Senin, 09 September 2024

Tujuan Workshop PAP3I, Mengajarkan Teknik Pemijatan untuk Kesehatan Diri dan Keluarga

Dpd Pap3i jawa timur
MS Arifin (2 dari kanan) bersama para pengurus DPD PAP3I Jawa Timur. [Foto: Surya]

apoymadura.com - MS Arifin, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia (PAP3I) Jawa Timur, seringkali menyelenggarakan workshop.

Workshop tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan individu dalam mengatasi berbagai keluhan kesehatan melalui teknik pemijatan yang benar. 

Acara ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan, yang semuanya memiliki minat yang samasama,  yaitu belajar teknik pemijatan yang benar untuk menjaga kesehatan diri sendiri maupun keluarga. 

"Tujuan dari workshop kami, agar setiap personal bisa mengatasi penyakitnya sendiri, paling tidak keluarganya. Dengan semakin banyak orang yang tahu teknik pemijatan yang benar, makin banyak pula orang yang sehat," ujar MS Arifin. 

Melalui workshop, peserta diajarkan berbagai metode dan teknik pemijatan yang telah terbukti secara ilmiah mampu memperlancar peredaran darah dan mendukung pemulihan berbagai penyakit.

"Biasanya, setiap kami mengadakan pelatihan, kami juga mengisi sesi praktik langsung dibawah bimbingan terapis berpengalaman yang merupakan anggota PAP3I," terang MS Arifin. Selasa (10/9/2024). 

Dengan kian meluasnya pemahaman dan keterampilan pemijatan di masyarakat, diharapkan semakin banyak individu yang mampu menjaga kesehatannya. 

Di tempat kerjanya Jalan Selokan Mataram, Yogyakarta, MS Arifin menegaskan, bahwa hal itu selaras dengan visi PAP3I yang terus berupaya mempromosikan pemijatan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Melalui kegiatan seperti ini, PAP3I terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat nusantara dengan teknik pemijatan. [Surya]

Minggu, 08 September 2024

Sepenggal Kisah Kiai Ali Akbar Syamsul Arifin di Mata MS Arifin

Therapy banyu urip international
MS Arifin (kiri) adalah keturunan Kiai Ali Akbar. Kanan adalah daun pintu cungkup makam Kiai Ali Akbar. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Kiai Ali Akbar Syamsul Arifin, atau yang lebih dikenal sebagai Kiai Ali Akbar Pasongsongan, merupakan salah satu ulama besar dari pantai utara Pulau Madura. Beliau memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di daerah Pasongsongan, Sumenep. 

Di mata MS Arifin (CEO PT Bintang Banyu Urip dan Ketua DPD PAP3I Jawa Timur), beliau dikenal sebagai sosok yang alim dan memiliki karisma yang kuat dalam membimbing masyarakat untuk memahami ajaran agama Islam. 

"Kiai Ali Akbar lahir di lingkungan keluarga ulama, dimana ayahnya, Kiai Talangtakong, juga dikenal sebagai ulama yang dihormati," ungkap MS Arifin. Senin (9/9/2024). 

Kiai Ali Akbar wafat pada hari Sabtu, 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah, yang bertepatan dengan 28 Maret 1592 Masehi.

Hingga kini, makam beliau yang ada di Dusun Pakotan, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, sering diziarahi oleh banyak orang yang ingin mengenang dan mendoakan beliau.

"Kiai Ali Akbar menikah dengan Nyai Jumani, putri dari Kiai Kecer. Dari pernikahan ini, beliau dikaruniai tujuh orang anak, yaitu Kiai Kendal, Kiai Amrun, Kiai Sarrep, Kiai Hasan, Kiai Baroya, Nyai Madiya, dan Nyai Singrum," ucap MS Arifin. 

MS Arifin yang juga termasuk keturunan ke-7 Kiai Ali Akbar menceritakan, bahwa beliau ternyata memiliki hubungan kekerabatan dengan Bindara Saod, Raja Sumenep, yang merupakan keponakannya. 

"Hubungan keluarga yang dekat dengan raja ini menunjukkan bahwa pengaruh Kiai Ali Akbar tidak hanya di kalangan masyarakat biasa, tetapi juga di lingkungan keraton Sumenep," tambahnya. 

Hal ini memperkuat posisi beliau sebagai ulama yang dihormati di kalangan bangsawan dan rakyat biasa.

