Dedikasi 21 Tahun Berbuah Manis, Sundari Resmi Bertugas di SDN Padangdangan 1

Guru pppk paruh waktu sdn padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan sumenep

SUMENEP – Raut wajah bahagia terpancar dari Sundari, S.Pd., sosok pendidik yang kini memulai babak baru dalam perjalanan kariernya. Senin (19/1/2026).

Setelah lebih dari dua dekade mengabdi, wanita yang dikenal gigih ini resmi berpindah tugas ke unit kerja baru di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan.

Perpindahan ini jadi momen membanggakan bagi Sundari. Pasalnya, sebelum menempati posisi barunya, ibu dari dua anak ini telah menghabiskan waktu selama 21 tahun mengabdi sebagai guru kelas di SDN Padangdangan 2.

Masa pengabdian yang panjang tersebut jadi bukti nyata kesetiaan dan dedikasinya dalam mencerdaskan anak bangsa.

Linieritas Ijazah

Berbeda dengan tugas sebelumnya sebagai guru kelas, di SDN Padangdangan 1 Sundari kini memegang amanah sebagai Guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Penempatan ini didasarkan pada latar belakang pendidikannya sebagai Sarjana Pendidikan Agama Islam (S-1).

Langkah ini diambil untuk memastikan linieritas kompetensi pengajaran, sehingga ilmu agama yang dimilikinya bisa disalurkan secara maksimal.

Penantian Panjang

Keberuntungan dan nasib baik akhirnya berpihak kepada Sundari. Perjuangan panjangnya selama puluhan tahun terbayar lunas setelah ia dinyatakan terakomodir dalam skema PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) Paruh Waktu.

Penempatan di SDN Padangdangan 1 ini merupakan bagian dari tindak lanjut status kepegawaiannya yang baru.

“Pencapaian ini bukan sekadar perubahan status kerja saya, melainkan sebuah kado bagi keluarga,” ujar Sundari sehabis jadi Pembina upacara bendera.

Dirinya berharap bisa memberikan warna baru dalam memperkuat pendidikan karakter siswa melalui pengajaran agama Islam yang ia ampuh. [k4y]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaji Rp300 Ribu di 2026: Potret Nasib Guru Honorer dan Nakes yang Terlupakan Negara

Terobosan Baru: Pusat Therapy Buta Warna Indonesia Beri Harapan Nyata Bagi Penderita Buta Warna

Ijazah Jokowi Tak Kunjung Ditunjukkan, Cinta Rakyat Berubah Jadi Kekecewaan