Jumat, 22 April 2022

Banyu Urip Santuni Fakir Miskin dan Anak Yatim

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy)


SUMENEP – MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip Pusat Madura, besok akan menyalurkan santunan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah kepada 400 fakir-miskin dan anak yatim.

“Santunan berupa sembako dan tas pelajar bagi anak yatim. Pembagian santunan itu nantinya akan ditempatkan di Pendopo MS Arifin, Jalan K Abubakar Sidik Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep,” terang MS Arifin. Sabtu (23/4/2021).

Sikap berbagi MS Arifin memang sudah terjadwal setiap tahun. Ini semata-mata sebagai wujud kepedulian dirinya terhadap sesama.

“Saya lahir dan besar di Pasongsongan. Menjadi pengusaha di bidang pengobatan alternatif di Yogyakarta. Maka sepantasnya kami peduli sesama,” tandas MS Arifin. (Kay)





Kamis, 21 April 2022

Pekan Ketiga Ramadhan: Dua Pesohor ke Sumenep


Catatan: Yant Kaiy

Kota Keris Sumenep dipekan ketiga Ramadhan 1443 kali ini kedatangan dua pesohor dengan latar belakang berbeda.

Satu dari selebritis, yakni Nikita Mirzani yang melakukan kegiatan syuting untuk FTV (Film Televisi). Nikita Mirzani mengapresiasi dan merekomendasikan beberapa lokasi wisata di Sumenep yang menurutnya cukup bagus. Sabtu (16/4/2022).

Tapi ia juga mengkritik kurangnya pelayanan karyawan hotel tempat dimana ia menginap. Soal kuliner tak lepas dari perhatian Nikita Mirzani yang ia rasa belum mendukung sektor pariwisata di kabupaten ujung timur Pulau Madura.

Selanjutnya, disusul orang nomor satu di bumi nusantara, Presiden Joko Widodo yang meresmikan Bandara Trunojoyo Sumenep. Rabu (21/4/2022).

Dibalik kunjungan kedua publik figur tersebut jelas mengemban misi tertentu.

Warga masyarakat Sumenep menganggap semua itu hal biasa. Bukan sesuatu yang menggemparkan. Masyarakat cukup tinggal di rumah sambil menonton video via sosial media tentang kehadiran keduanya.

Sebab kedua pesohor hadir disaat warga Kota Keris lagi menjalankan ibadah puasa.[]





Sabtu, 16 April 2022

Berita Nikita Mirzani Terbaru Hari Ini di Sumenep

Nikita Mirzani ketika syuting di Pelabuhan Pasongsongan Sumenep. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP - Kehadiran Nikita Mirzani dan kru film televisi (FTV) di Pelabuhan Pasongsongan Desa/Kecamatan Pasongsongan Sumenep menyita perhatian masyarakat luas. Wajar, karena sosok mereka sangat akrab menyapa pemirsa lewat aktingnya di televisi. Sabtu (16/4/2022).

Nikita Mirzani dari pagi hingga malam beradegan di depan kamera. Kemampuan akting wanita kelahiran 17 Maret 1986 ini sangat mengagumkan.

Hampir beberapa  adegan Nikita Mirzani tidak diulang oleh sutradara, sehingga garapan FTV selesai sesuai yang  dijadwalkan.

Pelabuhan Pasongsongan direkomendasikan sebagai lokasi syuting Nikita Mirzani bukan tanpa alasan. Disamping memiliki catatan sejarah mengagumkan, Pelabuhan Pasongsongan dikenal sebagai tempat berlabuhnya para saudagar Arab dan China pada abad XV.

Selain itu, Pelabuhan Pasongsongan juga cukup eksotis sebagai wahana wisata pantai. Di area pelabuhan tersedia beragam kuliner, kafetaria, warung kopi dan penginapan bagi wisatawan yang berasal dari luar kota.

Para tokoh masyarakat Desa Pasongsongan berharap banyak, kehadiran Nikita Mirzani dan kru FTV bisa mengemban misi mengampanyekan Pelabuhan Pasongsongan kebeberapa selebritis dalam negeri. (Kay)





Jumat, 15 April 2022

Nikita Mirzani Syuting di Pelabuhan Pasongsongan

Nikita Mirsani saat syuting film di Pelabuhan Pasongsongan-Sumenep. (Foto: Mul/Kay)

SUMENEP – Aktris Jakarta bertalenta Nikita Mirzani dan kru hadir di Pelabuhan Pasongsongan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Sabtu pagi (16/4/2022).

