Selasa, 16 Agustus 2022

Warga Prancis di Semarak Malam Tirakatan Yogyakarta

CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International MS Arifin (kiri) bersama tamunya dari Prancis, Mohammad Ikbal. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Mohàmmad Ikbal, warga negara Prancis kelahiran Singapura ini begitu terkesan dengan acara Semarak Malam Tirakatan yang di gelar di wilayah Karanganyar RT.10/29 Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta. Selasa malam (16/8/2022).

"Saya baru pertama kali menikmati acara Kemerdekaan RI ke-77 ini. Jelas terlihat kerukunan warga di daerah ini masih kental. Tampak semua orang bersuka cita," ucap Mohammad Ikbal agak kaku berbahasa Indonesia.

Ia datang ke Indonesia dalam rangka menjalani perawatan kesehatan di Pusat Therapy Ramuan Banyu Urip International Yogyakarta.

"Saya jatuh dari ketinggian 2 meter yang mengakibatkan dada jadi sesak. Sekarang sembuh total dengan ramuan multi fungsi ini," tegas Mohammad Ikbal sambil menunjukkan botol Ramuan Banyu Urip.

Sebelumnyà ia telah mencoba berbagai cara untuk menyembuhkan penyakitnya, tapi tidak berhasil. Setelah menggunakan ramuan herbal Banyu Urip, dirinya sembuh total.  (Kay)

Malam Tirakatan 17 Agustus 2022 di Karanganyar Yogyakarta

MS Arifin ketika memberikan kata sambutan di Semarak Malam Tirakatan. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Beragam bentuk puji syukur ke hadirat Tuhan atas Kemerdekaan RI yang ke-77 dirayakan warga masyarakat di seluruh tanah air. Salah satunya acara Semarak Malam Tirakatan. Selasa (16/8/2022).

Tradisi Malam Tirakatan merupakan sebuah tradisi lama yang ada disebagian besar wilayah Yogyakarta.

"Sukses Malam Tirakatan kali ini tak lepas dari kekompakan segenap warga Karanganyar RT.10/29 Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta. Saya CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International berterima kasih yang sebesar-besarnya atas sukses dan kerja keras para panitia," papar MS Arifin dalam sambutannya.

Ia didaulat memberikan kata sambutan karena perusahaannya telah memberikan kontribusi amat besar terhadap acara HUT RI ke-77 kali ini. (Kay)

Sabtu, 13 Agustus 2022

Implementasikan Program Kapolda, Polres Sumenep Gelar Piramida bersama Persatuan Jurnalis Indonesia

Kapolres Sumenep ngopi bareng dengan PJI Sumenep. (Foto Istinewa).

Sumenep - Satukan visi dan misi, Kepolisian Resor (Polres) Sumenep terus
memantapkan diri menjalin sinergitas dengan berbagai elemen, salah satunya dengan awak media.

Program Piramida menjadi salah satu program yang wajib diimplementasikan oleh segenap jajaran Kepolisian di wilayah Jatim setelah resmi dicetuskan oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta.

Persatuan Jurnalis Indonesia menerima giliran dalam program ngopi bareng bertajuk Piramida pada Jumat malam (12/8/2022).

Kegiatan sinergitas Kepolisian dengan awak media ini digelar di Cafe Brobaks Jl, Urip Sumoharjo, Desa Pabian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura.

Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko., S.H, S.I.K., M.H mengucapkan: Kegiatan ngopi bareng bersama semua  awak media ini bertujuan menjalin sinergitas agar awak media tetap searah-sejalan dengan Kepolisian dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif.

"Program Piramida atau Ngopi bareng dengan awak media ini dicetuskan oleh Kapolda Jawa Timur dan sudah berjalan kurang lebih 8 bulan dan wajib diterapkan oleh semua Kapolres dan jajarannya," ujar Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko.

Lebih jauh Kapolres Sumenep yang dibanjiri ucapan apresiasi dari berbagai kalangan ini meminta agar media berperan serta untuk mengedukasi masyarakat dan turut menyukseskan semua program Polri.

"Karena peran media itu sangat penting. Oleh karenanya Program Piramida ini sangatlah positif untuk kita semua," tukas Kapolres. 

Pihaknya berpesan kepada Persatuan Jurnalis Indonesia agar menjadi wadah perjuangan dalam mengedukasi hal-hal positif demi kemajuan Kabupaten Sumenep.

"Hanya itu harapan kami. Semoga Persatuan Jurnalis Indonesia turut serta berperan serta menciptakan Harkamtibmas di Kabupaten Sumenep," tandas Kapolres Sumenep.

