Sabtu, 10 Juni 2023

Sunatan Gratis SDN Panaongan 3 Gandeng Puskesmas Pasongsongan

 

gambar kepala sdn panaongan 3 dan kepala puskesmas pasongsongan

apoymadura.com - Walau pelaksanaan Sunatan Gratis SDN Panaongan 3 akan digelar 24 Juni 2023, namun pihak sekolah tersebut telah mempersiapkan sedini mungkin segala sesuatunya. Hal itu dimaksudkan karena program bakti sosial tersebut berdekatan waktunya dengan gelaran Semarak Pisah Kenang murid-murid kelas 6. Sabtu (10/6/2023).

Sunatan Massal Gratis itu bekerja sama dengan Puskesmas Pasongsongan. Dan ternyata kegiatan sosial ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa (Kades) Panaongan Kecamatan Pasongsongan. 

"Saya tidak menutup pintu bagi siapa pun atau para dermawan untuk berbagi terhadap sesama. Kita tahu, SDN Panaongan 3 terletak di pelosok desa yang masyarakatnya mayoritas bekerja sebagai petani," beber Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3.

Berpijak dari inilah, Guru Penggerak ini mengambil sebuah kebijakan untuk meringankan beban bagi wali murid yang putranya belum dikhitan. 

"Awalnya khitan ini diperuntukkan hanya bagi anak didik kami. Tapi atas beberapa saran dan masukan dari rekan-rekan guru dan tokoh masyarakat di lingkungan sekolah kami, lantas kami pun melebarkan sayap mengakomodir masyarakat sekitar," ucap Agus Sugianto. 

Ia berharap kepada semua warga masyarakat sekitar untuk memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin. [Sur]

Jumat, 09 Juni 2023

SMPN 1 Sumenep Siap Menerima Siswa Jebolan OSN Tanpa Tes

Para guru dan wali murid sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan kabupaten  sumenep
Para guru dan wali murid SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan. [Foto: Sur]


apoymadura.com – Pernyataan Kepala SMPN 1 Sumenep, Syaiful Rahman Dasuki di hadapan keluarga besar SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Sumenep, bahwa murid jebolan OSN (Olimpiade Sains Nasional) yang melaju ke Jawa Timur akan diterima tanpa tes di sekolahnya. Kamis (8/6/2023).

“Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 SMPN 1 Sumenep, kami berkomitmen untuk menerima murid SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan lewat jalur prestasi. Sudah pasti tanpa tes,” tegas Syaiful Rahman Dasuki.

Ia menambahkan, tiap tahun ajaran baru di sekolahnya selalu ada murid diterima tanpa tes. Karena hal itu sebagai bentuk atensi terhadap mereka yang memiliki kemampuan khusus.

Dua murid SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan atas nama Moh Hasan Basri dan Siti Aisyah berhasil mewakili Kabupaten Sumenep ke ajang OSN tingkat provinsi. Kedua murid tersebut dari keluarga petani. Maklum lokasi SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan ini agak ke pelosok.

Kehadiran kedua murid berprestasi didampingi Kepala dan para guru SDN Panaongan 3. Sementara keluarga dari kedua murid turut mendampinginya.

“Kami tidak menolak ketika keluarga dari kedua murid mau ikut. Tujuan mereka tidak lain ingin memberikan semangat kepada buah hatinya. Hal ini sebagai upaya, bahwa di belakang mereka ada harapan besar untuk bisa meraih mimpi,” terang Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 Pasongsongan. [Sur] 

Kamis, 08 Juni 2023

Pembinaan Dua Murid SDN Panaongan 3 Pasongsongan ke Ajang OSN Jawa Timur

ambar kepala sdn panaongan 3 pasongsongan bersama kepala smpn 1 sumenep madura
Dari kanan: Kepala SDN Panaongan 3 Agus Sugianto, Kepala SMPN 1 Sumenep Syaiful Rahman Dasuki, beserta para guru SDN Panaongan 3. [Foto: Sur]


apoymadura.com – Kehadiran dua murid SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan yang didampingi Kepala Sekolah dan para gurunya disambut hangat Kepala SMPN 1 Sumenep, Syaiful Rahman Dasuki. Kedua murid tersebut akan menjalani pembinaan selama 10 hari kedepan. Keduanya akan diasramakan disalah satu hotel di dekat SMPN 1 Sumenep. Tujuannya agar kedua murid itu lebih optimal menerima pembinaan. Kamis (8/6/2023).