Kedatangan Nikita dan para pemain film tersebut menyita perhatian banyak warga masyarakat.

Selain sebagai aktris, pemilik nama lengkap Nikita Mirzani Mawardi ini adalah seorang model sekaligus penyanyi. Ia lahir 17 Maret 1986.

Alasan kenapa Pelabuhan Pasongsongan dipilih menjadi lokasi syuting, karena Pelabuhan Pasongsongan memiliki sejarah panjang tentang Raja-raja Sumenep yang naik perahu di pelabuhan ini. 

Saat ini Pelabuhan Pasongsongan adalah pelabuhan terbesar di Pulau Madura.

Beberapa adegan diperankan Nikita yang dipandu langsung oleh sutradara. Begitu pula beberapa pemain lainnya tidak ketinggalan berakting. (Mul/Kay)





Kamis, 14 April 2022

Pak Bupati, Bertindaklah!

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq

(Praktisi Hukum dan Pemerhati Politik Arus Bawah)

"Pemimpin berpikir dan berbicara tentang solusi. Pengikut berpikir dan membicarakan masalah."  (Brian Tracy)

Kisruh Pilkades kerapkali disikapi biasa-biasa saja, kecuali diikuti perilaku vandalisme yang banal, sebagaimana peristiwa perusakan sejumlah fasilitas di sekretariat Pilkades Panaguan Proppo Pamekasan. Selasa (8/3/2022).

Peristiwa itu mendadak viral, karena terdapat sejumlah orang yang menjinjing dan mengacungkan celurit serta pisau secara terbuka di muka umum dan di depan mata petugas kepolisian dengan kalimat "bunuh saja Panitia (Pilkades)".

Terhadap peristiwa tersebut, menurut penyidik, hanya satu Tersangka yang  ditangkap. Yang lainnya, terserah penyidik-lah. Alasan utama, BB sajam belum ketemu. He he...

Protes dapat terjadi tanpa dipandu, tapi solusi memerlukan sikap tegas dan tidak otoritarian.

Rekan sejawat pernah meminta pendapat tentang dua peristiwa Pilkades di Pamekasan, Desa Tamberu dan Panaguan. Saya jawab begini:

Untuk Desa Tamberu tidak perlu saya tanggapi, karena saya bukan pengacaranya. Tapi untuk Panaguan, perlu saya respon.

Bagi saya, sumber masalah pertama Pilkades Panaguan itu karena Panitia Pemilihan tidak mau membuka pendaftaran kembali setelah Bakal Calon Kepala Desa kurang dari dua orang.

Karena itu warga menggelar pesta protes kepada Panitia Pemilihan, Panitia tingkat Kecamatan dan tingkat Kabupaten, termasuk ke Polres Pamekasan, karena Kapolres termasuk salah satu tim panitia Kabupaten dari unsur Forkopimda.

Keesokan harinya, Panitia Pemilihan membuka pendaftaran kembali untuk jangka waktu 20 hari sejak tanggal 8 sampai 30 Maret 2022.

Masalah kedua, Panitia Pemilihan mengundurkan diri dan hingga saat ini Pilkades Panaguan tak jelas ujung pangkalnya.

Warga Panaguan sudah berikhtiar agar demokrasi arus bawah tetap sehat. Mereka berkali-kali menggelar aksi ke Polres, depan PMD, Rumah Dinas Sekda dan depan Kantor Bupati. Tapi, seluruh ikhtiar mereka diabaikan.

Menurut saya, dalam lalu lintas kebisingan, pemimpin harus hadir dan tidak boleh menghindar.

Pemimpin harus menjadi problem solver. Itulah leadership. Mengapa demikian? Karena belum tentu anak buah dapat menerjemahkan kehendak pimpinan secara utuh.

Problem solving itu proses mental dan intelektual dalam memecahkan masalah by data dan informasi yang shohih.  Sehingga pimpinan dapat mengambil kesimpulan dan keputusan yang tepat. Anak buah harus memberi informasi yang tepat kepada pimpinan.

Dalam konteks Pilkades Panaguan, menurut saya, Bupati harus bertindak, agar ada kepastian hukum bagi rakyat.

Apa semestinya tindakan Bupati? Jawabannya harus kita buka landasan yuridisnya, yaitu Perbup.

Pasal 21B ayat (1) Perbup Pamekasan No./11/2022 tentang Perubahan Kelima atas Perbup Pamekasan No./18/2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kepala Desa:

"Dalam hal Bakal Calon Kepala Desa yang memenuhi persyaratan tetap kurang dari 2 (dua) orang setelah pembukaan kembali pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (4), Bupati menunda pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa sampai dengan waktu yang ditetapkan kemudian.”

