Cahaya Adab di Bawah Langit SDN Padangdangan 1 Pasongsongan

Menjaga etika peserta didik sdn padangdangan 1 pasongsongan Sumenep

Pagi itu, langit di atas SDN Padangdangan 1 membentang goresan mendung, seolah alam semesta turut berkonspirasi memberi ruang bagi khidmatnya sebuah prosesi. Senin (19/1/2026).

Di bawah naungan cuaca teduh, derap langkah para siswa menyatu dengan hening yang sakral, menciptakan harmoni indah saat sang merah putih perlahan mendaki angkasa.

Keheningan itu jadi saksi bisu bagi kelancaran sebuah upacara yang tidak hanya sekadar ritual, melainkan sebuah simfoni kedisiplinan yang menyatu dengan restu alam nan cerah.

Di halaman sekolah, berdirilah Sundari, S.Pd., seorang ibu dari dua buah hati yang kini menapaki babak baru dalam pengabdiannya.

Sebagai guru PPPK Paruh Waktu yang baru saja menabuh jejak di sekolah ini, momen tersebut jadi kali pertama baginya berdiri tegak sebagai pembina upacara.

Meski merupakan pengalaman perdana, aura ketenangan terpancar dari sosoknya, membawa semangat baru di lingkungan SDN Padangdangan 1, layaknya embun pagi yang membasahi rimbunnya dedaunan ilmu.

Dalam barisan kalimat yang meluncur lembut namun berwibawa, Sundari menitipkan mutiara hikmah tentang pentingnya adab dan sopan santun kepada sang pelita bangsa.

Ia menekankan bahwa kesuksesan yang hakiki bukanlah sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud rasa hormat nan tulus kepada para guru.

Baginya, penghormatan kepada guru adalah kunci pembuka pintu-pintu keberkahan di dunia, sebuah jembatan emas yang akan membawa setiap murid menuju dermaga masa depan cemerlang dan penuh kemuliaan. [k4y]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaji Rp300 Ribu di 2026: Potret Nasib Guru Honorer dan Nakes yang Terlupakan Negara

Terobosan Baru: Pusat Therapy Buta Warna Indonesia Beri Harapan Nyata Bagi Penderita Buta Warna

Ijazah Jokowi Tak Kunjung Ditunjukkan, Cinta Rakyat Berubah Jadi Kekecewaan