Selasa, 02 September 2025

Puskesmas Pasongsongan Sosialisasikan Imunisasi Campak di SDN Panaongan 1

Sdn Panaongan 1 kecamatan Pasongsongan
Edi Suharjono (kanan) ketika memberikan kata sambutan. [Foto: sh]

SUMENEP – Puskesmas Pasongsongan menggelar sosialisasi pemberian imunisasi campak di SDN Panaongan 1, Dusun Benteng, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan. Selasa (2/9/2025). 

Program ini menyasar bayi usia 9 bulan dan anak usia 7 tahun melalui kegiatan ORI Campak.

Kepala SDN Panaongan 1, Edi Suharjono, menyampaikan bahwa imunisasi ini sangat penting untuk melindungi tubuh dari virus campak dengan cara merangsang sistem imun agar membentuk antibodi sehingga kebal terhadap penyakit tersebut.

“Upaya mencegah penularan campak dan komplikasinya adalah program bagus dari pemerintah,” ujar salah satu tim medis Puskesmas Pasongsongan yang dalam kegiatan ini turut didampingi personel dari Koramil Pasongsongan.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya imunisasi sebagai ikhtiar bersama mewujudkan generasi yang sehat. [sh]

Puskesmas Pasongsongan Gelar Sosialisasi Imunisasi Campak di RA Al Ikhlas

Puskesmas Pasongsongan kabupaten Sumenep

SUMENEP – Puskesmas Pasongsongan menggelar sosialisasi tentang pemberian imunisasi campak di RA Al-Ikhlas, Dusun Pangarangan, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan. Selasa (2/9/2025). 

Sosialisasi ini menekankan pentingnya imunisasi bagi bayi usia 9 bulan dan anak usia 7 tahun melalui program ORI Campak.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dokter Puskesmas Pasongsongan, dr. Hairul Hamzah; Sekretaris Camat Pasongsongan, Marzuki; serta tim Promkes Puskesmas Pasongsongan. 

Mereka menyampaikan bahwa imunisasi campak merupakan upaya penting untuk mencegah penyakit menular berbahaya yang rentan menyerang anak.

“Melalui imunisasi, kita berusaha memberikan perlindungan maksimal kepada anak-anak agar terhindar dari penyakit campak dan komplikasinya,” ujar dr. Hairul Hamzah.

Puskesmas Pasongsongan juga mengajak para orang tua untuk mendukung penuh program imunisasi pemerintah demi terwujudnya generasi yang sehat dan kuat. [sh]

KKKS Pasongsongan Gelar Rapat Bulanan, Bahas Tantangan Sekolah Rakyat

Sdn Padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Dari kiri: Pengawas Bina SD, Haji Akhmad Busri, Sekretaris KKKS Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Pasongsongan menggelar rapat bulanan yang kali ini bertempat di SDN Padangdangan 2. Selasa (2/9/2025). 

Dalam forum tersebut, Ketua KKKS, Haji Akhmad Busri, M.Pd, menyoroti sejumlah isu penting di dunia pendidikan, salah satunya mengenai keberadaan Sekolah Rakyat.

Menurut Haji Akhmad Busri, program Sekolah Rakyat merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan mulia, yakni memberikan kesempatan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dan anak-anak usia sekolah yang tidak tertampung di sekolah reguler. 

“Kami menerima sesuai aturan yang berlaku. Karena Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu dan yang mempunyai anak usia sekolah,” tegasnya.

Tapi, ia mengingatkan pentingnya sinergi antara Sekolah Rakyat dan sekolah reguler agar tidak menimbulkan persoalan baru. 

“Cuma masalahnya antara Sekolah Rakyat dan sekolah reguler harus menjalin kerja sama yang baik sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Masalahnya ini kan akan mengurangi siswa di sekolah asal, apalagi sekolah asalnya memang benar-benar kekurangan siswa,” tambahnya.

