Rabu, 09 Februari 2022
Bupati Achmad Fauzi SH MH Minta Maaf Kepada Pasien Saat Tinjau Lokasi Ambruknya Plafon RSUD
Sebanyak 8 Pekerja Migran Indonesia tiba di Sumenep Langsung Jalani Karantina
| Delapan orang PMI langsung menjalani masa karantina. |
SUMENEP, apoymadura.com –
Sejumlah 8 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) tiba di Kabupaten Sumenep dan langsung dikarantina di Rumah
Isolasi Darurat Covid-19 (RIDC) Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura
Jawa Timur. Rabu (9/2/2022) sekitar
pukul 13.00 WIB.
Kepala DPMPTSP dan
Tenaga Kerja Kabupaten Sumenep, Abd.
Rahman mengatakan, bahwa 8 PMI itu berasal dari warga Arjasa
dan Kangayan. Dua diantaranya
warga Kangayan dan 6 orang warga Arjasa, Pulau Kangean Kabupaten Sumenep.
Setelah tiba di Sumenep, 8 Pekerja
Migran Indonesia (PMI) tersebut dikawal ketat oleh DPMPTSP dan Tenaga Kerja
beserta Kodim 0827/Sumenep serta Tim
kesehatan Kabupaten Sumenep.
“Dari 8 PMI itu
dari Malaysia dan Brunei Darussalam, ” jelas Rahman
Lebih
jauh Rahman mengatakan, mereka hanya dikarantina 1 hari saja,
sebab hasil tes swab PCR-nya negatif.
Mereka, kata Rahman
Riadi, untuk dipulangkan ke rumah asalnya hanya menunggu pemberangkatan kapal
saja.
Rahman Riadi
menegaskan, kedatangan mereka dari 8 PMI tadi siang tetap dikawal ketat dengan
protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 dan virus
Omicron.
(Yang/YK)
Ruang Inap RSUD Sumenep Plafonnya Ambruk
| Inilah ruangan yang plafonnya ambruk. |
SUMENEP, apoymadura.com
- Plafon ruang rawat
inap atau perawatan bedah lantai 2 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H.
Moh. Anwar, Kabupaten
Sumenep, Jawa Timur ambruk sore tadi. Rabu (9/2/2022).
Saat peristiwa itu
terjadi, dalam ruangan tersebut terdapat 17 pasien yang sedang menjalani
perawatan, diantaranya 4 pasien merupakan pasien anak.
“Sisanya, sebanyak
13 pasien dewasa,” kata dr. Erliyati Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep,
Pasca kejadian itu,
kata dr. Erliyati semua pasien langsung dievakuasi. “Sementara waktu, pasien
itu sudah dievakuasi ke ruang perawatan di lantai satu, yang sebelumnya
disiapkan untuk ruangan isolasi pasien Covid-19,” jelasnya.
Menurur Erliyati
dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.
Setelah pindah ke ruangan lantai satu, petugas medis memberikan pelayanan
seperti biasa kepada pasien.
“Karena peristiwa
itu tidak ada korban, para petugas memberikan pelayanan seperti biasa kepada
pasien,” pungkas dr. Erliyati. (Sl/YK)
Selasa, 08 Februari 2022
Sulaisi Abdurrazaq (Ketua APSI Jatim): Penjelasan Mengenai PI Migas di Sumenep
SUMENEP, apoymadura.com
- Kabupaten Sumenep salah satu daerah yang berada di Pulau Madura dan memiliki
berkah dari Sang Khalik berupa kekayaan alam berlimpah dengan gugusan keindahan
bumi kepulauan yang bergandeng mesra satu sama lain.
Salah
satu berkah Tuhan terbesar itu bernama Minyak dan Gas (Migas).
Terbukti,
banyak perusahaan besar yang menanamkan modalnya di Bumi Arya Wiraraja ini
untuk melakukan eksplorasi Migas.
