Selasa, 30 Agustus 2022

Reseller Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Bertempat di Gedung Carnivore Coffee Shop lantai 2 Mlati Sleman, MS Arifin kembali mengumumkan nama-nama reseller terbaru yang resmi dan diakui oleh perusahaannya. Selasa (30/8/2022). 

"Kini giliran Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi pimpinan Sujarwo yang akan saya sebutkan resellernya," terang MS Arifin. 

Ada 5 reseller yang dimilikinya dan mereka tetap setia bersama Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi, diantaranya:
1. Ibu Ika. 
2. Ibu Srumiyat. 
3. Pak Ibrohim. 
4. Ustadz Taufiq. 
5. Bapak Sofyan. 

"Data tersebut kami dapatkan dari Pak Sujarwo. Tentu semua reseller itu tetap berada dibawah kendali dia. Kami sebatas mengetahui saja," tegas MS Arifin. (Kay) 

Senin, 29 Agustus 2022

Refreshing: Pasien Buta Warna Therapy Banyu Urip Yogyakarta

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Untuk menghilangkan jenuh selama menjalani perawatan dan penyembuhan, sebagian pasien buta warna diperkenankan untuk melakukan refreshing oleh MS Arifin (CEO Therapy Banyu Urip International). 

"Saya menunjuk Ahmad Rasidi (terapis) untuk mendampingi para pasien buta warna. Karena mereka semua berasal dari luar kota," ucap MS Arifin. Selasa (30/8/2022).

Para pasien memilih kawasan Malioboro sebagai tempat menghibur diri.

"Saya membatasi mereka untuk kembali ke tempat penginapan Therapy Banyu Urip sebelum pukul 22.00 WIB," tegas MS Arifin. 

Pembatasan itu diberlakukan lantaran mereka masih berada dibawah tanggung jawabnya. (Kay) 

AKSI NYATA MODUL 1.4 PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI SMPN I PASONGSONGAN

AKSI NYATA MODUL 1.4
PENERAPAN BUDAYA POSITIF
DI SMPN I PASONGSONGAN
Oleh: Mariyatul Qiptiya, S.Pd
CGP Angkatan 5
SMPN I Pasongsongan
Kab. Sumenep

1.Latar Belakang
Pendidikan menurut  Ki Hajar Dewantara bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, 
baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Untuk membuat anak merasa nyaman dan bahagia, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penerapan budaya positif. Budaya Positif adalah keyakinan dan nilai yang disepakati bersama dalam jangka waktu yang lama. 

Budaya positif merupakan perwujudan dari keyakinan universal yang di terapkan di sekolah yang diharapkan terbangun secara instriksik di dalam diri masing-masing warga sekolah. 

Maka perlunya peran guru dalam menerapkan restitusi dalam membersamai murid mengatasi masalahnya sendiri serta menepatkan diri pada posisi kontrol guru  sebagai manager.
Di SMPN I Pasongsongan, juga merasa perlu untuk menerapkan budaya positif. 

Beberapa kali siswa melaporkan jika pernah diganggu dan dibulli oleh teman-temannya. Sehingga, beberapa siswa enggan untuk ke sekolah. Melihat hal ini, sekolah langsung bergerak cepat dengan mengadakan assesment tentang perundungan dan membentuk agen perubahan dalam program anti perundungan. 

Gerak cepat ini, diharapkan agar semua siswa merasa nyaman dan bahagia dalam belajar, tercipta keharmonisan dan sikap saling menghargai sesama teman.
Selain itu, juga memberikan sosialisasi kepada semua stakholder di SMPN I Pasongsongan, tentang bagaiamana menerapkan Budaya Positif dengan membuat kesepakatan kelas dan menyelesaikan masalah dengan tahapan  segitiga restitusi.

2. Tujuan  
Terciptanya budaya positif, sikap saling menghormati dan menghargai di lingkungan SMPN I   Pasongsongan
Penerapan Keyakinan Kelas
Kolaborasi semua warga sekolah di SMPN I Pasongsongan

3. Tolak Ukur
Seluruh warga sekolah saling menghormati dan menghargai
Terlaksananya Budaya Positif yang mendukung kualitas pembelajaran.