Rapat bulanan KKKS Pasongsongan ini diakhiri dengan penekanan perlunya kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, sekolah reguler, maupun pengelola Sekolah Rakyat, demi tercapainya pemerataan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak di Pasongsongan. [sh]

Senin, 01 September 2025

Najma Fairuz, Pembaca Puisi Andalan SDN Padangdangan 2

Sdn padangdangan 2
Penampilan Najma Fairuz di lomba baca puisi. [Foto: sh]

SUMENEP – Najma Fairuz, siswi kelas 4 SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan, dikenal sebagai pembaca puisi berbakat di sekolahnya. Selasa (2/9/2025) 

Hampir di setiap acara, Najma kerap didaulat untuk tampil membacakan puisi dengan penuh penghayatan.

Pada ajang lomba baca puisi dalam rangka Semarak Kemerdekaan RI ke-80 tingkat Kecamatan Pasongsongan, Najma kembali menunjukkan penampilan apik. 

Akan tetapi, kali ini keberuntungan belum berpihak padanya. 

“Saya tidak kecewa, karena sebelumnya kondisi tubuh lagi tidak sehat,” ungkap Najma dengan tegar.

Diketahui, sepekan sebelum lomba berlangsung, Najma harus dirawat di sebuah rumah sakit di Sumenep karena sakit. 

Kondisi itu tentu memengaruhi persiapannya. 

Meski demikian, Najma tetap mampu tampil percaya diri di hadapan dewan juri dan penonton.

Prestasi Najma selama ini memang tidak diragukan. Hampir di setiap lomba yang ia ikuti, Najma selalu berhasil menembus babak semi-final. 

Dedikasinya dalam seni membaca puisi membuatnya jadi kebanggaan sekolah dan inspirasi bagi teman-temannya. [sh]

Siswa dan Orang Tua SDN Padangdangan 2 Antusias Ikuti Karnaval HUT RI ke-80

Sdn Padangdangan 2
Riski (kiri) dengan baju kebesarannya. [Foto: sh]

SUMENEP – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan makin meriah dengan digelarnya lomba karnaval yang diikuti para pelajar dan beberapa instansi. Ahad (31/8/2025). 

Walau lokasinya ada di pelosok desa, SDN Padangdangan 2 turut mengikutkan peserta didiknya ke karnaval.

Para peserta tampak penuh semangat sejak start di Lapangan Sawunggaling Pasongsongan hingga finish di depan eks Kantor UPT Pendidikan. 

Siswa siswi sdn Padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan

Antusiasme bukan hanya datang dari para siswa, tapi juga para wali murid yang rela memberikan dukungan maksimal.

Salah satunya Mama Ria, wali murid dari Riski, siswa kelas 6 SDN Padangdangan 2. 

Ia mengaku rela menyewa kostum dan menambah biaya tata rias demi penampilan anaknya. 

“Asalkan anak saya senang, saya dukung. Karena Riski sekarang sudah kelas 6,” ujarnya dengan senyum. 

Karnaval ini jadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air. 

Selain itu, keterlibatan orang tua menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih jadi bagian penting dalam perayaan kemerdekaan di Pasongsongan. [sh]

Minggu, 31 Agustus 2025

Karnaval HUT RI ke-80 di Pasongsongan Berlangsung Meriah dan Lancar

Karnaval HUT RI ke-80 di Pasongsongan 2025
Salah satu peserta dari SDN Padangdangan 2. [Foto: sh]

SUMENEP – Panitia peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 Kecamatan Pasongsongan sukses menggelar lomba karnaval. Ahad (31/8/2025). 

Peserta karnaval dilepas dari Lapangan Sawunggaling Pasongsongan dan finish di depan eks Kantor UPT Pendidikan.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini berlangsung meriah dan tertib. 

Karnaval HUT RI ke-80 di Pasongsongan

Arus lalu lintas di sepanjang jalur karnaval tetap lancar berkat pengawalan personel dari Polsek dan Koramil Pasongsongan.

Ketua seksi karnaval, Sapulan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. 

“Kami berterima kasih atas dukungan lembaga pendidikan dan instansi di wilayah Pasongsongan sehingga karnaval ini berjalan sukses,” ujarnya.