Hal
itu diantaranya Kangean Energi Indonesia (KEI), HCML lepas pantai Pulau Raas
dan Pulau Sapudi, Energi Mineral
Langgeng dan Medco Energi dengan jumlah lifting ribuan barel yang bernilai
miliaran rupiah.
Lantas
apakah berkah kekayaan alam Sumenep ini dapat memberikah manfaat bagi kesejahteraan
masyarakatnya?
Berdasarkan
data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, angka kemiskinan di Kabupaten
Sumenep pada tahun 2021 berada pada angka 20,5 persen.
Terdapat
peningkatan jika dibandingkan tahun 2020 dalam catatan BPS Sumenep tercatat
penduduk miskin sebesar 220,23 ribu orang.
Ada
peningkatan penduduk miskin sebesar 8,25 ribu orang 0,70 persen.
Karena
pada tahun 2019 berdasarkan angka garis kemiskinan sebesar Rp 357.473, data
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep menunjukkan bahwa penduduk miskin di Sumenep
tahun 2019 sebesar 211,98 ribu orang atau 19,48 persen.
Padahal
secara aturan seperti tertuang pada Permen ESDM Nomor 37 tahun 2016, daerah
yang menjadi lokasi dari eksplorasi migas mendapat Participating Interesting
(PI) sebesar 10 persen. Tentu dana teresebut sangatlah besar.
Kemudian,
kemana dana PI mengalir jikalau tidak mampu mengentaskan kemiskinan di wilayah
Sumenep khususnya?
Apoymadura.com bertemu langsung dengan
Ketua DPW Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Sulaisi Abdurrazaq mengatakan
dari persoalan tersebut, diduga mengalir ke kantong-kantong sejumlah para elite
di Kota Keris.
Pendapat
itu kata Sulaisi, sudah didasarkan penelitiannya terhadap masyarakat sekitar
lokasi eksplorasi Migas di kepulauan.
Bahkan
katanya, pihaknya menemukan fakta yang mencengangkan dimana masyarakat tidak
memiliki dampak kesejahteraan dari keberadaan kegiatan usaha tersebut.
Ia
menyebutkan, banyak sekali fasilitas publik yang rusak parah, misalnya akses
jalan di daerah sekitar lokasi terdampak masih tidak teraspal, juga fasilitas
lainnya seperti air bersih dan listrik yang dinikmati oleh masyarakat.
"Pada
saat itu saya simpulkan PI migas tidak menetes ke bawah, artinya terhenti hanya
di kelompok para elite," kata Sulaisi Abdurrazaq saat ditemui usai mengisi
materi FGD di Sumenep dengan tema: PI 10 persen Migas untuk siapa? pada hari
Senin (7/2/2021).
Bahkan
Sulaisi menduga, PI 10 persen ini mengalir hingga ke pemangku Kebijakan saat
ini. Sebab sepanjang tahun 2011 hingga 2015 perusahaan BUMD PT WUS sebagai pengelola
PI migas memiliki kantor perwakilan di Jakarta dan Kepala kantornya adalah
Bupati saat ini yang kapasitasnya sebagai penerima kuasa dari Direktur PT WUS.
Fakta
katanya, sudah tertuang dalam surat putusan pengadilan dalam kasus tindak
pidana korupsi yang menjerat Direktur PT WUS.
"Kapasitasnya
sebagai penerima kuasa pencairan uang dan bergerak sendiri Sitrul Arsyi
(Direktur PT WUS), untuk membuka rekening sendiri di Jakarta yang ditolak
karena kantornya bukan di Jakarta tapi di Sumenep," jelasnya.
Hal
ini menurutnya, tidak terlepas dari pengelolaan PI yang tidak transparan kepada
publik dan lemahnya pengawasan oleh lembaga-lembaga tinggi negara di daerah.