4. Lini Masa Tindakan
Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah, rekan guru terkait sosialisasi atau pengimbasan budaya positif

Melakukan pengimbasan budaya positif kepada semua stakeholder di SMPN I Pasongsongan
membentuk budaya positif



Bersama siswa menerapkan keyakinan kelas
Mengevaluasi keyakinan kelas
Merefleksi keyakinan kelas bersama warga sekolah
Menyusun laporan aksi nyata

Dukungan yang Dibutuhkan
Dukungan Kepala Sekolah
Dukungan rekan guru dan TU
Dukungan semua siswa

Dokumentasi Aksi Nyata
Demikian artikel  Aksi Nyata Modul. 1.4 Budaya Positif Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Sumenep. Selanjutnya saran dan masukan konstruktif tetap saya harapkan demi perbaikan Aksi Nyata selanjutnya.[]

Sukses Cabang Therapy Banyu Urip Yogyakarta

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip Internasional. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Sukses butuh proses. Sudah pasti ia bakal melewati tantangan dan tempaan tidak nyaman. 

"Ketekunan, sabar, ikhlas, jujur, dan amanah jadi elemen penting menggapai sukses itu sendiri," tegas MS Arifin di hadapan beberapa jurnalis Yogyakarta. Senin (29/8/2022).

Bertempat di Gedung Carnivore Coffee Shop lantai 2 Mlati Sleman, MS Arifin kembali membicarakan sukses Cabang Therapy Banyu Urip Yogyakarta pimpinan Sigit.

"Pak Sigit bagian penting dari perusahaan kami. Orangnya amanah dan acapkali berkomunikasi dengan saya jika ada kesulitan," ucap MS Arifin. 

Bukti sukses Sigit ditandai oleh penjualan Ramuan Banyu Urip yang terus meningkat. Ia membangun jaringan reseller ke daerah lain. 

Berikut reseller yang dimiliki Cabang Therapy Banyu Urip Yogyakarta pimpinan Sigit:
1. Dadang, Cikampek. 
2. Andi Pramuka, Ngawi. 
3. Muh Al-Faiz, Jember.
4. Mas'ud, Kendal. 
5. Agus Sari, Batang. 
6. Nuryanto, Indramayu. 
7. Rahim, Sulawesi. 
8. Mustika, Blitar. 
9. Mana Hartono, Tuban. 

"Setelah saya mengaji sukses sekian banyak cabang Therapy Banyu Urip di beberapa daerah, mereka istikomah menjalankan amanah," tutup MS Arifin. (Kay) 

Minggu, 28 Agustus 2022

Outbond TPA Masjid Ash-Habul Jannah Karanganyar Sleman

Kegiatan outbond TPA Masjid Ash-Habul Jannah Karanganyar. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - TPA Masjid Ash-Habul Jannah Karanganyar Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta melaksanakan kegiatan outbond ke Museum Dirgantara Yogyakarta. Ahad (28/8/2022). 

"Kegiatan pembelajaran ini diikuti 70 santri dan santriwati. Sedangkan pendampingya ada 43 dari wali santri serta 10 pengurus dan pengajar TPA," terang Widuri sebagai pembantu umum di TPA Ash-Habul Jannah. 

Perlu digarisbawahi, TPA Masjid Ash-Habul Jannah berdiri pada 1 Januari 2022 berlokasi di Karanganyar Sinduadi. 

"Pada mulanya TPA ini sudah ada dengan nama TPA Muljamidah. Namun karena lama tidak aktif, maka direstrukturisasi dengan merubah nama jadi TPA Ash-Habul Jannah," ucap Widuri. 

Lebih jauh wanita berjilbab ini berharap, TPA Ash-Habul Jannah mampu membentuk santriwan-santriwati yang berilmu dan berkarakter Islami. 

