Rabu, 31 Agustus 2022

Pasien Buta Warna Sembuh dengan Therapy Banyu Urip

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Therapy Banyu Urip membuka mata dunia, ternyata pengobatan herbal ini mampu menyembuhkan pasien buta warna secara permanen. 

Therapy Banyu Urip mematahkan satu ketetapan medis, bahwa penyakit buta warna tidak bisa disembuhkan. 

Kedahsyatan ramuan nusantara ini telah dibuktikan beberapa pasien buta warna dari luar negeri. Mereka dinyatakan sembuh total oleh pihak rumah sakit setelah menjalani pengobatan di Therapy Banyu Urip. Kamis (1/9/2022). 

"Seperti biasa, setelah pasien buta warna dinyatakan sembuh oleh tim terapis kami. Lalu saya perintahkan pasien untuk periksa ke rumah sakit. Hasilnya sama. Pihak rumah sakit mengatakan, bahwa mata pasien normal," terang MS Arifin. 

Ketika ditanya soal biaya pengobatan, CEO Therapy Banyu Urip ini mengatakan, sangat terjangkau. 

"Jangan khawatir, ditempat kami tarifnya separuh harga dari tarif pengobatan alternatif yang ada di tanah air," tegas MS Arifin. (Kay

Yang Etis, Yang Politis

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq
(Ketua DPW APSI Jatim)

Pada 29 Agustus 2022, seorang Wakil Direktur LKBH IAIN Madura memberi nota ingatan agar saya tidak lupa agenda besok pagi, ada Diskusi Terbatas yang digelar Pusat Studi Debat Hukum dan Konstitusi Fasya IAIN Madura dengan tajuk: "Peranan Bawaslu dalam Penegakan Etika Berpolitik"

Selasa, 30 Agustus 2022, saya salah satu nara sumber yang sengaja datang terlambat dengan maksud agar pemateri lainnya dari Bawaslu Pamekasan diberi kesempatan lebih awal.

Setelah Opening Ceremony nyaris selesai, saya masuk. Mata saya agak silau, karena ternyata agenda inti belum mulai. Tak ada mahasiswa di ruang diskusi, yang ada dosen-dosen dan guru-guru saya.

Protes pertama saya pada penyelenggara: Mengapa tidak dari awal disampaikan bahwa pesertanya para dosen? Agak sebal, tapi sekaligus senang, karena sudah sekian lama saya tidak bertatap muka dengan dosen-dosen IAIN Madura, akibat ulah biang kerok Covid-19 yang membatasi pertemuan wajah manusia-manusia akademis.

Sebal karena saya tidak menyiapkan materi diskusi secara serius, tak ada _slide_ dan makalah. Materinya nempel di kepala aja. Kalau bilang dari awal pesertanya para dosen, tentu saya _prepare_ lebih serius.

Karena temanya etika politik, untuk memantik ruang dialogis dalam ruang diskursif itu, saya provokasi melalui pikiran Emmanuel Levinas, seorang filsuf Prancis kontemporer dalam perpaduan unik tradisi agama Yahudi, tradisi filsafat Barat dan pendekatan fenomenologis tentang "yang etis" _(the ethical)_ dan "wajah" _(face - le visage)._

Karena kesempatan cukup singkat, saya sampaikan secara simplistis bahwa dalam perspektif Levinas, orang lain berharga karena wajahnya. 

Keberadaan orang lain jadi penting, karena dalam pertemuan, tidak sekadar berhadapan dengan objek, melainkan dengan apa yang disebut Levinas dengan "wajah".

Hanya dalam pertemuan dengan  manusia lainlah lahir "yang etis".

"Wajah" jangan dimaknai sekadar bagian fisik. Secara fenomenologis, wajah manusia lain yang menggugah kesadaran bahwa ada yang lain, yang tak dapat ditundukkan, yang ternyata tak dapat direduksi sepenuhnya.

Politik yang etis bagi Levinas adalah pertemuan antar wajah manusia dengan manusia lain yang tidak saling menundukkan, karena menyadari wajah itu menolak untuk ditundukkan.

