Jumat, 28 Maret 2025

Parade Musik Tongtong Gema Ramadhan 2024: 12 Grup Tampil hingga Dini Hari

Musik tongtong, Pelabuhan Pasongsongan, Forpimka Pasongsongan
Panitia dan pimpinan grup musik tongtong menerima penghargaan. [Foto: Surya]

Sumenep - Parade musik tongtong "Gema Ramadhan" di Pasongsongan bukan sekadar hiburan, tapi juga upaya melestarikan budaya lokal. 

Dengan semangat kebersamaan, acara ini jadi bukti, bahwa tradisi musik tetap hidup di tengah modernisasi. Jumat (28/3/2025). 

Pelabuhan Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, jadi pusat perhatian pada malam spesial di akhir bulan Ramadhan. 

Parade musik tongtong, dengan tajuk "Gema Ramadhan", berhasil menghibur ratusan penonton yang memadati area pelabuhan. 

Ada sebanyak 12 grup musik tongtong unggulan tampil memukau, menciptakan atmosfer semarak yang menggetarkan hati.

"Tiap grup musik tongtong tampil dengan durasi terbatas 15 menit. Masing-masing kelompok memberikan penampilan terbaik," ucap Alimurrahman, salah seorang panitia. 

Inilah grup musik tongtong yang berpartisipasi: Dewa Amor, Angin Ribut, Puser Angin, Bintang Kejora, Bagaspati, Lanceng Sarkaju, Poetra Djennengan, Telaga Biru, Pangeran Girpapas, Peccot Ngamox, Gelora Pesisir, dan Nawasena. 

Meski waktu tampil singkat, tiap grup sukses memukau penonton dengan irama khas tongtong, perpaduan beberapa alat musik perkusi yang energik. 

Acara selesai hingga pukul 01.25 WIB, membuktikan antusiasme tinggi baik dari penampil maupun penonton. 

"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung. Semoga acara yang sama tahun depan bisa lebih meriah!" harap Alimurrahman. [Surya]

Makna Mendalam di Balik Bingkisan Lebaran 2025: Dari Momen Memaafkan hingga Menguatkan Ukhuwah

Hari raya idul fitri 2025

Lebaran Idul Fitri selalu menjadi momen yang dinanti - saat kebahagiaan, maaf, dan kebersamaan bersatu dalam sukacita. 

Tapi, di tengah kesibukan menguras waktu dan jarak memisahkan, tak jarang hubungan persahabatan atau persaudaraan menjadi renggang. 

Bahkan, terkadang perselisihan kecil mengkristal jadi jarak yang terasa sulit dijembatani. 

Di sinilah bingkisan Lebaran 2025 bisa jadi "senjata" melawan lupa, pengingat kasih sayang yang sempat tertunda, dan pemutus kebekuan hubungan mendalam.

Bingkisan Lebaran: Pengusir Rindu di Tengah Kesibukan

Hidup serba cepat acapkali membuat kita lupa menyapa teman lama, saudara, atau kerabat yang dulu dekat. 

Kesibukan kerja, urusan keluarga, atau jarak geografis perlahan mengikis kehangatan hubungan.

Kue Lebaran buatan tangan atau oleh-oleh khas daerah bisa jadi pengingat kenangan manis masa silam: "Aku masih ingat dikau."

Surat atau kartu ucapan tulisan tangan yang berisi ungkapan rindu dan permohonan maaf lebih personal daripada sekadar pesan singkat di aplikasi sosial media. 

Bingkisan sebagai Pemutus Rantai Perseteruan

Kadangkala perselisihan terjadi bukan karena kebencian, tapi karena ego tak tercurahkan lewat mimbar pertemuan. 

Bingkisan Lebaran bisa jadi jalan damai tanpa perlu kata-kata yang rumit. Tanpa butuh kalimat puitis. 

