Sabtu, 06 Desember 2025

Pramuka SDN Ambunten Tengah 2 Kembali Raih Juara Umum di Pesta Siaga 2025

sdn ambunen tengah 2 kecamatan ambunten
Pramuka SDN Ambunten Tengah 2. [sh]

SUMENEP — Pramuka SDN Ambunten Tengah 2,Kecamatan Ambunten kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih predikat Juara Umum dalam ajang Pesta Siaga 2025. Keberhasilan ini semakin memperpanjang daftar catatan prestasi sekolah tersebut di berbagai kompetisi kepramukaan. Sabtu (6/12/2025).

Gelaran Pesta Siaga tahun ini diselenggarakan di kawasan Pantai Palongguwan, Ambunten, sebuah lokasi yang menghadirkan suasana baru dan tantangan tersendiri bagi para peserta.

Walau demikian, para peserta didik dari SDN Ambunten Tengah 2 ini mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka di seluruh rangkaian lomba yang dipertandingkan.

Pembina Pramuka SDN Ambunten Tengah 2, Akhmad Sarkawi, menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian anak didiknya.

pramuka sdn ambunten

“Saya sangat bangga dan bersyukur karena kerja keras anak-anak akhirnya membuahkan hasil. Menjadi Juara Umum bukan hal yang mudah, namun mereka mampu membuktikan bahwa latihan dan kedisiplinan tidak pernah mengkhianati hasil,” ujarnya.

Menurut Akhmad Sarkawi, persiapan yang matang, semangat kebersamaan, serta dukungan dari pihak sekolah dan orang tua jadi kunci keberhasilan dalam kompetisi tahun ini.

Ia berharap prestasi tersebut bisa jadi motivasi bagi para siswa untuk terus berkembang dan berprestasi di masa mendatang.

Dengan kemenangan ini, Pramuka SDN Ambunten Tengah 2 kembali menegaskan posisi mereka sebagai salah satu gugus depan yang konsisten mencatatkan prestasi di tingkat kecamatan maupun antar kabupaten di wilayah Madura. [sh]

Belajar di Sawah, Siswa Kelas 1 SDN Soddara 1 Antusias Praktik Menanam Padi

Sdn soddara 1 kecamatan pasongsongan
Siswa SDN Soddara 1. [sh]

SUMENEP — Memanfaatkan datangnya musim hujan dan dimulainya masa tanam padi oleh para petani, SDN Soddara 1 Kecamatan Pasongsongan melaksanakan kegiatan belajar di luar kelas bagi siswa kelas 1, Sabtu (6/12/2025). 

Kegiatan ini sekaligus jadi penyegaran bagi para siswa setelah sehari sebelumnya menyelesaikan asesmen semester ganjil.

Pembelajaran luar kelas tersebut dilakukan di area persawahan yang berlokasi tidak jauh dari lingkungan sekolah. 

Sariman, guru kelas 1, mengajak seluruh siswa untuk melihat secara langsung proses menanam padi. 

Sdn menanam padi

Sesampainya di sawah, para siswa diperkenalkan pada tahapan menanam padi oleh petani setempat, mulai dari cara memegang bibit hingga teknik menancapkannya ke tanah berlumpur.

Suasana jadi makin seru ketika siswa diberi kesempatan turun langsung ke sawah untuk mempraktikkan cara menanam padi. 

Dengan penuh antusias, anak-anak mencoba mengikuti arahan petani sambil menikmati pengalaman baru yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Kepala SDN Soddara 1, Sarkawi, S.Pd menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. 

Bercocok tanam

Menurutnya, pembelajaran berbasis lingkungan sangat penting untuk mengenalkan siswa pada pekerjaan masyarakat sekitar. 

“Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa memahami secara langsung bagaimana petani bekerja dan betapa pentingnya peran mereka dalam menyediakan makanan bagi kita semua,” ujarnya.

Lebih jauh Sarkawi, S.Pd mengungkapkan, bahwa kegiatan belajar menanam padi ini diharapkan bisa menumbuhkan rasa peduli, menghargai kerja keras petani, serta mengembangkan keberanian dan rasa ingin tahu siswa sejak dini. 

