Rabu, 09 Februari 2022

Bupati Achmad Fauzi SH MH Minta Maaf Kepada Pasien Saat Tinjau Lokasi Ambruknya Plafon RSUD

Bupati Sumenep saat berada di RSUD H.Moh. Anwar
SUMENEP, apoymadura.com Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH, meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada para pasien dan keluarga atas kejadian ambruknya plafon ruang rawat inap atau perawatan bedah lantai 2 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar, Jalan Dr. Cipto Kolor Sumenep. Kamis (10/2/2022)

“Saya secara pribadi dan atas nama pemerintah kabupaten Sumenep mohon maaf atas kejadian ini, karena plafon ruangan itu ambruk bukan faktor kesengajaan,” kata Bupati saat mengunjungi pasien dan keluarganya di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Bupati Fauzi menyatakan, meskipun insiden plafon ambruk yang dipicu hujan deras disertai angin dan petir tidak menimbulkan korban jiwa, namun dirinya tetap meminta maaf, mengingat atas kejadian itu membuat panik dan terkejut pasien dan keluarganya.

“Sekali lagi, saya mohon maaf karena bagaimanapun kejadian ini, baik pasien maupun keluarganya sangat terkejut dan panik,” terangnya.

Pemerintah kabupaten Sumenep berupaya dalam waktu dekat untuk segera memperbaiki plafon ruangan yang ambruk, mengingat ruangan itu sangat dibutuhkan, sehingga bisa ditempati pasien kembali.

“Petugas RSUD dan keluarga pasien sebelum plafon ruangan ambruk bergerak cepat untuk menyelamatkan pasien keluar dari ruangan. Alhamdulillah tidak ada satupun pasien menjadi korban atau tertimpa reruntuhan plafon,” ungkapnya.

Sementara, pada kesempatan yang sama Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati mengungkapkan, pasien yang berada di ruangan perawatan itu sebanyak 17 orang, terdiri dari pasien anak sebanyak 4 pasien dan 14 pasien dewasa, Sementara waktu sebelum kejadian, pasien itu sudah dievakuasi ke ruang perawatan di lantai satu, yang sebelumnya disiapkan untuk ruangan isolasi pasien COVID-19,” tandasnya.

Ambruknya plafon ruang perawatan bedah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) itu tidak ada korban. Setelah pindah ke ruangan lantai satu, petugas medis memberikan pelayanan seperti biasa kepada pasien.

“Karena peristiwa itu tidak ada korban, para petugas memberikan pelayanan seperti biasa kepada pasien,” pungkas dr. Erliyati. (Sl/YK)




Sebanyak 8 Pekerja Migran Indonesia tiba di Sumenep Langsung Jalani Karantina

Delapan orang PMI langsung menjalani masa karantina.

SUMENEP, apoymadura.com – Sejumlah 8 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) tiba di Kabupaten Sumenep dan langsung dikarantina di Rumah Isolasi Darurat Covid-19 (RIDC) Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur. Rabu (9/2/2022) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kepala DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman mengatakan, bahwa 8 PMI itu berasal dari warga Arjasa dan Kangayan. Dua diantaranya warga Kangayan dan 6 orang warga Arjasa, Pulau Kangean Kabupaten Sumenep.

Setelah tiba di Sumenep, 8 Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut dikawal ketat oleh DPMPTSP dan Tenaga Kerja beserta Kodim 0827/Sumenep serta Tim kesehatan Kabupaten Sumenep.

“Dari 8 PMI itu dari Malaysia dan Brunei Darussalam, ” jelas Rahman

Lebih jauh Rahman mengatakan, mereka hanya dikarantina 1 hari saja, sebab hasil tes swab PCR-nya negatif.

Mereka, kata Rahman Riadi, untuk dipulangkan ke rumah asalnya hanya menunggu pemberangkatan kapal saja.

Rahman Riadi menegaskan, kedatangan mereka dari 8 PMI tadi siang tetap dikawal ketat dengan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 dan virus Omicron. (Yang/YK)





Ruang Inap RSUD Sumenep Plafonnya Ambruk

Inilah ruangan yang plafonnya ambruk.

