Jumat, 06 Februari 2026

Sinergi Warga dan Tokoh Masyarakat, Plesterisasi Jalan Buntu di Sempong Barat Rampung

jalan di dusun sempong barat mulus berkat bantuan dana dari kepala desa pasongsongan dan toko ungu pasongsongan

SUMENEP Semangat gotong royong dan kepedulian tokoh masyarakat berhasil mengubah wajah infrastruktur di Dusun Sempong Barat, Desa Pasongsongan.

Proyek plesterisasi jalan kampung sepanjang 50 meter yang sebelumnya rusak, kini telah rampung dikerjakan dan siap digunakan warga. Jumat (6/2/2026).

Perbaikan jalan ini bermula dari inisiatif Adam Biyono Gafur. Meski statusnya adalah jalan buntu, Adam tetap bergerak menggalang dana swadaya dari masyarakat sekitar demi kenyamanan mobilitas sehari-hari.

Langkah swadaya warga ini rupanya memantik simpati dari berbagai pihak. Kepala Desa Pasongsongan turun tangan langsung memberikan dukungan dana untuk memastikan pengerjaan jalan tersebut berjalan lancar.

"Kami sangat mendukung langkah swadaya masyarakat seperti ini. Ini adalah bentuk nyata kepedulian warga terhadap pembangunan desa, dan tentu pemerintah desa akan selalu hadir untuk menyokongnya," ujar Kades Pasongsongan, Ahmad Saleh Harianto.

Senada dengan hal tersebut, Zainollah, pemilik (owner) Toko Ungu Pasongsongan, juga turut memberikan suntikan dana.

“Saya punya perhatian terhadap jalan kampung tersebut karena di situ ada website lokal www.apoymadura.com. Soalnya banyak tamu-tamu penting dari luar daerah beranjangsana ke situ,” terang Zainollah.

Menurut Zainollah, akses jalan yang layak sangat penting untuk menjaga citra desa, terutama saat menyambut tamu-tamu penting yang berkunjung ke kantor media lokal tersebut.

Sedangkan inisiator perbaikan, Adam Biyono Gafur, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kolaborasi lintas sektor ini.

“Terima kasih kepada Bapak Kades Pasongsongan dan Toko Ungu Pasongsongan atas bantuan dananya,” ungkap Adam.

Kini, jalan buntu sepanjang 50 meter di Dusun Sempong Barat sudah mulus dan representatif, memberikan kenyamanan bagi warga sekitar maupun tamu yang datang dari luar daerah. [kay]

Dukung Literasi Digital, Owner Toko Ungu Pasongsongan Danai Plesterisasi Jalan Sempong Barat

Jalan sempong barat pasongsongan mulus setelah mendapat suntukan dana dari Toko Ungu Pasongsongan
Owner Toko Ungu Pasongsongan.

SUMENEP Akses jalan kampung di Dusun Sempong Barat, Desa Pasongsongan, kini tampil lebih rapi dan nyaman. Proyek plesterisasi jalan sepanjang 50 meter tersebut dinyatakan rampung berkat kolaborasi apik antara inisiatif warga dan dukungan sektor swasta. Jumat (6/2/2026).

Jalan pelosok yang kini sudah mulus tersebut salah satunya mendapatkan suntikan dana segar dari Zainollah, pemilik (owner) Toko Ungu Pasongsongan.

Zainollah mengungkapkan bahwa keputusannya membantu perbaikan jalan tersebut bukan tanpa alasan. Ia melihat Dusun Sempong Barat memiliki potensi strategis karena jadi markas bagi media digital lokal.

"Saya punya perhatian khusus terhadap jalan kampung tersebut karena di sana terdapat operasional website lokal www.apoymadura.com," ujar Zainollah.

Menurutnya, keberadaan media lokal tersebut seringkali menarik kunjungan dari berbagai pihak luar yang ingin bersilaturahmi atau melakukan koordinasi terkait informasi di wilayah Pasongsongan.

