Destinasi wisata Pantai Cemara Batukerbuy-Pasean. (Foto: Yant Kaiy)
Pamekasan –Terletak di Dusun Bakong Desa Batukerbuy Kecamatan
Pasean Kabupaten Pamekasan, wahana destinasi wisata anyar bernama Pantai
Cemara. Suara debur ombak menghantam batu karang, hembusan angin laut yang
segar dan suasana rindang pohon cemara membuat para wisatawan merasa betah
berlama-lama disitu.
“Tempat
wisata Pantai Cemara ini sudah lama ada. Cuma tidak terekspos. Orang yang
datang biasanya tahu dari sosial media,” terang Syamsul Arifin pada apoymadura.com. Jumat (28/1/2022).
Pengunjung
untuk masuk areal wisata Pantai Cemara ini tidak dipungut biaya alias gratis.
Disitu ada tempat berjualan makanan dan minuman.
“Jikalau
turun hujan, pengunjung tidak perlu khawatir. Karena disini tersedia tempat duduk
beratap, orang menyebutnya tempat kongko-kongko,” ujar Syamsul , lelaki asli
warga Batukerbuy Pasean.
Sebenarnya
Pantai Cemara ini tidak kalah menarik dengan destinasi wisata pantai lainnya
yang ada di pesisir utara Pulau Madura.
Ada
tambahan sedikit. Tempat wisata ini milik pribadi Kepala Desa Batukerbuy.
Sengaja dibangun guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat wisata gratis
tapi mempesona. (Yant Kaiy)
Gebyar Vaksin tahan 2 Desa Palasa Kecamatan Talango-Sumenep.
Sumenep - Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Nur Cholis, A.Md
bersama Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijawa, SIK, SH, MH meninjau “GebyarVaksin Dosis Satu dan Dua”terhadap
warga yang diadakan di Balai
Desa Palasa Kecamatan Talango Kabupaten
Sumenep. Kamis (27/1/2022).
Dandim 0827
Sumenep, Letkol Inf Nur Cholis, A.Md mengatakan, bahwa kegiatan vaksinasi ini
merupakan Program Serbuan Vaksin Nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI,
sehingga diharapkan bisa terlaksana dengan baik dan terpenting kekebalan
kelompok atau herd immunity masyarakat dapat terpenuhi.
“Ayo dukung upaya
pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,
serta tetap taat pada
Protokol Kesahatan (Prokes). Memerangi virus corona
bersama-sama
denganvaksinasi supaya semua kembali normal,”
tegasnya.
Dandim
menyampaikan, perjuangan kita dalam menghadapi pandemi Covid-19 belum berakhir, untuk itu tetap jaga kesehatan
dan jangan lupa berdoa kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi ini cepat
berakhir.
“Gebyar vaksinasi
ini merupakan upaya kinerja kita dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan semua warga nantinya akan divaksin,”
imbuhnya.
“Kami berharap
pelaksanaan gebyar vaksinasi di desa Palasa ini agar kehidupan masyarakat kembali normal, dimana
masyarakat nanti punya herd immunity hingga tidak ada pembatasan-pembatasan. Ini bertujuan agar peningkatan perekonomian dan jam sekolah
kembali normal
seperti sebelum adanya pandemi.Begitu pula para
penggiat seni bisa beraktifitas lagi.Jadi harus terus lakukan percepatan vaksinasi seperti
acara gebyar vaksinasi yang diadakan oleh Desa
Palasa setiap hari,” tuturnya.
Hal senada juga
disampaikan oleh kepala Desa Palasa, Bambang
Eko Iswanto, kepada media yang
hadir di acara gebyar vaksin di Balai Desa
Palasa.
“OptimalisasiDesa Palasa
cukup maksimal melakukan upaya agar masyarakatnya tercover vaksin semua. Bahkan
hampir tiap hari Pak Kades dan Tim
Nakes turun ke dusun-dusun mengajak
masyarakatnya vaksin.
