Jumat, 17 April 2026

Guru PAI SDN Padangdangan 1 Siapkan Enam Delegasi Menuju Olimpiade PAI Jawa Timur

Siswa SDN Padangdangan 1 Siap Harumkan Nama Sumenep di Olimpiade PAI Jatim!


PASONGSONGAN – Sebanyak enam siswa berbakat dari SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, bersiap menorehkan prestasi di tingkat provinsi. 

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN Padangdangan 1, Sundari, S.Pd, mengonfirmasi bahwa para peserta didik tersebut akan mewakili sekolah dalam ajang bergengsi Olimpiade PAI Jawa Timur 2026.

Persiapan intensif telah dilakukan untuk membekali para siswa, baik dari segi pendalaman materi agama maupun kesiapan mental. 

Sundari menjelaskan bahwa kompetisi ini dijadwalkan akan dimulai pada 20 April 2026 mendatang. 

Mengingat format lomba yang dilaksanakan secara online, pihak sekolah juga telah memastikan kesiapan sarana teknologi agar para siswa bisa mengerjakan soal dengan lancar. 

Pihak sekolah berharap keikutsertaan enam siswa ini bisa memotivasi murid lainnya untuk berani berkompetisi. 

"Kami mohon doa restu dari seluruh wali murid agar anak-anak kami mampu memberikan hasil terbaik," ujar Sundari. Jumat (17/4/2026). 

Keikutsertaan ini jadi bukti komitmen SDN Padangdangan 1 dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual maupun spiritual. [Kaiy]

Kamis, 16 April 2026

Fokus Latihan Intensif, SDN Padangdangan 1 Siap Gebrak O2SN Kecamatan Pasongsongan

Disiplin Latihan, SDN Padangdangan 1 Siap Ukir Prestasi di O2SN Kid’s Atletik


PASONGSONGAN – Semangat membara ditunjukkan  siswa-siswi SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, dalam menyongsong gelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kecamatan. 

Tahun ini, sekolah tersebut memfokuskan kekuatannya pada cabang bergengsi, Kid’s Atletik.

Dengan jadwal latihan ketat dan disiplin tinggi, SDN Padangdangan 1 optimis bisa mempertahankan tradisi juara yang selama ini melekat pada sekolah mereka.

Andalkan Nomor Formula 1 dan Kanga Escape

Dalam ajang tahun ini, SDN Padangdangan 1 akan menerjunkan atlet-atlet terbaiknya untuk berlaga di dua nomor utama Kid’s Atletik, yaitu: Formula 1 (kombinasi lari rintang, slalom, dan sprint), dan Kanga Escape (lari gawang dan lari cepat).

Kedua nomor ini menuntut ketangkasan, kecepatan, serta koordinasi tubuh yang mumpuni. Oleh karena itu, porsi latihan fisik dan teknik menjadi menu harian bagi para siswa terpilih di lapangan sekolah.

Membangun Mental Juara Sejak Dini

Pelatih sekaligus guru olahraga SDN Padangdangan 1, Risqon Muttaqin, S.Pd, mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan bukan sekadar pada kekuatan fisik, melainkan pada kedisiplinan dan mentalitas atlet.

"Kami percaya bahwa melalui latihan yang intensif dan upaya membangun mental juara sejak dini, peserta didik tidak hanya siap untuk lomba ini, tapi juga berproses menjadi atlet profesional di masa depan," ucap Risqon saat ditemui di sela-sela sesi latihan. Jumat (17/4/2026). 

Tradisi Prestasi Tiap Tahun

Langkah serius yang diambil pihak sekolah memang bukan tanpa alasan. 

SDN Padangdangan 1 dikenal sebagai salah satu sekolah yang langganan mengukir prestasi di bidang olahraga di wilayah Kecamatan Pasongsongan.

