Sabtu, 27 November 2021

Pasongsongan Butuh Apotek



Catatan: Yant Kaiy

Kecamatan Pasongsongan berada di ujung barat-utara Kabupaten Sumenep. Sisi barat berbatasan dengan Pasean-Pamekasan. Pasongsongan terkenal sebagai penghasil ikan terbesar di Madura. Dari pertanian, daerah ini juga menghasilkan tembakau berkualitas terbaik.

Dua potensi Pasongsongan ini tidak menjadikan surga berbelanja bagi sebagian besar warganya. Seperti tidak adanya apotek. Warga Pasongsongan berbelanja obat di kecamatan lain. Semestinya kebutuhan dasar kesehatan masyarakat ini ada.

Orang kaya di Pasongsongan bukannya tidak ada. Tapi mereka saat sekarang sedang “tidur” pulas. Tak punya inspirasi bagaimana bisa mengembangkan daerahnya.[]



Pergi Sebelum Fajar



Pentigraf: Yant Kaiy

Kematiannya meninggalkan luka mendalam di hatiku. Tercecer berjuta kenangan manis diantara perjalanan usia. Begitu dahsat merubah peta hasratku, hingga lama kiblat tujuan hilang tanpa bekas.

Sekian lama terkurung sunyi. Terus saja aku menyibukkan diri pada kegiatan kemanusiaan. Namun tetap saja bayangan indah bersamanya mengapuri ruang gerak mataku. Aku berontak sekuat tenaga, melepaskan diri dari ikatan kenangan.

Baru berhenti siksa setelah kudapatkan penggantinya. Dari suatu seminar budaya kutemukan paras ayu menggoda. Awal berkenalan kami saling jatuh hati.[]

Pasongsongan, 27/11/2021



Jumat, 26 November 2021

Therapy Banyu Urip Yogyakarta Baksos di Sumenep



Sumenep – Pusat Therapy Ramuan Banyu Urip International Yogyakarta, besok (Ahad, 28/11/2021) akan menggelar Bakti Sosial (Baksos) di Saronggi-Sumenep.

Baksos Therapy Banyu Urip kali ini bekerjasama dengan Pimpinan Anak Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Acara beramal ini akan dilaksanakan di aula Kantor MWC NU Saronggi.

“Kami bersama tim terapis dari Yogyakarta dan Pusat Therapy Banyu Urip Madura yang berjumlah 17 orang sudah ada di Pasongsongan-Sumenep. Baksos kali ini akan menjadi yang terbesar di Madura, seiiring banyaknya pasien dengan berbagai keluhan penyakit yang sudah mendaftarkan diri,” terang CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin.

Lebih jauh MS Arifin menerangkan, bahwa Baksos terbuka untuk umum. Bahkan ada beberapa pasien dari Pamekasan dan Sampang jauh hari sudah mendaftarkan diri.

“Tim terapis kami semuanya profesional, dipercaya oleh masyarakat international, dan semuanya sudah bersertifikat. Tim terapis Banyu Urip kami sebagian besar dari eks TNI,” tandas pensiunan Polisi Militer ini begitu meniscaya. (Yant Kaiy)



Kandas Berkeping



Pentigraf: Yant Kaiy

Dia tidak tampan. Anak buruh pabrik. Sikapnya pendiam. Penampilannya biasa-biasa saja. Tidak pernah muluk-muluk mengimpikan sesuatu. Jalan hidupnya mengalir. Dia telah mengajarkan banyak tentang hakikat cinta terhadapku. Ketika di kampus kami sering bersama. Dia tidak sekalipun melontarkan kata cinta. Meski dari sinar matanya menguraikan ketertarikannya.

Kemudian kami berpisah; aku melanjutkan pendidikan keluar negeri dan mendapatkan jodoh bule hingga punya anak. Pulang ke tanah air menjadi desainer para artis. Aku menakhodai sebuah acara di stasiun televisi swasta, penggemarku banyak.

Kesuksesanku kandas. Suamiku selingkuh. Kami bercerai. Disaat kesepian, entah kenapa pikiranku teringat dia. Aku pergi ke rumahnya. Kata istrinya, dia sudah meninggal dunia.[]

Pasongsongan, 26/11/2021



Pernak-pernik Pilkades Sumenep 2021



Catatan: Yant Kaiy

Isu yang beredar dari pemungutan suara langsung Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) di Kabupaten Sumenep, 25 Nopember 2021 kemarin, ternyata faktor penentu kuat kemenangan diperoleh dari money politic. Semakin besar angpao yang diberikan calon Kades terhadap pemilih, kans jadi kampiun terbuka lebar.

Transaksi tersembunyi lewat mediator bukan hal tabu. Biasanya kandidat menakar kemampuan rupiah pihak lawan. Tim sukses calon kemudian menentukan harga per satu suara.

Yang membuat pusing tim sukses calon Kades, umumnya pemilih “berselingkuh”. Pemilih mau menerima uang suap dari semua calon Kades.

Ada pula tim sukses yang bertaruh meninggikan suara kandidatnya sendiri. Apabila menang, sebagian hasil judinya untuk menyokong anggaran belanja sang calon.

Mencermati realita ini, ajang Pilkades boleh dibilang penuh intrik dan siasat licik. Tidak affair. Endingnya, Kades terpilih berpikir ulang supaya balik modal. Tidak sepenuhnya memikirkan kepentingan warganya.[]



Kamis, 25 November 2021

Pilkades dan Money Politik



Catatan: Yant Kaiy

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kota Keris Sumenep, kemarin telah selesai dihelat. Kamis (25/11/2021). Suka-duka pun menghiasi proses pemungutan suara secara langsung tersebut. Bahkan perang mental jauh hari sebelumnya sudah dimulai. Tahapan demi tahapan yang melibatkan warga masyarakat desa menguras energi, waktu dan biaya tidak sedikit.

