Minggu, 07 Agustus 2022

Buta Warna: Firman Allah Jadi Dasar Penyembuhnya

Yogyakarta - Dari sebagian kalangan ahli  pengobatan, baik medis maupun non-medis mengatakan, bahwa buta warna tidak bisa disembuhkan. Lalu masyarakat latah percaya dengan wacana dan opini tersebut.

Tetapi tidak begitu dengan MS Arifin (CEO Therapy Banyu Urip International). Ia menegaskan kembali, jika semua penyakit datang dari Allah SWT. Dan Dialah yang akan menyembuhkannya lewat ikhtiar manusia itu sendiri. Senin (8/8/2022).

"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Jadi setiap penyakit jelas ada obatnya. Kecuali kematian. Kematian tidak bisa disembuhkan. Namun kalau penyakit fisik dan psikis pasti ada penangkalnya," tegas MS Arifin di tempat prakteknya, Jalan Selokan Mataram Karanganyar RT.10/RW.29 No.197 A Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta.

Dirinya kalau berbicara masalah bukti mungkin ada orang yang tidak percaya. Tapi di tempat prakteknya banyak pasien buta warna yang sedang menjalani terapi.

MS Arifin menegaskan,  "Di tempat praktek saya  sekarang ada banyak pasien buta warna dan sebagian diantara mereka sudah diperbolekan pulang lantaran telah sembuh total."

Tentu pasien telah melewati tahapan tes buta warna sebelum dipulangkan.

"Satu kata kuncinya, saya berpatokan pada firman Allah dalam Al-Quran Surah Al-Anbiya ayat 83:
"Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia berdoa kepada Tuhannya: "(Ya Tuhanku) sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Maha Penyayang dari semua yang penyayang," ucap MS Arifin mengutip kandungan ayat suci Al-Quran.

Dari sini kita dapat menarik benang merah, bahwa setiap penyakit apa pun pasti ada penyembuhnya.

"Yang lebih gamblang lagi ada hadis Nabi Muhammad SAW (HR. Bukhori). Begini bunyinya: "Allah tidak akan menurunkan satu penyakit kecuali Allah turunkan juga obatnya," ujar MS Arifin sambil melafalkan bahasa Arabnya. (Kay)



Sabtu, 06 Agustus 2022

JJS Komunitas Therapy Banyu Urip Bersama Warga Karanganyar Sleman

MS Arifin (kanan) bersama jurnalis dari apoymadura.com. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin begitu peduli terhadap warga di lingkungannya. Ini dibuktikan lewat dukungan dana terhadap penyelenggaraan HUT RI ke-77 di kawasan Karanganyar Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta. Ahad  (7/8/2022).

"Sebelumnya telah diselenggarakan beberapa lomba 17 Agustus. Pagi ini dilaksanakan kegiatan JJS (Jalan Jalan Sehat). Dari catatan yang saya ketahui dari kupon, ternyata ada lebih 1000 peserta yang mengikuti JJS ini," terang MS Arifin pada apoymadura.com.

Dirinya sangat puas terhadap sukses pelaksanaan HUT RI kali ini.

"Semoga kedepan pelaksanaan HUT  Kemerdekaan RI lebih meriah. Paling tidak dipertahankan kesemarakannya," harap MS Arifin. (Kay)

Therapy Banyu Urip International Yogyakarta dalam Memperingati HUT RI

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Komunitas Therapy Banyu Urip International Pusat Yogyakarta dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77 menyelenggarakan berbagai macam lomba. Salah satunya JJS. Sabtu (6/8/2022).

"Besok akan diselenggarakan Jalan Jalan Sehat (JJS) bersama warga Karanganyar RW 29. Sedangkan start dan finish berlokasi di Jalan Karanganyar RT 10/RW 29," terang CEO Therapy Banyu Urip International MS Arifin kepada apoymadura.com.

Perlu diketahui, Therapy Banyu Urip International menjadi sponsor utama dalam seluruh kegiatan HUT RI kali ini.

