Minggu, 05 Oktober 2025

PB Elang Waru Jadi Tamu dalam Pertandingan Persahabatan dengan MBS Sumenep

Klub bulutangkis PB Elang waru pamekasan
Pertandingan persahabatan klub Elang Waru Pamekasan dengan klub MBS Sumenep. [Foto: sh]

SUMENEP – Klub bulutangkis PB Elang asal Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, jadi tamu dalam pertandingan persahabatan melawan klub MBS Sumenep. 

Pertandingan berlangsung meriah di Lotus CafĂ©, Jalan Kiyai H. Mansyur, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep. Ahad (5/10/2025). 

Kegiatan ini tidak hanya jadi ajang silaturahmi antar pemain muda bulutangkis dari dua kabupaten di Madura tersebut, tapi juga kesempatan bagi para pemain untuk menambah pengalaman bertanding dan memperkuat sportivitas.

Pelatih PB Elang, Agus Setiawan, menyampaikan bahwa pertandingan persahabatan tersebut sangat berarti bagi timnya.

“Kami mendapatkan beberapa catatan rekomendasi bagi masing-masing pemain. Sehingga kami bisa mengambil tindakan perbaikan ke depannya,” ujar Agus Setiawan meniscaya.

Pertandingan persahabatan ini diharapkan jadi langkah awal bagi kedua klub untuk terus meningkatkan kemampuan, mempererat hubungan antarklub, dan memajukan dunia bulutangkis di Pulau Madura. [sh]

Dukungan Orang Tua Jadi Modal Awal Prestasi Adib di Dunia Bulutangkis

Club bulutangkis Rlang Waru
Club bulutangkis Elang Waru saat latihan persahabatan dengan club MBS Sumenep. [Foto: sh]

PAMEKASAN — Dukungan orang tua terhadap putra-putrinya untuk terus berlatih merupakan modal awal dalam meraih prestasi. 

Hal itu tampak pada sosok Adib, siswa kelas 4 sekolah dasar asal Pasean, yang mendapatkan dukungan penuh dari orang tuanya untuk menekuni olahraga bulutangkis.

Setiapkali latihan, Adib selalu diantar ibunya ke Club Elang yang berlokasi di gedung eks-Kewedanan Waru, Pamekasan. 

Di bawah arahan pelatih Agus Setiawan, Adib rutin berlatih guna mengasah kemampuan dan semangat bertanding.

“Sebelumnya anak saya berlatih bulutangkis di Kota Pamekasan. Tapi karena jaraknya jauh, akhirnya putra saya berlatih di Club Elang,” ujar ibu Adib ketika sedang menunggu putranya berlatih. Ahad (5/10/2025). 

Pelatih Club Elang, Agus Setiawan, menilai Adib memiliki potensi besar untuk berkembang jadi pemain profesional jika terus berlatih dengan disiplin. 

“Adib punya teknik dasar yang bagus dan semangat tinggi. Kalau konsisten berlatih, dia bisa jadi pemain bulutangkis yang berprestasi dimasa depan,” ungkap Agus.

Perhatian dan dukungan orang tua seperti yang diberikan kepada Adib jadi contoh penting bagi tumbuhnya generasi muda berprestasi. 

"Dengan dorongan keluarga, anak-anak akan lebih termotivasi untuk mengembangkan potensi dan menorehkan prestasi di bidang yang diminati," pungkas Agus. [sh]

KB-PAUD Sabilul Rosyad Desa Pagagan Menerima Kunjungan Asesor Akreditasi

Asesor KB-PAUD Sabilul Rosyad Desa Pagagan
Kedua asesor bersama kepala dan guru KB-PAUD Sabilul Rosyad. [Foto: sh]

PAMEKASAN – Suasana berbeda tampak sejak pagi di lingkungan KB-PAUD Sabilul Rosyad, yang berlokasi di Desa Pagagan, Kecamatan Pademawu. Sabtu (4/10/2025). 

Seluruh pendidik, tenaga kependidikan, hingga komite sekolah bersiap menyambut kehadiran tim asesor yang bertugas melakukan akreditasi. 