Dengan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna, sekolah berharap siswa makin memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mendukung profesi petani sebagai pahlawan pangan. [sh]

Jumat, 05 Desember 2025

Hari Terakhir ASAS Ganjil di SDN Padangdangan 2 Berjalan Lancar, Siswa Antusias Ikuti Ujian BTQ

Sdn padangdangan 2
Siswi SDN Padangdangan 2. [sh]

SUMENEP — Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Ganjil di SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan resmi berakhir hari ini. Sabtu (6/12/2025). 

Pada hari terakhir tersebut, para siswa mengikuti ujian mata pelajaran BTQ (Baca Tulis Quran) sebagai penutup rangkaian evaluasi pembelajaran selama satu semester.

Ibu Sundari, S.Pd, guru kelas II, mengungkapkan bahwa pelaksanaan ASAS hari terakhir berjalan lancar dan penuh semangat. 

Ia menyebutkan bahwa tingkat pemahaman siswa pada materi BTQ cukup menggembirakan. 

"Anak-anak ternyata banyak yang mengerti dan bisa menjawab semua pertanyaan. Ini disebabkan oleh kebanyakan dari para peserta didik kami mengaji ke langgar terdekat rumahnya. Ditambah lagi kalau sore mereka bersekolah diniyah,"* ungkap Sundari.

Menurutnya, kebiasaan belajar agama yang rutin dilakukan siswa di luar jam sekolah sangat membantu dalam memperkuat kemampuan membaca, menulis, dan memahami Al-Qur’an. 

Hal ini terlihat dari ketenangan dan kepercayaan diri mereka saat mengerjakan soal-soal ujian.

Dengan berakhirnya ASAS Ganjil ini, SDN Padangdangan 2 berharap hasil evaluasi bisa jadi acuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada semester berikutnya. 

Selain itu, keterlibatan orang tua dan lingkungan dalam mendukung pendidikan keagamaan siswa dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka. [sh]

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Kepala dusun pakotan
Akhmad Faruk saat di pelaminan. [sh]

SUMENEP — Kisah perjalanan cinta Akhmad Faruk, pemuda asal Dusun Pakotan, Desa/Kecamatan Pasongsongan, menyerupai alur sinetron yang penuh liku dan menguras air mata. 

Setelah melalui berbagai ujian, akhirnya ia kembali menemukan tambatan hati dan resmi menikah untuk kedua kalinya pada 2 Desember 2025.

Faruk pertama kali menikah dengan seorang gadis dari dusunnya sendiri. Namun, keharmonisan itu tidak bertahan lama. 

Perbedaan pandangan hidup membuat rumah tangga yang dibangun keduanya harus berakhir di tengah jalan. Setelah perceraian tersebut, Faruk menjalani hidup sebagai duda hampir selama satu tahun.

Tak lama kemudian, harapan baru muncul ketika ia bertemu seorang calon istri yang dinilai cocok untuk mengisi kekosongan hatinya. 

Segala persiapan menuju hari bahagia telah dilakukan, bahkan undangan pun sudah tersebar. 

Tapi tak disangka, jelang akad berlangsung sang calon memutuskan menolak menikah karena persoalan materi. Kejadian mendadak itu membuat Faruk dan keluarga besar terpukul.

Di tengah kekecewaan tersebut, takdir kembali mempertemukan Faruk dengan seorang gadis sederhana dari Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. 

Pertemuan itu terjadi dalam waktu yang terbilang singkat, namun keduanya sepakat untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. 

Dengan restu keluarga dan tanpa banyak drama, pernikahan pun terlaksana pada 2 Desember 2025.

Perjalanan cinta putra Kepala Dusun Pakotan ini menjadi sorotan warga sekitar. Banyak yang menilai kisah Faruk bak jalan cerita sinetron—penuh konflik, air mata, sekaligus kebahagiaan di akhir.

Kini, Faruk dan istri barunya memulai lembaran baru, berharap rumah tangga mereka diberkahi dan langgeng selamanya.[sh]

Ketika Tabungan Tak Lagi Bisa Diaktivasi: Sebuah Pengalaman Berharga dengan Simpedes BRI

Bri unit Pasongsongan

Pengalaman pahit terkadang datang dari hal yang tak pernah kita duga, termasuk urusan perbankan. Begitulah yang saya alami ketika tabungan berlabel Simpedes BRI milik saya tidak bisa diaktivasi kembali lantaran saldonya sudah nol. 

Meski rasa kecewa sempat menyelimuti, saya mencoba menerima kenyataan ini dengan lapang dada dan menjadikannya pelajaran berharga—bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga bagi nasabah lainnya.