Kedua siswa berprestasi tersebut akan berlaga di OSN (Olimpiade Sains Nasional) Jawa Timur jenjang SD mewakili Kabupaten Sumenep.

Selain didampingi Kepala SDN Panaongan 3 dan beberapa gurunya, kedua wali muridnya tidak ketinggalan turut serta.

“Kami merasa terhormat telah disambut baik Kepala SMPN 1 Sumenep. Walau pembinaan kedua anak didik kami oleh para guru di SDN Panaonan 3 sudah sangat maksimal, tentu akan lebih sempurna kalau dibina tingkat lanjutan yang lebih spesifik. Tujuannya agar performa kedua murid kami di ajang OSN Jawa Timur bisa meraih predikat terbaik,” ucap Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 Pasongsongan.

Dirinya yakin sepenuhnya, suntikan motivasi dari para guru dan wali murid akan menambah spirit pada keduanya. Ini adalah modal awal agar mereka tidak melewatkan peluang emas yang sudah ada di depannya.

Dukungan moral dari wali murid ditunjukkan dengan mengantarkan putra-putrinya ke SMPN 1 Sumenep.

“Kami cukup terharu bercampur bangga. Ternyata support wali murid itu tidak setengah hati. Sama dengan kami,” sela Agus Sugianto didampingi para guru SDN Panaongan 3 dan wali murid ketika tiba di SMPN 1 Sumenep.

Sementara itu Kepala SMPN 1 Sumenep, Syaiful Rahman Dasuki memaparkan beberapa hal penting tentang sistem pembinaan yang akan diberikan kepada kedua siswa berprestasi tersebut.

“Kami akan membina mereka sepenuh hati. Kesuksesan keduanya tentu merupakan kebanggaan kami juga. Kami mempunyai prinsip, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin kalau layar ikhtiar itu sudah dikembangkan,” papar Syaiful Rahman meniscaya.

Perlu diketahui, kedua murid dari Panaongan 3 Pasongsongan yang akan bersaing ketat di OSN Jawa Timur itu atas nama Moh. Hasan Basri dan Siti Aisyah. [Sur]

Selasa, 06 Juni 2023

Torehan Prestasi Agus Sugianto di SDN Panaongan 3 Pasongsongan

gambar agus sugianto (kepala sdn panaongan 3 pasongsongan sumenep) bersama bapak camat pasongsongan
Agus Sugianto (kanan) bersama Camat Pasongsongan. [Foto: sur]

SUMENEP – SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep berlokasi di perkampungan terpencil. Kendati begitu, mereka tidak berkecil hati. Sejak Agus Sugianto dipercaya jadi Kepala Sekolah disitu, ia mulai membuat inovasi meniscaya dalam kegiatan belajar mengajar peserta didiknya. Manuver ini ternyata membuat beberapa muridnya meraih aneka prestasi membanggakan. Rabu (7/6/2023).

Terbaru dua siswanya mewakili Kabupaten Sumenep maju di OSN (Olimpiade Sains Nasional) Jawa Timur. Ini tentu sangat luar biasa. Lembaga pendidikannya bisa menumbangkan banyak sekolah favorit dalam laga OSN tingkat kabupaten.

“Kami mencoba membuat perubahan sistem jam pembelajaran. Khusus Sabtu, para murid dibebaskan memilih jenis bidang studi intra sekolah sesuai bakat dan minatnya. Mereka yang senang berolah raga ada guru pembimbingnya. Demikian pula bagi yang gemar menari, paduan suara, baca puisi dan lainnya, guru pembimbingnya telah siap mengajarkan tekniknya,” terang Agus Sugianto.

