Sabtu, 22 Januari 2022

Di Masjid Al-Fadhilah Bluto Kajari Sumenep Memberikan Penyuluhan Hukum

Kajari Sumenep di tengah-tengah jamaah Masjid Al-Fadhiĺah Bluto


Sumenep - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Jawa Timur, Adi Tyogunawan, S.H, M.H, memberikan penyuluhan hukum di tengah masyarakat usai shalat subuh berjamaah di Masjid Al-Fadhilah Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Minggu (23/1/2022).

Penyuluhan hukum oleh Kajari Sumenep terkait pencegahan dan pemberantasan tindak pidana narkotika. Kajari Sumenep menyoroti ketentuan Pasal 54 tentang korban penyalahgunaan narkotika.

“Ketentuan pasal 54 itu jelas membedakan pelaku dan korban tindak pidana narkotika sehingga korban ini harus kita selamatkan. Caranya lapor ke Puskesmas terdekat atau langsung ke BNN untuk selanjutnya akan dilakukan asesmen tingkat keparahannya,” papar Kajari Adi.

Kajari Adi memaparkan, berdasarkan ketentuan penjelasan Pasal 54 UU 35 tahun 2009, bahwa yang dimaksud dengan ‘korban penyalahgunaan narkotika’ adalah seseorang yang tidak sengaja menggunakan narkotika karena dibujuk, diperdaya, ditipu, dipaksa, dan/atau diancam untuk menggunakan narkotika.

“Jika ada anak kita, tetangga kita, atau warga kita yang termasuk korban penyalahgunaan narkotika mengajak para jamaah (masyarakat) untuk melaporkan diri untuk para korban tersebut agar bisa diselamatkan,” himbau Kajari Sumenep.(Sl/Yant Kaiy)



Jumat, 21 Januari 2022

Modifikasi SO Pemkab Sumenep

Catatan: Yant Kaiy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi di awal 2022 melaksanakan amanat undang-undang dengan merombak Struktur Organisasi (SO) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

Ada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selama Januari mendapat sorotan masyarakat luas dengan adanya unjuk rasa.

DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) yang belum kelar menyelesaikan kasus sengketa Pilkades Matanair Kecamatan Rubaru.

Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep yang dipertanyakan keseriusan dan komitmennya menyelesaikan permasalahan pendidikan. Adanya disparitas (ketimpangan) mencolok antara wilayah daratan dan kepulauan. Baik dari infrastruktur, sarana-prasarana, termasuk guru.

Urgensi kedua demontrasi itu memang berbeda. Namun sisi baiknya dapat ditarik garis lurus, bahwa warga masyarakat Kota Keris Sumenep menghendaki kebijakan berkeadilan dari semua pimpinan OPD. Dibutuhkan rencana kerja sistematis sehingga memperoleh capaian sukses membanggakan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kita tunggu inovasi masing-masing pimpinan OPD tersebut.[]



Di Batang-Batang Rumah Ambruk Diterjang Hujan dan Angin

Rumah milik Masdira yang ambruk.

Sumenep Malang tak dapat ditolak. Sebuah rumah milik salah seorang warga Dusun Seddung, Desa Batang Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, ambruk.

Rumah tersebut milik Masdira (66 tahun). Peristiwa nahas terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Jumat (21/1/2022) siang.

Sekretaris Desa Batang-Batang Daya, Agung Dodi Suryo, SH membenarkan kejadian tersebut.

"Iya Itu benar. Musibah itu terjadi  di Dusun Seddung Desa Batang-Batang Daya. Rumah milik Bapak Masdira," Jelasnya.

Sementara kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, bahwa robohnya rumah milik Masdira itu akibat bencana alam. Yakni diterjang angin kencang dan hujan lebat.

“Ukuran rumah Masdira 6 x 9 meter dan tidak ada korban jiwa. Sedangkan aliran listrik dirumah tersebut oleh PLN sementara diputus atau dimatikan untuk mengantisipasi kebakaran.

Lanjut AKP Widi, pemilik rumah ditaksir mengalami kerugian materi sebesar Rp 75.000.000.- (Kur/Yant Kaiy)



Wabup Dewi Khalifah Gandeng Bappeda Sumenep untuk Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Sumenep.

Wabup Sumenep Hj Dewi Khalifah saat rapat bersama Kepala Bappeda dan beberapa OPD Kabupaten Sumenep.

Sumenep Satu kebijakan yang patut mendapat atensi luar biasa dari Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Hj. Dewi Khalifah SH, MH, yakni tentang sinkronisasi potensi dan sumber daya manusia (SDM) desa. Hal itu bertujuan sebagai upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumenep, Madura. Jumat (21/1/2022).