Kejadian ini bermula pada Kamis, 4 Desember 2025, pukul 21.32 WIB, ketika saya menerima notifikasi melalui SMS dari BRI. 

Isi pesan tersebut membuat diri ini perlu melakukan pengecekan ulang atas status rekening. 

Keesokan harinya, tepatnya sekitar pukul 13.00 WIB setelah menunaikan shalat Jumat, saya memutuskan untuk menuju BRI Unit Pasongsongan guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Sesampainya di sana, saya menyampaikan maksud kedatangan kepada petugas keamanan (Satpam). 

Saya menjelaskan bahwa ada uang yang ditransfer ke rekening dan saya bermaksud menariknya. 

Namun, setelah dilakukan pengecekan, pihak BRI menyampaikan bahwa tabungan saya sudah tidak bisa diaktivasi kembali karena status saldo yang sudah kosong dalam jangka waktu tertentu. 

Satu-satunya solusi yang ditawarkan adalah membuka tabungan baru. 

Mendengar penjelasan tersebut, saya sempat terdiam. Bukan karena marah, tapi kecewa karena dana yang masuk tidak bisa saya ambil akibat tabungan yang tak bisa dipulihkan. 

Setelah proses penjelasan usai dan tidak ada langkah lain yang bisa diambil, saya dan istri akhirnya pulang dengan tangan hampa.

Kendat demikian, saya tetap mencoba berpikir jernih. 

Peraturan perbankan tentu memiliki dasar yang tidak saya kuasai sepenuhnya. 

Karena itu, melalui tulisan ini, saya ingin berbagi agar pengalaman kurang mengenakkan bisa jadi peringatan sekaligus pelajaran bagi nasabah lainnya. 

Pastikan untuk selalu memantau status tabungan, menjaga saldo minimum, serta segera menghubungi pihak bank jika ada notifikasi mencurigakan atau perubahan status rekening.

Semoga kejadian tersebut tidak menimpa orang lain, dan semoga kita semua lebih berhati-hati dalam mengelola tabungan di masa mendatang.[sh]

Rabu, 03 Desember 2025

Pelaksanaan ASAS Hari ke-3 di SDN Padangdangan 2 Berjalan Lancar

Sdn padangdangan 2
Murid SDN Padangdangan 2. [sh]

SUMENEP — Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Ganjil hari ketiga di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, berlangsung lancar tanpa hambatan pada Rabu (3/12/2025).

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, mulai dari persiapan hingga penyelesaian ujian di masing-masing kelas.

Guru kelas 2, Sundari, S.Pd., menyampaikan bahwa seluruh peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 6 hadir dan mengikuti ASAS dengan baik.

“Alhamdulillah, pelaksanaan ASAS hari ini berjalan lancar. Semua siswa hadir dan mengikuti ujian,” ujarnya.

Sdn padd 2
Sundari juga berharap seluruh peserta didik tetap dalam kondisi sehat hingga akhir pelaksanaan ASAS, mengingat cuaca yang belakangan sering tidak menentu.

“Saya berharap anak-anak selalu sehat, karena cuacanya kadang panas terik, kadang juga hujan. Semoga mereka tetap semangat mengikuti ujian sampai selesai,” tambahnya.

Pelaksanaan ASAS di SDN Padangdangan 2 direncanakan berlangsung hingga beberapa hari ke depan sesuai jadwal yang telah ditetapkan sekolah.

Semangat dan kesiapan siswa diharapkan mampu menghasilkan hasil belajar yang optimal. [sh]Top of Form

Selasa, 02 Desember 2025

Suriyanto Tak Mampu Sembunyikan Rasa Haru saat Terima SK PPPK Paruh Waktu

sdn padangdangan 2
Suriyanto (kiri) bersama guru honorer. [sh]

SUMENEP -  Kebahagiaan tak terbendung terpancar dari wajah Suriyanto, honorer tenaga kependidikan di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan. Senin (1/12/2025)

Setelah penantian panjang bertahun-tahun, ia akhirnya menerima Surat Keputusan (SK) PPPK Paruh Waktu pada prosesi penyerahan massal di Stadion Ahmad Yani Sumenep, bersama lebih dari 5.000 tenaga honorer lainnya.