"Tujuan utama Komunitas Therapy Banyu Urip International memeriahkan HUT RI sebagai wujud mengisi kemerdekaan. Bukan tujuan bisnis," tambah MS Arifin. (Kay)


Sabtu, 30 Juli 2022

Tim Redaktur Apoymadura.com Prihatin Atas Pencurian Uang di Pasar Pao

Inilah suasana toko kakak Akhmad Jasimul Ahyak

SUMENEP -
Akhmad Jasimul Ahyak melaporkan via sosial media kepada apoymadura.com, bahwa kakaknya telah kehilangan uang kurang-lebih Rp 1.500.000,-. 

Peristiwa nahas tersebut terjadi di tokonya yang berlokasi di Pasar Pao Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Kamis pagi (28/7/2022).

Menurut cerita kakak Akhmad Jasimul Ahyak, ia sedang menjaga tokonya. Lalu ada seorang perempuan mau membeli telur dan agar-agar powder .

Belum terjadi transaksi, tiba-tiba oknum berinitial Nn (41 tahun) menjatuhkan barang dagangan di dekat meja yang ada tas berisi uang.

Secepat kilat Nn buru-buru keluar dari toko. Sedang barang yang mau dibeli tidak jadi ditawar. Seiring itu pula tas berisi uang raib.

Kejadian ini sudah dilaporkan oleh Akhmad Jasimul Ahyak ke pihak berwajib, Polsek Pasongsongan. (Kay)


Kamis, 14 Juli 2022

Taraban Protes


Taraban Protes!

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq
(Kuasa dan Konsultan Hukum Erfandi)

_"Anda tidak bisa membuat revolusi dengan sarung tangan sutra."_

(Joseph Stalin)

*SAYA* ingin jungkir balik, sambil tertawa ngakak, karena *Erfandi menang lagi.* Putusan PTUN Surabaya Nomor: 37/G/2022/PTUN.SBY tanggal 13 Juli 2022 telah dibacakan. Gugatan Erfandi dikabulkan seluruhnya. Jelas, Pilkades Taraban ilegal.

Bunyi putusannya begini:

_1. Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya;_

_2. Menyatakan batal Surat Keputusan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Taraban Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan Periode 2021 – 2027 Nomor : 19/SK/PAN.PILKADES/II/2022 tanggal 22 Februari 2022 tentang Penetapan Calon Kepala Desa Taraban Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan Periode 2021 - 2027;_

_3. Mewajibkan Tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Taraban Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan Periode 2021 – 2027 Nomor : 19/SK/PAN.PILKADES/II/2022 tanggal 22 Februari 2022 tentang Penetapan Calon Kepala Desa Taraban Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan Periode 2021 - 2027;_

_4. Menghukum Tergugat, Tergugat II Intervensi 1 dan Tergugat II Intervensi 2 secara tanggung renteng untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 566.000,- (lima ratus enam puluh enam  ribu rupiah)._

***

Saya ingin jungkir balik bukan semata-mata karena putusan menguntungkan klien saya, tapi karena ada wajah Pak Rogib Triyanto di memori saya, Kapolres Pamekasan yang _full back up_ Pilkades ilegal.

Awalnya, saya tidak ingin terlibat dalam aksi _symbolic sit-ins_ atau okupasi massa di Balai Desa Taraban tanggal 21 April 2022. 

Tapi, saya ditelpon warga, katanya, Polisi meminta agar pengacaranya datang untuk memberi klarifikasi berkaitan dengan penetapan penundaan Pilkades Taraban oleh PTUN Surabaya. 

Untuk menjaga agar obor semangat perjuangan tidak padam, saya datang ke lokasi, memberi penjelasan bahwa tindakan Panitia Pilkades yang berencana tetap memaksa menggelar Pilkades itu melanggar hukum. Ternyata Polisi dengan tangan besi menyatakan tetap akan mengawal dan  mengamankan.

Protes, tuntutan, tekanan, dan negosiasi tentu bukan aksi politik santun _(polite politics)_, tidak teratur, tapi tidak destruktif.