"Wajar jika setiap tahun anak-anak selalu memberikan hasil terbaik. Kedisiplinan adalah napas kami di sini. Kami ingin anak-anak tampil percaya diri dan membuktikan hasil kerja keras mereka selama ini," tambah Risqon optimis.

Dengan persiapan yang matang, SDN Padangdangan 1 kini hanya tinggal menunggu hari pelaksanaan untuk membuktikan kembali taji mereka di lintasan atletik tingkat kecamatan. [Kaiy]

Persiapan Matang, SDN Padangdangan 1 Siap Terjunkan Atlet Terbaik di O2SN Kid’s Atletik Pasongsongan

Persiapan Matang Atlet SDN Padangdangan 1 Hadapi O2SN Kid’s Atletik


PASONGSONGAN – Menjelang perhelatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Pasongsongan, SDN Padangdangan 1, Pasongsongan, Sumenep, terus mematangkan persiapan peserta didiknya. 

Fokus utama kali ini tertuju pada cabang Kid’s Atletik yang jadi salah satu lumbung prestasi bagi sekolah tersebut.

Guru Olahraga SDN Padangdangan 1, Risqon Muttaqin, S.Pd, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi nama-nama atlet yang akan berlaga. 

Berdasarkan hasil seleksi dan pembinaan internal, terdapat empat siswa terbaik yang dipercaya mewakili sekolah, yakni: Ezzul Qodir Afif, Fadil Romdhoni, Fahdina Syarifah, dan Khotimatul Kamaliyah. 

Risqon menjelaskan bahwa pada kompetisi tahun ini, SDN Padangdangan 1 akan turun di dua nomor bergengsi dalam cabang Kid’s Atletik.

"Ada dua nomor utama yang kami ikuti, yaitu Formula 1 dan Kanga Escape. Keduanya membutuhkan kombinasi kecepatan, kelincahan, dan teknik yang presisi," ujar Risqon saat memberikan keterangan di sela-sela latihan. Kamis (16/4/2026). 

Intensitas Latihan Ditingkatkan

Guna mencapai hasil maksimal, pihak sekolah melakukan penyesuaian jadwal latihan. 

Jika pada hari biasa kegiatan ekstrakurikuler atletik dilaksanakan satu kali dalam seminggu, maka menjelang perlombaan ini intensitasnya ditambah jadi tiga kali seminggu.

"Kami ingin memastikan anak-anak memiliki fisik dan mental yang siap tanding. Tambahan porsi latihan ini difokuskan pada penguasaan rintangan di nomor Kanga Escape dan kecepatan transisi di Formula 1," tambahnya.

Komitmen Pengembangan Bakat Siswa

Lebih lanjut, Risqon memaparkan bahwa keberhasilan mengirimkan delegasi di O2SN tidak lepas dari konsistensi sekolah dalam menjalankan program ekstrakurikuler. 

Saat ini, SDN Padangdangan 1 memiliki tiga pilar ekstrakurikuler olahraga yang terus digalakkan untuk menempa bakat non-akademik siswa, yakni Atletik, Sepak Bola, dan Futsal.

Ketiga cabang tersebut jadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan minat sekaligus membentuk karakter disiplin dan sportifitas sejak dini. 

Dengan persiapan yang intensif, SDN Padangdangan 1 optimistis para atletnya mampu bersaing secara sehat dan membawa pulang hasil yang membanggakan di tingkat Kecamatan Pasongsongan. [Kaiy]

Rabu, 15 April 2026

Eksodus Ekonomi: Ketika Jaring Nelayan Pasongsongan Berganti Etalase Warung Madura

Strategi Bertahan Nelayan Pasongsongan: Dari Laut ke Warung Madura


Pasongsongan selama ini dikenal sebagai salah satu denyut nadi perikanan di Kabupaten Sumenep, karena hasil tangkap ikan melimpah. 

Tapi, jika Anda berkunjung kesana hari ini, ada sebuah pergeseran narasi yang tenang namun nyata. 

Laut tak lagi jadi satu-satunya tumpuan harapan. 