SUMENEP, apoymadura.com - Plafon ruang rawat inap atau perawatan bedah lantai 2 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur ambruk sore tadi. Rabu (9/2/2022).

Saat peristiwa itu terjadi, dalam ruangan tersebut terdapat 17 pasien yang sedang menjalani perawatan, diantaranya 4 pasien merupakan pasien anak.

“Sisanya, sebanyak 13 pasien dewasa,” kata dr. Erliyati Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep,

Pasca kejadian itu, kata dr. Erliyati semua pasien langsung dievakuasi. “Sementara waktu, pasien itu sudah dievakuasi ke ruang perawatan di lantai satu, yang sebelumnya disiapkan untuk ruangan isolasi pasien Covid-19,” jelasnya.

Menurur Erliyati dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Setelah pindah ke ruangan lantai satu, petugas medis memberikan pelayanan seperti biasa kepada pasien.

“Karena peristiwa itu tidak ada korban, para petugas memberikan pelayanan seperti biasa kepada pasien,” pungkas dr. Erliyati. (Sl/YK)





Selasa, 08 Februari 2022

Sulaisi Abdurrazaq (Ketua APSI Jatim): Penjelasan Mengenai PI Migas di Sumenep

SUMENEP, apoymadura.com - Kabupaten Sumenep salah satu daerah yang berada di Pulau Madura dan memiliki berkah dari Sang Khalik berupa kekayaan alam berlimpah dengan gugusan keindahan bumi kepulauan yang bergandeng mesra satu sama lain.

Salah satu berkah Tuhan terbesar itu bernama Minyak dan Gas (Migas).

Terbukti, banyak perusahaan besar yang menanamkan modalnya di Bumi Arya Wiraraja ini untuk melakukan eksplorasi Migas.

Hal itu diantaranya Kangean Energi Indonesia (KEI), HCML lepas pantai Pulau Raas dan Pulau Sapudi,  Energi Mineral Langgeng dan Medco Energi dengan jumlah lifting ribuan barel yang bernilai miliaran rupiah.

Lantas apakah berkah kekayaan alam Sumenep ini dapat memberikah manfaat bagi kesejahteraan masyarakatnya?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep pada tahun 2021 berada pada angka 20,5 persen.

Terdapat peningkatan jika dibandingkan tahun 2020 dalam catatan BPS Sumenep tercatat penduduk miskin sebesar 220,23 ribu orang.

Ada peningkatan penduduk miskin sebesar 8,25 ribu orang 0,70 persen.

Karena pada tahun 2019 berdasarkan angka garis kemiskinan sebesar Rp 357.473, data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep menunjukkan bahwa penduduk miskin di Sumenep tahun 2019 sebesar 211,98 ribu orang atau 19,48 persen.

Padahal secara aturan seperti tertuang pada Permen ESDM Nomor 37 tahun 2016, daerah yang menjadi lokasi dari eksplorasi migas mendapat Participating Interesting (PI) sebesar 10 persen. Tentu dana teresebut sangatlah besar.

Kemudian, kemana dana PI mengalir jikalau tidak mampu mengentaskan kemiskinan di wilayah Sumenep khususnya?

Apoymadura.com bertemu langsung dengan Ketua DPW Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Sulaisi Abdurrazaq mengatakan dari persoalan tersebut, diduga mengalir ke kantong-kantong sejumlah para elite di Kota Keris.

Pendapat itu kata Sulaisi, sudah didasarkan penelitiannya terhadap masyarakat sekitar lokasi eksplorasi Migas di kepulauan.

Bahkan katanya, pihaknya menemukan fakta yang mencengangkan dimana masyarakat tidak memiliki dampak kesejahteraan dari keberadaan kegiatan usaha tersebut.

Ia menyebutkan, banyak sekali fasilitas publik yang rusak parah, misalnya akses jalan di daerah sekitar lokasi terdampak masih tidak teraspal, juga fasilitas lainnya seperti air bersih dan listrik yang dinikmati oleh masyarakat.

