Sabtu, 30 Agustus 2025

Persiapan Lomba Karnaval SDN Pasongsongan 1 dalam Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80

Sdn Pasongsongan 1
Semua guru SDN Pasongsongan 1 bekerjasama membuat kapal hias. [Foto: sh]

SUMENEP  - Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80, SDN Pasongsongan 1 tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba karnaval yang akan digelar di Kecamatan Pasongsongan. Sabtu (30/8/2025). 

Eko Beny Widarman, sebagai ketua tim kreasi, terlibat langsung dalam pembuatan kapal hias yang akan digunakan dalam acara tersebut. 

Sdn Pasongsongan 1
Semua guru SDN Pasongsongan 1 bekerjasama membuat kapal hias. [Foto: sh]

Beny, yang juga seorang guru di SDN Pasongsongan 1, mengungkapkan rasa syukurnya bisa dipercaya oleh Kepala Sekolah untuk berkreasi dalam lomba karnaval ini. 

"Saya bersyukur bisa dipercaya Kepala SDN Pasongsongan 1 untuk berkreasi," ujar Beny. 

Sdn Pasongsongan 1 kecamatan Pasongsongan

Lomba karnaval ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan semarak HUT Kemerdekaan RI yang diikuti oleh berbagai instansi dan sekolah di Kecamatan Pasongsongan. 

Untuk kelancaran acara, perlu diketahui bahwa arus lalu lintas akan dialihkan ke arah selatan mulai pukul 12.30 WIB hingga 17.00 WIB, sehingga masyarakat diimbau untuk mempersiapkan perjalanan mereka. [sh]

Jumat, 29 Agustus 2025

Tragedi Driver Ojek Online dan Amarah Publik

Demonsttasi jakarta makan korban meninggal dunia

Akhir Agustus 2025, dimana bangsa Indonesia masih merayakan HUT Kenerdekaan RI ke-80, sebuah tragedi menimpa anak bangsa. 

Adalah Affan Kurniawan (21), seorang driver ojek online, meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis saat aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Tragedi tersebut menambah daftar panjang luka bangsa. 

Affan bukan sekadar korban dalam sebuah kericuhan, melainkan simbol nyata bagaimana suara rakyat kecil seringkali terpinggirkan di tengah hiruk-pikuk politik yang penuh kepentingan.

Tragedi ini menyulut api kemarahan masyarakat luas. 

Gelombang demonstrasi kian meletus di berbagai kota di Indonesia, menandakan betapa dalam jurang ketidakpercayaan publik terhadap DPR. 

Bukan tanpa alasan, DPR dinilai ugal-ugalan dalam memperkaya diri sendiri lewat kenaikan gaji dan tunjangan, sementara rakyat terus dihimpit kesulitan hidup.

Apa yang terjadi pada Affan memperlihatkan bahwa rakyat kecillah yang kerap menanggung risiko terbesar dari kegaduhan politik. 

Ironisnya, mereka yang seharusnya menjadi wakil rakyat justru asyik menari di atas penderitaan rakyat.

Kematian Affan seharusnya jadi momentum refleksi nasional. 

Aparat mesti lebih manusiawi, penguasa harus sadar diri, dan DPR wajib kembali ke jalan pengabdian yang sejati. 

Jika tidak, suara rakyat akan terus bergemuruh, dan tragedi serupa bisa terulang kembali. [sh]

Gelombang Kemarahan Rakyat dan Sensitivitas Wakilnya

Dpr ri

Di tengah perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80, muncul potret buram bangsa ini yang tidak bisa ditutup-tutupi. 

Akhir Agustus 2025, gelombang demonstrasi yang merebak di berbagai kota di Indonesia akhir-akhir ini bukanlah peristiwa yang datang tiba-tiba. 

Akar dari kemarahan rakyat berawal dari ulah sejumlah anggota DPR RI yang berjoget riang di ruang sidang, sementara publik tengah berjuang menghadapi kesulitan ekonomi. 

Ditambah lagi, kenaikan gaji dan tunjangan anggota dewan yang kini melebihi Rp 100 juta dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap penderitaan rakyat.