Wakil Bupati Sumenep, Hj. Dewi Khalifah, menyampaikan secara langsung pada saat rapat bersama Kepala Bappeda Drs. Yayak Nurwahyudi M.Si dan beberapa OPD Kabupaten Sumenep serta pendamping desa di Aula Bappeda Kabupaten Sumenep.

Menurut Wakil Bupati Sumenep, kemiskinan tidak bisa diselesaikan oleh dinas sosial saja. Dibutuhkan bantuan dari dinas lainnya.

“Maka dari itu, dari data 25 profil desa yang sudah tergolong dalam kemiskinan ekstrem ini, dilihat potensi dan Sumber daya manusianya seperti apa. Lalu sinkronkan dengan OPD mana yang harus membantu desa itu,” ucapnya.

 Bahkan, program ini menjadi program wajib yang harus dilaksanakan dalam 1 tahun kedepan.

“Entah nanti akan menjadi desa wisata, edukasi dan pilot project dari beberapa desa yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” lanjut Nyai Eva.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Drs. Yayak Nurwahyudi M.Si menyampaikan bahwa hal ini bisa ditindaklanjuti ke desa-desa itu.

“Kemudian ini bisa kita identifikasi dan diikuti oleh OPD yang lain agar program-program yang sudah direncanakan bisa berjalan dengan maksimal.”

Lanjut Yayak, nantinya hasil pengumpulan data yang dikumpulkan dari beberapa desa akan membantu dinas-dinas terkait dalam programnya.

Pada gilirannya, dapat kita lihat data yang digunakan nantinya bisa bermanfaat untuk dinas-dinas terkait agar lebih giat lagi dalam penanganan mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumenep.” tutup Kepala Bappeda. (Kur/Yant Kaiy)



Kamis, 20 Januari 2022

Mencermati Aneka Warna Bantuan Pemerintah

Catatan: Yant Kaiy

Membantu orang miskin pahalanya luar biasa. Tak ada satu pun orang membantah. Garansinya surga. Dosa-dosa luntur karenanya. Semua kitab agama manapun telah mencatatnya.

Sejak kekuasaan Indonesia ada di tangan Presiden Joko Widodo, warna-warni bantuan deras mengalir pada masyarakat. Tumpang-tindih namanya. Semua berlabel: “Bantuan”.

Sistem politik ini sah-sah saja diaplikasikan oleh penguasa manapun. Lantaran itu bukan jalan sesat dimurkai Tuhan. Tidak menyalahi perundang-undangan negara. Dari sikap dermawan ini akan menatalkan cinta-kasih terhadap pemberi bantuan.

Fakta di lapangan, warga masyarakat yang tercover bantuan pemerintah tersebut senang bukan kepalang. Girang luar biasa. Terutama bagi mereka yang satu kepala keluarga menerima lebih dari satu label bantuan.

Berbanding terbalik dengan mereka yang tidak tersentuh bantuan pemerintah. Padahal diantara mereka ada yang lebih pantas menerima manfaat. Kelompok ini kecewa, pasrah. Benih-benih tidak simpati menjamur di jiwa mereka.

Sesungguhnya, akan lebih bermartabat seorang pemimpin itu membuka lapangan kerja. Ketimbang mencekoki mereka dengan bantuan instan. Pada akhirnya mental pengemis akan tertanam di benak rakyat kita.[]



Menikam Mimpi


Menikam Mimpi

Puisi: Yant Kaiy

luka tak berdarah

jadi lukisan sukma

janji dikhianati

tak mungkin

menyatu lagi

    gagal bercinta

    banjir derita

    membakar asa

    menuai luka

hati tak kuasa

menahan siksa

impian indah

bahagia musnah

          awal indah berbunga-bunga

          merajut mimpi tak bertepi

          tapi tulusku kau nodai

          senyumku pun tiada lagi

janji setia manis dikata

mimpi bahagia bersamanya

dustamu hancurkan segala

kerontang jiwa nan merana

           biar buih kenangan

           pergi jauh dariku

           masih banyak mimpi

           menanti cinta suciku.

Pasongsongan, 11/1/2022



Unras PMII STKIP Sumenep Dijaga Personel Gabungan

Aktivis mahasiswa PMII STKIP PGRI Sumenep demo di depan Kantor Bupati Sumenep.

Sumenep - Ratusan personel gabungan dikerahkan dalam rangka pengamanan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Sumenep, Jawa Timur, Kamis, (20/1/2022).

