Kamis, 26 Desember 2024

Agus Sugianto: Kepala Sekolah yang Berdedikasi pada Pendidikan di Pasongsongan

Sdn Panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten Pamekasan
Agus Sugianto (belakang dua dari kiri) bersama para guru SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, adalah sosok yang patut menjadi teladan dalam dunia pendidikan. Jumat (27/12/2024). 

Kepeduliannya pada kemajuan pendidikan di Kecamatan Pasongsongan cukup baik.

Contoh konkretnya yakni membantu para guru honorer yang tengah berjuang meraih status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

"Saya secara aktif memberikan pendampingan kepada mereka yang akan mengikuti seleksi PPPK periode II," ujar Agus Sugianto. 

Langkah ini menunjukkan betapa besar komitmen dia dalam memperjuangkan hak para tenaga pendidik di wilayahnya.

Salah satu tindakan nyata yang dilakukan Agus Sugianto menjadi inisiator grup Non K2, grup PAI, grup CGP, grup PPG, dan grup Guru Bahasa Madura Kecamatan Pasongsongan. 

Khusus grup Non K2 Pasongsongan, Agus Sugianto mendampingi para guru honorer untuk mengatasi berbagai kendala teknis, seperti pengunggahan dokumen ke akun SSCASN. 

Bahkan Agus Sugianto sering mendampingi beberapa guru honorer ke Dinas Pendidikan Sumenep karena ada dokumen yang salah. 

"Saya juga seringkali membantu memecahkan masalah yang dihadapi  para guru agar proses administrasi bisa berjalan lancar," ungkapnya. 

Hadirnya di tengah perjuangan para guru honorer ini menjadi bukti, bahwa seorang pemimpin yang peduli tidak hanya bekerja bagi institusi yang ia pimpin, tapi juga untuk kemajuan komunitas di sekitarnya. 

Komitmen ini tidak hanya memberikan motivasi kepada para guru, tapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih positif di Kecamatan Pasongsongan.

Dengan dedikasinya yang tinggi, Agus Sugianto tidak hanya membangun SDN Panaongan 3 menjadi lebih baik, tapi juga ikut andil dalam menciptakan masa depan lebih cerah bagi dunia pendidikan di Sumenep. [Surya]

Rabu, 25 Desember 2024

Pakde Kampret Terapis Andal dari Bangirejo Kini Bagian dari Therapy Banyu Urip

Therapy banyu urip international
MS Arifin (kiri) bersama Pakde Kampret. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Pakde Kampret beralamat di Bangirejo, Jatimulyo, Yogyakarta, adalah terapis andal yang telah dikenal masyarakat luas. Kamis (26/12/2024). 

Ia merupakan seorang terapis dengan kemampuan luar biasa dalam membantu memulihkan berbagai penyakit. 

Kemampuannya sering membuatnya diundang ke berbagai tempat oleh orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

"Saya bersyukur dan bangga karena telah diterima menjadi bagian dari keluarga besar Therapy Banyu Urip," ucap Pakde Kampret dengan wajah bahagia. 

Therapy Banyu Urip ialah sebuah komunitas yang bergerak di bidang terapi kesehatan dengan pendekatan sosial budaya. 

"Komunitas ini tidak hanya memberikan ruang bagi saya untuk terus berkembang, tapi juga memungkinkan saya berbagi manfaat dengan lebih banyak orang," ucap Pakde Kampret penuh syukur.

Sedangkan MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip, mengungkapkan bahwa komunitas ini terbuka untuk siapa saja yang punya keahlian sebagai terapis.

"Kami siap menampung siapa saja yang mau bergabung, selama mereka memiliki kemampuan di bidang terapi dan hati yang tulus untuk membantu sesama," ujar MS Arifin.