Tampaknya Agus Sugianto berhasil membangun mindset personal guru untuk terus pro-aktif memajukan dunia pendidikan di lingkungannya.

“Bukan zamannya lagi seorang pendidik statis. Bagi saya, seorang pendidik harus mampu berkreasi, membuat perubahan signifikan dalam mengajar. Ujung-ujungnya para peserta didik merasa nyaman dan betah mengenyam ilmu yang disajikan,” tegas Guru Penggerak satu-satunya di Kecamatan Pasongsongan.

Torehan prestasi lainnya, yaitu bidang paduan suara. Koor SDN Panaongan 3 dipercaya tampil diberbagai acara bergengsi tingkat nasional. Seperti menyanyikan lagu anti narkoba bersama seribu sekolah di tanah air yang diselengarakan oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) beberapa bulan lalu.

“Sinergitas kami tidak sebatas pada murid dan guru. Tapi kami juga membangun kebersamaan dengan para wali murid. Kami menginjeksi mereka untuk memupuk rasa percaya diri terhadap anak-anaknya. Saya percaya, dorongan motivasi orang tua akan bisa menambah semangat para peserta didik lebih kreatif,” tegas Agus Sugianto. [sur]

Kamis, 01 Juni 2023

SDN Panaongan 3 Pasongsongan Akan Gelar Pisah Kenang

gambar agus sugianto bersama kepala dinas pendidikan sumenep jawa timur
Agus Sugianto,S.Pd (kanan) bersama Kepala Dinas Pendidikan Sumenep. [Foto: sur]


SUMENEP – Banyak diantara Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Kecamatan Pasongsongan akan menggelar acara perpisahan dari pada melakukan kegiatan rekreasi ke tempat wisata. Salah satunya SDN Panaongan 3 Pasongsongan. Jumat (2/6/2023).

“Pisah Kenang akan menjadi tajuk acara perpisahan para peserta didik kelas VI. Sebelumnya kami telah membicarakan hal ini dengan para wali murid. Mereka rupanya cukup antusias,” terang Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3.

Perubahan acara perpisahan di sekolah ini tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit ketimbang rekreasi.

“Rupanya para wali siswa siap berbagi dengan sekolah kami. Mereka tidak keberatan. Karena mereka ingin menyaksikan putra-putrinya naik ke atas panggung dan bisa unjuk kemampuan dalam berkreasi,” tambah Agus Sugianto, Guru Penggerak satu-satunya di Kecamatan Pasongsongan.

Rupanya program Pisah Kenang yang jadi inspirasinya membuahkan hasil. Keseluruhan keluarga besar SDN Panaongan 3 siap menyukseskan gelaran Pisah Kenang tersebut.

Ketika ditanya tentang kesiapan siswanya dalam acara Pisah Kenang.

“Tiap Sabtu di sekolah kami anak-anak dibebaskan memilih bidang pelajaran intra kurikuler. Sesuai bakat dan kemampuannya. Nah, kami akhirnya tidak repot ketika mau menggelar acara apa pun lantaran peserta didik kami sudah siap tampil kapan pun,” tegas Agus Sugianto. [sur]



Telaah Lagu Dolanan Madura Sandorennang Karya Arach Djamaly

gambar agus sugianto kepala sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep jawa timur
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep. [Foto: sur]

SUMENEP – Dalam video berdurasi 18 menit di channel Youtube Apoy Madura, tersaji podcast Agus Sugianto bersama pemilik channel tersebut. Dalam perbincangan itu menggali kandungan makna terdalam dari lagu tradisional Madura berjudul Sandorennang.

Lagu berbahasa Madura yang syarat akan nilai-nilai religius itu dikupas tuntas Agus Sugianto. Ternyata kandungan maknanya amat dahsyat. Kamis (1/6/2023).

