Selasa, 14 Desember 2021

Tangan Lembut



Pentigraf: Yant Kaiy

Debur tidak berdaya ketika perusahaan menerbitkan keputusan sepihak. Dirinya dikeluarkan tidak terhormat. Ia melangkah gontai keluar dari gudang, tempat dirinya menyambung hidup sebagai pekerja kasar. Padahal Debur tidak merasa berbuat salah. Ia masih belum terbukti sebagai pencuri atas barang yang hilang.

Tidak sampai sebulan perusahaan memanggilnya kembali untuk bekerja. Namun Debur menolaknya. Baginya harga diri itu nomor satu. Lagi pula ia sudah membuka toko sembako di rumanya.

Kenangan pahit satu tahun lalu ternatal kembali tatkala Tonah datang padanya. Tonah adalah anak bos perusahaannya. Ia menjanjikan posisi lebih baik dan gaji tinggi. Gadis anggun itu tak menunggu jawaban Debur. Tangan mulusnya menyalaminya. Ada getar menjalar ke sekujur tubuhnya.[]

Pasongsongan, 14/12/2021



Asyik, BPNT Cair Tiga Bulan

Hanira (kiri) owner Agen Salera di Dusun Morasen Desa Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)

Sumenep – Sebelumnya, sebagian besar penerima manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep ketar-ketir. Pasalnya BPNT yang mereka tunggu-tunggu tidak cair.

Bahkan banyak anggapan dari sebagian masyarakat kalau program BPNT akan dihentikan oleh pemerintah. Tapi itu semua hanya isu.

“Saya sebagai pemilik Agen Salera penyalur BPNT khusus Dusun Sempong Barat, Dusun Sempong Timur dan Dusun Morasen seringkali menerima pertanyaan dari masyarakat penerima bantuan. Saya katakan kalau BPNT belum masuk. Dan saya tegaskan kalau pemerintah belum memutuskan bahwa program BPNT akan dihentikan,” cerita Hanira pada apomadura.com disela-sela melayani penerima bantuan. Selasa (14/12/2021).

Hanira menambahkan, setelah dana BPNT masuk ke rekening masing-masing penerima manfaat, dirinya langsung menghubungi para Kepala Dusun untuk diumumkan kepada masyarakat di lingkungannya.

“Seperti tiga bulan yang lalu, kali ini BPNT cair tiga bulan. Bahkan ada yang menerima lebih dari tiga bulan. Hal ini karena lebih tiga bulan mereka tidak menerima bantuan,” terang Hanira. (Yant Kaiy)



Senin, 13 Desember 2021

Jalan Morasen-Pasongsongan: Antara Ego dan Keselamatan Diri

Catatan: Yant Kaiy

Ketika saya melintas di jalan beraspal mulus, di Dusun Morasen Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep tersentak kaget. Pasalnya ada dua tali plastik cukup besar membentang di tengah jalan. Senin (13/12/2021).

Tujuan jelas kedua tali plastik itu dipasang di tengah jalan, yaitu agar semua pengendara pelan-pelan. Lebih hati-hati. Hal ini wajar lantaran di daerah tersebut padat penduduk. Semua demi keselamatan bersama dalam berlalu lintas.

Tapi sebaliknya, pemasang tali plastik juga berpikir bijak (tenggang rasa) kalau hal itu berpeluang mendatangkan kecelakaan lalu lintas bagi pengendara. Apalagi dikedua sisi jalan tidak tersedia jalur bagi pejalan kaki.

Otomatis pejalan kaki menggunakan lajur badan jalan raya. Karena pagar rumah penduduk kebanyakan menempati ruas khusus bagi pejalan kaki. Ditambah pula adanya tanaman hias menghalangi pandangan pengendara.[]



Demi Kebahagiannya

Pentigraf: Yant Kaiy

Bukan prinsipku memaksakan kehendak hati terhadap gadis pujaan. Aku lebih suka mengalah meskipun posisi diri benar menurut norma kemanusiaan. Beberapa mantan pacar kuikhlaskan pindah kelain hati kalau merasa sikap setiaku tidak membuatnya nyaman. Buat apa tetap bersamanya jika derita menguliti ketenteraman batin.

Hidup adalah pilihan. Semua bergantung mood. Ketika kujatuhkan pilihan, tapi dia menolaknya, kutinggalkan dia. Masih banyak bunga di taman bermekaran. Tak ingin membuang-buang waktu. Hidup hanya sebentar di alam fana ini. Kalau ada yang mudah, buat apa mempersulit diri. Semua bikin sakit hati nantinya.

Saat ini dia menerimaku apa adanya. Memohon kepada-Nya supaya perkawinan kami tidak kandas kembali.[]

Pasongsongan, 12/12/2021



Tak Terhalau

Pentigraf: Yant Kaiy

Baru kali ini Debur jatuh cinta mati terhadap janda anak satu. Siang-malam alam pikirannya tertuju padanya. Walau Debur hanya tahu lewat foto yang terpampang disalah satu sosial media. Tapi bayang wajah dia tiap detik menghias kelopak matanya.

Untuk mengobati gejolak hatinya yang menggelegak, Debur menghubungi sang wanita pujaan via sosial media. Tapi cintanya bertepuk sebelah tangan. Dia masih ingin tetap sendiri. Tidak ada potongan alasan darinya. Debur tidak sakit hati. Tidak pula kecewa terhadap keputusan darinya.

Debur tidak menyerah. Segala upaya dilakukan. Ia punya waktu tiga bulan sebelum hengkang dari bayang-bayang dia.[]

Pasongsongan, 12/12/2021



Minggu, 12 Desember 2021

Berkelit

Catatan: Yant Kaiy

Keberhasilan seseorang bukan hanya diukur dari banyaknya duit. Masih ada beberapa bagian lagi bahwa seseorang itu sukses. Tapi bagian-bagian itu seolah lepas dari bidikan perhatian orang lain.