Kegiatan akreditasi ini dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung dengan penuh semangat dan rasa kebersamaan. 

Kegiatan akreditasi dihadiri dua asesor, yaitu Nur Fitrianti, S.Pd.I., M.Pd dan Moh. Syamsul, S.H., S.Pd., M.Pd.

Kedua asesor tersebut disambut hangat Kepala KB-PAUD Sabilul Rosyad, para guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan orang tua murid. 

Setelah acara penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan resmi akreditasi visitasi. 

Kepala sekolah menyampaikan sambutan yang berisi ucapan terima kasih kepada tim asesor serta harapan besar agar melalui proses akreditasi ini, KB-PAUD Sabilul Rosyad mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak usia dini di Desa Pagagan.

Selanjutnya, tim asesor memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangannya ke lembaga tersebut. 

"Akreditasi bertujuan menilai mutu, kualitas, serta kesesuaian penyelenggaraan pendidikan anak usia dini dengan standar nasional," terang Syamsul singkat

Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa ketika visitasi, tim asesor akan melakukan kegiatan observasi dan dokumentasi.

"Observasi dimulai dari penyambutan anak, penataan alat dan bahan main, proses pembelajaran yang sedang berlangsung di kelas sampai penjemputan pulang anak oleh orang tua," ucap Syamsul. 

Selain itu tim asesor juga melaksanakan wawancara dengan pendidik, kepala sekolah dan perwakilan orang tua untuk memperoleh gambaran nyata mengenai layanan pendidikan di KB-PAUD Sabilul Rosyad.

Selama kegiatan berlangsung, terlihat antusiasme tinggi dari para guru yang dengan penuh percaya diri, memaparkan berbagai program kerja, metode pembelajaran, hingga hasil karya anak-anak. 

Para asesor juga memberikan beberapa masukan konstruktif agar lembaga terus berbenah dan meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Akreditasi ini tidak hanya sekadar proses penilaian, tapi juga jadi momentum penting bagi KB-PAUD Sabilul Rosyad untuk terus melakukan evaluasi diri. 

Dengan akreditasi, diharapkan lembaga mampu meningkatkan kualitas pengelolaan, memperkuat profesionalisme pendidik, serta memberikan jaminan mutu bagi masyarakat.

Kegiatan akreditasi berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kekeluargaan. 

Semua pihak berharap hasil akreditasi akan memberikan nilai terbaik sehingga KB-PAUD Sabilul Rosyad bisa terus berkontribusi mencetak generasi anak usia dini yang cerdas, sehat, mandiri, dan berakhlak. [sh]

Sabtu, 04 Oktober 2025

Pertandingan Persahabatan Futsal Wanita Warnai Lapangan Sabar Sejati

Lapangan futsal sabar sejati padangdangan kecamatan Pasongsongan
Tim futsal Tombak Sakti Padangdangan. [Foto: sh]

SUMENEP  -  Pertandingan persahabatan futsal wanita mempertemukan tim Tombak Sakti Padangdangan melawan tim gabungan dari Pasongsongan berlangsung meriah di lapangan futsal Sabar Sejati, di Dusun Teppoh, Desa Padangdangan, Kecamatan Pasongsongan. Sabtu malam (4/10/2025). 

Pertandingan ini jadi ajang silaturahmi dan kebersamaan antarpecinta futsal wanita di wilayah Pasongsongan. 

Kedua tim tampil penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas sepanjang laga berlangsung.

Maria, salah satu pemain dari tim Tombak Sakti Padangdangan, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah langkah awal untuk mempererat solidaritas tim.

“Kami tim yang baru terbentuk. Kami ingin membangun kebersamaan lewat permainan futsal,” ujarnya.

Kegiatan semacam ini diharapkan bisa terus berlanjut sebagai wadah positif bagi perempuan untuk berolahraga sekaligus mempererat persahabatan antarwarga. [sh]

Jumat, 03 Oktober 2025

Program Pusaka Rutin Digelar di SDN Soddara 2 Pasongsongan

Sdn soddara 2 kecamatan pasongsongan
Para murid SDN Soddara 2 yang ikut Pramuka. [Foto: sh]

SUMENEP – Program Pusaka (Pasukan Sabtu Pramuka) di SDN Soddara 2 Kecamatan Pasongsongan rutin terselenggara berkat kesungguhan seluruh guru dan siswa di sekolah tersebut. Sabtu (4/10/2025). 