Pengaruh Kiai Ali Akbar tidak hanya terasa di zamannya, tetapi juga hingga kini, di mana ajaran-ajarannya masih dipelajari dan dihayati oleh masyarakat setempat. [Surya]

Kiai Ali Akbar Syamsul Arifin: Pendakwah Islam Terkemuka di Pasongsongan

Therapy banyu urip international
Daun pintu cungkup Kiai Ali Akbar Syamsul Arifin [kiri] dan Mohammad Syamsul Arifin. (Foto: Surya) 

apoymadura.com - Kiai Ali Akbar Syamsul Arifin, lebih populer dengan nama Kiai Ali Akbar. Ia adalah sosok tokoh Islam terkemuka di Pulau Madura, khususnya di wilayah utara Kabupaten Sumenep. 

Beliau wafat pada 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah atau Sabtu, 28 Maret 1592 Masehi, berdasarkan informasi yang tertulis di daun pintu cungkup makamnya. 

Kiai Ali Akbar dimakamkan di Dusun Pakotan, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, dan kini makamnya tetap ramai diziarahi masyarakat yang ingin mengenang jasanya dalam menyebarkan Islam.

Berdasarkan catatan sejarah, Kiai Ali Akbar hidup pada masa yang bersamaan dengan sejumlah Adipati yang memerintah Sumenep pada abad ke-16. Pada masa itu, Sumenep dipimpin oleh beberapa Adipati seperti:

1. Kanjeng Pangeran Ario Secodiningrat V (Raden Siding Purih) yang memerintah Sumenep dari tahun 1502 hingga 1559.

2. Kanjeng Tumenggung Ario Kanduruan, yang menjadi Adipati Sumenep pada 1559-1562.

3. Kanjeng Pangeran Ario Wetan dan Kanjeng Pangeran Ario Lor, kedua Adipati ini memerintah dari 1562 hingga 1567.

4. Kanjeng Pangeran Ario Keduk II (Raden Keduk), Adipati Sumenep dari 1567 hingga 1574.

5. Kanjeng Pangeran Ario Lor II (Raden Rajasa), yang menjadi Adipati Sumenep antara tahun 1574 dan 1589.

6. Kanjeng Pangeran Ario Cokromegoro (Raden Abdullah), yang memimpin Sumenep dari 1589 hingga 1662.

"Pada masa hidupnya, Kiai Ali Akbar hidup berdampingan dengan kekuasaan para Adipati tersebut," terang MS Arifin, keturunan Kiai Ali Akbar ke-7. 

MS Arifin juga mengungkapkan, bahwa Kiai Ali Akbar akan selalu diingat sebagai salah satu tokoh Islam paling berpengaruh di Sumenep dan sekitarnya. 

"Kiai Ali Akbar adalah seorang pendakwah yang mampu menjaga hubungan baik dengan pemimpin lokal dan berperan aktif dalam penyebaran Islam di pantai utara Pulau Madura," terang MS Arifin, CEO PT Bintang Banyu Urip. [Surya]

Amazing! Rakernas PAP3I Akan Diselenggarakan di Sumenep, Jawa Timur

Therapy banyu urip internasional
MS Arifin (2 dari kiri) bersama mitra kerja dari PAP3I Jawa Timur. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Sebuah keputusan cukup mengejutkan, Rakernas (Rapat Kerja Nasional) PAP3I (Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia) tahun ini akan diselenggarakan di Kabupaten Sumenep, tepatnya di Kantor Sekretariat DPD PAP3I Jawa Timur yang berlokasi di Jalan Kiai Abubakar Sidik, Desa/Kecamatan Pasongsongan. 

Jelas, keputusan tersebut disambut antusiasme tinggi oleh para pengurus PAP3I, khususnya di wilayah Jawa Timur.

Umumnya, Rakernas PAP3I diselenggarakan di kota provinsi atau kota besar lainnya. Tapi tahun ini menjadi momen bersejarah lantaran diadakannya acara penting tersebut di sebuah kabupaten. 

MS Arifin, selaku Ketua DPD PAP3I Jawa Timur, dengan bangga menerima amanah ini. Menurutnya, ini adalah bentuk kepercayaan atas peran serta Jawa Timur, khususnya Sumenep. 

“Acara ini levelnya nasional. Hal ini merupakan kesempatan besar bagi kami untuk menunjukkan bahwa daerah kecil seperti Sumenep mampu menjadi tuan rumah yang baik,” ungkap MS Arifin dalam siaran pers. Ahad (8/9/2024). 