Ketika massa lagi nyaman tiduran, ngerokok, bersantai tiba-tiba corong toa mendominasi suara dan berteriak: 

_"Kami hanya mengamankan, bapak ibu jangan terprovokasi, jangan melakukan tindak pidana, karena nanti, akan kami proses jika melakukan tindak pidana"._ 

Perlahan tapi pasti, massa didorong mundur pasukan Polisi, dipimpin Kapolres. Ada reaksi, lalu:

_" hey, siapa itu?, tangkap dia, seret ke Polres"._ Teriak Pak Rogib Triyanto, Kapolres Pamekasan melalui corong pengeras suara mini (21/04/22).

Begitulah siasat Pak Rogib melumpuhkan semangat rakyat kecil yang berkobar. Pak Rogib menakuti, menghancurkan psikologi massa, mendukung kedzaliman, meski sebenarnya rakyat itu berada di posisi yang benar.

Protes massa itu ingin memastikan, agar Panitia Pilkades Taraban tahun 2022 memberi sikap hormat terhadap perintah intrinsik PTUN Surabaya, Pilkades harus ditunda. Negara hukum menempatkan titah pengadilan sebagai perintah tertinggi.

Sayang, Kapolres berdiri di pihak yang tidak hormat terhadap penetapan pengadilan. Pilkades telah digelar, dibawah senjata api laras panjang yang congkak.

Jadi, jika Kapolres menjaga pembangkang penetapan pengadilan, rakyat kecil itu berjuang melawan pembangkang. Melindungi wibawa PTUN.

Makanya saya ingin jungkir balik, karena setelah perspektif hukum dan hak konstitusional diuji dan diperjuangkan melalui saluran hukum yang benar, Erfandi menang, mestinya dia masuk sebagai Calon Kepala Desa Taraban dan ikut berkontestasi, jika Panitia _fair_.

Anggaran Pilkades, pengamanan oleh kepolisian dan pelantikan Kades Taraban, dihabiskan hanya untuk menyukseskan tindakan kolosal yang ilegal.

Kades Taraban yang terpilih di Tahun 2022, tidak punya legitimasi yuridis, karena Ketua Panitia melakukan Perbuatan Melawan Hukum, memaksa melawan Penetapan PTUN Surabaya Nomor: 37/G/2022/PTUN.SBY tanggal 11 April 2022.

Sementara itu, beberapa massa aksi dikriminalisasi, dipanggil dan diperiksa di Polres Pamekasan dengan dugaan perusakan fasilitas. Meski jelas, fasilitas yang berusaha diamankan massa itu ilegal. Selain itu, bukan dirusak, melainkan lecek karena dirampas kembali oleh Panitia Pilkades dengan cara paksa, sehingga robek. Polres luar biasa, seolah-olah berusaha menundukkan Erfandi, mencari pintu masuk lewat salah satu massa aksi. 

Polres tegas untuk Taraban Larangan, tapi lemes untuk mengungkap seluruh pelaku rusuh di Desa Panaguan Proppo.

Tapi, untuk konteks Taraban. Terdapat risiko laten yang dapat terjadi jika jabatan Kades yang diperoleh melalui proses ilegal tetap dijalankan, baik melalui DD maupun ADD. Dapat terjadi _potential lost_.

Jika keuangan negara dijalankan oleh penguasa dengan fondasi legitimasi yuridis yang rapuh, ia rawan ambruk tertimpa reruntuhan konstruksi tirani, karena potensial terjerumus ke jurang tindak pidana korupsi yang dapat merugikan keuangan negara. 

Kalau tidak percaya, mari kita buktikan!***

Jumat, 01 Juli 2022

Pepsi Gajah Selenggarakan UKT di Pasongsongan

Misyatun, humas dan pelatih Pepsi Gajah Pusat Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP – Perguruan Pencak Silat Gabungan Anti Jahat ( Pepsi Gajah) Pusat Pasongsongan Kabupaten Sumenep, hari ini menggelar agenda UKT (Ujian Kenaikan Tingkat). Sabtu pagi (2/7/2022).

“UKT akan ditempatkan di Pendopo MS Arifin di Jalan Kiai Abubakar Sidik Desa/Kecamatan Pasongsongan. Seluruh pengurus cabang Pepsi Gajah tentu akan hadir nantinya,” terang Misyatun selaku humas dan pelatih Pepsi Gajah.