"Pada saat itu saya simpulkan PI migas tidak menetes ke bawah, artinya terhenti hanya di kelompok para elite," kata Sulaisi Abdurrazaq saat ditemui usai mengisi materi FGD di Sumenep dengan tema: PI 10 persen Migas untuk siapa? pada hari Senin (7/2/2021).

Bahkan Sulaisi menduga, PI 10 persen ini mengalir hingga ke pemangku Kebijakan saat ini. Sebab sepanjang tahun 2011 hingga 2015 perusahaan BUMD PT WUS sebagai pengelola PI migas memiliki kantor perwakilan di Jakarta dan Kepala kantornya adalah Bupati saat ini yang kapasitasnya sebagai penerima kuasa dari Direktur PT WUS.

Fakta katanya, sudah tertuang dalam surat putusan pengadilan dalam kasus tindak pidana korupsi yang menjerat Direktur PT WUS.

"Kapasitasnya sebagai penerima kuasa pencairan uang dan bergerak sendiri Sitrul Arsyi (Direktur PT WUS), untuk membuka rekening sendiri di Jakarta yang ditolak karena kantornya bukan di Jakarta tapi di Sumenep," jelasnya.

Hal ini menurutnya, tidak terlepas dari pengelolaan PI yang tidak transparan kepada publik dan lemahnya pengawasan oleh lembaga-lembaga tinggi negara di daerah.

Maka ke depan untuk memastikan realisai PI 10 persen agar sampai kepada publik kata Sulaisi Abdurrazaq, dibutuhkan turut serta civil society untuk melakukan pengawasan.

"Karena lembaga legislatif, ekskutif dan yudikatif cenderung memiliki hubungan yang nyaman bekerjasama, kalau rekan-rekan aktivis, media atau pers tidak ikut pro aktif mengawasi ya sangat rawan," ungkapnya. (Sl/YK)





Amazing, Kontingen Pramuka Nuris Bataal Barat Raih Juara

Kontingen Pramuka Nuris Bataal Barat-Ganding

SUMENEP, apoymadura.com - Gerakan Pramuka Gugus Depan Pangkalan PP Nurul Islam (NURIS), Desa Bataal Barat Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep berhasil meraih Juara Umum dan Juara III dalam ajang Perkemahan Silaturahmi Antar Lembaga (PERSAGA VIII), tingkat penggalang putra-putri se-Madura, yang digagas oleh Madrasah Nurul Ulum, Topoar, Karduluk, Pragaan Sumenep, sejak tanggal 5-7 Februari 2022.

Muhammad Yasit, S.Pd,. Ketua Gugus Depan (Ka. GUDEP) 09.045-09.046 Pangkalan PP Nurul Islam Bataal Barat menyambut gembira atas prestasi yang diraih siswa-siswinya tersebut.

"Alhamdulillah dari Regu Anggrek Jingga (Putri) bisa meraih juara umum dan Regu Black Eagle (Putra) meraih juara III," ujarnya penuh gembira. Selasa (8/2/2022).

Torehan juara tersebut bukanlah sesuatu yang mudah diraih. Mereka harus bersaing dengan lembaga-lambaga lain di Pulau Garam Madura.

Ia juga berharap anak didiknya tetap berlatih dan meningkatkan disiplin kepramukaan serta berkegiatan yang mendukung program pramuka di sekolah untuk bisa mempertahankan kejuaraan pada tahun mendatang.

"Meskipun sudah banyak raihan juara, tapi harus tetap semangat apalagi tantangan kedepannya pasti lebih ketat," ucapnya mengingatkan. (Ziyad/YK)





Senin, 07 Februari 2022

Santet, Terdengar Mengerikan

Gambar: pexels.com

Catatan: Yant Kaiy

Ketika salah sebuah klinik memvonis seorang pasien tidak memiliki penyakit, maka si sakit mentalnya kacau. Pikirannya melayang. Hal-hal mistik (gaib) mulai menyetubuhi benaknya. Sadar tidak sadar, daya tahan tubuh (imun) jadi menurun. Harapan sembuh terkikis karena menurutnya tidak akan ada lagi obat medis yang bisa menyembuhkan penyakitnya.