Di tengah riuh tepuk tangan para penerima SK, Suriyanto mengaku tidak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya, momen ini menjadi babak baru dalam perjalanan hidup dan profesinya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Suci. Penantian ini sangat panjang, dan akhirnya hari yang kami tunggu bersama datang juga,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

pppk paruh waktu kabupaten sumenep
Suriyanto (kiri) bersama rekan honorer tendik (tenaga keendidikan) dari Kecamatan Kota Sumenep. [sh]

Ia berharap status baru sebagai PPPK Paruh Waktu dapat menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi para siswa di sekolah tempatnya mengabdi. Suriyanto juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan kesempatan bagi para tenaga honorer untuk memperoleh kepastian status kepegawaian.

Acara penyerahan SK yang berlangsung khidmat dan meriah itu menjadi momen bersejarah bagi ribuan tenaga honorer di Kabupaten Sumenep, yang kini menapaki babak baru dalam karier mereka di dunia pendidikan dan pelayanan publik. [sh]

Pelaksanaan ASAS 2025 di SDN Padangdangan 2 : Siswa Antusias Ikuti Ujian Semester Ganjil

sdn padangdangan 2
Para murid SDN Padangdangan 2 mengikuti ASAS. [sh]

SUMENEP - Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) di SDN Padangdangan 2 dimulai pada Senin, 1 Desember 2025, dan berlangsung selama enam hari.

Pada hari pertama, siswa mengikuti ujian Pendidikan Agama Islam serta PPKn. Suasana sekolah tampak antusias; siswa datang lebih awal, mempersiapkan diri, dan guru-guru memastikan pelaksanaan ujian berjalan tertib.

Madun, S.Pd.SD, Kepala SDN Padangdangan 2 menyampaikan bahwa ujian hari pertama berlangsung lancar kendati hujan turun cukup deras.

“Pengawasan, kenyamanan ruang ujian, serta distribusi soal telah dipersiapkan dengan baik oleh para guru,” ungkapnya.

Ia menilai, pelaksanaan ASAS yang baik mencerminkan kualitas manajemen serta kompetensi pengajaran.

Pelaksanaan ASAS dijadwalkan berlanjut hingga akhir pekan dengan harapan semangat siswa tetap terjaga walau cuaca kadang kurang bersahabat. [sh]

Bupati Sumenep Tekankan Etos Kerja dan Adaptasi Digital dalam Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

Achmad Fauzi bupati sumenep
Penandatangan SK PPPK Paruh Waktu Sumenep oleh Korcam Pasongsongan, Ana Candra Agustina. [sh]

SUMENEP - Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan pesan penting kepada seluruh tenaga honorer di lingkungan Pemkab Sumenep saat penyerahan SK PPPK Paruh Waktu yang digelar di Stadion A Yani. Senin (1/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa ASN harus senantiasa meningkatkan etos kerja serta terus berbenah mengikuti perkembangan teknologi digital yang kian pesat.

Menurut Bupati, kemampuan beradaptasi dengan era digital menjadi tuntutan mutlak agar pelayanan publik kian efisien dan responsif. Ia berharap para penerima SK bisa jadi bagian dari percepatan transformasi pelayanan pemerintah daerah.

Acara penyerahan SK ini diikuti lebih dari 5.000 tenaga honorer yang resmi mendapatkan status sebagai PPPK Paruh Waktu.

Bupati Fausi juga mengapresiasi dedikasi para honorer yang selama ini telah mengabdi dan berharap peningkatan status ini jadi motivasi untuk bekerja lebih profesional dan inovatif. [sh] 

Senin, 01 Desember 2025

Bupati Sumenep Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Banyak Honorer Hadapi Pilihan Dilematis

pppk paruh waktu 2025

SUMENEPPenyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu oleh Bupati Sumenep yang dilangsungkan di GOR A. Yani Sumenep, membawa suasana haru sekaligus dilema bagi ribuan tenaga honorer.

Lebih dari 5.000 honorer dikabarkan menerima SK tersebut dan siap ditempatkan sesuai kebutuhan daerah. Senin (1/12/2025).

Di balik euforia penyerahan SK ini, muncul sejumlah kegelisahan dari sebagian para penerimanya, terutama terkait besaran gaji yang akan diterima.

Salah satu di antaranya adalah Mohammad Rida’i, tenaga kependidikan (Tendik) honorer yang selama ini bertugas di sebuah SD Negeri di Kecamatan Kota Sumenep.

Rida’i mengungkapkan bahwa selama jadi honorer di sekolah tempatnya mengabdi, ia memperoleh honor sekitar Rp 1 juta per bulan

Namun dalam skema PPPK Paruh Waktu yang tengah diwacanakan, besaran honorarium disebutkan hanya sekitar Rp 400 ribu.

