Postingan

Menakar Ego di Jalan Raya: Potret Menyedihkan Pasar Tumpah Pasongsongan

Gambar
Kecamatan Pasongsongan dikenal sebagai salah satu wilayah yang dinamis di Kabupaten Sumenep.  Tapi, setiap hari Sabtu dan Selasa, kedinamisan itu berubah menjadi momok yang menguji kesabaran.  Pasar tumpah yang digelar di Desa Panaongan dan Desa Pasongsongan kini kondisinya sungguh menyedihkan.  Alih-alih jadi pusat perputaran ekonomi yang tertib, keberadaan pasar ini justru menjelma menjadi titik rawan yang merenggut hak-hak para pengguna jalan. Skenarionya selalu sama setiap pekan: kemacetan mengular, klakson bersahutan, dan tensi emosi para pengendara meninggi.  Mengapa fasilitas publik yang krusial seperti jalan raya harus dikorbankan demi ego segelintir pihak? Ketika Badan Jalan Beralih Fungsi Akar masalah dari kacaunya kondisi ini adalah hilangnya fungsi utama jalan raya.  Seolah tanpa beban moral, sebagian pedagang berjualan "seenak dengkulnya" dengan menggelar lapak hingga memakan badan jalan.  Fenomena ini otomatis memicu efek domino. Ketika lapak ...

Tingkatkan Kedisiplinan, SDN Padangdangan 1 Tekankan Ketertiban Parkir Sepeda dan Persiapan Perpisahan Kelas VI

Gambar
PASONGSONGAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep kembali melaksanakan kegiatan rutin upacara bendera dengan penuh khidmat. Senin (11/5/2026).  Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf tata usaha ini jadi momentum penting untuk menyampaikan berbagai evaluasi dan agenda sekolah. Bertindak sebagai Pembina Upacara pada kesempatan kali ini adalah Ririn Rahmawati, S.Pd. Dalam amanat singkatnya, ia memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya menjaga ketertiban di lingkungan sekolah, salah satunya terkait penataan parkir sepeda milik siswa. "Ketertiban dan keindahan sekolah adalah tanggung jawab kita bersama. Saya meminta kepada seluruh siswa yang membawa sepeda ke sekolah agar memarkirkannya dengan rapi di tempat yang telah disediakan. Jangan ada lagi sepeda yang diparkir sembarangan karena hal itu mengganggu kenyamanan dan estetika sekolah kita," tegas Ririn dalam arahannya. Persiapan Menuju Kelulusan Kelas VI S...

Memutar Ulang Waktu di Pasongsongan: Secangkir Kopi Nostalgia Bersama Aji Lahaji

Gambar
Pada medio Maret 2026 yang lalu membawa angin yang berbeda di kediaman saya di Pasongsongan, Sumenep.  Di pertengahan bulan itu, sebuah ketukan di pintu menjelma jadi mesin waktu yang melemparkan ingatan saya jauh ke belakang, tepatnya 28 tahun yang lalu.  Tamu yang datang bukanlah orang asing, melainkan Aji Lahaji—seorang kawan lama, musisi, dan kini seorang pendakwah—yang datang beranjangsana bersama seorang rekannya. Melihat sosoknya yang kini lebih sering menghabiskan waktu di Jakarta, ingatan saya langsung melayang ke tahun 1998.  Sebuah tahun yang riuh, penuh gejolak, dan menjadi saksi awal mula persahabatan kami di sebuah sudut ibu kota: Gang Siaga, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Gang Siaga 1998: Ruang Mimpi Anak Muda Pada tahun 1998, Gang Siaga adalah saksi bisu dari pergulatan hidup kami sebagai anak muda yang sedang menjemput takdir.  Saat itu, Aji adalah seorang pemuda kelahiran Sumenep yang sedang berjuang meniti karier sebagai biduan spesialis dangdut....