Padahal ia nyata sakit. Suhu tubuhnya tinggi seperti terbakar. Alat-alat kedokteran ternyata tidak bisa mendiagnosa penyakit apa yang dideritanya.

Ending dari pergulatan opini keluarga mengerucut pada santet. Santet atau guna-guna adalah ilmu hitam. Ilmu untuk mencelakai orang lain dari jarak jauh.

Mereka sepakat mencari pengobatan alternatif. Dari satu dukun ke dukun lain memohon kesembuhan. Mereka sedikit demi sedikit mulai melupakan Tuhan yang dipercaya sebelumnya sebagai Maha Penyembuh.

Tatkala kesembuhan tak kunjung datang, si penderita bertambah tersiksa. Lalu mulai percaya dengan kata-kata dukun, bahwa yang membuat dirinya sakit adalah tetangganya.

Dari titik inilah ia dan pihak keluarganya mulai menyisir tetangganya. Setelah itu lalu disimpulkan, bahwa siapa biangnya.

Ini bisa ditebak pada episode terakhir. Pertengkaran atau permusuhan. Kalau pertengkaran akan terjadi pembunuhan. Kalau permusuhan akan mengakibatkan rusaknya tatanan sosial budaya yang berlaku harmonis jauh hari sebelumnya.

Semoga kita tidak menjadi salah satu bagian dari sandiwara hidup seperti ini. Amin!



Praktisi Hukum: Perusahaannya juga Bisa Ditindak Soal Arogansi Karyawan SPBU Batuan

Syafrawi, SH

SUMENEP, apoymadura.com - Soal dugaan  pencemaran nama baik oleh Karyawan SPBU 53.694.10 Batuan, kepada wartawan online CNN berbuntut panjang. Bahkan SPBU disinyalir telah melanggar Perpres terhadap regulasi aturan SOP SPBU pengisian.

Hal itu disampaikan Praktisi Hukum, Syafrawi, SH, bahwa tidak hanya laporan karyawan yang melakukan arogansi terhadap wartawan, namun setidaknya juga perusahaan pengisian BBM ke jerigen  tidak sesuai standard Pertamina  yang telah melanggar undang-undang.

"Tidak hanya laporkan karyawannya , tapi juga Regulasi aturan SOP SPBU mengisi BBM menggunakan jerigen," katanya.

Sesuai Perpres no. 191/2014, Perpres no. 15 / 2012, dan Permen ESDM No. 8 / 2012, menurutnya, dalam  regulasi dan SOP sudah diatur dengan  jelas pengisian BBM menggunakan bahan jerigen yang  standart, yakni  bahan yg terbuat dari High Density Polyethylene ( HDPE ).

"Jika ada SPBU yang mengisi BBM ke konsumen dengan menggunakan jerigen tidak sesuai dengan  standart sebagaimana dalam  SOP dan aturan,  maka perlu ditindak tegas oleh aparat penegak hukum. Dan Pertamina selaku pengawas yang ditunjuk negara dalam pengelolaan serta suplay BBM," ungkap Syafrawi.

Padahal, selain itu konsumen yang  mengisi BBM dengan  jerigen harus  punya surat rekomendasi, maka sebelum mengeluarkan rekomendasi perlu dicek terlebih dahulu. Apakah jerigen yang  dimiliki sudah sesuai dengan apa yang dipersyaratkan dalam aturan.

"Itu kan sudah jelas melanggar perusahaan SPBU, harusnya ditindak tegas itu. Agar tidak hanya karyawannya jadi korban, ujarnya.

Sebelumnya, wartawan online CNN melaporkan karyawan SPBU 53.694.10 ke Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur. Pasalnya, karyawan SPBU yang berlokasi di Jalan Raya Batuan diduga melakukan tindakan pencemaran nama baik.

