Kamis, 28 Agustus 2025

CERPEN: Air Mata Debur untuk Cinta yang Pergi

Cerita pendek

By: Suriyanto Hasyim

Tona pergi begitu cepat, terlalu cepat untuk Debur yang masih ingin menggenggam erat tangan istrinya. 

Serangan jantung itu datang tanpa tanda, merenggut senyum yang selalu jadi cahaya bagi hidupnya. 

Debur hanya bisa terduduk, tubuhnya gemetar, air mata tak mampu ia bendung.

Di benaknya terputar kembali semua kenangan: hari ketika Tona memilih Debur, meski harus meninggalkan kedua orang tuanya. 

“Aku percaya padamu,” begitu kata Tona dulu dengan mata yang penuh keberanian. 

Demi cinta, ia rela menanggung luka perpisahan dengan keluarganya, hanya untuk membangun rumah tangga bersama Debur.

Kini, rumah itu terasa kosong. Dinding-dinding hanya memantulkan kesunyian. 

Debur sadar, cintanya tak sempat membalas semua pengorbanan Tona. 

Yang tersisa hanyalah doa dan rindu, yang setiap malam ia titipkan kepada langit, berharap sampai pada jiwa yang telah tenang dalam keabadian.[]

Lomba Gerak Jalan di Kecamatan Pasongsongan Alami Penurunan Peserta

Gerak jalan kreasi
Peserta lomba gerak jalan Kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP - Lomba gerak jalan khusus umum dalam rangkaian kegiatan semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan cukup memprihatinkan. Rabu malam (27/8/2025). 

Menurut Edi Susanto, salah seorang anggota panitia lomba gerak jalan, jumlah peserta lomba keseluruhan, baik putra dan putri, hanya ada 16 regu. 

"Dibandingkan tahun lalu, jumlah peserta jauh lebih sedikit," ucap Edi Susanto.

Ia juga menjelaskan bahwa panitia lomba telah membuat dua jenis lomba gerak jalan untuk mengakomodir minat peserta. 

"Yang pertama adalah lomba gerak jalan kreasi yang telah dilaksanakan beberapa hari yang lalu. Tujuannya sebagai upaya mengakomodir minat peserta yang suka dengan gerak jalan lucu. Yang kedua adalah gerak jalan formal," tambahnya.

Tapi minat masyarakat terhadap kedua jenis lomba gerak jalan tersebut sama-sama sepi peminat. 

Penurunan jumlah peserta kedua lomba gerak jalan ini sejatinya bisa jadi perhatian bagi pemerintah setempat untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut. [sh]

Partisipasi Lomba Gerak Jalan Umum di Pasongsongan Kian Memprihatinkan

Gerak jalan Pasongsongan
Lomba gerak jalan kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP - Lomba gerak jalan khusus umum dalam rangkaian semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan menuai sorotan. Rabu malam (27/8/2025). 

Persoalannya, jumlah peserta yang ikut serta terbilang sangat minim. 

Menurut keterangan Dafiruddin, salah seorang panitia lomba, tercatat hanya ada 16 regu baik regu putra maupun regu putri. 

"Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya," ucap Dafiruddin. 

Fenomena ini tentu memprihatinkan. Gerak jalan sejatinya bukan sekadar lomba, tapi sarana mempererat persaudaraan, membangun semangat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme. 

"Minimnya partisipasi menunjukkan adanya penurunan antusiasme masyarakat dalam merayakan hari kemerdekaan," bebernya. 

Di satu sisi, kondisi ini seharusnya bisa jadi bahan evaluasi bagi panitia dan pemerintah setempat. 

Perlu ada inovasi dan strategi agar lomba gerak jalan kembali diminati. 

Misalnya dengan memperkuat publikasi hingga memberikan penghargaan yang lebih menarik.

Hari Kemerdekaan bukan sekadar diperingati lewat seremoni, tapi seyogyanya melalui partisipasi aktif masyarakat. 