Kepala SDN Soddara 2, Bambang Sutrisno, menjelaskan bahwa kegiatan kepramukaan memiliki banyak manfaat bagi peserta didik. 

Sdn soddara 2 pasongsongan

“Pramuka bertujuan membentuk karakter dan akhlak mulia, pengembangan keterampilan hidup dan penanaman nilai-nilai patriotisme, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama dan alam,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, jadi anggota Pramuka bida meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. 

Dengan demikian, program Pusaka bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan wadah pembinaan karakter generasi muda. [sh]

Sekolah Hebat, SDN Padangdangan 2 Gelar Program Bersase Setiap Sabtu

Sdn Padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Para murid membakar sampah. [Foto: sh]

SUMENEP – SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan melaksanakan program rutin sejak dulu, yakni Bersih Sampah Sekolah (Bersase) setiap hari Sabtu. 

Kegiatan ini melibatkan seluruh peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

“Pembiasaan baik ini bertujuan supaya peserta didik terbiasa menjaga kebersihan lingkungan,” terang Sundari, S.Pd, salah seorang guru di sekolah tersebut. Sabtu (4/10/2025).

Program Bersase diharapkan bisa menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa bahwa kebersihan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. 

Selain itu, sekolah juga menargetkan terciptanya lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan. [sh]

Tradisi Menguburkan Tembuni ala Masyarakat Sempong Barat: Antara Simbol, Harapan, dan Identitas Budaya

Tradisi masyarakat Pasongsongan dalam menguburkan tembuni

Masyarakat Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, masih memelihara sebuah tradisi yang sarat makna: menguburkan tembuni atau ari-ari bayi dengan tata cara tertentu. 

Tembuni yang telah dibersihkan dimasukkan ke dalam wadah dari tembikar, kemudian dilengkapi dengan garam, asam, daun nangka, bumbu dapur lengkap (dalam bahasa Madura disebut palappa genna’), serta selembar kertas bertuliskan aksara carakan Madura. 

Tradisi ini bukan semata-mata rutinitas turun-temurun, melainkan sarat simbol dan doa orang tua bagi kehidupan sang bayi di masa depan.

Setiap bahan yang menyertai penguburan tembuni mengandung pesan mendalam, yakni:

1. Garam dan asam

Kedua barang ini berfungsi praktis membersihkan sisa darah, menghilangkan bau, mencegah pembusukan, dan melindungi tembuni dari gangguan binatang. 

Tapi lebih dari itu, ia juga melambangkan upaya menjaga kesucian, kebersihan, dan perlindungan terhadap bayi yang baru lahir. 

2. Daun nangka

Daun nangka berjumlah tujuh lembar dipercaya membawa harapan agar si bayi kelak disenangi banyak orang, tumbuh dengan akhlak yang menyenangkan, serta diterima oleh lingkungannya.

3. Sementara itu, bumbu dapur lengkap jadi simbol kesiapan hidup. 

Kehidupan manusia ibarat dapur yang penuh bumbu: ada manis, asin, pedas, dan pahit. 

Dengan menyertakan palappa genna’, orang tua menyimpan doa agar anaknya kelak tangguh menghadapi dinamika kehidupan, mampu menyelesaikan masalah, serta tidak mudah menyerah pada kesulitan. 

4. Carakan Madura

Adapun kertas bertuliskan carakan Madura mencerminkan cita-cita luhur agar bayi tumbuh jadi pribadi bijak, berilmu, sekaligus mencintai warisan budaya lokalnya.

Simbol lokal

Tradisi ini memperlihatkan bagaimana masyarakat Sempong Barat tidak sekadar melakukan ritual simbolis, tapi juga memadukan aspek praktis, spiritual, dan kultural dalam kehidupan sehari-hari. 