“Saya benar-benar tidak menyangka kalau lagu dolanan Sandorennang adalah karya Arach Djamaly. Sungguh merupakan kebanggaan bagi saya bisa menelaah lagu tradisional Madura ini,” ucap Agus Sugianto, budayawan muda berasal dari Kota Keris Sumenep.

Kepala SDN Panaongan 3 Pasongsongan ini mengatakan, kalau Arach Djamaly merupakan gurunya ketika duduk di bangku SMAN Ambunten.

“Beliau memegang bidang studi Bahasa Indonesia. Beliau merupakan sastrawan yang punya nama besar di peta kesusastraan tanah air. Karya-karyanya lebih banyak berbahasa Madura,” timpal Agus Sugianto, satu-satunya Guru Penggerak jenjang SD di Kecamatan Pasongsongan.

Dirinya baru tahu kalau penulis lagu Sandorennang adalah guru SMA-nya setelah ada komentar dari pemilik akun @kadesnicis di channel Apoy Madura.

“Menurut pengakuan @kadesnicis, dirinya ternyata anak dari sastrawan Arach Djamaly. Ia mengucapkan banyak terima kasih kepada kami, telah membedah lagu Sandorennang,” ucap Agus Sugianto di kediamannya, Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan. [sur]

Selasa, 30 Mei 2023

Bupati - PDIP Yang Bukan Marhaenis

gambar sulaisi abdurrazak

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq


KEGIATAN FGD HMI Sumenep tanggal 28 Mei 2023 di Classic Coffe mengambil tema: _"Quo Vadis Reaktivasi Rel Kereta Api Madura, Apa Kabar Infrastruktur Sumenep?"_

Saya mendapat giliran memantik diskusi paling bontot setelah Bappeda, PUTR Sumenep, Mas Akis Jasuli (Anggota DPRD Sumenep) dan Fauzi As.

Pada momentum itu saya memulai dengan mengajak _audience_ membuka kembali sejarah. Jika sejak penjajahan telah ada kereta api di Madura, mengapa lalu ditutup?

Ternyata salah satu penyebabnya karena si ular besi kalah bersaing dengan bus, minibus, mobil pribadi dan sepeda motor.

Menurut beberapa sumber, masyarakat Madura mulai menimbang-nimbang perihal kecepatan dan ketepatan sampai di tujuan. 

Berikutnya, jadwal kereta api dikurangi, lalu beroperasi tidak setiap hari, akhirnya operasional kereta api lintas Madura merugi sehingga tahun 1980 dihentikan dan 1984 benar-benar ditutup.

Jika rencana reaktivasi kereta api dari Sumenep - Bangkalan, lalu, sampai  Bangkalan apa harus naik angkot ke Surabaya?

Prediksi saya, meski reaktivasi kereta api Madura terwujud, akan sama nasibnya seperti Bandara Trunojoyo Sumenep. _Laa yamuutu wa laa yahyaa._ Atau bahkan malah bangkrut karena tak mampu biaya operasional.

Bicara reaktivasi kereta api Madura saat ini, dalam situasi negara sedang susah bayar hutang, dalam situasi kereta cepat Jakarta - Bandung masih mangkrak, betapa tidak realistis membebani anggaran negara. 

Bupati Sumenep memang provokator. Itu bukan kata saya, melainkan kata pemateri dari Dinas PUTR Sumenep. 

Opini reaktivasi kereta api bukan gagasan _genuine_ Achmad Fauzi, melainkan bersumber dari Perpres 80/2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan, Kawasan Bromo - Tengger - Semeru, Serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Jadi, itu agenda negara untuk mendukung dan memberikan nilai tambah pembangunan kawasan sehingga salah satunya rencana akan dilakukan upaya pengembangan Kawasan Madura dan Kepulauan.

Achmad Fauzi, Bupati Sumenep, dengan sumber daya keuangan entah darimana, dengan cukup kolosal, menebarkan bener dari Sumenep, hingga Bangkalan, bahkan hingga ke daerah Jawa dengan berusaha mempersonalisasi seolah-olah reaktivasi rel kereta api itu murni gagasan dirinya.

