Selasa, 21 Desember 2021

Pemilik Kartu BPNT Pasongsongan Digerojok Dana Ekstrem

Hanira pemilik Agen Salera Desa/Kecamatan Pasongsongan-Sumenep (Foto: Yant Kaiy)

Sumenep – Tak disangka sebelumnya, masyarakat pemegang kartu BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai)  Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep bakal ketiban bantuan Dana Ekstrem dari pemerintah. Dana tunai tersebut bisa dicairkan lewat agen atau ATM.

Hanira (owner Agen Salera), penyalur BPNT yang berada di Dusun Morasen Desa/Kecamatan Pasongsongan membenarkan, jikalau sebagian dari pemegang kartu BPNT mendapat insentif akhir tahun.

“Saya berharap, bagi yang tidak mendapat suntikan Dana Ekstrem jangan bersedih. Karena hal itu diluar kapasitas saya. Untuk mengetahui bahwa dirinya tercover sebagai penerima Dana Ekstrem, silakan dicek lewat ATM atau di tempat kami,” terang wanita berkaca mata ini pada apoymadura.com. Selasa (21/12/2021).

Lebih jauh Hanira memaparkan, kebanyakan masyarakat pemegang kartu BPNT salah persepsi. Dikira Dana Ekstrem itu adalah dana PKH. Padahal bukan.

Ketika ditanya apa itu Dana Ekstrem, Hanira menjelaskan kalau dana itu sebagai wujud kepedulian/atensi pemerintah pusat terhadap rakyat.

“Kita tahu kalau daya beli masyarakat di tingkat bawah saat sekarang sedang menurun. Barangkali dengan suntikan Dana Ekstrem bisa mendongkrak perekonomian masyarakat. Paling tidak bisa mengurangi beban hidup akibat pandemi Covid-19,” pungkas Hanira. (Yant Kaiy)



Minggu, 19 Desember 2021

Elegi Galau

Pentigraf: Yant Kaiy

Hidup selalu berganti. Tak ada yang pasti. Jangan terlalu diambil hati ketika kegagalan menghampiri. Kira-kira begitu saran para sahabat sejati.

Aku menganggukkan kepala saja. Kadang orang mudah memberi saran. Namun ia takluk tatkala ketiban persoalan sendiri. Sudah banyak contohnya.

Berbagi masukan terhadap sesama tentang keluh kesah amat penting. Semua bertujuan mencairkan kristal beban hidup. Aku tak dapat memungkirinya. Yang jelas aku tak pernah mau menelusuri siapa si pembuat biang kerok. Karena takkan bisa menyelesaikan masalah.[]

Pasongsongan, 19/12/2021



Bukan Pengemis



Pentigraf: Yant Kaiy

Senantiasa mempertahankan diri dalam kehormatan adalah sikapku terhadapnya. Kendati hal itu bertolak belakang dengan hakikat hidupku. Karena niat hati bukan ingin mengemis sesuap nasi kepadanya. Kuinginkan dia membayar atas hasil karyaku. Puas, tidak kecewa.

Dari sisi keuangan keluarga, kebutuhan hidup serba pas-pasan. Untuk apa menggadaikan harga diri, lebih baik bermunajat kepada Tuhan. Bukankah Dia Maha Pemberi segala apa yang dipinta hamba-Nya.

Aku menjalin kerja sama dengan perusahaannya tidak hantam kromo mengejar keuntungan materi. Jadi aku merasa tak terbebani sedikit pun. Kalaupun nanti dia memutus hubungan kerja, aku yakin masih terbentang luas harapan lainnya.[]

Pasongsongan, 19/12/2021



Terkubur Bersama Waktu

Pentigraf: Yant Kaiy

Tak pernah terpikirkan kepergiannya menatalkan beraneka perih tak berpantai. Berkolam-kolam air mata mengalir di pangkuan anak-anak tercinta. Sikap mau menang sendiri, tak mau kalah meski di posisi salah. Lebih parahnya lagi, dia melakukan perbuatan terlarang menurut ajaran agama.

Aku memutuskan meninggalkannya. Anak-anakku tanpa dipaksa ikut bersamaku. Dia berpetualang bebas kemana suka. Kendati demikian, aku kerapkali mendoakannya agar selamat sepanjang hidupnya.