Tidak hanya itu, beberapa perguruan pencak silat yang ada di wilayah Kecamatan Pasongsongan akan turut menyemarakkan acara UKT tersebut.

Perlu digarisbawahi, Pepsi Gajah merupakan perguruan pencak silat di Pasongsongan yang didirikan almarhum Muhammad Fadil di era 1980-an. (Kay)





Jumat, 24 Juni 2022

Malam Perpisahan Kelas VI SDN Pasongsongan l

Ainur Ridwan (paling kiri) Kepala SDN Pasongsongan l Kecamatan Pasongsongan Sumenep. (Foto: Yant Kaiy)


SUMENEP – Imbas tidak adanya kegiatan perpisahan selama dua tahun di lingkungan pendidikan SD/MI di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, kini sebagian sekolah mulai mengadakan acara perpisahan.

Acara perpisahan digelar dengan pertunjukan berbagai penampilan kreasi seni dari para peserta didik.

“SDN Pasongsongan l tidak menutup telinga akan aspirasi para wali murid yang menginginkan acara pisah kenang atau perpisahan bukan rekreasi. Mereka menghendaki acara perpisahan berupa pagelaran seni budaya,” terang Ainur Ridwan,S.Pd,M.Pd dalam kata sambutannya. Jumat malam (24/6/2022).

Ketika dirinya mengumumkan acara perpisahan berupa penampilan kreativitas seni, seluruh siswanya senang tak terbilang.

“Anak-anak antusias berlatih tiap sore di sekolah dibawah bimbingan para guru disini. Dan saya pribadi sangat puas, karena anak-anak telah menunjukkan kemampuannya,” ucap Ainur Ridwan lebih jauh.

Ada 3 pesan penting Ainur Ridwan dalam kata sambutannya yang perlu digarisbawahi:

"Pertama saya mau menyerahkan putra-putri kepada wali murid. Kedua, seluruh peserta didik yang lulus bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Dan semua guru pasti berharap agar para murid bisa berakhlakul karimah."

Dari seluruh rangkaian penampilan para murid SDN Pasongsongan l, semua hadirin memberikan aplaus luar biasa. Ternyata pelaksanaan perpisahan cukup semarak dan memberikan kesan tersendiri.

Bahkan ada salah satu wali murid yang menginginkan tahun depan dilaksanakan kembali acara seperti itu. Katanya, lebih berkesan karena semua peserta didik dan wali murid dilibatkan. (Kay)





Kamis, 23 Juni 2022

Semarak Perpisahan SDN Padangdangan l

Siswa-siswi SDN Padangdangan l kelas VI. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP – Salah satu sekolah penggerak di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep adalah SDN Padangdangan l yang jumlah muridnya sangat banyak.

Kali ini SDN Padangdangan I dalam kelulusan siswa-siswi kelas VI tahun pelajaran 2021/2022 menyelenggarakan acara Prosesi dan Gelar Seni Budaya. Kamis (23/6/2022).

“Selama beberapa tahun sebelumnya, acara perpisahan biasanya digelar lewat rekreasi ke tempat-tempat wisata. Itu pun yang dilibatkan hanya kelas VI,” ujar Matrasit, Kepala SDN Padangdangan l.

Lalu dirinya mengambil kebijakan logis, bahwa dengan menggelar semarak kelulusan lewat penampilan tari, lagu, puisi dan drama kiranya akan lebih berkesan di hati para anak didiknya.

“Bukan rekreasi itu tidak baik. Tapi kami ingin memberi nilai plus, bahwa peserta didik secara keseluruhan dilibatkan. Lebih penting lagi, mereka nantinya akan lebih kreatif. Apalagi semua wali murid dan komite sekolah serta pelaku pendidikan di satuan pendidikan SDN Padangdangan l berbaur,” terang Matrasit.