Maka
ke depan untuk memastikan realisai PI 10 persen agar sampai kepada publik kata
Sulaisi Abdurrazaq, dibutuhkan turut serta civil society untuk melakukan
pengawasan.
"Karena
lembaga legislatif, ekskutif dan yudikatif cenderung memiliki hubungan yang
nyaman bekerjasama, kalau rekan-rekan aktivis, media atau pers tidak ikut pro
aktif mengawasi ya sangat rawan," ungkapnya. (Sl/YK)
Amazing, Kontingen Pramuka Nuris Bataal Barat Raih Juara
![]() |
| Kontingen Pramuka Nuris Bataal Barat-Ganding |
SUMENEP, apoymadura.com
- Gerakan Pramuka Gugus Depan Pangkalan
PP Nurul Islam (NURIS), Desa Bataal Barat Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep
berhasil meraih Juara Umum dan Juara III dalam ajang Perkemahan Silaturahmi
Antar Lembaga (PERSAGA VIII), tingkat penggalang putra-putri se-Madura, yang
digagas oleh Madrasah Nurul Ulum, Topoar, Karduluk, Pragaan Sumenep, sejak
tanggal 5-7 Februari 2022.
Muhammad
Yasit, S.Pd,. Ketua Gugus Depan (Ka. GUDEP) 09.045-09.046 Pangkalan PP Nurul
Islam Bataal Barat menyambut gembira atas prestasi yang diraih siswa-siswinya
tersebut.
"Alhamdulillah
dari Regu Anggrek Jingga (Putri) bisa meraih juara umum dan Regu Black Eagle
(Putra) meraih juara III," ujarnya penuh gembira. Selasa (8/2/2022).
Torehan
juara tersebut bukanlah sesuatu yang mudah diraih. Mereka harus bersaing dengan
lembaga-lambaga lain di Pulau Garam Madura.
Ia
juga berharap anak didiknya tetap berlatih dan meningkatkan disiplin kepramukaan
serta berkegiatan yang mendukung program pramuka di sekolah untuk bisa
mempertahankan kejuaraan pada tahun mendatang.
"Meskipun
sudah banyak raihan juara, tapi harus tetap semangat apalagi tantangan kedepannya
pasti lebih ketat," ucapnya mengingatkan. (Ziyad/YK)
Senin, 07 Februari 2022
Santet, Terdengar Mengerikan
| Gambar: pexels.com |
Catatan: Yant Kaiy
Ketika salah sebuah klinik memvonis seorang pasien tidak memiliki
penyakit, maka si sakit mentalnya kacau. Pikirannya melayang. Hal-hal mistik
(gaib) mulai menyetubuhi benaknya. Sadar tidak sadar, daya tahan tubuh (imun)
jadi menurun. Harapan sembuh terkikis karena menurutnya tidak akan ada lagi
obat medis yang bisa menyembuhkan penyakitnya.
Padahal ia nyata sakit. Suhu tubuhnya tinggi seperti terbakar. Alat-alat kedokteran ternyata tidak bisa mendiagnosa penyakit apa yang dideritanya.
Ending dari pergulatan opini keluarga mengerucut pada santet. Santet atau guna-guna adalah ilmu hitam. Ilmu untuk mencelakai orang lain dari jarak jauh.
Mereka sepakat mencari pengobatan alternatif. Dari satu dukun ke dukun lain memohon kesembuhan. Mereka sedikit demi sedikit mulai melupakan Tuhan yang dipercaya sebelumnya sebagai Maha Penyembuh.
Tatkala kesembuhan tak kunjung datang, si penderita bertambah tersiksa. Lalu mulai percaya dengan kata-kata dukun, bahwa yang membuat dirinya sakit adalah tetangganya.
Dari titik inilah ia dan pihak keluarganya mulai menyisir tetangganya. Setelah itu lalu disimpulkan, bahwa siapa biangnya.