Kini, perhatian warga mulai beralih ke daratan, tepatnya pada deretan rak sembako dan bensin eceran yang kita kenal sebagai Warung Madura.

Fenomena ini bukan sekadar tren musiman, melainkan sebuah strategi bertahan hidup yang lahir dari himpitan ekonomi.

Pahitnya Gelombang, Manisnya Ritel

Alasan di balik migrasi profesi ini sangat klasik: isi dapur. 

Hasil tangkap ikan kian tidak menentu, ditambah biaya operasional melaut yang membengkak, membuat pendapatan nelayan seringkali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan belanja harian. 

Melaut kini jadi perjudian nasib; terkadang membawa pulang ikan, lebih sering membawa pulang lelah dan hutang solar.

Dalam kondisi ini, Warung Madura muncul sebagai "sekoci" penyelamat. 

Bisnis ritel ini menawarkan stabilitas yang tidak dimiliki laut.

Siasat Modal dan Kerja Sama Pasutri

Transisi ini terbagi dalam dua kasta ekonomi yang menarik untuk dicermati:

• Pemilik Modal: Mereka yang memiliki tabungan biasanya memilih untuk membuka gerai sendiri. Mereka jadi bos bagi nasibnya sendiri di tanah perantauan atau di desa tetangga.

• Penjaga Toko: Bagi warga yang modalnya terbatas, menjadi penjaga toko adalah pilihan realistis. Meski berstatus pekerja, pendapatan tetap bulanan jauh lebih menjanjikan dibanding menunggu musim ikan yang kian tak pasti.

Satu hal yang jadi ciri khas sekaligus kekuatan dari bisnis ini adalah manajemen keluarga. 

Warung Madura dikenal buka 24 jam, dan warga Pasongsongan mengadopsi sistem pembagian tugas yang efisien antara suami dan istri. 

Siang hari jadi jatah sang istri untuk melayani pembeli, sementara sang suami beristirahat setelah terjaga semalaman menjaga warung. Estafet ini memastikan roda ekonomi terus berputar tanpa henti.

Bagi masyarakat Pasongsongan, beralih ke bisnis warung adalah bentuk adaptasi yang cerdas. 

Mereka tidak menyerah pada kemiskinan, melainkan mencari jalan keluar yang lebih stabil. 

Warung Madura bukan sekadar tempat transaksi, melainkan simbol ketangguhan mental orang Madura: siap bekerja keras, siap berjaga sepanjang waktu, demi memastikan asap dapur tetap mengepul.

Kesimpulan

Fenomena beralihnya nelayan Pasongsongan jadi pengusaha atau penjaga Warung Madura adalah potret nyata kegagalan sektor maritim dalam memberikan kesejahteraan yang layak. 

Tapi di sisi lain, ini adalah bukti bahwa warga Pasongsongan adalah petarung ekonomi ulung. 

Jika laut tak lagi ramah, maka etalase toko jadi medan tempur baru mereka. [Kaiy]

Selasa, 14 April 2026

Pertemuan KKKS Pasongsongan Mantapkan Persiapan TKA dan Safari Pendidikan

Sinergi KKKS Pasongsongan: Perkuat Mutu Pendidikan & Persiapan TKA 2026


PASONGSONGAN – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Pasongsongan menggelar pertemuan rutin di SDI Al Gufron, Selasa (14/4/2026). 

Pertemuan yang dihadiri pengawas bina dan seluruh kepala sekolah SD negeri/swasta ini bertujuan memperkuat sinergi manajemen pendidikan kecamatan.

Poin Utama Pertemuan:

Penguatan Manajerial: Pengawas Bina, Abu Supyan, M.Pd., mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang solid. “Kepala sekolah harus tangguh dan menjaga keharmonisan dengan guru demi kemajuan kualitas pendidikan,” tegasnya.

