Minggu, 19 Maret 2023
PPDB SMPN 1 Pasongsongan
Sabtu, 18 Maret 2023
Tidak ada Paguyuban Guru Kesenian di Pasongsongan
![]() |
| Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep. [Foto: Yant Kaiy] |
SUMENEP – Agus Sugianto, Kepala SD Negeri Panaongan 3 dalam
sebuah kesempatan di kediamannya, Dusun Benteng Utara Desa Panaongan Kecamatan
Pasongsongan menyampaikan ide briliannya kepada apoymadura.com. Bahwa di daerah Pasongsongan seharusnya ada semacam
paguyuban guru kesenian. Baginya ini penting, agar nilai-nilai budaya warisan
nenek moyang tidak punah di atas muka bumi. Ahad pagi (19/3/2023)
“Urgensi
dari paguyuban guru kesenian bertujuan layaknya sebagai garda pertahanan
terdepan. Karena gempuran barbar budaya asing tidak bisa dicegah. Budaya yang
seringkali tidak sesuai dengan kearifan lokal. Hadirnya platform sosial media
menjadi dilema tak terelakkan,” terang Agus Sugianto.
Lebih
jauh lelaki kelahiran Pasongsongan ini menambahkan, sosial media di hp android
jadi sebuah pintu masuk cukup mudah bagi nilai-nilai budaya asing. Memproteksi
peserta didik bukan dengan menjegalnya, tapi sebagai orang tua harus bijak dengan
mengimbanginya. Salah satu solusinya yakni memperkenalkan kesenian tempo dulu
kepadanya. Atau mempraktikkan permainan anak-anak zaman silam yang sekian lama
dilupakan.
“Di
SDN Panaongan 3, setiap Sabtu anak-anak diajarkan beraneka ragam kesenian
nusantara dan daerah Madura. Konsekuensinya, pada Senin hingga Jumat kami
menambah jam belajar bagi para murid,” ucap Agus Sugianto.
Sebagai Guru Penggerak satu-satunya di Pasongsongan, Agus Sugianto mempunyai mimpi ini karena berangkat dari keprihatinan. Dirinya punya harapan besar, bahwa suatu saat nanti impiannya berbuah kenyataan. [kay]
Jumat, 17 Maret 2023
Inilah Para Juara O2SN 2023 Pasongsongan
SUMENEP – Paruga (Paguyuban Guru Olahraga) Pasongsongan
Kabupaten Sumenep menghelat O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) jenjang
Sekolah Dasar. Pelaksanaan O2SN tersebut bertempat di Lapangan Sawunggaling Pasongsongan.
Sabtu pagi (18/3/2023).
Ketua
Paruga Pasongsongan, Mohammad Dafirudin mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua guru pendamping, atas antusias mereka mengikutkan-sertakan peserta
didiknya di ajang lomba tersebut.
“O2SN
2023 kali ini melombakan dua jenis olahraga, yakni slalom dan lari gawang.
Nantinya para juara, baik putra dan putri, akan diikutkan di ajang O2SN tingkat
kabupaten,” terang Dafirudin kepada para peserta lomba.
Dilihat
dari segi disiplin waktu, baik panitia dan peserta lomba, tahun ini lebih baik
dari tahun kemarin. Pernyataan itu disampaikan oleh Dafirudin selesai
pelaksanaan O2SN.
Berikut
para juara lomba yang harus mempersiapkan diri di ajang lomba selanjutnya:
Putra:
1.SDN Soddara 2
2.SDN Pasongsongan 4
3.SDN Prancak 2
Putri:
1.SDN Padangdangan 2
2.SDN Soddara 1
3.SDN Padangdangan 1
Sementara
itu Pengawas sekaligus Koordinator Pendidikan Pasongsongan, Haji Rusdi
dihubungi terpisah menyampaikan ucapan selamat kepada para juara lomba.