Ini bisa ditebak pada episode terakhir. Pertengkaran atau permusuhan. Kalau pertengkaran akan terjadi pembunuhan. Kalau permusuhan akan mengakibatkan rusaknya tatanan sosial budaya yang berlaku harmonis jauh hari sebelumnya.
Semoga kita tidak menjadi salah satu bagian dari sandiwara hidup seperti ini. Amin!
Praktisi Hukum: Perusahaannya juga Bisa Ditindak Soal Arogansi Karyawan SPBU Batuan
| Syafrawi, SH |
SUMENEP, apoymadura.com - Soal dugaan pencemaran nama baik oleh Karyawan SPBU
53.694.10 Batuan, kepada wartawan online CNN berbuntut panjang. Bahkan SPBU disinyalir telah melanggar Perpres terhadap regulasi aturan
SOP SPBU pengisian.
Hal itu disampaikan
Praktisi Hukum, Syafrawi, SH, bahwa tidak hanya laporan karyawan yang melakukan
arogansi terhadap wartawan, namun setidaknya juga perusahaan pengisian BBM ke
jerigen tidak sesuai standard Pertamina yang
telah melanggar undang-undang.
"Tidak hanya
laporkan karyawannya , tapi juga Regulasi aturan SOP SPBU mengisi BBM
menggunakan jerigen," katanya.
Sesuai Perpres no.
191/2014,
Perpres no. 15 / 2012, dan
Permen ESDM No. 8 / 2012, menurutnya, dalam
regulasi dan SOP sudah diatur dengan
jelas pengisian BBM menggunakan bahan
jerigen yang standart, yakni bahan yg terbuat dari High Density
Polyethylene ( HDPE ).
"Jika ada SPBU yang mengisi BBM ke konsumen dengan menggunakan jerigen tidak sesuai
dengan standart sebagaimana dalam SOP dan aturan, maka perlu ditindak tegas oleh aparat penegak
hukum. Dan Pertamina
selaku pengawas yang ditunjuk negara dalam pengelolaan serta
suplay BBM," ungkap Syafrawi.
Padahal, selain itu
konsumen yang mengisi BBM dengan
jerigen harus punya surat
rekomendasi, maka sebelum mengeluarkan rekomendasi perlu dicek terlebih dahulu. Apakah
jerigen yang dimiliki sudah sesuai dengan apa yang dipersyaratkan dalam aturan.
"Itu kan sudah
jelas melanggar perusahaan SPBU, harusnya ditindak tegas itu. Agar tidak
hanya karyawannya jadi korban,” ujarnya.
Sebelumnya, wartawan online CNN
melaporkan karyawan SPBU 53.694.10 ke Polres Sumenep,
Madura, Jawa Timur. Pasalnya, karyawan
SPBU yang berlokasi di Jalan Raya Batuan diduga melakukan tindakan pencemaran nama baik.
Terbukti Sesuai TBL
(Tanda Bukti Lapor) Nomor: TBL/B/31/11/2022/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA
TIMUR datang ke kantor Mapolres setempat didampingi sejumlah awak media.
Awal peristiwa
terjadi, saat wartawan media online Cyber Nusantara News (CNN) Nahriyadi, mau
mengisi BBM (Bahan Bakar Minyak) di SPBU Batuan tersebut, Kamis (27/1) kemarin.
Sesampainya
dilokasi, Nahriyadi melihat petugas SPBU mengisi BBM ke jerigen yang berada didalam
mobil minibus di depan antriannya. "Saat itu kami teringat peristiwa
kebakaran perahu muat BBM, karena tugas kami pewarta spontan saya menuju
dispenser Pertalite," kata Nahriyadi.
Menurutnya,
pihaknya mengambil HP Android-nya untuk
dokumentasi yang dinilai sudah menyalahi aturan regulasi Pertamina. Namun,
manajemen SPBU Batuan berinisial U, tiba-tiba menghampiri dan memaki-maki
Nahriyadi dengan nada kasar..
