Kontroversi Nasab Ba’alawi dan Keberanian Membongkar Klaim Keturunan
Isu nasab Ba’alawi, kelompok habib Yaman yang mengklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, kembali memicu perdebatan panjang di tengah umat Islam Indonesia.
Selama puluhan tahun klaim nasab ini diterima luas tanpa banyak ruang kritik.
Tapi, situasi berubah ketika KH Imaduddin Utsman al-Bantani secara terbuka menyuarakan keberatannya dan menyebut adanya dugaan “kepalsuan” dalam klaim keturunan para imigran Yaman tersebut.
KH Imaduddin Utsman al-Bantani sendiri dikenal sebagai ulama, pendidik, sekaligus penulis yang menaruh perhatian serius pada kajian nasab.
Lewat penelitian yang ia klaim berbasis literatur sejarah dan silsilah, ia mempertanyakan validitas rantai keturunan Ba’alawi yang bersambung langsung kepada Rasulullah SAW.
Sikap lantangnya menuai pro dan kontra: sebagian menganggapnya sebagai upaya ilmiah untuk meluruskan sejarah, sementara yang lain menilai langkah tersebut berpotensi memicu kegaduhan dan perpecahan umat.
Terlepas dari kontroversinya, nasab, dalam tradisi Islam, memang perkara penting.
Tapi kemuliaan seseorang pada dasarnya tidak ditentukan oleh garis keturunan semata, melainkan oleh ilmu, akhlak, dan ketakwaannya.
Polemik nasab Ba’alawi hendaknya jadi momentum guna memperkuat budaya tabayyun, keterbukaan diskusi, dan penghormatan terhadap perbedaan pendapat di tengah masyarakat Muslim Indonesia. [k4y]

Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung. Terima kasih.