Menakar Ego di Jalan Raya: Potret Menyedihkan Pasar Tumpah Pasongsongan
Kecamatan Pasongsongan dikenal sebagai salah satu wilayah yang dinamis di Kabupaten Sumenep. Tapi, setiap hari Sabtu dan Selasa, kedinamisan itu berubah menjadi momok yang menguji kesabaran. Pasar tumpah yang digelar di Desa Panaongan dan Desa Pasongsongan kini kondisinya sungguh menyedihkan. Alih-alih jadi pusat perputaran ekonomi yang tertib, keberadaan pasar ini justru menjelma menjadi titik rawan yang merenggut hak-hak para pengguna jalan. Skenarionya selalu sama setiap pekan: kemacetan mengular, klakson bersahutan, dan tensi emosi para pengendara meninggi. Mengapa fasilitas publik yang krusial seperti jalan raya harus dikorbankan demi ego segelintir pihak? Ketika Badan Jalan Beralih Fungsi Akar masalah dari kacaunya kondisi ini adalah hilangnya fungsi utama jalan raya. Seolah tanpa beban moral, sebagian pedagang berjualan "seenak dengkulnya" dengan menggelar lapak hingga memakan badan jalan. Fenomena ini otomatis memicu efek domino. Ketika lapak ...