Senin, 04 Oktober 2021

Hairul Anwar: Fokus Pemulihan Ekonomi

Hairul Anwar, Ketua KADIN Sumenep. (Foto: Yant Kaiy)


Sumenep – Belum adanya kepastian kapan akan berakhir pemberlakuan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dari pemerintah, jelas sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat secara keseluruhan. Yang terjadi saat ini daya beli masyarakat terus melemah hingga titik memprihatinkan.

 

“Pemerintah sejatinya tanggap dengan situasi sekarang. Karena hal ini tanggung jawabnya. Mereka membuat aturan, tentu mereka punya solusinya,” tegas Hairul Anwar di kantor Madura Energy Sumenep pada apoymadura.com. Senin (4/10/2021).

 

Sebagai Ketua KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Sumenep, Hairul Anwar berharap kepada pemerintah untuk segera melakukan penyelamatan dan penguatan ekonomi kerakyatan. (Yant Kaiy)



Sabtu, 02 Oktober 2021

Menjanda



Pentigraf: Yant Kaiy

Tonah capek berangan-angan seperti masih gadis. Perjuangan telah dibentangkan. Pengorbanan tercurah maksimal. Pengabdian selama menjadi karyawan salah sebuah perusahaan amat optimal. Tapi takdir bagus tak berpihak padanya. Selebihnya hanya bisa bersyukur dari sekian banyak kegagalan itu. Tuhan Maha Bijaksana.

 

Memang, kesuksesan bukan hanya diukur lewat uang. Atau sekadar penampilan. Kegagalan utama Tonah yaitu tentang kesejahteraan rumah tangganya. Apalagi setelah suaminya pergi ke alam kubur. Tiga orang anaknya butuh biaya pendidikan.

 

Sedih karena jatuh miskin. Tiada tambatan hati mencurahkan kesepian diri. Hanya sesal tak berpantai ketika mengingat sukses masa lalu.

 

Pasongsongan, 3/10/2021



  

Perayaan HSN 2021 di Pasongsongan

Kiai Homaidy (kiri) bersama Akhmad Jasimul Ahyak (Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan).


Sumenep – Kiai Homaidy, Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia) PC NU Sumenep memberikan atensi luar biasa terhadap konsep perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Kecamatan Pasongsongan Sumenep.

 

Bertempat tinggal di kawasan perkebunan Assalam di Desa Prancak Kecamatan Pasongsongan, beliau memberikan respon positif terhadap jajaran pengurus MWC NU Pasongsongan.

 

“Terobosan kreatif dan inspiratif MWC NU Pasongsongan dalam kemeriahan HSN patut mendapat acungan jempol. Bagaimana tidak. HSN di Pasongsongan akan menggelar upacara HSN tanggal 22 Oktober. Dilanjutkan pawai santri lebih 2.000 pada keesokan harinya,” terang Kiai Homaidy pada apoymadura.com. Sabtu (2/10/2021).

 

Beliau juga menambahkan, bahwa sebelumnya akan ada pementasan Macapat Madura, musik Tongtong, musikalisasi puisi, sarasehan budaya, donor darah, sunatan massal, hadrah, al-banjari, Sarompet (kesenian alat tiup yang hampir punah).

 

“Juga berdasarkan laporan yang saya terima dari Ketua MWC NU Pasongsongan, disetiap Ranting NU akan dilaksanakan perayaan HSN semeriah mungkin. Ini tentu sangat luar biasa,” tambah Kiai Homaidy bersahaja. (Yant Kaiy)





Kamis, 30 September 2021

Neo Etape MWC NU Pasongsongan

Kiai Ahmad Riyadi. (Foto: Yant Kaiy)


Catatan: Yant Kaiy

Babak baru di tubuh MWC NU Pasongsongan Kabupaten Sumenep kini mulai terlihat semenjak dinakhodai Kiai Ahmad Riyadi. Reorganisasi tiap lembaga dan banom (badan otonom) jadi atensinya. Semua pengurus ranting NU di wilayahnya dihidupkan. Tujuannya satu; NU harus benar-benar ada dan menyentuh ke tingkat grass root.

 

Ia terus bergerilya ke pelosok kampung siang-malam. Menebarkan pesan moral dan keagamaan. Tidak hanya lewat retorika, tapi beliau merangkul mereka sebaik mungkin.