"Semoga kegiatan outbond yang sudah dilaksanakan ini, bisa memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan santriwan-santriwati TPA Ash-Habul Jannah Karanganyar," pungkas Widuri. (Kay) 

Lebih Dekat Tahu Tentang Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi pimpinan Puji Suwuk menjadi salah satu cabang terbaik managemennya. Penyataan itu dilontarkan CEO Therapy Banyu Urip International di Gedung Carnivore Coffee Shop lantai 2 Sleman Yogyakarta. Senin (29/8/2022). 

"Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi juga menjadi yang terbanyak dalam segi penjualan Ramuan Banyu Urip," terang MS Arifin.

Lebih lanjut ia menyebutkan, salah satu kunci sukses Puji Suwuk menduduki puncak terbanyak penjualan Ramuan Banyu Urip adalah amanah.

"Keberhasilan Puji Suwuk juga disokong reseller handal dan terpercaya miliknya. Gempuran promosi ke berbagai platform sosial media jadi bagian tak terpisahkan dari jurus suksesnya," tandas MS Atifin.

Berikut reseller yang dimiliki Puji Suwuk:
1. Syamsul Arifin, Bekasi.
2. Siti Aisyiah, Bekasi.
3. Djunaedi, Tangerang. 
4. Sujudin, Indramayu. 
5. Suwarni, Riau. 

"Semoga sukses Puji Suwuk ini bisa menginsprasi bagi Cabang Therapy Banyu Urip yang lain," harap MS Arifin. (Kay) 

Puncak Sosok Malam Hari


Puncak Sosok berlokasi di Pleret Kabupaten Bantul Yogyakarta. Saya bersama Ahmad Rasidi (terapis Banyu Urip Pusat Yogyakarta) mengendarai sepeda motor, menembus halimun. Ahad malam (28/8/2022).

Dari tempat kerja kami, Jalan Selokan Mataram Sleman, berjarak tempuh 45 menit perjalanan ke Puncak Sosok. 

Saya tak menyangka tempat rekreasi ini ramai dangan pengunjung. Karena saat masuk jalan kampung dan menanjak, suasana begitu sepi. Jarang rumah penduduk. 

Sampai tempat tujuan, kami memesan makanan dan minuman hangat. Udara mulai dingin. Harga makanannya sangat murah. 

Live music menghibur para pengunjung yang rata-rata kaum muda. Umumnya mereka datang bersama pasangannya. 

Dari Puncak Sosok ini terlihat jelas seluruh lampu Kota Yogyakarta.

Kami pulang membawa kenangan indah, walau tidak bersama kekasih tercinta.[]

Restitusi Sebuah Cara Menanamkan Disiplin Positif Pada Siswa

Oleh: Agus Sugianto, S.Pd

Menurut Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan adalah penguasaan diri, sebab disinilah pendidikan memanusiakan manusia (humanisasi). Penguasaan diri merupakan langkah yang dituju untuk tercapainya pendidikan yang memanusiawikan manusia. Ketika peserta didik mampu menguasai dirinya, maka mereka akan mampu untuk menentukan sikapnya. 

Dengan demikian akan tumbuh sikap yang mandiri dan dewasa. Beliau juga menunjukkan bahwa tujuan diselenggarakannya pendidikan adalah membantu peserta didik menjadi manusia yang merdeka. Menjadi manusia yang merdeka berarti tidak hidup terperintah, berdiri tegak dengan kekuatan sendiri, dan cakap mengatur hidupnya dengan tertib. Dengan kata lain, pendidikan menjadikan seseorang mudah diatur, tetapi tidak dapat disetir. (http://tyanfedi.blogspot.com/2013/11/tujuan-pendidikan-menurut-ki-hajar.htm). 

Selain itu Pendidikan menurut  Ki Hajar Dewantara bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa dalam Pendidikan hendaknya sesuai dengan kodrat alam dan kodrat jaman, osehingga Pendidikan tidak bersifat statis melainkan dinamis. 

