Sabtu, 05 Februari 2022

Diklat Jurnalistik LPM ESENSI STITA Sumenep Bersama Mawardi MS

Mawardi MS di tengah-tengah para mahasiswa peserta diklat.

Sumenep - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) ESENSI STITA Pondok Pesantren Aqidah Usymuni Tarate Sumenep menggelar Diklat Jurnalistik Tingkat Dasar (DJTD) bersama Mawardi MS yang bertempat di Auditorium STITA. Sabtu (5/2/2022), dimulai pukul 13.30 WIB.

Kegiatan yang dihadiri oleh pengurus LPM ESENSI dan juga mahasiswa/i di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni Tarate Pandian Sumenep. Pemateri disamping menjelaskan teknik-teknik kepenulisan berita dan esai juga memotivasi para peserta agar memiliki motivasi yang tinggi dan menjadikan menulis sebagai hobi dan kebutuhan sehari-hari.

"Menulis itu sebagai ajang untuk memperkenalkan diri kita terhadap dunia, jadi benar dengan adanya kata-kata jika ingin mengenal dunia maka membacalah dan jika ingin dikenal dunia menulislah, da saya siap memfasilitasi teman-teman yang mau menulis di kolom opini dan artikel atau juga berita terkait kampus dan kemahasiswaan, dan bahkan saya siap memfasilitasi teman-teman yang memiliki karya yang ingin dijadikan buku ber-ISBN," ungkap Mawardi disela-sela memberikan materi Diklat Jurnalistik.

Mawardi juga banyak menyinggung tentang profesi jurnalis dalam menjalankan tugas keprofesiannya serta menyampaikan tentang kebebasan dan kemerdekaan pers serta perlindungan hukum bagi pers.

“Itu semua sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers," jelas Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo.

Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Sunan Giri Surabaya itu menambahkan, "Mahasiswa yang memiliki hobi dan kebiasaan menulis itu merupakan mahasiswa yang istimewa dan luar biasa, karena menulis itu membutuhkan ketelatenan dan semangat yang tinggi,” pungkasnya. (Sl/Yant Kaiy)



Jumat, 04 Februari 2022

Tegas, Ketua GP Ansor Pati, Itqonul Hakim Saat Ditemui Kabid IKP Diskominfo Pati, Endah Murwaningrum Disaat Pembongkaran LI

Ketua GP Ansor Pati dan Endah Murwaningrum.

Pati –Sepengetahuan kami, salah satu bangunan yang dirobohkan oleh Pemda dan diklaim oleh pihak-pihak tertentu sebagai “Pondok Pesantren” itu bukanlah pesantren, melainkan bangunan bertingkat dengan kamar-kamar yang identik dengan aroma prostitusi. Lha wong banyak alat kontrasepsi kita temukan di lokasi kok, kan saya ada di lokasi dari awal hingga selesai pembongkaran,tegas Ketua GP Ansor Pati, Itqonul Hakim ketika ditemui Kabid IKP Diskominfo Pati, Endah Murwaningrum disaat pembongkaran LI. Kamis (3/2/2022).

“Memang tidak kita pungkiri, bahwa disitu ada terpampang plang pondok pesantren, ada foto-foto kyai khos,  namun dari sumber info valid menyebutkan, bahwa plang pondok pesantren itu baru dipasang setelah Pemda merespon aspirasi semua pihak dengan kebijakan perobohan kawasan prostitusi LI, mengacu pada aturan-aturan yang ada, siapapun boleh cek ke warga Pati, begitu mendengar kata Lorok Indah maka sudah pasti itulah sarang prostitusi, tegasnya.

Itqon juga menambahkan bahwa dari situlah justru PCNU dan teman Ansor simpulkan, bahwa ada  oknum yang mau bermain-main dengan menggunakan pesantren sebagai tameng untuk menghindari proses penertiban lokalisasi.

Na’udzubillah jika ada manusia yang tega menggunakan pesantren sebagai bamper prostitusi. Saya ini lahir di lingkungan pesantren, belajar juga di pesantren, pulang pun tinggal di lingkungan pesantren, jadi faham betul dengan pesantren, dan dipastikan kawasan LI itu tidak ada pesantren, adanya prostitusi yang  nyamar jadi pesantren, biar tidak dirobohkan oleh Pemda, bahaya kan, timpalnya.