Bagi Levinas, pertemuan antarwajah adalah relasi etis dan inilah  yang menjadi dasar etika politiknya (Baca: Bagus Takwin, "Etika Politik, Menimbang Ulang Politik" dalam _Empat Esai Etika Politik,_ Jakarta 2011.

Sengaja saya ambil pikiran Levinas untuk menyajikan "makanan" pembuka dirkursus itu, karena pikiran Levinas oleh Jacques Derrida dinilai bisa membuat kita gemetar. _The thought of Emmanuel Levinas can make us tremble._

Berikutnya, bagi saya, diskusi etika politik tak boleh luput dari pikiran-pikiran filosof moderen, khususnya teori kontrak sosial, setidaknya menurut Thomas Hobbes, John Locke dan JJ Rousseau. 

Meski sebenarnya, filosof lain seperti Sokrates dan Immanuel Kant juga memiliki pikirannya sendiri yang unik. Tapi agar lebih spesifik saya hanya memberi gambaran dari perspektif tiga pemikir itu. 

Hobbes memberi gambaran, secara alamiah, kehidupan manusia itu sebenarnya banal, jahat, kasar, sehingga cenderung _homo homini lupus._

Teori kontrak sosial mengajarkan bahwa individu dibayangkan setuju untuk menyerahkan sebagian kebebasan mereka agar patuh, tunduk pada otoritas penguasa atau keputusan mayoritas.

Ganjaran yang dapat diperoleh dari penyerahan sebagian  kebebasan itu adalah: perlindungan hak oleh penguasa atau pemeliharaan tatanan sosial.

Karena, kalau tatanan sosial tidak dipelihara,  tidak ada hukum dan tertib politik, tiap orang menjadi punya kebebasan alami yang tak terbatas, termasuk hak terhadap segala sesuatu. 

Hak bebas membunuh, menjarah, merampok properti manusia lainnya, memerkosa, dan lain-lain. Akan timbul perang semua melawan semua tanpa akhir _(bellum omnium contra omnes)._

Agar terhindar dari situasi mengerikan itu, "manusia bebas" membuat kontrak satu sama lain untuk membangun komunitas politik di mana mereka mendapatkan keamanan sebagai imbalan karena menundukkan diri pada kedaulatan mutlak, satu orang atau kumpulan orang.

Diskursus etika politik tak dapat dilepaskan dari pemikiran filsuf moderen itu, karena pikiran-pikiran Hobbes, terutama tentang "Leviathan" telah mampu memengaruhi atmosfer filsafat politik dan filsafat moral di Inggris pada masa-masa berikutnya.

John Locke berbeda dengan Hobbes. Menurut John Locke, manusia dalam kondisi alamiah pada awalnya tidak banal, melainkan hidup dalam keadaan damai, baik, saling menghormati, melindungi, bebas, merdeka, _equal_ dan tak ada rasa takut.

Harmoni berubah setelah manusia bertemu dengan sistem mata uang/moneter. 

Situasi dimana manusia cenderung berlebihan mengumpulkan kapital. Muncul rasa iri, dengki, tamak, serakah, yang menyebabkan terjadinya pembenaran atas hak milik, timbullah konflik. 

Karena itu, lahirlah kondisi yang tidak menyenangkan _(inconvinience),_ karena tak ada hukum.

Tindakan manusia diatur oleh hukum alam yang tidak memiliki kepastian _(uncertainty)._ 

Manusia akhirnya cemas, sehingga dibutuhkan kontrak sosial untuk membangun lembaga politik sebagai _the supreme power._ Perilaku manusia diatur. Etika politik mulai terbentuk.

Dalam pandangan Jhon Locke, manusia punya tiga hak:  _property,  life dan liberty._

Sementara menurut Jean Jacques Rousseau, manusia tidak baik dan tidak buruk, tidak egois dan tidak altruis.