Untuk memanusiakan manusia bukanlah suatu hal yang mudah, tetapi perlu usaha keras dan berkesinambungan. Salah satunya adalah melalui jalur Pendidikan. Jadi Pendidikan baik formal maupun non formal berkontribusi besar untuk mencetak generasi yang bisa menjadi manusia seutuhnya. Di dunia pendidikanlah anak dituntun untuk menjadi sosok manusia yang merdeka dan berbudi pekerti luhur.

Salah satu bentuk usaha yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk mencetak generasi handal tersebut adalah melalui pembiasaan-pembiasaan positif atau yang kita kenal dengan disiplin positif. Disiplin positif dilakukan dalam rangka menciptakan lingkungan positif di sekolah. Dan salah satu strategi yang perlu kita lakukan adalah penerapan disiplin di sekolah.Disiplin adalah sebagai bentuk kontrol diri, yaitu belajar untuk mengontrol diri agar dapat mencapai suatu tujuan mulia. Tujuan mulia di sini mengacu pada nilai-nilai atau prinsip-prinsip mulia yang dianut seseorang yang kita sebut dengan nilai-nilai kebajikan (virtues) yang universal.Dan salah satu cara menanamkan disiplin positif kepada siswa adalah Restitusi.

Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004).Restitusi juga adalah proses kolaboratif yang mengajarkan murid untuk mencari solusi atas masalah yang ia hadapi, dan membantu murid berpikir tentang orang seperti apa yang mereka inginkan, dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain (Chelsom Gossen, 1996).

Restitusi membantu murid menjadi lebih memiliki tujuan, disiplin positif, dan memulihkan dirinya setelah berbuat salah. Penekanannya bukanlah pada bagaimana berperilaku untuk menyenangkan orang lain atau menghindari ketidaknyamanan, namun tujuannya adalah menjadi orang yang menghargai nilai-nilai kebajikan yang mereka percayai. 

Ketika murid melakukan sebuah kesalahan,sebaiknya guru tidak langsung memberikan sanksi atau hukuman kepada murid,tapi guru menanggapinya dengan cara yang memungkinkan murid untuk membuat evaluasi internal tentang apa yang dapat mereka lakukan,serta murid diberikan tanggung jawab yang berasal dari dorongan internal murid untuk memperbaiki kesalahannya dan mendapatkan kembali harga dirinya. 

Selain itu Restitusi tidak hanya menguntungkan korban, tetapi juga menguntungkan orang yang telah melakukan kesalahan. Ini sesuai dengan prinsip dari teori kontrol William Glasser tentang solusi menang menang. Ada peluang luar biasa bagi murid untuk bertumbuh ketika mereka melakukan kesalahan, bukankah pada hakikatnya begitulah cara kita belajar. Murid perlu bertanggung jawab atas perilaku yang mereka pilih, namun mereka juga dapat memilih untuk belajar dari pengalaman dan membuat pilihan yang lebih baik di waktu yang akan datang. 

Ketika guru memecahkan masalah perilaku mereka, murid akan kehilangan kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang berharga untuk hidup mereka.
Restitusi tidak hanya fokus pada mengurangi kerugian pada korban, tapi juga bagaimana menjadi orang yang lebih baik dan melakukan hal yang baik pula pada orang lain dengan kebaikan yang ada dalam diri kita. Ketika murid belajar dari kesalahan untuk menjadi lebih baik untuk masa depan, mereka akan mendapatkan pelajaran yang mereka bisa pakai terus menerus di masa depan untuk menjadi orang yang lebih baik. Jadi Restitusi adalah tentang memperbaiki hubungan dan memperkuatnya.Restitusi juga membantu murid-murid dalam hal mereka ingin menjadi orang seperti apa dan bagaimana mereka juga  ingin diperlakukan. 

Selain itu Restitusi adalah proses refleksi dan pemulihan. Proses ini menciptakan kondisi yang aman bagi murid untuk menjadi jujur pada diri mereka sendiri serta  mengevaluasi dampak dari tindakan mereka pada orang lain. Ketika proses pemulihan dan evaluasi diri telah selesai, mereka bisa mulai berpikir tentang apa yang bisa dilakukan untuk menebus kesalahan mereka pada orang yang menjadi korban. 