Benakku bertempur antara masih menyayanginya dengan kebencian atas tingkah lakunya. Kutaburkan bunga di pusaranya. Kupanjatkan doa agar berada di surga-Nya.[]

Pasongsongan, 19/12/2021



Sabtu, 18 Desember 2021

Terlanjur Merindukannya

Pentigraf: Yant Kaiy

Sudah lama aku mengenalnya dalam kegiatan keorganisasian. Aku menganggapnya tidak ada nilai lebih darinya. Gaya bicaranya tidak menonjol dibanding yang lain. Tak ada ide brilian dalam setiap sesi serap aspirasi.

Tapi di tangan dia seluruh program kerja organisasi terealisasi amat baik. Rupanya dia lebih suka bekerja di belakang layar. Aku pun mulai kepincut padanya. Sikap bersahajanya membuatku jadi merindukan dia.

Suatu ketika aku bertandang ke rumahnya. Aku hendak meminta bantuan menyusun anggaran belanja. Aku tersentak kaget. Dia rupanya telah punya anak dua.[]

Pasongsongan, 18/12/2021



‘Aturan Main’ Seleksi PPPK Guru Sumenep 2021 Amburadul

Guru dan para murid SDN Pasongsongan V Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. (Foto: Yant Kaiy)

Catatan: Yant Kaiy

Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Sumenep dinilai tidak affair. ‘Aturan main’ yang ditetapkan pembuat kebijakan dinilai merugikan beberapa pihak peserta seleksi. Hal itu berdasar realita terhadap pelaksanaan uji kompetensi tahap l dan II yang sudah berlalu.

Dua unsur keanehan itu meliputi:  Yang pertama, yakni tidak diikutsertakannya guru honorer berijazah S-1 PAI (Pendidikan Agama Islam) di penerimaan PPPK 2021. Padahal kita tahu mahasiswa lulusan perguruan tinggi S-1 PAI di Sumenep cukup banyak.

Beruntung bagi mereka yang mengajar di lembaga pendidikan swasta karena ada kans ikut jadi guru sertifikasi. Tentu menyedihkan bagi mereka yang mengajar di SD Negeri karena ‘aturan main’ tidak berpihak padanya.

Unsur keanehan kedua, yakni guru honorer SMP bisa memilih formasi PPPK guru SD Negeri. Otomatis semakin kecil peluang lolos bagi para guru honorer SD Negeri.

Pertanyaannya, apakah ada udang di balik batu atas dibuatnya ‘aturan main’ ganjil ini? Jawabnya, tanyakan pada rumput yang bergoyang!... []



Jumat, 17 Desember 2021

Peluang

Pentigraf: Yant Kaiy

Kami sama-sama mempunyai kesibukan di tengah kebisingan kota Jakarta.  Kesempatan tidak datang untuk kedua kali. Aku senantiasa memanfaatkan banyak hal agar tidak ketinggalan kereta. Seperti hari ini, aku meluangkan waktu ingin bersamanya di ujung pertemuan sore. Walau dia tidak mengikrarkan ayat-ayat cinta, tapi aku sangat merindukannya jika saling berjauhan.

Detik demi detik berlalu dia tidak berkata apa-apa saat aku meminta penjelasan tentang kelanjutan cinta kami. Kutatap matanya dalam. Dia bergeming. Kupegang jari-jemarinya. Ia menarik nafas berat. Yang kutahu dia punya tanggungan di kampung halamannya. Kedua orang tuanya yang tidak bekerja lagi. Ketiga adik perempuannya masih membutuhkan biaya pendidikan.

Aku menganggukkan kepala tatkala dia siap menikahiku dengan satu syarat, kami akan bersama-sama menuntaskan perkuliahan ketiga adiknya.[]

Pasongsongan, 18/12/2021



In Memoriam Imam S Arifin

Imam S Arifin. (Foto: Yant Kaiy)

Catatan: Yant Kaiy

Imam S Arifin penyanyi dangdut berasal dari Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura. Selain sebagai penyanyi bersuara emas, dia juga menciptakan beberapa lagu. Banyak karya-karyanya menduduki top tangga musik di tanah air.

Pada 1989 saya pernah beranjangsana ke kediamannya di kawasan perumahan elite Jakarta Timur. Saya hanya kenal namanya. Saya diajak Agus Mein (pencipta lagu “Melati”) dan Zein Tamara (penyanyi lagu “Dinding Kaca”). Ternyata dalam mobil minivan ada Arif Iskandar (music arranger) dan Mahmud Yunus (special penyanyi lagu-lagu berbahasa Madura). Semua berasal dari kabupaten ujung timur Pulau Garam Madura.

Sekitar pukul 22.00 WIB kami sampai di rumahnya. Sebagai sesama orang Sumenep, saya langsung akrab dengan Imam S Arifin. Sikapnya yang terbuka dan baik hati membuat kami betah bersamanya. Perbincangan kami tentu seputar musik.