“Saya sebenarnya sangat senang bisa mendapatkan SK PPPK ini. Karena itu artinya ada kepastian status bagi kami. Tapi di sisi lain, saya juga cukup galau. Honor Rp 400 ribu jelas tidak cukup untuk kebutuhan hidup dua anak saya. Yang satu masih TK, dan satu lagi masih balita,” ujar Mohammad Rida’i.

Situasi ini menempatkan para honorer dalam kondisi dilematis: memilih status kepegawaian yang lebih jelas namun dengan penghasilan lebih rendah, atau tetap bertahan pada status honorer dengan pendapatan yang selama ini berhasil mencukupi kebutuhan dasar keluarga mereka.

Bagi Rida’i dan ribuan honorer lainnya, kebijakan PPPK Paruh Waktu ini diharapkan bisa dievaluasi lebih lanjut, terutama terkait besaran honorarium, agar mampu memenuhi standar kebutuhan hidup layak bagi para tenaga pendidik dan tenaga teknis yang selama ini jadi tulang punggung pelayanan publik di satuan pendidikan.

Hingga kini, pemerintah daerah belum memberikan pernyataan resmi terkait finalisasi skema gaji PPPK Paruh Waktu tersebut. Para honorer berharap keputusan yang diambil nantinya dapat mempertimbangkan beban kerja, kebutuhan hidup, serta keberlanjutan pendidikan anak-anak mereka di masa depan. [sh]

Adi, Guru ASN SDN Pasongsongan 5, Sampaikan Ucapan Selamat kepada Penerima SK PPPK Paruh Waktu

pppk paruh waktu 2025
Adi bersama istrinya. [sh]

SUMENEP Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti para guru serta tenaga kependidikan honorer dari Kecamatan Pasongsongan setelah menerima SK PPPK Paruh Waktu dari Pemerintah Kabupaten Sumenep yang ditempatkan di Stadion A Yani. (1/12/2025).

Sejalan dengan momen tersebut, Adi, salah seorang guru ASN di SDN Pasongsongan 5, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi mendalam kepada seluruh penerima, khususnya para guru dari SDN Pasongsongan 5.

Kebahagiaan itu makin lengkap bagi Adi karena sang istri, Ana Candra Agustina, turut jadi salah satu guru honorer yang resmi tercover dalam program PPPK Paruh Waktu tahun ini.

Bagi Adi, pencapaian tersebut merupakan karunia besar dari Sang Khalik setelah perjuangan panjang dan melelahkan yang selama ini dijalani.

“Ini bukan hanya kebahagiaan bagi keluarga kami, tapi juga bagi seluruh tenaga pendidik di Pasongsongan. Saya tahu betul bagaimana istri saya berjuang, berkolaborasi, dan terus mengawal berbagai proses agar semuanya berjalan lancar,” ujar Adi dengan penuh rasa syukur.

Adi mengungkapkan bahwa ia menyaksikan langsung dedikasi istrinya dalam membantu para guru dan tenaga kependidikan honorer Kecamatan Pasongsongan selama proses pengusulan hingga verifikasi dokumen.

“Peran Ana telah jadi energi positif bagi banyak pihak, karena kehadirannya mempermudah koordinasi dan mempercepat penyelesaian berbagai tahapan administratif,” ungkap Adi

Tak heran jika kemudian Ana maju ke depan panggung, terpilih sebagai perwakilan guru dan tenaga kependidikan (tendik) untuk menerima SK PPPK Paruh Waktu secara simbolis langsung dari Bupati Sumenep. Bagi banyak rekan sejawat, hal itu merupakan bentuk apresiasi atas kontribusinya selama ini.

Adi berharap hadirnya tenaga PPPK Paruh Waktu bisa memperkuat kualitas pendidikan di Pasongsongan dan jadi babak baru bagi peningkatan layanan pendidikan.

“Saya berharap amanah ini bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya. Semoga para guru dan tenaga kependidikan yang telah menerima SK makin bersemangat dalam mengabdi di dunia pendidikan,” tutup Adi.

Dengan diterimanya SK tersebut, para guru dan tendik honorer kini bisa bernapas lega dan melangkah lebih pasti dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari garda terdepan pendidikan di wilayah Kecamatan Pasongsongan.[sh]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...