Restitusi adalah tawaran, bukan paksaan Restitusi yang dipaksa bukanlah restitusi yang sebenarnya, tapi konsekuensi. Bila guru memaksa proses restitusi, maka murid akan bertanya, apa yang akan terjadi kalau saya tidak melakukannya.Hal ini tentu akan berakibat kurang baik bagi murid untuk jangka waktu yang panjang.Karena murid yang menerima restitusi dengan paksaan, pada dasarnya mereka sebenarnya menolak untuk melakukannya.Tapi karena mereka takut diasingkan oleh kelompoknya atau dengan alasan lain, sehingga dengan terpaksa mereka menerima restitusi yang diminta oleh gurunya.
Ketika murid dipaksa untuk menerima konsekuensi atas kesalahannya,untuk jangka panjang, murid akan berpikir bahwa ketika ia melakukan sebuah kesalahan dan menerima konsekuensi.Ia akan berpikir telah menebus kesalahan yang diperbuat.Jika ini terjadi terus menerus,murid akan menganggap remeh setiap kesalahan yang dilakukan,karena dengan menerima konsekuensi maka kesalahan yang diperbuatnya menjadi impas.

Dengan kata lain murid tidak timbul rasa sadar diri yang berasal dari motivasi internal si murid sendiri,untuk mencari jalan keluarnya kemudian tidak mengulanginya lagi dilain waktu.Oleh karena itu, penting bagi guru untuk menciptakan kondisi yang membuat murid bersedia menyelesaikan masalah dan berbuat lebih baik lagi.
Dari beberapa uraian tadi,sangatlah jelas bahwa restitusi adalah salah satu bentuk dari disiplin positif yang sangat berguna bagi siswa untuk memotivasi dirinya sendiri guna menyelesaikan masalahnya dan memperbaikinya,sehingga ia dapat kembali lagi pada kelompoknya dengan karakter yang lebih kuat lagi dari karakter sebelumnya.

Daftar Pustaka :
http://tyanfedi.blogspot.com/2013/11/tujuan-pendidikan-menurut-ki-hajar.htm
Modul 1.1 Filosofi Ki Hajar Dewantara – Pendidikan Guru Penggerak
Modul 1.4 Budaya Positif – Pendidikan Guru Penggerak

Menggugat Polri Presisi (Part-1)

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq
(Penasehat Hukum Leny Hardiyati)

"Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan, jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu, memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh." (Jalaluddin Rumi)

Sambo adalah ujian berat Polri Presisi. Pakar hukum pidana Universitas Indonesia, Eva Achjani Zulfa mengingatkan bahwa citra polisi dipertaruhkan dalam kasus Ferdy Sambo.

Kerja keras dan cita-cita Kapolri untuk transformasi Polri Presisi hampir terjerembab ke tubir balkanisasi. Wajah Polri mendadak angker.

Menyebut kata polisi, wajah Sambo yang tergambar. Selain bayang-bayang _unlawfull killing_ empat laskar FPI di tol KM50 Jakarta-Cikampek.

Polri Presisi adalah abreviasi dari PREdiktif, responSIbilitas, dan transparanSI berkeadilan. Cukup ideal, jargonik dan progresif.

Bahkan, untuk kepentingan Polri yang berkeadilan, Polri bangga dengan cara baru penyelesaian perkara lewat pencapaian keadilan restoratif  _(restorative justice)_.

Menurut Kabareskrim Polri Komjend. Agus Andrianto menyatakan, sepanjang 2021 hingga Maret 2022, Polri menyelesaikan 15.039 perkara dengan _restorative justice._ Jumlah itu meningkat 28,3 persen dari tahun sebelumnya sebesar 9.199 kasus.