Sementara itu, Ketua Persatuan Jurnalis Indonesia, Andi Kusmanto mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Sumenep atas undangannya.

"Terima kasih untuk Kapolres Sumenep, Wakapolres, Kasi Humas, Kasatreskrim, Kasat Lantas dan KBO Intel Polres Sumenep,  atas undangannya kepada Persatuan Jurnalis Indonesia. PJI siap mendukung Polres Sumenep," tutur Andi Kusmanto saat acara berlangsung.

Andi berharap PJI dan Polres Sumenep tetap menjadi mItra yang baik dalam mewujudkan Harkamtibmas di Kabupaten Sumenep.

"PJI Sumenep akan terus mendukung kinerja Kepolisian Resort Sumenep," tegasnya.

"Persatuan Jurnalis Indonesia secara khusus mengapresiasi kinerja Kapolres Sumenep beserta jajarannya," tambahnya. 

Kapolres Sumenep sudah melakukan bermacam ikhtiar dengan terobosan baru, seperti kegiatan anjangsana ke para tokoh agama, tokoh masyarakat dan segenap jajaran Polsek.

"Hal itu patut diapresiasi, karena untuk menyukseskan sebuah terobosan brilian membutuhkan keseriusan, kerja keras, tenaga dan pikiran," pungkasnya.

Sekedar informasi, kegiatan piramida dihadiri oleh Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko, S.H., S.I.K.,M.H, Wakapolres Sumenep, Soekris Tri Hartono,S.Sos,  Kasatreskrim Polres Sumenep.,AKP Fared Yusuf, S.H, Kasatlantas Polres Sumenep.,AKP Lamudji.,S.H, Kasi Humas Akp Widiarti S.,S.H, KBO Intelkam Agus Rusdiyanto.,S.H, Ketua PJI Sumenep, Andi Kusmanto dan segenap anggota Persatuan Jurnalis Indonesia DPC Sumenep. (Red)

Rabu, 10 Agustus 2022

Membengkak Jumlah Pasien Buta Warna di Therapy Banyu Urip Yogyakarta

Widuri (kanan) admin Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip International Pusat Yogyakarta. (Foto: Yant Kaiy).

Yogyakarta - Menurut data yang tercatat di admin, jumlah pasien buta warna di Komunitas Therapy Banyu Urip International Pusat Yogyakarta mengalami peningkatan luar biasa tiap tahunnya. Rabu sore (10/8/2022).

"Ada beberapa unsur penyebab kian tingginya angka pasien di Komunitas Ramuan Banyu Urip. Yakni tingkat kesembuhan yang permanen. Bahkan ada pasien yang sembuh lebih cepat dari estimasi awal," terang Widuri. 

Karena di  tempat pengobatan kami ada buku tes buta warna yang tak bisa diragukan lagi keberadaannya.

"Buku tesnya standar medis. Biar pasien tidak khawatir, kami menambahkan buku tes lagi berjumlah 150 lembar," tandasnya.

Admin berparas cantik ini menegaskan, selain itu pasien yang menjalani rawat inap senantiasa dimotivasi untuk membangun mindset positif tentang kesembuhannya.

Ini penting bagi kami lantaran ada wacana tidak benar, bahwa buta warna tidak bisa disembuhkan. Membangun mental dari dalam harus terus digalakkan terhadap diri pasien.

"Kebanyakan pasien buta warna di pengobatan kami wajib menaati aturan yang sudah kami tetapkan," pintasnya.

Contoh soal menu makanan. Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari. Jam istirahat agar imun tubuh tetap terjaga dengan baik tak luput dari perhatian para terapis. (Kay)

Selasa, 09 Agustus 2022

Mengenal Terapis dari Ramuan Banyu Urip Yogyakarta

Ahmad Rasidi, terapis muda berbakat. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Ahmad Rasidi merupakan salah seorang terapis yang dimiliki Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip International Pusat Yogyakarta. Usianya masih muda

Lelaki lajang ini berasal dari Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Sengaja Ahmad Rasidi dipilih CEO Therapy Banyu Urip International Pusat Yogyakarta karena kapasitasnya sebagai terapis sudah teruji oleh waktu.

Ketika dijumpai di tempat prakteknya, Jalan Selokan Mataram Karanganyar RT.10/RW.29 No 197A Sinduadi Mlati Sleman, Ahmad Rasidi sedang menangani banyak pasien buta warna. Rabu pagi (10/8/2022).