Terbukti Sesuai TBL (Tanda Bukti Lapor) Nomor: TBL/B/31/11/2022/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR datang ke kantor Mapolres setempat didampingi sejumlah awak media.

Awal peristiwa terjadi, saat wartawan media online Cyber Nusantara News (CNN) Nahriyadi, mau mengisi BBM (Bahan Bakar Minyak) di SPBU Batuan tersebut, Kamis (27/1) kemarin.

Sesampainya dilokasi, Nahriyadi melihat petugas SPBU mengisi BBM ke jerigen yang berada didalam mobil minibus di depan antriannya. "Saat itu kami teringat peristiwa kebakaran perahu muat BBM, karena tugas kami pewarta spontan saya menuju dispenser Pertalite," kata Nahriyadi.

Menurutnya, pihaknya mengambil HP Android-nya untuk dokumentasi yang dinilai sudah menyalahi aturan regulasi Pertamina. Namun, manajemen SPBU Batuan berinisial  U, tiba-tiba menghampiri dan memaki-maki Nahriyadi  dengan nada kasar..

Bekna tangabas matana yeh, aria kan la jelas, dilarang mengamera di areal pom, monta’ olle izin deri ngko’, padahal wartawan selaen njek’ tak padena bekna. (Kamu tidak melihat matanya ya, kalau disitu ada tanda larangan dilarang mengambil gambar di areal pom tanpa seizin saya, padahal wartawan lain tak seperti kamu, red),” ungkanya meniru perkataan pihak SPBU.

Bahkan, karyawan lain datang berinisial H, berlagak wartawan mengambil gambar wartawan CNN dengan berteriak lantang:  “Ini Media  Pemeras, ini Media Pemeras, ini Media Pemeras,” ungkapnya. (Sl/YK)



Minggu, 06 Februari 2022

Harlah NU ke-99 Pasongsongan, Dikemas Sederhana tapi Komprehensif

Kiai Ahmad Riyadi, M.Pd.

Catatan: Yant Kaiy

Peringatan Harlah NU ke-99 tahun 2022 di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep memang terkesan sederhana. Mungkin orang bilang biasa-biasa saja. Tapi berdasar pantauan media ini (apoymadura.com), ternyata masing-masing Banom (Badan Otonom) dan Lembaga MWC NU Pasongsongan menggelar acara sesuai misi yang diembannya. Mereka semua bergerak, selaras dengan apa yang direncanakan lewat rapat bersama jajaran pengurus MWC NU Pasongsongan sebelumnya.

 

Contohnya, LTM (Lembaga Takmir Masjid) MWC NU Pasongsongsongan menggelar acara Khotmil Qur'an. Bertempat di Masjid Al-Ihsan dan Masjid Al-Hidayah Desa Pasongsongan. Acara ini diselenggarakan tanggal 1/2/2022, sekaligus sebagai permulaan start perayaan Harlah NU.


Demikian pula, tiap-tiap Pengurus Ranting Desa menggelar pengajian (ceramah agama) bergilir yang dainya dari para kiai alim NU Pasongsongan.


Bahkan, PAR (Pengurus Anak Ranting) yang anggotanya hanya orang-orang skop satu kampung, mereka turut serta menyemarakkan Harlah NU ke-99 di dusunnya masing-masing. Ada yang baca Surah Yasin bersama dan istighasah, ada sholawatan dan tahlil. Luar biasa.


Dibidang seni budaya, Lesbumi MWC NU Pasongsongan merefleksikan Harlah NU ke-99 dengan mementaskan Macapat Madura. Seni warisan nenek moyang ini dihelat pada tanggal, 5/2/2022 di Dusun Banteng Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan.


Menurut banyak tokoh masyarakat di luar Pasongsongan, ini merupakan era baru kebangkitan MWC NU Pasongsongan semenjak dinakhodai Kiai Ahmad Riyadi, M.Pd.