Foto dirinya dengan Sri Mulyani, dengan Said Abdullah dan lain-lain seolah-olah menunjukkan bahwa dirinya tidak punya kreatifitas lain, hanya numpang wibawa Menteri Keuangan dan Ketua Banggar DPR-RI. Apa visinya? Kosong.

Tapi Achmad Fauzi itu Bupati yang rajin menghibur rakyat, untuk tidak mengatakan cenderung lari dari kegagalan dirinya dalam membangun infrastruktur Sumenep.

Karya dan kegiatan monumental tidak ada, hanya kegiatan-kegiatan jangka pendek sebagaimana Kalender Event 2023. 

Kenapa dikualifikasi jangka pendek? Karena dari setiap Bupati komentar, salah satu target kegiatan itu agar terjadi geliat ekonomi di tingkat akar rumput. 

Jadi, geliat ekonomi yang dimaksud Bupati hanya menggeliat pada saat acara sedang di gelar, selepas itu rakyat dan kaum Marhaen Sumenep susah lagi. Terhibur sehari, lalu kembali ke susah. 

Itulah agenda jangka pendek yang cukup menghibur, sehingga, rakyat dan kaum Marhaen "tersihir" oleh _event-event_ yang terkesan seperti acara hajatan itu.

Kaum Marhaen sementara lupa terhadap kepentingan pembangunan jangka panjang yang semestinya dioptimalkan oleh eksekutif, seperti pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, transportasi laut, air bersih, listrik, dan seterusnya. 

Saya berharap, semoga rakyat lupa sementara saja, hanya ketika menikmati hiburan berupa atraksi jangka pendek yang disuguhkan eksekutif. Selepas itu, karena sengsara, saya harap kaum Marhaen sadar kembali dan hendaknya memilih untuk protes. Lawan.

Jadi, soal reaktivasi kereta api sudah jelas, Bupati - PDIP itu hanya mempersonalisasi dan mempolitisasi agar seolah-olah gagasan itu murni berasal dari dirinya. Ia berharap dipuji oleh rakyat Madura. 

Tontonan seperti itu bisa jadi hanya untuk menghibur rakyat Madura agar di tahun politik 2024 dapat berlaga di level Provinsi, sebagai tempat yang lebih realistis untuk lari dari kegagalan membangun infrastruktur Sumenep.

Tema diskusinya reaktivasi rel kereta api, sehingga bisa saja nanti yang di - reaktivasi rel nya saja, lokomotifnya bisa mangkrak.

Soal infrastruktur Sumenep, saya ingin fokus menyoroti infrastruktur jalan - jembatan di Kangean, khususnya poros Arjasa - Kangayan.

Sejak Indonesia merdeka, sampai saat ini, rakyat, kaum Marhaen kepulauan Sumenep terus menerus diberi makan janji oleh Pemerintah soal infratruktur jalan. 

Padahal Perpres 80/2018 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi salah satunya jelas berkaitan dengan kawasan Madura dan Kepulauan.

Perpres itu memerintahkan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota agar menyelaraskan regulasi dan peraturan perundang - undangan  di daerah, agar percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Madura dan Kepulauan benar-benar terwujud.

Perpres sudah diundangkan sejak tahun 2018, Sumenep sudah melakukan apa untuk menerjemahkan Perpres hingga saat ini, khususnya untuk kepulauan? 

Urusan percepatan ekonomi kepulauan, tidak bisa lepas dari masalah infrastruktur, baik jalan, jembatan, transportasi laut, air bersih, listrik, dan lain-lain. Rakyat pulau kok masih teralienasi?

Padahal, Bupati Sumenep kader PDIP, pelanjut perjuangan Bung Karno. Ketua Banggar DPR-RI kader PDIP, pelanjut perjuangan Bung Karno. Yang semestinya konsekuen menjalankan prinsip-prinsip Marhaenisme. Memihak kepada rakyat kecil yang susah, yang melarat, yang tertindas. 

