Sabtu, 04 Maret 2023

Zikir Samman Pasongsongan dan KH Imam Arifin

Zikir Samman Khas Pasongsongan yang Tetap Lestari
KH Imam Arifin, keturunan Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin. [Foto: Yant Kaiy]

Catatan: Yant Kaiy

Kesenian Zikir Samman masuk ke Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura pada abad XVll Masehi. Kesenian Islami ini dibawa Nyai Agung Madiya, putri Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin. Kala itu Nyai Agung Madiya mendapat tugas dari Kerajaan Sumenep membantu Kerajaan Aceh mengusir penjajah Belanda. Kedua pemerintahan kerajaan itu sama-sama bernafas Islam.

Siapa Syekh Ali Akbar? Beliau adalah sosok penyebar agama Islam pertama wilayah pantai utara Pulau Madura. Ia merupakan paman Bindara Saod, Raja Sumenep. Beliau wafat 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah.

Tiap tahun pada perayaan haul Syekh Ali Akbar selalu ada pagelaran Zikir Samman di lokasi pekuburannya. Ini sebagai bentuk sikap penghargaan warga masyarakat Pasongsongan terhadap beliau. Karena Syekh Ali Akbar mempunyai jasa besar membangun peradaban Islami di sisi utara Pulau Madura.

Maka dipandang perlu bagi para keturunan Syekh Ali Akbar untuk tetap melestarikan kesenian Zikir Samman ini. Salah seorang yang gigih tetap mempertahankan kesenian tersebut ada di bumi Pasongsongan ialah KH Imam Arifin.

Ada dua komunitas Zikir Samman di daerah Pasongsongan. Keduanya dibina KH Imam Arifin. Dan keduanya berbentuk perkumpulan. Pelaksanaan Zikir Samman ada yang bergilir dari rumah ke rumah jamaahnya.

Sesungguhnya Zikir Samman merupakan salah satu toriqoh. Suatu bentuk peribadatan khusus menuju Sang Khalik. Biasanya orang-orang yang masuk ke aliran ini mempunyai kadar keimanan amat kuat.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Jumat, 03 Maret 2023

Macopat Gantiran Karya Taruna Pasongsongan

Catatan: Yant Kaiy

Kolaborasi antara seni budaya Macopat Madura dengan tabuhan klenengan melahirkan nuansa seni estetik. Menarik untuk dinikmati. Serasa kita dibawa ke suasana tempo dulu. Diakui, belakangan ini sudah agak jarang kita mendengarkan seni tradisional seperti Macopat. Apalagi gempuran seni budaya kontemporer tidak bisa terelakkan di era digital saat ini.

Perpaduan dua kesenian tersebut oleh masyarakat Sumenep disebut dengan istilah Macopat Gantiran. Yang saya ketahui, di Kecamatan Pasongsongan hanya ada dua komunitas Macopat Gantiran.

Ahad pagi, 25/2/2023, saya mendapat undangan pimpinan Perkumpulan Macopat Gantiran Karya Taruna Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Pagelaran Macopat Gantiran bertempat dikediaman salah seorang warga di Desa Padangdangan Kecamatan Pasongsongan.

Saya percaya bahwa kolaborasi Macopat dan irama gamelan ini nantinya bisa jadi proteksi bagi kepunahan seni budaya warisan nenek moyang.

Memang tidak mudah membangun komunitas Macopat Gantiran ini. Karena kita tahu, pementasan kesenian ini melibatkan banyak personil. Tidak sedikit anggaran dikeluarkan untuk sekali pentas. Maka dipandang perlu bagi pihak-pihak yang berkompeten untuk mensupportnya agar kesenian ini tidak punah dilibas zaman.

Semoga kedepan akan ada kaum muda peduli terhadap Macopat Gantiran ini dan bisa melestarikannya.

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Rabu, 01 Maret 2023

Mewarnai Pasongsongan dengan Karya Tulis


Catatan: Yant Kaiy

Saya lahir 51 tahun lalu di daerah yang warga masyarakatnya agamis, Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Bangga dilahirkan di bumi warisan Syekh Ali Akbar Syamul Arifin. Karena di daerah ini menjadi tempat penyebaran Islam pertama di wilayah pantai utara Pulau Garam Madura, sekitar abad XIV Masehi.