Fenomena ini memperlihatkan jurang yang kian lebar antara rakyat dengan wakilnya. 

DPR semestinya jadi simbol keberpihakan pada kepentingan masyarakat, bukan menampilkan wajah kemewahan dan sikap abai. 

Tindakan yang terkesan meremehkan penderitaan rakyat hanya akan memicu kekecewaan yang kian mendalam.

Unjuk rasa yang berujung ricuh adalah tanda bahwa rakyat tidak lagi sekadar mengeluh, melainkan menuntut keadilan. 

Pesan moral yang harus dipahami para anggota dewan jelas: Amanah rakyat bukan untuk dimanfaatkan sebagai sarana memperkaya diri, tapi untuk memperjuangkan kepentingan bersama. 

Jika sensitivitas sosial tidak dimiliki, kepercayaan publik akan terus terkikis, dan legitimasi wakil rakyat akan runtuh dengan sendirinya. [sh]

Semarak Kemerdekaan yang Mulai Meredup di Kecamatan Pasongsongan

Lomba gerak jalan Pasongsongan
Lomba gerak jalan di Kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

Perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep tahun ini tidak lagi semeriah tahun-tahun sebelumnya. 

Biasanya, peringatan kemerdekaan diwarnai dengan beragam perlombaan yang mampu menghadirkan antusiasme masyarakat. 

Tapi, tahun ini beberapa jenis perlombaan mengalami pemangkasan, ditambah lagi dengan menurunnya animo masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

Salah satu contoh nyata adalah lomba gerak jalan umum yang digelar Rabu malam (27/8/2025).

Kondisi ini tentu memunculkan tanda tanya besar: Mengapa masyarakat mulai enggan terlibat dalam kegiatan yang dulunya sangat ditunggu-tunggu?

Di satu sisi, hal ini patut menjadi bahan evaluasi bagi panitia maupun pemerintah setempat. 

Perayaan kemerdekaan bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tapi juga wadah untuk memperkuat persatuan, semangat kebangsaan, sekaligus ruang kebersamaan masyarakat. 

Jika animo masyarakat terus menurun, dikhawatirkan makna kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan akan ikut luntur.


Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam penyelenggaraan lomba. 

Panitia bisa menghadirkan ide-ide kreatif yang sesuai dengan minat generasi muda saat ini, tanpa meninggalkan nilai edukasi dan kebersamaan. 

Strategi promosi serta penyusunan jenis perlombaan yang lebih variatif juga harus dipikirkan matang.

Kemerdekaan adalah milik bersama, dan perayaannya sebaiknya mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat. 

Jika hanya berlangsung formalitas tanpa gairah, maka esensi dari semarak kemerdekaan itu sendiri akan hilang. [sh]

Kamis, 28 Agustus 2025

CERPEN: Air Mata Debur untuk Cinta yang Pergi

Cerita pendek

By: Suriyanto Hasyim

Tona pergi begitu cepat, terlalu cepat untuk Debur yang masih ingin menggenggam erat tangan istrinya. 

Serangan jantung itu datang tanpa tanda, merenggut senyum yang selalu jadi cahaya bagi hidupnya. 

Debur hanya bisa terduduk, tubuhnya gemetar, air mata tak mampu ia bendung.

Di benaknya terputar kembali semua kenangan: hari ketika Tona memilih Debur, meski harus meninggalkan kedua orang tuanya. 

“Aku percaya padamu,” begitu kata Tona dulu dengan mata yang penuh keberanian. 

Demi cinta, ia rela menanggung luka perpisahan dengan keluarganya, hanya untuk membangun rumah tangga bersama Debur.

Kini, rumah itu terasa kosong. Dinding-dinding hanya memantulkan kesunyian. 

Debur sadar, cintanya tak sempat membalas semua pengorbanan Tona. 