Dengan bergabungnya Pakde Kampret, diharapkan Therapy Banyu Urip makin mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Pakde Kampret dan Therapy Banyu Urip menjadi bukti nyata bahwa keahlian, dedikasi, dan jiwa sosial bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat luas. [Surya]

MS Arifin Dukung Musik Tongtong Menuju Panggung Dunia

Therapy Banyu Urip internationa

apoymadura.com - Putra asli Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, MS Arifin, punya perhatian besar terhadap musik tongtong. Kamis [26/12/2024]

Sebagai wujud kecintaannya terhadap seni tradisional Pasongsongan, MS Arifin dengan bangga jadi sponsor utama grup musik tongtong Dewa Amor. 

"Setiap ada event, baik festival atau atau lomba-lomba, saya bersama perusahaan Therapy Banyu Urip, turut serta mensupportnya,"  ungkap MS Arifin. 

Lebih jauh MS Arifin mengatakan, dahulu musik tongtong hanya dimainkan sebagai sarana membangunkan orang untuk sahur. 

Tapi kini musik tongtong telah menjelma jadi salah satu warisan seni budaya yang mendunia. 

MS Arifin menyadari pentingnya menjaga dan mempromosikan seni ini agar tidak hanya dikenal di tanah kelahirannya, tapi juga di panggung internasional.

"Musik tongtong adalah kebanggaan kita semua, terutama masyarakat Pasongsongan. Musik ini merupakan warisan budaya yang harus terus kita jaga," ujar MS Arifin saat memberikan dukungannya kepada grup Dewa Amor.

Festival musik tongtong di Sumenep ini menjadi ajang bergengsi yang diikuti oleh berbagai grup musik tongtong dari berbagai daerah. 

Dengan penampilan yang penuh semangat dan kreativitas, Dewa Amor menjadi salah satu grup yang paling dinantikan. 

Dukungan MS Arifin tidak hanya bantuan finansial saja, tapi juga motivasi kepada para anggota grup agar terus berkarya dan mencintai budaya mereka.

Kepedulian MS Arifin ini jadi bukti, bahwa cinta terhadap budaya lokal bisa berikan dampak besar, bukan sekadar melestarikan tapi juga mengangkat citra daerah di kancah global. [Surya]

Selasa, 24 Desember 2024

Yayasan Pondok Pesantren Annidhamiyah Gelar Silaturahmi dan Penyerahan Raport Semester 1 Tahun Pelajaran 2024/2025

Pondok pesantren Annidhamiyah dusun Jeppon Desa bindang kecamatan Pasean Kabupaten pamekasan

apoymadura.com - Yayasan Pondok Pesantren Annidhamiyah, berlokasi di Dusun Jeppon Desa Bindang Kecamatan Pasean  Kabupaten Pamekasan, menggelar acara Silaturahmi Wali Siswa dan Santri sekaligus Penyerahan Raport Semester 1. Rabu (25/12/2024). 

Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri para wali murid, wali santri, serta jajaran dewan guru. 

Adalah KH Muhlis, S.Ag, selaku pengurus Yayasan Pondok Pesantren Annidhamiyah, menyampaikan sambutan mewakili pengasuh Pondok Pesantren Annidhamiyah.

KH Muhlis, S.Ag menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi dan mengawasi putra-putrinya, khususnya saat berada di rumah. 

“Kami mengajak para wali murid dan wali santri untuk senantiasa memberikan perhatian kepada putra-putrinya. Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pesantren, tapi juga peran aktif dari orang tua di rumah amat diperlukan,” ujarnya.

Selain itu, KH Muhlis, S.Ag juga membuka ruang untuk masukan dan saran dari para wali siswa dan santri demi kemajuan Yayasan Annidhamiyah. 

Ia berharap adanya sinergi yang baik antara pihak yayasan dan orang tua untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih berkualitas.

Yayasan Pondok Pesantren Annidhamiyah sendiri mengelola beberapa lembaga pendidikan, yaitu RA, MI, SMP, SMA, serta MDTAl Annidhamiyah. 

Dengan berbagai jenjang pendidikan tersebut, yayasan ini berkomitmen untuk mencetak generasi yang berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan.