Semua teman saya rupanya sudah kenal sebelumnya. Karena latar belakang mereka sama-sama musisi. Hanya saya yang menggeluti dunia tulis-menulis.

Tadi sore (pukul 15.15 WIB) saya mendapat voice note dari Aji Lahaji (salah seorang musisi berasal dari Kalianget-Sumenep), bahwa Imam S Arifin meninggal dunia. Innalillahi wainna ilaihi rojiun.

Masyarakat Kota Keris Sumenep berduka atas kepergiannya. Artis dangdut ini menghembuskan nafas terakhir pukul 13.30 WIB (Jumat, 17/12/2021) di kampung halamannya, Kalianget-Sumenep. Selamat jalan taretan Imam S Arifin…[]



Kamis, 16 Desember 2021

Cemburu Berat

Pentigraf:Yant Kaiy

Kalau bukan karena dia, mungkin telah kutinggalkan salah satu bagian rencana masa depanku. Rencana jangka panjang, tentang cinta dan kesetiaan. Sebelum terlambat, takkan kubiarkan penyesalan menghampar diantara sungai ketulusan.

Kegagalan hal biasa terjadi di alam fana ini. Kadang menjadi pil pahit, tak jarang pula menjadi luka menganga. Bervariasi. Mencari titik permasalahan adalah hal bijak yang dapat kulakukan. Kutak ingin terkapar dan tidak bisa menikmati sisa hidup ini.

Dia memang bukan milikku seutuhnya. Namun karena dia hidupku jadi begitu bermakna. Cinta dia masih tersisa untuk yang lain. Demikian aku.[]

Pasongsongan, 17/12/2021




Antara Cinta dan Kehormatan

Pentigraf: Yant Kaiy

Entah kenapa aku sulit jatuh cinta terhadap lelaki. Ada ketakutan. Bimbang membuncah. Meski aku memiliki nilai lebih. Wajahku cantik berkulit kuning. Tubuhku atletis karena aku rajin berolahraga. Pola makan empat sehat lima sempurna senantiasa terjaga. Aku owner dari tujuh apotek di kota berbeda. Ada tiga tempat wisata yang kubangun dari dana pribadi, hasil kerja kerasku. Sedangkan orang tuaku mewarisi rumah sakit swasta.

Aku lulusan terbaik disalah satu universitas luar negeri. Aku bisa berkomunikasi dalam lima bahasa asing. Pergaulanku dengan orang-orang penting di negeri ini. Termasuk pengusaha kaliber international. Namun tetap saja, aku kebal terhadap kalimat romantis mulut lelaki. Sulit mempercayai siapa pun. Kecuali kedua orang tua.

Saat usia menginjak 34 tahun. Aku terpesona pada sikap bersahaja sopir pribadiku. Anak pembantu rumah tangga di rumahku. Jujur, tidak menganggapku seperti dewa.[]

Pasongsongan, 16/12/2021



Rabu, 15 Desember 2021

Peduli Pasar Pao Pasongsongan

Catatan: Yant Kaiy

Pasar Pao berlokasi di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Posisinya berada di simpang tiga. Pasar tumpah ini informal, menempati pinggir jalan raya. Bahkan sekarang banyak diantara pedagang menempati bahu jalan provinsi tersebut.

Mereka tidak takut atau khawatir tiap detik jiwanya terancam bahaya. Karena arus lalu lintas cukup ramai. Yang penting dagangannya laris terjual habis

Disamping itu, Pasar Pao menyajikan kesemrawutan arus lalu lintas. Macet tiap hari. Parkir kendaraan roda dua dan roda empat seenak perutnya sendiri. Bongkar-muat truck menempati badan jalan raya menjadi pemandangan tidak asing lagi.

Dari sisi keindahan, Pasar Pao tidak sedap dipandang mata. Kumuh dan berbau. Air ikan dan air tahu dibuang ke tengah jalan raya. Semua toko menempati jalur pejalan kaki. Tidak ada lahan parkir.

Keprihatinan ini menjadi atensi luar biasa dari para tokoh masyarakat Pasongsongan. Mereka sangat membutuhkan perubahan fundamental terhadap Pasar Pao. Tapi mereka tidak punya kapasitas untuk hal itu.

Sedangkan Pasar Pasongsongan yang disediakan Pemerintah Kabupaten berada di Desa Panaongan. Tetapi setiap hari masyarakat tidak tertarik berjualan disitu. Hanya pada Selasa dan Sabtu pasar resmi ini ditempati.[]



# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...