Kue kering atau kurma bisa menjadi simbol permohonan maaf - misalnya tradisi halal bihalal, dimana makanan menjadi pemersatu.

Kalimat tulus seperti "Maafkan jika ada salah, mari kita sambung lagi silaturahmi yang terputus" bisa mencairkan kebekuan.

Lebaran adalah Momentum Memperbaiki yang Retak

Di era digital, kehangatan sentuhan fisik dan hadiah nyata seringkali tergantikan oleh chat dan emoji. 

Namun, bingkisan Lebaran tetap memiliki kekuatan magis - menggugah ingatan, melebur dendam, dan mengikat kembali tali yang hampir terlepas.

Lantaran sejatinya, Idul Fitri bukan hanya tentang busana baru, tapi juga memperbarui hubungan yang sempat terlupakan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H, semoga silaturahmi kita terus terjaga!

[Pimred apoymadura.com]

Kamis, 27 Maret 2025

Pengobatan Pengerutan Otak dengan Ramuan Banyu Urip: Tutorial dari MS Arifin

Therapy Banyu Urip
MS Arifin (kiri) saat memberikan tutorial pengobatan Pengerutan otak. [Foto: Surya]

YOGYAKARTA - Pengerutan otak atau atrofi otak adalah kondisi dimana jaringan otak mengalami pengecilan atau pengerutan. Jumat (28/3/2025). 

"Biasanya penyakit ini menyebabkan berbagai gejala seperti kelemahan otot, kesulitan berbicara, dan gangguan kognitif," terang MS Arifin, pimpinan Therapy Banyu Urip di kantornya, kawasan Jalan Selokan Mataram, Sleman, Yogyakarta. 

Pengobatan untuk kondisi ini umumnya melibatkan penggunaan obat-obatan dan terapi.

Tapi beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pengobatan dengan ramuan tradisional bisa menjadi alternatif yang efektif.

Salah satu contoh pengobatan tradisional yang bisa digunakan untuk mengobati pengerutan otak adalah Ramuan Banyu Urip. 

MS Arifin memberikan tutorial tentang cara menyembuhkan pasien pengidap penyakit pengerutan otak dengan Ramuan Banyu Urip.

Menurut MS Arifin, pengobatan dengan Ramuan Banyu Urip bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Pertama, kapas kecil diolesi dengan Ramuan Banyu Urip dan dimasukkan ke telinga kanan-kiri pasien. 

Selanjutnya, kompres kepala, dada, perut, dan punggung pasien juga diolesi dengan Ramuan Banyu Urip.

Setelah itu, pasien diminta untuk minum 2 sendok Ramuan Banyu Urip dan menggurahnya di bawah lidah selama 25 menit. 

Dengan cara ini, Ramuan Banyu Urip bisa bekerja efektif untuk mengobati pengerutan otak.

"Ramuan Banyu Urip telah terbukti efektif dalam mengobati berbagai penyakit, termasuk pengerutan otak," tegas eks Polisi Militer ini meniscaya. 

Ramuan ini bekerja dengan cara memperbaiki fungsi otak dan meningkatkan kesehatan sel-sel otak.

Pengobatan dengan Ramuan Banyu Urip bisa jadi alternatif yang efektif untuk mengobati pengerutan otak. [Surya]

Surat Terbuka untuk Haji Her (H Khairul Umam): Ajakan untuk Membangun Kesejahteraan Bersama

Haji her pamekasan madura
H. Khairul Umam (Haji Her)

Kepada Yth. H. Khairul Umam (Haji Her), Pengusaha Tembakau, Ketua P4TM, dan "Sultan Madura" yang Dermawan,

Salam sejahtera untuk Bapak. Perkenankan saya menyampaikan surat ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus harapan dari masyarakat yang mengagumi perjalanan hidup dan kesuksesan Bapak.

Bapak dikenal sebagai sosok pengusaha tembakau yang sukses, pemimpin Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM), dan figur yang dijuluki "Sultan Madura" karena kemewahan rumah, koleksi mobil mewah, serta kedermawanan Bapak yang sering membantu masyarakat. 

