Rabu, 21 Januari 2026

Kolaborasi SDN Panaongan 3 dan SDN Soddara 2, Sinergi Guru Pasongsongan di Ruang GTK

Sdn panaonhan 3 kolaborasi dengan sdn soddara 2 mengiai data info gtk

SUMENEP — Semangat kolaborasi kembali ditunjukkan dunia pendidikan Kecamatan Pasongsongan. Rabu (21/1/2026). 

SDN Panaongan 3 berkolaborasi dengan SDN Soddara 2 dalam kegiatan pengerjaan E-Kinerja Guru pada aplikasi Ruang GTK yang digelar di SDN Panaongan 3. 

Kegiatan ini diikuti delapan guru SDN Panaongan 3 serta Kepala SDN Soddara 2 bersama enam guru.

Kepala SDN Soddara 2, Bambang Sutrisno, S.Pd, mengatakan kolaborasi tersebut bukan kali pertama dilakukan. 

”Kami  mengakui banyak program di sekolahnya terinspirasi dari SDN Panaongan 3. Kami menilai peran Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 sekaligus Sekretaris KKKS Pasongsongan, sangat besar dalam mendorong lahirnya inovasi antar sekolah," ucap Bambang Sutrisno. 

Sementara itu, Agus Sugianto menegaskan pentingnya memberi manfaat bagi sesama. 

"Kegiatan ini jadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang bagi sekolah pinggiran untuk terus berinovasi, karena pendidikan akan tumbuh lebih kuat melalui kebersamaan dan kolaborasi," ungkap Agus Sugianto. [k4y]

Bangun Karakter Religius, SDN Padangdangan 1 Galakkan Sholat Dhuhur Berjamaah hingga Jumat Berkah

Sholat berjamaah di sdn padangdangan 1 kecamatan Pasongsongan Sumenwp

SUMENEP – SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, terus berkomitmen memperkuat pondasi moral siswa lewat program keagamaan. 

Salah satu langkah nyata itu dengan menggalakkan sholat dhuhur berjamaah antara guru dan peserta didik di sekolah.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan bagian integral dari Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk membangun spiritualitas sejak dini. 

Hal ini selaras dengan nilai filosofis bahwa sholat bisa menangkal diri dari perbuatan keji (fahsya) dan mungkar.

Sundari, S.Pd., guru PAI yang berstatus PPPK Paruh Waktu di SDN Padangdangan 1, mengungkapkan bahwa pembentukan karakter harus dilakukan secara konsisten dan menyeluruh.

"Lewat sholat berjamaah, kita menanamkan kedisiplinan dan ketakwaan. Kami ingin siswa memiliki proteksi spiritual guna membentengi mereka dari perilaku negatif," ucap Sundari.

Selain sholat berjamaah, SDN Padangdangan 1 juga menerapkan kebiasaan positif setiap pagi. Sebelum memasuki ruang kelas, para siswa melakukan pembacaan Surah Yasin. 

Kegiatan ini bertujuan guna menenangkan pikiran siswa sebelum mulai belajar sekaligus memperlancar bacaan Al-Qur'an mereka.

Tidak berhenti di situ, setiap hari Jumat, sekolah ini menggelar program "Jumat Berkah". 

"Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki kepekaan sosial. Program Jumat Berkah adalah wadah bagi siswa untuk belajar bahwa berbagi itu indah," tambah Sundari. [k4y]

Pesan Sundari S.Pd di SDN Padangdangan 1: Bangun Pondasi Moral Siswa Sejak Dini

Upacara di sdn padangdangan 1 pasongsongan kabupaten Sumenep

SUMENEP – Pendidikan karakter bagi generasi muda kini jadi perhatian serius, terutama di lingkungan sekolah dasar. 

Hal ini ditegaskan Sundari, S.Pd., saat memberikan amanat dalam upacara bendera di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan. Senin (19/1/2026). 