"Saat ini ada sembilan pasien buta warna yang menjalani rawat inap. Ada yang dari Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Jawa. Sebagian besar dari mereka akan melamar pendidikan tentara dan polisi," ujar Ahmad Rasidi.

Selama menjani rawat inap, pasien mendapat menu makanan dan jus buah segar untuk pemenuhan nutrisi sebagai penunjang kesembuhan.

"Kami sangat memperhatikan asupan gizi makanan agar kesembuhan pasien buta warna permanen," terangnya.

Saat ditanya soal biaya, Ahmad Rasidi menegaskan, "Sangat bersahabat dan lebih murah dari tarif pengobatan alternatif yang lain."

Sebelumnya ada 33 pasien buta warna yang sembuh dan sudah pulang. Ada diantara mereka yang lolos seleksi TNI/Polri. (Kay)

Minggu, 07 Agustus 2022

Buta Warna: Firman Allah Jadi Dasar Penyembuhnya

Yogyakarta - Dari sebagian kalangan ahli  pengobatan, baik medis maupun non-medis mengatakan, bahwa buta warna tidak bisa disembuhkan. Lalu masyarakat latah percaya dengan wacana dan opini tersebut.

Tetapi tidak begitu dengan MS Arifin (CEO Therapy Banyu Urip International). Ia menegaskan kembali, jika semua penyakit datang dari Allah SWT. Dan Dialah yang akan menyembuhkannya lewat ikhtiar manusia itu sendiri. Senin (8/8/2022).

"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Jadi setiap penyakit jelas ada obatnya. Kecuali kematian. Kematian tidak bisa disembuhkan. Namun kalau penyakit fisik dan psikis pasti ada penangkalnya," tegas MS Arifin di tempat prakteknya, Jalan Selokan Mataram Karanganyar RT.10/RW.29 No.197 A Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta.

Dirinya kalau berbicara masalah bukti mungkin ada orang yang tidak percaya. Tapi di tempat prakteknya banyak pasien buta warna yang sedang menjalani terapi.

MS Arifin menegaskan,  "Di tempat praktek saya  sekarang ada banyak pasien buta warna dan sebagian diantara mereka sudah diperbolekan pulang lantaran telah sembuh total."

Tentu pasien telah melewati tahapan tes buta warna sebelum dipulangkan.

"Satu kata kuncinya, saya berpatokan pada firman Allah dalam Al-Quran Surah Al-Anbiya ayat 83:
"Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia berdoa kepada Tuhannya: "(Ya Tuhanku) sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Maha Penyayang dari semua yang penyayang," ucap MS Arifin mengutip kandungan ayat suci Al-Quran.

Dari sini kita dapat menarik benang merah, bahwa setiap penyakit apa pun pasti ada penyembuhnya.

"Yang lebih gamblang lagi ada hadis Nabi Muhammad SAW (HR. Bukhori). Begini bunyinya: "Allah tidak akan menurunkan satu penyakit kecuali Allah turunkan juga obatnya," ujar MS Arifin sambil melafalkan bahasa Arabnya. (Kay)



Sabtu, 06 Agustus 2022

JJS Komunitas Therapy Banyu Urip Bersama Warga Karanganyar Sleman

MS Arifin (kanan) bersama jurnalis dari apoymadura.com. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin begitu peduli terhadap warga di lingkungannya. Ini dibuktikan lewat dukungan dana terhadap penyelenggaraan HUT RI ke-77 di kawasan Karanganyar Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta. Ahad  (7/8/2022).

"Sebelumnya telah diselenggarakan beberapa lomba 17 Agustus. Pagi ini dilaksanakan kegiatan JJS (Jalan Jalan Sehat). Dari catatan yang saya ketahui dari kupon, ternyata ada lebih 1000 peserta yang mengikuti JJS ini," terang MS Arifin pada apoymadura.com.

Dirinya sangat puas terhadap sukses pelaksanaan HUT RI kali ini.

"Semoga kedepan pelaksanaan HUT  Kemerdekaan RI lebih meriah. Paling tidak dipertahankan kesemarakannya," harap MS Arifin. (Kay)

Therapy Banyu Urip International Yogyakarta dalam Memperingati HUT RI

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Komunitas Therapy Banyu Urip International Pusat Yogyakarta dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77 menyelenggarakan berbagai macam lomba. Salah satunya JJS. Sabtu (6/8/2022).

"Besok akan diselenggarakan Jalan Jalan Sehat (JJS) bersama warga Karanganyar RW 29. Sedangkan start dan finish berlokasi di Jalan Karanganyar RT 10/RW 29," terang CEO Therapy Banyu Urip International MS Arifin kepada apoymadura.com.