PCNU dan GP Ansor Pati mengapresiasi langkah tegas Pemda

Selamat untuk seluruh warga Pati karena mendapatkan kado istimewa di tanggal 1 Rajab dari Pemerintah Daerah, yakni pembongkaran kawasan prostitusi, tempat penyebaran HIV AIDS terbesar di Kabupaten Pati, ujarnya lebih jauh.

Untuk diketahui, pembongkaran bangunan yang selama ini dijadikan tempat prostitusi di Kabupaten Pati setelah peringatan ketiga berakhir pada 31/1/2022 berjalan dengan lancar dan kondusif, semua bangunan dirobohkan oleh alat berat yang sudah disiapkan dan diiringi penjagaan ketat oleh petugas gabungan. (Sl/Yant Kaiy)


Selengkapnya bisa disimak video ini: https://youtube.com/channel/UCx9f1D_HkIIIKnK42ZDEnWA?sub_confirmation=1

Kamis, 03 Februari 2022

Pementasan Seni Macapat Madura dalam Rangka Harlah NU ke-96

Akhmad Jasimul Ahyak

Sumenep – Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura, Akhmad Jasimul Ahyak S.Pd.l dalam siaran persnya mengatakan: 

“Pada peringatan Harlah NU ke-96 kali ini, Lesbumi Pasongsongan akan menggelar pementasan seni tradisi warisan budaya nenek moyang, yaitu Macapat Madura. Pementasan Macapat Madura bertempat di kediaman Totok, Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan.”

Pementasan Macapat Madura tersebut akan digelar pada Sabtu malam (5/2/2022), dan direncanakan dihadiri oleh beberapa jajaran pengurus MWC NU Pasongsongan dan budayawan serta para insan pers.

“Dari seluruh Badan Otonom (Banom) dan Lembaga NU se-Kecamatan Pasongsongan oleh Ketua MWC NU Pasongsongan, K Ahmad Riyadi, sengaja diberi kebebasan untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka memeriahkan Harlah NU,” terang Jasimul pada apoymadura.com. Jumat (4/2/2022).

Perlu diketahui, pelaksanaan Harlah NU ke-96 di Pasongsongan sudah diawali dengan acara Khotmil Qur’an pada Selasa (1/2/2022), dari pagi hingga malam. Bertempat di dua masjid, yakni Masjid Al-Ihsan dan Masjid Al-Hidayah Desa Pasongsongan. (Yant Kaiy)



Senin, 31 Januari 2022

Mabes NGO Ngluruk Kantor Pemkab Pamekasan, Tuntut Tolak Fattah jasin

Massa pengunjuk rasa

Pamekasan – Lebih seratus orang  pengunjuk rasa menolak Fattah Jasin sebagai bakal calon Wakil Bupati Pamekasan. Senin (31/1/2022).

Sementara yang masuk daftar calon Pengganti Antar Waktu (PAW) Wakil Bupati Pamekasan ada dua, antara lain Fatah Yasin (mantan ASN Provinsi Jatim) dan Agus Mulyadi (mantan Kepala Dinas Perizinan Kabupaten Pamekasan).

Dua nama diatas tersebut sudah disepakati partai koalisi pasangan Berbaur yang terdiri dari PKB, PAN, PKS dan Gerindra.

Abdus Salam Marhaen dalam orasinya: Innalillahi wainnailaihi rojiun Telah mati hati nurani serta kecerdasan Bupati Pamekasan dan 45 ekor Anggota Dewan dalam memilih calon Wabub import seperti Fattah Jasin yang diduga tersandung kasus korupsi.”

Bupati dan DPRD diduga telah melacurkan dirinya hanya demi kepentingan uang dan mahar rekomendasi dari partai pengusung Berbaur,” ungkap Abdus Salam Marhaen dalam orasinya.

"Terkutuklah kalian wahai Bupati dan DPRD karena kalian telah mengkhianati Alm. Wabub (Rojei)  karena kalian telah abai dan tidak bisa menjaga marwah orang Pamekasan."

Sementara Korlap Aksi lainnya Ach Sujei menyampaikan, bahwa Fattah Jasin terindikasi tersandung kasus korupsi di Tulungangung. Dan entah kenapa Bupati masih mangusulkan calon Wabub import? Apakah di Pamekasan tidak ada yang layak untuk diusulkan menjadi calon Wabub? Jangan jadikan Pamekasan menjadi tempat pembuangan produk politisi “gagal? tegas Ach Sujei dalam orasinya.

Kami atas nama Markas Besar Lintas LSM Kabupaten Pamekasan (MABES NGO), menuntut kepada panitia pemilihan cabut dan batalkan calon Wabub Fattah Jasin,” timpalnya.