Seperti kekayaan Tonah. Rumah besar, mobil pribadi berharga miliaran, baju dan aksesories yang melekat di tubuhnya made in Eropa. Masyarakat tidak menoleh riwayat masa silam Tonah. Kedua orang tuanya meninggal dunia ketika masih di bangku SMP. Ia menumpang hidup di rumah kakaknya. Kemudian takdir menghantarkan dia menjadi penemu ramuan kanker. Perusahaan luar negeri membeli hak patennya.

Tapi Tonah tidak sukses dalam membina rumah tangga. Lima kali menikah, lima kali pula bercerai-berai.[]

Pasongsongan, 12/12/2021 



Aneh, di Sumenep Cakades Wafat Menang

Catatan: Yant Kaiy

Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) 2021 di Kabupaten Sumenep yang digelar serentak (25/11/2021), menyisakan cerita aneh tapi nyata. Di Desa Rubaru Kecamatan Rubaru, ada salah satu kandidat Cakades (Calon Kepala Desa) yang telah meninggal dunia bisa ikut Pilkades. Hebatnya, si almarhum sukses meraup suara terbanyak.

Menurut pemegang kebijakan, alasan Cakades wafat tersebut diloloskan, karena jauh hari sudah ditetapkan sebagai Cakades.

Perlu diketahui, Pilkades serentak Sumenep 2021 sebelum digelar pernah diundur beberapa bulan akibat pandemi Covid-19.

Seorang teman berargumen pada saya, “Kalau Kades sudah wafat semestinya dicoret dari sirkuit kompetisi Pilkades? Kita tahu, anggaran pelaksanaan pesta demokrasi tersebut menghabiskan dana tidak sedikit.”[]



Sempat dalam Sempit

Pentigraf: Yant Kaiy

Seperti kebanyakan orang-orang masa kini. Tonah senantiasa menyibukkan diri pada banyak hal agar waktu tak terbuang percuma. Bagi mereka menganggur adalah bakteri penghalang sukses. Tonah pun terkontaminasi pandangan hidup kaum snob. Mau tak mau wanita bertubuh sintal itu masuk dalam pusaran budaya masyarakat sekitar. Ia tak berkutik.

Sebagai wanita karier, bangun pagi ia langsung mempersiapkan diri berangkat ke kantor. Masuk kamar mandi, sikat gigi, keramas, menyabun tubuh dan mengguyurnya dengan air hangat. Setelah berdandan ala kadarnya, langsung meluncur naik bis kota. Sampai di kantor, ia menuju kantin, sarapan pagi terburu-buru. Begitulah aktivitas Tonah saban hari.

Akhir-akhir ini nuraninya berontak. Ia jenuh luar biasa. Alam pedesaan menjadi tujuan menghibur diri. Tonah tersadar, sedikit manusia yang sungguh-sungguh bersahabat dengan alam hijau.[]

Pasongsongan, 12/12/2021



Jumat, 10 Desember 2021

Biarlah Dia Pergi



Pentigraf: Yant Kaiy

Begitu menumpuk kekecewaan Tonah terhadap Debur. Dia bukanlah pria idaman Tonah. Di matanya, semua yang dilkerjakan Debur keliru. Tidak mempan lagi bujuk rayu dari siapa pun. Hati Tonah tidak cair oleh petuah kebajikan.

Walau dia telah melahirkan dua anak, tetap saja Tonah berkeinginan melepaskan diri dari suaminya. Namun rantai pertalian kekerabatan amat kuat mengikat pernikahan mereka.

Puncaknya, Tonah minggat. Ia kumpul kebo dengan lelaki pujaan hatinya. Hanya sebulan Tonah pulang kembali. Alasannya, tidak ada kecocokan. Debur tak mau memaafkannya.[]

Pasongsongan, 11/12/2021



Tanggalkan Dendam

Pentigraf: Yant Kaiy

Aku sudah memberikan yang terbaik bagi mereka. Tak tersisa. Semua tanpa pamrih. Tanpa embel-embel mengambil hati. Ikhlas karena Tuhan. Mereka senang, aku puas. Itu prinsip hidupku. Tapi semua sia-sia pengorbanan kami.

Karena sejumput kesalahan menurut mereka, bukan menurut hukum agama, lalu mereka membuangku. Mengucilkan keluargaku. Bahkan, mereka terang-terangan mengancam akan menghabisi kami. Tidak main-main. Dahsyat intimidasi mereka.

Kami lari terkencing-kencing. Dari satu kota ke kota lain. Mencari selamat dunia. Tak peduli hujan-panas menghiasi liku pengungsian. Memanjatkan doa pada Tuhan, semoga kami bisa memberangus dendam dalam kalbu.[]

Pasongsongan, 10/12/2021



Tak Sanggup

Pentigraf: Yant Kaiy

Satu sisi aku membutuhkan pekerjaan seperti yang kutekuni selama ini. Satu sisi lagi aku mesti menerima berat jiwa tradisi salah kaprah. Tradisi yang benar-benar dilarang agama. Aku harus menebusnya dengan berpuluh-puluh juta rupiah supaya ditetapkan sebagai aparatur negara.

Bukannya aku tak mempunyai duit sejumlah itu. Harta warisan kedua orang tua cukup membeli jabatan yang kumau. Bukan sok suci. Lebih baik kujadikan modal usaha saja. Mungkin akan lebih barokah rezeki yang kuperoleh.

Teman-teman menyalahkan keputusanku. Tidak memanfaatkan peluang bagus. Mungkin akan datang sekali seumur hidup, protes mereka serempak.[]

Pasongsongan, 10/12/2021



# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...