Sedangkan masyarakat Pasongsongan sendiri mulai merasakan sentuhan gerakan NU. Saat ini, jiwa mereka tidak lagi jauh dengan NU. Ya, NU tidak hanya tulisan atau simbol, tapi NU terus maju berkegiatan untuk kemaslahatan umat menyongsong masa depan lebih baik.


Kini, jiwa-raga mereka benar-benar ahlussunnah wal jamaah. Bukti sahih, kesemarakan Harlah NU ke-99 mengisi setiap sudut-sudut kampung di wilayah Kecamatan Pasongsongan. Kontribusinya, warga masyarakat Pasongsongan memiliki empati itu, dengan sedikit mengeluarkan dana secara sukarela demi sukses yang diharapkan.[]




Harlah NU ke-99: LP Ma’arif Pasongsongan Perkuat Soliditas antar LP

Abu Thalib,S.Pd.,M.Pd.

Sumenep – Satu lagi momen rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-99 di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep digelar disalah satu halaman Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Pasongsongan, MA Itmamunnajah. Berlokasi di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan. Ahad (6/2/2022).

Ketua Yayasan LP Ma’arif Pasongsongan, Abu Thalib,S.Pd.,M.Pd mengatakan:

“Dalam Harlah NU ke-99 yang kita peringati kali ini, saya ingin mengajak seluruh siswa dan guru mengamalkan Bismillah sebanyak 331 kali untuk keutuhan dan kesinambungan LP Maarif Pasongsongan.”

Hadir dalam acara tersebut, Ketua MWC NU Pasongsongan dan jajarannya, semua guru dan siswa kelas akhir dari MI (Madrasah Ibtidaiyah) sampai MA (Madrasah Aliyah).[]

Penulis berita: Akhmad Jasimul Ahyak

Editor: Yant Kaiy



Cemarkan Nama Baik , Oknum Karyawan SPBU Batuan Resmi Dilaporkan ke Pihak Polres Sumenep

SPBU (Foto: pexels.com)

Sumenep – Maksud hati mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 53.694.10 yang berlokasi di Jalan Raya Batuan, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Seorang wartawan media online Cyber Nusantara News (CNN), Nahriyadi malah menerima tuduhan keji dari salah satu pegawainya. Kamis (27/1/2022).

Peristiwa itu bermula saat insting wartawan Nahriyadi muncul, ketika melihat petugas SPBU mengisi BBM ke jeriken yang berada didalam mobil minibus di depan antriannya menuju dispenser Pertalite.

Teringat dengan peristiwa kebakaran perahu pengangkut BBM di perairan Sapudi beberapa waktu lalu. Spontan, Nahriyadi dengan insting sebagai wartawan secara sigap mengeluarkan telepon genggamnya untuk mendokumentasikan kegiatan yang menyalahi regulasi Pertamina  tersebut.

Namun, tanpa ba-bi-bu pihak manajemen SPBU Batuan yang memiliki nama panggilan Ubay, tiba-tiba menghampiri dan memaki-maki Nahriyadi wartawan media CNN, yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Bekna tangabas matana yeh, aria kan la jelas, dilarang mengamera di areal pom, monta’ olle izin deri ngko’, padahal wartawan selaen njek’ tak padena bekna (Berarti matamu tidak melihat ya kalau disitu ada tanda larangan dilarang mengambil gambar di areal pom tanpa seizin saya, padahal wartawan lain tak seperti kamu, red),” bentak Ubay.

Tidak berselang lama, datang lagi petugas SPBU Batuan lainnya yang diketahui bernama Khairul, mengarahkan kamera handphone-nya kepada Nahriyadi, lalu berteriak dan menyebut-nyebut, “Ini Media  Pemeras, ini Media Pemeras, Ini Media Pemeras,” berulang-ulang di muka umum.

Atas perkataan Khairul petugas SPBU Batuan, yang menghina dan mencemarkan profesi awak media, rekan-rekan wartawan senasib dan seperjuangan dari berbagai media di Sumenep, merasa perlu mengambil sikap.

