Sabtu, 10 September 2022

Suhartono, eks Keluarga Besar Therapy Banyu Urip International

Suhartono, pengusaha toko kelontong berasal dari Pasongsongan-Sumenep. (Foto kolase) 

Yogyakarta -
Suhartono pernah menjadi bagian dari keluarga besar Therapy Banyu Urip International. Lelaki lajang ini berasal dari Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Sabtu sore (10/9/2022).

"Tanah kelahiran saya sama dengan CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin. Saya pernah numpang hidup sama MS Arifin," cerita Suhartono ketika silaturrahim ke klinik pengobatan herbal Ramuan Banyu Urip, Jalan Selokan Mataram Sleman. 

Kemudian ia pamit karena ingin menjalankan bisnis toko kelontong di wilayah Yogyakarta. Kini Suhartono sukses memiliki 3 toko kelontong di dekat Universitas Gajah Mada.

"Tali persaudaraan saya dengan MS Arifin hingga sekarang tetap harmonis. Saya sering datang kesini," timpal Suhartono.

Saat diminta komentarnya tentang perusahaan Therapy Banyu Urip, Suhartono mengeluarkan dua jempolnya.

"Saya amati perusahaan pengobatan herbal milik MS Arifin berkembang sangat pesat hingga keluar negeri. Ini menunjukkan kalau Ramuan Banyu Urip berkhasiat nyata, bisa menyembuhkan segala macam penyakit," ucap Suhartono. (Kay) 

Jumat, 09 September 2022

Pengiriman Ramuan Banyu Urip ke Luar Negeri

Muhammad Nur Fitri, Kepala Divisi Pemasaran Ramuan Banyu Urip. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Awal September pengiriman Ramuan Banyu Urip terus ada setiap hari. Pesanan itu tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri. Sabtu (10/9/2022). 
"Untuk pengiriman ke luar negeri didominasi pesanan personal. Sebagian juga ada pengiriman ke beberapa cabang kami," terang Kepala Divisi Pemasaran Ramuan Banyu Urip, Muhammad Nur Fitri. 

Jika diskala antara pesanan personal dan cabang, lebih besar pesanan personal.

"Kalau bulan kemarin, permintaan Ramuan Banyu Urip mayoritas dari cabang. Tapi September tahun ini lebih besar pesanan perseorangan," tegasnya sekali lagi. (Kay) 

Selalu Sedia Ramuan Banyu Urip di Rumah

MS Arifin (kiri) bersama Agus Panaongan. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta -
Merawat tubuh supaya tetap sehat sebelum datang sakit merupakan langkah bijaksana. Dan hal ini merupakan tuntunan Rasulullah. 

Kira-kira begitulah langkah Agus Panaongan yang berasal dari Jember-Jawa Timur, sengaja dirinya berkunjung ke Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta untuk merawat kesehatan. Sabtu pagi (10/9/2022). 

"Selain saya merawat kesehatan datang kesini, persediaan Ramuan Banyu Urip di rumah telah habis," ujar Agus Panaongan. 

Ia menambahkan, bahwa semua keluarganya mengandalkan Ramuan Banyu Urip sebagai pengobatan hingga sekarang. 

Kedepan, Agus Panaongan akan membuka Cabang Therapy Banyu Urip di Jember.

"Masyarakat di Jember banyak yang cocok dengan Ramuan Banyu Urip. Karena Ramuan herbal ini terbukti ampuh menyembuhkan segala macam penyakit," timpalnya meniscaya. 

Kunjungan Agus Panaongan ini disambut hangat CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin. 

"Agus Panaongan akan ada di Yogyakarta selama beberapa hari. Beliau akan kami bimbing dalam banyak hal. Baik itu dari cara menangani pasien, hingga kiat memasarkan Ramuan Banyu Urip," ungkap MS Arifin. (Kay) 

Beberapa Fasilitas bagi Pasien Buta Warna

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta -
Pada umumnya pasien buta warna di Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta berusia muda. Sabtu (10/9/2022). 

"Agar pasien tidak bosan, kami menyediakan sarana bermain bagi mereka. Seperti bilyard dan musik," ujar MS Arifin. 