Melalui acara ini, diharapkan hubungan antara yayasan, guru, orang tua, dan santri semakin erat, sehingga bisa mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang lebih baik di masa depan. [Surya]

Therapy Banyu Urip Cabang Singapura, Sukses Berkat Kepemimpinan Salim bin Atan

Ramuan banyu urip international
Dari kanan: MS Arifin, Salim bin Atan, dan istri. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Pengobatan alternatif semakin diminati masyarakat Singapura sebagai solusi kesehatan yang alami. Selasa (24/12/2024). 

Salah satu nama yang berhasil menarik perhatian adalah Therapy Banyu Urip Cabang Singapura, pimpinan Salim bin Atan, warga asli Malaysia yang kini menetap di Negeri Singa. 

Sukses terapi ini membuktikan kalau metode pengobatan tradisional dapat diterima dengan baik di tengah masyarakat modern.

Therapy Banyu Urip menawarkan pendekatan unik dalam pengobatan alternatif. 

Dengan memadukan Ramuan Banyu Urip, pijat tradisional dan pendekatan ilmiah, terapi ini fokus pada pemulihan tubuh melalui keseimbangan energi dan ramuan tradisional. 

"Di bawah kepemimpinan Salim bin Atan, cabang Singapura ini telah berkembang pesat dan memiliki reputasi sebagai salah satu pusat terapi alternatif terbaik," ungkap CEO Therapy Banyu Urip, MS Arifin. 

Salim bin Atan membawa wawasan mendalam tentang metode penyembuhan tradisional yang telah ia pelajari sejak muda. 

"Salim bkn Atan percaya, bahwa pengobatan alternatif bisa menjadi pelengkap sempurna bagi layanan kesehatan modern," imbuh MS Arifin. 

Singapura dikenal sebagai negara dengan masyarakat yang menghargai kesehatan dan gaya hidup sehat. 

Warga Singapura terbiasa mencari solusi kesehatan yang alami, efektif, dan minim efek samping. 

Keberhasilan Therapy Banyu Urip Cabang Singapura adalah bukti bahwa pengobatan alternatif memiliki tempat di tengah masyarakat modern. 

Dengan terus berkembangnya kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat, cabang ini diharapkan bisa menjadi model bagi pengobatan alternatif lainnya di kawasan Asia Tenggara. [Surya]

Senin, 23 Desember 2024

Imanur Maulid Efendi dan Ahmad Buhari: Pendamping Setia Guru Honorer Kecamatan Pasongsongan dalam Rekrutmen PPPK 2024

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Imanur Maulid Efendi (atas) dan Ahmad Buhari (bawah) bersama para guru honorer Kecamatan Pasongsongan. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Kisah inspiratif dua tokoh pendidikan lokal Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, Imanur Maulid Efendi dan Ahmad Buhari. 

Dengan dedikasi luar biasa, keduanya telah menjadi pendamping setia bagi para guru honorer dalam menghadapi proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024.

Pendampingan yang mereka lakukan berfokus pada upaya memastikan para guru honorer tidak terhambat kendala teknis, terutama dalam proses unggah dokumen melalui akun SSCASN. 

"Kesalahan seperti penulisan nomor surat atau kelengkapan dokumen menjadi penyebab kegagalan pelamar ikut tes nantinya," tegas Imanur ketika mendampingi para guru honorer melakukan resume di SDN Panaongan 3. Selasa (24/12/2024). 

Imanur menambahkan, bahwa kesalahan sedikit saja akan berakibat fatal. 

"Kita tahu para guru honorer itu perjuangannya luar biasa. Tatkala salah mengunggah, otomatis harus menunggu masa sanggah," ungkap Imanur. 

Berdasar kepeduliannya, kedua tokoh ini tergerak untuk memberikan bimbingan komprehensif.

Imanur Maulid Efendi dan Ahmad Buhari secara langsung memeriksa setiap dokumen yang diunggah oleh para guru honorer. 

Sedangkan Ahmad Buhari juga sibuk mengoreksi dengan cerrnat semua berkas dari para guru honorer. 

"Kami memastikan bahwa dokumen-dokumen seperti SK pengangkatan, sertifikat pendukung, dan data lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ucap Ahmad Buhari. 