MS Arifin menerangkan, melalui Rakernas ini, DPD PAP3I Jawa Timur berencana memperkuat kolaborasi antar daerah dalam memajukan profesi pijat penyehatan di tanah air.

Rakernas PAP3I tahun ini dijadwalkan akan membahas berbagai isu strategis, termasuk pengembangan standar profesi, dan peningkatan keterampilan pemijat dalam memajukan industri kesehatan tradisional di Indonesia.

"Sukses penyelenggaraan Rakernas di Sumenep nantinya diharapkan dapat menjadi preseden positif bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk turut serta menjadi tuan rumah di masa mendatang," tutup MS Arifin. [Surya]

Sabtu, 07 September 2024

Rakernas PAP3I Siap Digelar di Pasongsongan Sumenep

Therapy banyu urip
Seluruh fewan pengurus DPC PAP3I se-Jawa Timur foto bareng di kantor sekretariat DPD PAP3I. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Sumenep merupakan sebuah kota di ujung timur Pulau Garam, Madura, akan jadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia (PAP3I) pada, 26-27 Oktober 2024. 

Acara bergengsi ini akan berlangsung di Pendopo Banyu Urip, Jalan K Abubakar Sidik, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

Karena tempat ini merupakan kantor sekretariat, DPD PAP3I Jawa Timur. 

Rakernas PAP3I merupakan salah satu agenda penting dalam rangka memperkuat profesionalisme dan kolaborasi antar para pemijat penyehatan di seluruh Indonesia. 

Pertemuan ini akan membahas berbagai kebijakan, tantangan, dan peluang di industri pemijat kesehatan yang terus berkembang.

Thetapu banyu urop0000
Rakerda DPD Jawa Timur yang ditempatkan di Pendopo Banyu Urip, Pasongsongan Sumenep. [Foto: Surya]

Menurut MS Arifin, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PAP3I Jawa Timur, yang juga bertindak sebagai panitia penyelenggara, Rakernas ini menjadi momen penting bagi seluruh anggota PAP3I untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.

“Tentu kami berharap, Rakernas ini akan membawa dampak positif bagi pengembangan profesi pemijat penyehatan di Indonesia," harapnya. Ahad (8/9/2024). 

Seluruh Dewan Pengurus Daerah (DPD) PAP3I dari berbagai provinsi di Indonesia menyetujui Sumenep sebagai lokasi Rakernas. 

MS Arifin yakin, lokasi yang jauh dari hiruk-pikuk kota ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berdiskusi dan merumuskan berbagai kebijakan yang akan diambil dalam pertemuan nasional tersebut.

Rakernas yang berlangsung selama dua hari ini akan diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk seminar, diskusi panel, dan lokakarya yang melibatkan para ahli di bidang kesehatan dan pengobatan tradisional. 

Therapy banyu urip
MS Arifin (paling kiri) dalam acara pelatihan. (Foto: Surya) 

Para peserta juga akan diajak untuk melihat langsung praktik-praktik pemijatan yang telah menjadi bagian dari budaya lokal, terutama di wilayah Sumenep.

Lebih lanjut, eks-Polisi Militer ini juga menambahkan bahwa acara tersebut akan dihadiri perwakilan DPD PAP3I dari berbagai provinsi di Indonesia.

Dengan diselenggarakannya Rakernas ini, PAP3I berharap dapat semakin memperkokoh eksistensi para pemijat kesehatan sebagai bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat secara holistik. 

“Kami ingin menjadikan profesi ini lebih diakui, baik dari segi legalitas maupun kualitas, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik,” tambah MS Arifin.

Rakernas PAP3I 2024 ini diharapkan menjadi langkah maju bagi profesi pemijat penyehatan di Indonesia untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat. [Surya]

Pagelaran Orkes Banjari dalam Perayaan Pernikahan, Penuh Nilai Islami

Orkes banjari di Sumenep Madura
Salah satu pertunjukan orkes banjari di Sumenep, Madura. [Surya]

apoymadura.com - Dalam tradisi masyarakat Sumenep, khususnya di beberapa pelosok desa, perayaan pernikahan seringkali disertai dengan hiburan untuk tamu undangan. 

Salah satu hiburan yang banyak digemari masyarakat pedesaan adalah pagelaran musik dangdut atau tari tayub. Sabtu (7/9/2024). 

"Pentas musik dangdut atau tayub seringkali dinilai kurang elegan karena ada unsur saweran atau kurang tertibnya acara karena penonton naik ke panggung sembari berjoget," terang Mulyadi (47 tahun) warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. 

