Jumat, 31 Desember 2021
Neo Harapan 2022
Makna Menanggalkan Tanggal
Catatan: Yant Kaiy
Suatu
ketika saya beranjangsana pada kediaman seorang penyair di sudut Kota Keris
Sumenep. Usianya 63 tahun. Kondisi
fisiknya stabil. Tidak berpenyakitan meski ia tergolong perokok berat. Membenci
minuman keras, apalagi sabu-sabu. Jalan pagi sehabis shalat subuh, menghirup
udara segar ke perkampungan hijau adalah aktivitasnya setelah pensiun dari ASN
(Aparatur Sipil Negara).
Rutin saban hari minum air rebusan temulawak dan kunyit. Mengonsumsi buah pepaya tiap habis makan nasi. Katanya untuk melancarkan buang air besar, menjaga penglihatan supaya tetap normal. Dia sadar diri akan waktunya yang lebih banyak dihabiskan di depan laptop. Menulis.
Dari sekian banyak sisi positif dan patut dijadikan teladan, ternyata ada nilai ganjil saya temukan. Ia tidak mengingat tanggal berapa setiap harinya. Sengaja ia lakukan lantaran merasa “nyaman” begitu, terangnya terhadap saya tanpa penjelasan lebih rinci. Aneh, bisik hati kecil tidak habis pikir.
Kecelakaan
Menjelang 1 Januari 2022, jantung saya berdegub kencang. Jiwa terguncang hebat bila mengenangnya. Karena pas malam tahun baru (17 tahun lalu) kami mengalami kecelakaan di jalan raya. Salah satu dari keluarga saya meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Di pangkuan tangan saya, dia menghembuskan nafas terakhir.
Peristiwa mengerikan itu selalu tersaji di benak tiap menjelang tanggal kejadian. Trauma berat. Diri ini baru “ngeh” akan sikap teman penyair yang sengaja menanggalkan tanggal saban harinya. Barangkali dengan begitu, dirinya bisa terbang bebas mengarungi mayapada. Jiwanya merdeka.[]
Selasa, 28 Desember 2021
Bantuan Bibit Porang Sebanyak 300 Ribu
| Hairus Samad (kiri) bersama Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin. (Foto: Yant Kaiy) |
Sumenep – Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep menjadi
salah satu daerah yang mendapat perhatian lebih dari Presiden Tani Indonesia,
Mayjen Kopassus TNI (Purn) H. Tatang Zaenudin. Sesuai janjinya di peringatan
Hari Tani Nasional (HTN) 2021, bahwa Pasongsongan akan mendapat bantuan bibit porang,
pisang cavendish, talas bening dan udang vaname serta pupuk organik cair.
“Pada puncak HTN 2021 kemarin H. Tatang Zaenudin hadir ke Desa/Kecamatan Pasongsongan. Secara simbolis beliau menyerahkan bantuan kepada kami. Sebagian bantuan itu saat ini sudah terealisasi sesuai harapan. Bahkan sudah dilakukan penanaman,” terang Hairus Samad pada apoymadura.com. Rabu (29/12/2021).
Penyaluran bantuan tersebut lewat LIN (Lembaga Investigasi Negara) dan Koperasi Multidaya Nusantara Tiga (MNT). Dirinya di LIN sebagai anggota Tim Koordinator Cabang Sumenep dan di MNT dipercaya sebagai Humas.[]
Hairus Samad memaparkan, rincian bantuan yang sudah ia terima berupa 300 ribu bibit porang, 2 ribu bibit pisang cavendish, 2 ribu bibit talas bening. Sedangkan bantuan pupuk organik cair dan bibit udang vaname akhir 2021 ini akan turun.