Mulai menulis sejak duduk di bangku SMPN I Pasongsongan. Ada beberapa karya tulis saya dimuat di Majalah Kuncup Surabaya, edisi 1987

Setelah lulus SMAN Ambunten Sumenep, saya mulai fokus menulis di berbagai media massa cetak dan penerbit buku. Sempat vakum menulis 2001 sampai 2010 karena konflik fitnah santet yang dihembuskan tetangga sendiri. Sehingga kami sekeluarga harus hengkang dari tanah kelahiran.

Kami memulai hidup baru di wilayah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Kami tertatih-tatih menapaki kenyataan pahit itu. Ditambah keberadaan keuangan serba kekurangan, karena hidup hanya dari hasil menjahit baju.

Selama 9 tahun kami menempati rumah orang gratis, jauh dari kata layak, tapi kami menikmatinya sepenuh hati.

Allah kemudian mengembalikan saya ke pelukan bumi Pasongsongan pada 2008, karena saya mendapat istri di Dusun Sempong Barat Desa Pasongsongan. Dua tahun kemudian saya aktif lagi menulis. Tapi bukan memakai mesin ketik manual lagi, melainkan menggunakan note-book.

Akhir-akhir ini banyak orang bertanya pada saya, berapa pendapatan dari kerja menulis. Saya jawab tidak ada. Karena saya ingin mewarnai Pasongsongan dengan karya tulis. Mungkin ini akan menjadi sumbangsih sebagai panggilan jiwa.

Lalu ada kalimat ironi mengalun ke telinga saya: “Untuk apa menulis kalau tidak menghasilkan uang, mending tidur…”

Saya pikir benar juga. Tapi Allah Maha Adil, ada juga beberapa tokoh merasa iba (mungkin) pada saya. Mereka memberikan uang untuk beli rokok atau pulsa. Tapi sikap saya tetap tegar, tak mau mengiba di depan mereka.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Cerpen PENANTIAN TAK BERUJUNG


Oleh: Yant Kaiy

Ketar-ketir menanti keputusan juragan tempatnya bekerja, Debur mulai merenda jurus supaya tidak tenggelam di lembah kecewa. Ia tidak ingin asanya hangus oleh kegagalan demi kegagalan yang terus menghias hidupnya. Baginya, bulan ini merupakan catatan kelam, mungkin sukar terlupakan.

“Masih belum ada keputusan, Bur?” tanya Santi dari arah belakang, mengagetkan Debur.

“Belum,nih,” jawab Debur sekenanya.

Lewat aplikasi sosial media, Debur kembali berselancar di dunia maya. Tak menghiraukan Santi yang sedang sarapan pagi. Santi sesungguhnya punya perhatian sama Debur, tapi cowok berkulit kuning langsat itu belum pernah berpikir kesana.

“Udah, kerja di tempatku saja. Lagi pula kita bisa naik sepeda motor bersama,” tukas Santi tanpa mempedulikan perubahan sikap Debur. “Aku yakin kau bisa diterima kerja.”

Sepekan kemudian Debur mulai bekerja di tempat Santi. Seiring waktu bergulir, Debur mulai jatuh cinta pada sosok dara teman kerjanya, Luna. Santi mulai mencium sesuatu, perhatian Debur terhadap Luna, keduanya tampak mesra.

Sementara penantian Santi tak segera membuahkan hasil. Debur masih belum juga menembaknya dengan kalimat cinta. Padahal keduanya sering jalan bersama.

Ketika habis pulang kerja, Debur dan Luna mampir di taman kota sambil makan malam. Ketika hendak pulang, tiba-tiba hujan turun. Mereka berteduh di emperan toko.

“Tadi Luna bercerita tentang kita, San,” ucap Debur mengagetkan perhatian Santi.

“Oya?” sela gadis bertubuh sintal sembari mengalihkan pandangannya ke wajah Debur. Ia sangat penasaran.

“Luna menanyakan tentang hubungan kita. Aku katakan, bahwa kau dan aku hanya sebatas teman…”

“Kau menyukai Luna, Bur?” potong Santi bernada kecewa karena cintanya berlabuh di dermaga hati lain.