Berbeda jauh dengan pertunjukan orkes banjari. Penonton lebih fokus pada permainan alat musik dan vokalisnya. 

Salah satu aspek yang membuat pagelaran orkes banjari dalam acara pernikahan ini terasa elegan adalah penekanan pada kesopanan. 

"Tidak ada saweran. Acara diatur dengan sangat rapi dan tertib. Para penonton duduk dengan nyaman sembari menikmati alunan musik Islami yang menyentuh hati," jelas Mulyadi. 


Tokoh pemuda setempat ini mengungkapkan, bahwa pembawa acara sangat menjaga etika, baik dari segi penampilan maupun interaksi antara pemain musik dengan penonton. 

Setiap penampilan dibuka dengan doa, dan para pemain musik mengenakan pakaian yang sopan, sesuai dengan nilai-nilai keislaman. 

Hal ini secara otomatis menghilangkan kesan norak yang sering kali ditemui dalam beberapa pagelaran musik dan semacamnya.

Orkes bernafaskan Islami ini menjadi magnet tersendiri bagi para penonton. Tidak hanya sekadar hiburan, musik ini menghadirkan suasana religius yang mendalam. 

"Para pemain menyuguhkan lantunan shalawat dan lagu-lagu yang memuji kebesaran Allah dan Rasul-Nya," tegas Mulyadi. 

Suara lantang rebana, drum, tamborin, ditambah dengan harmoni vokal yang syahdu, berhasil membangkitkan keindahan sejati dari sebuah perayaan pernikahan.

Keputusan untuk tidak melibatkan saweran dalam acara ini juga menjadi salah satu hal yang patut diapresiasi. [Surya]

Jumat, 06 September 2024

Therapy Banyu Urip Membuka Cabang Baru di Kutai Timur, Kalimantan Timur

Therapy Banyu Urip
MS Arifin (kiri) bersama Suharjo pimpinan cabang Therapy Banyu Urip Kalimantan Timur. [Surya]
apoymadura.com - Komitmen awal sejak berdiri hingga kini adalah membantu dan melayani rakyat secara maksimal. Untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Therapy Banyu Urip akan membuka cabang baru di Kutai Timur, Kalimantan Timur. 

Suharjo ditunjuk sebagai pimpinan cabang Therapy Banyu Urip di Kutai Timur.  Di hadapan MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip, dirinya berikrar akan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat, tanpa memandang status ekonomi. 

“Kami siap memberikan pelayanan optimal dan profesional kepada siapa pun, termasuk membantu mereka yang tidak memiliki biaya untuk berobat,” janji Suharjo. 

Sementara itu, MS Arifin menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas berkembangnya jaringan Therapy Banyu Urip di berbagai wilayah Indonesia dan mancanegara. 
Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai sosial yang diusung oleh perusahaannya. 

“Therapy Banyu Urip selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Kami hadir bagi semua kalangan, termasuk mereka yang tidak mampu secara finansial,” tegas MS Arifin.

Dibukanya cabang tersebut diharapkan Therapy Banyu Urip dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di wilayah Kalimantan Timur, terutama dalam hal akses layanan kesehatan alternatif, berkualitas dan terjangkau. [Surya]

Pawai Pengantin di Sumenep Diiringi Jaran Serek

Jaran serek Sumenep madura
Kedua mempelai menaiki kuda. [Surya]

apoymadura.com - Jaran Serek merupakan salah satu tradisi khas dari Sumenep, Madura, yang masih lestari hingga kini. Tradisi ini begitu unik karena melibatkan kuda sebagai elemen utama dalam pawai pengantin. 

Tradisi ini bukan sekadar pawai, tetapi juga sebagai sebuah simbol kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

"Dalam tradisi Jaran Serek, kuda tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi. Kuda yang terus berjoget sepanjang perjalanan dipercaya melambangkan kebahagiaan dalam pernikahan," terang Agus Sugianto, pemerhati budaya Madura. Jumat (6/9/2024). 

Joget kuda yang khas ini menciptakan suasana yang semarak, menarik perhatian masyarakat setempat yang menyaksikan prosesi.

Diwawancarai di rumahnya, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menurut Agus Sugianto, Jaran Serek sendiri berarti "kuda yang terus bergerak" atau "kuda berjoget".

Mengiringi pawai pengantin dengan kuda berjoget ini dimaksudkan untuk memberikan harapan akan perjalanan pernikahan yang penuh dengan kegembiraan, keberuntungan, serta kebahagiaan.