“Semua bantuan tersebut telah saya serahkan kepada para kelompok tani di sepuluh desa di Kecamatan Pasongsongan. Sebagai bentuk pertanggung jawaban, saya memantau langsung proses jalannya penanaman di lapangan,” ujar Hairus Samad. [Yant Kaiy]
Bebas Lepas
Pentigraf: Yant Kaiy
Harta
melimpah hasil kerja keras. Wajah cantik meski tanpa make up. Nama masyhur ke
seantero dunia berkat karya-karyanya di dunia musik. Pergaulannya dengan kaum
jetset, pengusaha sukses, selebriti, pesohor media televisi tanah air. Walau
tidak lupa daratan, kehidupan Tonah berubah drastis. Gadis kampung itu mudah
beradaptasi dan pandai membawa diri.
Pelan tapi pasti, sikap sombong Tonah mulai menghinggapi gaya bicaranya. Ia pun hanyut meninggalkan pernak-pernik tradisi warisan nenek moyangnya yang dijunjung setinggi langit oleh masyarakat luas di tanah kelahirannya. Apalagi setelah Tonah menjadi istri gelap orang bule.
Ketika namanya tenggelam, sebagian penggemar Tonah berpindah ke lain hati, ia tak berkutik. Gadis berusia kepala tiga itu berusaha sekuat tenaga mengembalikan semuanya, tapi tidak bisa.[]
Pasongsongan, 25/12/2021
Senin, 27 Desember 2021
Pendopo MS Arifin Menjawab Kebutuhan Masyarakat
| Pendopo MS Arifin Pasongsongan-Sumenep. (Foto: Yant Kaiy) |
Catatan: Yant Kaiy
Gagasan
brilian MS Arifin (CEO Therapy Banyu Urip International) membangun Pendopo MS
Arifin merupakan bentuk kepedulian terhadap tanah kelahirannya. Karena beliau
adalah putra Pasongsongan; lahir dan besar di kecamatan ujung barat-utara Kota
Keris Sumenep.
Kepedulian disini maksudnya, bahwa MS Arifin telah membaca kebutuhan masyarakat akan tersedianya tempat untuk melaksanakan kegiatan yang melibatkan orang banyak. Pendopo ini berlokasi di Jalan Kiai Abubakar Sidik Dusun Lebak Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.
Pendopo MS Arifin bisa menampung kurang lebih 2000 orang undangan. Jadi sangat cocok untuk event-event berskala besar. Sedangkan tarif sewa pendopo akan lebih murah harganya dibanding tempat kegiatan yang ada di daerah lain.
Menurut keterangan MS Arifin, pendopo tersebut diproyeksikan sebagai tempat pusat pelatihan Therapy Banyu Urip International. Tidak menutup kemungkinan juga pendopo ini bisa menjadi tempat pagelaran kesenian, rapat, acara pernikahan, seminar, kegiatan keagamaan dan lain sebagainya.
Direncanakan pula, Pendopo MS Arifin akan resmi launching komersial awal 2022 nanti. Tapi pada Ahad (26/12/2021) kemarin pendopo ini sudah ditempati acara Haul Nyai Mas’awiya binti Adlan.[]
Minggu, 26 Desember 2021
Elegi Nasib GTKH PAI Sumenep Terkatung-katung
Catatan: Yant Kaiy
Tidak
adanya rekrutmen GTKH (Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer) khusus Pendidikan
Agama Islam Sekolah Dasar Negeri (PAI SDN) merupakan preseden buruk pada lingkungan dunia pendidikan di Kota Keris Sumenep tahun ini. Sedangkan ajang
uji kompetensi PPPK bagi rekan-rekannya non guru PAI sudah dua tahap tergelar.
Ini tentu sangat menyedihkan.
Memang ada isu mengemuka, bahwa 2022 nanti akan ada seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) tahap III bagi guru berijazah S-1 PAI. Tapi hal itu hanyalah sebatas wacana. Hanya bunga-bunga tidur saja. Kepastiannya nihil. Karena pemangku kebijakan belum memberikan sinyal apa-apa.