​Guru PPPK Paruh Waktu yang baru ini menekankan, bahwa penguatan karakter melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan yang sangat penting dan mendesak. 

Menurutnya, pondasi moral siswa harus dibangun sejak dini agar mereka siap menghadapi tantangan zaman.

​"Pendidikan karakter di sekolah dasar adalah kunci. Melalui integrasi dalam pelajaran Agama Islam, kita membentuk etika dan perilaku siswa secara langsung," ujar Sundari di hadapan peserta upacara. [k4y]

Selasa, 20 Januari 2026

Siswa SDN Padangdangan 1 Pasongsongan Khidmat Ikuti Upacara Bendera, Pembina: Menghormati Guru Adalah Harga Mati

Sundari bertindak sebagai pembina upacara di sdn padambdangan 1 pasongsongan sumenep
Sundari, S.Pd sebagai pembina upacara.
 
SUMENEP – Suasana khidmat menyelimuti halaman SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, pada Senin pagi. 

Seluruh siswa dan dewan guru melaksanakan upacara bendera rutin guna menanamkan kedisiplinan dan rasa nasionalisme sejak dini.

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Sundari, S.Pd. 

Dalam amanatnya, sosok pendidik yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Annuqayah ini menekankan pentingnya adab dan etika siswa terhadap pengajar. Senin (19/1/2026). 

Sundari menegaskan bahwa menghormati guru adalah hal mutlak yang tidak bisa ditawar bagi setiap murid. 

Ia mengibaratkan guru sebagai orang tua kandung selama siswa berada di lingkungan sekolah.

"Menghormati guru tidak ada nilai tawar, karena guru adalah orang tua kalian di sekolah. Para guru mencurahkan semua ilmunya dengan ikhlas agar kalian semua jadi manusia seutuhnya," ujar Sundari di hadapan barisan peserta upacara.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup. 

'Tujuan utama pendidikan adalah membentuk manusia yang baik, dimana indikator utamanya adalah memiliki moral luhur," tegas wanita berstatus guru PPPK Paruh Waktu tersebut. 

Keikhlasan guru dalam mendidik diharapkan bisa disambut dengan sikap takzim dari para siswa, sehingga ilmu yang diberikan jadi berkah bagi masa depan mereka. [k4y]

Tekankan Arti Kebersihan, Yeni Alfi Laeliy, S.Pd Jadi Pembina Upacara di SDN Padangdangan 2

Upacara bendera hari senin di sdn padangdangan 2
Upacara bendera SDN Padangdangan 2.

SUMENEP – Yeni Alfi Laeliy, S.Pd bertindak sebagai pembina upacara bendera hari Senin di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan. 

Upacara diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, dan tenaga kependidikan dengan tertib. 

Dalam amanat singkatnya, Yeni Alfi Laeliy, S.Pd menekankan pentingnya menjaga kebersihan, baik kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan sekolah. 

“Kebersihan diri dan sekolah harus dimulai dari diri kita. Jika lingkungan sekolah bersih, maka belajar pun akan terasa lebih nyaman,” ujar Yeni Alfi Laeliy di hadapan peserta upacara. Selasa (19/1/2026). 

Ia juga mengajak seluruh siswa untuk membiasakan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kerapian pakaian, kebersihan kelas, serta membuang sampah pada tempatnya.

“Sekolah yang bersih adalah cerminan warganya. Mari kita jaga bersama agar SDN Padangdangan 2 tetap jadi sekolah sehat dan nyaman,” pungkasnya. [k4y]

Minggu, 18 Januari 2026

Pesan Menyentuh Pembina Upacara SDN Padangdangan 1: Hormat pada Guru Adalah Kunci Sukses

Upacara bwndera di sdn padangdangan 1 pasongsongan sumenep

SUMENEP – Suasana khidmat menyelimuti halaman SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, dalam pelaksanaan upacara bendera rutin pada Senin pagi. Cuaca cerah dan mendukung tanpa rintik hujan membuat seluruh rangkaian prosesi berjalan lancar dan tertib. Senin (19/1/2026).