Jika semangat kebersamaan dalam kegiatan sederhana seperti gerak jalan mulai luntur, dikhawatirkan nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan kian tergerus zaman. [sh]

Selasa, 26 Agustus 2025

Menjaga Nilai Agama, Moral, dan Budaya dalam Karnaval

Karnaval kabupaten Sumenep

Himbauan Bupati Sumenep yang diedarkan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) patut diapresiasi. 

Lewat surat edaran tersebut, seluruh camat di Kabupaten Sumenep diminta untuk memperhatikan nilai-nilai agama, moral, dan budaya dalam pelaksanaan karnaval.

Karnaval memang menjadi wadah ekspresi seni dan kreativitas masyarakat. 

Tapi jangan sampai kebebasan berekspresi itu bertentangan dengan norma yang berlaku. 

Misalnya, seorang laki-laki tidak sepantasnya mengenakan pakaian menyerupai perempuan dalam kegiatan yang disaksikan publik, terutama anak-anak. 

Hal ini bukan sekadar soal penampilan, namun menyangkut pendidikan moral dan etika bagi generasi muda.

Kebijakan ini menunjukkan kepedulian pemerintah daerah agar tradisi karnaval tetap berjalan semarak tanpa kehilangan jati diri. 

Kreativitas masyarakat bisa ditampilkan melalui kostum, seni, dan budaya lokal yang justru memperkaya identitas Sumenep. 

Dengan demikian, karnaval tidak hanya jadi hiburan, tapi juga media edukasi dan pelestarian budaya yang selaras dengan nilai-nilai luhur agama dan moral bangsa. [sh]

Senin, 25 Agustus 2025

Siswi SMA Annidhamiyah Raih Juara 2 Lomba Baca Puisi di Bindang

Sma annidhamiyah
Fatillah saat tampil. [Foto: sh]

PAMEKASAN – Fatillah Alfi Maghfirah, siswi kelas X SMA Annidhamiyah, berhasil meraih juara 2 dalam lomba baca puisi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Bindang, Kecamatan Pasean. 

Lomba ini digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80. Selasa (26/8/2025). 

Sma annidhamiyah kecamatan Pasean

“Ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti lomba baca puisi. Tidak menyangka bakal bisa meraih posisi juara,” ungkap Fatillah dengan penuh kegembiraan.

Dari sembilan siswa, delegasi Lembaga Pendidikan Islam Annidhamiyah yang mengikuti lomba tersebut, hanya Fatillah yang berhasil menyabet gelar juara. 

Prestasi ini jadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah yang berlokasi di Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, yang menaungi pendidikan dari tingkat RA hingga SMA. [sh]

Tiga Murid SDN Padangdangan 2 Ikuti Lomba Fun Colouring di Pasongsongan

Sdn Padangdangan 2
Tiga murid SDN Padangdangan 2 yang ikut lomba fun colouring. [Foto: sh]

SUMENEP – Tiga murid SDN Padangdangan 2 turut berpartisipasi dalam lomba fun colouring yang digelar di SDN Pasongsongan 1, Kecamatan Pasongsongan. 

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang berlangsung meriah. Senin (25/8/2025). 

Para peserta lomba menunjukkan kreativitas mereka dalam mewarnai gambar yang telah disiapkan panitia. 

Nantinya, para juara di tingkat kecamatan ini akan kembali disertakan guna mengikuti lomba tingkat kabupaten.

“Peserta didik yang kami ikutkan adalah mereka yang mempunyai kemampuan terbaik di sekolah,” terang Siti Endang Junnur Aida, S.Pd.I, guru yang mendampingi ketiga muridnya.

Dengan adanya lomba ini, diharapkan bisa menumbuhkan semangat berkreasi sekaligus memperkuat rasa percaya diri siswa. [sh]

Minggu, 24 Agustus 2025

Angin Segar untuk Honorer Kategori R4 di Sumenep

Guru honorer pasongsongan
Tenaga guru honorer membuat SPTJM di kantor eks-UPT Pendidikan Kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

Kabar baik datang untuk tenaga honorer guru dan tenaga kependidikan kategori R4 di Kabupaten Sumenep. 

Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan memberikan peluang besar dengan kebijakan pengangkatan mereka sebagai PPPK paruh waktu. 

Langkah ini tentu jadi angin segar setelah sekian lama para honorer berjuang dengan dedikasi tanpa kepastian status.

Kebijakan ini patut diapresiasi. Bagaimana tidak, selama ini guru honorer, penjaga sekolah, hingga operator sekolah adalah garda terdepan dalam menunjang keberlangsungan pendidikan, meski kesejahteraan mereka sering terabaikan. 

Kini, dengan menyerahkan SPTM dan mengunggahnya ke link resmi yang telah disediakan, harapan baru terbuka lebar.

Pemerintah Daerah Sumenep telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap nasib tenaga honorer. 

"Kendati berstatus PPPK paruh waktu, kebijakan ini merupakan terobosan luar biasa yang menegaskan komitmen memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidikan," ucap Sundari, salah seorang guru honorer yang sudah mengabdi lebih 20 tahun. 

Lebih jauh, langkah ini sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian panjang mereka.

"Semoga kebijakan ini tidak berhenti pada janji, tapi benar-benar direalisasikan dengan sistem yang transparan dan akuntabel," harap Sundari. [sh]

Sabtu, 23 Agustus 2025

Lomba Gerak Jalan Semarak di Pasean, Annidhamiyah Turut Berpartisipasi

Sma annidhamiyah pasean
SMA Annidhamiyah, Pasean. [Foto: sh]

PAMEKASAN – Lomba gerak jalan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasean berlangsung meriah. Sabtu (23/8/2025). 

Kegiatan yang dimulai pukul 12.30 WIB ini diikuti oleh peserta dari kalangan pelajar tingkat SMP, SMA, instansi, hingga umum.

Lembaga Pendidikan Islam Annidhamiyah, yang berlokasi di Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, turut berpartisipasi dengan mengirimkan dua regu putri, masing-masing dari tingkat SMP dan SMA.

Salah seorang guru pendamping dari lembaga tersebut mengungkapkan rasa syukur karena seluruh peserta didiknya berhasil mencapai garis finish. 

“Memang ada beberapa regu yang anggotanya tidak mampu melanjutkan karena cuaca memang panas,” ujarnya.

Meski demikian, suasana lomba tetap penuh semangat. 

Warga tampak antusias menyaksikan jalannya perlombaan yang menjadi salah satu rangkaian perayaan kemerdekaan di Kecamatan Pasean. [sh]

Jumat, 22 Agustus 2025

Lomba Baca Puisi Antar Pelajar di Pasongsongan Berlangsung Meriah

Lomba baca puisi Pasongsongan
Penampilan peserta lomba baca puisi Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP — Lomba baca puisi antar pelajar jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA se-Kecamatan Pasongsongan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 berlangsung meriah dan penuh semangat. Jumat (22/8/2025). 

Koordinator lomba seni Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja dewan juri yang dinilai profesional dalam melakukan penilaian.

Baca puisi hut ri pasongsongan

"Sengaja kami memilih dewan juri yang punya kapabilitas dan netralitas mumpuni. Karena mereka sudah memiliki rekam jejak cukup baik," ungkap Agus Sugianto.

Dewan juri yang bertugas pada lomba tersebut terdiri dari tokoh-tokoh berpengalaman di bidang sastra, yakni Hasbi Ashiddiqy (pembaca puisi terbaik Asia Tenggara), Akhmad Jasimul Ahyak (perwakilan Lesbumi MWC NU Pasongsongan), serta Suriyanto Hasyim (penyair sekaligus Pemimpin Redaksi apoymadura.com). 