"Soalnya banyak tamu-tamu penting dari luar daerah yang beranjangsana ke situ. Tentu kita ingin memberikan kesan yang baik dengan akses jalan yang layak," tambahnya.

Sementara itu, Inisiator perbaikan jalan, Adam Biyono Gafur, menyambut baik bantuan tersebut.

Menurutnya, kepedulian dari tokoh pengusaha seperti Zainollah menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama.

Kini, dengan selesainya jalan sepanjang 50 meter itu, mobilitas warga maupun tamu yang berkunjung ke kantor redaksi media lokal www.apoymadura.com jadi lebih lancar. [kay]

Swadaya Masyarakat, Plesterisasi Jalan Buntu di Sempong Barat Rampung Dikerjakan

Plesterisasi jalan di Dusun Sempong Barat Pasongsongan Sumenep

SUMENEP – Semangat gotong royong warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, membuahkan hasil nyata. Proyek plesterisasi jalan kampung yang sebelumnya rusak kini telah rampung dikerjakan. Jumat (6/2/2026).

Perbaikan jalan sepanjang 50 meter tersebut diinisiasi oleh Adam Biyono Gafur. Menariknya, jalan yang diperbaiki ini merupakan akses jalan buntu yang sehari-harinya digunakan warga sekitar.

Kondisi jalan yang kini mulus diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan dan mobilitas warga dalam beraktivitas.

Adam Biyono Gafur menjelaskan bahwa ide perbaikan ini muncul dari keinginan warga untuk memiliki infrastruktur yang lebih layak.

"Karena ini jalan buntu, kami berinisiatif menggalang dana secara swadaya dari warga sekitar. Ternyata, kabar perbaikan ini mendapat respons positif dan perhatian besar dari berbagai kalangan," ujar Adam.

Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari dukungan pihak luar yang turut memberikan bantuan dana tambahan sehingga pengerjaan bisa dilakukan dengan lebih optimal.

Adam menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak-pihak yang telah peduli terhadap pembangunan di Dusun Sempong Barat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Desa Pasongsongan dan Toko Ungu Pasongsongan atas bantuan dananya. Dukungan ini sangat berarti bagi kelancaran pengerjaan jalan kami,” tutup Adam.

Kini, warga Dusun Sempong Barat sudah bisa menikmati jalan yang lebih bersih dan rata, membuktikan bahwa kolaborasi antara inisiatif warga dan kepedulian tokoh masyarakat bisa membawa perubahan positif bagi lingkungan. [kay]

Rabu, 04 Februari 2026

Kontroversi Nasab Ba’alawi dan Keberanian Membongkar Klaim Keturunan

Nasab Ba'alawi adalah bukan keturunan Rosulullah

Isu nasab Ba’alawi, kelompok habib Yaman yang mengklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, kembali memicu perdebatan panjang di tengah umat Islam Indonesia. 

Selama puluhan tahun klaim nasab ini diterima luas tanpa banyak ruang kritik. 

Tapi, situasi berubah ketika KH Imaduddin Utsman al-Bantani secara terbuka menyuarakan keberatannya dan menyebut adanya dugaan “kepalsuan” dalam klaim keturunan para imigran Yaman tersebut.

KH Imaduddin Utsman al-Bantani sendiri dikenal sebagai ulama, pendidik, sekaligus penulis yang menaruh perhatian serius pada kajian nasab. 

Lewat penelitian yang ia klaim berbasis literatur sejarah dan silsilah, ia mempertanyakan validitas rantai keturunan Ba’alawi yang bersambung langsung kepada Rasulullah SAW. 

Sikap lantangnya menuai pro dan kontra: sebagian menganggapnya sebagai upaya ilmiah untuk meluruskan sejarah, sementara yang lain menilai langkah tersebut berpotensi memicu kegaduhan dan perpecahan umat.

