Kamis, 25 Agustus 2022

Kehadiran Pasien dari Berbagai Kota

MS Arifin (kiri) dengan salah seorang pasien dari Rembang-Jawa Tengah. (Foto:  Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Rombongan pasien dengan keluhan berbagai macam penyakit datang dari Rembang, Magelang, Jember-Jawa Timur, Sleman, dan Gunung Kidul memenuhi ruang klinik Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Kamis (25/8/2022). 

Mau tak mau CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin langsung turun tangan. Karena rata-rata satu pasien mengidap lebih dari satu keluhan penyakit. 

"Paling tidak pasien harus cepat dilayani. Kasihan mereka datang dari jauh," ujar MS Arifin ditengah-tengah para pasien. 

Umumnya pasien mengetahui tempat penyembuhan Therapy Banyu Urip dari kanal sosial media. 

"Tidak bisa dipungkiri, pengaruh sosial media cukup signifikan dalam penyebaran informasi," tegas MS Arifin. (Kay) 

Rabu, 24 Agustus 2022

Cabang Therapy Banyu Urip Terbesar Sedunia

Puji Suwuk (paling kanan) dan CEO Therapy Banyu Urip International (dua dari kiri) bersama para terapis. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta -  Puji Suwuk adalah pimpinan Cabang Therapy Banyu Urip International beralamat di Bantargebang Bekasi. 

Hingga sekarang cabang ini menduduki top score dalam berbelanja ramuan. Kamis (25/8/2022). 

"Setiap kami belanja ramuan ke Yogyakarta pasti ratusan juta rupiah. Bahkan pernah kami berbelanja Ramuan Banyu Urip lebih dari 500 juta dan habis dalam waktu hanya lima bulan," terang Puji.

Maka tidak berlebihan kalau setiap kali ia belanja ramuan pasti membawa mobil. 

Pengakuan Puji Suwuk ini dibenarkan oleh MS Arifin selaku CEO Therapy Banyu Urip Internasional. 

"Puji Suwuk adalah orang yang amanah, disiplin dan berdedikasi tinggi. Tak berlebihan kalau dia mendapat kepercayaan luar biasa dari saya," ucap MS Arifin. (Kay) 

Proses Revitalisasi dan Pembangunan PLHU Terpadu Diduga Abaikan K3

Sumenep - Proses revitalisasi dan pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umrah (PLHU) Terpadu, di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuai banyak polemik.

Pasalnya, proses revitalisasi pembangunan PLHU itu diduga tidak menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dalam proses pekerjaan konstruksi tersebut. Padahal, standar SMK3 telah tertuang dalam kontrak pekerjaan dan ada anggarannya.

Dari pantauan di lapangan terlihat para pekerja tidak ada yang menerapkan K3, alias banyak para pekerja yang tidak menggunakan peralatan safety proyek seperti helm pengaman, sepatu safety maupun sarung tangan.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang disebutkan bahwa proyek pemerintah itu dikerjakan oleh CV Atthariq dengan konsultan supervisi CV Prima Cipta Consultant dan konsultan perencana CV Wijaya.

Sedangkan anggaran untuk pembangunan tersebut mencapai Rp 1.704.962.195.51 dan waktu pelaksanaan selama150 hari kerja.

Dugaan tentang tidak adanya penerapan SMK3 dalam proyek tersebut mendapat tanggapan dari pemerhati publik, Rasyid.

Menurutnya dalam pelaksanaan konstruksi, pihak kontraktor pelaksana wajib mengutamakan atau menerapkan SMK3 karena biaya K3 sudah masuk dalam penawaran dan kesepakatan kontrak pekerjaan tersebut.

“Untuk itu jika kontraktor melalaikan atau tidak melaksanakan hal tersebut artinya telah menghilangkan salah satu item yang ada dalam kontrak pekerjaan, dan Negara dirugikan karena telah membayar SMK3 yang tidak dipenuhi pada saat pelaksanaan kegiatan tersebut,” katanya pada media ini. Selasa (23/8/2022). (Red)

Syaiful Rijal, Terapis dari Banyu Urip International Pusat Yogyakarta

Syaiful Rijal sedang menjadi pembicara di sebuah seminar. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Syaiful Rijal adalah seorang terapis muda yang dimiliki Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip Pusat Yogyakarta. 

Saat ini dirinya masih tercatat sebagai mahasiswa disalah sebuah perguruan tinggi terbaik di Yogyakarta. Rabu (24/8/2022). 

"Mengatur waktu sebaik mungkin antara bekerja dan kuliah sangat penting bagi saya. Karena keduanya harus tetap berjalan dinamis," tegas Rijal pada apoymadura.com.

Diwaktu luang, Rijal menyibukkan diri sebagai konten kreator di platform sosial media. 