“Kepada para juara diharapkan untuk terus berlatih. Mempersiapkan diri ke jenjang O2SN tingkat kabupaten. Saya yakin, kalau persiapan sudah matang, impian untuk melenggang ke Jawa Timur akan sangat mudah,” tegas Haji Rusdi. [kay]
Kamis, 16 Maret 2023
Rapat Persiapan Seleksi O2SN Pasongsongan
SUMENEP – Salah satu upaya meningkatkan prestasi peserta didik
di bidang olahraga, maka Paruga (Paguyuban Guru Olahraga) Pasongsongan akan
menghelat Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat SD se-Kecamatan
Pasongsongan.
Rapat
Persiapan Seleksi O2SN bertempat di SD Negeri Padangdangan 2 yang dihadiri
Ketua Paruga Mohammad Dafirudin,S.Pd dan Pengawas sekaligus Koordinator
Pendidikan Pasongsongan Haji Rusdi,M.Pd. Kamis (16/3/2023).
Mohammad
Dafirudin dalam kata sambutannya telah merinci banyak hal. Salah satunya yang
tidak kalah penting yakni tentang teknis pelaksanaan di lapangan.
“Sukses
pagelaran O2SN tidak bergantung pada salah satu pihak saja. Kami berharap satu
sama lain harus bisa bekerjasama dan mampu menyelesaikan tugas yang diberikan
sesuai tanggung jawabnya,” harap Dafirudin.
Lebih
jauh Dafirudin menyampaikan, bahwa pelaksanaa
O2SN kali ini akan diselenggarakan pada Sabtu pagi, 18/3/2023.
Sedangkan
Haji Rusdi mengimbau kepada para panitia O2SN untuk datang tepat waktu ke
lokasi ajang pembuktian prestasi ini. Semua dimaksudkan agar tidak molor.
“Saya
berharap kalau perhelatan O2SN ini akan mendulang sukses sesuai apa yang
direncanakan,” ucap Haji Rusdi.
Dirinya percaya, seluruh panitia O2SN yang telah ditunjuk adalah para guru yang sudah memiliki banyak pengalaman. Dan mereka seringkali terlibat langsung pada kegiatan-kegiatan olahraga sebelumnya. [kay]
Babinsa Inspiratif Peduli Pendidikan Hadir di SDN Panaongan 3
![]() |
| Dari kiri: Serka Joyo, Agus Sugianto, dan Serka Adam. [Foto: Yant Kaiy] |
SUMENEP – Adalah Serka Joyo (Babinsa Koramil 0827/10 Ambunten)
dan Serka Adam (Batuud Koramil 0827/11 Pasongsongan) Kabupaten Sumenep hadir di
SD Negeri Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan. Kedua personil TNI AD ini
melakukan kegiatan belajar mangajar sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia
pendidikan. Kamis (16/3/2023).
Dalam
kesempatan itu, Serka Joyo menyampaikan materi mata pelajaran Bahasa Inggris
kepada para peserta didik.
“Bahasa
Inggris saat ini sudah menjadi salah satu mata pelajaran di tingkat pendidikan SD
kelas 1 dan kelas 4 pada Kurikulum Merdeka. Maka penting bagi kami memberikan
materi pelajaran ini sebagai wujud sumbangsih terhadap para peserta didik,”
ucap Serka Joyo sebelum masuk ruang kelas.
Ia
menambahkan, kedepan dirinya akan lebih getol mendatangi sekolah-sekolah di wilayah
Pasongsongan dan Ambunten.
Sedangkan
Serka Adam dalam penyajian materi pembelajaran terhadap para murid lebih
menekankan pada kedisiplinan. Ia berharap para peserta didik untuk lebih tekun belajar.
“Tugas
kalian harus terus belajar dan belajar tanpa kenal lelah. Berbakti penuh kepada
kedua orang tua, juga kepada guru-guru kalian adalah modal dasar meraih sukses
masa depan,” ujar Serka Adam.
