Senin, 19 Mei 2025

Porseni Sumenep Menuai Kontroversi: Siswa Madrasah Dipungut Biaya Tanpa Ikut Lomba⚽

Porseni Sumenep

Dilansir dari liputan12.id, Senin (19/5/2025), pembiayaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuai sorotan karena setiap siswa madrasah dikenakan pungutan biaya, meskipun tidak semua siswa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ketua Panitia Porseni menjelaskan bahwa sistem pembiayaan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) se-Kabupaten Sumenep, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp50.000 untuk peserta. Namun, kebijakan ini menimbulkan kontroversi di kalangan Kepala Madrasah yang merasa terbebani dengan pungutan biaya tersebut, terutama bagi siswa yang tidak mengikuti ajang tersebut.[]

Miris‼️ Warga Pasongsongan Merasa Khawatir, Jembatan Sungai Angsono Masih Gelap Gulita😎

Sungai angsono kecamatan Pasongsongan kabupaten Sumenep

SUMENEP - Jembatan Sungai Angsono di Kecamatan Pasongsongan menjadi sorotan warga karena tidak adanya penerangan pada malam hari. Senin (19/5/2025).

Jembatan ini menghubungkan antara Desa Pasongsongan dan Desa Panaongan. 

Warga mengeluhkan tidak adanya lampu jalan yang membuat area tersebut gelap gulita pada malam hari. 

Hal ini menimbulkan kekhawatiran warga akan terjadinya tindak pidana dan hal-hal yang tidak diinginkan jika tidak segera dipasang lampu jalan. 

Selanjutnya, warga berharap adanya perhatian dari pihak berwenang untuk memasang lampu penerangan di area tersebut demi keamanan dan keselamatan warga. [Surya]

Minggu, 18 Mei 2025

Viral‼️ Polres Gagalkan Penyelundupan Pupuk, Tapi Kasus Tak Kunjung Tuntas😄

Polres madura kasus pupuk

Dilansir dari pilarpos.id, edisi Ahad (18/5/2025), Polres Sampang, Madura, Jawa Timur, menggagalkan dugaan penyelundupan pupuk bersubsidi seberat 9,6 ton pada 3 April 2025, namun kasus ini belum jelas tindak lanjutnya. Kapolres Sampang AKBP Hartono sebelumnya menyatakan akan memburu pelaku dan telah memanggil beberapa saksi, tetapi hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut. Kasi Humas Polres Sampang Ipda Gama Rizaldi menyatakan bahwa Kanit yang menangani kasus tersebut sedang diganti, sehingga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut tentang perkembangan kasus ini.[]

Bongkar‼️ Madura dalam Skandal BSPS: IJTI Minta Jurnalis Jadi Alat Kontrol Sosial😇

Bsps Sumenep

Dilansir dari suaramadura.id, edisi Ahad (18/5/2025), skandal pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Madura tahun anggaran 2024 mulai terungkap, dengan dugaan pemotongan dana, penerima fiktif, dan tekanan dari oknum aparat desa. Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Madura, Veros Afif, menghimbau jurnalis untuk lebih aktif mengungkap kebobrokan ini dan membentuk tim investigasi independen untuk membongkar skema gelap tersebut. Veros menekankan bahwa peran media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi alat kontrol sosial yang tajam dan tak takut dibungkam untuk memperjuangkan keadilan bagi masyarakat kecil.[]

Sabtu, 17 Mei 2025

BKN Belum Rilis Jadwal Pengisian DRH untuk Tenaga Honorer PPPK Paruh Waktu🔥

Bkn

Dilansir dari radarkediri.jawapos.com, edisi Kamis (15/5/2025), Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih mengupayakan percepatan penyelesaian nasib tenaga honorer yang akan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Namun, jadwal resmi pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) bagi tenaga honorer tersebut belum dirilis. BKN saat ini masih fokus pada penyelesaian penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk peserta seleksi CPNS dan PPPK tahap 1, serta pelaksanaan seleksi kompetensi untuk PPPK tahap 2. Pengisian DRH akan dilakukan setelah proses administrasi kepegawaian lainnya rampung, dan BKN meminta para tenaga honorer untuk bersabar dan mempersiapkan dokumen-dokumen administratif yang diperlukan.[]

Tegas‼️ Kejati Jatim Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi BSPS di Sumenep🔥

Bsps kabupaten Sumenep

Dilansir dari rri.co.id, edisi Sabtu (17/5/2025), Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep tidak lagi memiliki kewenangan dalam menangani kasus dugaan penyelewengan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2024 karena kasus tersebut telah diambil alih oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Kasi Intel Kejari Sumenep Moch. Indra Subrata menyatakan bahwa pihaknya telah menerima surat perintah dari Kejati Jatim dan akan dilibatkan sebagai anggota tim di bawah kewenangan Kejati Jatim. Tim dari Kejati Jatim akan menangani kasus tersebut, dengan tiga orang dari Kejari Sumenep yang dilibatkan dalam tim tersebut.[]

Sumenep dalam Duka: Korupsi BSPS Mengancam Harapan Warga Miskin😭

Bsps Sumenep

Dilansir dari madura.viva.co.id, edisi Sabtu (17/5/2025), ribuan warga miskin di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, merasa dikhianati setelah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dijanjikan pemerintah ternyata menjadi ladang korupsi. Mereka hanya menerima sebagian kecil dari bantuan yang dijanjikan, bahkan ada yang hanya menerima beberapa lembar papan. Penanganan hukum atas dugaan korupsi BSPS berjalan lambat, sehingga warga merasa kecewa dan mempertanyakan apakah ada "nama besar" yang melindungi pelaku. Organisasi masyarakat sipil GARDASATU akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan menuntut keadilan bagi warga miskin yang menjadi korban.