Terlepas dari kontroversinya, nasab, dalam tradisi Islam, memang perkara penting. 

Tapi kemuliaan seseorang pada dasarnya tidak ditentukan oleh garis keturunan semata, melainkan oleh ilmu, akhlak, dan ketakwaannya. 

Polemik nasab Ba’alawi hendaknya jadi momentum guna memperkuat budaya tabayyun, keterbukaan diskusi, dan penghormatan terhadap perbedaan pendapat di tengah masyarakat Muslim Indonesia. [k4y]

Senin, 02 Februari 2026

Sambut Bulan Suci, Rocker Asal Sumenep Umar Dhany Kawesa Rilis Single "Rindu Ramadhan"

Umar dhany Artis jakarta beradal dari Sumenep
Umar Dhany Kawesa

SUMENEP – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, musisi kebanggaan Kota Keris, Umar Dhany Kawesa, kembali mewarnai belantika musik tanah air. 

Penyanyi yang dikenal dengan karakter vokal pop rock yang kuat ini resmi merilis single religi terbaru bertajuk "Rindu Ramadhan".

​Lagu yang lahir dari buah pemikiran dan karya cipta Umar Dhany sendiri ini diproduksi di bawah naungan Mars Record. 

Lewat "Rindu Ramadhan", Umar mencoba menyentuh sisi spiritual pendengar dengan lirik yang penuh kerinduan akan suasana bulan penuh ampunan.

​Umar Dhany Kawesa bukanlah nama baru di industri musik. 

Sebagai musisi yang lama berkarier di Jakarta, ia telah memantapkan posisinya sebagai solois pop rock dengan beberapa album yang telah dirilis sebelumnya.

​Tak hanya setia pada jalur rock, Umar juga dikenal amat mencintai tanah kelahirannya. 

Hal ini dibuktikan dengan dedikasinya meluncurkan album berisi lagu-lagu berbahasa Madura, menunjukkan fleksibilitasnya sebagai seorang seniman yang mampu memadukan genre modern dengan kearifan lokal.

​"Lagu ini adalah bentuk ekspresi saya sebagai manusia terhadap datangnya bulan suci. Semoga 'Rindu Ramadhan' bisa menemani masyarakat dalam menjalankan ibadah nanti," ujar Umar Dhany di kediamannya di Pandian Sumenep. Selasa (3/2/2026). 

​Hadirnya single ini diharapkan jadi pengobat rindu bagi para penggemarnya. [k4y]

Kunci Jawaban Bahasa Madura Kelas 6 SD

soal-soal dan kunci jawaban bahasa madura kelas 6 sd

Berikut ini apoymadura.com akan menyajikan soal-soal dan kunci jawaban Asesmen Sumatif Akhir Semester Genap mata pelajaran Bahasa Madura untuk kelas 6 SD.

1. Settong otaba pan-barempan okara se ekoca’agi ka oreng laen se malowagi jawaban esebbut …

A.  okara kakanthen

B.  bak-tebbagan

C.  parebasan

D.  saloka

 

2. Bak-tebbagan ekoca’agi kalaban samar tojjuwanna sopaja ….

A.  agella’an

B.  etebbak

C.  ekarembak

D.  ekaenga’e

 

3. Bak-tebbagan biyasana aesse okara ….

A.  kakanthen

B.  petanya

C.  pasoro

D.  lalakon

 

4. Bak-tebbagan ekoca’ sastra en-maenan se tojjuwanna kaangguy ….

A.  masenneng ate

B.  matapencol ate

C.  panglepor ate

D.  masekkel ate

 

5. Sala settong tatengngerra okara bak-tebbagan marlowagi badhana ….

A.  soalla

B.  jawabanna

C.  monyena

D.  endhana okara

 

6. Bak-tebban elakowagi oreng dibasa otaba na’-kana’ enalekana ….

A.  malem bulan pornama

B.  acara parsemowan

C.  sabellunna tedhunga

D.  apol-kompol en-maenan

 