“Demi masyarakat Desa Palasa,
saya bersama aparat desa dan tim nakes melakukan kegiatan gebiar vaksin. Bahkan sampai turun ke dusun-dusun bersosialisasi dan
memvaksin masyarakat desa Palasa agar seluruh masyarakat desa Palasa bisa
beraktifitas kembali,” tandasnya pada awak
media.(Sl/Yant
Kaiy)
Dialog ke-BPD-an di Aula Universitas Bahauddin Mudhari (UNIBA) Madura.
Sumenep -Pemerintah Kabupaten Sumenep sangat mengharapkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk
membantu dalam
hal pengawasan terhadappemerintahan desa. Hal ini bertujuan dalam rangka mencegah potensi terjadinya pelanggaran hukum.Kamis ( 27/1/2022)
"BPD yang
tergabung dalam Pengurus Daerah Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa
Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten Sumenep ini, bisa mengawasi kinerja
pemerintahan desa,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Ir. Edy
Rasiyadi, M.Si, mewakili Bupati Achmad Fauzi, SH, MH, pada
Pelantikan PABPDSI, di Aula Universitas Bahauddin Mudhari (UNIBA) Madura.
Karena itulah, BPD
yang belum ada PABPDSI kecamatan untuk segera membentuk kepengurusan lembaganya.Sehingga dimasa yang akan datang keberadaannya sangat membantu terhadap desa guna menjalankan sistem pemerintahan desa.
“Keberadaan BPD disetiap desa harus mampu
mendeteksi lebih awal manakala ada potensi pelanggaran yang dilakukan
pemerintahan desa, supaya tidak merugikan masyarakat,” imbuhnya.
“BPD dan kepala
desa harus bersinergi dalam rangka pembangunan desa, termasuk maksimalisasi
pengawasan, dengan harapan semua program pemerintah desa tidak menuai masalah
bahkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.
Pengurus Daerah Persatuan
Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten
Sumenep, melantik pengurus kecamatan secara serentak tersebar di 17 dari 27
Kecamatan se-Kabupaten Sumenep.
Pelantikan serentak
tingkat kecamatan perdana di Indonesia ini dikemas dengan dialog ke-BPD-an, mengangkat tema "Menakar Peran Strategis
BPD dalam Tata Kelola
Pemerintahan Desa".Menghadirkan
anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Achsanul Qosasi sebagai keynote
speaker.
Sebagai pemateri, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep, Darul Hasyim
Fath dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
(DPMD) setempat, Moh. Ramli.
Rangkaian resepsi
pelantikan juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama MoU (Memorandum of
Understanding) antara pengurus PD PABPDSI Kabupaten Sumenep dengan Rektor UNIBA
Madura berupa komitmen melahirkan satu desa satu sarjana.
Sementara Ketua PD
PABPDSI Kabupaten Sumenep, Sukran Hamidi mengungkapkan, keberadaan PABPDSI di
masing-masing kecamatan mampumenguatkan
peran BPD di desa untuk memberikan solusi dan kontribusi dalam pembangunan
desa.
Yang jelas,
pihaknya menekankan kepada BPD supaya jangan sampai kontra produktif terhadap pemerintah desa.Tetapi , justru harus berkolaborasi dengan kepala desa bersama-sama memajukan desa demi
kesejahteraan masyarakat.
“Jumlah anggota BPD
se-Kabupaten Sumenep 2.448, sehingga jika peran dan fungsinya dimaksimalkan
bisa membatu kepala desa dalam mewujudkan kemajuan desa,” pungkas Sukran Hamidi.(Sl/Yant Kaiy)
Tiga tersangka yang melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.
Sumenep - Lakukan pesta narkotika jenis sabu-sabu, 3 orang
pemuda ditangkap Satresnarkoba Polres Sumenep, di Desa Torbang, Kecamatan
Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kamis (27/01/2022)
Pada
awalnya Satresnarkoba Polres Sumenep menerima informasi dari masyarakat. Bahwa
ke-3 tersangka sering melakukan transaksi narkotika jenis sabu-sabu. Kemudian
anggota Satresnarkoba Polres Sumenep melakukan lidik secara intensif terhadap kegiatan
tersangka.