“Aku bingung,” selanya dengan tatapan mata ke jalan raya yang mulai sepi kendaraan.

“Apanya yang membuatmu bingung, Bur?”

Debur memegang tangan Santi. Kedua mata makhluk berlainan jenis itu saling menatap.

“Aku masih memikirkanmu. Aku tak mau melukaimu, San. Apalagi aku…”

Belum selesai kalimat Debur, Santi langsung memeluk cowok di sampingnya. Hujan terus membasahi bumi. Keduanya hanyut irama kasmaran, hangat menjalari sekujur raga.[]

Pasongsongan, awal Maret 2023

Selasa, 28 Februari 2023

OSN Pasongsongan Diikuti 23 SD, Berikut Juaranya

olimpiade sains nasional kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep tahun 2023
Dari kiri: Agus Sugianto,S.Pd, Haji Akhmad Busri,M.Pd dan Haji Rusdi,M.Pd. [Foto: Yant Kaiy]

SUMENEP – Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2023 tingkat SD se-Kecamatan Pasongsongan diikuti 23 lembaga pendidikan. Penyelenggaraan OSN berjalan sesuai apa yang direncanakan pihak panitia. Selasa (28/2/2023).

“Saya menilai OSN tahun ini penyelenggaraannya lebih baik dan lebih rapi ketimbang tahun lalu. Jumlah sekolah yang mengirimkan peserta didiknya juga bertambah banyak,” ucap Haji Rusdi dalam kata sambutannya.

Selain sebagai Pengawas, Haji Rusdi adalah Koordinator Pendidikan Kecamatan Pasongsongan yang terus mendorong penyelenggaraan OSN kedepan mendekati sempurna.

Sedangkan bertindak sebagai Ketua Panitia Penyelenggara OSN 2023 adalah Agus Sugianto.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh sekolah yang telah mengirimkan siswa-siswinya dalam ajang OSN kali ini. Kami menghargai semua jerih payah para guru, telah meluangkan waktunya datang ke tempat ini. Karena kami tahu kalau ada sekolah yang jaraknya kesini lebih dari 17 km dengan medan jalan rusak,” tegas Agus Sugianto.

Pelaksanaan OSN ditempatkan di SDN Pasongsongan l. Dihadiri pula Haji Akhmad Busri,M.Pd sebagai Ketua K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Kecamatan Pasongsongan.

“Untuk pemenang OSN 2023 jenjang SD bidang lomba IPA, yakni SDN Panaongan l (1), SDN Pasongsongan IV (2), SDN Panaongan lll (3), SDN Pasongsongan IV (4), SDN Lebeng Barat l (5), dan SDN Soddara ll (6). Sedangkan bidang lomba Matematika, yaitu SDN Pasongsongan IV (1), SDN Pasongsongan IV (2), SDN Soddara l (3), SDN Panaongan I (4), SDN Pasongsongan IV (5), dan SDI Al-Wildan (6),” terang Agus Sugianto.

Ia juga berpesan kepada semua peserta didik yang sudah dinyatakan lolos sebagai juara supaya terus meningkatkan jam belajarnya. Karena mereka yang juara akan mengikuti OSN tingkat kabupaten. [Kay]

Senin, 27 Februari 2023

Klenengan Sopo Nyono Pasongsongan Mewarnai Khasanah Budaya Tradisional

klenengan sopo nyono pasongsongan kabupaten sumenep madura
Haji Aminullah sedang memainkan gamelan dalam sebuah pertunjukan. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP -  Banyak yang tidak tahu kalau klenengan atau gamelan Sopo Nyono berasal dari Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Hal itu karena klenengan ini hanya sebagai musik latar dari berbagai pagelaran seni budaya.

Klenengan Sopo Nyono dibina oleh Ainur Ridwan dan diketuai Haji Aminullah ini sering mengiringi pertunjukan seni Topeng Dalang Madura, Tayub, Macopat Madura, atau tampil pada acara-acara resmi dari beberapa dinas yang ada di wilayah Madura.

