologaima ikut bermain. Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung tetap mendorong ke ranah hukum agar beberapa Dinas terkait dan Kepala Distrik Asologaima beserta jajarannya yang bermain diperiksa dan diproses hukum yang berlaku di Republik Indonesia.

Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung berjiwa besar bekerja untuk memulihkan administrasi pemerintah kampung dan kesejahteraan masyarakat serta pemerataan pembangunan bagi SDM Kampung Loki. Itulah harapan Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung beserta masyarakat setempat.

TIM Forum Peduli Masyarakat Kampung

Dano Tabuni (Hp 0812.1383.573)



KKB Kembali Lakukan Penembakan dan Pembakaran di Kabupaten Puncak Papua

PUNCAK PAPUA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hari ini, Minggu (20/2/2022) kembali melancarkan aksi terornya, dengan melakukan penembakan dan pembakaran di kawasan pemukiman masyarakat di Distrik Omukia dan Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak Papua.

Kasatgas Humas Cartenz 2022, Kombes Pol. Musthopa Kamal, S.H, menjelaskan bahwa aksi penembakan dan pembakaran tersebut, terjadi pada saat personil gabungan dari TNI-Polri melakukan evakuasi terhadap korban penembakan. Sekira pada pukul 07:00 WIT, dimana evakuasi tersebut dilakukan oleh personil gabungan dari TNI-Polri, saat melakukan perjalanan dari Puskesmas hendak menuju Bandara Aminggura di Distrik Omukia Kabupaten Puncak Papua dengan menggunakan kendaraan roda empat.

"Setibanya di Bandara, personil gabungan TNI-Polri ditembaki oleh KKB dari atas bukit, dan personil langsung membalas tembakan yang dilakukan oleh KKB tersebut," ucapnya.

Selain itu, Kombes Pol. Musthopa Kamal, S.H, juga mengatakan, sekira pada pukul 09:20 WIT, Kelompok KKB Gabungan yang merupakan Kelompok NT, KM, LW, TK dan TT ini kembali melakukan pembakaran dua unit rumah/honai milik masyarakat dikampung Nipuraleme, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.

Perwira tiga melati dibahu ini juga menambahkan, selanjutnya personil gabungan TNI-Polri, langsung merespon kejadian pembakaran rumah/honai tersebut. Saat personil mendekati lokasi, mendapatkan gangguan tembakan dan terjadi kontak tembak antara personil gabungan dengan kelompok KKB, yang berlangsung dari Pukul 09:30 WIT, hingga Pukul 12:20 WIT, ungkapnya.

Saat ini personil gabungan Satgas Damai Cartenz, Polres, Polsek dan Koramil masih bertahan di Areal Tower, mengevakuasi masyarakat yang berada di sekitar SD dan SMP Kago. Sekira Pukul 12:40 WIT, personil TNI-Polri, terlibat kontak tembak dengan Kelompok KKB Diareal Bandara Aminggaru, jelas Kasatgas Humas Damai  Cartenz, Kombes Pol. Musthopa Kamal, S.H.

"Pukul 12:45 WIT, terjadi penembakan yang mengarah ke Kantor Koramil, yang dilakukan oleh Kelompok KKB dari posisi Jalan Pinggil. Setelah itu personil gabungan langsung bergerak mengambil langkah, yaitu mengamankan Bandara Aminggaru, Mengevakuasi masyarakat yang berada di pinggiran Kota Kago, masuk ke dalam Kota, guna mengantisipasi penembakan dan pembakaran oleh KKB. Dan Pukul 13:40 WIT diperoleh informasi, bahwa Personil TNI-Polri, sudah menguasai kawasan sekitar Tower BTS Telkomsel, dan KKB mundur ke Arah Kampung Eromaga," tuturnya.

Kombes Pol. Musthopa Kamal, S.H, juga menerangkan, pukul 15:14 WIT, Tim gabungan melihat adanya asap naik, yang diikuti kobaran api dikawasan perumahan SMK Negeri Gome. Tampak 1 unit rumah terbakar, dan saat dilakukan teropong, terlihat 2 orang warga yang diduga KKB, yang salah satunya memegang senjata laras panjang.

"Untuk diketahui bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata di Kabupaten Puncak, terbagi menjadi tiga tempat, yaitu di Areal Bandara Aminggaru, Nipuraleme dan Jalan Pingli, dimana sasaran KKB saat ini bukan hanya    terhadap aparat keamanan dan warga pendatang saja, tetapi kepada warga msyarakat OAP juga ", tutup Kombes Pol. Musthopa Kamal, S.H. (dari berbagai sumber)



# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...