Manusia hidup dengan polos dan mencintai diri secara spontan. Ia juga bebas dari segala wewenang orang lain, sehingga secara hakiki kedudukannya sama (Frans Magnis-Suseno, 2003).

Ketimpangan, ketidaksetaraan dan masalah justru timbul dan bersumber dari negara dan masyarakat. Yaitu, negara dan masyarakat yang dikonstruksi berdasarkan pengandaian dan implikasi-implikasi teoritik Hobbes dan Locke tentang Kontrak Sosial.

Dalam kaitannya dengan Badan Pengawas Pemilu, ancaman terbesarnya adalah, integritas dan politik uang. 

Dalam pengalaman saya, Bawaslu terlalu lemah untuk melakukan supremasi etika politik. 

Kekuatan kekuasaan dan uang potensial menyeret Bawaslu terpeleset dalam ceruk dengan batu cadas.

Oleh karena itu, kelompok akademis, intelektual, aktifis, mahasiswa, dosen-dosen Hukum Tata Negera khususnya, harus keluar dari kampus. Hadir dalam situasi demokrasi yang kolosal dan glamor ini.

Beri Bawaslu vitamin, kuatkan, kontrol, komentari, kritik, agar integritasnya terjaga dan energinya lebih kuat.

Kelompok akademik memiliki legitimasi untuk itu. Jangan senang menjadi "macan kertas". Menulis di jurnal, disertasi atau tesis, tapi tulisannya tak berdampak pada situasi sosial di lingkungan sendiri.

Begitulah pemantik diskusi yang saya sampaikan. _Ro'yuna showab wayahtamilul khoto', wa ro'yu ghairina khoto' wayahtamilusshawab._

Salam haha hihi... (*)

Kisah Sukses Therapy Banyu Urip Bekasi Pimpinan Puji Suwuk

Perayaan HUT Kemerdekaan RI 77 yang disponsori Puji Suwuk. (Foto: Yant Kaiy) 

Bekasi -
Perjalanan sukses Puji Suwuk, pimpinan Therapy Banyu Urip Cabang Bekasi bukan diperoleh tanpa ikhtiar. Segala daya-upaya ia kerahkan sekuat tenaga dan pikiran. Tanpa kenal waktu. Tak peduli lelah. 

Hasilnya, Puji Suwuk bertahta di puncak tinggi, sebagai cabang Therapy Banyu Urip dengan penjualan ramuan terbesar dunia. Rabu (31/8/2022). 

"Langkah awal, saya perkenalkan Ramuan Banyu Urip kepada kalangan keluarga sendiri. Tahap berikutnya pada warga sekitar tempat tinggal," beber Puji Suwuk mengawali kisahnya. 

Baginya tak ada waktu untuk stagnan berpromosi kepada siapa saja. 

Kalaupun ada orang yang mencibir, Puji Suwuk tidak patah arang. Tidak pula marah. Cukup baginya orang mendengar Therapy Banyu Urip. 

"Therapy Banyu Urip tidak ubahnya adalah saya. Caranya, dari mobil, sepeda motor, t-shirt hingga aksesoris terkecil yang saya miliki ada nama Therapy Banyu Urip. Saya pikir ini iklan gratis," tandasnya seraya tersenyum. 

Ada tambahan sedikit, alamat praktik Therapy Banyu Urip Cabang Bekasi pimpinannya, yaitu di Taman Rahayu Regency 1 Blok B 17 No 64 RT 11 RW 08, Gang Mawar 1 Kelurahan Ciketing Udik, RT.008/RW.008, Kecamatan, Kec. Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat 17153. HP:0812-8062-6333. (Kay) 

Selasa, 30 Agustus 2022

Pasien Buta Warna dari Luar Negeri

MS Arifin (tengah) bersama dua terapis muda yang menangani para pasien buta warna. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Silih-berganti pasien buta warna dari pelosok negeri terus membanjiri Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta, Jalan Selokan Mataram No.197A Mlati Sleman.

Bahkan ada pasien buta warna dari negara Singapura dan Malaysia sembuh sempurna setelah menjalani pengobatan menggunakan Ramuan Banyu Urip. Sungguh luar biasa. 