Safari Dinas Pendidikan: Ketua KKKS, H. Akhmad Busri, M.Pd., menginformasikan rencana safari Dinas Pendidikan Sumenep ke tiap kecamatan untuk menyerap aspirasi guru dan tenaga kependidikan secara langsung.

Agenda Ujian (TKA): Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kelas VI dijadwalkan pada 20–30 April 2026. Untuk menjaga integritas, sistem pengawasan akan menggunakan silang penuh antar sekolah.

Hari Pendidikan Nasional: Forum juga mematangkan persiapan kegiatan ISCO pada 18 April 2026 dalam rangka menyambut Hardiknas.

Kegiatan ini diharapkan mempererat koordinasi antar kepala sekolah agar kualitas pendidikan dan objektivitas ujian di Kecamatan Pasongsongan tetap terjaga. [Kaiy]

Senin, 13 April 2026

Tingkatkan Kedisiplinan, SDN Padangdangan 2 Gelar Upacara Bendera Rutin

Amanat Sejuk SDN Padangdangan 2: Kunci Sekolah Bersih & Nyaman!


PASONGSONGAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, kembali melaksanakan rutinitas upacara bendera. Senin pagi (13/4/2026). 

Kegiatan yang berlangsung khidmat di halaman sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa, jajaran guru, dan staf sekolah.

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Siti Endang Junnur Aida, S.Pd., yang merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah tersebut. 

Dalam amanatnya, Siti Endang memberikan pesan-pesan edukatif yang menyentuh aspek moral dan kepedulian lingkungan.

Menekankan Kebersihan sebagai Bagian dari Iman

Fokus utama yang disampaikan oleh Siti Endang dalam amanatnya adalah mengenai pentingnya menjaga kebersihan. 

Dia mengingatkan bahwa kebersihan bukan sekadar tugas penjaga sekolah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah.

"Lingkungan yang bersih adalah cermin dari hati yang bersih. Kebersihan sekolah harus kita jaga dengan sungguh-sungguh agar proses belajar—mengajar jadi nyaman dan penuh berkah," ujar Siti Endang di hadapan para peserta upacara.

Poin Penting Amanat Pembina Upacara:

• Kesadaran Diri: Membiasakan siswa untuk membuang sampah pada tempatnya tanpa harus menunggu perintah.

• Kebersihan Area Sekolah: Menjaga kebersihan di lingkungan sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan siswa di lingkungan sekolah.

• Kesehatan Lingkungan: Lingkungan yang bersih dapat mencegah timbulnya penyakit dan menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.

Kegiatan upacara ini diakhiri dengan doa bersama dan pengecekan kerapian atribut siswa. 

Pihak sekolah berharap melalui amanat yang disampaikan secara rutin, para siswa SDN Padangdangan 2 tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga memiliki karakter yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. [Kaiy]

Tingkatkan Kedisiplinan dan Kebersihan, SDN Padangdangan 1 Gelar Upacara Rutin Sekaligus Seleksi Kid’s Atletik

Disiplin & Prestasi: Upacara Senin di SDN Padangdangan 1 & Seleksi Kid’s Atletik


PASONGSONGAN – SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali melaksanakan kegiatan upacara bendera rutin. Senin pagi (13/4/2026). 

Kegiatan yang berlangsung khidmat di halaman sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf kependidikan.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Risqon Muttaqin, S.Pd., memberikan arahan penting dalam amanatnya yang menyasar pada pembentukan karakter dan prestasi siswa.

Fokus pada Kebersihan dan Kedisiplinan

Dalam amanatnya, Risqon menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. 

Ia mengimbau seluruh warga sekolah untuk memiliki kesadaran tinggi, baik di dalam maupun di luar ruang kelas.

"Lingkungan yang bersih adalah kunci kenyamanan dalam belajar. Saya harap anak-anak sekalian bisa menjaga ruang kelas dan halaman kita tetap asri," ujar Risqon.

Selain kebersihan, aspek kedisiplinan jadi poin utama yang disorot. 