Sementara
itu, Agus Sugianto sebagai Kepala SDN Panaongan 3 menyampaikan ucapan terima
kasih atas kehadiran kedua personil TNI tersebut.
“Kedepan jalinan kerja sama cukup baik ini akan terus kami tingkatkan. Bahkan kami telah membicarakan program lanjutan kepada mereka berdua,” tegas Agus Sugianto. [kay]
Sabtu, 11 Maret 2023
Nasib Guru Honorer PAI di Sumenep tidak Terurus
Tidak
adanya rekrutmen PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) bagi guru
PAI (Pendidikan Agama Islam) di lingkungan Dinas Pendidikan Sumenep, menambah
panjang penderitaan mereka. Karena harga dari profesi mulia mereka sebagai
pendidik dibayar tidak lebih dari Rp 300.000,- per bulan. Rupanya pihak
pemangku kebijakan masih belum terketuk hatinya untuk mengangkis mereka dari
lembah ketidak-adilan.
Sekian
lama guru PAI terjebak di lingkaran mimpi berkepanjangan. Impian para guru PAI
ini untuk menjadi PPPK menyublim seiring tidak adanya jaminan kesejahteraan.
Namun mereka tetap berkarya nyata walau kesejahteraan keluarganya jadi taruhan.
Mereka tetap tersenyum mencurahkan keilmuannya terhadap murid-muridnya.
Animo
itu terus bersemi karena ada janji Allah, bahwa siapa pun orang yang
mendermakan ilmu agamanya, maka jaminannya kelak adalah surga. Barangkali
inilah yang membuat mereka tidak bergolak dalam menyampaikan aspirasinya.
Mereka tidak turun ke jalan memperjuangkan nasibnya kepada pemangku kebijakan
Kabupaten Sumenep.
Perlu
dicatat, mayoritas dari mereka sudah belasan tahun mengabdikan dirinya di
lembaga pendidikan dasar (SD Negeri). Sementara guru non-PAI sudah berulangkali
mendapatkan jatah PPPK. Bahkan banyak diantara murid dari guru PAI tersebut
menyalipnya, jadi guru juga dengan status kesejahteraan lebih mapan.
Terciptalah
sindrom nuansa tidak ‘nyaman’ di hati para guru PAI ketika mereka berada dalam
satu naungan lembaga pendidikan. Gejala psikologi ini ternatal seiring
tersisihnya mereka dengan kehadiran guru PPPK. Sebab rata-rata sekian lama guru
PAI itu menjadi guru kelas.
Rupanya
efek psikologi ini luput dari radar pemangku kebijakan Kabupaten Sumenep.
Mereka seolah menutup mata, karena mungkin mereka tidak punya kepentingan
politik kepada para guru PAI.
Tampaknya
mereka salah tafsir, justru para guru PAI inilah yang bisa memberikan
sumbangsih cukup besar jika aspirasi mereka mau didengarkan. Lantaran banyak
guru PAI berbasis pondok pesantren. Dimana mereka masih punya ikatan batin
dengan para pengasuh Lembaga Pendidikan Islam, tempat dimana ia menimba ilmu
agama.[]
- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com
Cerpen Menikahi Janda Muda
Karya: Yant Kaiy
Ani
adalah seorang gadis kampung. Sudah menjanda karena ditinggal mati oleh
suaminya. Banyak laki-laki di desa mengincarnya. Hal itu membuat dirinya
terganggu karena merasa tidak nyaman dengan hal itu.
Semakin
ia menghindar, makin banyak pula perjaka mendekat. Tak terpikirkan sebelumnya
jika bakal mendapat kenyataan tak mengenakkan itu. Walau dalam hukum Islam
sudah dihalalkan bersuami lagi. Tapi bayang-bayang suaminya selalu menghampiri
mimpinya.
Tidak
mudah baginya melepaskan diri dari belenggu kenangan manis bersamanya. Lantaran
usia perkawinan Ani masih belum genap delapan bulan, suami tercinta meninggal
akibat kecelakaan naik sepeda motor.