“Para penabuh klenengan ini berasal dari daerah Pasongsongan dan Ambunten. Kami mengumpulkan mereka dalam group seni klenengan Sopo Nyono agar bakat seni yang dimiliki mereka tidak raib begitu saja. Karena kami sadar betul, hobi tak mungkin ditahan,” ucap Haji Aminullah usai group gamelannya tampil dipertunjukan Macopat Madura. Ahad (26/2/2022).

Berapa harga mengundang klenengan Sopo Nyono?

“Relatif. Kenapa begitu? Hal itu disesuaikan jarak transportasi ke tempat pertunjukan. Yang penting teman-teman klenengan Sopo Nyono bisa beli rokok. Murah meriah, bukan,” ungkapnya lebih jauh.

Bagi yang berminat mau mengundangnya bisa langsung menghubungi Haji Aminullah dinomor hape 081328277365. [Kay]

Camat Pasongsongan dan Gerakan Perindangan SDN Panaongan 3

camat pasongsongan kabupaten sumenep, sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep
Camat Pasongsongan (3 dari kanan, baris belakang) bersama Babinsa Koramil Pasongsongan dan para guru SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP – Camat Pasongsongan, Mohamad Farid Wadjdi memberi bantuan bibit bunga kepada SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep. Serah-terima bantuan itu disaksikan langsung dua personil Babinsa Koramil Pasongsongan. Senin (27/2/2023).

“Gerakan perindangan dan penghijauan merupakan perbuatan mulia agar alam tetap hijau dan selalu memberi manfaat kepada kita. Karena alam yang lestari akan memberikan dampak positif pada kehidupan makhluk bernyawa,” ucap Mohamad Farid selesai memberi bantuan.

Menanamkan cinta lingkungan hidup harus dimulai sejak dini. Kalau cinta lingkungan itu bersemayam di hatinya, otomatis mereka akan senantiasa menjaga alam agar tidak rusak, tambah Mohamad Farid lebih jauh.

Sementara itu Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto,S.Pd menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan tersebut.

“Jauh hari gerakan perindangan dan penghijauan memang telah kami laksanakan. Beberapa lahan kosong di lingkungan SDN Panaongan 3 ada yang kami tanami toga (tanaman obat keluarga) dan tumbuhan yang menghasilkan pangan dan buah-buahan,” ungkap Agus Sugianto.

Dirinya menyadari betul, gerakan perindangan merupakan sikap terpuji yang mesti ditanamkan sejak usia SD. Setiap warga wajib hukumnya menjaga lingkungan supaya tidak rusak.

“Kita tentu tidak ingin mewariskan lingkungan sekitar rusak akibat ulah kita dan tangan-tangan tak bertanggung jawab,” sela Agus Sugianto. [Kay]

Minggu, 26 Februari 2023

Koramil Pasongsongan Menghadiri Upacara Bendera SDN Panaongan 3 Pasongsongan

Koramil Pasongsongan, SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Serma Setyo Hari bertindak sebagai pembina upacara di SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP – Babinsa Koramil Pasongsongan menghadiri pelaksanaan upacara bendera di SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Serma Setyo Hari.  Senin (27/2/2023).

Didahadapan peserta didik dan Kepala SDN Panaongan 3 beserta para guru, Serma Setyo Hari mengungkapkan, tentang apa itu bela negara.

“Bela negara adalah hak dan kewajiban setiap warga negara yang ada di bumi NKRI. Hal ini harus terus digelorakan kepada setiap individu. Upaya kuat bela negara sangat diperlukan sebagai wujud tanggung jawab untuk mempertahankan keutuhan negara,” ujar Serma Setyo Hari dalam amanat upacara.

Ia menambahkan, tak ada nilai tawar bagi siapa pun untuk senantiasa menjaga dan merawat nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Karena tantangan kedepan akan semakin kompleks. Maka perlu adanya langkah kongkret sebagai bentuk cinta tanah air.

Selesai upacara bendera, Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto,S.Pd ketika dimintai keterangan menjelaskan, bahwa dirinya mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran personil Koramil Pasongsongan.