Dengan demikian, kendali Pilkades ada di tangan Bupati.

Kok bisa? Ya jelas bisa. Karena secara kronologis, Pilkades Panaguan telah dibuka dua kali. Setelah itu Bakal Calon tetap kurang dari dua orang. Karena itu, Bupati harus berani bertindak sebagai pemimpin. Memberi solusi, mengakhiri kegamangan dan ketidakpastian hukum.

Jika Bupati berani bertindak, masalah Panaguan selesai. Pilkades Panaguan bisa ditunda sampai waktu yang ditetapkan kemudian, Kamtibmas bisa lebih kondusif.

Tapi itu hanya pendapat. Selebihnya, Bupati dan tim-lah yang menentukan. Salam hangat.[]

Editor: Yant Kaiy





Jamaah Tabligh di Masjid Al-Mubarrat Pasongsongan

Ustadz Hermanto

SUMENEP – Setelah dari Masjid Al-Hidayah Pasongsongan, kini Jamaah Tabligh pindah ke Masjid Al-Mubarrat Dusun Morassen Desa/Kecamatan Pasongsongan Sumenep. Kamis (14/4/2022).

Gerakan iktikaf di masjid menjadi agenda tahunan dari Jamaah Tabligh. Bahkan juga di luar Bulan Suci Ramadhan. Jamaah ini bermarkas di Desa Dempo Timur Kecamatan Pasean Pamekasan.

“Kami bersama 12 orang jamaah akan beriktikaf di Masjid Al-Mubarrat tidak lebih 3 hari,” terang humas Jamaah Tablig, Ustadz Hermanto.

Kegiatan yang dilakukan komunitas ini antara lain: Tadarus, kajian kitab kuning, siraman rohani, shalat tarawih, dan shalat fardhu berjamaah. (Kay)




 

Rapat Pemantapan Pilkades Batukerbuy Pasean

Suasana Rapat Pemantapan Pemungutan dan Penghitungan Surat Suara.

PAMEKASAN – Tinggal 9 hari lagi, Pilkades serentak di wilayah Kabupaten Pamekasan akan digelar. Segala persiapan pun terus dimatangkan.

Seperti apa yang dilakukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Batukerbuy Kecamatan Pasean Pamekasan. Bertempat di Balai Desa Batukerbuy, P2KD Batukerbuy melaksanakan Rapat Pemantapan Pemungutan dan Penghitungan Surat Suara. Kamis (14/4/2022).

“Penghitungan surat suara bukan dilakukan di masing-masing tempat pemungutan suara. Tapi penghitungan akan dilakukan di Sekretariat P2KD Batukerbuy,” terang Camat Pasean, Dwi Noerholis Ikhwan. (Kay)





Selasa, 12 April 2022

Mega Berarak di Desa Taraban Pamekasan

Sulaisi Abdurrazaq (dua dari kiri) dalam sebuah acara.

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq (Kuasa Hukum Dan Konsultan Hukum Erfandi)

Erfandi, salah satu Bakal Calon Kepala Desa Taraban Larangan Pamekasan dicoret dan tidak dapat ikut berkontestasi pada Pilkades serentak 23 April 2022 di Pamekasan.

Panitia Pemilihan menuangkan keputusannya pada SK Ketua Panitia Pilkades Taraban No: 19/SK/PAN.PILKADES/II/2022 tanggal 22 Februari 2022 tentang Penetapan Calon Kades Taraban Larangan Pamekasan Periode 2021–2027.

Esok harinya, 23 Februari 2022, Erfandi memutuskan untuk melawan. Mengambil langkah bersurat dan menyatakan keberatan  terhadap SK Panitia Pemilihan, namun diabaikan.

Memang benar ucapan mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churcill, bahwa: "Dalam perang, kita mati sekali. Dalam politik, kita mati berkali-kali."

Erfandi dapat saja dicoret berkali-kali. Tapi dalam politik, ia dapat bangkit berkali-kali.

Coba saja tengok, banyak peristiwa tokoh besar dunia, berkali-kali alami situasi sulit, tapi bisa bangkit kembali. Richard Nixon di Amerika Serikat. Dia pernah kalah, tapi muncul kembali.

Tahun 1960, politisi John F Kennedy kalahkan Nixon dalam Pilpres. Padahal, saat itu, Nixon Wapres AS dampingi Presiden Dwight Eisenhower. Tapi, 8 tahun kemudian, Nixon kembali bangkit melawan dan berhasil mengalahkan Hubert H Humphrey. Nixon dilantik menjadi Presiden ke-37 AS.