Tidak bisa dipungkiri, Bapak adalah inspirasi bagi banyak orang, terutama warga Madura, yang melihat kesuksesan Bapak sebagai bukti bahwa kerja keras bisa mengubah nasib.

Namun, di balik kekayaan yang Bapak miliki, ada harapan besar dari masyarakat. 

Banyak yang berandai-andai: "Bagaimana jika Haji Her mendirikan perusahaan besar yang bisa menampung ribuan tenaga kerja?" atau "Andai kekayaan beliau bisa lebih berdampak luas untuk mengurangi pengangguran di Madura."

Potensi Menciptakan Lapangan Kerja

Madura memiliki banyak pemuda usia produktif yang butuh kesempatan. 

Dengan sumber daya yang Bapak miliki - jaringan bisnis, modal, dan pengalaman - Bapak bisa menjadi pelopor pembukaan lapangan kerja baru, tidak hanya di sektor tembakau tetapi juga di bidang lain seperti pertanian modern, industri pengolahan, atau bahkan pariwisata.

Bayangkan jika Bapak mendirikan pabrik atau usaha skala besar yang melibatkan ribuan karyawan. 

Dampaknya tidak hanya mengurangi pengangguran, tetapi juga mengurangi kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Kekayaan Bapak akan lebih bermakna ketika bisa mengangkat harkat hidup banyak keluarga.

Kedermawanan yang Berkelanjutan

Bapak sudah terbukti dermawan, tetapi bantuan yang bersifat charity (seperti santunan atau sumbangan) kadang hanya bersifat sementara. 

Masyarakat justru lebih membutuhkan kesempatan untuk mandiri melalui pekerjaan yang stabil. 

Dengan menciptakan lapangan kerja, Bapak tidak hanya memberi ikan, tetapi juga kail untuk mencari ikan.

Warisan yang Abadi

Jika Bapak berkenan mewujudkan hal ini, nama Bapak tidak hanya akan dikenang sebagai pengusaha kaya dan dermawan, tetapi juga sebagai pahlawan pembangunan Madura yang mengubah nasib ribuan keluarga. 

Kekayaan Bapak akan menjadi berkah yang terus mengalir untuk generasi mendatang.

Semoga surat ini sampai ke hati Bapak. Kami yakin, dengan niat baik dan kemampuan yang Bapak miliki, Madura bisa menjadi lebih sejahtera.

Hormat kami,

[Pimred apoymadura.com/Atas Nama Masyarakat Pasongsongan]

Rabu, 26 Maret 2025

Kemacetan Jalan Raya Pasar Waru Pamekasan, Biang Keroknya adalah Pedagang di Trotoar

Pasar waru Kabupaten Pamekasan
Suasana Pasar Waru Kabupaten Pamekasan. [Foto: Surya]

PAMEKASAN - Kemacetan jalan raya Pasar Waru Kabupaten Pamekasan, khususnya tiap Kamis dan Ahad, telah menjadi fenomena yang tak bisa dihindarkan. Kamis (27/3/2025). 

Karena pada kedua hari tersebut merupakan hari pasaran. 

Banyaknya pedagang sayur, ikan, dan penganan yang menempati trotoar jadi biang utama terjadinya kemacetan ini.

Menjelang Lebaran yang tinggal 2 hari lagi, banyak masyarakat yang berbondong-bondong untuk berbelanja kebutuhan Lebaran. Hal ini membuat kemacetan arus lalulintas semakin parah. 

Petugas lalulintas pun kewalahan untuk mengatur arus lalulintas.

Kemacetan arus lalulintas di Pasar Waru Pamekasan dimulai sejak pukul 05.00 WIB. 

Banyaknya kendaraan yang melintas di jalan raya membuat kemacetan semakin parah. 