“Kedepan kegiatan semacam ini akan terus kami galakkan. Kita harus menjaga bibit patriotisme di jiwa para peserta didik tidak luntur, tergerus paham yang berseberangan dengan Pancasila,” tandas Agus Sugianto. [Kay]

Elegi Youtuber Pasongsongan


Catatan: Yant Kaiy

Pekan keempat Februari 2023 kemarin, saya bersama salah seorang youtuber dari Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep mengikuti acara pengajian umum. Jamaah yang hadir lumayan banyak. Terdiri dari laki-laki dan perempuan. Walau pada pertengahan acara suasana gerimis, namun para hadirin tidak beranjak dari tempat duduknya.

Salah sebuah masjid di kawasan selatan Kecamatan Pasongsongan menggelar acara memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Sedangkan dai yang memberikan siraman rohani dari Pamekasan. Dai kondang memiliki ribuan fans ini jam terbangnya padat saban harinya. Siang hari ini berceramah di dua tempat. Demikian pula pada malam harinya. Sungguh luar biasa.

Bahkan menurut informasi, dia sudah menutup pintu bagi pengundang karena jadwal ceramahnya sudah terisi semua untuk 2023. Saya fikir, tentu pundi-pundi duitnya cukup lumayan karena amplop sekali mengisi acara pengajian berkisar satu hingga dua juta rupiah.

Ketika dai naik panggung kehormatan, saya bertanya pada youtuber disamping saya, kenapa dirinya tidak mengambil video.

“Tidak sembarang youtuber diperbolehkan mengambil video dai ini, Mas. Ada aturan tidak tertulis, hanya beberapa youtuber saja yang diperkenankan mengambil video kiai ini. Sudah ada komunitasnya,” terangnya.

Saya kaget bukan main. Sebab saya tahu banyak tentang kerja youtuber. Tidak semuanya youtuber kaya karena menggeluti platform sosial media Youtube. Tidak jarang ada sebagian dari mereka channelnya ditutup oleh pihak Youtube karena melanggar aturan komunitas.

Sejatinya dai berasal dari Pamekasan tersebut banyak berterima kasih kepada youtuber yang turut melambungkan namanya. Bisa jadi dia tidak akan ada apa-apanya kalau saja tanpa publikasi.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Sabtu, 25 Februari 2023

Simak Apa itu Guru Penggerak, Syarat, Tujuan dan Manfaatnya

guru penggerak, sdn panaongan 1 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep jawa timur
Haji Rusdi (kiri) bersama Agus Sugianto sedang mendengar pertanyaan salah seorang guru. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP - Program Guru Penggerak telah dicanangkan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Hal tersebut dikuatkan Permendikbudristek No.26 Tahun 2022 tentang Guru Penggerak. Diharapkan nantinya lewat Guru Penggerak khasanah pendidikan di Indonesia mengalami perubahan paradigma 5 tahun kedepan.


Bertolak dari keberadaan tersebut, maka Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 01 Kecamatan Pasongsongan berinisiatif melakukan sebuah terobosan. Pada pertemuan rutin bulanan kali ini, KKG Gugus 01 Kecamatan Pasongsongan mendatangkan nara sumber salah seorang Guru Penggerak Angkatan 5 Agus Sugianto,S.Pd yang juga Kepala SDN Panaongan III Pasongsongan. Sabtu (25/2/2023). 


Ketua KKG Gugus 01 Kecamatan Pasongsongan Abd. Rahman, S.Pd.I dalam sambutan mengatakan, alasan diadakan kegiatan tersebut untuk memotivasi para guru Sekolah Dasar di Gugus 01 untuk mengikuti Program Guru Penggerak.


“Masak dari 25 sekolah dasar serta ratusan guru SD di Pasongsongan, kita baru bisa meluluskan satu guru penggerak. Ini menjadi beban dan tanggung jawab saya selaku Ketua KKG untuk melakukan terobosan agar kedepan Kecamatan Pasongsongan memiliki Guru Penggerak lebih banyak,” tandas Abd. Rahman.


Pertemuan KKG Gugus 01 kali ini diadakan di SDN Panaongan I. Hadir dalam pertemuan tersebut Pengawas Pendidikan Kecamatan Pasongsongan Drs.H. Rusdi,M.Pd, para Kepala Sekolah serta para guru Sekolah Dasar se-KKG Gugus 01.