Menyikapi krisis berlarut inilah sebagian guru honorer PAI SDN ada yang memilih pasrah. Sebagian lagi ada yang menempuh pendidikan kembali, non S-1 PAI. Satu tujuannya, mengejar linearitas. Dengan begitu kans mereka akan terbuka lebar nantinya. Sebab lowongan guru PAI di SDN hanya satu.
Dari sisi finansial kebanyakan guru honorer PAI SDN cukup lemah. Kita tahu bersama bayaran mengajar mereka tidak manusiawi. Berbanding terbalik dengan beban tugas dan tanggung jawabnya yang cukup berat. Akankah kita mengingkarinya?... []
Sabtu, 25 Desember 2021
Pelayanan Bagus Puskesmas Pasongsongan-Sumenep
Catatan: Yant Kaiy
Bude
menderita penyakit asma akut sejak masih muda hingga sekarang. Usianya sudah
lebih kepala enam. Beliau punya anak satu, perempuan. Anak dan suami Bude tidak
bisa mengendarai sepeda motor. Tatkala sesak nafasnya kambuh, selalu saya yang
mengantarkannya berobat ke Puskesmas Pasongsongan. Biasanya dibonceng ganda
oleh saya; Bude diapit anaknya di belakang.
Banyak pengalaman pahit dan menegangkan dalam mengantarkan Bude. Disaat penyakit asmanya lagi menyerang, beliau seperti orang sakaratul maut. Pernah pula pingsan diatas kendaraan roda dua saya. Beruntung ada anaknya yang memegang dibelakangnya.
Jarak
rumah Bude (Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan) ke Puskesmas
Pasongsongan kurang lebih 4 kilometer. Kami harus melewati jalan berbatu karena
tidak beraspal dan sempit sekitar 1 kilometer.
Jumat (24/12/2021), pukul 01.30 WIB dini hari, asma Bude kambuh. Anaknya menelpon saya untuk segera diantarkan ke Puskesmas. Jalan licin berlumpur karena habis hujan. Saya harus ekstra hati-hati.
Sampai di Puskesmas, Bude langsung diberi oksigen lewat selang ke hidung setelah dilakukan pemeriksaan sebelumnya. Perhatian dan motivasi dari perawat yang menangani Bude sangat berpengaruh bagi pemulihan pernafasannya.
Selama dua hari menjalani rawat inap, Bude kemudian diperbolehkan pulang. Biaya perawatan ternyata gratis karena saya mendaftarkan Bude menggunakan Surat Pernyataan Miskin (SPM) yang ditandangi Kepala Desa Pasongsongan. Terima kasih Puskesmas Pasongsongan.[]
Kamis, 23 Desember 2021
Berserah Diri
Pentigraf: Yant Kaiy
Setiap
insan di alam fana ini tentu tidak ingin cintanya diduakan. Tidak terkecuali
aku. Selalu berusaha menyembunyikan gejolak marah. Mungkin itu yang terbaik
agar keharmonisan rumah tanggaku terpelihara. Aku mengimpikan ketiga anakku
tumbuh sempurna. Tak terganggu lahar dendamku, mengalir deras ke sekujur raga.
Tiada kehendak menanyakan tentang hubungan gelap suamiku. Walau kabar diluar santer menghias sudut-sudut perkampungan tempat tinggalku. Bahkan mulai banyak saran tersaji; ada yang baik, ada pula yang negatif.
Terus saja aku bergeming. Tak goyah diterpa sakit hati dan kecewa membuncah. Setiku tak berbuah manis. Pengorbananku tersia-siakan.[]
Pasongsongan, 23/12/2021
Rabu, 22 Desember 2021
Takluk di Kakinya
Pentigraf: Yant Kaiy
Aku
dari keluarga terhormat. Kekayaan kedua orang tuaku dari jerih payahnya.
Ketekunan, kegigihan dan kejujuran merupakan beberapa bagian penting dari mereka
meraih sukses. Semua yang aku butuhkan tercapai, yakni bisa meraih gelar S-2 di
salah satu negara di Eropa. Pulang ke tanah air, aku menjadi pengusaha muda.