Risqon meminta siswa untuk meningkatkan kedisiplinan dalam berbagai lini kegiatan sekolah, di antaranya:

• Ketepatan waktu dan fokus saat jam pelajaran di kelas.

• Keaktifan dan keseriusan dalam kegiatan ekstrakurikuler.

• Khidmat saat pelaksanaan upacara bendera.

• Kekompakan saat senam bersama serta kekhusyukan saat pembacaan Yasin bersama.


Persiapan Ajang Kid’s Atletik

Tidak hanya soal karakter, SDN Padangdangan 1 juga mulai memanaskan mesin di bidang olahraga. 

Pada kesempatan tersebut, diumumkan adanya seleksi kembali untuk lomba Kid’s Atletik guna mencari bibit unggul yang akan mewakili sekolah di tingkat selanjutnya.

Proses seleksi dilakukan secara ketat bagi siswa-siswi mulai dari kelas 1 hingga kelas 4. 

Agenda ini bertujuan untuk memastikan perwakilan yang dikirimkan adalah atlet-atlet cilik terbaik yang mampu membawa nama harum sekolah.

Alhamdulillah, rangkaian kegiatan seleksi telah berjalan dengan lancar. 

Saat ini, tim dari kelas 3 dan kelas 4 telah terpilih dan siap untuk masuk ke tahap pembinaan lebih lanjut.

Dengan adanya rutinitas upacara dan seleksi prestasi ini, SDN Padangdangan 1 terus berkomitmen guna mencetak generasi yang tidak hanya disiplin secara mental, tapi juga tangguh secara fisik. [Kaiy]

Minggu, 12 April 2026

MWC NU Pasongsongan Gelar Konferensi, Ketua PCNU Sumenep Tekankan Program Berbasis Kebutuhan Umat

Pesan Penting Ketua PCNU Sumenep di Konferensi MWC NU Pasongsongan


PASONGSONGAN – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pasongsongan sukses menggelar Konferensi MWC NU. Ahad (12/4/2026).

Bertempat di Pondok Pesantren Al Furqon, Desa Panaongan, kegiatan ini jadi momentum krusial untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus merumuskan arah gerak organisasi di tingkat kecamatan untuk masa khidmat mendatang.

Acara ini dihadiri langsung Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep periode 2025–2030, KH Md Widadi Rahim, didampingi Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo. 

Kehadiran para pengurus Ranting NU se-Kecamatan Pasongsongan, badan otonom, dan lembaga NU turut menambah kekhidmatan forum tertinggi di tingkat kecamatan tersebut.

Meneguhkan Khidmat Melalui "Menguatkan Akar, Mengukuhkan Barisan"

Dalam sambutannya yang penuh substansi, KH Md Widadi Rahim menyoroti urgensi tata kelola organisasi yang adaptif tapi tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi. 

Ia menegaskan bahwa penguatan struktur di tingkat MWC hingga Ranting harus selaras dengan napas perjuangan NU saat ini, yaitu "Menguatkan Akar, Mengukuhkan Barisan."

Kiai Widadi memberikan penekanan khusus bahwa NU tidak boleh terjebak dalam birokrasi yang kaku. 

Menurutnya, keberhasilan organisasi diukur dari sejauh mana program kerja mampu menjawab kegelisahan warga di tingkat bawah.

“NU harus terus bergerak dari bawah. Kita harus memastikan bahwa setiap program yang lahir bukan sekadar instruksi dari atas. Dengan begitu, manfaat kehadiran NU bisa dirasakan langsung secara nyata oleh masyarakat,” tegas Kiai Widadi di hadapan para delegasi.

Menghadapi Tantangan Digital dan Penjaga Arus Informasi

Selain persoalan manajerial, Ketua PCNU Sumenep juga memberikan perhatian serius pada dinamika era digitalisasi yang kian kompleks. 

Ia mengingatkan bahwa di tengah banjir informasi, pengurus NU memiliki tanggung jawab moral untuk jadi kompas bagi masyarakat.