“Bekna tangabas matana yeh, aria kan la
jelas, dilarang mengamera di areal pom, monta’ olle izin deri ngko’, padahal wartawan
selaen njek’ tak padena bekna. (Kamu tidak melihat matanya ya, kalau disitu ada
tanda larangan dilarang mengambil gambar di areal pom tanpa seizin saya,
padahal wartawan lain tak seperti kamu, red),”
ungkanya meniru perkataan pihak SPBU.
Bahkan, karyawan lain datang berinisial H, berlagak wartawan mengambil gambar wartawan CNN dengan berteriak lantang: “Ini Media Pemeras, ini Media Pemeras, ini Media Pemeras,” ungkapnya. (Sl/YK)
Minggu, 06 Februari 2022
Harlah NU ke-99 Pasongsongan, Dikemas Sederhana tapi Komprehensif
| Kiai Ahmad Riyadi, M.Pd. |
Catatan: Yant Kaiy
Peringatan Harlah NU
ke-99 tahun 2022 di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep memang terkesan
sederhana. Mungkin orang bilang biasa-biasa saja. Tapi berdasar pantauan media
ini (apoymadura.com), ternyata masing-masing
Banom (Badan Otonom) dan Lembaga MWC NU Pasongsongan menggelar acara sesuai
misi yang diembannya. Mereka semua bergerak, selaras dengan apa yang
direncanakan lewat rapat bersama jajaran pengurus MWC NU Pasongsongan
sebelumnya.
Contohnya, LTM (Lembaga
Takmir Masjid) MWC NU Pasongsongsongan menggelar acara Khotmil Qur'an.
Bertempat di Masjid Al-Ihsan dan Masjid Al-Hidayah Desa Pasongsongan. Acara ini
diselenggarakan tanggal 1/2/2022, sekaligus sebagai permulaan start perayaan
Harlah NU.
Demikian pula, tiap-tiap Pengurus Ranting Desa menggelar pengajian (ceramah agama) bergilir yang dainya dari para kiai alim NU Pasongsongan.
Bahkan, PAR (Pengurus Anak Ranting) yang anggotanya hanya orang-orang skop satu kampung, mereka turut serta menyemarakkan Harlah NU ke-99 di dusunnya masing-masing. Ada yang baca Surah Yasin bersama dan istighasah, ada sholawatan dan tahlil. Luar biasa.
Dibidang seni budaya, Lesbumi MWC NU Pasongsongan merefleksikan Harlah NU ke-99 dengan mementaskan Macapat Madura. Seni warisan nenek moyang ini dihelat pada tanggal, 5/2/2022 di Dusun Banteng Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan.
Menurut banyak tokoh masyarakat di luar Pasongsongan, ini merupakan era baru kebangkitan MWC NU Pasongsongan semenjak dinakhodai Kiai Ahmad Riyadi, M.Pd.
Sedangkan masyarakat Pasongsongan sendiri mulai merasakan sentuhan gerakan NU. Saat ini, jiwa mereka tidak lagi jauh dengan NU. Ya, NU tidak hanya tulisan atau simbol, tapi NU terus maju berkegiatan untuk kemaslahatan umat menyongsong masa depan lebih baik.
Kini, jiwa-raga mereka benar-benar ahlussunnah wal jamaah. Bukti sahih, kesemarakan Harlah NU ke-99 mengisi setiap sudut-sudut kampung di wilayah Kecamatan Pasongsongan. Kontribusinya, warga masyarakat Pasongsongan memiliki empati itu, dengan sedikit mengeluarkan dana secara sukarela demi sukses yang diharapkan.[]
Harlah NU ke-99: LP Ma’arif Pasongsongan Perkuat Soliditas antar LP
| Abu Thalib,S.Pd.,M.Pd. |
Sumenep – Satu lagi momen rangkaian peringatan Hari Lahir
(Harlah) NU ke-99 di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep digelar disalah
satu halaman Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Pasongsongan, MA Itmamunnajah.