Polri berusaha keras mengenalkan dan menerapkan paradigma baru, tapi dirusak oleh segelintir orang, termasuk oleh Polri yang ada di daerah-daerah.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Golkar, Adies Kadir menyoroti perilaku dan gaya hidup Polri masa kini. 

Katanya, "Jajaran Kapolri kebawah sudah seperti "Raja-raja Kecil" di daerah masing-masing."_

Pada awalnya, saya kira jajaran Polri paham idealisme Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Saya kira Polres-Polres tahu cara menerapkan transformasi Polri Presisi.

Namun, ternyata banyak pimpinan Polri di daerah yang belum siap bertransformasi, tidak menghayati _tagline_ Polri Presisi, termasuk Polres Sumenep.

*Kompol Soekris, Wajah Polri Gaya Orba*

Mengapa saya bilang Polres Sumenep belum siap bertransformasi dan gagal menghayati cita-cita Polri Presisi?

Kita lihat dari contoh kecil, yaitu cara Kompol Soekris Trihartono, S.Sos., Wakapolres Sumenep menyelesaikan perselisihan Polri perihal aset Rumah Dinas Kapolsek Lenteng dengan warga keturunan Tionghoa di Desa Lenteng Timur yang patut diduga menjadi korban "mafia tanah".

Polri melalui Kompol Soekris, mengaku memiliki aset yang dikuasai oleh ahli waris almarhum Dariyanto. Alas hak yang dimiliki Polri adalah Berita Acara Serah Terima, bukan sertipikat.

Sementara, aset yang diklaim Polri itu adalah tanah milik almarhum Dariyanto yang saat ini SHM atas nama Leny Hardiyati, salah satu puteri kandung almarhum Dariyanto.

Peristiwa itu terjadi sejak 1974, ketika masa Orde Baru, dimana warga keturunan Tionghoa marginal dan mencekam. Rawan menjadi korban kekerasan.

Bahkan, dahulu, ketika isteri Dariyanto berusaha hingga dua kali menemui Kapolres Sumenep untuk mencari kepastian hukum, salah satu anggota Polres Sumenep malah berujar: _"Sampeyan itu China, jangan macam-macam."_ Itu gaya lama, gaya Orde Baru.

Gaya lama Polri ternyata belum berubah hingga zaman Pak Jokowi. Gaya menakuti, _ceremonial_ dan _show of force._

Padahal, Polri Presisi melalui Jenderal Sigit, berusaha sekuat tenaga untuk bertransformasi agar Polri lebih humanis, prediktif, _responsible_, transparan dan berkeadilan.

Polres Sumenep gagal memaknai semangat mengutamakan keadilan restoratif _(restorative justice)_ dalam masalah ini.

Ketika saya minta agar Polri menunjukkan alas hak dan ahli waris Dariyanto siap menunjukkan seluruh alas hak, ternyata Pak Soekris lalu bilang bahwa Polri tidak perlu menunjukkan, kalau tidak terima silahkan lakukan upaya hukum.

Dari belasan anggota polisi yang hadir, tidak ada satupun yang berani membantu Pak Soekris, karena Polri memang tidak punya hak terhadap tanah warga Lenteng Timur itu. 

Tapi, dengan kekuasaan yang dominan, melalui Pak Soekris, Polres Sumenep memberi Somasi yang pada pokoknya mengancam pidana ahli waris Dariyanto. 

Saya bilang, pidana darimana? Dari Hongkong?

Dari kasus itu, tak ada penghayatan sedikitpun terhadap konsep _restorative justice_.

Bagi saya, selaku _lawyer_ dari Leny Hardiyati yang punya hak terhadap tanah yang diklaim Polri itu, dengan senang hati untuk melawan lewat mekanisme hukum.

Kami akan gugat Kapolri Cq. Kapolda Jatim Cq. Kapolres Sumenep Cq. Kapolsek Lenteng. 

Doakan saja, semoga rakyat menang melawan ke-sewenang-wenangan.

Pak Kapolri, begitulah perilaku bawahan mu di Polres Sumenep. Keadilan restoratif itu ilusi. Yang ada hanya: "membusungkan dada".