Sementara,
Kasat Narkoba Polres Sumenep Iptu Taufik Hidayat, S.H, melalui Kasubag Humas
AKP Widiarti, S.H, mengatakan bahwa benar adanya kejadian tersebut, sehingga
pihaknya langsung melakukan penggerebekan di rumah tersangka.
“Terlihat
2 orang didalam kamar yaitu Budi Hartono (34 tahun) dan H. Baihaqi (40 tahun)
telah melakukan pesta sabu,” ucapnya
Lanjut
Widi, saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti di lantai, tepatnya
dibawah tempat tidur berupa: 1 poket/kantong plastik klip kecil berisi narkotika
jenis sabu berat kotor ± 0,36 gram. Seperangkat alat hisap terdiri dari: sebuah
bong terbuat dari botol merk Kratingdaeng yang pada tutupnya terdapat dua
lubang, masing-masing tersambung dengan potongan sedotan warna putih dan
bening. Sebuah pipet kaca terdapat sisa sabu yang sempat dibuang oleh
tersangka.
“Setelah
ditunjukkan, tersangka Budi Hartono mengakui bahwa barang bukti adalah miliknya
yang diperoleh dari Moh. Rawi (62 tahun) warga Desa Batuan, Kecamatan Batuan,
Kabupaten Sumenep.
Penangkapan
tersebut pada Kamis 27 Januari 2022, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
Diketahui
ke-3 tersangka ditangkap didalam kamar milik Budi Hartono alamat Dusun Gilir,
Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep.
“Kemudian
saat dilakukan interogasi terhadap Moh. Rawi, ia mengakui telah menjual sabu-sabu
kepada Budi Hartono dan ditemukan barang bukti 1 unit HP merk Nokia warna
hitam, uang tunai sebesar Rp 100.000,- dan 1 unit sepeda motor merk Scoopy
warna putih No.Pol: M-4937-WV,” terang Widi.
Selanjutnya
ke-3 tersangka berikut barang buktinya diamankan di kantor Satresnarkoba Polres
Sumenep guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Atas
kejadian tersebut tersangka terjerat Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1)
Jo pasal 132 ayat (1) Subs. Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No.35 Tahun 2009
tentang Narkotika. (Sl/Yant Kaiy)
Pelaksanaan tes urine bagi 43 anggota Satreskrim Polres Sumenep.
Sumenep - Kegiatan tes urine yang diikuti 43 anggota Satreskrim dan dilaksanakan di
Mapolres Sumenep, tepatnya di lapangan
Tennis Pesat Gatra Polres Sumenep, Jalan Urip Sumoharjo Desa Pabian Kecamatan Kota
Sumenep. Rabu (26/1/2022).
Wakapolres Sumenep,
Kompol Palma Fitri Pahlevi, SIP, SIK, MIK, melakukan pengawasan secara langsung
didampingi Kasat Reskrim AKP Fared Yusuf,SH;
Kasat Reskoba AKP Taufik Hidayat, SH; Kasi
Propam IPTU Abd Kohar SH; Kasiwas IPDA Taufik
Rahman; Kasi Dokkes Aipda Eko Agus Setiawan,Amd; Kasubag Humas AKP Widiarti SH dan anggota Satreskrim
Polres Sumenep.
Lebih
jauh Wakapolres Sumenep
menyampaikan, sebanyak 43 anggota Satreskrim Polres
Sumenep melaksanakan tes urine oleh
petugas urusan kesehatan Polres Sumenep.
"Bagi kami program ini
penting dilakukan. Tujuan
dilaksanakan kegiatan ini dalam rangka mengantisipasi penyalahgunaan narkoba dan zat-zat terlarang
lainnya di lingkungan
Satreskrim Polres Sumenep, " ujarnya.