Berlokasi di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan. Ahad (6/2/2022).
Ketua Yayasan LP Ma’arif Pasongsongan, Abu Thalib,S.Pd.,M.Pd mengatakan:
“Dalam Harlah NU ke-99 yang kita peringati kali ini, saya ingin mengajak seluruh siswa dan guru mengamalkan Bismillah sebanyak 331 kali untuk keutuhan dan kesinambungan LP Maarif Pasongsongan.”
Hadir dalam acara tersebut, Ketua MWC NU Pasongsongan dan jajarannya, semua guru dan siswa kelas akhir dari MI (Madrasah Ibtidaiyah) sampai MA (Madrasah Aliyah).[]
Penulis berita: Akhmad Jasimul Ahyak
Editor: Yant Kaiy
Cemarkan Nama Baik , Oknum Karyawan SPBU Batuan Resmi Dilaporkan ke Pihak Polres Sumenep
| SPBU (Foto: pexels.com) |
Sumenep – Maksud hati mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU
53.694.10 yang berlokasi di Jalan Raya Batuan, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Seorang wartawan media online Cyber Nusantara News (CNN), Nahriyadi malah
menerima tuduhan keji dari salah satu pegawainya. Kamis (27/1/2022).
Peristiwa
itu bermula saat insting wartawan Nahriyadi muncul, ketika melihat petugas SPBU
mengisi BBM ke jeriken yang berada didalam mobil minibus di depan antriannya
menuju dispenser Pertalite.
Teringat
dengan peristiwa kebakaran perahu pengangkut BBM di perairan Sapudi beberapa
waktu lalu. Spontan, Nahriyadi dengan insting sebagai wartawan secara sigap
mengeluarkan telepon genggamnya untuk mendokumentasikan kegiatan yang menyalahi
regulasi Pertamina tersebut.
Namun,
tanpa ba-bi-bu pihak manajemen SPBU Batuan yang memiliki nama panggilan Ubay,
tiba-tiba menghampiri dan memaki-maki Nahriyadi wartawan media CNN, yang
dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Bekna
tangabas matana yeh, aria kan la jelas, dilarang mengamera di areal pom, monta’
olle izin deri ngko’, padahal wartawan selaen njek’ tak padena bekna (Berarti
matamu tidak melihat ya kalau disitu ada tanda larangan dilarang mengambil
gambar di areal pom tanpa seizin saya, padahal wartawan lain tak seperti kamu,
red),” bentak Ubay.
Tidak
berselang lama, datang lagi petugas SPBU Batuan lainnya yang diketahui bernama
Khairul, mengarahkan kamera handphone-nya kepada Nahriyadi, lalu berteriak dan
menyebut-nyebut, “Ini Media Pemeras, ini
Media Pemeras, Ini Media Pemeras,” berulang-ulang di muka umum.
Atas
perkataan Khairul petugas SPBU Batuan, yang menghina dan mencemarkan profesi
awak media, rekan-rekan wartawan senasib dan seperjuangan dari berbagai media
di Sumenep, merasa perlu mengambil sikap.
Pada
Sabtu (5/2/2022) pukul 10 pagi, 20 Wartawan dari 17 Media mendatangi SPBU
53.694.10, guna meminta klarifikasi dan permohonan maaf dari pihak manajemen
SPBU Batuan atas kejadian yang menimpa Nahriyadi.
Diwakili
R. Faldi Aditya Pemimpin Redaksi okedaily.com,
rekan-rekan dari 17 Media diterima oleh Ubay dan Khairul di ruangan kantor
manajemen SPBU Batuan, menuntut permohonan maaf secara terbuka.