7. Okara bak-tebbagan e baba reya se jawabba ella badha e dhalem okarana iya areya ….

A.  e nga’-tengnga’ana langnge’ ban bume badha apana?

B.  budhu’na co-loncowan korbina neng-ennneng.

C.  ekekkke’ ngekke’keya.

D.  pangkor nyang-kornyangan.

 

8. Okara bak-tebbagan e baba reya se jawabba gun materros oca’ se badha ebudhi iya areya ….

A.  bangpa’ konem tadul to’cer

B.  solorra ka taman, konco’na ka accem

C.  ne’-kene’ penter nyoleng.

D.  kata’ mon amonye malem

 

9. Okara bak-tebbagan e baba reya se okarana ngala’ dhari aksara rengkessan iya areya ….

A.  bangpa’ konem tadul to’cer

B.  solorra ka taman, konco’na ka accem

C.  ne’-kene’ penter nyoleng

D.  kata’ mon amonye malem

 

10. Okara bak-tebbagan e baba reya se aropaagi paparegan iya areya ….

A.  e nga’-tengnga’ana langnge’ ban bume badha apana?

B.  budhu’na co-loncowan korbina neng-ennneng.

C.  ekekkke’ ngekke’keya.

D.  pangkor nyang-kornyangan.

 

11. Gi’ kana’ akalambi bila towa abangkang. Jawabba iya areya ….

A.  ajam

B.  jagung

C.  perreng

D.  koceng

 

12. E tengnga’ana pasar badha apana? Jawabba iya areya ….

A.  oreng ajajuwal

B.  es-paes tenggang

C.  oreng abalanja

D.  aksarana S

 

13. Epaes banne juko’epajunge banne ….

Terrosanna okara bak-tebbagan e attas iya areya …

A.  mayyid

B.  ojan

C.  babine’

D.  pangantan

 

14. Bila kyae dhateng santrena tadha’. Bila santrena dhateng kyaena tadha’. Jawabba iya areya ….

A.  bulan ban bintang

B.  bume ban langnge’

C.  guru ban mored

D.  pate’ ban koceng

 

15. Pidhato gasek ejarba’agi e cem-macemma pasemowan. Sala settongnga iya areya .....

A.  kaonjangan pangantan

B.  guru ka moredda bakto ngajar

C.  oreng towa ka na’ ana’na

D.  dha’-kandha’an e poskamling

 

16. Talektegi essena pidhato e baba reya!

Se badan kaula hormadi bapak camat.

Se badan kaula bapak kapala disa Jaba’an

Se badan kaula hormadi sadaja tamoy se angrabuwi acara ka’dhinto

Ra-okara e attas aropaagi bagian dhari ......   pidhato.

A.  salam pamokka’

B.  pamokka’

C.  essena

D.  panotop

 

17. Talektegi ra-okara e baba reya!

1)  Rengkessan dhari bab se ejarba’agi

2)  Ocaban sokkor

3)  Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

4)  Ocaban hormat dha’ sadaja se rabu

5)  Ocaban nyo’on sapora atas kalopodan caca ban tangka

Ra-okara eattas se ejarba’agi e bagiyan panotop pidhato iya areya .....

A.  1), 2), ban 3)

B.  1), 2), ban 4)

C.  1), 3), ban 5)

D.  3), 4), ban 5)

 

18. Jajarba’an se daddi maksod ban tojjuwan apidhato badha e bagiyan ..... pidhato.

A.  salam pamokka’

B.  pamokka’

C.  essena

D.  panotop

 

19. Ocaban ngatore salawat tor salam dhalem pidhato etojjuwagi monggu dha’ ka .....

A.  Guste Allah SWT

B.  para alim tor ulama

C.  para bangaseppo se angrabuwi acara

D.  Guste Kanjeng Nabi Muhammad saw

 

20. Ocaban pojji tor sokkor dhalem pidhato etojjuwagi monggu dha’ ka .....

A.  Ajunan Guste Allah SWT

B.  para alim tor ulama

C.  para bangaseppo se angrabuwi acara

D.  Guste Kanjeng Nabi Muhammad saw

Baca pajarna’ pas jawab soal nomor 21 – 22!