"Hal ini untuk
mengetahui secara pasti ada tidaknya personel anggota yang terlibat narkoba. Alhamdulillah, hasilnya semua anggota satreskrim yang
berjumlah 43 orang
negatif. Ini tentu sangat membanggakan bagi kami," pungkasnya.(Sl/Yant
Kaiy)
Sudah sebelas tahun lebih saya kemana-mana mengendarai sepeda motor
rantai 110 cc. Paling banter melarikan sepeda motor 60 Km/jam. Walau di speedo
meter kendaraan tertulis 160 Km/jam. Intinya, bagi saya mubazir mesin motor
besar kalau kebutuhan melarikan kendaraan kecepatannya tidak lebih dari angka
60 Km/jam.
Sedangkan saat ini perusahaan kendaraan roda dua cc-nya semakin tinggi.
Seiring itu pula konsumsi bahan bakar minyak, bayar pajak, ganti suku cadang
makin membengkak biayanya.
Baik secara langsung dan tidak, pabrik kendaraan itu telah menjadi
penyebab utama habisnya cadangan bahan bakar minyak bumi sebelum waktunya.
Berbanding terbalik dengan kampanye perusahaan kendaraan, bahwa jenis produk
kendaraannya yang teririt di kelasnya dan paling ramah lingkungan. Semuanya
gombal. Perusahaan lebih mengutamakan keuntungan dari pada kepentingan hidup
penduduk di negeri ini.
Sementara di negara asal perusahaan kendaraan tersebut, produk
kendaraan roda dua mereka cc-nya dibawah 100. Mereka hebat. Kita hanya bisa
heboh.[]
Akhmad Jasimul Ahyak dalam sebuah acara. (Foto: Yant Kaiy)
Sumenep – Secara aklamasi Akhmad Jasimul Ahyak, S.Pd.I
dipercaya oleh segenap anggotanya untuk memimpin Perkumpulan Zikir Samman
Pasongsongan (PZSP) Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep-Madura.
Selasa (25/1/2022).
Budayawan
muda kelahiran 1973 ini dipercaya menakhodai Perkumpulan ZS Pasongsongan bukan
tanpa alasan. Sukses mengarsiteki Perkumpulan Macapat Lesbumi MWC NU
Pasongsongan menjadi bahan pertimbangan segenap anggotanya.
“Sesungguhnya
sudah berulangkali saya menolak, tapi teman-teman tetap ngotot. Telah saya
sampaikan, bahwa kesibukan yang menjadi alasan utama saya menolaknya,” ujar
perupa yang lahir dan besar di Pasongsongan lebih jauh.
Disamping
mengajar di lembaga pendidikan swasta di bawah naungan LP Maarif MWC NU
Pasongsongan, ia juga aktif di organisasi kemasyarakatan lainnya.
Ia
juga aktif membuat konten video untuk sosial media dan menulis dibeberapa
website.
“Selebihnya,
saya terima keputusan rekan-rekan. Prinsip pribadi, saya ingin berbuat yang
terbaik bagi segenap masyarakat. Saya tidak suka mencari muka atau ingin punya
nama populer. Hal itu bertolak belakang dengan kepribadian saya,” tegas
Jasimul.
Ia
percaya, masih banyak sosok yang lebih kompeten dari dirinya memimpin
perkumpulan bernuansa Islami tersebut.
“Saya
dari dulu memang punya atensi terhadap Zikir Samman. Menurut cerita orang tua
dulu, Zikir Samman Pasongsongan itu berasal dari Aceh yang dibawa Nyai Agung
Madiya pada abad XVII. Siapa Nyai Agung Madiya itu? Beliau adalah putri Syekh
Ali Akbar Syamsul Arifin,” terang Jasimul.
Ada
tambahan sedikit. Syekh Ali Akbar adalah penyebar agama Islam di pesisir utara
Kabupaten Sumenep dan Pamekasan pada abad VIV Masehi. Beliau meninggal dunia
pada 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah atau Sabtu, 28 Maret 1592 Masehi.
Syekh
Ali Akbar adalah paman Raja Sumenep, Bindara Saod. Karena ibunda Raja Bindara
Saod (Nyai Nairima) saudara sepupu Syekh Ali Akbar.