Menurutnya, proses tahun ini lebih menantang dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Ia menjelaskan bahwa perubahan regulasi dan peningkatan standar seleksi telah membuat para pelamar harus lebih teliti. 

"Pendampingan kami merupakan sebuah komitmen untuk membantu para guru honorer yang selama ini telah mengabdikan diri untuk dunia pendidikan," lanjut Ahmad Buhari. 

Selain pendampingan administratif, kedua tokoh ini juga memberikan dukungan moral. 

Mereka menyediakan waktu dan informasi terbaru terkait seleksi PPPK.

“Kami ingin memastikan para guru honorer tidak merasa sendirian. Bersama-sama kita bisa melewati semua tantangan ini,” ujar Ahmad Buhari. 

Menurutnya, guru honorer merupakan ujung tombak pendidikan dasar yang layak mendapatkan apresiasi dan kesempatan yang lebih baik.

Kerja keras Imanur dan Ahmad Buhari mendapat banyak apresiasi dari masyarakat Kecamatan Pasongsongan. 

Banyak yang berharap dedikasi mereka bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mendukung guru honorer. [Surya]

Kepedulian Agus Sugianto dalam Membantu Guru Honorer pada Seleksi PPPK Tahap 2

Sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten Sumenep
Agus Sugianto (kiri) bersama mitra kerja dalam sebuah acara. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Dalam proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2, Agus Sugianto jadi salah satu sosok yang punya peran penting dalam membantu para guru honorer. Senin (23/12/2024). 

Bertempat di SDN Panaongan 3, sebagian guru honorer dari sekolah tersebut ditambah SDN Padangdangan 2 dan SDN Sodara 1 berkumpul untuk bersama-sama me-resume. 

Tidak hanya sekadar hadir, Agus menunjukkan kepedulian luar biasa dengan turut serta dalam proses me-resume akun SSCASN secara kolektif.

"Saya memahami betapa pentingnya proses seleksi ini bagi para guru honorer," ucap Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3.

Ia berupaya memastikan kalau para guru honorer tidak masuk dalam kategori TMS (Tidak Memenuhi Syarat), yang bisa menghambat langkah mereka dalam seleksi PPPK. 

Ikhtiar Agus tidak hanya difokuskan pada satu sekolah saja, seperti SDN Panaongan 3, tapi juga melibatkan guru honorer dari berbagai sekolah lain. 

Bersama dengan para guru honorer, ia secara kolektif me-review, memastikan kelengkapan akun SSCASN mereka agar sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.

Langkah ini mencerminkan komitmen Agus Sugianto terhadap pengembangan pendidikan dan pengakuan terhadap perjuangan para guru honorer. 

"Saya tidak hanya memberikan bantuan teknis, tapi juga dukungan moral," ucap Agus. 

Dengan hadirnya sosok seperti Agus, para guru honorer merasa lebih optimis dan percaya diri dalam menjalani seleksi PPPK. 

Kepeduliannya jadi inspirasi bagi banyak orang bahwa kolaborasi dan saling dukung adalah kunci utama menghadapi tantangan bersama. 

"Saya dibantu Imanur Maulid Efendi dan Ahmad Buhari dalam me-resume akun SSCASN para guru honorer," tutupnya. [Surya]

Minggu, 22 Desember 2024

Apresiasi Tim Penilai Kinerja terhadap Kepala SDN Panaongan 3 dalam Program Literasi dan Numerasi

Sdn panaongan 3 pasongsongan kabupaten Sumenep
Sulaiman, M.Pd. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Sulaimam, M.Pd, Tim Penilai Kinerja Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah Pendidikan Menengah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, memberikan apresiasi terhadap inovasi program literasi dan numerasi yang dijalankan Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto. 

Pada kunjungannya, 26 Nopember 2024, Sulaiman mengakui bahwa langkah yang diambil Agus Sugianto dalam membangun budaya literasi dan numerasi di sekolahnya merupakan teladan bagi kepala sekolah lainnya.