Jadi, dalam politik, bukan tidak mungkin Erfandi suatu saat dilantik menjadi Kepala Desa Taraban.

Erfandi melawan karena merasa didzalimi. Lima calon yang ditetapkan sebagai Cakades menurutnya skenario incumbent, semuanya perangkat, tapi panitia tidak cermat, lalai.

Terdapat satu calon yang diloloskan panitia, padahal terdapat satu dokumen yang patut diduga tidak valid/palsu.

Panitia Pemilihan tidak  melaksanakan prosedur yang benar. Mestinya panitia meneliti keabsahan berkas dengan melakukan klarifikasi dilengkapi surat keterangan dari pejabat berwenang. Itulah perintah Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) Perbup Pamekasan No. 11/2022 tentang Perubahan Kelima atas Perbup Pamekasan No. 18 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kepala Desa.

Darimana diketahui tidak valid, tentu dari pejabat berwenang, yaitu berdasar klarifikasi tertulis dari Pemerintah Desa Taraban kepada Erfandi.

Atas dasar itu Erfandi menilai SK Ketua Panitia merugikan dirinya sehingga mengajukan gugatan ke PTUN Surabaya dan meminta agar PTUN menyatakan SK Panitia Pemilihan tidak sah sehingga harus dibatalkan dan dicabut.

Selain itu, Erfandi meminta agar PTUN menetapkan penundaan pelaksanaan SK Panitia Pemilihan. Ternyata PTUN mengabulkan dengan penetapan Nomor: 37/G/2022/PTUN.SBY. tanggal 11 April 2022.

Isinya begini:

MENETAPKAN:

1. Mengabulkan Pemohonan Penundaan Pelaksanaan Keputusan objek sengketa yang diajukan Penggugat;

2. Mewajibkan kepada Tergugat untuk menunda pelaksanaan Keputusan objek sengketa berupa Surat Keputusan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Taraban Kecamatan Larangan Kabupaten

Pamekasan Periode 2021-2027 Nomor 19/SKIPAN.PILKADES/II/2022 tentang Penetapan Calon Kepala Desa Taraban Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan Periode 2021-2027 selama proses pemeriksaan persidangan berlangsung sampai dengan adanya putusan yang memperoleh kekuatan hukum tetap dalam perkara ini, kecuali ada Penetapan lain di kemudian hari;

3. Menangguhkan biaya Penetapan ini dan akan diperhitungkan bersamaan dalam Putusan akhir;

4. Menyatakan penetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan;

5. Memerintahkan kepada Panitera untuk menyampaikan salinan resmi Penetapan ini kepada Para Pinak yang berperkara untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya;

Dengan demikian, Pilkades Taraban jelas tertunda, karena tidak mungkin sidang sengketa ini selesai sebelum tanggal 23 April 2022.

Kini, Erfandi mulai bisa bernafas lega. Ia bangkit kembali. Salam perjuangan!...[]

Editor: Yant Kaiy





Cakades 01 Batukerbuy: Antara Mimpi dan Harapan

H Zainal Fatah, Cakades Batukerbuy nomor urut 01. (Foto: Yant Kaiy)

Catatan: Yant Kaiy

H Zainal Fatah adalah Calon Kepala Desa (Cakades) Batukerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Sosok pria berjiwa besar ini akan maju ke putaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 23 April 2022.

H Zainal Fatah akan bersaing dengan seorang kandidat perempuan. Dirinya yakin akan bisa memenangkan kontestasi Pilkades tersebut.

Ada beberapa poin penting yang berlaku di tengah-tengah masyarakat Desa Batukerbuy saat ini, mereka cenderung mendambakan perubahan signifikan. Mereka mengimpikan hidup lebih sejahtera dan makmur.

Masyarakat Desa Batukerbuy rupanya sudah mempunyai tambatan hati. Untuk menuju perubahan, mau tak mau mereka mesti menitipkan harapannya di pundak H Zainal Fatah, Cakades dengan nomor urut 01.[]

Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com





Kiprah PJI Sumenep: Santuni Anak Yatim

PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia) Sumenep memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum duafa. (Foto: Sl)

SUMENEP Banyak ragam dalam mengagungkan Bulan Suci Ramadhan yang disukai Allah SWT. Salah satunya seperti apa yang dilakukan Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI ) DPC Kabupaten Sumenep dengan menggelar santunan anak yatim.