Meneladani Agus Sugianto: Totalitas Pengabdian dan Jangkar Kolaborasi Pendidikan di Pasongsongan

Gambar
Dunia pendidikan di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, adalah sebuah ekosistem yang dinamis.  Di dalamnya, ratusan guru dari jenjang TK/RA hingga SMA/MA—baik di sekolah negeri maupun swasta—berjuang setiap hari demi masa depan generasi penerus.  Di tengah tantangan administrasi dan kurikulum yang terus berubah, kehadiran sosok pemimpin yang mampu mengayomi dan merekatkan komunikasi antarlini menjadi sangat krusial.  Sosok itu, bagi banyak pendidik di Pasongsongan, melekat erat pada diri Agus Sugianto. Nama Agus Sugianto bukanlah nama yang asing.  Sebagai Kepala SDN Panaongan 3, dedikasinya tidak lagi terbatas pada pagar sekolah yang dipimpinnya.  Ia telah melangkah lebih jauh, menjadikan dirinya sebagai bagian dari denyut nadi pendidikan di seluruh pelosok kecamatan. Totalitas Tanpa Batas Waktu untuk Kemajuan Pendidikan Salah satu alasan utama mengapa nama Agus Sugianto selalu muncul di setiap lini adalah totalitasnya yang tanpa batas.  Pria dengan ...

Syiar Al-Qur’an di Pasongsongan: Santriwati PP Annidhamiyah Gelar Tasmi’ Juz 30 dan Khatmil Qur'an

Gambar
PASONGSONGAN – Gema ayat-ayat suci Al-Qur’an menyejukkan suasana Dusun Sempong Barat, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Kamis (14/5/2026).  Para santriwati dari Pondok Pesantren (PP) Annidhamiyah melaksanakan kegiatan Tasmi’ Hafalan Al-Qur’an Juz 30 sekaligus Khatmil Qur’an yang bertempat di kediaman salah satu santriwati, Fatilah Alfi Maghfirah. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang tidak hanya bertujuan untuk menjaga kualitas hafalan para santri, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahim antar keluarga besar pondok pesantren dengan wali santri. Tuan rumah acara, Fatilah Alfi Maghfirah, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya saat menyambut kehadiran rekan-rekan seperjuangannya di pesantren. Ia mengungkapkan bahwa momen ini sangat berarti bagi keluarganya. "Saya sangat senang karena semua rekan santriwati bisa bersilaturahim langsung ke rumah dan bertemu keluarga. Kehadiran teman-teman memberikan keberkahan tersendiri bagi kediaman ...

Menghapus Batas Administrasi demi Masa Depan: Belajar Gotong Royong dari Sempong Barat

Gambar
Kabupaten Sumenep dan Pamekasan mungkin dipisahkan garis batas peta administrasi yang tegas. Tapi, bagi warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, garis di atas kertas itu sama sekali tidak berlaku ketika dihadapkan pada urusan kemanusiaan, keselamatan, dan masa depan anak-anak mereka. Baru-baru ini, sebuah aksi swadaya yang luar biasa terjadi. Warga Dusun Sempong Barat secara sukarela turun ke jalan, mengayunkan cangkul, dan patungan membeli material untuk memperbaiki jalan perbatasan. Jumat (15/5/2026). Uniknya, jalan rusak yang mereka perbaiki itu secara legal-formal sebenarnya masuk dalam wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, yang notabene adalah wilayah Kabupaten Pamekasan. Aksi ini sekilas melahirkan tanya: Mengapa warga Sumenep yang harus repot-repot memperbaiki jalan di wilayah Pamekasan? Jawabannya sederhana, namun menampar kita semua: Kebutuhan nyata tidak mengenal birokrasi. Melintasi Batas demi Ilmu Alasan di balik kerelaan wa...

Demi Siswa Annidhamiyah, Warga Sempong Barat Gotong Royong Semen Jalan

Gambar
PASONGSONGAN – Aksi inspiratif ditunjukkan oleh warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (15/5/2026).  Didorong oleh rasa kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan—khususnya para pelajar—warga secara sukarela bergotong royong memperbaiki akses jalan perbatasan antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan. Uniknya, infrastruktur jalan yang diperbaiki tersebut sebenarnya secara administratif masuk dalam wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.  Tapi, karena jalan ini jadi urat nadi aktivitas sehari-hari warga Dusun Sempong Barat, mereka memilih bergerak mandiri. Bagi warga Dusun Sempong Barat, sekat administratif tidak jadi penghalang untuk berbuat kebaikan.  Karena setiap hari, jalur tersebut padat dilalui oleh masyarakat Pasongsongan yang hendak menuju wilayah Pamekasan maupun sebaliknya. Melihat kondisi jalan yang rusak dan berpotensi membahayakan, warga akhirny...