Yang tersisa hanyalah doa dan rindu, yang setiap malam ia titipkan kepada langit, berharap sampai pada jiwa yang telah tenang dalam keabadian.[]

Lomba Gerak Jalan di Kecamatan Pasongsongan Alami Penurunan Peserta

Gerak jalan kreasi
Peserta lomba gerak jalan Kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP - Lomba gerak jalan khusus umum dalam rangkaian kegiatan semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan cukup memprihatinkan. Rabu malam (27/8/2025). 

Menurut Edi Susanto, salah seorang anggota panitia lomba gerak jalan, jumlah peserta lomba keseluruhan, baik putra dan putri, hanya ada 16 regu. 

"Dibandingkan tahun lalu, jumlah peserta jauh lebih sedikit," ucap Edi Susanto.

Ia juga menjelaskan bahwa panitia lomba telah membuat dua jenis lomba gerak jalan untuk mengakomodir minat peserta. 

"Yang pertama adalah lomba gerak jalan kreasi yang telah dilaksanakan beberapa hari yang lalu. Tujuannya sebagai upaya mengakomodir minat peserta yang suka dengan gerak jalan lucu. Yang kedua adalah gerak jalan formal," tambahnya.

Tapi minat masyarakat terhadap kedua jenis lomba gerak jalan tersebut sama-sama sepi peminat. 

Penurunan jumlah peserta kedua lomba gerak jalan ini sejatinya bisa jadi perhatian bagi pemerintah setempat untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut. [sh]

Partisipasi Lomba Gerak Jalan Umum di Pasongsongan Kian Memprihatinkan

Gerak jalan Pasongsongan
Lomba gerak jalan kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP - Lomba gerak jalan khusus umum dalam rangkaian semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan menuai sorotan. Rabu malam (27/8/2025). 

Persoalannya, jumlah peserta yang ikut serta terbilang sangat minim. 

Menurut keterangan Dafiruddin, salah seorang panitia lomba, tercatat hanya ada 16 regu baik regu putra maupun regu putri. 

"Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya," ucap Dafiruddin. 

Fenomena ini tentu memprihatinkan. Gerak jalan sejatinya bukan sekadar lomba, tapi sarana mempererat persaudaraan, membangun semangat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme. 

"Minimnya partisipasi menunjukkan adanya penurunan antusiasme masyarakat dalam merayakan hari kemerdekaan," bebernya. 

Di satu sisi, kondisi ini seharusnya bisa jadi bahan evaluasi bagi panitia dan pemerintah setempat. 

Perlu ada inovasi dan strategi agar lomba gerak jalan kembali diminati. 

Misalnya dengan memperkuat publikasi hingga memberikan penghargaan yang lebih menarik.

Hari Kemerdekaan bukan sekadar diperingati lewat seremoni, tapi seyogyanya melalui partisipasi aktif masyarakat. 

Jika semangat kebersamaan dalam kegiatan sederhana seperti gerak jalan mulai luntur, dikhawatirkan nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan kian tergerus zaman. [sh]

Selasa, 26 Agustus 2025

Menjaga Nilai Agama, Moral, dan Budaya dalam Karnaval

Karnaval kabupaten Sumenep

Himbauan Bupati Sumenep yang diedarkan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) patut diapresiasi. 

Lewat surat edaran tersebut, seluruh camat di Kabupaten Sumenep diminta untuk memperhatikan nilai-nilai agama, moral, dan budaya dalam pelaksanaan karnaval.

Karnaval memang menjadi wadah ekspresi seni dan kreativitas masyarakat. 

Tapi jangan sampai kebebasan berekspresi itu bertentangan dengan norma yang berlaku. 

Misalnya, seorang laki-laki tidak sepantasnya mengenakan pakaian menyerupai perempuan dalam kegiatan yang disaksikan publik, terutama anak-anak. 

Hal ini bukan sekadar soal penampilan, namun menyangkut pendidikan moral dan etika bagi generasi muda.

Kebijakan ini menunjukkan kepedulian pemerintah daerah agar tradisi karnaval tetap berjalan semarak tanpa kehilangan jati diri. 

Kreativitas masyarakat bisa ditampilkan melalui kostum, seni, dan budaya lokal yang justru memperkaya identitas Sumenep. 