Demi keadilan, kami pasti akan melawan (*).

Sabtu, 27 Agustus 2022

Inilah Reseller Cabang Therapy Banyu Urip Surabaya

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Reseller merupakan bagian penting guna menembus pasar lebih lebar pada sebuah pemasaran produk dari perusahaan. 

"Pengertian reseller sendiri yaitu menjual kembali sebuah barang dari suppiler tanpa adanya stok barang," terang MS Arifin. Ahad (28/8/2022). 

Tapi ada juga reseller kami yang menyetok Ramuan Banyu Urip walau dalam jumlah kecil, tambahnya. 

Pemaparan itu dilontarkan  CEO Therapy Banyu Urip di Gedung Carnivore Coffee Shop lantai 2 Jalan Selokan Mataram Mlati Sleman, seiring keberadaan managemen Cabang Therapy Banyu Urip Surabaya yang masuk 10 besar terbaik.

"Cabang Therapy Banyu Urip Surabaya pimpinan Pak Gatot ini terus mengalami perkembangan signifikan. Ternyata penjualan ramuan kami di Surabaya ditopang oleh adanya reseller," papar MS Arifin. 

Berikut reseller yang dimiliki Cabang Therapy Banyu Urip Surabya:
1. Yuli Klaten
2. Imam Jombang
3. Suwarti Pati
4. Pijat Surabaya
5. Arif Surabaya
6. Karya Surabaya
7. Teguh Surabaya
8. Hari Surabaya
9. Bekti Surabaya
10. Sendi Surabaya
11. Dari Surabaya
12. Supri Surabaya
13. Harti Ngawi
14. Sulastri Bekasi
15. Heri Bekasi Kota
16. Fuad Surabaya
17. Heri Gresik
18. Habib Malang
19. Budi Surabaya
20. Feriyandi Kal-Tim. 

Komunikasi dan diskusi antara cabang dan CEO Therapy Banyu Urip senantiasa tetap terjalin.

"Tiada salahnya kalau diantara kami saling berbagi ilmu perihal pemasaran. Semua bertujuan demi kemajuan perusahaan," ucapnya serius. (Kay) 

Daftar Stokis Resmi dan Aktif Therapy Banyu Urip Indonesia


MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Kembali MS Arifin dalam siaran persnya di klinik Therapy Banyu Urip International yang berlokasi di Jalan Selokan Mataram No.197A Sleman Yogyakarta menerangkan, bahwa stokis resmi dan aktif terus meningkat jumlahnya seiring waktu. Sabtu (27/8/2022). 

"Perusahaan kami senantiasa mengevaluasi keberadaan stokis di seluruh tanah air. Atensi ini penting kami lakukan karena terkait dengan hal pemasaran produk," terang pengusaha ramuan herbal ini pada apoymadura.com.

Ada 24 stokis Therapy Banyu Urip Indonesia yang resmi dan aktif dalam catatan perusahaannya. 

Berikut ini ke-24 stokis tersebut:
1. Sugiyono Pasongsongan. 
2. Edi Pranoto. 
3. Arul Arsyad. 
4. Indra Gunawan. 
5. Putu Oka Swadiyan. 
6. Suci Herawati. 
7. Mislan Riyadi. 
8. Ustadz Madtoni. 
9. Ustadz Asmi.
10. Luthfi Umar Ambon. 
11. dr. Fredo Santana. 
12. Andriansyah Jefri. 
13. Muarif Sidoarjo. 
14. Muchtar Bekasi. 
15. Jakaria Samarinda. 
16. Sukono. 
17. Musofa/Agung.
18. Topo. 
19. Topan. 
20. Lasmidjan. 
21. Zaenal Jambi. 
22. Joko Mursito. 
23. Hikima/Agus Salim. 
24. Sugito. 

"Pendataan ini bertujuan apabila ada costumer membutuhkan Ramuan Banyu Urip, kami merekomendasikan pada stokis terdekat," tegas MS Arifin. (Kay) 

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...