Di asrama pasien buta warna juga disediakan pull up dan alat-alat olahraga lain agar tubuh pasien tetap bugar. 

"Pull up adalah alat olahraga untuk menguatkan otot-otot tangan dan badan, bisa meningkatkan kebugaran dan menjaga kesehatan tubuh," terang MS Arifin.

Sarana alat-alat olahraga ini penting keberadaannya. Karena sebagian besar dari mereka ingin melanjutkan pendidikan ke TNI/Polri. (Kay) 

Menu Makanan untuk Pasien Buta Warna Therapy Banyu Urip

Ryan Lombok, Staff Carnivore Coffee Shop Jalan Selokan Mataram Sleman. (Foto: Yant Kaiy) 


Yogyakarta - 
 Semua orang tahu, bahwa makanan dan minuman menjadi salah satu faktor penunjang kesembuhan bagi penyakit apapun. Termasuk penyakit buta warna. Jumat (9/9/2022). 

Menyadari hal itu, CEO Therapy Banyu Urip International telah sekian lama menjalin kerja sama dengan Carnivore Coffee Shop sebagai penyedia kebutuhan makan bagi pasiennya. 

Karena seluruh pasien buta warna wajib menjalani karantina di asrama Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta. 

"Adalah menu makanan khusus yang kami hidangkan kepada seluruh pasien buta warna. Plus jus buah segar sebagai penutupnya," ungkap Ryan Lombok di sela-sela melayani pelanggan. 

Sebagai staf Carnivore Coffee Shop, Ryan Lombok ahli betul tentang nutrisi. Termasuk makanan apa yang tidak boleh dikonsumsi bagi pasien dengan gejala penyakit tertentu. (Kay) 





Kamis, 08 September 2022

Bupati Sumenep: Peletakan Batu Pertama Gedung MWC NU Pasongsongan

Peletakan batu pertama pembangunan Gedung MWC NU Pasongsongan. (Foto: A Jasimul) 

Sumenep - 
Acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung MWC NU Pasongsongan oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi. Gedung tersebut nantinya diberi nama Gedung KH Abdul Wahab Hasbullah. Jumat pagi (9/9/2022). 

Lokasi pembangunan gedung kebanggaan kaum nahdliyin itu berada di Dusun Benteng Selatan Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. 

Hadir juga dalam acara ini Ketua PC NU dan Rois Suriah Sumenep, Camat dan Sekcam Pasongsongan, Direktur BMT NU Jawa Timur, KPU Sumenep, Kepala Desa Pasongsongan, Kepala Desa Panaongan, dan seluruh Ranting Kecamatan Pasongsongan.

Banyak tokoh penting di Kecamatan Pasongsongan berharap, kedepan gedung ini bisa menjadi mercusuar kegiatan keislaman membanggakan. (Jasimul/Kay) 

Cerita dibalik Pasien Buta Warna

Ibu pasien buta warna dari Jambi (kiri) bersama jurnalis apoymadura.com. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta -
Ibu kedua pasien buta warna dari Palembang dan Jambi sudah empat hari berada di asrama rawat inap Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Keduanya ingin memastikan jikalau anaknya baik-baik saja. Jumat (9/9/2022). 

"Saya agak khawatir, takut anaknya tidak kerasan. Maklum, sebelumnya kami tidak pernah pisah," ujar wanita beranak dua dari Jambi ini kepada apoymadura.com.

Tapi kekhawatiran itu sirna setelah tahu anaknya mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Tampak teman-teman barunya, sesama pasien buta warna saling mensupport. Karena mereka sama-sama dari luar kota. 

"Insya Allah, lusa saya balik ke Jambi karena anaknya sudah cukup kerasan," komentarnya lebih jauh. 

Hal senada diungkapkan ibu pasien dari Palembang. Dirinya akan pulang lusa seiring anaknya tidak keberatan kalau ditinggal. (Kay) 

Buta Warna Sembuh oleh Therapy Banyu Urip

MS Arifin (kiri) bersama pasien dari Ambunten-Sumenep. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Dari sekian banyak pasien buta warna di pengobatan herbal Therapy Banyu Urip, mereka enggan untuk testimoni. Alasannya klasik, soal privacy. Kamis (8/9/2022). 