“Di era digital ini, arus informasi sangat deras dan seringkali membingungkan. Kita harus memastikan umat tetap berada pada koridor Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat, toleran, dan membawa kemaslahatan bagi sesama,” imbuhnya.

Sinergi Menuju Pasongsongan yang Harmonis

Senada dengan visi PCNU, Camat Pasongsongan Fariz Aulia Utomo dalam sambutannya turut mengapresiasi peran NU selama ini.

“Sinergi yang sudah dibangun selama ini adalah modal utama kita. Kami berharap NU terus jadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan Pasongsongan yang aman, harmonis, dan progresif,” ujar Fariz.

Konferensi MWC NU Pasongsongan ini diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang mampu mengejawantahkan pesan Ketua PCNU Sumenep, yakni menciptakan organisasi yang tidak hanya kuat secara administratif, tapi juga hadir sebagai solusi bagi persoalan umat. [Kaiy]

Teladan Birokrat: Moh. Ramli Terlihat Bersihkan Rumput Sendirian di Pasongsongan

Aksi Nyata Kadisperindag Sumenep: Bersihkan Jalan Pasongsongan Seorang Diri!


PASONGSONGAN – Pemandangan tidak biasa terlihat di sepanjang jalan menuju Lapangan Sawunggaling, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, pada Sabtu pagi (11/4/2026). 

Di tengah suasana pagi yang tenang, tampak seorang pria paruh baya sedang sibuk mengayunkan parang, membersihkan rumput liar yang mulai menutupi bahu jalan.

Pria tersebut ternyata bukan petugas kebersihan setempat, melainkan Drs. Moh Ramli, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Kabupaten Sumenep.

Tanpa pengawalan maupun instruksi formal, birokrat senior ini tertangkap kamera warga sedang bekerja bakti seorang diri. 

Dengan modal sebilah parang, ia tampak telaten membabat rumput yang dinilai mengganggu keasrian lingkungan menuju lapangan kebanggaan warga Pasongsongan tersebut.

Aksi Spontan Tanpa Sungkan

Aksi spontan ini pun menuai simpati. Meski menyandang jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Ramli tampak tidak canggung atau merasa sungkan melakukan pekerjaan fisik di area publik. 

Baginya, menjaga kebersihan lingkungan tampaknya merupakan tanggung jawab moral yang tidak mengenal kasta jabatan.

"Beliau terlihat sangat santai, seolah hal itu sudah menjadi kebiasaan. Padahal kita tahu beliau adalah pejabat teras di Sumenep," ujar Sundari, S.Pd salah seorang guru yang lewat di lokasi itu hendak mengajar.

Sosok Birokrat Senior

Moh Ramli bukanlah nama baru di jajaran birokrasi Sumenep. Pria kelahiran Pamekasan, 3 Mei 1968 ini, dikenal sebagai sosok kaya pengalaman dan memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan.

Keterikatan emosional Ramli dengan wilayah Pasongsongan pun terbilang kuat. 

Diketahui, ia mempersunting istri tercintanya berasal dari desa setempat, sehingga Pasongsongan sudah dianggapnya sebagai rumah kedua. 

Kesadaran untuk menjaga keasrian lingkungan ini jadi bukti nyata kepeduliannya terhadap wilayah yang telah jadi bagian dari sejarah hidupnya tersebut.

Aksi yang ditunjukkan Moh Ramli pada Sabtu pagi itu seolah memberikan pesan tersirat bagi para ASN dan masyarakat luas: Bahwa pengabdian tidak selamanya harus di balik meja, tapi bisa dimulai dari hal kecil seperti menjaga kebersihan di depan mata. [Kaiy]

Sabtu, 11 April 2026

KPK Periksa Haji Her: Kriminalisasi atau Persaingan Bisnis Tembakau?

Membaca Pola di Balik Pemanggilan Haji Her: Upaya "Menjinakkan" Kedigdayaan Madura?