Kabar baik tentang kesembuhan pasien buta warna ini membuat orang lain yang memiliki masalah dangan panglihatan akan datang mencobanya. Tidak ubahnya iklan. 

"Hingga Agustus 2022, sudah ratusan pasien buta warna yang kami sembuhkan. Ikhtiar ini jelas ada campur tangan Tuhan Yang Maha Penyembuh," terang MS Arifin di Gedung Carnivore Kafe lantai 2. Rabu (31/8/2022). 

Ada beberapa paket pilihan bagi pasien, sesuai tingkat keparahannya. Paket A akan menjalani pengobatan selama 28 hari. Paket B jalani rawat inap 21 hari. Dan paket C jalani terapi selama 12 hari. 

"Pilihan paket tersebut ditentukan oleh tes ishihara pasien buta warna. Seperti yang sudah-sudah, biasanya pasien sembuh lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan," ucap MS Arifin. (Kay) 

Subanar Pimpinan Therapy Banyu Urip Cabang Yogyakarta

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Banyak cabang Therapy Banyu Urip bermunculan di bumi nusantara ini. Bahkan diluar negeri pun sudah tidak asing lagi. Seperti di Malaysia, Singapura dan Timor Leste. 

Seiring waktu pula, sukses Therapy Banyu Urip yang mendunia menarik minat Subanar untuk bergabung didalamnya. Selasa (30/8/2022). 

"Subanar adalah pimpinan Cabang Therapy Banyu Urip Yogyakarta. Dalam peringkat, cabang ini sekarang masuk ranking 10 besar terbanyak berbelanja Ramuan Banyu Urip," terang MS Arifin di hadapan para wartawan. 

Lebih jauh MS Arifin mengatakan, lokasi Cabang Therapy Banyu Urip milik Subanar berada dalam satu wilayah dengan Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Namun permintaan ramuan dari para reseller terus mengalir padanya.

"Keberhasilan Subanar ini membuka mata hati kita, bahwa Tuhan Maha Bijaksana," ucap pengusaha berdarah Madura ini meniscaya. 

Berikut reseller yang dimiliki Subanar:
1. Agus Wahid, Purbalingga.
2. Dulhalim, Batam. 
3. Joko Santoso, Wonogiri. 
4. Abdurahman, Indramayu. 
5. Hendri, Serang. 

"Saya hanya berpesan kepada semua reseller untuk tetap amanah dalam bekerjasama dengan perusahaan kami. Tentu kami senantiasa akan memberikan atensi tidak setengah hati," pungkasnya. (Kay) 

Reseller Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Bertempat di Gedung Carnivore Coffee Shop lantai 2 Mlati Sleman, MS Arifin kembali mengumumkan nama-nama reseller terbaru yang resmi dan diakui oleh perusahaannya. Selasa (30/8/2022). 

"Kini giliran Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi pimpinan Sujarwo yang akan saya sebutkan resellernya," terang MS Arifin. 

Ada 5 reseller yang dimilikinya dan mereka tetap setia bersama Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi, diantaranya:
1. Ibu Ika. 
2. Ibu Srumiyat. 
3. Pak Ibrohim. 
4. Ustadz Taufiq. 
5. Bapak Sofyan. 

"Data tersebut kami dapatkan dari Pak Sujarwo. Tentu semua reseller itu tetap berada dibawah kendali dia. Kami sebatas mengetahui saja," tegas MS Arifin. (Kay) 

Senin, 29 Agustus 2022

Refreshing: Pasien Buta Warna Therapy Banyu Urip Yogyakarta

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Untuk menghilangkan jenuh selama menjalani perawatan dan penyembuhan, sebagian pasien buta warna diperkenankan untuk melakukan refreshing oleh MS Arifin (CEO Therapy Banyu Urip International). 

"Saya menunjuk Ahmad Rasidi (terapis) untuk mendampingi para pasien buta warna. Karena mereka semua berasal dari luar kota," ucap MS Arifin. Selasa (30/8/2022).