 

Sepak-terjangnya dimaksudkan untuk menumbuh-kembangkan ke-NU-an di jiwa mereka. Tidak sekadar pengakuan. Melainkan NU benar-benar menjadi bagian penting supaya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Saat ini, Kiai Ahmad Riyadi masih belum genap satu tahun memegang kendali MWC NU Pasongsongan. Tapi beberapa tahapan telah dilampauinya sesuai target. Seperti ketika awal kepemimpinannya, beliau menghadirkan Kantor MWC NU sebagai centre of activity (pusat kegiatan).[]

 

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Selasa, 28 September 2021

Launching HSN di Pasongsongan: Sekali Dayung Dua Pulau Terlampaui



Catatan: Yant Kaiy

Tadi malam (Selasa, 28/9/2021), telah berlangsung Launching Hari Santri Nasional (HSN) di Kantor MWC NU Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Dalam acara ini hadir jajaran pengurus Rais Syuriah dan Tanfidziyah serta para Ketua Lembaga dan Banom MWC NU Pasongsongan.

 

Dalam HSN 2021 kali ini sangat special karena berdekatan dengan Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. HSN tanggal 22 Oktober, Maulid Nabi di kalender Masehi 19 Oktober.

 

Barangkali sangat bijak bagi para panitia penyelenggara HSN di Pasongsongan jikalau kedua perayaan hari-hari besar tersebut dilebur jadi satu. Pro-kontra opini adalah hal biasa. Bagaimanapun tidak akan mengurangi esensi dari keduanya. Ibarat uang logam, dua sisinya berbeda. Tapi nilainya sama.

 

Kalaupun dipaksakan dipisah keduanya, tentu akan menyebabkan salah satu momen tidak maksimal dalam penyelenggaraannya.[]

 

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com



Senin, 27 September 2021

Salera Musik dari Pasongsongan

Sale Wafa dan istri, pimpinan Salera Musik. (Foto: Yant Kaiy)


Sumenep – Memenuhi banyaknya animo di kalangan masyarakat di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep dan sekitarnya, Sale Wafa membentuk wadah para musisi dan penyanyi bernama Salera Musik. Personil Salera Musik berasal dari para kawula muda bertalenta baik yang berdomisili di Pasongsongan.

 

“Salera Musik lahir dari kegelisahan para musisi yang tak bisa menyalurkan bakatnya. Kami peduli terhadap mereka, bukan mencari keuntungan pribadi. Personil Salera Musik ibarat keluarga sendiri,” terang Sale Wafa dikediamannya, Dusun Morasen Desa/Kecamatan Pasongsongan-Sumenep. Selasa (28/9/2021).

 

Pada bulan ini Salera Musik padat job. Sale Wafa sebagai pimpinan merasa bersyukur karena bisa menghidupi personilnya.

 

“Sukses ini tak membuat kami jual mahal. Dalam setiap pementasan Salera Musik, kami terus mengevaluasi posisi kekurangan. Kemudian kami membenahinya untuk penampilan selanjutnya,” tandas lelaki rendah hati ini pada apoymadura.com.

 

Sale Wafa menambahkan, untuk reservasi Salera Musik bisa langsung menghubungi nomer telepon 0823-3382-0208. (Yant Kaiy)



Minggu, 26 September 2021

Terkini, Kemacetan Terjadi di Pasar Pao Pasongsongan

Beginilah situasi kemacetan di Pasar Pao Pasongsongan-Sumenep. (Foto: Yant Kaiy)


Catatan: Yant Kaiy

Pasar Pao yang berada di kawasan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, tepat pukul 11.15 WIB (Senin, 27/9/2021) mengalami kemacetan cukup lama. Hal itu disebabkan bus pariwisata yang datang dari arah barat dan truck dari arah timur. Pertemuan kedua kendaraan itu menyebabkan antrian cukup panjang.

 

Beberapa pengendara sepeda motor di belakangnya putar balik mencari jalan lain. Termasuk saya. Marah dan kecewa dari mereka pun terlontar. Apalagi suasana sangat panas.

 

Penyebab utama dari kemacetan itu karena para pedagang kaki lima yang terus merangsek ke bibir jalan raya provinsi.