Nuansa pemilihan apa pun dibeberapa pelosok negeri ini mulai meninggalkan hakikat mendapatkan pemimpin berkualitas. Bukan rahasia umum, bahwa money politic menjadi urgen bagi seorang kandidat supaya bisa melenggang ke singgasana kekuasaan. Kalau tidak mempersembahkan angpao bisa dipastikan sang kompetitor akan terjungkal.

Entah kenapa hal ini menjadi tabu dibicarakan oleh pemangku kebijakan. Padahal mafsadat dari Pilkades lebih besar ketimbang maslahatnya.[]



Hari Guru Nasional dan Pilkades Sumenep 2021



Catatan: Yant Kaiy

Dua agenda penting bersamaan terjadi di Kota Keris Sumenep, yakni Hari Guru Nasional (HGN) dan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Kamis (25/11/2021).

Yang pasti, HGN diperingati oleh seluruh lapisan masyarakat di pelosok nusantara setiap tahun. Salah satu tujuan dari peringatan ini, menghargai pengorbanan dan jasa para guru yang memiliki andil besar dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

Sedangkan Pilkades mencari pemimpin baru bagi desa. Skalanya sebatas di Sumenep, bukan nasional. Kita tahu, namanya kompetisi apa pun, pasti ada kalah-menang. Kelompok kalah jelas berduka. Sedang bagi tim juara akan bergembira-ria. So pasti masyarakat larut pada pesta demokrasi tersebut.

Kalau kita takar, peringatan HGN tahun ini tersaput perhelatan Pilkades. Apalagi Pilkades Sumenep sebelumnya pernah mengalami penundaan.

Suka tidak suka, jika ditelisik lebih dalam, Pilkades Sumenep sesungguhnya telah mengurangi esensi peringatan HGB. Entah, ini disengaja atau tidak. Wallahu a’lam bishawab.[]



Mendung Berarak



Pentigraf: Yant Kaiy

Sontak dendamku mencair demi melihatnya tak bisa berbuat apa-apa lagi. Pilu berbaur iba menyapu bersih butir-butir congkak. Inilah hakikat hidup. Kemenangan hanya sesaat menghinggapi langkah diri. Aku tak bisa melontarkan kata-kata di hadapannya.

Diatas kursi roda ia didorong oleh anak perempuannya menuju acara bakti sosial: Pengobatan tradisional gratis. Ia menyapaku begitu lirih. Hampir tak terdengar. Tangannya tak bisa digerakkan. Dulu ia sering menggendongku.

Setelah basa-basi sebentar, aku segera meninggalkan mereka. Dari ujung mata dapat kutangkap, bahwa ia ingin berbicara banyak.[]

Pasongsongan, 25/11/2021



Rabu, 24 November 2021

Lagu Pecundang

Pentigraf: Yant Kaiy

Jodoh, Tuhan yang menentukan. Aku dan dia gagal menikah karena persoalan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa). Ayah menang atas bapaknya. Periode selanjutnya, Ayah dikalahkan oleh dia. Sekarang aku yang bertarung dan dia yang terjungkal.

Kuberjanji dalam hati, pada Pilkades yang akan datang, kuingin menghentikan permusuhan ini. Kami menggiring massa, mengompori mereka sedemikian rupa untuk membenci kubu dia. Segala cara kami tempuh demi satu tujuan: Kemenangan.

Politik uang terbungkus bantuan sudah menjadi tradisi dalam pemilihan apa pun. Demi sepotong gengsi, apa pun dilakukan.[]

Pasongsongan, 25/11/2021



Selasa, 23 November 2021

Pengembaraan



Pentigraf: Yant Kaiy

Hampir satu bulan terombang-ambing di tengah lautan lepas. Aku bersama lima orang perempuan dan tiga laki-laki dewasa dalam satu perahu. Terpaksa kami melarikan diri dari kampung halaman karena ada konflik berdarah. Suami dan kedua anakku tewas. Kedua orang tuaku dan semua orang di desaku dibantai habis. Sedangkan satu anakku yang selamat masih berusia tujuh bulan

Beruntung kami membawa bekal makanan ala kadarnya. Memancing ikan tiap hari supaya bekal tidak cepat habis. Kami berlayar meninggalkan negeri tercinta sejauh mungkin. Hari demi hari mulai tumbuh harapan hidup di negeri orang.

Siang-malam kami memanjatkan doa pada Tuhan agar jiwa kami diselamatkan dari maut. Dia Maha Mendengar permohonan hamba-Nya. Perahu kami mendekat pada sebuah pulau.[]

Pasongsongan, 23/11/2021



Senin, 22 November 2021

Terkini; Kabel Listrik PLN Hampir Menyentuh Tanah



Catatan: Yant Kaiy

Harus hati-hati bagi pengemudi kendaraan bermotor ketika melintas di jalan Lapangan Sawungggaling Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Persoalannya ada kabel listrik PLN lepas dari tiangnya hampir menyentuh tanah. Selasa (23/11/2021).

Pukul 06.00 WIB ketika saya berangkat kerja, melintas di jalan itu, kabel listrik berisolasi untuk rumah tangga oleh masyarakat sekitar diberi rambu lalu lintas berupa plastik bungkus pupuk dan tong plastik. Saat pulang kerja (pukul 11. 00 WIB), saya melintas di jalan itu lagi, ternyata kabel PLN masih belum dinaikkan.

Banyak pihak berharap kepada PLN supaya dimusim hujan ini lebih tanggap terhadap laporan masyarakat. Sigap beraction demi keselamatan jiwa manusia.[]



# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...