Para rabu se padha molja.

Parlo ekagali sareng panjennengan sadaja, papanggiyan e are ka’dhinto, badhi jak-ngajak dha’ sadaja barga se badha e RT 7, kaangguy areng-sareng agutong-rojung kadi ponapa kampong se badha e ka’ dhinto berse, nyoppre daddiya kennengngan se sehat. Kong-langkong e bulan dhateng ampon ngadhebbana bulan Agustus.

 

21. Essena pidato kasebbut iya areya nyaretaagi bab .....

A.  kaberseyan

B.  kasehadan

C.  ngajak agutong- rojung

D.  tareka bulan Agustus

 

22. Papanggiyan se ebadhaagi e RT 7 kadaddiyanna e bulan ….

A.  Juli

B.  Agustus

C.  September

D.  Oktober

 

23. Rengkessanna dhari bab se ejarbaagi dhalem pidhato badha e bagiyan ….

A.  panotop

B.  pamokka’

C. essena

D.  salam pamokka’

 

24. E baba reya se banne tatengngerra basa se eangguy dhalem pidhato acara resme iya areya basana kodu ….

A.  andhap asor

B.  gampang earte’e

C. ngangguy basa paleggiran

D.  ngangguy basa Madura tollen

 

25. Sala settong contona pidhato e acara resme iya areya ….

A.  pidhatona pa’ camat e dhalem acara kompolan sana’ baraja.

B.  pidhatona presiden bakto acara ngaemodi kamardikaan Nagara Indonesia.

C.  pidhatona pa’kalebun bakto acara kakabinan.

D.  pidhatona pa’ bupati bakto acara molang are potrana

 

26. E baba reya contona okara se ngangguy basa Madura tollen iya areya ….

A.  Ale’ emelleyagi komputer ban hand phone.

B.  Malar moga padha’a salamet e dunnya ban aherat.

C.  Bakto paraiyan bannya’ mored se entar arekreasi.

D.  Apen badalan Parsanga reya lakar kaonang nyaman.

 

Baca teks pidhato ebaba reya, pas jawab al-soal nomer 27 – 29!

E are samangken badan kaula sadaja akompol kaagguy arayaagi bulan kababarana Rasulullah sabab panika bulan se nyonar lebbi samporna dhari bulan pornama, estona senarra Nabi Muhammad SAW. ka’dhintoh  kabadhi jau sabeluna Nabi Adam e daddiyagi. Menangka dhari ka’dinto para rabu sadaja, ngireng areng-sareng adaddiyagi Bulan Rabiul Awwal tepa’ neng tanggal 12 kaagguy bulan kasennengan nyambut tor ngaemodi kababaranna manossa se agung. Melana dhari ka’dhinto badan kaula sadaja ngatoragi mator kaso’on dha’ para rabu sadaja.

27. Tema se sorop kaangguy essena pidhato e atas iya areya ....

A.  molod aghung

B.  kadaddiyanna Nabi Adam

C.  parayaan bulan Rabiul Awwal

D.  bulan pornama


28. Sapa asmana oreng kaponjul se emaksod dhalem pidhato e attas?

A.  Nabi Adam AS

B.  Nabi Mohammad SAW

C. Rasul

D.  Agung

 

29. Lalabanna oca’ se epasange garis baba iya areya ….

A.  jembar

B.  mate

C.  seda

D.  rembi’

 

30. Aksara raja se bangonna padha kalaban aksara pasanganna iya areya .....

A.  Ta ban Ca

B.  Ga ban Ba

C.  Ta ban Ba

D.  Ba ban Ca

 

Kunci Jawaban:

1.