Kesibukanku tak terelakkan. Apalagi aku harus berani mengambil keputusan
krusial dalam memenangkan persaingan. Tak jarang pula aku harus berani
berspekulasi.
Diusia kepala tiga lebih, hatiku terpikat pada seorang pemuda penjual bakso langganan ibuku di warung seberang jalan. Dia menggantikan ayahnya karena sudah berusia lanjut. Dia yang mengantarkan bakso ke rumah ketika kami membelinya.
Yang membuatku terpesona padanya lantaran matanya tidak jelalatan meskipun aku mengenakan celana pendek dan T-shirt ketat. Pandangannya ditundukkan. Sikap hormatnya tidak berlebihan, tidak terkesan dibuat-buat.[]
Pasongsongan, 22/12/2021
Pasongsongan Dapat Bantuan 1000 Bibit Pisang Cavendish
| Hairus Samad, S.Sos. (Foto: Yant Kaiy) |
Sumenep – Hairus Samad, S.Sos mendapat kepercayaan dari
Lembaga Investigasi Negara (LIN) dan Koperasi Multidaya Nusantara Tiga untuk
memberikan bantuan bibit pisang cavendish, bibit porang dan bibit talas bening
(masing-masing 1000 bibit lebih) kepada warga masyarakat petani di wilayah
Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.
“Seluruh bantuan bibit itu saya serahkan kepada para petani tanpa ketinggalan. Bahkan pupuk organik bantuan itu saya serahkan juga sepenuhnya sesuai mekanisme yang ada,” terang Hairus Samad kepada apoymadura.com menanggapi banyaknya pertanyaan dari beberapa tokoh masyarakat. (22/12/2021).
Ia menegaskan, seluruh bantuan tersebut murni bukan dari pemerintah.
“Kalaupun saya mau menyelewengkan seluruh bantuan itu untuk kepentingan pribadi, sangat bisa dan mudah saja. Tapi nilai kepercayaan lembaga pemberi bantuan terhadap saya akan musnah. Lagi pula jajaran Forpimka Pasongsongan dan para pengurus kelompok tani sudah tahu, kalau Pasongsongan akan mendapatkan bantuan tersebut,” tandas Hairus Samad.
Lebih lanjut Hairus Samad menggarisbawahi, bahwa semua bantuan bibit unggul itu telah ditanam oleh para petani. (Yant Kaiy)
Selasa, 21 Desember 2021
Belajar Kembali
Pentigraf: Yant Kaiy
Tidaklah
lama kemulusan karierku meroket mulus sesuai harapan. Bergelimang kemewahan dan
puja-puja dari sekian banyak sahabat seperjuangan di kampung. Tak mau
bergantung terus pada perusahaan tempatku bekerja, mencoba berani mandiri di
jalur yang sama. Ternyata bisa.
Tidak berhenti di situ. Karena hidup haruslah terus bergerak. Merangkai segala program terbaik untuk bisa mempertahankan posisi terbaik. Seiring itu pula kekayaanku melimpah. Di mata orang banyak aku dijuluki wanita tangguh lantaran unggul melewati para pesaing.
Dibalik bunga-bunga keberhasilan tersimpan kerontang air cinta dari seorang perjaka. Bukan tidak ada pria mendekat. Tapi aku ragu, apakah ia tulus mencintaiku? Jangan-jangan hanya tertarik kekayaanku.[]
Pasongsongan, 21/12/2021
# Featured
Buka Puasa Hari ini dalam Ironi
Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...
-
Catatan: Yant Kaiy Membantu seorang teman membuatkan soal-soal Bahasa Madura. Dia seorang guru yang mengajar di salah sebuah SDN di Ke...
-
Catatan: Yant Kaiy Pada Sabtu (24/4/2021) salah seorang teman guru honorer datang ke rumah. Ia meminta dibuatkan soal-soal Bahasa Madura...