Rabu, 21 April 2021

Yang Pergi



Pentigraf: Yant Kaiy

 

Almarhum suamiku menggendong anakku. Datang dalam mimpi dengan senyum mengembang. Tak ada sepatah kata terlontar dari bibirnya. Lalu dia menghilang, membawa anakku yang masih berusia belum genap empat tahun.

 

Kini mimpi itu jadi kenyataan. Buah hati terkasih menghilang entah kemana. Tetangga sekitar tidak tahu. Pun saudara-saudaraku yang jauh tidak tahu. Lewat sosial media aku kumandangkan. Pada pihak berwajib kuceritakan semuanya tanpa sisa.

 

Setelah empat hari, anakku ditemukan warga sudah tidak bernyawa. Remuk-redam hati rasanya. Gairah hidupku hilang. Aku hanya bisa berdoa, semoga arwahnya tenang di sisi-Nya.[]

 

Pasongsongan, 22/4/2021

Antrian Panjang Tatkala Premium akan Datang



Catatan: Yant Kaiy

 

Sungguh memprihatinkan. Begitulah kesan dalam benak saya tatkala melihat antrian mengular di beberapa SPBU di wilayah Madura. Antrian kendaraan roda empat berjajar memanjang di luar areal SPBU. Seperti di SPBU Paberasan-Sumenep, Ambunten-Sumenep, dan Pasean-Pamekasan.

 

Ada pula beberapa tangki kecil di atas kendaraan roda dua dan mobil. Yang jelas tangki-tangki tersebut milik pengecer yang juga rela antri demi untuk mendapatkan premium.

 

Kendaraan-kendaraan itu biasanya antri sejak pagi. Semakin pagi semakin ada di posisi depan. Biasanya pula truk tangki Pertamina datang pada siang hari, bahkan tak jarang hingga sore hari. Sungguh kasihan. Apalagi saat ini Ramadhan, tentu sebagian besar dari mereka sedang menjalankan ibadah puasa.

 

Fenomena menyedihkan ini telah berlangsung lama, sejak beberapa SPBU ada yang dihentikan menjual BBM berjenis premium. Otomatis premium menjadi barang langka. Biasanya eceran premium per botol Rp 8.000,- tapi sekarang sudah mencapai Rp 9.000,-[]

 

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Masyarakat Ambunten Geger: Penemuan Mayat Anak Perempuan di Sumur

Selfi Nor Indahsari


Sumenep – Warga masyarakat di Dusun Pandan Desa Ambunten Tengah Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep digegerkan oleh penemuan mayat anak perempuan di dalam sumur. Sumur tersebut sudah lama tidak dipakai yang berada di kawasan pantai. Karena bau busuk yang menyengat, selanjutnya karung berisi mayat diangkat ke atas permukaan sumur. Pengangkatan mayat itu disaksikan langsung oleh beberapa personil kepolisian dari Polsek Ambunten, juga pihak keluarga korban dan beberapa saksi mata dari masyarakat setempat. Rabu (21/4/2021) sekitar jam 11.30 WIB.

 

Berdasarkan keterangan keluarga korban, diketahui ciri-ciri mayat sama dengan ciri-ciri anak yang hilang. Ternyata mayat bocah perempuan itu adalah Selfy Nur Indah Sari yang hilang pada Minggu (18/4/2021).

 

Bocah malang yang meninggal tragis tersebut lahir tanggal 24 Mei 2017 (4 tahun). Diperkirakan korban meninggal karena dibunuh. Ibunya bernama Hamidah (35 tahun), pekerjaan petani beralamat di Dusun Tambaagung Desa Tambaagung Ares Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep. (Yant Kaiy) 

Selasa, 20 April 2021

Luka Berdarah



Pentigraf: Yant Kaiy

Kecelakaan di jalan raya itu seolah-olah telah membuat sirna harapannya. Tonah kini pasrah terhadap nasib jeleknya. Wajahnya hancur, tidak cantik lagi karena beradu dengan aspal. Kakinya patah jadi dua. Tangan kirinya juga patah dan luka. Ia tidak bisa apa-apa lagi setelah pulang dari rumah sakit. Ia tidak bisa berdiri. Gerakannya terbatas.

Beruntung suaminya masih setia. Makan dan minum selalu dipersiapkannya. Ternyata Tonah salah menilai selama ini, kalau suaminya tidak memperhatikannya. Karena saking sibuk bekerja membanting tulang demi dirinya. Wajar kalau kemudian tidak bisa melayaninya di tempat tidur.

Penyesalan pun muncul di sela-sela rasa sakit. Ketika Tonah menyuruh suaminya menikah lagi. Suaminya bergeming. Tonah berpikir suaminya akan riang-gembira. Dari sudut matanya mengalir air bening. Ia mencium tangan Tonah.[]

Pasongsongan, 20/4/2021

Senin, 19 April 2021

Kehamilan Pertama



Pentigraf: Yant Kaiy

 

Sejak kematian kakak ipar karena melahirkan, aku terus dihantui bayang-bayang ketakutan. Tapi aku butuh kehadiran seorang anak. Kehadiran penerus cerita dari elegi musim yang terus kulewati tanpa seujung keraguan.