Bung Karno, sebagaimana tertuang pada buku _"Dibawah Bendera Revolusi Jilid 1",_ menyampaikan perbedaan istilah-istilah Marhaen, Marhaenis dan Marhaenisme.

Pada Kongres Partindo di Mataram Tahun 1933, Bung Karno menyampaikan beberapa butir keputusan yakni:

_1. Marhaenisme adalah sosio-nasionalisme dan sosio demokrasi._

_2. Marhaenisme adalah cara perjuangan dan azas yang menghendaki hilangnya tiap-tiap kapitalisme dan imperialisme._

_3. Marhaen adalah kaum proletar Indonesia, kaum tani Indonesia yang melarat dan kaum melarat Indonesia yang lain-lain._

_4. Marhaenis adalah tiap-tiap orang bangsa Indonesia, yang menjalankan Marhaenisme._

Pada awalnya, saya mengira, Bupati Sumenep yang sekaligus Ketua PDIP Sumenep itu seorang Marhaenis, dalam arti seorang Bupati - PDIP yang menjalankan Marhaenisme, yang menghendaki "perang" terhadap imperialisme, perang terhadap segala bentuk yang membuat kaum Marhaen tertindas dan sengsara. Termasuk Marhaen-Marhaen Kepulauan Sumenep.

Namun ternyata, saya salah. Sehingga saya menyimpulkan, Bupati - PDIP Sumenep itu bukan seorang Marhaenis, ia hanya aktif saja di PDIP sebagai Parpol yang menjadi pelanjut perjuangan Bung Karno.

Achmad Fauzi saya nilai tidak meresapi ajaran-ajaran Bung Karno. Ia hanya penikmat kekuasaan. Bukan pengamal ajaran.

Sebenarnya, istilah Marhaenisme diilhami Bung Karno ketika sedang jalan-jalan di pinggiran kota Bandung, ketika masih mahasiswa di Technische Hoogeschool te Bandoeng sekarang ITB.

Peristiwa itu tertuang dalam buku _"Biografi Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia"_ karya Cindy Adams. 

Bung Karno saat itu menjumpai seorang petani sedang menggarap tanah yang luasnya tidak cukup untuk makan bersama dengan keluarga. Namanya Marhaen.

Marhaen itu petani, rakyat kecil, menggarap tanah sendiri, memiliki gubuk (tempat tinggal) sendiri, cangkul (alat produksi) sendiri, tetapi, hasil yang ia dapatkan tidak cukup untuk hidup dan makan bersama sanak keluarga. 

Marhaen berbeda dengan proletar, yang bekerja pada kaum kapitalis. Itulah ke - khasan pikiran Bung Karno di banding Karl Marx. Meski pikirannya diilhami Marx. 

Akhirnya, karena urusan infrastruktur kepulauan Sumenep yang terkesan setengah hati, khususnya poros Arjasa - Kangayan, maka saya berkesimpulan:

Infrastruktur Kangean terabai karena Bupati Sumenep bukan Marhaenis, tidak memihak kaum Marhaen.  Terdapat pula pihak, baik unsur Pemerintah, swasta dan masyarakat yang cenderung melakukan _moral hazard_, tidak jujur, buruk perilaku, dan lain-lain dengan berbagai macam bentuk, sehingga menimbulkan terjadinya _tragedy of the commons_ yang merugikan kita semua.

Solusinya tergantung pada leader. Dalam konteks ini Bupati Sumenep. 

Saran saya untuk Bupati Sumenep :

1. Hentikan melakukan personalisasi - politisasi reaktivasi kereta api Madura yang seolah-olah merupakan gagasan murni Achmad Fauzi. Padahal bukan. Fokuslah membangun Sumenep.

2. Jadilah Marhaenis sejati, yang mengamalkan Ideologi Marhaenisme, yang benar-benar memihak kaum Marhaen (rakyat kecil), sebagaimana ajaran Bung Karno. Itulah cita-cita PDIP.