Ada yang berbeda pada pelaksanaan upacara kali ini. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Sundari, S.Pd., sosok guru baru di lingkungan SDN Padangdangan 1.

Kehadirannya sebagai pembina jadi momen spesial karena ini adalah kali pertama bagi wanita dengan dua anak tersebut mengemban amanah sebagai pembina upacara sejak bergabung sebagai guru PPPK Paruh Waktu di sekolah tersebut.

Dalam amanatnya di hadapan ratusan siswa dan jajaran guru, Sundari memberikan penekanan khusus mengenai pendidikan karakter, terutama terkait sopan santun kepada guru.

Menurutnya, kecerdasan akademik semata tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan etika yang baik.

Ia meyakini bahwa keberkahan ilmu dan kesuksesan hidup sangat bergantung pada cara seorang murid memperlakukan gurunya.

"Kunci sukses seseorang hidup di dunia ini adalah senantiasa menaruh rasa hormat dan menjaga sopan santun terhadap guru. Guru adalah orang tua kalian di sekolah, maka muliakanlah mereka sebagaimana kalian memuliakan orang tua di rumah," ujar Sundari dengan tegas namun lembut.

Kehadiran figur baru seperti Sundari diharapkan mampu memberikan warna dan semangat baru bagi para siswa di SDN Padangdangan 1 untuk terus meningkatkan kedisiplinan serta memperbaiki akhlak sehari-hari. [k4y]


Cahaya Adab di Bawah Langit SDN Padangdangan 1 Pasongsongan

Menjaga etika peserta didik sdn padangdangan 1 pasongsongan Sumenep

Pagi itu, langit di atas SDN Padangdangan 1 membentang goresan mendung, seolah alam semesta turut berkonspirasi memberi ruang bagi khidmatnya sebuah prosesi. Senin (19/1/2026).

Di bawah naungan cuaca teduh, derap langkah para siswa menyatu dengan hening yang sakral, menciptakan harmoni indah saat sang merah putih perlahan mendaki angkasa.

Keheningan itu jadi saksi bisu bagi kelancaran sebuah upacara yang tidak hanya sekadar ritual, melainkan sebuah simfoni kedisiplinan yang menyatu dengan restu alam nan cerah.

Di halaman sekolah, berdirilah Sundari, S.Pd., seorang ibu dari dua buah hati yang kini menapaki babak baru dalam pengabdiannya.

Sebagai guru PPPK Paruh Waktu yang baru saja menabuh jejak di sekolah ini, momen tersebut jadi kali pertama baginya berdiri tegak sebagai pembina upacara.

Meski merupakan pengalaman perdana, aura ketenangan terpancar dari sosoknya, membawa semangat baru di lingkungan SDN Padangdangan 1, layaknya embun pagi yang membasahi rimbunnya dedaunan ilmu.

Dalam barisan kalimat yang meluncur lembut namun berwibawa, Sundari menitipkan mutiara hikmah tentang pentingnya adab dan sopan santun kepada sang pelita bangsa.

Ia menekankan bahwa kesuksesan yang hakiki bukanlah sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud rasa hormat nan tulus kepada para guru.

Baginya, penghormatan kepada guru adalah kunci pembuka pintu-pintu keberkahan di dunia, sebuah jembatan emas yang akan membawa setiap murid menuju dermaga masa depan cemerlang dan penuh kemuliaan. [k4y]

Dedikasi 21 Tahun Berbuah Manis, Sundari Resmi Bertugas di SDN Padangdangan 1

Guru pppk paruh waktu sdn padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan sumenep

SUMENEP – Raut wajah bahagia terpancar dari Sundari, S.Pd., sosok pendidik yang kini memulai babak baru dalam perjalanan kariernya. Senin (19/1/2026).