Aksi tersebut dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STKIP PGRI Sumenep.

Demo mahasiswa kali ini mempersoalkan kebijakan Bupati Sumenep atas dilantiknya Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep yang baru, Agus Dwi Saputra.

Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas mengatakan, personel yang diterjunkan merupakan gabungan dari personel Polri, TNI dan Satpol PP.

Widi merinci, terdapat 221 personel Polri, 7 dari TNI dan 30 personel Satpol PP. “Itu jumlah personil pengamanan aksi unras (unjuk rasa) PMII ke kantor Pemkab Sumenep,” kata Widi.

Untuk diketahui, aksi kali ini merupakan kali kedua dilakukan oleh aktivis PMII STKIP PGRI Sumenep selama Januari 2022. Beberapa waktu lalu mereka melakukan aksi di Dinas Pendidikan Sumenep. (SP/Yant Kaiy)



Rabu, 19 Januari 2022

Sanksi untuk Penjual Minyak Goreng Melebihi HET di Sumenep

Sumenep – Sudah dua pekan, sejumlah warga masyarakat mengeluh atas melambungnya harga minyak goreng dalam kemasan premium maupun sederhana.

Akan tetapi, mulai hari ini pemerintah pusat menetapkan harga minyak goreng sebesar Rp 14 ribu/liter. Rabu,(19/1/2022).

Sebagai awal pelaksanaan, penyediaan minyak goreng satu harga akan dilakukan melalui ritel modern yang menjadi anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Kepala Dinas Koprasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumenep, Ainur Rasyid menyampaikan turunnya harga minyak goreng tersebut merupakan regulasi dari pemerintah Pusat melalui Kementrian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia.

“Jadi, setiap pasar tidak boleh melebihi harga yang sudah ditetapkan itu,” tegasnyanya.

Ainur menegaskan, jika pedagang maupun swalayan masih menjual dengan harga melampaui batas Harga Eceran Tertinggi (HET), pihaknya akan melakukan sanksi tegas. Tidak pandang bulu.

"Jika masih melanggar aturan yang berlaku, nanti pasti akan kami beri sanksi," ujarnya.

Pihaknya, berjanji akan melakukan monitoring ke pasar atau toko untuk memastikan harga minyak goreng sudah sesuai regulasi. Hal itu dilakukan, agar masyarakat di wilayahnya itu tidak terjebak pada permainan harga minyak goreng.

Semantara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan, pemerintah akan mengambil tindakan tegas jika  produsen atau perusahaan minyak goreng masih menjual produknya di atas Rp 14 Ribu per liter.

"Produsen yang tidak mematuhi ketentuan, maka akan dikenakan sanksi berupa pembekuan atau pencabutan izin. Kami mengingatkan pemerintah akan mengambil langkah sangat tegas," ujar Mendag Lutfi saat jumpa pers virtual, dikutip dari kompas.com. Selasa (18/1/2022).

Mendag mangaku akan memproses semua pihak yang melakukan kecurangan atau penyelewengan minyak goreng di meja hijau.

"Kami ingatkan kepada siapapun yang melakukan kecurangan atau melakukan apapun tindakan melawan hukum Pemerintah RI akan dilanjutkan ke proses hukum," Tegas Lutfi.

Terhitung dari sekarang,  pasar tradisional diberikan waktu satu minggu untuk melakukan penyesuaian dengan harga yang diatur pemerintah.

"Melalui kebijakan ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau dan di sisi lain produsen tidak dirugikan karena selisih harga akan diganti oleh Pemerintah,"pungkasnya. (SP?Yant Kaiy)



Selasa, 18 Januari 2022

Ajang Silaturahmi Perkumpulan Zikir Samman Sumenep

Sumenep – Perkumpulan Zikir Samman Pasongsongan Kabupaten Sumenep yang dipimpin Kiai Haji Imam Arifin, nanti malam akan kedatangan tamu perkumpulan Zikir Samman dari Kecamatan Lenteng dan Kecamatan Ganding. Rabu (19/1/2022).

Menurut Kiai Imam, kehadiran perkumpulan Zikir Samman dari dua kecamatan tersebut sebagai ajang silaturahmi.

“Zikir Samman merupakan aliran tarekat dalam Islam. Kebudayaan ini masuk ke Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan pada abad XVII Masehi, dibawa Nyai Agung Madiya dari Aceh,” ucap Kiai Imam pada apoymadura.com.

Seiring perjalanan waktu, Zikir Samman Pasongsongan mengalami metamorfosa pada koreografi. Tak ayal, pola gerakan diantara perkumpulan Zikir Zamman yang satu dengan lainnya berbeda-beda.