3. Buktikan di masa saudara menjabat Bupati Sumenep, infrastruktur jalan, khususnya di kepulauan, lebih khusus lagi poros Arjasa - Kangayan terlaksana dengan baik. 

Dengan begitu, tidak perlu cari muka untuk mencari dukungan menuju tangga berikutnya. Itu saja terbukti, saya yakin banjir dukungan.

Jika tidak, pasti saudara hanya didukung oleh kelompok ABS dan semua kata-katamu terasa seperti JAMBU (Janji Busuk).

Salam dari kami. Sahabat anak pulau.

Merdeka...!!!

Dua Siswa SDN Panaongan 3 Lolos OSN Provinsi

gambar dua siswa sdn panaongan 3 pasongsongan sumenep

SUMENEP – Prestasi luar biasa ditorehkan dua siswa SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep melenggang mulus ke OSN (Olimpiade Sain Nasional) Jawa Timur. Ini merupakan kali pertama sekolah yang berlokasi di pelosok desa tersebut meraih prestasi diajang bergengsi tingkat provinsi. Selasa (30/5/2023).

“Kedua siswa kami itu atas nama Muhammad Hasan Basri dan Siti Aisyah. Prestasi membanggakan ini menjadi cambuk bagi kami untuk terus berbenah menjadi lebih baik. Ini menjadi sebuah pembuktian, walau sekolah kami berada di zona pelosok tidak mau kalah dengan sekolah perkotaan,” ucap Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3.

gambar kepala sdn panaongan 3 pasongsongan sumenep
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Sumenep. [Foto:sur]

Dirinya senantiasa memotivasi seluruh siswanya untuk memacu harapan sesuai talenta yang dimilikinya.

“Ini merupakan pencapaian diluar ekspektasi kami. Jujur, saya pun tak pernah menyangka sebelumnya. Karena sekolah ini berada di posisi akreditasi C. Saya jadi Kepala SDN Panaongan 3 baru satu tahun. Dalam kurun waktu itu telah banyak prestasi terukir,” tegasnya.

Agus Sugianto terus melecut peserta didiknya dalam setiap kesempatan. Bahkan acapkali dia turun tangan mendidik mereka.

“Tidak lupa saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua guru yang telah bahu-membahu memompa semangat para murid untuk menjadi siswa terbaik,” timpalnya.

Salah satu kiat jitu yang diaplikasikan Agus Sugianto, khusus Sabtu intra kurikuler. Disini siswa dibebaskan memilih pembelajaran seiring minat. Konsekuensinya Senin hingga Jumat ada ekstra jam pembelajaran. [sur]

Sabtu, 27 Mei 2023

PPBI Pamekasan Gelar Silaturahmi dengan Penggemar Bonsai Sumenep

 

gambar bonsai di festival bonsai madura yang diselenggarakan di desa/kecamatan pasongsongan sumenep madura
Beberapa bonsai milik peserta festival bonsai di PPBI Cabang Pamekasan. [Foto: sur]


SUMENEP – Para penggemar bonsai dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Pamekasan dan Sumenep menggelar ajang silaturahim di kediaman Hairus Samad, Dusun Sempong Timur Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Ajang silaturahim itu dikemas dengan Latihan Bersama (Latber) Festival Bonsai Madura. Ahad (28/5/2023).

 “Kategori penilaian pameran bonsai kali ini meliputi Shito 8 cm, Mami 15 cm, small 30 cm, dan Dongkelan. Sedangkan bagi bonsai yang sudah mendapat best tidak diperkenankan ikut dalam festival,” terang Hairus Samad bertindak selaku tuan rumah.

Diharapkan dalam ajang ini akan terjalin ikatan persaudaraan diantara sesama penggemar bonsai. Saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam merawat pohon kerdil bernilai artistik.