Sementara Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rohman, M.Si menyampaikan beberapa patah kata dihadapan para demonstran:

“Bahwasanya kami masih menunggu hasil verifikasi faktual dulu. Jadi itu yang perlu kami sampaikan kepada adik-adik sekalian,” tandasnya. (Sl/Yant Kaiy)



Minggu, 30 Januari 2022

Telusur: Menyingkap Masa Hidup Syekh Ali Akbar Pasongsongan

Daun pintu Astah Syekh Ali Akbar Pasongsongan yang menerangkan wafat dan beberapa gelar beliau. (Foto: Yant Kaiy)

Catatan: Yant Kaiy

Seorang pengamat sejarah berasal dari Bondowoso lewat pesan singkat di sosial media bertanya tentang masa hidup Syekh Ali Akbar. Saya katakan, Syekh Ali Akbar meninggal dunia pada 14 Jumadil Akhir 1592 Hijriah atau Sabtu, 28 Maret 1592 Masehi.

Catatan tentang wafat beliau terdapat di daun pintu Astah Syekh Ali Akbar di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Tulisan berhuruf Arab di daun pintu itu juga menerangkan beberapa gelar yang diberikan Raja Sumenep terhadap beliau.

Dari bukti valid ini tentu tak bisa terbantahkan kalau jasa-jasa beliau sangat besar terhadap Kerajaan Sumenep.

Untuk tidak menimbulkan keragu-raguan tentang cerita dari mulut ke mulut (folklor) di tengah-tengah masyarakat, saya kemudian mencari bahan bacaan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep.

Berikut beberapa Raja Sumenep yang berkuasa di masa hidup Syekh Ali Akbar:

- Pangeran Adipoday (1399-1415)

- Pangeran Jokotole (1415-1460)

- R. Wigonando (1460-1502)

- P. Siding Puring (1502-1559)

- RT. Kanduruan (1559-1562)

- P. Wetan dan P. Lor (1562-1567)

- R. Keduk (1567-1574)

- R. Rajasa (1574-1589)

- R. Abdullah (1589-1626)

Demikian, kalau kita telisik dari masa hidup Syekh Ali Akbar yang disejajarkan dengan para Raja Sumenep yang berkuasa.[]



Tri Sutrisno Effendi, SH (TriLaw) Minta Harus Bijak Menyikapi ASN Memakai Baju Beratribut Parpol

Tri Sutrisno Effendi, SH

Sumenep - Viral dipemberitaan beberapa media online dan group WhatsApp hari ini, dimana seorang ASN yang menggunakan baju beratribut salah satu partai politik menjadi pembincangan dibeberapa group WhatsApp.

ASN yang diketahui seorang pendidik disalah satu sekolah menengah atas Kabupaten Sumenep berinisial T, memakai atribut partai politik pada saat menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak erupsi gunung Semeru  Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Ahad (5/12/2021) lalu.

Menanggapi hal tersebut, seorang pemerhati hukum Tri Sutrisno Effendi, SH (akrab di kenal TriLaw) menyampaikan, sesuai aturan seorang ASN memang tidak boleh ikut serta dalam ke anggotaan partai atau giat-giat politik.

"ASN itu wajib netral. Tidak boleh mendukung atau menjadi anggota partai politik. Apalagi sudah jelas ada larangan yang mengaturnya. Akan tetapi kita juga harus bijak dalam menyikapi permasalahan itu," ujarnya pada apoymadura.com. Ahad (30/1/2022)

Lanjutnya," Apa benar ASN yang berinisial T itu menjadi anggota partai politik tersebut. Jikalau memang terbukti menjadi anggota partai politik harus diberikan tindakan tegas," katanya.

Lebih jauh Ayek TriLaw menambahkan, kita juga harus klarifikasi kepada yang bersangkutan jangan sampai pemberitaan itu hanya sepihak tanpa ada konfirmasi yang jelas.

"Kejadiannya itu sudah hampir 2 bulan yang lalu. Tumben, kok baru sekarang muncul pemberitaan itu. Kalau memang terbukti harusnya dilaporkan saja ke lembaga ataupun instansi yang berwenang," tegasnya.

Didalam pemberitaan tersebut, bantuan yang dilakukan ASN berinisial T dengan memakai atribut partai politik itu rupanya tidak dilakukan sendirian, melainkan dengan beberapa orang yang sama-sama memakai atribut partai politik.