B

6.

D

11.

C

16.

B

21.

C

26.

D

2.

B

7.

A

12.

D

17.

C

22.

A

27.

A

3.

B

8.

D

13.

D

18.

C

23.

A

28.

B

4.

A

9.

A

14.

A

19.

D

24.

C

29.

C

5.

B

10.

D

15.

A

20.

A

25.

B

30.

B

 

Puting Beliung dan Alarm Kesiapsiagaan di Desa Karduluk Sumenep

puting beliung prak-porandakan rumah warga di desa karduluk sumenep
Rumah warga di Karduluk.

Bencana puting beliung di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep mengakibatkan beberapa rumah rusak berat. Ahad (1/2/2026).

Hal ini jadi pengingat pahit bahwa ancaman bencana alam bisa datang kapan saja.

Dalam hitungan menit, angin kencang mampu merenggut rasa aman warga dan memporak-porandakan tempat tinggal yang dibangun bertahun-tahun dengan kerja keras.

Peristiwa ini tidak bisa dipandang sekadar sebagai musibah musiman.

Perubahan pola cuaca yang ekstrem menuntut perhatian serius dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

Kerusakan rumah warga menunjukkan masih lemahnya ketahanan bangunan terhadap bencana, terutama bagi masyarakat pedesaan yang sebagian besar membangun rumah dengan keterbatasan ekonomi.

Puting beliung di Desa Karduluk sejatinya jadi alarm bersama: bahwa kesiapsiagaan bukan pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. [k4y]

Catatan: Semua video kiriman dari netizen warga Karduluk.

Minggu, 01 Februari 2026

Rutin tiap Senin: Upacara Bendera di SDN Padangdangan 1 Berlangsung Tertib

Sdn padangdangan 1 Kecamatam Pasongsongangelar upacara
Indrayani Suci Lestari. 
SUMENEP – Pelaksanaan upacara bendera di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, berlangsung tertib dan lancar pada Senin pagi (2/2/2026). 

Seluruh siswa dan dewan guru mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat.

Bertindak sebagai pembina upacara, Indrayani Suci Lestary menyampaikan amanat singkat yang menekankan pentingnya kedisiplinan di lingkungan sekolah. 
Upacara senin di sdn padangdangan 1 Pasongsongan Sumenep
Ia mengajak para siswa untuk membiasakan datang tepat waktu, disiplin saat mengikuti pembelajaran di dalam maupun di luar kelas.

"Selain itu, jaga kerukunan dengan teman dan jangan ada yang saling membully,” ujar Indrayani Suci Lestary dalam amanatnya.

Menurutnya, para siswa harus saling menghormati dan tidak melakukan perundungan atau membully sesama teman, demi terciptanya suasana sekolah yang aman dan nyaman. [k4y]

Cuaca Cerah Selimuti Upacara Bendera di SDN Padangdangan 2: Sekolah Adalah Rumah Kedua

Upacara bendera di SDN Padamgdangan 2 Kecamatan Pasongsongan Sumenep
Upacara bendera SDN Padangdangan 2.

SUMENEP – Upacara bendera hari Senin di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, berlangsung khidmat dan lancar. 

Kondisi cuaca yang cerah menambah semangat para siswa dan jajaran guru dalam mengikuti prosesi rutin mingguan tersebut. Senin (2/2/2026). 

​Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Mohammad Zali, S.Pd., guru kelas IV yang juga merupakan guru PPPK Paruh Waktu. 

Dalam amanat singkatnya, Zali menekankan pentingnya membangun kedekatan emosional di lingkungan sekolah.

​"Jadikanlah sekolah ini sebagai rumah kedua kalian, dan anggaplah Bapak serta Ibu guru sebagai orang tua kedua kalian selama di sini," pesan Zali di hadapan para peserta didik.

​Dibalik ketegasannya sebagai pembina upacara, terselip kisah dedikasi yang luar biasa. 