“Sebagai
orang Pasongsongan, memang sepatutnya kita melestarikan seni tradisi warisan
leluhur,” pungkas Jasimul. (Yant Kaiy)
Bupati Sumenep di tengah-tengah jamaah Masjid As-Syuhada Batuputih.
Sumenep – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH. menghadiri pelaksanaan
Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jalani dan doa bersama untuk keselamatan
bangsa dan negara. Momen religiusitas tersebut berlangsung di Masjid As-Syuhada,
Gedang-gedang Kecamatan Batuputih. Minggu (23/01/2022).
Pada acara tersebut hadir Forpimka Batuputih, alim ulama, para Kepala
Desa dan kaum muslimin-muslimat se-Kecamatan Batuputih.
Bupati Sumenep dalam kata sambutannya mengapresiasi kegiatan keagamaan yang
sangat penting tersebut. Kegiatan manaqib merupakan wujud kecintaan masyarakat
kepada waliyullah dan Rasulullah.
Bupati Sumenep berjanji, dirinya akan siap hadir pada acara manaqib dan
pengajian dilain waktu.
“Selanjutnya saya siap menjadi pembina organisasi keagamaan yang
positif. Tujuannya untuk pembangunan SDM, khususnya keimanan dan ketaqwaan
kepada Allah SWT,” tegas Bupati Sumenep.
Acara manaqib dan doa bersama juga dapat meningkatkan kebersamaan dan
silaturrahim, tanpa ada sekat dan diskriminasi. Silaturrahim dapat menambah
panjang umur, sekaligus interaksi untuk menjadi insan yang berguna bagi orang
lain.
Bupati Sumenep mengajak masyarakat untuk selalu mengaji keberadaan dirinya.
Bukan selalu mencari-cari bentuk kesalahan orang lain. Sebab kita pun tidak
lepas dari khilaf dan lupa.
“Pada buku diri kita ada catatan-catatan yang harus dikaji dan
dijadikan referensi untuk introspeksi. Yang jelek harus dihapus, yang kurang
diperbaiki dan yang baik harus ditingkatkan,” ujar Bupati Sumenep berfilosofi.
Apabila kita senang membaca buku diri sendiri akan menjadikan pelajaran
amat berarti. Pribadi yang sombong mungkin akan mulai menurun tensinya. Sebaliknya,
kalau kita senang membaca buku orang lain akan muncul persepsi diri sebagai
orang yang terbaik. Orang lain selalu dinilai, dikritisi, disalahkan dan bertendensi
negatif lainnya.
"Marilah kita tingkatkan jalinan kebersamaan dan doa, semoga kita
menjadi orang yang beriman dan bertaqwa. Semoga bangsa dan negara kita dalam
lindungan Allah SWT. Aman dari penyebaran virus omicron," pungkasnya. (Sl/Yant Kaiy)
Akhmad Jasimul Ahyak (kiri) bersama Kiai Haji Imam Arifin. (Foto: Yant Kaiy)
Sumenep – Rapat
reoganisasi Perkumpulan Zikir Samman Pasongsongan berlangsung di Mushalla
Siddiqiyah Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Senin
malam (24/1/2022).
“Setelah
menimbang dan mengcover masukan dari semua pengurus dan anggota, kami sebagai
pendiri Perkumpulan Zikir Samman Pasongsongan mengambil inisiatif
menyelenggarakan rapat reorganisasi,” terang Kiai Haji Imam Arifin pada apoymadura.com.
Hal
itu dilakukan agar seni budaya muslim peninggalan para waliyullah itu tidak
musnah, tambah Kiai Imam.
Dalam
rapat tersebut terpilih secara aklamasi sebagai ketua yaitu Akhmad Jasimul
Ahyak, S.Pd.I.
“Saya
sesungguhnya agak kaget terpilih jadi ketua. Soalnya yang lebih tua dari saya
banyak, ” timpal Jasimul.
Ketika
ditanya, apa program Perkumpulan Zikir Samman Pasongsongan kedepan.