Ia berharap, nantinya satuan pendidikan tingkat SD/SDI bisa mengaplikasikan ide brilian ini. Karena keuntungannya akan jadi daya magnet bagi peserta didik baru. (Kay)





Rabu, 15 Juni 2022

Inilah Pesan Penting Komite SMPN 1 Pasongsongan di Acara Pisah Kenang

Sutiksan, M.Pd. (Foto: Yant Kaiy)
SUMENEP - Acara Perpisahan dan Pelepasan Siswa-Siswi SMPN 1 Pasongsongan Sumenep berlangsung sangat meriah di halaman depan sekolah tersebut. Kamis pagi (16/6/2022).

Sutiksan, M.Pd selaku Komite SMPN 1 Pasongsongan Sumenep dalam kata sambutannya mengungkapkan:

"Hari ini saya selaku Komite SMPN 1 Pasongsongan ingin mengatakan kepada para wali siswa, bahwa detik ini pula saya telah resmi mengembalikan putra-putri panjenengan."

Perlu diketahui, dalam acara perpisahan siswa-siswi SMPN 1 Pasongsongan sebelumnya ada beberapa penampilan hiburan, seperti paduan suara dan tari Muang Sangkal serta Wonderland Indonesia. (Kay)

Lepas Kenang SMPN 1 Pasongsongan

SUMENEP - Pelepasan peserta didik kelas IX SMPN 1 Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Sumenep diawali dengan Kirab Wisuda dan tari Muang Sangkal Kamis (16/6/2022).

Acara pisah kenang itu dilangsungkan di halaman depan sekolah tersebut. Dihadiri semua guru dan wali siswa kelas IX. 

Tidak ketinggalan diundang pula para Kepala Sekolah SDN/SDI di sekitarnya dan Forpimka Pasongsongan.

H Hadi Suharto, M.Pd Kepala SMPN 1 Pasongsongan dalam sambutannya menyampaikan beberapa laporan terkait prestasi siswa-siswanya beserta capaian yang telah dimilikinya. 

"Saya pribadi sebagai Kepala Sekolah sangat bangga terhadap para siswa-siswi kelas IX SMPN 1 Pasongsongan yang telah lulus dengan nilai cukup memuaskan," tandasnya.

Pesan H Hadi Suharto yang terakhir kepada para siswanya untuk tetap menjaga sopan santun, berakhlakul karimah dan selalu menghormati para guru-gurunya. (Kay)


Jumat, 10 Juni 2022

Pisah Kenang MTs Istikmalunnajah Pasongsongan

Para siswa dan gruru di lingkungan LP Ma'arif MTs Istikmalunnajah Pasongsongan. (Foto: Jasimul/Kay)


SUMENEP - Keluarga besar MTs Istikmalunnajah Pasongsongan Kabupaten Sumenep mengadakan acara Silaturrahim dari semua guru dan sekaligus Pisah Kenang Siswa Akhir Kelas 9A dan 9B bertempat di Aula MTs Istikmalunnajah. Sabtu (11/6/2022).

Dalam sambutannya Kepala MTs Istikmalunnajah Ach Syarifuddin mengatakan, “Saya mau berpesan kepada seluruh siswa yang lulus untuk menjadi anak didik yang berakhlakul karimah hingga ke jenjang madrasah/sekolah berikutnya. Jagalah nama baik Lembaga Pendidikan Ma'arif.”

Acara pisah kenang dihadiri semua guru di lingkungan pendidikan tersebut. Dari raut wajah mereka terlihat ada goresan rasa haru cukup mendalam.

“Kami bangga kalau kalian menjadi generasi yang menjunjung akhlak terpuji. Tidak bisa dipungkiri di sekitar kita, degadrasi moral akhir-akhir ini di kalangan umat sangat memprihatinkan,” tandas Ach Syarifuddin lebih jauh.

Pesan terakhir dari Ach Syarifuddin yang tak kalah penting, yakni tentang paham Ahlussunnah wal Jamaah yang tak boleh luntur dalam kehidupan sehari-hari.

Acara Pisah Kenang dan Silaturrahim ditutup dengan pembacaan doa oleh sesepuh guru MTs Istikmalunnajah, yakni Abu Syairi Alwan. (Jasimul/Kay)




# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...