 Iin (jurnalis Megapost), salah satu teman ASN  berinisial T, saat itu juga bersama-sama memberikan bantuan ke lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru mengatakan, bahwa pada saat itu tidak ada unsur kesengajaan inisial T untuk memakai atribut partai politik

 “Kami berangkat bersama 5 orang dari Sumenep, salah satunya Mas T itu, untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru Lumajang. Setibanya di lokasi, kami tidak diperkenankan masuk kecuali dari partai politik atau lembaga kemasyarakatan. Sehubungan pada saat itu Mas T tidak punya baju ataupun seragam, agar bisa diperkenankan masuk untuk memberikan bantuan, saya pinjamkan baju saya untuk dipakai. Jadi itu sesungguhnya bukan baju Mas T. Saya siap mempertanggungjawabkan ucapan ini kalau memang dibutuhkan untuk klarifikasi. Jujur, saya yang anggota Partai Nasdem. Bukan Mas T," cerita Iin bersemangat. (Sl/Yant Kaiy)



Gila Rindu



Gila Rindu

Puisi: Yant Kaiy


hati rindu bergelora

luas samudra dikalahkannya

untaian kata begitu sempit

tak bisa lagi menjabarkanya

 

tak bisa hinggap kelain bunga

selain dia pujaan jiwa

tiap waktu rautnya menjelma

terbayang akan kecantikannya

 

apakah dia merasakan getar rinduku

meski cinta tak harus memiliki.

 

Pasongsongan, 30/1/2022



Bantuan Sembako Almana Dihadiri Kapolsek Kangayan

Kapolsek Kangayan  IPDA Miftahol Rahman SH.MH diacara Bakti Sosial Almana.

Sumenep – Almana (Alumni Nurul Hidayah) Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep memberikan bantuan sembako terhadap warga yang kurang mampu didaerah Kangayan. Selain sembako, ditambah lagi bantuan baju dan uang. Ahad (30/1/2022).

Kegiatan bakti sosial Almana ini dihadiri Kapolsek Kangayan IPDA Miftahol Rahman SH.MH dan jajarannya.

“Saya turut senang dan bangga terhadap warga disini. Berbagi itu indah. Peduli terhadap warga kurang mampu itu sangat baik. Dalam tuntunan agama sendiri juga amat dianjurkan,” ujar Kapolsek Kangayan kepada apoymadura.com dan beberapa awak media.

Lebih jauh Kapolsek Kangayan menambahkan, jalinan kebersamaan semacam ini perlu terus diagendakan agar tercipta kerukunan dan cinta kasih terhadap sesama.

Hadir pula dalam kegiatan bakti sosial Almana ini Forpimka Kangayan, Ketua Almana dan Pengurus Yayasan Nurul Hidayah. (Yant Kaiy)



Sabtu, 29 Januari 2022

Cuaca Terkini di Pelabuhan Pasongsongan: Nelayan Tetap Dilarang Melaut

Alimurrahman sedang berada di Pelabuhan Pasongsongan-Sumenep. (Foto: Yant Kaiy)

Sumenep – Keadaan cuaca masih belum membaik di sekitar wilayah Pelabuhan Pasongsongan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Angin sesekali berhembus kencang. Tinggi gelombang juga tidak aman bagi perahu untuk berlayar. Namun intensitas curah hujan biasa-biasa saja. Ahad (30/1/2022).

Menurut Alimurrahman, Staf UPT Pelabuhan Perikanan Pasongsongan, dirinya masih tetap memberikan lampu merah kepada para nelayan untuk melaut.

“Kita menjaga kemungkinan yang tidak dikehendaki bersama. Situasi dan kondisi cuaca saat ini tidak mendukung bagi nelayan untuk menangkap ikan. Yang kami khawatirkan, angin kadang-kadang bertiup kencang,” ujar Alimurrahman pada apoymadura.com.

Lagi pula saat ini perahu para nelayan Pasongsongan banyak yang hijrah ke Pelabuhan Bintaro Gapura dan Pelabuhan Talango Kabupaten Sumenep. Mereka mencari ikan disana. Lantaran cuacanya amat kondusif.

“Kita tunggu hingga pertengahan Pebruari. Kita tidak ingin berspekulasi dalam persoalan ini,” tegas Alimurrahman. (Yant Kaiy)



Bersama Ibu, Kapolres Sumenep Tinjau Vaksinasi Covid-19 Siswa TK Kemala Bhayangkari 81

Vaksinasi Covid-19 di TK Kemala Bhayangkari 81

Sumenep - Kapolres Sumenep, AKBP Rahman Wijaya, S.I.K., S.H., M.H., didamping Ibu Ketua Bhayangkari Cabang setempat, meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia dini (6 sampai 11 tahun) di TK Kemala Bhayangkari 81. Sabtu (29/1/2022).