Agus Sugianto tidak hanya memberikan arahan, tapi juga secara aktif terjun langsung untuk memastikan keberhasilan program tersebut. 

Setiap pagi, ia berdiri di pintu masuk sekolah untuk menyambut para siswa. 

Dalam interaksi ini, Agus menggunakan Bahasa Madura untuk mendekatkan diri kepada peserta didik. 

Ia menanyakan hal-hal sederhana namun bermakna, seperti jumlah uang jajan yang mereka bawa. 

Agus juga menanyakan apa saja yang mereka temui di perjalanan menuju sekolah.

Pendekatan ini bertujuan untuk membangun kedekatan emosional antara kepala sekolah dan siswa, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis anak-anak. 

Dengan menanyakan hal sehari-hari, Agus ingin menanamkan kebiasaan berpikir reflektif dan memperhatikan lingkungan sekitar.

Sulaiman, dalam keterangannya, menyebutkan bahwa langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi para murid di Kabupaten Sumenep. 

“Program ini tidak hanya menciptakan kedekatan antara kepala sekolah dan siswa, tapi juga membentuk karakter anak agar lebih peka dan kritis,” ujarnya.

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari komitmen Agus Sugianto sebagai pemimpin di SDN Panaongan 3. 

Selain menyapa siswa di pagi hari, Agus juga mengintegrasikan program literasi dan numerasi ke dalam berbagai kegiatan pembelajaran di sekolah. 

Apresiasi yang diberikan tim penilai diharapkan bisa memotivasi sekolah lain untuk menerapkan program serupa. 

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya tentang kurikulum, tapi juga pendekatan humanis yang melibatkan semua pihak. [Surya]

Sabtu, 21 Desember 2024

Keragaman Teknik Mengobati Pasien dari Cabang Therapy Banyu Urip

Therapy Banyu Urip international
MS Arifin (kiri) bersama salah seorang pasien. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Sejak lama Therapy Banyu Urip dikenal sebagai pengobatan alternatif yang efektif dalam membantu penyembuhan berbagai penyakit. Ahad (22/12/2024). 

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip memang memberikan kebebasan terhadap setiap cabang dalam menawarkan pendekatan unik terhadap para pasien. 

"Tiap cabang memiliki teknik yang berbeda dalam menangani pasien, tapi dasar pengobatan Banyu Urip tetap jadi inti penyembuhan," terang MS Arifin. 

Menurut MS Arifin, setiap cabang Therapy Banyu Urip memiliki kebebasan untuk mengadaptasi metode pengobatan sesuai dengan kebutuhan. 

Kebebasan ini memungkinkan setiap cabang untuk menghadirkan solusi tetbaik. 

"Misalnya, beberapa cabang mungkin lebih fokus pada teknik terapi fisik, sementara cabang lain mengedepankan pendekatan elemen spiritual," imbuh MS Arifin.

Meski ada perbedaan dalam pendekatan teknis, metode dasar pengobatan di Therapy Banyu Urip tetap menjadi pedoman utama. 

Dengan keragaman teknik yang diterapkan di berbagai cabang memberikan keunggulan kompetitif bagi Therapy Banyu Urip. 

"Pasien memiliki kebebasan untuk memilih cabang yang paling sesuai dengan kebutuhan," imbuh MS Arifin. 

Selain itu, keragaman ini memungkinkan inovasi terus berkembang di setiap cabang, sehingga metode pengobatan bisa disempurnakan dari waktu ke waktu.

Menurut MS Arifin, pendekatan yang fleksibel namun tetap berlandaskan metode dasar ini adalah salah satu kunci keberhasilan Therapy Banyu Urip dalam menjangkau lebih banyak pasien. 

"Setiap cabang memiliki kiat khusus, tapi semua terhubung dalam misi yang sama, yaitu membantu pasien mendapatkan kesembuhan," ungkapnya. [Surya]

Kepala SDN Panaongan 3 Sumenep, Sibuk di Masa Libur Sekolah 2024

Sdn panaongan 3pasongsongan kabupaten Sumenep
Agus Sugianto. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Libur sekolah biasanya dimanfaatkan para tenaga pendidik untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. 