“Sebenarnya para penggemar bonsai yang hadir disini adalah mereka yang tergabung dalam Perkumpulan Pecinta Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Pamekasan. Kami menggagas acara ini mewadahi para pecinta bonsai yang ada di Sumenep,” tambah Hairus Samad. [sur]

Jumat, 26 Mei 2023

Semarak Pisah Kenang 2023 SDN Padangdangan 1 Pasongsongan

gambar kepala sdn padangdangan 1 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep jawa timur
Matrasit,S.Pd, Kepala SDN Padangdangan 1 Pasongsongan Sumenep. [Foto: sur]


SUMENEP – Seperti tahun-tahun sebelumnya, SDN Padangdangan 1 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep akan menggelar Semarak Pisah Kenang siswa-siswinya bukan dengan rekreasi. Hal ini dilakukan guna membangun keakraban antara seluruh komponen pendidikan dengan wali murid dan masyarakat sekitar. Sabtu (27/5/2023).

“Jauh hari sebelumnya, seluruh siswa kami telah mempersiapkan diri dalam acara Semarak Pisah Kenang siswa kelas 6 tersebut. Direncanakan pada 2023 kali ini akan lebih meriah ketimbang tahun kemarin,” janji Matrasit,S.Pd di ruang kantornya.

Akan ada beberapa pentas seni yang akan ditampilkan. Diantaranya pembacaan puisi, cerita anak, drama, tari Muang Sangkal, paduan suara, musik Islami dan lain-lain.

“Kami juga akan menyelenggarakan game-game kepramukaan agar acara Semarak Pisah Kenang tersebut lebih bermakna,” timpal Matrasit,S.Pd lebih jauh.

Ketika ditanya soal anggaran, dirinya akan melakukan sharing anggaran dengan wali siswa. Jalinan komunikasi dengan wali siswa tentu akan dilaksanakan dalam forum terbatas.

“Dengan anggaran minimal, kami berupaya Semarak Pisah Kenang 2023 SDN Padangdangan 1 lebih meriah. Kami akan berbuat yang terbaik. Ini menjadi atensi kami,” tegas Matrasit. [sur]



Rabu, 17 Mei 2023

Musyawarah Haflatul Imtihan Ponpes Annidhamiyah Bindang Pasean

ponpes annidhamiyah bindang pasean pamekasan madura
Ustadz Maimun Marzuki (kiri) bersama pengurus Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Annidhamiyah. [Foto: sur]


PAMEKASAN -  Menandai selesainya ujian bagi para peserta didik di lingkungan Yayasan Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Anndidhamiyah, pengasuh dan pengurus mengundang para wali santri dan wali siswa membicarakan Haflatul Imtihan. Kegiatan akhir tahun ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur para peserta didik atas ilmu yang didapatkan dari para gurunya. Rabu malam (17/5/2023).

“Haflatul Imtihan di Yayasan Pendidikan Annidhamiyah akan digelar tanggal 17 sampai 30 Juni. Pada pembukaannya nanti diprogram acara pawai santri. Kenapa pawai santri diletakkan diawal. Itu karena pada 29 Juni bertepatan Hari Raya Idul Adha,” terang Ustadz Maimun Marzuki yang bertindak sebagai pengasuh yayasan.

Dalam musyawarah itu juga disepakati sumbangan gotong royong yang tak memberatkan wali santri dan wali siswa.

“Bahkan bagi wali siswa yang mempunyai anak lebih dari satu yang mengenyam pendidikan disini, kami tetap mewajibkan sumbangan satu siswa saja. Perkara wali santri mau menyumbang lebih dari satu, itu keikhlasan mereka,” tambah Ustadz Maimun Marzuki.

Diinformasikan pula, bahwa pada akhir Haflatul Imtihan seperti biasa ada acara pengajian umum. Yang akan memberikan siraman rohani adalah KH Musleh Adnan dari Pamekasan.

Ada tambahan sedikit, Yayasan Pendidikan Annidhamiyah berlokasi di Dusun Jepon Desa Bindang Kecamatan Pasean. Selain pondok pesantren, dalam yayasan ini ada juga PAUD, RA, MD, MI, SMP dan SMA. Lebih dari tiga ratus santri dan siswa yang mengenyam ilmu di Yayasan Annidhamiyah ini. [sur]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...