Para pasien memilih kawasan Malioboro sebagai tempat menghibur diri.

"Saya membatasi mereka untuk kembali ke tempat penginapan Therapy Banyu Urip sebelum pukul 22.00 WIB," tegas MS Arifin. 

Pembatasan itu diberlakukan lantaran mereka masih berada dibawah tanggung jawabnya. (Kay) 

AKSI NYATA MODUL 1.4 PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI SMPN I PASONGSONGAN

AKSI NYATA MODUL 1.4
PENERAPAN BUDAYA POSITIF
DI SMPN I PASONGSONGAN
Oleh: Mariyatul Qiptiya, S.Pd
CGP Angkatan 5
SMPN I Pasongsongan
Kab. Sumenep

1.Latar Belakang
Pendidikan menurut  Ki Hajar Dewantara bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, 
baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Untuk membuat anak merasa nyaman dan bahagia, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penerapan budaya positif. Budaya Positif adalah keyakinan dan nilai yang disepakati bersama dalam jangka waktu yang lama. 

Budaya positif merupakan perwujudan dari keyakinan universal yang di terapkan di sekolah yang diharapkan terbangun secara instriksik di dalam diri masing-masing warga sekolah. 

Maka perlunya peran guru dalam menerapkan restitusi dalam membersamai murid mengatasi masalahnya sendiri serta menepatkan diri pada posisi kontrol guru  sebagai manager.
Di SMPN I Pasongsongan, juga merasa perlu untuk menerapkan budaya positif. 

Beberapa kali siswa melaporkan jika pernah diganggu dan dibulli oleh teman-temannya. Sehingga, beberapa siswa enggan untuk ke sekolah. Melihat hal ini, sekolah langsung bergerak cepat dengan mengadakan assesment tentang perundungan dan membentuk agen perubahan dalam program anti perundungan. 

Gerak cepat ini, diharapkan agar semua siswa merasa nyaman dan bahagia dalam belajar, tercipta keharmonisan dan sikap saling menghargai sesama teman.
Selain itu, juga memberikan sosialisasi kepada semua stakholder di SMPN I Pasongsongan, tentang bagaiamana menerapkan Budaya Positif dengan membuat kesepakatan kelas dan menyelesaikan masalah dengan tahapan  segitiga restitusi.

2. Tujuan  
Terciptanya budaya positif, sikap saling menghormati dan menghargai di lingkungan SMPN I   Pasongsongan
Penerapan Keyakinan Kelas
Kolaborasi semua warga sekolah di SMPN I Pasongsongan

3. Tolak Ukur
Seluruh warga sekolah saling menghormati dan menghargai
Terlaksananya Budaya Positif yang mendukung kualitas pembelajaran.

4. Lini Masa Tindakan
Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah, rekan guru terkait sosialisasi atau pengimbasan budaya positif

Melakukan pengimbasan budaya positif kepada semua stakeholder di SMPN I Pasongsongan
membentuk budaya positif



Bersama siswa menerapkan keyakinan kelas
Mengevaluasi keyakinan kelas
Merefleksi keyakinan kelas bersama warga sekolah
Menyusun laporan aksi nyata

Dukungan yang Dibutuhkan
Dukungan Kepala Sekolah
Dukungan rekan guru dan TU
Dukungan semua siswa

Dokumentasi Aksi Nyata
Demikian artikel  Aksi Nyata Modul. 1.4 Budaya Positif Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Sumenep. Selanjutnya saran dan masukan konstruktif tetap saya harapkan demi perbaikan Aksi Nyata selanjutnya.[]

Sukses Cabang Therapy Banyu Urip Yogyakarta

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip Internasional. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Sukses butuh proses. Sudah pasti ia bakal melewati tantangan dan tempaan tidak nyaman. 

"Ketekunan, sabar, ikhlas, jujur, dan amanah jadi elemen penting menggapai sukses itu sendiri," tegas MS Arifin di hadapan beberapa jurnalis Yogyakarta. Senin (29/8/2022).