Lewat
pesan teks dan suara pada aplikasi bergambar telepon dalam lingkaran hijau,
banyak nomor telepon baru masuk. Ada yang merayu, mengajak kenalan, bahkan ada
yang terang-terangan melamarnya. Tapi tidak satupun yang ia balas.
Suatu
ketika Ani dikejutkan kehadiran Debur ke rumahnya. Perjaka ini baru datang dari
luar negeri, jadi Tenaga Kerja Indonesia.
“Kapan
datang, Bur?” sambut Ani dengan senyum mengembang dan tak berlebihan.
“Kemarin.
Apa aku mengganggumu, An?” balas Debur seraya memberikan oleh-oleh.
Ani
mempersilakan Debur duduk. Mereka saling tanya kabar masing-masing. Keduanya
memang teman masa SMA dulu. Suasana perbincangan mengalir tanpa tedeng
aling-aling.
“Sengaja
aku pulang karena aku ingin melamarmu, An. Walau aku tahu, aku bukanlah pria
idamanmu. Tapi aku sangat ingin memiliki cintamu,” tembak Debur tegas.
Sontak
Ani tercengang. Dadanya terasa mau meledak mendengar pernyataan cowok berkulit
sawo matang tersebut.
“Aku
tak butuh jawabanmu sekarang, An,” ucap Debur lepas. Tanpa sepotong keraguan.
Sikap
Ani mulai berubah. Ia tak berani menatap wajah perjaka dihadapannya. Dadanya
terus bergemuruh. Ani mengalihkan pandangannya ke halaman rumahnya.
Keduanya
terkurung dalam diam. Hanya suara kendaraan yang lalu-lalang, melintas di
samping rumahnya.
Kemudian
Debur berpamitan. Ketika mereka berjabat tangan, Ani melontarkan kata-kata yang
membuat jantung Debur serasa mau berhenti berdetak.
“Aku
percaya kamu lelaki yang penuh tanggung jawab, Bur. Aku terima lamaranmu…”
Pasongsongan, Maret 2023
Jumat, 10 Maret 2023
Guru PAI Sumenep Bermimpi Panjang
Catatan: Yant Kaiy
Tidak
adanya rekrutmen guru PAI (Pendidikan Agama Islam) di kabupaten ujung timur
Pulau Garam Madura, khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan Sumenep, menambah
panjang mimpi mereka untuk jadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian
Kerja). Hingga medio Maret 2023 masih belum ada sinyal, kapan kans itu
menghampirinya.
Sekian
lama para guru PAI menggantungkan nasibnya pada kebijakan Pemerintah Kabupaten
Sumenep, agar mereka juga diberi kesempatan mencicipi mimpinya. Tidak adil
rasanya kalau guru non-PAI saja yang diberi jatah.
Cukup
lama guru PAI mengabdikan diri memajukan dunia pendidikan di tanah air,
mencerdaskan peserta didik supaya memiliki akhlakul karimah dan berkepribadian
mandiri. Para guru PAI tidak pernah bosan mencurahkan semua ilmuannya agar anak
didiknya bisa mengarungi dunia penuh iman dan takwa terhadap Sang Pencipta.
Apalah
artinya pintar kalau tidak beriman dan bertakwa kepada Tuhannya. Bisa jadi,
kelak setelah dewasa ia akan menjadi manusia tidak bermanfaat bagi kedua orang
tuanya, atau membuat celaka bagi umat lain di belahan muka bumi ini.