Mohammad Zali merupakan warga asal Kecamatan Kalianget. Setiap harinya, ia harus menempuh jarak sekitar 60 KM untuk sampai ke SDN Padangdangan 2.

​Demi menunaikan tugasnya mendidik generasi bangsa, ia menaiki kendaraan roda duanya sejak pukul 05.30 WIB. 

Perjalanan panjang dan melelahkan tersebut jadi bukti nyata dalam mengabdi, meski harus melintasi jarak cukup jauh setiap pagi. [k4y]

Aksi Nyata Warga Sempong Barat: Bangun Jalan Pelosok Lewat Patungan Mandiri

bangun jalan pelosok sempong barat dengan patungan mandiri
Muhammad Nihram (kiri)

SUMENEP – Lantaran tak ingin terus mengeluh akibat akses jalan rusak, warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, akhirnya turun tangan.

Secara swadaya, masyarakat di dusun tersebut bergotong royong melakukan pembangunan jalan pelosok guna mengakhiri penderitaan karena kesulitan melintas. Ahad (1/2/2026)

Kondisi jalan berbatu yang selama ini jadi kendala utama, akhirnya masyarakat sepakat untuk mengumpulkan dana secara mandiri demi mewujudkan jalan yang lebih layak.

Muhammad Nihram, seorang warga yang rumahnya tepat berada di sebelah barat lokasi pembangunan, menyambut antusias aksi nyata ini.

Ia membenarkan bahwa selama ini kondisi jalan tersebut memang cukup memprihatinkan bagi pengguna jalan.

"Kami sangat menyambut baik pembangunan ini. Memang benar jalan di sini sebelumnya berbatu, jadi siapapun yang lewat pasti kesulitan. Untuk dana, murni dari sumbangan warga sekitar yang memang peduli," jelas Nihram saat ditemui di lokasi.

Kegiatan ini jadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih sangat kental di Desa Pasongsongan.

Warga berharap, dengan adanya perbaikan jalan ini, mobilitas sehari-hari jadi lebih aman dan nyaman bagi siapa pun yang melintas. [k4y]

Gotong Royong Mandiri, Warga Sempong Barat Bangun Jalan Pelosok Secara Swadaya

Bangun jalan pelosok warga dusun sempong barat pasongsongan
Adam Biyono Gafur (kanan)

SUMENEP Semangat kebersamaan ditunjukkan warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan.

Tanpa menunggu bantuan dari pemerintah, warga setempat berinisiatif melakukan giat pembangunan jalan pelosok secara swadaya guna mempermudah akses transportasi masyarakat. Ahad (1/2/2026).

Aksi ini dipicu karena kondisi jalan yang rusak parah dan dipenuhi bebatuan. Medan yang sulit acapkali membuat para pengendara, terutama roda dua, merasa was-was dan kesulitan saat melintas.

Adam Biyono Gafur, salah seorang warga sekaligus inisiator gerakan ini, mengungkapkan bahwa dirinya tergerak untuk mulai bertindak karena merasa prihatin dengan keluhan para pengguna jalan.

"Saya mengambil inisiatif karena jalannya berbatu. Banyak orang yang mau melintas di sini sangat kesulitan, bahkan terkadang membahayakan keselamatan. Akhirnya, kami sepakat untuk memperbaikinya secara mandiri," ujar Adam di sela-sela kegiatan pembangunan.

Pengerjaan jalan dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat pengguna jalan tersebut.

Mulai dari pengumpulan material hingga proses perataan jalan dilakukan dengan alat seadanya namun penuh semangat kekeluargaan.

“Pembangunan jalan ini menggunakan pasir, batu kerikil, dan semen,” ujar Adam panggilan akrabnya.

Langkah swadaya ini diharapkan bisa memperlancar mobilitas warga Dusun Sempong Barat, mengingat jalan tersebut akses vital bagi warga di sekitarnya. [k4y]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...