Pemanggilan pengusaha tembakau asal Madura, Khairul Umam alias Haji Her, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pusaran kasus korupsi cukai rokok di Direktorat Bea Cukai mengundang tanda tanya besar. 

Di balik penegakan hukum yang tampak normatif, publik menangkap aroma persaingan bisnis yang tidak sehat dan upaya sistematis untuk memberangus potensi pengusaha pribumi yang tengah naik daun.

Melawan Hegemoni Harga

Selama berpuluh-puluh tahun, industri tembakau di Madura didominasi oleh pabrikan rokok raksasa yang gudangnya berdiri di Madura. 

Sudah bukan rahasia lagi jika raksasa-raksasa ini kerap dituding "memainkan" harga tembakau sesuka hati, membuat petani lokal berada dalam posisi tawar yang rendah.

Tapi, peta kekuatan itu berubah. Haji Her muncul sebagai simbol perlawanan ekonomi. 

Dengan keberanian membeli tembakau rajang petani dengan harga yang sangat kompetitif—bahkan jauh di atas harga pasar pabrikan besar—ia berhasil memutus rantai ketergantungan petani. 

Per kilogram Haji Her dan pengusaha lokal membeli tembakau petani di atas Rp 50.000. 

Sedangkan pabrikan rokok raksasa membeli tembakau petani Madura per kilonya tdak lebih Rp 50.000

Dampaknya luar biasa: kesejahteraan petani terangkat, dan dominasi pabrikan besar pun goyah. 

Operasi "Pinjam Tangan" Kekuasaan?

Fenomena ini memicu kecurigaan bahwa ada pihak yang merasa gerah. 

Ketika persaingan pasar tidak lagi bisa dimenangkan dengan cara-cara sehat, jalur hukum seringkali jadi senjata pamungkas.

Meski sulit dibuktikan secara hitam di atas putih, sulit untuk tidak melihat adanya kemiripan pola antara kasus Haji Her dengan polemik Warung Madura yang buka 24 jam. 

Beberapa waktu lalu, eksistensi warung-warung kecil nan tangguh ini dipersoalkan dengan dalih aturan jam operasional.

Sinyalemennya jelas: para pemilik minimarket dan supermarket modern merasa terancam, lalu diduga "meminjam tangan" pemerintah melalui regulasi untuk menekan pengusaha kecil.

Dalam konteks Haji Her, mungkinkah ini adalah upaya serupa? 

Mengingat posisi tawar pengusaha lokal Madura kini sudah setara, bahkan melampaui pabrikan raksasa di tanah sendiri, tuduhan korupsi cukai bisa menjadi celah untuk mematikan langkah mereka.

Keadilan atau Penjinakan?

Kita tentu mendukung penuh langkah KPK dalam memberantas korupsi. 

Tapi hukum tidak boleh jadi alat bagi korporasi besar untuk melakukan predatory behavior terhadap pengusaha pribumi yang mandiri.

Jangan sampai penegakan hukum justru digunakan sebagai instrumen untuk "menjinakkan" mereka yang berani melawan arus hegemoni harga yang sudah mapan.

Jika pengusaha lokal yang menguntungkan petani justru terus-menerus "dibidik", lantas kepada siapa lagi petani kecil harus menggantungkan harapannya?

Masyarakat Madura, dan Indonesia pada umumnya, perlu mengawal kasus ini. 

Bukan untuk menghalangi keadilan, melainkan untuk memastikan bahwa martabat ekonomi pribumi tidak digadaikan demi kepentingan segelintir raksasa yang enggan bersaing secara ksatria. [Kaiy]

Jumat, 10 April 2026

Membaca "Keganjilan" di Balik Pemeriksaan KPK: Antara Penegakan Hukum dan Ancaman Ekonomi Rakyat Madura

Haji Her Dipanggil KPK: Kriminalisasi Pejuang Petani atau Murni Hukum?