Setelah lebih dari dua dekade mengabdi, wanita yang dikenal gigih ini resmi berpindah tugas ke unit kerja baru di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan.

Perpindahan ini jadi momen membanggakan bagi Sundari. Pasalnya, sebelum menempati posisi barunya, ibu dari dua anak ini telah menghabiskan waktu selama 21 tahun mengabdi sebagai guru kelas di SDN Padangdangan 2.

Masa pengabdian yang panjang tersebut jadi bukti nyata kesetiaan dan dedikasinya dalam mencerdaskan anak bangsa.

Linieritas Ijazah

Berbeda dengan tugas sebelumnya sebagai guru kelas, di SDN Padangdangan 1 Sundari kini memegang amanah sebagai Guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Penempatan ini didasarkan pada latar belakang pendidikannya sebagai Sarjana Pendidikan Agama Islam (S-1).

Langkah ini diambil untuk memastikan linieritas kompetensi pengajaran, sehingga ilmu agama yang dimilikinya bisa disalurkan secara maksimal.

Penantian Panjang

Keberuntungan dan nasib baik akhirnya berpihak kepada Sundari. Perjuangan panjangnya selama puluhan tahun terbayar lunas setelah ia dinyatakan terakomodir dalam skema PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) Paruh Waktu.

Penempatan di SDN Padangdangan 1 ini merupakan bagian dari tindak lanjut status kepegawaiannya yang baru.

“Pencapaian ini bukan sekadar perubahan status kerja saya, melainkan sebuah kado bagi keluarga,” ujar Sundari sehabis jadi Pembina upacara bendera.

Dirinya berharap bisa memberikan warna baru dalam memperkuat pendidikan karakter siswa melalui pengajaran agama Islam yang ia ampuh. [k4y]

Perdana Jadi Pembina Upacara, Guru Baru SDN Padangdangan 1 Tekankan Bakti pada Guru

Upacara bendera di sdn padangdangan 2 pasongsongan sumenep

SUMENEP– Upacara bendera di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, berlangsung khidmat dan lancar. Cuaca cerah turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian prosesi tanpa hambatan hujan. Senin (19/1/2026).

Ada yang berbeda pada upacara kali ini. Sosok yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Sundari, S.Pd., seorang guru PPPK Paruh Waktu yang baru saja bergabung di lingkungan SDN Padangdangan 1.

Momen ini jadi pengalaman perdana bagi ibu dua anak tersebut berdiri sebagai pembina untuk memberikan amanat di hadapan seluruh siswa dan rekan sejawat.

Dalam amanatnya, Sundari memberikan penekanan khusus mengenai etika. Ia menegaskan,  bahwa kecerdasan akademik harus dibarengi dengan akhlak mulia.

"Kunci sukses seseorang, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat, adalah dengan senantiasa menjaga rasa hormat dan sikap sopan santun terhadap guru," ujar Sundari di hadapan peserta upacara.

Kehadiran Sundari sebagai tenaga pendidik baru diharapkan bisa memberikan warna dan semangat baru bagi SDN Padangdangan 1.

Melalui pesan yang disampaikannya, pihak sekolah berharap para siswa bisa meningkatkan rasa takzim mereka kepada para pendidik, sehingga tercipta lingkungan belajar yang harmonis dan penuh berkah. [k4y] 

Umar Dhany Kawesa: Kejujuran Hati dan Lengkingan Suara dari Kota Keris

artis jakarta berasal dari sumenep madura

Kota Sumenep tidak hanya dikenal sebagai "Kota Keris" yang kaya akan tradisi, tapi juga sebagai rahim bagi talenta-talenta seni yang luar biasa.

Salah satu nama yang tetap berpijar dalam ingatan dan industri musik pop-rock adalah Umar Dhany Kawesa.

Bagi mereka yang pernah bersinggungan langsung dengannya, Umar bukan sekadar penyanyi; ia adalah simbol integritas di tengah hiruk-pikuk dunia hiburan.