 

Semangat berjuang melawan ketakutan terus kubentangkan. Aku tak boleh menyerah. Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik bagiku. Selalu begitu hati berbisik. Kendati seringkali ternatal keresahan, mengancam keteguhan kalbu.

 

Bukan hanya sekali suamiku menyuntikkan semangat supaya aku tidak takut. Begitu pula mertuaku. Mereka sangat memperhatikan kondisi kesehatanku. Entah sampai kapan…[]

 

Pasongsongan, 19/4/2021

Minggu, 18 April 2021

Lembah Perenungan



Pentigraf: Yant Kaiy

 

Gelisah selalu menghinggapi gerak-langkah kaki. Menyusuri perenungan tentang hakikat hidup sejahtera tanpa sungai dosa. Dahaga impian belum terobati. Yang tersisa keping-keping kecewa. Meski kutahu Tuhan tidak sekejam yang dibayangkan. Kusadar, ternyata keserakahanlah penyebab semuanya.

 

Belum terlambat semuanya. Aku mengais sisa-sisa ilmu agama; tentang kesabaran diantara ancaman benci, tentang kesadaran diri untuk selalu bermesra lewat ibadah. Mungkin inilah jalan Tuhan, membimbingku hingga larut malam.

 

Lalu kunikmati kegagalan itu bersama asap nikotin. Hingga aku bisa mengimla keseluruhan catatan yang pernah kuperbuat.[]

 

Pasongsongan, 19/4/2021

Diskusi Ilmiah MWC NU Pasongsongan

Diskusi ilmiah: Klientelisme di Lingkungan NU Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)


Catatan: Yant Kaiy

Bertempat di kantor MWC NU Pasongsongan Kabupaten Sumenep, diskusi ilmiah dengan mengambil tema “Klientelisme di Lingkungan NU”, tadi malam digelar sehabis shalat tarawih. Menghadirkan dua pembanding yang memiliki kompetensi tidak diragukan lagi keilmuannya, yaitu Kiai Ahmad Fajar Siddiq (Wakil Rais) dan Kiai Kamilul Himam (Ketua LBM). Ahad (18/4/2021).


Tema ini tentu sangat menarik untuk didiskusikan dalam meretas pemahaman tidak bijaksana dari kalangan pengurus NU Pasongsongan terhadap kaum nahdliyin. Acapkali fenomena eksklusif dari mereka yang dianggap memiliki nama besar, justru membuat stagnan roda NU itu sendiri. Padahal keberadaan NU sejatinya harus bisa melebur dengan umat.


Ini tentu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Maka perlu adanya revolusi ke arah lebih bijak. Sehingga kehadiran NU akan begitu terasa dan menyentuh pada setiap sendi kehidupan.


Sebenarnya diskusi ilmiah kali ini merujuk pada salah satu tulisan Kiai Ahmad Riyadi yang dipublikasikan media online milik MWC NU Pasongsongan berjudul Menjadi Aktivis Merdeka. []

Antologi Puisi, Sayang Dibuang



Catatan: Yant Kaiy

Ahad (18/4/2021), saya ke rumah di Paberasan-Sumenep. Saat ini saya berdomisili di Pasongsongan-Sumenep, rumah mertua. Saya bermaksud mengambil beberapa antologi puisi karena khawatir akan hancur dimakan rayap. Saya harus menyelamatkannya dengan cara mempublikasikannya via apoymadura.com nanti.


Ada dua ratus judul lebih novel saya terbungkus kardus, rata-rata panjang naskah 150 halaman folio. Ada lima puluh antologi puisi, rata-rata panjang naskah 100 halaman. Disimpan di tempat yang sama. Semua diketik manual. Dibuat antara 1993 hingga 1995.


Semua nakah saya tersebut sudah siap untuk diterbitkan. Tapi tak ada perusahaan yang mau menerbitkannya dengan beragam alasan.


Pada 1997 ketika saya di bekerja di Jakarta, memang ada penerbit buku kacangan di kawasan Pasar Senen Jakarta yang mau membeli naskah novel tersebut. Dengan satu syarat nama saya diganti orang lain lantaran tidak terkenal. Tidak populer. Kemudian saya turunkan harganya separuh asalkan nama saya tetap ada di novel itu. Pihak penerbit tidak mau.


Enak saja, gumam hati kecewa. Saya yang bikin susah-susah, orang lain menikmati hasilnya.[]

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Dia Anakku



Pentigraf: Yant Kaiy

Tonah hidupnya tidak sepi lagi. Sejak ditinggal suaminya, salah satu keponakannya, Syifa mau tinggal sementara bersamanya. Tonah menyadari, kalau selama ini para keponakannya tidak mau tinggal dengannya karena Tonah dikenal kurang baik menurut mereka. Padahal Tonah mau mengajarkan disiplin dalam banyak hal.

Malam menunjukkan pukul 9. Mereka membaringkan tubuhnya dalam satu kamar. Wanita mandul itu bertanya pada Syifa, apakah dirinya ada yang menyuruh untuk menemaninya.