Sejumlah siswa di TK Kemala Bhayangkari 81 Kabupaten Sumenep, terlihat tanpa merasa takut ketika divaksin Covid-19.

"Gerakan vaksinasi ini merupakan tindak lanjut dan langkah positif dari pemerintah dalam rangka melindungi anak usia dini dari Covid-19 khususnya varian baru yang sekarang mulai pandemik jenis Omicron," ujarnya.

Kapolres berharap siswa yang divaksinasi akan mempercepat proses kekebalan tubuhnya dari Covid-19, sehingga proses pembelajaran tatap muka secara penuh dapat dilakukan.

“Kita berharap dengan sukses vaksinasi anak seperti ini, kedepan proses belajar tatap muka dapat berjalan normal. Dan anak-anak dapat menimba ilmu di sekolah lebih maksimal,” pungkasnya. (Sl/Yant Kaiy)



Harlah NU dan Macapat Lesbumi MWC NU Pasongsongan

Akhmad Jasimul Ahyak, Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan-Sumenep. (Foto: Yant Kaiy)

Sumenep – Pada Harlah NU ke-96 Lesbumi MWC NU Pasongsongan Kabupaten Sumenep akan mengadakan pementasan Macapat Madura. Program tersebut disampaikan langsung Ketua Lesbumi Pasongsongan, Akhmad Jasimul Ahyak, S.Pd.I di kediamannya tadi sore. Sabtu (29/1/2022).

“Kami telah mengagendakan seni pertunjukan Macapat Madura itu jauh hari sebelumnya. Rencana ini telah kami komunikasikan bersama jajaran pengurus MWC NU Pasongsongan awal Januari kemarin. Rekan-rekan banyak yang mengamini,” terang Jasimul, panggilan akrabnya.

Ia memang sangat peduli terhadap seni tradisi Macapat Madura yang kurang peminatnya itu. Tapi dirinya tidak patah semangat.

“Dengan menggali warisan budaya leluhur lewat acara-acara resmi, diharapkan nantinya bisa menumbuhkan gairah belajar terhadap generasi muda. Ikhtiar semacam ini perlu dilanjutkan supaya Macapat Madura tidak musnah,” ujar Jasimul.

Lebih jauh Jasimul mengatakan, bahwa pagelaran Macapat Madura itu ditempatkan di rumah salah seorang aktivis muda NU Pasongsongan.

“Di rumah saudara Totok, Desa Panaongan. Bukan di panggung terbuka karena musim hujan. Pelaksanaannya, Sabtu malam, tanggal 5 Pebruari, ” ucap Jasimul mengakhiri. (Yant Kaiy)

Sumenep – Pada Harlah NU ke-96 Lesbumi MWC NU Pasongsongan Kabupaten Sumenep akan mengadakan pementasan Macapat Madura. Program tersebut disampaikan langsung Ketua Lesbumi Pasongsongan, Akhmad Jasimul Ahyak, S.Pd.I di kediamannya tadi sore. Sabtu (29/1/2022).

“Kami telah mengagendakan seni pertunjukan Macapat Madura itu jauh hari sebelumnya. Rencana ini telah kami komunikasikan bersama jajaran pengurus MWC NU Pasongsongan awal Januari kemarin. Rekan-rekan banyak yang mengamini,” terang Jasimul, panggilan akrabnya.

Ia memang sangat peduli terhadap seni tradisi Macapat Madura yang kurang peminatnya itu. Tapi dirinya tidak patah semangat.

“Dengan menggali warisan budaya leluhur lewat acara-acara resmi, diharapkan nantinya bisa menumbuhkan gairah belajar terhadap generasi muda. Ikhtiar semacam ini perlu dilanjutkan supaya Macapat Madura tidak musnah,” ujar Jasimul.

Lebih jauh Jasimul mengatakan, bahwa pagelaran Macapat Madura itu ditempatkan di rumah salah seorang aktivis muda NU Pasongsongan.

“Di rumah saudara Totok, Desa Panaongan. Bukan di panggung terbuka karena musim hujan. Pelaksanaannya, Sabtu malam, tanggal 5 Pebruari, ” ucap Jasimul mengakhiri. (Yant Kaiy)



# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...