“Langkah
awal, saya akan lebih memperkenalkan Zikir Saman terhadap masyarakat luas.
Selanjutnya mempromosikan via sosial media semaksimal mungkin. Bagi saya target
penting. Tapi saya tidak mau muluk-muluk dulu,” ucap Jasimul. (Yant Kaiy)
Akhmad Jasimul Ahyak sedang menyerahkan trofi kepada para peserta didiknya yang berprestasi. (Foto: Yant Kaiy)
Sumenep – Salah satu lembaga pendidikan swasta terbaik di
bawah naungan LP Maarif MWC NU Pasongsongan, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Annajah Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Tadi pagi ada
beberapa siswa-siswinya yang menerima piala Porseni. Senin (24/1/2022).
Sebenarnya
di lembaga pendidikan LP Maarif ini tergabung juga RA, MTs dan MA dalam satu
lokasi
Akhmad
Jasimul Ahyak, S.Pd.I bertindak selaku pembina upacara memberikan beberapa
pesan penting kapada para anak didiknya.
“Memacu
diri terus belajar tidak akan memberikan dampak kerugian apa-apa. Karena
kedepan tantangan keilmuan akan terus berkembang. Seiring kurikulum kompetensi
yang berbasis komputer,” papar Jasimul.
Selain
itu Jasimul menekankan, anak didiknya terus dipacu untuk membiasakan diri belajar
kembali di rumah dan mengerjakan tugas sebaik mungkin. Sedangkan di lingkungan sekolah
tetap menaati peraturan sekolah.
“Disiplin
ketika menimba ilmu juga tidak kalah penting. Dengan disiplin seseorang akan sukses. Salah satu kunci sukses lainnya adalah manfaatkan waktu semaksimal mungkin," tandas Jasimul.
"Siswa dijaman sekarang
untuk menjadi yang terbaik harus pula memiliki nilai keilmuan dibidang digital," tegas Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan ini lebih jauh.
Selesai
upacara, Jasimul menyerahkan hadiah berupa trofi kepada para siswa berprestasi.
Mereka yang menerima hadiah telah memenangkan kompetisi Porseni tingkat
Kabupaten Sumenep. (Yant Kaiy)
Sumenep -Selesaimelepasacara Touring Gesits seri ke-2 di depan kantor GesitsKelurahan Karangduak Sumenep.Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH MH, melanjutkan
dengan memberikan santunan terhadap anak
yatim dan kaum dhuafa.Kegiatan sosial ini bekerja sama dengan Badan Amil Zakat
Nasional Sumenep, Minggu (23/01/22).
Ada
sejumlah 20 orang anak yatim dan
dhuafa di Kecamatan Dasuk mendapatkan santunan berupa
uang dalam acara Gesits Sumenep Community (GSC).
Bupati Achmad Fauzimengharapkan, bahwa
santunan anak yatim dan kaum dhuafa bisa dilaksanakan secara merata pada tiap-tiap
kecamatan di wilayah
Kabupaten Sumenep.
Pada kesempatan
lain, ketua Badan Amil Zakat Nasional Sumenep (BAZNAS), Mohammad Jasuli
menyampaikan, pihaknya selalu bersinergi dengan
pemerintah kabupaten dalam banyak program
Baznas.
"Pada Ahad, hari ini, ada
pemberian santunan untuk anak yatim dan kaum dhuafa berjumlah 20 orang.Secara simbolis, bantuan diberikan langsung oleh Bupati Sumenep
Achmad Fauzi," Tegasnya.
Menurutnya, ada 2
program santunan Baznas. Yang pertama ada program Baznas tersendiri
dan yang kedua atas usulan dan pengajuan.
Baznas Sumenep berharap,
santunan tersebut menandakan bahwa pemerintah peduli akan nasib mereka.
"Paling tidak
buat mereka itu ada yang memperhatikan, ketika
tidak ada orang tuanya.Yang pastiBaznas akan senantiasahadir di kehidupan mereka," harapnya cukup meniscaya.(SL/Yant Kaiy)