Kamis, 14 Oktober 2021

Salah Berlabuh



Pentigraf: Yant Kaiy

Tak terbayangkan hidupku bakal seperti ini. Bergelimang derita. Semua manusia tak mau sepertiku. Nasib telah menyeret jiwa lemah ke lembah berbatu tajam. Bukan tidak bisa mengambil jalan pintas. Peluang tetap terbuka lebar. Tapi aku tak menghendaki mereka terluka. Mereka yang satu suara.

 

Bersilat lidah dan bermanis-manis bahasa acap berkumandang. Bahwa orang sabar kekasih Tuhan. Semua orang menganjurkan demikian. Aku memang harus bisa melampauinya.

 

Segala cara telah kulakukan untuk senantiasa bisa bertahan. Walau prahara terus mengguncang. Inilah hidup, teriak penarik becak sebelah rumahku. Nyatanya, ia lebih paham kemana tiupan angin berhembus ketimbang aku.[]

 

Pasongsongan, 14/10/2021



Teraniaya



Pentigraf: Yant Kaiy

Sungguh, aku tak ingin lagi bicara padamu. Kebencian itu menyeruak di dada. Meski acapkali aku membuangnya di tong sampah. Bayang wajahmu, suara bernada tinggimu membekas kuat di benak rapuh ini. Aku terkapar di lingkaran siksa. Muak ternatal spontan diantara dendam.

 

Hijrah jalan terbaik yang wajib kutempuh. Walau aku di posisi tak bersalah. Orang bijak berkata; mengalah bukan berarti kalah. Kenapa aku harus memusuhimu. Sejatinya, aku bisa mengendalikan diri. Tidak menantangmu. Dunia tidak selebar daun kelor.

 

Kesadaran itu memantapkan langkah diri. Menyusuri atmosfer lain. Orang-orang baru di kota berbeda. Selamat tinggal kenangan silam. Mungkin aku bisa menguburnya sementara waktu.[]

 

Pasongsongan, 14/10/2021



Rabu, 13 Oktober 2021

Sembako dan Vaksinasi



Catatan: Yant Kaiy

Beberapa Kepala Desa di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep menerapkan jurus bagi-bagi sembako. Jurus ini ternyata efektif meruntuhkan keperkasaan warga masyarakat yang tak mau divaksin. Cukup brilian juga para pemangku desa itu.

 

Atas dasar tak terpenuhi target vaksinasi, para Kades memutar otak. Pemimpin desa memahami betul, kalau masyarakatnya gampang luluh, mudah hanyut oleh label ‘bantuan’. Contoh nyata ketika perhelatan Pilpres, Pilkada dan Pilbup.

 

Ada dua keuntungan dari jurus yang tak menyalahi aturan ini bagi Kepala Desa. Satu sisi terpenuhi kuota vaksinasi. Sisinya lagi pencitraan.[]

 

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com



Gaji Guru Honorer Vs Es Mambo



Catatan: Yant Kaiy

Saya memiliki teman, seorang guru honorer. Ia bersama istrinya mengajar pada salah satu SD Negeri di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Bayaran mereka berdua tidak lebih Rp 600.000,- per bulan.

 

Pekan lalu ia beranjangsana ke rumah. Dengan berkaca-kaca matanya bercerita jujur pada saya. Nadanya sedih. Kalau gaji menjadi guru honorer kalah dengan hasil berjualan es mambo.

 

Bagaimana ia tidak sedih. Anaknya yang masih duduk di bangku kelas 5 SD, mampu mengumpulkan duit diatas 1,5 juta rupiah tiap bulan. Pagi menjual es mambo di SD dan sore hari menjual di Madrasah Diniyah, tempat dimana anaknya menimba ilmu.

 

Jadi, sahabat saya tersebut dapat uang belanja dari anaknya yang berjualan es mambo. Mengharukan.[]

 

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com



Selasa, 12 Oktober 2021

Menyoal BUMDes Prancak



Catatan: Yant Kaiy

Desa Prancak Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep merupakan penghasil tembakau berkualitas super. Banyak perusahaan rokok raksasa memburu hasil panen tembakau rajang di desa ini.

 

Tapi sayang, kehidupan para petani di Desa Prancak tidak begitu baik. Setiap tahun mereka selalu menelan pil pahit. Lebih besar pasak dari tiang: Biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada pendapatan panen tembakau.

 

Para tokoh pemuda yang saya jumpai di Kebun Assalam Desa Prancak satu suara, bahwa pemangku kebijakan desa sejatinya bisa berinovasi untuk kepentingan hajat hidup orang banyak. Yakni memanfaatkan BUMDes untuk kesejahteraan warganya.

 

Bukankah dana BUMDes lumayan besar yang diambilkan dari Dana Desa? Para tokoh pemuda Desa Prancak tahu masalah tersebut.[]

 

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com 



Kiai M Faizi, Peduli Tembakau Prancak

Kiai M Faizi (kiri) bersama Akhmad Jasimul Ahyak. (Foto: Yant Kaiy)


Catatan: Yant Kaiy

Tadi malam, Sabtu (9/10/2021) saya bersama Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan (Akhmad Jasimul Ahyak), sowan pada Kiai M Faizi di Guluk-Guluk Sumenep. Tujuan kami mengundang beliau diacara Hari Santri Nasional 2021 yang akan dihelat di Balai Desa Pasongsongan-Sumenep.

 

Sebagai budayawan Madura sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Kiai Faizi amat bersahaja dan komunikatif. Tidak ada ewuh-pakewuh diantara kami.