Di satu sisi, penguburan tembuni merupakan sunnah dalam Islam untuk memuliakan bagian tubuh manusia. 

Di sisi lain, adanya simbol-simbol lokal menunjukkan kuatnya ikatan budaya masyarakat Madura dalam menanamkan nilai moral, sosial, dan religius kepada generasi baru sejak dini.

Sayangnya, di tengah arus modernisasi, tradisi semacam ini kerap dianggap usang atau sekadar mitos tanpa makna. 

Padahal, jika ditelaah lebih jauh, setiap rangkaian memiliki pesan edukatif yang relevan dengan kehidupan modern: menjaga kebersihan, menumbuhkan rasa cinta kepada sesama, melatih ketahanan mental, serta menjunjung tinggi ilmu pengetahuan.

Penutup

Dengan demikian, tradisi menguburkan tembuni ala masyarakat Sempong Barat tidak semestinya dipandang sebagai praktik mistis belaka, tapi sebagai warisan budaya yang layak dihargai. 

Tradisi tersebut jadi bukti bahwa masyarakat Madura memiliki kearifan lokal yang mampu menghubungkan kebutuhan jasmani, spiritual, dan sosial. 

Tradisi ini adalah cermin doa dan kasih sayang orang tua yang ingin anaknya tumbuh sehat, cerdas, bermoral, dan berguna bagi sesama. 


Catatan:

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman saya ketika istri melahirkan untuk kedua kalinya. 

Saya juga mewawancarai para tokoh masyarakat Dusun Sempong Barat, kenapa bahan-bahan tersebut disertakan dan apa makna serta tujuannya. [Sh]

Membaca Yasin Bersama, Wajah Pendidikan Religius di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Pasongsongan

Sdn kecamatan Pasongsongan
Kegiatan pembacaan Surah Yasin bersama di SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

Masing-nasing sekolah memiliki cara tersendiri dalam membentuk karakter peserta didiknya. 

Di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, beberapa sekolah dasar negeri bersepakat menghadirkan nuansa religius melalui kegiatan rutin setiap hari Jumat: membaca Surah Yasin bersama. 

Tradisi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah pembiasaan baik yang sarat makna bagi perkembangan spiritual, moral, dan sosial anak-anak.

Manfaat

Membaca Surah Yasin bersama memiliki banyak manfaat. Pertama, kegiatan ini menumbuhkan karakter religius yang kuat pada diri siswa. 

Sejak usia sekolah dasar, anak-anak dikenalkan pada nilai keimanan melalui pembiasaan membaca Al-Qur’an. 

Kedua, kegiatan ini membantu menanamkan ketenangan batin. Anak-anak belajar bahwa sebelum memasuki aktivitas belajar, mereka perlu menenangkan hati dan jiwa agar ilmu yang diterima lebih bermanfaat. 

Ketiga, membaca Yasin bersama menumbuhkan solidaritas. Duduk dalam satu majelis, mengumandangkan ayat suci bersama, menghadirkan rasa kebersamaan yang mempererat hubungan antarsiswa maupun antara guru dan murid.

Lebih jauh lagi, membaca Yasin bukan hanya menambah pahala, tapi juga diyakini jadi wasilah ampunan dosa. 

Dengan demikian, kegiatan ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk pendidikan karakter yang mengintegrasikan kecerdasan akademik dengan kekuatan spiritual. 

Siswa tidak hanya diarahkan jadi individu cerdas secara intelektual, tapi juga berakhlak mulia sesuai ajaran agama.

Ragam rutinitas

Menariknya, setiap sekolah dasar negeri di Pasongsongan memiliki variasi kegiatan keagamaan untuk memperkaya rutinitas Jumat. 

Di SDN Panaongan 3, misalnya, ada Bayama (Baca Yasin Bersama) dan Jumpayasin (Jumat Sapa Yatim dan Fakir Miskin). Kegiatan ini mengajarkan siswa untuk peduli dan berbagi sejak dini. 

Di SDN Soddara 2, terdapat Yasma (Sholat Dhuha dan Membaca Yasin Bersama) yang menanamkan kedisiplinan waktu sekaligus menambah kekhusyukan ibadah. 