Tapi ada pula yang mau melakukan testimoni. Seperti pasien dari Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep Madura. Ia ditetapkan sembuh dari buta warna. 

"Pasien dari Sumenep ini mau testimoni supaya pengidap buta warna yang lain dapat mengikuti jejaknya. Jalan menuju kesembuhan permanen," kata MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International.

Ketika hal ini ditanyakan pada pasien bersangkutan, pemuda berusia 19 tahun ini membenarkan perkataan MS Arifin. 

"Lagi pula saya sudah sembuh total dari buta warna. Sebagai bentuk terima kasih, saya mau testimoni. Tidak ada unsur paksaan dari siapapun," timpal pemuda berkulit sawo matang ini. 

Berobat di Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta murah dan terbukti nyata. Plus palayanannya sungguh baik, tambahnya. (Kay) 

Rabu, 07 September 2022

Orang Pamekasan Buta Warna Sembuh

MS Arifin (kiri) bersama pasien buta warna dari Kabupaten Pamekasan Madura. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Satu lagi pasien buta warna dinyatakan sembuh total oleh tim terapis dari Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Kamis (8/9/2022).

"Sebelum pulang, pasien tersebut saya bawa periksa ke rumah sakit. Ini bertujuan membangun rasa percaya diri terhadap si pasien," ucap MS Arifin di tempat praktiknya, Jalan Selokan Mataram Sinduadi Mlati Sleman. 

Proses penyembuhan pasien dari Pamekasan ini lebih cepat dari alokasi waktu yang diperkirakan.

Berbicara tentang pelayanan, pasien dari Pamekasan ini mengatakan: "Saya puas terhadap pelayanan di tempat terapi."

Terakhir ia berpesan agar penderita buta warna tidak khawatir dan bimbang. Karena sesungguhnya buta warna itu bisa disembuhkan lewat Ramuan Banyu Urip. (Kay) 

Cita-cita Melenggang ke Pendidikan TNI/Polisi

MS Arifin (kiri) dan Ardiansyah. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Sekitar 95 persen pasien buta warna yang berobat di Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta adalah kaum muda. Mereka pada umumnya ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan TNI/Polri. Kamis (8/9/2022). 

Adalah Ardiansyah warga Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, mengidap buta warna cukup parah. 

"Dari 150 plate pada buku ishihara, Ardiansyah tidak bisa membaca 97 plate. Agustus ia menjalani rawat inap tidak sampai target," terang MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. 

Ardiansyah mengambil Paket B dengan estimasi 21 hari.

"Kendati begitu, Ardiansyah tetap menghabiskan waktu rawat inapnya di asrama," terang MS Arifin. 

Ketika Ardiansyah dimintai komentarnya, ia mengatakan: "Saya dan kedua orang tua tidak menyangka akan sembuh dari buta warna. Impian masuk Polri sekarang terbuka lebar di depan mata."

Keyakinannya bertambah kuat tatkala pihak rumah sakit memvonis, bahwa dirinya tidak buta warna lagi. (Kay) 


Pasien Buta Warna Sembuh Total

MS Arifin (kiri) bersama pasien buta warna. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Pasien buta warna berasal dari Sumenep bernama Sudirman dinyatakan sembuh oleh CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin. Rabu (7/9/2022). 

"Sudirman menjalani rawat inap di asrama Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Alhamdulillah, ia sembuh lebih cepat dari prakiraan," terang MS Arifin.

Untuk tambah meyakinkan dirinya sembuh dari buta warna, Sudirman dicek penyakit matanya di rumah sakit.

"Ternyata pihak medis pun sama, Sudirman dinyatakan sembuh dari buta warna," timpal MS Arifin. 

Perlu diketahui, Sudirman berencana mau kerja diluar negeri. Karena syaratnya tidak boleh buta warna, ia pun meluncur ke Yogyakarta untuk terapi. (Kay) 

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...