“Kami
menuntut agar pihak SPBU Batuan, meminta maaf secara terbuka kepada rekan
Nahriyadi, atas pencemaran nama baik ‘Ini Media Pemeras’ yang dilontarkan salah
satu pegawainya Khairul, melalui Media rekan-rekan yang datang,” tegas Pemred okedaily.com.
Kemudian,
lanjut R. Faldi, pihak manajemen pom bensin juga diminta untuk mengganti dan bertanggung
jawab atas kerugian yang timbul bagi Nahriyadi atas perkataan tersebut. “Pihak
SPBU Batuan juga harus memberikan ganti kerugian inmateriil yang telah diderita
Nahriyadi,” ujarnya.
Lebih
jauh Pemred okedaily.com itu
menjelaskan, dalam pasal 1365 KUHPerdata, dinyatakan bahwa, “Setiap perbuatan
melawan hukum, yang oleh karenanya menimbulkan kerugian pada orang lain,
mewajibkan orang yang karena kesalahannya menyebabkan kerugian itu mengganti
kerugian,” paparnya.
Upaya mengedepankan mediasi yang dilakukan, ternyata tidak diindahkan oleh pihak manajemen SPBU Batuan. Demi menjaga ‘marwah wartawan’, Nahriyadi didampingi oleh Hendra, Kepala Perwakilan Wilayah Madura Media CNN bersama rekan-rekan dari 17 Media memutuskan untuk melaporkan hal tersebut ke Aparat Kepolisian.
Bertandang ke Polres Sumenep pukul 15.00 WIB, pemeriksaan laporan yang ditujukan kepada Khairul pegawai SPBU Batuan, dengan Perkara Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik sebagaimana dimaksud dalam pasal 310 ayat 1 KUH Pidana, memakan waktu hingga 4 jam. Dengan Tanda Bukti Lapor Nomor: TBL/B/31/11/2022/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR. (Team/Yant Kaiy)
Sabtu, 05 Februari 2022
Harlah NU ke-99: Lesbumi Pasongsongan Menggelar Macapat Madura
| Kiai Ahmad Riyadi (baju Putih) hadir di pementasan seni budaya Macapat Madura. (Foto: Yant Kaiy) |
Sumenep – Seni budaya warisan nenek moyang yakni Macapat
Madura tadi malam digelar di Kampung Benteng Desa Panaongan Kecamatan
Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Sabtu (5/2/2022).
“Pementasan seni Macapat kali ini adalah rangkaian lanjutan dari peringatan Harlah NU. Semua Banom dan Lembaga MWC NU Pasongsongan membuat acara tersendiri secara bergilir. Tidak bersamaan. Semua terjadwal. Beda tempat, beda acara,” terang Ketua Lesbumi Pasongsongan, Akhmad Jasimul Ahyak pada apoymadura.com.
Lebih jauh Jasimul mengatakan, bahwa Ketua MWC NU Pasongsongan (Kiai Ahmad Riyadi) memang menginstruksikan kepada seluruh Ketua Banom dan Lembaga agar bisa membuat program acara tersendiri (secara mandiri) sebaik mungkin dalam rangka memperingati Harlah NU ke-99.
“Jadi peringatan Harlah NU setiap malam dan siang ada terus di wilayah Kecamatan Pasongsongan. Ini sangat luar biasa,” tandas Jasimul.
Ada tambahan sedikit. Dalam pentas seni Macapat Madura tadi malam dihadiri Ketua dan Wakil MWC NU Pasongsongan serta beberapa Ketua Lembaga. (Yant Kaiy)
# Featured
Buka Puasa Hari ini dalam Ironi
Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...
-
Catatan: Yant Kaiy Membantu seorang teman membuatkan soal-soal Bahasa Madura. Dia seorang guru yang mengajar di salah sebuah SDN di Ke...
-
Catatan: Yant Kaiy Pada Sabtu (24/4/2021) salah seorang teman guru honorer datang ke rumah. Ia meminta dibuatkan soal-soal Bahasa Madura...