Dengan demikian, karnaval tidak hanya jadi hiburan, tapi juga media edukasi dan pelestarian budaya yang selaras dengan nilai-nilai luhur agama dan moral bangsa. [sh]

Senin, 25 Agustus 2025

Siswi SMA Annidhamiyah Raih Juara 2 Lomba Baca Puisi di Bindang

Sma annidhamiyah
Fatillah saat tampil. [Foto: sh]

PAMEKASAN – Fatillah Alfi Maghfirah, siswi kelas X SMA Annidhamiyah, berhasil meraih juara 2 dalam lomba baca puisi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Bindang, Kecamatan Pasean. 

Lomba ini digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80. Selasa (26/8/2025). 

Sma annidhamiyah kecamatan Pasean

“Ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti lomba baca puisi. Tidak menyangka bakal bisa meraih posisi juara,” ungkap Fatillah dengan penuh kegembiraan.

Dari sembilan siswa, delegasi Lembaga Pendidikan Islam Annidhamiyah yang mengikuti lomba tersebut, hanya Fatillah yang berhasil menyabet gelar juara. 

Prestasi ini jadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah yang berlokasi di Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, yang menaungi pendidikan dari tingkat RA hingga SMA. [sh]

Tiga Murid SDN Padangdangan 2 Ikuti Lomba Fun Colouring di Pasongsongan

Sdn Padangdangan 2
Tiga murid SDN Padangdangan 2 yang ikut lomba fun colouring. [Foto: sh]

SUMENEP – Tiga murid SDN Padangdangan 2 turut berpartisipasi dalam lomba fun colouring yang digelar di SDN Pasongsongan 1, Kecamatan Pasongsongan. 

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang berlangsung meriah. Senin (25/8/2025). 

Para peserta lomba menunjukkan kreativitas mereka dalam mewarnai gambar yang telah disiapkan panitia. 

Nantinya, para juara di tingkat kecamatan ini akan kembali disertakan guna mengikuti lomba tingkat kabupaten.

“Peserta didik yang kami ikutkan adalah mereka yang mempunyai kemampuan terbaik di sekolah,” terang Siti Endang Junnur Aida, S.Pd.I, guru yang mendampingi ketiga muridnya.

Dengan adanya lomba ini, diharapkan bisa menumbuhkan semangat berkreasi sekaligus memperkuat rasa percaya diri siswa. [sh]

Minggu, 24 Agustus 2025

Angin Segar untuk Honorer Kategori R4 di Sumenep

Guru honorer pasongsongan
Tenaga guru honorer membuat SPTJM di kantor eks-UPT Pendidikan Kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

Kabar baik datang untuk tenaga honorer guru dan tenaga kependidikan kategori R4 di Kabupaten Sumenep. 

Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan memberikan peluang besar dengan kebijakan pengangkatan mereka sebagai PPPK paruh waktu. 

Langkah ini tentu jadi angin segar setelah sekian lama para honorer berjuang dengan dedikasi tanpa kepastian status.

Kebijakan ini patut diapresiasi. Bagaimana tidak, selama ini guru honorer, penjaga sekolah, hingga operator sekolah adalah garda terdepan dalam menunjang keberlangsungan pendidikan, meski kesejahteraan mereka sering terabaikan. 

Kini, dengan menyerahkan SPTM dan mengunggahnya ke link resmi yang telah disediakan, harapan baru terbuka lebar.

Pemerintah Daerah Sumenep telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap nasib tenaga honorer. 

"Kendati berstatus PPPK paruh waktu, kebijakan ini merupakan terobosan luar biasa yang menegaskan komitmen memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidikan," ucap Sundari, salah seorang guru honorer yang sudah mengabdi lebih 20 tahun. 

Lebih jauh, langkah ini sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian panjang mereka.

"Semoga kebijakan ini tidak berhenti pada janji, tapi benar-benar direalisasikan dengan sistem yang transparan dan akuntabel," harap Sundari. [sh]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...