Karnaval pasongsongan 2025
Para juara karnaval Kecamatan Pasongsongan 2025. [Foto: sh]

Karnaval yang diikuti pelajar dan instansi ini jadi salah satu rangkaian kegiatan semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan. [sh]

Karnaval HUT RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan Meriah, Peserta Didominasi Pelajar dan Instansi

Karnaval Kecamatan Pasongsongan 2025
Lomba karnaval dari kalangan pelajar tingkat SD. [Foto: sh]

SUNENEP – Lomba karnaval dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kecamatan Pasongsongan berlangsung meriah. Ahad (31/8/2025). 

Kegiatan ini diikuti oleh kalangan pelajar dari berbagai lembaga pendidikan serta sejumlah instansi.

Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka menampilkan kreasi kostum dan atraksi yang memikat perhatian masyarakat. 

Karnaval ini sekaligus jadi hiburan bagi warga yang memadati sepanjang rute acara.

Karnaval Pasongsongan 2025

“Lomba karnaval bagi peserta didik kami merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Karena bagi yang tidak pernah ikut lomba, terutama mereka yang tidak bisa ikut berpartisipasi dalam beberapa lomba karena kalah seleksi dengan teman-temannya, maka mereka bisa ikut lomba karnaval,” terang Sundari, guru SDN Padangdangan 2 yang turut mendampingi siswanya. 

Lebih jauh ia mengatakan, dengan terselenggaranya lomba karnaval ini, suasana semarak perayaan kemerdekaan makin terasa di Pasongsongan, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan nasionalisme masyarakat.

Sementara itu, lomba karnaval dilepas pukul 13.00 WIB di bawah terik matahari cukup menyengat. [sh]

Karnaval HUT RI ke-80 di Pasongsongan Berlangsung Sukses Tanpa Kemacetan

Karnaval pasongsongan 2025
Salah satu peserta lomba karnaval Kecamatan Pasongsongan 2025. [Foto: sh]

SUMENEP – Pelaksanaan lomba karnaval dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan berjalan sukses. 

Acara yang digelar pada Minggu siang (31/8/2025) ini diikuti oleh peserta dari berbagai lembaga pendidikan serta beberapa instansi. 

Pelepasan peserta dimulai tepat pukul 13.00 WIB dengan kondisi cuaca cukup panas. 

Meski demikian, semangat peserta dan antusiasme masyarakat tidak surut. 

Panitia penyelenggara terlihat sigap dalam mengatur jalannya acara, terutama dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan panjang.

“Rupanya panitia telah mengantisipasi beberapa kemungkinan agar pelaksanaan lomba karnaval tidak melumpuhkan arus lalu lintas,” ungkap Sundari, salah seorang guru SDN Padangdangan 2, yang turut menyaksikan jalannya karnaval. 

Berbagai penampilan kreatif dari peserta, mulai dari kostum tematik hingga atraksi budaya, berhasil memikat perhatian masyarakat sepanjang rute karnaval. 

Ketertiban lalu lintas yang tetap terjaga membuat acara kian meriah dan nyaman untuk dinikmati. [sh]

Sabtu, 30 Agustus 2025

CERPEN: Badai Fitnah yang Menghantam Tona

Cerita pendek terbaru apoyMadura

By: Suriyanto Hasyim

Tona dikenal sebagai guru teladan di salah satu SMA. Sikapnya ramah, tutur katanya halus, dan ia selalu jadi panutan murid-muridnya. 

Tapi di balik semua itu, ada kelemahan kecil yang justru menjadi awal badai besar dalam hidupnya: Tona tidak bisa mengendarai sepeda motor.

Setiap kali pulang mengajar, ia kerap dibonceng oleh Debur, salah seorang siswanya yang tinggal tak jauh dari rumahnya.

Bagi Tona, itu hanyalah bentuk bantuan seorang murid kepada gurunya. Bagi Debur, itu adalah tanda hormat sekaligus kesempatan untuk berbakti.

Namun, mata masyarakat tak pernah berhenti menafsirkan. 

Bisikan-bisikan mulai terdengar: “Guru Tona kok sering pulang bareng sama murid laki-laki?”, “Apa mereka ada hubungan khusus?”, begitu kata orang-orang. Fitnah itu menyebar lebih cepat dari angin.

Lama-kelamaan, kabar miring sampai juga ke telinga suaminya. 

Rumah tangga yang tadinya tenang mendadak porak-poranda. Suaminya, yang sejak awal percaya penuh, kini mulai dirundung curiga.