Prosesi Jaran Serek biasanya dimulai dari mempelai wanita, dan akan berakhir di rumah mempelai pria. 

Sepanjang perjalanan, kedua mempelai yang menaiki kuda diiringi tetabuhan khas Madura, seperti kendang, drum, tamborin, yang menambah suasana meriah. 

Iringan musik ini memberikan ritme bagi joget kuda, membuat langkah-langkahnya seolah-olah menari mengikuti alunan musik.

Tidak hanya kuda yang menjadi perhatian utama dalam prosesi ini. Rombongan pawai juga diikuti oleh orang-orang yang membawa seserahan berupa bahan pangan atau benda berharga. 

Benda-benda tersebut melambangkan harapan akan kesejahteraan dan kemakmuran dalam kehidupan rumah tangga kedua mempelai.

Selain itu, masyarakat sekitar seringkali ikut meramaikan pawai ini dengan menyaksikan dari pinggir jalan atau bahkan ikut berjalan bersama rombongan. 

"Tradisi Jaran Serek merupakan warisan budaya yang kaya makna dan keindahan. Pawai pengantin yang diiringi kuda berjoget, tetabuhan, dan seserahan ini tidak hanya menjadi momen penting sebagai cerminan kebersamaan dan kekompakan masyarakat Madura," ucap Agus Sugianto. [Surya]

Kamis, 05 September 2024

Pelatihan Perawatan Luka Diabetes Ala Therapy Banyu Urip

Pt bintang banyu urip
MS Arifin (duduk kiri) dalam sebuah pelatihan perawatan luka akibat diabetes. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Diabetes adalah penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, salah satunya adalah luka yang sulit sembuh. 

"Luka diabetes, jika tidak dirawat dengan baik, dapat mengarah pada infeksi yang berujung pada amputasi," terang MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip. Jumat (6/9/2024). 

Therapy Banyu Urip telah terbukti efektif dalam mengatasi luka diabetes secara total melalui metode unik mereka. 

MS Arifin menyebutkan, bahwa perawatan yang dilakukan oleh Therapy Banyu Urip melibatkan kombinasi dari perawatan luar dan dalam tubuh. 

"Perawatan Ramuan Banyu Urip meliputi dari luar dan dari dalam," jelas MS Arifin di kantornya yang berlokasi di kawasan Jalan Selokan Mataram, Sleman, Yogyakarta.

Perawatan luar di Therapy Banyu Urip meliputi penggunaan ramuan herbal tradisional yang diracik khusus untuk membantu mempercepat proses penyembuhan luka. 

"Ramuan ini dipercaya mampu membersihkan luka, mengurangi peradangan, dan menghilangkan infeksi yang seringkali menjadi penyebab luka sulit sembuh. 

"Sedangkan perawatan dari dalam melalui pengaturan pola makan dan konsumsi ramuan herbal, tujuannya menstabilkan kadar gula darah serta memperkuat sistem kekebalan tubuh," jelasnya. 

Untuk itu, MS Arifin membuka kesempatan bagi siapa saja untuk melatih diri, baik pasien maupun keluarganya. 

"Dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan bagaimana cara merawat luka yang benar menggunakan ramuan herbal Banyu Urip, serta bagaimana menjaga pola makan dan gaya hidup sehat,"  imbuh MS Arifin. 

Dengan metode perawatan yang tepat, Therapy Banyu Urip memberikan harapan baru bagi penderita diabetes. 

Pelatihan yang mereka tawarkan tidak hanya memberikan solusi penyembuhan, tetapi juga bekal pengetahuan untuk mencegah terjadinya komplikasi dimasa depan.

Bagi Anda yang berminat mengikuti pelatihan perawatan luka diabetes, silakan hubungi +62 877-3855-3355. [Surya]

Perjalanan Karier Fend Tolothomank, Musisi Berbakat dari Pasongsongan

Perjalanan karier musisi Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Fend Tolothomank, musisi dari Pasongsongan Sumenep. [Sury4]

apoymadura.com - Masyarakat Kota Keris Sumenep sudah banyak yang tahu dengan Fend Tolothomank. Seorang musisi berbakat yang lahir di Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, 45 tahun silam. 

Fend Tolothomank telah menapaki perjalanan sangat panjang dalam dunia musik. Bakat musiknya sudah terasah sejak muda, dan ia telah bergabung dengan beberapa kelompok musik kenamaan di Sumenep. 