Di SDN Padangdangan 2, ada Shoyama (Sholawat dan Yasin Bersama) yang memadukan dzikir, doa, serta bacaan Qur’an untuk memperkuat cinta kepada Rasulullah. 

Sedangkan di SDN Soddara 1, kegiatan rutin Jumat pagi dikemas lebih hangat melalui Panarema (Sarapan Nase’ Rebba Bersama), di mana pelajar membaca Yasin lalu menikmati sarapan tradisional bersama, sehingga nilai religius berpadu dengan nilai kebersamaan.

Pendidikan akhlak

Keseluruhan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sekolah-sekolah dasar negeri di Pasongsongan tidak hanya mengajarkan pelajaran formal, namun juga berkomitmen menanamkan nilai-nilai moral dan religius. 

Pembiasaan ini jadi modal penting untuk mencetak generasi yang berkarakter, yang tidak hanya cakap secara intelektual, tapi juga memiliki jiwa spiritual yang matang.

Dengan demikian, wajah pendidikan di Pasongsongan sesungguhnya sedang menunjukkan arah baru: pendidikan yang holistik, menyeluruh, dan seimbang antara otak, hati, dan akhlak. 

Membaca Surah Yasin bersama setiap Jumat adalah simbol bahwa sekolah dasar negeri di Pasongsongan berupaya sungguh-sungguh melahirkan generasi beriman, berilmu, dan berakhlak. [sh]

Kamis, 02 Oktober 2025

SDN Soddara 1 Pasongsongan Gelar Dua Kegiatan Rutin di Hari Jumat

Sdn soddara 1 kecamatan Pasongsongan
Sarkawi,S.Pd (kiri) bersama para guru dan murid SDN Soddara 1. [Foto: sh]

SUMENEP — Kepala SDN Soddara 1 Kecamatan Pasongsongan, Sarkawi, S.Pd, menjelaskan bahwa sekolahnya memiliki dua agenda khusus setiap Jumat yang jadi sarana pembiasaan baik bagi siswa. Jumat (3/10/2025). 

Pertama, kegiatan mingguan Jumat pagi dengan sebutan Sarapan Nase’ Rebba Bersama (Panarema). 

Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk membaca surat Yasin bersama, kemudian melanjutkan dengan sarapan nasi tradisional bersama teman-teman sekolah.

“Di dalamnya ada baca Yasin bersama, dan sarapan nasi tradisional bersama teman di sekolah,” ujar Sarkawi.

Sdn soddara 1

Selain itu, SDN Soddara 1 juga memiliki agenda rutin bulanan tiap Jumat manis yang diberi label Libas Jaman (Religi dan Bakti Sosial Jumat Manis). 

Menurut Sarkawi, kegiatan tersebut meliputi tawasul, pembacaan surat Yasin, doa bersama, hingga bakti sosial.

"Kegiatan Libas Jaman meliputi tawasul, pembacaan surat Yasin, doa, dan bakti sosial seperti membantu siswa tak mampu, sedekah ke masjid, membersihkan lingkungan sekolah, hingga membersihkan tempat umum seperti masjid,” jelasnya.

Melalui dua agenda tersebut, SDN Soddara 1 berharap siswa bisa terbiasa menumbuhkan nilai religius, kebersamaan, sekaligus kepedulian sosial sejak dini. [sh]

SDN Soddara 2 Pasongsongan Biasakan Siswa dengan Kegiatan Yasma

Sdn soddara 2 kecamatan pasongsongan
Kepala SDN Soddara 2, semua guru dan siswa baca sudah Yasin bersama. [Foto: sh]

SUMENEP — SDN Soddara 2 Kecamatan Pasongsongan membiasakan siswanya dengan kegiatan Yasma, yakni sholat dhuha dan membaca surah Yasin bersama tiap Jumat. 

Kegiatan ini jadi salah satu langkah sekolah dalam menanamkan kebiasaan positif sejak dini. Jumat (3/10/2025).

Kepala SDN Soddara 2, Bambang Sutrisno, menjelaskan manfaat dari sholat dhuha yang rutin dilaksanakan di sekolah. 