Pedagang yang menempati trotoar juga membuat jalan raya semakin sempit.

"Pemerintah setempat dan petugas lalulintas sejatinya harus segera mengambil tindakan guna mengatasi kemacetan ini," kritik salah seorang pengunjung Pasar Waru. 

Salah satu solusi yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan mengatur pedagang yang menempati trotoar dan membuat jalan raya lebih luas.

Dengan demikian, kemacetan arus lalulintas di Pasar Waru Pamekasan bisa diminimalkan dan masyarakat bisa berbelanja dengan lebih nyaman. [Surya]

MS Arifin Jalin Kerjasama untuk Meningkatkan Kualitas Pengobatan Therapy Banyu Urip

Therapy Banyu Urip
MS Arifin, owner Therapy Banyu Urip.[Foto: Surya]

YOGYAKARTA - MS Arifin, owner Therapy Banyu Urip, adalah sosok yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Kamis (27/3/2025). 

Ia senantiasa menjalin kerjasama dengan banyak pihak untuk meningkatkan kualitas pengobatan yang ditawarkan. 

Salah satu contoh kerjasama yang telah dijalin MS Arifin adalah dengan rumah sakit dan dokter. 

Kerjasama ini bertujuan guna meningkatkan kualitas pengobatan yang ditawarkan Therapy Banyu Urip, serta untuk memastikan bahwa pengobatan yang dilakukan sesuai standar medis.

Selain itu, MS Arifin juga menjalin kerjasama dengan owner dari beberapa pengobatan alternatif lain. 

Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengobatan alternatif, serta untuk mempromosikan Therapy Banyu Urip sebagai salah satu pilihan pengobatan alternatif yang efektif dan aman.

Therapy Banyu Urip sendiri adalah metode pengobatan tradisional yang dikemas modern. 

"Metode pengobatan kami menggunakan ramuan alami yang  diolah dengan cara tepat untuk mengobati berbagai macam penyakit," terang eks Polisi Militer ini bersahaja. 

Dengan kerjasama yang telah dijalin oleh MS Arifin, Therapy Banyu Urip telah menjadi salah satu pilihan pengobatan alternatif yang paling populer di Indonesia. 

"Sudah banyak orang yang telah merasakan manfaat dari pengobatan kami. Mereka juga sudah memberikan testimonial yang positif tentang Therapy Banyu Urip," tambah MS Arifin. 

MS Arifin dan Therapy Banyu Urip terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengobatan yang ditawarkan.

"Kami senantiasa mempromosikan pengobatan alternatif sebagai salah satu pilihan pengobatan yang efektif dan aman," pungkasnya. [Surya]

Tantangan dalam Membangun Kepercayaan Masyarakat terhadap Ramuan Tradisional

Therapy Banyu Urip
MS Arifin (paling kanan) bersama para mitra kerja. [Foto: Surya]

YOGYAKARTA - Meskipun memiliki banyak manfaat, ramuan tradisional masih sering dianggap kuno, tidak ilmiah, atau kurang efektif dibanding obat kimia. Kamis (37/3/2025). 

Ketika MS Arifin diwawancarai apoymadura.com di tempat praktiknya, kawasan Jalan Selokan Mataram, ia mengatakan bahwa alam telah menyediakan segala yang dibutuhkan umat manusia untuk sehat. 

"Ramuan tradisional bukan sekadar warisan budaya, melainkan solusi kesehatan yang berkelanjutan," cetusnya. 

MS Arifin mengingatkan kembali, dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat secara terus menerus, maka akan terbangun kesadaran mereka. 

"Kita pasti bisa membangun mindset bahwa pengobatan alami adalah jalan terbaik untuk hidup sehat tanpa ketergantungan pada bahan kimia," ucapnya. 

Hingga saat ini, MS Arifin terus mengampanyekannya lewat bakti sosial (baksos), menyeru untuk kembali pada alam sekitar. 