Bertempat di Gedung Carnivore Coffee Shop lantai 2 Mlati Sleman, MS Arifin kembali membicarakan sukses Cabang Therapy Banyu Urip Yogyakarta pimpinan Sigit.

"Pak Sigit bagian penting dari perusahaan kami. Orangnya amanah dan acapkali berkomunikasi dengan saya jika ada kesulitan," ucap MS Arifin. 

Bukti sukses Sigit ditandai oleh penjualan Ramuan Banyu Urip yang terus meningkat. Ia membangun jaringan reseller ke daerah lain. 

Berikut reseller yang dimiliki Cabang Therapy Banyu Urip Yogyakarta pimpinan Sigit:
1. Dadang, Cikampek. 
2. Andi Pramuka, Ngawi. 
3. Muh Al-Faiz, Jember.
4. Mas'ud, Kendal. 
5. Agus Sari, Batang. 
6. Nuryanto, Indramayu. 
7. Rahim, Sulawesi. 
8. Mustika, Blitar. 
9. Mana Hartono, Tuban. 

"Setelah saya mengaji sukses sekian banyak cabang Therapy Banyu Urip di beberapa daerah, mereka istikomah menjalankan amanah," tutup MS Arifin. (Kay) 

Minggu, 28 Agustus 2022

Outbond TPA Masjid Ash-Habul Jannah Karanganyar Sleman

Kegiatan outbond TPA Masjid Ash-Habul Jannah Karanganyar. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - TPA Masjid Ash-Habul Jannah Karanganyar Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta melaksanakan kegiatan outbond ke Museum Dirgantara Yogyakarta. Ahad (28/8/2022). 

"Kegiatan pembelajaran ini diikuti 70 santri dan santriwati. Sedangkan pendampingya ada 43 dari wali santri serta 10 pengurus dan pengajar TPA," terang Widuri sebagai pembantu umum di TPA Ash-Habul Jannah. 

Perlu digarisbawahi, TPA Masjid Ash-Habul Jannah berdiri pada 1 Januari 2022 berlokasi di Karanganyar Sinduadi. 

"Pada mulanya TPA ini sudah ada dengan nama TPA Muljamidah. Namun karena lama tidak aktif, maka direstrukturisasi dengan merubah nama jadi TPA Ash-Habul Jannah," ucap Widuri. 

Lebih jauh wanita berjilbab ini berharap, TPA Ash-Habul Jannah mampu membentuk santriwan-santriwati yang berilmu dan berkarakter Islami. 

"Semoga kegiatan outbond yang sudah dilaksanakan ini, bisa memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan santriwan-santriwati TPA Ash-Habul Jannah Karanganyar," pungkas Widuri. (Kay) 

Lebih Dekat Tahu Tentang Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi pimpinan Puji Suwuk menjadi salah satu cabang terbaik managemennya. Penyataan itu dilontarkan CEO Therapy Banyu Urip International di Gedung Carnivore Coffee Shop lantai 2 Sleman Yogyakarta. Senin (29/8/2022). 

"Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi juga menjadi yang terbanyak dalam segi penjualan Ramuan Banyu Urip," terang MS Arifin.

Lebih lanjut ia menyebutkan, salah satu kunci sukses Puji Suwuk menduduki puncak terbanyak penjualan Ramuan Banyu Urip adalah amanah.

"Keberhasilan Puji Suwuk juga disokong reseller handal dan terpercaya miliknya. Gempuran promosi ke berbagai platform sosial media jadi bagian tak terpisahkan dari jurus suksesnya," tandas MS Atifin.

Berikut reseller yang dimiliki Puji Suwuk:
1. Syamsul Arifin, Bekasi.
2. Siti Aisyiah, Bekasi.
3. Djunaedi, Tangerang. 
4. Sujudin, Indramayu. 
5. Suwarni, Riau. 

"Semoga sukses Puji Suwuk ini bisa menginsprasi bagi Cabang Therapy Banyu Urip yang lain," harap MS Arifin. (Kay) 

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...