Bakti sosial tersebut digelar di Desa Jambu Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur. Selasa (12/4/2022).

Kegiatan kemanusiaan dihadiri Kepala Desa setempat, H Benny Wahyudi, Plt Camat Lenteng, Suryadi Irawan dan tokoh masyarakat setempat.

Sebanyak 40 anak yatim dan 10 orang kaum dhuafa diberikan bantuan sosial.

Dalam sambutannya, PLT Camat Lenteng, H Suryadi Irawan sangat mendukung kegiatan sosial tersebut. Pihaknya meminta agar Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI ) Sumenep bisa jadi wadah para jurnalis yang bisa mengawal kebijakan pemerintah secara profesional.

"Kami sebagai kepanjangan dari Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi kegiatan sosial ini, semoga PJI bisa berkiprah semakin maju dalam mendukung program pemerintah," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kades Jambu, H Benny Wahyudi juga menyampaikan apresiasinya kepada para wartawan yang tergabung di Persatuan Jurnalis Indonesia.

"Kami siap bersinergi untuk membangun Desa Jambu lebih maju. Mohon dukungannya agar harapan kami bisa terwujud," harapnya.

Sementara, Ketua Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sumenep, Andi Kusmanto mempertegas komitmennya, bahwa kiprah PJI Sumenep, selain untuk menjadi control sosial pemerintah juga akan diimbangi dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial kemanusiaan, sehingga masyarakat bisa merasakan langsung manfaat persatuan wartawan yang dipimpinnya.

"Pada Ramadhan kali ini, program-program yang sudah kami canangkan memang mengedepankan sosial kemanusiaan. Ada beberapa kegiatan yang nantinya akan kami lakukan selama Ramadhan. Termasuk dikediaman Sekretaris PJI di Desa Kalianget Barat pekan depan," katanya.

Pria yang memang dikenal dekat dengan semua elemen masyarakat ini menambahkan, bahwa Ramadhan adalah ajang semua umat muslim menebar kebaikan dan meningkatkan kepekaan sosial terhadap sesama.

"Apalagi adanya anak yatim-piatu dan kaum dhuafa, sudah sepatutnya kita bantu. Bukan hanya di Ramadhan ini, tapi juga setelah Ramadhan usai," tandas Andi.

Terakhir Andi Kusmanto juga meminta agar semua anggota PJI tidak membuyarkan semangatnya untuk terus menunjukkan kekompakan.

"Karena bagaimanapun, sebuah kekompakan dan konektivitas antar anggota adalah poin penting dalam sebuah organisasi," tuturnya

Terakhir, pria 42 tahun yang kerap memotori kegiatan aksi sosial kemanusiaan itu menyampaikan, bahwa PJI kabupaten Sumenep siap bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep demi membantu cita-cita Bupati Ra Achmad Fauzi untuk mewujudkan sebuah kabupaten yang maju. Ujungnya bisa memberikan kesejahteraan bagi semua masyarakat di Kota Keris Sumenep.

"Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) DPC Sumenep siap menjalin sinergitas dengan Pemkab Sumenep, demi mewujudkan Bismillah Melayani kepada semua masyarakat," tandasnya. (Sl/Kay)





Senin, 11 April 2022

Hairul Anwar: Indonesia Butuh Teknokrat

Kedua jurnalis apoymadura.com: Akhmad Jasimul Ahyak (kiri) bersama Sudirman di kantor Hairul Anwar, Jalan Basuki Rahmad. (Foto: Yant Kaiy)

Catatan: Yant Kaiy

Saya bersama kedua jurnalis apoymadura.com bersilaturrahmi pada Hairul Anwar di kantornya, kawasan Jalan Basuki Rahmad Sumenep.

Awal cerita mengalir dari saling tanya kabar masing-masing.

Sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin), kami bertanya tentang harga-harga yang merangkak naik.

“Kadin dan pemerintah akan terus berupaya menjaga stok kebutuhan pokok masyarakat tetap aman dan tercukupi. Dalam situasi pelik saat ini, kami berharap masyarakat tidak panic buying atau berbelanja kebutuhan pokok secara berlebihan,” harap Hairul Anwar.

Selanjutnya perbincangan kami berkembang lebih luas, tentang situasi negara saat ini.

“Pemerintah Indonesia saat sekarang amat membutuhkan orang-orang teknokrat untuk bisa keluar dari keterpurukan. Yang terjadi saat ini, justru mereka yang duduk di pemerintahan kebanyakan para politisi,” pungkasnya.[]

Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com





# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...