[]

Mantan Anggota DPRD Pamekasan Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi😭

Kasus korupsi

Dilansir dari klikmadura.com, edisi Jumat (16/5/2025), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pamekasan menuntut Zamachsary, mantan anggota DPRD Pamekasan, dengan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta dalam kasus dugaan korupsi proyek pokmas yang bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2022. Zamachsary diduga menjadi aktor utama dalam penyelewengan dana hibah yang seharusnya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 357,22 juta. Sidang selanjutnya akan digelar pada 23 Mei 2025 dengan agenda pledoi dari kuasa hukum terdakwa.[]

Jumat, 16 Mei 2025

Peduli terhadap Siswa: Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 yang Berhati Mulia💟

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto sedang menyerahkan bantuan terhadap peserta didiknya. [Foto: Surya]

SUMENEP - Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, merupakan salah satu kepala sekolah yang peduli terhadap kesejahteraan siswa. Sabtu (17/5/2025). 

Ia memiliki atensi luar biasa terhadap pakaian dan sepatu para peserta didiknya. 

Agus Sugianto senantiasa menanyakan kepada siswanya yang pakaian dan sepatunya sudah kusam atau sobek.

"Jika siswa tersebut dari keluarga tak mampu, saya tidak segan-segan membelikan mereka sepatu baru," ungkapnya dengan sikap tanpa pamrih. 

Ia melakukan hal ini karena ingin memastikan bahwa semua siswa bisa belajar dengan nyaman dan percaya diri, tanpa harus terganggu masalah pakaian dan sepatu yang tidak layak.

"Bantuan itu dari uang pribadi saya," ungkap Agus Sugianto.

Niat baiknya tersebut telah membuat banyak siswa merasa terbantu dan terbimbing serta lebih percaya diri. 

Dengan kepedulian Agus Sugianto, SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan menjadi contoh sekolah yang peduli terhadap kesejahteraan siswa. 

"Kami ingin membuktikan bahwa sekolah bisa berperan penting dalam membantu siswa dan menciptakan kegiatan belajar-mengajar yang nyaman dan kondusif," pungkasnya. 

Ia menunjukkan bahwa dengan kepeduliannya, ia bisa membuat perbedaan besar dalam kehidupan siswanya, membantu mereka mencapai potensi maksimal. [Surya]

Mencegah Bullying di Sekolah: Kisah Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3⛔

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto begitu perhatian terhadap peserta didiknya. [Foto: Surya]

SUMENEP - Bullying merupakan masalah serius yang bisa mempengaruhi kenyamanan dan keamanan siswa di sekolah. Sabtu (17/5/2025). 

Itulah sebabnya, peran kepala sekolah dalam mencegah dan menangani kasus bullying sangatlah penting. 

Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, merupakan contoh kepala sekolah yang memiliki atensi luar biasa terhadap masalah bullying.

Bahkan ia selalu mewanti-wanti kepada seluruh komponen di lembaganya untuk selalu menjaga dan mencegah bullying. 

"Kami memahami bahwa bullying bisa memiliki dampak yang signifikan pada kenyamanan dan keamanan siswa, sehingga kami selalu mengingatkan kepada guru dan staf sekolah untuk senantiasa waspada dan sigap dalam menangani kasus bullying," ucapnya. 

Selain itu, Agus Sugianto juga acapkali menyelesaikan beberapa persoalan bullying yang terjadi pada para muridnya. 

"Kami memiliki pendekatan yang humanis dan efektif dalam menangani kasus bullying, sehingga siswa merasa nyaman dan aman di sekolah," tegasnya. 

Dengan komitmen dan kepemimpinan Agus Sugianto, SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan menjadi contoh sekolah yang peduli terhadap kesejahteraan dan keamanan siswa. 

"Kami selalu membuktikan bahwa dengan perhatian dan tindakan yang tepat, bullying bisa dicegah dan ditangani secara efektif," tambahnya. 

Ia telah membuktikan bahwa dengan komitmen dan kepemimpinan yang kuat, sekolah bisa menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa. [Surya]

Kamis, 15 Mei 2025

Kasus BSPS Sumenep Rp109 Miliar: Menteri PKP Minta Jaksa Agung Turun Tangan🔥

Bsps kabupaten Sumenep

Dilansir dari mediajatim.com, edisi Kamis (15/5/2025), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memanggil Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo terkait dugaan penyimpangan dana BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) 2024 di Sumenep. Berdasarkan temuan Inspektorat Jenderal, terdapat dugaan penyimpangan bantuan BSPS yang tidak tepat sasaran dan penggunaan nota belanja material yang sama untuk setiap rumah. Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan bahwa kasus ini akan dibawa ke ranah hukum dan meminta Jaksa Agung untuk menindaklanjutinya. Said Abdullah meminta agar kasus ini diselesaikan dengan tuntas dan transparan, sementara Bupati Sumenep meminta Kementerian PKP untuk berkoordinasi dengan Pemkab dalam mengawasi BSPS.[]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...