Sdn soddara 2
Sholat dhuha bersama SDN Soddara 2. [Foto: sh]

“Manfaat sholat dhuha, paling tidak pelajar terbiasa mengatur waktu dengan baik. Meningkatkan konsentrasi. Ketika pelajar meluangkan waktu untuk beribadah, hati jadi lebih tenang, sehingga konsentrasi dalam belajar meningkat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kebiasaan baik itu makin lengkap dengan kegiatan membaca surah Yasin bersama. “Ditambah lagi membaca surah Yasin bersama,”  jelas Bambang Sutrisno.

Dengan pembiasaan Yasma ini, pihak sekolah berharap karakter religius dan disiplin siswa bisa terus terbentuk, sekaligus memberi ketenangan batin yang menunjang proses belajar di kelas. [sh]

Rabu, 01 Oktober 2025

Menguburkan Tembuni: Antara Sunnah Islam dan Tradisi Sumenep

Suriyanto hasyim dan apoy madura

Dalam setiap kelahiran, tembuni atau ari-ari bayi selalu jadi bagian tak terpisahkan antara sunnah Islam dan tradisi Sumenep. 

Kendati secara medis tembuni hanyalah jaringan yang sudah selesai menjalankan fungsinya.

Sedangkan dalam perspektif Islam dan budaya Sumenep, ia tetap dimuliakan. 

Pertanyaannya, bagaimana kita memandang tata cara menguburkan tembuni ini: Sebagai kewajiban syariat, atau sebagai warisan budaya?

Sunnah Islam

Dalam Islam, hukum menguburkan tembuni adalah sunnah. 

Artinya, dianjurkan untuk dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada tubuh manusia, meski hanya bagian kecil darinya. 

Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya menjaga kehormatan jasad manusia, baik ketika hidup maupun setelah terpisah darinya. 

Maka, menguburkan tembuni bukanlah urusan takhayul, melainkan sikap memuliakan ciptaan Allah.

Tradisi Sumenep

Akan tetapi di Kota Keris Sumenep, praktik menguburkan tembuni tidak berhenti pada sekadar menjalankan sunnah. 

Ia berkembang jadi tradisi yang sarat makna. 

Menurut pandangan Sundari,S.Pd, salah seorang guru perempuan sekolah dasar negeri di Kecamatan Pasongsongan, ritual penguburan tembuni merupakan bagian dari doa yang terbungkus dalam tindakan simbolik. 

Ada keyakinan bahwa saat tembuni dikubur dengan tata cara tertentu, itu jadi semacam permohonan diam-diam kepada Sang Pencipta agar bayi tumbuh berakhlak mulia.

Misalnya, ada tradisi menanam tembuni dengan menyertakan daun tertentu, yang menguburkan dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil, dan yang mengerjakan adalah orang tua laki-laki agar kelak si bayi mendapat keselamatan. 

Tentu, jika dilihat dengan kacamata syariat, tradisi ini hanyalah budaya yang tidak boleh sampai menyalahi akidah.

Tapi jika dimaknai sebagai doa dalam bentuk simbol, maka tradisi tersebut sebagai pengejawantahan kebersamaan masyarakat dalam menyambut lahirnya seorang manusia baru.

Penutup

Saya berpendapat, praktik ini adalah contoh harmonisasi antara ajaran Islam dan kearifan lokal. 

Islam menuntun umatnya agar memuliakan tubuh, sedangkan budaya Sumenep memberi ruang ekspresi melalui simbol-simbol doa. 

Selama keyakinan tidak berubah ke arah syirik atau takhayul, tradisi ini justru memperkaya spiritualitas masyarakat.

Menguburkan tembuni dengan penuh hormat bukan hanya tentang menjaga sunnah, tapi juga menjaga kearifan. 

Ia adalah doa tak terucap dari orang tua dan keluarga, yang berharap anaknya tumbuh jadi insan yang diridhai Tuhan. 

Pada akhirnya, yang terpenting bukanlah bagaimana tembuni itu dikubur, melainkan bagaimana doa-doa yang menyertainya membentuk akhlak si anak di kemudian hari. [sh]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...