"Jika kita mau belajar dari nenek moyang dan menggabungkannya dengan pengetahuan modern, ramuan tradisional akan menjadi kekuatan besar dalam dunia kesehatan Indonesia," ucapnya. 

MS Arifin dengan Ramuan Banyu Urip hadir sebagai bukti bahwa pengobatan tradisional tetap relevan di era modern. [Surya]

Membangun Mindset Masyarakat Indonesia tentang Keampuhan Ramuan Tradisional

Therapy Banyu Urip
MS Arifin (3 dari kiri) bersama mitra kerja. [Foto: Surya]

YOGYAKARTA - Di tengah pesatnya perkembangan dunia medis modern, ramuan tradisional Indonesia tetap menjadi warisan berharga yang tidak boleh dilupakan. Kamis (27/3/2025). 

Tidak bijak rasanya kalau warisan pengobatan tradisional dilupakan begitu saja. 

MS Arifin, owner Ramuan Banyu Urip, dengan tegas menyatakan:

"Alam telah menyediakan segalanya. Nenek moyang kita dulu mengobati penyakit dengan ramuan dari alam sekitar, dan itu terbukti efektif."

Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa Indonesia memiliki kekayaan hayati yang melimpah, dengan ribuan jenis tanaman obat yang telah digunakan turun-temurun. 

Namun, seiring modernisasi, kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan tradisional mulai luntur. 

"Penting membangun kembali mindset, bahwa ramuan tradisional bukan sekadar alternatif, melainkan solusi alami yang ampuh dan minim efek samping," tambah MS Arifin ketika dijumpai di kantor Pusat Therapy Banyu Urip Ykgyakarta. 

Sejak zaman dahulu, masyarakat Indonesia telah memanfaatkan bahan-bahan alami.

Seperti jahe, kunyit, temulawak, sambiloto, dan kencur untuk mengobati berbagai macam penyakit. 

Ramuan tersebut tidak hanya bersifat kuratif (menyembuhkan), tapi juga preventif (mencegah).

"Kunyit sebagai antiinflamasi dan penambah imunitas. Daun sirih untuk antiseptik alami. Temulawak untuk meningkatkan nafsu makan dan kesehatan liver," terangnya. 

MS Arifin menegaskan, bahwa banyak penyakit modern sebenarnya bisa dicegah dan diatasi dengan ramuan tradisional jika digunakan secara tepat. [Surya]

Selasa, 25 Maret 2025

Ramuan Banyu Urip Terbukti Cocok Bagi Masyarakat Dunia dalam Hal Penyembuhan Penyakit

Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta
Dari kiri: Mohammad Ikbal warga Singapura yang menetap di Prancis yang berobat di Pusat Therapy Banyu Urip Yogyakarta, bersama MS Arifin. [Foto: Surya]

YOGYAKARTA -  Ramuan Banyu Urip telah terbukti sebagai salah satu metode pengobatan paling efektif dan cocok bagi masyarakat dunia. Rabu (27/3/2025). 

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga asing yang datang langsung ke Pusat Therapy Banyu Urip Yogyakarta, demi mencari penyembuhan atas penyakit yang dideritanya.

Menurut MS Arifin, pimpinan Pusat Therapy Banyu Urip Yogyakarta, banyak warga asing yang sudah sembuh setelah menjalani metode pengobatan Therapy Banyu Urip.

"Kami telah menerima banyak kunjungan dari warga asing yang ingin mencari penyembuhan atas penyakitnya," ungkap MS Arifin kepada jurnalis apoymadura.com. 

Dan ternyata, banyak diantara mereka yang sembuh setelah menjalani metode pengobatan Therapy Banyu Urip

Eks Polisi Militer ini juga menjelaskan kalau Ramuan Banyu Urip sudah terbukti sebagai salah satu metode pengobatan paling efektif dan aman. 