Penegakan hukum sejatinya adalah instrumen untuk menciptakan keadilan. 

Tapi, ketika langkah hukum mulai menyentuh simpul-simpul ekonomi kerakyatan yang sedang bertumbuh, wajar jika muncul riak kecurigaan di tengah masyarakat. 

Pemanggilan sejumlah pengusaha tembakau asal Madura, termasuk Khairul Umam alias Haji Her, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Ditjen Bea Cukai, kini jadi sorotan tajam.

Pembelaan Moral untuk Sang Penopang Petani

Bagi masyarakat luar, Haji Her mungkin hanyalah satu dari sekian saksi dalam sebuah kasus hukum. 

Tapi bagi masyarakat Madura, sosok seperti dia dan pengusaha tembakau lokal lainnya adalah "katup penyelamat" ekonomi. 

Keberanian mereka membeli hasil panen tembakau dengan harga tinggi telah secara nyata mengangkat derajat hidup para petani yang selama ini kerap terhimpit permainan harga pasar.

Kesejahteraan yang dirasakan petani tembakau saat ini bukanlah hadiah dari kebijakan pemerintah, melainkan hasil dari ekosistem usaha yang dibangun putra daerah. 

Maka, ketika para tokoh ini dipanggil oleh lembaga antirasuah, emosi kolektif masyarakat Madura terusik. 

Ada semacam pembelaan moral yang muncul secara natural: mengapa mereka yang berjasa menyejahterakan rakyat justru seolah "dibidik"?

Pola yang Mengusik Rasa Keadilan

Sentimen ini tidak muncul di ruang hampa. Masyarakat Madura mulai menghubungkan titik-titik kejadian yang dianggap sebagai upaya sistematis untuk memojokkan potensi ekonomi mereka.

• Polemik Warung Madura: Belum lama ini, publik dihebohkan dengan upaya pembatasan operasional Warung Madura yang dilarang buka 24 jam. Sebuah usaha mikro yang menjadi simbol kemandirian ekonomi warga Madura di perantauan.

• Pemeriksaan Pengusaha Tembakau: Kini, giliran sektor hulu—para pengusaha tembakau lokal—yang berurusan dengan instrumen penegak hukum.

Dua kejadian ini membangun narasi di akar rumput bahwa ada kekuatan yang merasa terganggu dengan geliat ekonomi mandiri masyarakat Madura. 

Pertanyaan retoris pun muncul: Mungkinkah ini adalah bentuk intervensi "Gajah" atau kelompok kepentingan besar yang merasa pangsa pasarnya mulai tersaingi oleh para pemain lokal yang kian solid?

Penegakan Hukum Jangan Sampai "Tebang Pilih"

Kita tentu sepakat bahwa korupsi harus diberantas hingga ke akarnya. 

Tapi, KPK juga harus sadar bahwa setiap langkahnya dipantau oleh publik. 

Jika pemeriksaan ini hanya menyasar pemain-pemain lokal yang sedang tumbuh dan berpihak pada rakyat, sementara aktor-aktor besar di industri yang sama tampak tak tersentuh, maka wajah penegakan hukum kita sedang dalam masalah serius.

Masyarakat Madura kini berada dalam posisi menunggu. 

Mereka menghormati proses hukum, tapi mereka tidak akan tinggal diam jika hukum dijadikan alat untuk mengebiri kesejahteraan petani atau menghambat kemajuan pengusaha daerah demi kepentingan segelintir elite ekonomi.

Penutup

Pemerintah dan KPK harus memberikan transparansi yang sejelas-jelasnya. 

Jangan sampai langkah hukum ini justru mencederai rasa keadilan dan mematikan mata pencaharian ribuan petani yang menggantungkan nasibnya pada keberlangsungan usaha para tokoh lokal tersebut. 

Madura tidak hanya bicara soal tembakau, tapi soal harga diri ekonomi yang sedang mereka perjuangkan. ]Kaiy]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...