 

Beberapa pihak berharap agar persoalan ini mendapat atensi dari pemangku kebijakan setempat. Belum lagi rawanya kecelakaan di pusat perbelanjaan tersebut terbuka lebar.[]

 

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com



Sampur dan Sawer di Pesta Perkawinan



Catatan: Yant Kaiy

Suatu ketika saya mendapat undangan pesta perkawinan di wilayah sisi selatan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Bersama beberapa teman, saya mengendarai sepeda motor. Dibawah paparan panas matahari menyengat dan jalan rusak, kami sampai di  perayaan perkawinan.

 

Kami langsung masuk. Alunan musik dangdut mengalun dinamis. Suara biduanita merdu terdengar.

 

Sejurus kemudian, teman saya ketiban sampur. Mereka naik panggung. Mau tidak mau, saya pun menyawernya. Lembaran receh pun berpindah ke tangan sang biduanita.

 

Tiba di rumah, saya kalkulasi pengeluaran untuk sawer. Ahai… ternyata hampir menyamai amplop yang saya berikan pada tuan rumah  hajatan perkawinan.[]

 

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com



Sabtu, 25 September 2021

Busana



Pentigraf: Yant Kaiy

Tonah selalu ingin tampil baru. Pada setiap acara, terutama pesta pernikahan, ia terus membeli busana di butik langganannya. Selesai dipakai, ia tumpuk di lemari. Tiga lemari besar penuh pakaian dia. Kasihan suaminya, kerja siang-malam memenuhi “haus” Tonah terhadap busana.

 

Ketika artis idolanya muncul di televisi, ia mencermati benar busana yang dikenakannya. Otaknya bekerja keras, mencari warna sesuai selera.

 

Suaminya tak habis pikir atas kelakuan istrinya. Kalau diberi saran, justru Tonah uring-uringan. Sontoloyo! Padahal Tonah tergolong wanita berpendidikan tinggi.[]

 

Pasongsongan, 25/9/2021



Jumat, 24 September 2021

Momentum Hari Tani Nasional 2021



Catatan: Yant Kaiy

Ketidakteraturan musim tiga tahun belakangan ini menyebabkan kehidupan para petani di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep tidak sejahtera. Pada saat memasuki kemarau masih turun hujan. Sedangkan dimusim penghujan, rentang hujan turun jaraknya berjauhan. Ketika para petani baru bercocok tanam dan tumbuh dengan baik, tapi hujan tidak turun dua pekan, otomatis tanaman mati.

 

Demikian pula dengan kehidupan petani tembakau Madura. Pada saat memasuki musim kemarau, hujan turun. Hancurlah pertanian mereka. Demikian pula impian mereka.

 

Sejatinya keprihatinan ini menjadi kepedulian kita semua. Kita boleh memiliki banyak uang. Tapi apa yang mau kita beli jika barangnya tidak ada.

 

Semoga momentum Hari Tani Nasional (24 September 2021) kali ini menjadikan kita lebih beradab. Regulasi pemerintah semestinya berpihak kepada para petani. Jangan lagi membuat aturan menyengsarakan kehidupan mereka.[]

 

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com 



Inilah Kata Presiden Tani Indonesia di HTN

Hairus Samad (kiri) bersama Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin di peringatan Hari Tani Nasional. (Foto: Yant Kaiy)


Sumenep – Presiden Tani Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin hadir di peringatan Hari Tani Nasional (HTN) yang dihelat di Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.

 

“Saya pribadi berharap, kedepan Indonesia menjadi negara berdaulat pangan. Impor pangan boleh-boleh saja asalkan itu sangat mendesak dan dibutuhkan. Saya prihatin karena para petani kita tidak sejahtera. Harga pupuk tinggi dan dibatasi. Akhirnya banyak lahan tidak ditanami,” tandas Tatang Zaenudin pada apoymadura.com. Jumat (24/9/2021).

 

Ada komentar positif dari Hairus Samad selaku tuan rumah di Hari Tani Nasional.

 

“Dua tahun terakhir ini musim masih belum bersahabat kepada para petani kita. Saat memasuki kemarau tahun ini hujan masih turun, sehingga tanaman tembakau banyak rusak. Sebaliknya saat musim penghujan kemarin, curah hujan tidak baik dan jarang,” tegas Hairus Samad. (Yant Kaiy)





# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...