"Kami sudah melakukan penelitian dan uji coba untuk memastikan, bahwa Ramuan Banyu Urip aman dan efektif untuk digunakan sebagai metode pengobatan," tegas MS Arifin.

Dengan pembuktian ini, Pusat Therapy Banyu Urip Yogyakarta siap menerima kunjungan dari masyarakat dunia.

Mereka ingin mencari penyembuhan atas penyakitnya, tentu dengan menggunakan metode pengobatan Therapy Banyu Urip. [Surya]

Pengobatan Alternatif Ramuan Banyu Urip: Solusi untuk Penyakit yang Gagal Disembuhkan

Therapy Banyu Urip
MS Arifin (paling kanan) bersama para mitra kerja. [Foto: Surya]

YOGYAKARTA - Pengobatan alternatif Ramuan Banyu Urip jadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat internasional. Selasa (25/3/2025). 

Banyak orang penasaran, tentang bagaimana ramuan herbal ini bisa menyembuhkan penyakit yang gagal disembuhkan oleh pengobatan kedokteran.

Menurut MS Arifin, owner Therapy Banyu Urip, pengobatan alternatif Ramuan Banyu Urip telah digunakan oleh masyarakat nusantara sejak zaman dulu. 

"Masyarakat nusantara zaman dulu menggunakan ramuan dalam penyembuhan penyakit," jelas MS Arifin di tempat praktiknya, kawasan Jalan Selokan Mataram, Sleman, Yogyakarta. 

Ramuan Banyu Urip adalah salah satu contoh pengobatan alternatif yang menggunakan bahan-bahan alami untuk menyembuhkan penyakit. 

Dengan menggunakan ramuan herbal ini, banyak orang yang berhasil disembuhkan dari penyakit yang gagal disembuhkan oleh pengobatan medis.

"Contoh buta warna. Herbal kami sudah menyembuhkan ribuan orang penderita buta warna dan kami punya catatannya," terang MS Arifin. 

Dengan demikian, pengobatan alternatif Ramuan Banyu Urip telah jadi solusi untuk penyakit yang gagal disembuhkan oleh pengobatan medis. 

Wajar kalau saat ini pengobatan alternatif Ramuan Banyu Urip menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dunia. [Surya]

Senin, 24 Maret 2025

Pelatihan Therapy Banyu Urip: Solusi Kesehatan Alternatif yang Efektif

Therapy Banyu Urip
Pelatihan Therapy Banyu Urip selalu nanyak pesertanya. [Foto: Surya]

YOGYAKARTA - Pelatihan Therapy Banyu Urip sudah menjadi salah satu program pelatihan paling populer di Indonesia. 

Setiapkali pelatihan diadakan, selalu ramai pesertanya. 

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat di tanah air sangat peduli terhadap kesehatan diri dan keluarganya.

Therapy Banyu Urip adalah salah satu metode pengobatan alternatif yang menggunakan ramuan tradisional sebagai media terapi. 

Metode ini dipercaya bisa membantu mengobati berbagai macam penyakit, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit kronis.

Masyarakat Indonesia sadar bahwa biaya rumah sakit yang bagus saat ini mahal tarifnya. 

Oleh karena itu, mereka mencari alternatif pengobatan yang lebih terjangkau dan efektif. 

"Rupanya Therapy Banyu Urip menjadi salah satu alternatif yang dipilih oleh masyarakat saat ini," ucap MS Arifin, owner Therapy Banyu Urip. 

Lebih jauh MS Arifin menjelaskan, bahwa pelatihan Therapy Banyu Urip tidak hanya membantu masyarakat memahami cara kerja metode ini, tapi juga membantu masyarakat mempraktikkan metode ini secara langsung. 

Pada akhirnya masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengobati diri dan keluarganya. 

Demikian petikan wawancara jurnalis apoymadura.com dengan MS Arifin di tempat praktiknya, kawasan Selokan Mataram, Sleman, Yogyakarta. [Surya]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...