Pada Sabtu (5/2/2022) pukul 10 pagi, 20 Wartawan dari 17 Media mendatangi SPBU 53.694.10, guna meminta klarifikasi dan permohonan maaf dari pihak manajemen SPBU Batuan atas kejadian yang menimpa Nahriyadi.

Diwakili R. Faldi Aditya Pemimpin Redaksi okedaily.com, rekan-rekan dari 17 Media diterima oleh Ubay dan Khairul di ruangan kantor manajemen SPBU Batuan, menuntut permohonan maaf secara terbuka.

“Kami menuntut agar pihak SPBU Batuan, meminta maaf secara terbuka kepada rekan Nahriyadi, atas pencemaran nama baik ‘Ini Media Pemeras’ yang dilontarkan salah satu pegawainya Khairul, melalui Media rekan-rekan yang datang,” tegas Pemred okedaily.com.

Kemudian, lanjut R. Faldi, pihak manajemen pom bensin juga diminta untuk mengganti dan bertanggung jawab atas kerugian yang timbul bagi Nahriyadi atas perkataan tersebut. “Pihak SPBU Batuan juga harus memberikan ganti kerugian inmateriil yang telah diderita Nahriyadi,” ujarnya.

Lebih jauh Pemred okedaily.com itu menjelaskan, dalam pasal 1365 KUHPerdata, dinyatakan bahwa, “Setiap perbuatan melawan hukum, yang oleh karenanya menimbulkan kerugian pada orang lain, mewajibkan orang yang karena kesalahannya menyebabkan kerugian itu mengganti kerugian,” paparnya.

Upaya mengedepankan mediasi yang dilakukan, ternyata tidak diindahkan oleh pihak manajemen SPBU Batuan. Demi menjaga ‘marwah wartawan’, Nahriyadi didampingi oleh Hendra, Kepala Perwakilan Wilayah Madura Media CNN bersama rekan-rekan dari 17 Media memutuskan untuk melaporkan hal tersebut ke Aparat Kepolisian.

Bertandang ke Polres Sumenep pukul 15.00 WIB, pemeriksaan laporan yang ditujukan kepada Khairul pegawai SPBU Batuan, dengan Perkara Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik sebagaimana dimaksud dalam pasal 310 ayat 1 KUH Pidana, memakan waktu hingga 4 jam. Dengan Tanda Bukti Lapor Nomor: TBL/B/31/11/2022/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR. (Team/Yant Kaiy) 



Sabtu, 05 Februari 2022

Harlah NU ke-99: Lesbumi Pasongsongan Menggelar Macapat Madura

Kiai Ahmad Riyadi (baju Putih) hadir di pementasan seni budaya Macapat Madura. (Foto: Yant Kaiy)

Sumenep – Seni budaya warisan nenek moyang yakni Macapat Madura tadi malam digelar di Kampung Benteng Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Sabtu (5/2/2022).

“Pementasan seni Macapat kali ini adalah rangkaian lanjutan dari peringatan Harlah NU. Semua Banom dan Lembaga MWC NU Pasongsongan membuat acara tersendiri secara bergilir. Tidak bersamaan. Semua terjadwal. Beda tempat, beda acara,” terang Ketua Lesbumi Pasongsongan, Akhmad Jasimul Ahyak pada apoymadura.com.

Lebih jauh Jasimul mengatakan, bahwa Ketua MWC NU Pasongsongan (Kiai Ahmad Riyadi) memang menginstruksikan kepada seluruh Ketua Banom dan Lembaga agar bisa membuat program acara tersendiri (secara mandiri) sebaik mungkin dalam rangka memperingati Harlah NU ke-99.

“Jadi peringatan Harlah NU setiap malam dan siang ada terus di wilayah Kecamatan Pasongsongan. Ini sangat luar biasa,” tandas Jasimul.

Ada tambahan sedikit. Dalam pentas seni Macapat Madura tadi malam dihadiri Ketua dan Wakil MWC NU Pasongsongan serta beberapa Ketua Lembaga. (Yant Kaiy)



# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...