Penting
sekali bagi Pemerintah Kabupaten dan Dewan Pendidikan Sumenep memperhatikan
nasib buruk guru PAI di Sekolah Dasar. Karena keberadaan guru PAI di lapangan
sangat minus, jauh panggang dari api. Mayoritas SD Negeri diisi oleh guru tenaga
honorer.[]
- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com
Rabu, 08 Maret 2023
Makna Senoman dalam Tradisi Pesta Pernikahan di Pasongsongan
Catatan: Yant Kaiy
Makna
luas dari kata senoman adalah
sekelompok orang yang mendapat tugas mengerjakan dan membuat konsep atau cara
agar suatu kegiatan terselesaikan dengan baik, sesuai apa yang diharapkan.
Kata
senoman sama dengan panitia. Tapi istilah
senoman hanya ada di Desa/Kecamatan
Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Kemungkinan daerah lain ada, akan tetapi
implementasinya jelas berbeda.
Kata
Senoman di Pasongsongan mengacu pada
panitia khusus perayaan pesta pernikahan. Disini, orang yang jadi senoman memberikan sumbangan berupa uang kepada tuan rumah
yang sedang melangsungkan pesta perkawinan. Biasanya seseorang yang jadi
senoman adalah pasangan suami-istri.
Penyerahan
uang sumbangan itu diberikan sehari sebelum pesta pernikahan dilaksanakan.
Sedangkan tamu undangan penyerahan sumbangan dilakukan saat berlangsungnya
pesta perkawinan.[]
- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com
KH Abdul Latif Nakhodai Samman Pasongsongan
![]() |
| KH Abdul Latif (kiri) bersama KH Imam Arifin. [Foto: Yant Kaiy] |
Catatan: Yant Kaiy
Bertempat
di langgar Al-Juhri Dusun Morasen Desa/Kecamatan Pasongsongan Sumenep, perkumpulan
Zikir Samman Pasongsongan melakukan perombakan susunan pengurusnya. KH Abdul
Latif mendapat perolehan suara terbanyak untuk menempati posisi ketua
perkumpulan seni budaya Islami tersebut. Senin malam (6/3/2023).
Sebelumnya,
KH Abdul Latif bersama KH Imam Arifin jadi pembina perkumpulan Zikir Samman
Pasongsongan. Berdasar pada catatan perjalanan perkumpulan, mereka berdua
sukses memberikan sentuhan berarti dalam memajukan kesenian itu. Maka tak
berlebihan kalau salah satu diantara mereka terpilih menjadi pimpinan.
Menurut
keterangan KH Abdul Latif, Zikir Samman dibawa Nyai Agung Madiya dari Aceh pada
abad XVII Masehi. Nyai Agung Madiya sendiri putri dari Syekh Ali Akbar Syamsul
Arifin, tokoh penyebar agama Islam pertama di wilayah pantai utara Pulau
Madura. Syekh Ali Akbar wafat 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah.
Kecil
kemungkinan seni budaya Zikir Samman punah dari muka bumi Pasongsongan. Karena
Zikir Samman sendiri adalah salah satu toriqoh, yakni sebuah jalan peribadatan
Islam menuju Sang Khalik dengan lebih menekankan zikir hati dan lisan. Apalagi
Zikir Samman memiliki daya tarik tersendiri dan semua orang bisa melakukannya.
Para
tokoh masyarakat, utamanya para keturunan Syekh Ali Akbar, banyak yang
menghendaki seni budaya Zikir Samman bisa terus dilestarikan. Mengingat hal itu
erat kaitannya dengan sejarah yang melekat pada masyarakat yang mendiami tanah
warisan Syekh Ali Akbar tersebut.[]
- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com
Sabtu, 04 Maret 2023
Pak Mahfud: Jangan Hina Pengadilan
# Featured
Buka Puasa Hari ini dalam Ironi
Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...
-
Catatan: Yant Kaiy Membantu seorang teman membuatkan soal-soal Bahasa Madura. Dia seorang guru yang mengajar di salah sebuah SDN di Ke...
-
Catatan: Yant Kaiy Pada Sabtu (24/4/2021) salah seorang teman guru honorer datang ke rumah. Ia meminta dibuatkan soal-soal Bahasa Madura...