"Karier musik saya dimulai pada 1995 karena diajak salah seorang teman. Saat itu saya bergabung dengan Tander Music, sebuah grup yang memberikan pengalaman awal untuk lebih mengeksplorasi keahlian dalam bermain gitar," ucapnya ketika diwawancarai media ini. Kamis (5/9/2024). 

Bersama Tander Music, Fend bermain hingga 1998, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mengejar pengalaman baru dengan bergabung bersama Novas Band.

Di Novas Band, karier Fend semakin berkembang dari 1998 hingga 2000. Ia semakin dikenal sebagai gitaris yang memiliki gaya permainan yang khas dan penuh inovasi. 

Tidak berhenti di sana, Fend kemudian melanjutkan kariernya bersama Zansibar dari  2000 hingga 2001. 

Pengalaman ini semakin memperkaya keahlian dan kreativitasnya dalam bermusik, yang pada akhirnya membentuknya menjadi musisi yang serba bisa.

"Selain grup-grup tersebut, saya juga aktif tampil bersama beberapa orkes melayu ternama seperti OM Ervana, OM Wika, OM Relita, dan juga AS Band," terang musisi yang kini tinggal di Pangarangan, Kecamatan Kota, Sumenep. 

Fend tidak berhenti sampai disitu. Ia semakin percaya diri dengan kemampuan bermusiknya, kini ia juga aktif menciptakan beberapa lagu dari berbagai genre musik. 

"Lagu yang saya buat bukan hasil plagiat. Jadi murni hasil ciptaan sendiri," tegas Fend Tolothomank, menekankan pentingnya orisinalitas dalam karya-karyanya.

Meskipun ia terus berkarya dalam dunia musik, Fend juga aktif dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang guru sukwan di SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan. 

Kombinasi antara mengajar dan bermusik tampaknya memberi Fend keseimbangan hidup yang sempurna, memungkinkan dirinya untuk terus berkembang sebagai pribadi dan musisi. [Sury4]

Rabu, 04 September 2024

Belanja Ratusan Juta Rupiah Produk Multy Beauty, Dibagikan Gratis oleh MS Arifin

Pt bintang banyu urip
MS Arifin (kiri) menyerahkan produk kecantikan Multy Beauty bersama produk kesehatan dari PT Bintang Banyu Urip kepada salah seorang pasien. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - MS Arifin, CEO PT Bintang Banyu Urip, kembali membuat kejutan dengan aksi sosialnya yang mengundang atensi banyak pihak. 

Dalam aksi terbarunya, ia membeli produk kecantikan Multy Beauty senilai ratusan juta rupiah untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. 

"Berbelanja produk dari PT Bintang Banyu Urip, maka pembeli bakal mendapatkan produk Multy Beauty gratis," terang MS Arifin. 

Multy Beauty merupakan produk kecantikan, sudah menjadi mitra PT Bintang Banyu Urip, sebuah perusahaan yang dikenal memproduksi berbagai produk kesehatan berkualitas tinggi. 

Kemitraan ini tidak hanya memperluas jangkauan produk Multy Beauty, tetapi juga menggabungkan manfaat kecantikan dan kesehatan dalam satu paket.

“Selama bulan promo, biasanya saya membagi-bagikan Multy Beauty satu paket dengan produk dari PT Bintang Banyu Urip,” ungkap MS Arifin dalam sebuah wawancara di kantor PT Bintang Banyu Urip, Sleman, Yogyakarta.



Aksi bagi-bagi gratis ini menunjukkan komitmen perusahaannya dalam mempromosikan wawasan gaya hidup sehat dan cantik, serta menebar manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Langkah MS Arifin ini tidak hanya mendapat apresiasi dari para penerima, tetapi juga dari berbagai kalangan yang melihat aksi ini sebagai bentuk kepedulian sosial dan promosi yang inovatif. 

Dengan membagikan produk-produk ini, MS Arifin berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kecantikan dengan produk yang aman dan berkualitas.

PT Bintang Banyu Urip dan Multy Beauty senantiasa berupaya mengembangkan produk-produk unggulan yang dapat menjawab kebutuhan konsumen di bidang kecantikan dan kesehatan. 

"Dalam Aksi ini, kami berharap bisa menjadi teladan bagi perusahaan lain untuk berkontribusi lebih dalam, menciptakan masyarakat lebih sehat dan cantik," imbuhnya. 

Melalui aksi ini, MS Arifin membuktikan jiwa sosialnya yang tak terbantahkan lagi. Keuntungan hasil penjualan produknya, ia salurkan lagi. [Sury4]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...