Tona hanya bisa menangis, mencoba menjelaskan bahwa semua itu murni kebetulan, murni kebutuhan. 

Tapi siapa yang mau percaya, ketika gosip sudah jadi “kebenaran” di mata orang banyak?

Badai fitnah itu menghantam biduk rumah tangganya, membuat Tona sadar bahwa kadang, niat baik pun bisa berbuah pahit ketika disalahartikan. 

Dan di tengah luka itu, ia hanya mampu berdoa agar suatu saat kebenaran kembali berpihak padanya. []

CERPEN: Ingin Pulang dan Penyesalan Debur yang Terlambat

Cerita singkat Debur

By: Suriyanto Hasyim

Debur, seorang anggota parlemen yang dulu dihormati, tak pernah terbayangkan satu ucapan kasarnya akan mengubah segalanya. 

Dalam sebuah sidang terbuka, emosinya meledak. 

Kata-kata yang keluar dari mulutnya dianggap menghina rakyat. 

Berita pun menyebar cepat media sosial, memicu gelombang amarah rakyat. 

Episode selanjutnya, demonstrasi pecah di mana-mana, menuntutnya mundur dari jabatan.

Tak sanggup menghadapi tekanan, Debur bersama istrinya dan anaknya memutuskan pergi ke luar negeri. 

Dari kejauhan, ia hanya bisa menyaksikan layar berita yang menayangkan wajah rakyatnya bersatu melawan kesombongan seorang wakil mereka.

Di ruang pengasingan itu, Debur duduk termenung. Ia mengingat bagaimana dulu rakyat mempercayainya, bagaimana mereka menitipkan harapan kepadanya. 

Tapi, kepercayaan itu hancur oleh lidahnya sendiri.

“Seandainya aku bisa menarik kembali kata-kata itu…” gumamnya lirih. 

Tapi ia tahu, penyesalan tak pernah mampu menghapus luka.

Kini, yang tersisa hanyalah sunyi, rasa bersalah, dan kerinduan pada tanah air yang dulu mengangkatnya, tapi kini menolaknya. []

CERPEN: Cinta Gelap di Balik Kekuasaan

Cerita singkat perselingkuhan

By: Suriyanto Hasyim

Tona, Direktur Utama sebuah BUMN ternama, tampak berwibawa di hadapan publik. 

Tapi di balik pintu rapat dan sorot kamera, ia menyimpan rahasia kelam yang hanya diketahui oleh satu orang: Debur, sopir pribadi suaminya.

Hubungan terlarang itu sudah berjalan cukup lama. 

Debur, meski sering terbawa arus godaan, tak pernah berhenti menasihati Tona. 

Suatu sore, setelah mengantarnya pulang dari kantor, Debur memberanikan diri menegur.

"Bu, hentikanlah hubungan ini. Saya tidak enak... Bapak sudah mempercayakan saya untuk menjaga Ibu, bukan malah seperti ini," ucap Debur dengan suara bergetar.

Tona menatapnya tajam, lalu tersenyum getir.

"Debur, suamiku itu impoten. Dia sendiri yang menyuruhku bersuami lagi kalau memang tidak puas. Tapi harus cerai dulu."

Debur terdiam sejenak, lalu menatap balik.

"Kalau begitu, kenapa Ibu tidak mau bercerai saja?" tanyanya lirih.

Tona menunduk, suaranya terdengar getir namun penuh perhitungan.

"Itu soal jabatan, Bur. Kalau aku cerai, otomatis aku kehilangan posisi, juga kehilangan kehangatan darimu."

Debur menarik napas panjang, matanya berkaca-kaca.

"Jadi selama ini... aku hanya..."

Tona menyentuh wajahnya perlahan, suaranya nyaris berbisik.

"Kamu hanyalah pemuas berahiku, Bur."

Hening pun menyelimuti ruang sempit dalam mobil itu. 

Kata-kata Tona menusuk hati Debur, menimbulkan luka yang lebih dalam daripada rasa bersalah. 

Ia sadar, dirinya terjebak dalam pusaran cinta gelap yang tak pernah bisa dimenangkan. []

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...