Perlu diketahui, Therapy Banyu Urip International menjadi sponsor utama dalam seluruh kegiatan HUT RI kali ini.

"Tujuan utama Komunitas Therapy Banyu Urip International memeriahkan HUT RI sebagai wujud mengisi kemerdekaan. Bukan tujuan bisnis," tambah MS Arifin. (Kay)


Sabtu, 30 Juli 2022

Tim Redaktur Apoymadura.com Prihatin Atas Pencurian Uang di Pasar Pao

Inilah suasana toko kakak Akhmad Jasimul Ahyak

SUMENEP -
Akhmad Jasimul Ahyak melaporkan via sosial media kepada apoymadura.com, bahwa kakaknya telah kehilangan uang kurang-lebih Rp 1.500.000,-. 

Peristiwa nahas tersebut terjadi di tokonya yang berlokasi di Pasar Pao Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Kamis pagi (28/7/2022).

Menurut cerita kakak Akhmad Jasimul Ahyak, ia sedang menjaga tokonya. Lalu ada seorang perempuan mau membeli telur dan agar-agar powder .

Belum terjadi transaksi, tiba-tiba oknum berinitial Nn (41 tahun) menjatuhkan barang dagangan di dekat meja yang ada tas berisi uang.

Secepat kilat Nn buru-buru keluar dari toko. Sedang barang yang mau dibeli tidak jadi ditawar. Seiring itu pula tas berisi uang raib.

Kejadian ini sudah dilaporkan oleh Akhmad Jasimul Ahyak ke pihak berwajib, Polsek Pasongsongan. (Kay)


Kamis, 14 Juli 2022

Taraban Protes


Taraban Protes!

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq
(Kuasa dan Konsultan Hukum Erfandi)

_"Anda tidak bisa membuat revolusi dengan sarung tangan sutra."_

(Joseph Stalin)

*SAYA* ingin jungkir balik, sambil tertawa ngakak, karena *Erfandi menang lagi.* Putusan PTUN Surabaya Nomor: 37/G/2022/PTUN.SBY tanggal 13 Juli 2022 telah dibacakan. Gugatan Erfandi dikabulkan seluruhnya. Jelas, Pilkades Taraban ilegal.

Bunyi putusannya begini:

_1. Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya;_

_2. Menyatakan batal Surat Keputusan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Taraban Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan Periode 2021 – 2027 Nomor : 19/SK/PAN.PILKADES/II/2022 tanggal 22 Februari 2022 tentang Penetapan Calon Kepala Desa Taraban Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan Periode 2021 - 2027;_

_3. Mewajibkan Tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Taraban Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan Periode 2021 – 2027 Nomor : 19/SK/PAN.PILKADES/II/2022 tanggal 22 Februari 2022 tentang Penetapan Calon Kepala Desa Taraban Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan Periode 2021 - 2027;_

_4. Menghukum Tergugat, Tergugat II Intervensi 1 dan Tergugat II Intervensi 2 secara tanggung renteng untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 566.000,- (lima ratus enam puluh enam  ribu rupiah)._

***

Saya ingin jungkir balik bukan semata-mata karena putusan menguntungkan klien saya, tapi karena ada wajah Pak Rogib Triyanto di memori saya, Kapolres Pamekasan yang _full back up_ Pilkades ilegal.

Awalnya, saya tidak ingin terlibat dalam aksi _symbolic sit-ins_ atau okupasi massa di Balai Desa Taraban tanggal 21 April 2022. 

Tapi, saya ditelpon warga, katanya, Polisi meminta agar pengacaranya datang untuk memberi klarifikasi berkaitan dengan penetapan penundaan Pilkades Taraban oleh PTUN Surabaya. 

Untuk menjaga agar obor semangat perjuangan tidak padam, saya datang ke lokasi, memberi penjelasan bahwa tindakan Panitia Pilkades yang berencana tetap memaksa menggelar Pilkades itu melanggar hukum. Ternyata Polisi dengan tangan besi menyatakan tetap akan mengawal dan  mengamankan.

Protes, tuntutan, tekanan, dan negosiasi tentu bukan aksi politik santun _(polite politics)_, tidak teratur, tapi tidak destruktif.