Jejak Nostalgia Jakarta

Mengenang Umar membawa ingatan saya kembali ke Jakarta pada tahun 2000. Kala itu, atmosfer musik Indonesia sedang berada di puncak kreativitasnya.

Di antara deretan musisi yang mencoba peruntungan di ibu kota, Umar muncul dengan karakter khas.

Banyak kenangan yang tercipta di sudut-sudut Jakarta bersamanya. Ada satu hal yang tidak pernah berubah dari sosok Umar: kejujurannya dalam bersikap.

Di industri yang terkadang penuh dengan kepura-puraan, Umar adalah sosok santun. Ia memperlakukan sesama rekan artis dengan rasa hormat dan ketulusan murni. Tidak ada jarak, tidak ada topeng.

Lembut di Kata, Tajam di Nada

Secara personal, Umar memiliki pembawaan yang tenang. Kalimat-kalimatnya saat berbincang santai cenderung datar dan lembut, mencerminkan kepribadian yang rendah hati dan tidak meledak-ledak.

Tapi begitu ia menapakkan kaki di atas panggung dan memegang mikrofon, sebuah transformasi luar biasa terjadi.

Umar yang pendiam berubah menjadi sosok yang sangat berwibawa. Lengkingan suaranya yang menakjubkan seolah mampu menembus batas-batas panggung, menghadirkan energi pop-rock dan menggetarkan siapa pun yang mendengar.

Kontras antara kepribadiannya yang santun dan suaranya yang kuat adalah magnet utama yang membuatnya dicintai penggemar.

Harapan buat Sang Legenda

Bagi saya dan mungkin banyak teman sejawat lainnya, Umar adalah teladan tentang bagaimana seorang seniman harus bersikap: jujur dalam berkarya dan tulus dalam berteman.

Keberhasilannya bertahan di industri musik hingga saat ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari konsistensi dan integritas yang ia tanam sejak dulu.

Sehat dan sukses selalu buat Umar Dhany Kawesa! Teruslah melengkingkan suara emasmu dan menginspirasi banyak orang dari jantung Kota Keris. [k4y]

 

CERPEN: Meratapi Sumpah yang Jadi Debu

CERPEN terbaik: Meratapi Sumpah yang Jadi Debu

Tiap kali mentari terbenam dan kegelapan mulai menyelimuti kamar, bayang-bayang Tona datang tanpa diundang, membawa luka enggan mengering.

Di keheningan malam, namanya bergema seperti bisikan menyayat hati, mengingatkanku bahwa kini ia bukan lagi pelabuhanku pulang.

Tidur jadi hal yang mustahil ketika kenyataan bahwa ia telah jadi milik orang lain, meninggalkan lubang hampa menyesakkan di tengah kesunyian.

Aku masih ingat betul, getaran suaranya saat kami mengucap janji suci untuk saling menjaga hingga raga tak lagi bernyawa.

Namun, semua kata manis itu kini hanya jadi puing-puing pengkhianatan yang berserakan di dasar jiwaku.

Ia melangkah pergi, merobek lembaran setia yang kami bangun dengan tetesan air mata dan harapan.

Lalu memilih untuk memberikan hatinya kepada orang lain seolah semua sumpah yang pernah terucap hanyalah angin lalu.

Kini, rasa kecewa menyeruak hebat di dada. Setiap kali aku membayangkan ia sedang tersenyum dalam pelukan yang berbeda.

Melihatnya bahagia di atas kehancuran janji kami adalah siksaan batin tak berujung.

Membuktikan bahwa kesetiaan yang kujaga telah terbalas dengan belati luka. Aku terperangkap dalam jeruji kenangan.

Meratapi cinta yang dikhianati. Sementara ia dengan tenang melanjutkan hidup di sisi pria yang kini berhak memanggilnya "milikku". [k4y]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...