“Masing-masing perkumpulan Zikir Samman yang ada di Sumenep memiliki ciri khas berbeda. Tidak ada pola gerakan baku. Letak kesamaan kebudayaan Islami ini dari segi bacaan saja,” terang Kiai Imam.

Lebih jauh ia menerangkan, kalau ajang silaturahmi Zikir Samman nanti malam akan ditempatkan di Langgar Kona (semacam musholla), di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan. Acaranya akan dimulai pukul 19.30 WIB.

“Langgar Kona menurut ceritanya adalah kediaman Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin. Beliau penyebar agama Islam di wilayah pantura Kabupaten Sumenep pada abad XV Masehi. Beliau salah satu pengamal tarekat Sammaniyah,” tutur Kiai Imam.

Syekh Ali Akbar sendiri adalah ayah Nyai Agung Madiya.

“Tatkala Kerajaan Sumenep dipimpin Bindara Saod, Nyai Agung Madiya pernah menjadi panglima perang. Nyai Agung Madiya membawa pasukan ke Aceh bertempur dengan tentara kolonial Belanda. Putri Syekh Ali Akbar ini pulang membawa kemenangan dan oleh-oleh Zikir Samman,” cerita Kiai Imam. (Yant Kaiy)



 

 

Kunjungan Gubernur Jawa Timur Ke Kabupaten Sumenep

Hj. Dewi Khalifah SH, MH. dampingi Gubernur Jatim Hj. Dra. Khofifah sambangi pedagang srikaya di Kecamatan Bluto Sumenep.

Sumenep - Pada kunjungannya ke Kabupaten Sumenep kali ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambangi para pedagang srikaya yang ada di Kecamatan Bluto kabupaten setempat. Ia mengatakan, ternyata kualitas srikaya Sumenep memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan srikaya Jember dan Kediri. Selasa (18/1/2022).

Menurutnya, ciri khas itu terletak pada dagingnya yang empuk dan manis. Srikaya Sumenep juga mempunyai nilai ekonomis bagi para petani.

"Srikaya Sumenep ini sangat manis dan dagingnya lumayan tebal dan empuk," kata mantan Menteri Sosial RI ini.

Dalam kesempatan tersebut Khofifah didampingi Wakil Bupati Sumenep Hj Dewi Khalifa memborong buah srikaya.

Bahkan dirinya mengatakan bahwa, buah srikaya ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Terutama apabila dibudidayakan dengan lebih baik dan sesuai dengan sistem pertanian modern.

“Srikaya ini dapat menambah pendapatan bagi para petani di Kabupaten Sumenep," terang nya sambil berbincang-bincang dengan para pedagang srikaya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur memberikan bantuan sembako bagi para pedagang srikaya.

Sebelumnya, kata Khofifah, dirinya melihat sebuah foto srikaya di media sosial (Medsos) berlokasi di wilayah Kecamatan  Bluto yang sudah mulai ramai dijajakan di pinggir jalan raya.

"Saya mendapatkan foto bahwa ada srikaya di Bluto. Jadi usai mengisi acara di Kampus IAIN Madura langsung kesini," ujarnya singkat. (SP/Yant Kaiy)



Senin, 17 Januari 2022

Siap-siap Didepak: Nasib Guru Honorer Tua

Catatan: Yant Kaiy

Mengabdi jadi guru honorer puluhan tahun. Usia hampir mencapai kepala lima. Uban di kepala mulai terlihat. Gigi banyak yang tanggal. Baju, celana dan sepatu lusuh. Mafhum. Mereka dibayar tidak lebih Rp 300.000,- tiap bulan.

Mungkinkah elegi guru honorer tua tidak terpotret oleh pemilik kebijakan negeri ini? Dedikasi mereka menguap terbawa angin lalu. Harapan menggantung di langit angan-angan.

Buktinya, seleksi PPPK kemarin banyak diantara mereka tidak tercover. Padahal itu merupakan jalan satu-satunya bagi guru tua tersebut terangkis dari lembah kemiskinan.

Rupanya kemampuan berpikir mereka kalah bersaing dengan guru honorer yang lebih muda. Mereka pun mempersiapkan diri terdepak dari posisinya. Karena ada penggantinya, yakni guru PNS dan PPPK 2021.

Semoga tangis tak darah mereka ada yang mendengarnya. Guru honorer tua adalah putra bangsa berjasa besar bagi kemajuan dunia pendidikan kita.[]



# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...