Ketika massa lagi nyaman tiduran, ngerokok, bersantai tiba-tiba corong toa mendominasi suara dan berteriak: 

_"Kami hanya mengamankan, bapak ibu jangan terprovokasi, jangan melakukan tindak pidana, karena nanti, akan kami proses jika melakukan tindak pidana"._ 

Perlahan tapi pasti, massa didorong mundur pasukan Polisi, dipimpin Kapolres. Ada reaksi, lalu:

_" hey, siapa itu?, tangkap dia, seret ke Polres"._ Teriak Pak Rogib Triyanto, Kapolres Pamekasan melalui corong pengeras suara mini (21/04/22).

Begitulah siasat Pak Rogib melumpuhkan semangat rakyat kecil yang berkobar. Pak Rogib menakuti, menghancurkan psikologi massa, mendukung kedzaliman, meski sebenarnya rakyat itu berada di posisi yang benar.

Protes massa itu ingin memastikan, agar Panitia Pilkades Taraban tahun 2022 memberi sikap hormat terhadap perintah intrinsik PTUN Surabaya, Pilkades harus ditunda. Negara hukum menempatkan titah pengadilan sebagai perintah tertinggi.

Sayang, Kapolres berdiri di pihak yang tidak hormat terhadap penetapan pengadilan. Pilkades telah digelar, dibawah senjata api laras panjang yang congkak.

Jadi, jika Kapolres menjaga pembangkang penetapan pengadilan, rakyat kecil itu berjuang melawan pembangkang. Melindungi wibawa PTUN.

Makanya saya ingin jungkir balik, karena setelah perspektif hukum dan hak konstitusional diuji dan diperjuangkan melalui saluran hukum yang benar, Erfandi menang, mestinya dia masuk sebagai Calon Kepala Desa Taraban dan ikut berkontestasi, jika Panitia _fair_.

Anggaran Pilkades, pengamanan oleh kepolisian dan pelantikan Kades Taraban, dihabiskan hanya untuk menyukseskan tindakan kolosal yang ilegal.

Kades Taraban yang terpilih di Tahun 2022, tidak punya legitimasi yuridis, karena Ketua Panitia melakukan Perbuatan Melawan Hukum, memaksa melawan Penetapan PTUN Surabaya Nomor: 37/G/2022/PTUN.SBY tanggal 11 April 2022.

Sementara itu, beberapa massa aksi dikriminalisasi, dipanggil dan diperiksa di Polres Pamekasan dengan dugaan perusakan fasilitas. Meski jelas, fasilitas yang berusaha diamankan massa itu ilegal. Selain itu, bukan dirusak, melainkan lecek karena dirampas kembali oleh Panitia Pilkades dengan cara paksa, sehingga robek. Polres luar biasa, seolah-olah berusaha menundukkan Erfandi, mencari pintu masuk lewat salah satu massa aksi. 

Polres tegas untuk Taraban Larangan, tapi lemes untuk mengungkap seluruh pelaku rusuh di Desa Panaguan Proppo.

Tapi, untuk konteks Taraban. Terdapat risiko laten yang dapat terjadi jika jabatan Kades yang diperoleh melalui proses ilegal tetap dijalankan, baik melalui DD maupun ADD. Dapat terjadi _potential lost_.

Jika keuangan negara dijalankan oleh penguasa dengan fondasi legitimasi yuridis yang rapuh, ia rawan ambruk tertimpa reruntuhan konstruksi tirani, karena potensial terjerumus ke jurang tindak pidana korupsi yang dapat merugikan keuangan negara. 

Kalau tidak percaya, mari kita buktikan!***

Jumat, 01 Juli 2022

Pepsi Gajah Selenggarakan UKT di Pasongsongan

Misyatun, humas dan pelatih Pepsi Gajah Pusat Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP – Perguruan Pencak Silat Gabungan Anti Jahat ( Pepsi Gajah) Pusat Pasongsongan Kabupaten Sumenep, hari ini menggelar agenda UKT (Ujian Kenaikan Tingkat). Sabtu pagi (2/7/2022).

“UKT akan ditempatkan di Pendopo MS Arifin di Jalan Kiai Abubakar Sidik Desa/Kecamatan Pasongsongan. Seluruh pengurus cabang Pepsi Gajah tentu akan hadir nantinya,” terang Misyatun selaku humas dan pelatih Pepsi Gajah.

Tidak hanya itu, beberapa perguruan pencak silat yang ada di wilayah Kecamatan Pasongsongan akan turut menyemarakkan acara UKT tersebut.

Perlu digarisbawahi, Pepsi Gajah merupakan perguruan pencak silat di Pasongsongan yang didirikan almarhum Muhammad Fadil di era 1980-an. (Kay)





# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...