“Keinginanku sendiri. Aku tak butuh hartamu. Aku hanya membayangkan, jika aku meninggal dunia seorang diri, betapa tidak beruntungnya aku menjadi manusia.” []

Pasongsongan, 18/4/2021 

Sabtu, 17 April 2021

Dibuat Miskin



Pentigraf: Yant Kaiy

Aku bingung menyikapi tingkahnya. Acapkali kekanak-kanakan. Ketika aku menyoal kasus orang lain, di depanku sikapnya mendukung. Tapi ketika di belakangku, dia menjatuhkan ceritaku sedalam-dalamnya. Bahwa aku telah mengulitinya tanpa sisa. Otomatis orang bersangkutan memusuhiku. Dia selamat dan mendapat puja-puji.

 

Padahal dia pendidikannya sudah luar negeri. Dia jadi dosen di salah sebuah perguruan tinggi terkemuka. Tapi kelakuannya tetap tak berubah. Aku jadi malas dekat-dekat dengannya.

 

Karena sikapnya pula aku dibuat miskin. Gara-gara pembicaraanku bersinggungan dengan atasan, tanpa pertimbangan lagi aku divonis PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Kini tinggal suamiku menjadi sumber penghasilan.

Pasongsongan, 17/4/2021

Jumat, 16 April 2021

Ayo Berwisata ke Pasongsongan

Pelabuhan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. (Foto: Yant Kaiy)


Catatan: Yant Kaiy

 

Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep merupakan salah satu wilayah yang sangat direkomendasikan bagi para wisatawan untuk mengunjunginya. Di Pasongsongan memiliki destinasi wisata religi, sport dan refresing serta memancing.

 

Wisata religi itu Astah Syekh Ali Akbar dan Astah Buju’ Panaongan. Puncak Lanjari sebagai tempat wisata sport, yakni paralayang. Sedangkan wisata refresing yaitu Goa Soekarno. Bila Anda suka memancing datanglah ke Pelabuhan Pasongsongan.

 

Syekh Ali Akbar

Astah Syekh Ali Akbar ada di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Sumenep. Beliau adalah tokoh ulama penting penyebar agama Islam di wilayah pantai utara Pulau Madura. Dia merupakan paman dari Raja Sumenep ke-29, yakni Raja Bindara Saod.

 

Berkat syiar (dakwah) yang dilakukannya pada abad XV, Islam di sekitar Pasongsongan berkembang begitu pesat.

 

Nama Pasongsongan sendiri diambil ketika Syekh Ali Akbar menyongsong (menyambut) kedatangan setiap Raja Sumenep yang datang kepada beliau. Kebiasaan menyongsong inilah akhirnya tempat tinggalnya dinamakan Pasongsongan.

 

Buju’ Panaongan

Tempat wisata religi yang kedua Astah Buju’ Panaongan yang terletak di Dusun Benteng Utara Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Sumenep. Obyek wisata ini viral karena ditemukan dalam timbunan bukit pasir setinggi 17 meter.

 

Tidak ada silsilah bahwa mereka keturunannya siapa saja. Menurut beberapa keterangan bahwa makam para arifbillah ini berasal dari jazirah Arab. Dari nama depan di nisannya tertulis ‘syekh’.

 

Puncak Lanjari

Perhatian para atlet paralayang di nusantara saat ini tertuju ke Puncak Lanjari yang ada di Desa Soddara Kecamatan Pasongsongan. Menurut eks-Kepala Desa Soddara Suhanto, bahwa Puncak Lanjari merupakan satu-satunya di Madura untuk olah raga paralayang.

 

Di samping itu, Puncak Lanjari juga mempunyai pemandangan alam yang mempesona. Wisatawan bisa melemparkan pandangan mata kesegala arah. Merasakan sensasi udara sejuk-segar tanpa polusi.

 

Goa Soekarno

Para wisawatan Madura sudah banyak tahu tentang Goa Soekarno. Keberadaan gua alami ini berlokasi di Dusun Benteng Selatan Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan.

Setiap hari tempat wisata yang satu ini ramai dengan para pengunjung. Di dalam gua tersedia soft drink, snack dan live musik. Pengunjung bisa berdendang menghibur diri.

 

Pelabuhan Pasongsongan

Tiap malam Pelabuhan Pasongsongan banyak dikunjungi mereka yang hobby memancing. Biasanya mereka datang dari berbagai pelosok desa.

 

Di Pelabuhan Pasongsongan banyak warung/toko menyediakan berbagai menu makanan dan minuman. Plus di situ juga tersedia voucher wi-fi.

 

Perlu diketahui, bahwa Pelabuhan Pasongsongan merupakan pelabuhan terbesar di Pulau Madura. Di pelabuhan ini pula tercatat sebagai penghasil tangkap ikan terbanyak. Jadi kalau pagi hari juga ramai karena ada transaksi jual-beli ikan.

 

Demikian beberapa tempat wisata yang masing-masing mempunyai daya pikat dan pantas untuk dikunjungi.[] 

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...