 

Perbincangan kami akhirnya mengarah pada persoalan nasib petani tembakau Madura. Khususnya petani tembakau Desa Prancak Kecamatan Pasongsongan.

 

Kita tahu kalau Desa Prancak merupakan penghasil tembakau terbaik di wilayah Kota Keris Sumenep. Solusinya kata Kiai Faizi, di daerah itu harus ada koperasi yang menyerap hasil panen tembakau secara keseluruhan. Jadi penentuan harga tembakau rajang adalah koperasi yang mengatur. Bukan pabrikan rokok.[]

 

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com 



Jumat, 08 Oktober 2021

Warga Pasongsongan Geger oleh Penemuan Mayat

Posisi mayat Hanafi ketika pertamakali ditemukan. (Foto: Yant Kaiy)


Sumenep – Pagi tadi, Jumat (8/10/2021), di sisi barat pesisir pantai Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep telah ditemukan mayat laki-laki. Dia adalah Hanafi (41), warga Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan.

 

Menurut beberapa keterangan warga setempat, Hanafi ternyata punya gangguan kejiwaan (gila). Pihak Kepolisian dan aparatur Desa Pasongsongan serta warga setempat langsung menuju tempat dimana mayat berada. Mayat ketika ditemukan pertamakali dalam posisi telungkup.

 

Sampai berita ini diturunkan, masih belum jelas kronologi kejadiannya. (Yant Kaiy)



Kamis, 07 Oktober 2021

Tertipu Dunia



Pentigraf: Yant Kaiy

Debur menjadi motor dari segala kegiatan masjid di desanya. Mulai dari acara pengajian hari-hari besar Islam dan acara kecil lainnya. Lelaki beranak dua itu juga rutin tiap pagi menyapu halaman dan lantai masjid. Tiap pekan, Debur mengepel kamar mandi dan mencuci sajadah. Tanpa pamrih.

 

Bahkan, kalau siang hari Debur menjadi muadzin merangkap imam shalat. Orang-orang sibuk mencari nafkah. Ia sendiri menjadi petani jagung dan singkong. Beruntung istrinya sabar, mau menerima Debur apa adanya.

 

Suatu ketika Debur bekerja jadi kuli bangunan selama dua puluh satu hari di desa lain. Di masjid ada rehab bangunan. Debur disudutkan karena menyumbang uang sedikit dan tidak melaksanakan pekerjaan rutin di masjid.[]

 

Pasongsongan, 8/10/2021



Koperasi Tembakau di Prancak



Catatan: Yant Kaiy

Prancak merupakan sebuah desa yang masuk Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Dari dulu hingga sekarang, harga tembakau rajang di desa ini selalu lebih tinggi ketimbang di daerah lain. Itu semua karena persoalan taste (cita rasa) lebih baik. Tak berlebihan kalau pabrikan rokok raksasa berebut membelinya.

 

Meski demikian, permainan harga dari gudang pabrikan rokok tidak membuat hidup para petani tembakau sejahtera. Banyak diantara mereka merugi, hasil panen seringkali dibawah biaya yang mereka gelontorkan.

 

Modal para petani di Desa Prancak jadi besar karena mereka harus membeli air untuk menyiram tembakaunya. Kita tahu, belakangan ini hujan selalu tidak bersahabat. Saat hujan diharapkan turun pramusim tanam, justru turun pascapanen.

 

Tak belebihan kalau akhirnya para tokoh pemuda di Prancak menggagas berdirinya koperasi. Itu semata-mata ingin mengangkat kesejahteraan para petani tembakau. Tahun depan, bersiaplah gudang pabrikan rokok tidak mendapatkan tembakau Prancak.[]

 

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com



Ungkapan Jiwa Kerontang



Pentigraf: Yant Kaiy

Lama menjanda ternyata tidak tenang. Perasaan gelisah menyeruak di dada. Seiring penyesalan tak berpantai. Kini, aku mengutuk diri sendiri. Nasi sudah jadi bubur. Suami penyayang telah di pangkuan wanita lain. Aku tak mungkin merebutnya lagi. Istrinya hamil tujuh bulan.

 

Penyebab percerain kami lantaran aku menganggap sepele hubungan badan. Aku sering menolaknya. Alasannya macam-macam. Mulai capek mengurus anak-anak. Seharian tidak tidur siang karena memasak, mencuci, menyapu, menyetrika, dan lain sebagainya.

 

Keseringan menolak itulah, suamiku pulang ke rumah orang tuanya. Sepekan kemudian kami bercerai.[]

 

Pasongsongan, 7/10/2021 



Prokes dan PPKM



Catatan: Yant Kaiy

Dikehidupan dunia fana ini, wajib hukumnya ‘seimbang’. Ya, semua butuh keseimbangan. Ada siang, ada malam. Ada kaya, ada miskin. Kalau hanya satu yang terjadi, bisa dipastikan kiamat akan datang. Begitu para guru agama di sekolah menerangkan.

 

Terkait dengan Prokes (protokol kesehatan) dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang dijalankan pemerintah saat ini, tujuannya supaya kesehatan (raga) masyarakat terjaga. Tapi pemerintah alpa, kalau kesehatan keuangan seharusnya juga dijalankan/diperhatikan.


Akibat regulasi Prokes dan PPKM, aktivitas warga masyarakat tingkat bawah (grass root) jadi tidak produktif. Akibatnya, mereka termiskinkan.

 

Sedangkan aparatur negara tetap sejahtera. Lantaran mereka kerja tidak kerja tetap dapat gaji. Bahkan ada diantara pegawai pemerintah kekayaannya bertambah banyak. So pasti ini menyebabkan ketidakseimbangan.[]

 

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com



# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...