Para juara lomba baca puisi HUT Kemerdekaan RI ke-80 Kecamatan Pasongsongan
Para juara lomba baca puisi HUT Kemerdekaan RI ke-80 Kecamatan Pasongsongan tingkat SMA/MA. [Foto: sh]

Dengan komposisi dewan juri tersebut, para peserta merasa lebih percaya diri menampilkan kemampuan terbaiknya. 

Lomba baca puisi ini tidak hanya jadi wadah aktualisasi diri, tapi juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang peka terhadap nilai sastra dan kebangsaan. [sh]


Dua Murid SDN Padangdangan 1 Raih Juara Lomba Seni Tingkat Kecamatan Pasongsongan

Sdn padangdangan 1
Matrasit (tengah) bersama murid dan guru pembimbingnya. [Foto: sh]

SUMENEP – Dua murid SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang lomba seni tingkat kecamatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Sabtu (23/8/2025). 

Mereka berhasil meraih juara 1 pada dua cabang lomba berbeda, yakni baca puisi dan nyanyi solo.

"Pada cabang nyanyi solo, juara 1 diraih oleh Muhammad Haikal Idraki, siswa kelas 5. Pada cabang baca puisi, juara 1 disabet Nurul Paikotus Saidah (Aiko), yang juga duduk di bangku kelas 5," terang Matrasit, Kepala SDN Padangdangan 1.

Ia mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian kedua siswanya. 

Sdn padangdangan1 kecamatan Pasongsongan
Para juara lomba baca puisi tingkat SD/MI Kecamatan Pasongsongan, diapit dua juri. [Foto: sh]

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras para murid dalam berlatih serta dukungan guru pembimbing yang terus memberikan motivasi. 

Prestasi ini sekaligus jadi bukti bahwa SDN Padangdangan 1 mampu bersaing dan memberikan kontribusi dalam ajang seni di tingkat kecamatan.

Matrasit juga berharap pencapaian ini jjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus mengasah bakat dan keterampilan, baik di bidang akademik maupun non-akademik. 

“Kami berharap prestasi ini bisa memacu semangat seluruh siswa agar tidak takut bermimpi dan berusaha. Dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, hasil yang baik pasti bisa diraih,” tambahnya. [sh]

Lomba Baca Puisi di Bindang: Semarak, Tapi Perlu Evaluasi

Desa bindang kecamatan pasean
Peserta lomba baca puisi Bintang. [Foto: sh]

Pelaksanaan lomba baca puisi dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang digelar di halaman Balai Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, berlangsung cukup semarak. 

Antusiasme peserta dari berbagai lembaga pendidikan patut diapresiasi, begitu pula semangat panitia yang berusaha menghadirkan nuansa meriah dalam peringatan kemerdekaan.

Tapi ada beberapa catatan penting yang patut menjadi perhatian bersama. 

Haji ripatmo

Pertama, penggunaan sound system yang kurang maksimal membuat suara peserta tidak terdengar jelas. 

Padahal, inti dari lomba baca puisi adalah penyampaian makna melalui kejelasan suara, intonasi, dan penghayatan. 

Gangguan teknis ini tentu mengurangi kualitas penampilan peserta.

Kedua, penggunaan instrumen musik pengiring (instrumentalia) justru sering menutupi suara pembacaan, sehingga pesan puisi tidak sampai dengan baik kepada penonton. 

Alangkah lebih tepat jika instrumen ditiadakan. 

Ketiga, meskipun semua peserta diwajibkan memilih puisi bertema kemerdekaan, tidak ada batasan yang lebih terarah mengenai jenis atau karya yang boleh dibawakan. 

Akibatnya, ada ketidaksamaan dalam tingkat kesulitan maupun kedalaman isi puisi yang dipilih.

Semaraknya lomba puisi ini tentu menjadi bukti semangat generasi muda dalam memperingati kemerdekaan. 

Tapi evaluasi teknis dan konseptual tetap diperlukan agar lomba di tahun mendatang bisa lebih berkualitas. [sh]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...