Dalam sambutannya Drs. H. Rusdi, M.Pd selaku Pengawas Pendidikan Kecamatan Pasongsongan, merespons positif langkah inovatif yang telah dilakukan Pengurus KKG Gugus 01.


“Kedepan saya berharap agar KKG lebih pro-aktif lagi melakukan berbagai kegiatan yang bisa memberikan dampak positif pada keberadaan guru dan murid. Karena pada dasarnya KKG diibaratkan sebuah dapur yang bisa digunakan sebagai tempat untuk mengolah berbagai jenis masakan. Dan masakan tersebut akan dihidangkan pada anggota keluarga kita yaitu para anak didik,” harap H. Rusdi.


Pada akhir sambutannya ia memberikan atensi positif atas kegiatan tersebut, serta akan menggandeng guru penggerak yang ada di Kecamatan Pasongsongan untuk berkolaborasi guna menjadi nara  sumber pada kegiatan serupa di gugus yang lain.


Pelaksanaan kegiatan KKG berlangsung serius tapi santai. Karena nara sumber ketika memaparkan kiat-kiat agar lulus Program Guru Penggerak, penyampaiannya diselingi joke-joke segar. Sehingga audiens merasa tidak jenuh dan bosan.


Agus Sugianto,S.Pd dalam paparannya selaku nara sumber menjelaskan, bahwa kiat untuk lulus sebagai calon Guru Penggerak, yaitu tidak melakukan plagiarisme dalam bentuk apapun. Kedua, hendaknya yang ditulis dalam essay adalah pengalaman diri sendiri baik di kelas maupun di sekolah. Ketiga, bisa bekerja sama dengan semua pihak. Keempat, semangat pantang-menyerah, dan kelima, berdoa. 


”Semuanya berawal dari rasa tergerak hati anda untuk melakukan sebuah perubahan pada komunitas belajar di sekitar. Setelah itu anda bergerak untuk melakukan langkah kongkrit sebagai aksi dari gerakan perubahan anda. Dan yang terakhir, anda diharapkan bisa menggerakkan rekan sesama guru maupun komunitas belajar di lingkungan anda, baik skala kecil maupun skala besar. Jadi tagline guru penggerak adalah tergerak, bergerak dan menggerakkan,” papar Agus Sugianto.


Lebih lanjut, Guru Penggerak yang juga pernah menjabat sebagai Ketua KKG Gugus 01 ini menjelaskan, bahwa biarpun telah lulus sebagai Guru Penggerak mengantongi sertifikat dengan 310 jam pelajaran, tapi tidak pernah melakukan gerakan perubahan sama sekali, baik di kelas maupun di sekolahnya masing-masing, tentu semuanya akan sangat percuma.


Diakhir kegiatan, pemateri memberikan ruang tanya jawab kepada para peserta seputar Program Guru Penggerak. Kegiatan ditutup pembacaan doa yang disampaikan oleh Ketua KKG Gugus 01 Kecamatan Pasongsongan. [As/Kay]

Peringatan Isra Mi’raj di SDN Padangdangan 2 Pasongsongan

Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, SDN Padangdangan 2 Desa Padangdangan Kecamatan
Madun,S.Pd.SD (4 dari kiri) bersama para guru SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan. [Foto: Yant Kaiy]

 

SUMENEP – SDN Padangdangan 2 berlokasi di Dusun Dunggadung Desa Padangdangan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep senantiasa menyelenggarakan peringatan hari-hari besar keagamaan. Sabtu (25/2/2023).

Kali ini peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dirayakan dengan sajian berbeda. Yaitu ada banyak penampilan, kreasi para peserta didik. Seperti menyanyikan lagu-lagu Islami, paduan suara, pembacaan puisi, sholawatan diiringi musik hadrah yang dimainkan oleh para murid di sekolah tersebut.

“Saya tidak menyangka, anak-anak didik kami ternyata mampu memberikan sajian hiburan cukup baik. Menarik dan berkesan. Mereka tampak antusias. Terus terang, walau sekolah kami berada di pinggiran, namun anak-anak mampu menunjukkan kemampuannya yang luar biasa,” terang Madun apa adanya.

Sementara yang memberikan siraman rohani adalah Kepala SD Padangdangan 2, yakni Madun,S.Pd.SD. [kay]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...