Tapi, ini tidak berlaku bagi Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. 

Di masa libur sekolah, ia justru menjadi sosok yang super sibuk. Sabtu (21/12/2024). 

"Saya sengaja berperan aktif, membantu para guru honorer dalam mempersiapkan diri guna mengikuti seleksi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2," terang Agus. 

Banyak diantara guru honorer yang mengalami kendala di pengunggahan berkas persyaratan.

Menurutnya, Kesalahan dalam proses ini bisa membuat pelamar TMS (Tidak Memenuhi Syarat), yang berarti harapan mereka punah. 

Untuk mengatasi permasalahan ini, Agus Sugianto mengambil langkah konkret dengan menjembatani para guru honorer yang butuh bantuan. 

Ia berkoordinasi dengan dua tokoh pendidikan, Ahmad Buhari dan Imanur Maulid Efendi, untuk membentuk forum Non-K2 Kecamatan Pasongsongan. 

"Forum ini bertujuan berikan pendampingan kepada para guru honorer," tambah Agus. 

Sehingga mereka bisa memenuhi semua persyaratan administrasi dengan benar.

Dengan adanya forum ini, banyak guru honorer yang merasa terbantu dan lebih percaya diri dalam menghadapi seleksi PPPK tahap 2. 

Agus Sugianto menunjukkan dedikasinya yang tinggi terhadap dunia pendidikan, tidak hanya bagi siswa tetapi juga bagi rekan-rekan sejawatnya. [Surya]

Jumat, 20 Desember 2024

Bunda Rewin, Terapis Wanita Luar Biasa dari Therapy Banyu Urip

Therapy Banyu urip international
Bunda Rewin (kanan) bersama dengan para teman kerjanya. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Bunda Rewin jadi salah satu terapis yang patut diperhitungkan keberadaanya di Komunitas Therapy Banyu Urip. Sabtu (21/12/2024).

Wanita luar biasa ini sukses membangun karier cemerlang.

Ia juga menghadirkan kontribusi besar dalam dunia kesehatan alternatif melalui pendekatan yang inovatif. 

Bunda Rewin adalah owner Griya Sehat Alami Holistik (GSAH), yang beralamat di Pogung Baru D35 RT.008/RW.050, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta.

GSAH bukan sekadar tempat terapi biasa. Tempat ini menawarkan pendekatan pengobatan yang mengintegrasikan metode tradisional dan modern. 

"Kami menggabungkan Therapy Banyu Urip dengan teknik unik lainnya yang dimiliki GSAH," terang Bunda Rewin. 

Pendekatan ini memberikan hasil  efektif bagi banyak pasien yang mencari solusi atas berbagai masalah kesehatan.

Therapy Banyu Urip sendiri merupakan metode yang menitikberatkan pada keseimbangan energi tubuh melalui ramuan, yang diyakini memiliki kemampuan menyembuhkan secara alami. 

Dengan memadukannya bersama teknik khas GSAH, Bunda Rewin mampu menciptakan sebuah sistem pengobatan yang menyeluruh, menyentuh aspek fisik, mental, dan emosional.

"Kami tidak hanya memiliki keahlian teknis, tapi juga dedikasi tinggi terhadap kesembuhan pasien," ungkap Bunda Rewin. 

Ia percaya bahwa pengobatan tidak hanya berfokus pada gejala, melainkan harus menyentuh akar permasalahan kesehatan. 

Dengan pendekatan personal dan penuh perhatian, Bunda Rewin membangun hubungan yang kuat dengan para pasien, sehingga menciptakan rasa percaya diri.

Perjalanan Bunda Rewin sebagai seorang terapis sekaligus pemilik GSAH menjadi inspirasi bagi banyak wanita lain. 

Melalui Griya Sehat Alami Holistik, Bunda Rewin terus memberikan kontribusi nyata dalam dunia terapi holistik di Yogyakarta. [Surya]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...