"Untuk menjaga kebugaran tubuh, saya juga menggeluti cabang olah raga binaraga,"  pungkasnya. (Kay) 

Selasa, 23 Agustus 2022

Buta Warna Menarik Orang Timor Leste Buka Cabang Banyu Urip

Riko dari Timor Leste (kiri) dan Imam Subakti. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Karena penasaran kalau penyakit buta warna bisa sembuh dengan Ramuan Banyu Urip, Riko langsung terbang dari Timor Leste ke Yogyakarta. Ia menuju rumah Imam Subakti, rekan sejawat semasih di TNI dulu. Rabu (24/8/2022).

Kebetulan Imam Subakti menjadi salah satu cabang Therapy Ramuan Banyu Urip International di Bantul Yogyakarta. 

"Diantara syarat seseorang masuk kependidikan tentara yaitu tidak boleh buta warna. Ketika mendengar penyakit buta warna bisa disembuhkan, saya langsung berminat mencobanya," ujar Riko yang lahir di Timor Leste. 

Lalu ia diterapi langsung oleh CEO Therapy Ramuan Banyu International, MS Arifin. 

"Sungguh luar biasa. Selang 30 menit setelah diterapi tetes mata, penglihatan saya mulai membaik," ucap Riko.

Dirinya sekarang yakin, kalau pengidap buta warna bisa disembuhkan 100 persen. Hal itu bukan hoaks. (Kau) 

Terbaru: Cabang Therapy Ramuan Banyu Urip Timor Leste

MS Arifin, CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International (kiri) bersama Riko dari Timor Leste. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Kembali ada cabang baru Therapy Ramuan Banyu Urip di negara Timor Leste. Nanti yang bakal menggawangi adalah Riko. 

Eks-TNI ini sudah belajar cara menerapi pasien menggunakan Ramuan Banyu Urip. Sengaja Rico belajar kepada MS Arifin supaya dalam menangani pasien maksimal dan sembuh sesuai haparan. Rabu (24/8/2022). 

"Saya yakin dan percaya kalau ramuan herbal ini akan sangat laris di negara kami. Apalagi Ramuan Banyu Urip bisa menyembuhkan segala macam penyakit," tegas Riko. 

Sejak Timor Leste bercerai dengan Indonesia, Rico sering mengunjungi bumi nusantara lantaran ada urusan bisnis. 

Jalinan persahabatan dengan teman-temannya sesama tentara masih tetap terjaga hingga saat ini. 

"Saya pulang besok sambil membawa Ramuan Banyu Urip," ucapnya sembari berpamitan sama MS Arifin. (Kay) 

Senin, 22 Agustus 2022

Mengenal Carnivore Coffee Shop Jogja

Mada Arif Kelana

Yogyakarta - Sukses yang dicapai Mada Arif Kelana menjadi pengusaha muda bukanlah tanpa proses. Diusia ke-25 tahun ia telah memiliki cuan ratusan miliar. 

Yang pasti, kekayaan itu diperoleh dari hasil jerih payahnya menjalankan berbagai macam ladang bisnis. 

Yang terbaru yaitu Carnivore Coffe Shop berlokasi di Jalan Selokan Mataram Mlati Sleman Yogyakarta. 

"Ditempat kami menu makanan dan minuman bertarif premium, tapi berkelas hotel berbintang. Sangat rekomended bagi mereka yang berkantong tipis," terang Mada kepada apoymadura.com. Senin (22/8/2022).

Lebih rinci cowok berdarah Madura menyebutkan, sengaja ia menyasar segmen ekonomi kelas menengah karena yang datang kebanyakan kaum muda-mudi.

"Kita tidak bisa menutup mata terhadap realita masyarakat kita seperti apa," tegasnya meniscaya. (Kay) 


Minggu, 21 Agustus 2022

Mada Arif Kelana: Pengusaha Muda Berdarah Madura

Mada Arif Kelana

Yogyakarta -
Bermodal ketekunan, focus dan perjuangan tidak setengah hati, Mada Arif Kelana mulai menapaki tangga sukses luar biasa.

Usianya masih terbilang muda (25 tahun), Mada panggilan akrabnya telah mengantongi pundi-pundi kekayaan fantastis. 

Mada telah memiliki aset berupa mobil mewah seharga 1 miliar lebih, homestay, tanah puluhan hektar, rumah yang disewakan, Carnivore Coffe Shop di kawasan Jalan Selokan Mataram Mlati Sleman Yogyakarta.

Akibat kesuksesannya, banyak gadis mulai mendekat padanya. Mereka itu ada yang berlatar pengusaha, dokter, dan artis. Tapi Mada tetap bergeming. 

Tak terpikirkan bagi mengusaha muda berdarah Madura ini untuk sejenak bercinta. Lantaran ia senantiasa konsentrasi pada pengembangan bisnisnya. 

Ia akan bercinta kalau momennya sudah tepat. Baginya cinta hanya sekali. (Kay) 


Prosedur Khusus Terapi Buta Warna Ramuan Banyu Urip

MS Arifin, CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International

Yogyakarta - Ada yang spesial dari Therapy Ramuan Banyu Urip Pusat Yogyakarta khusus pasien buta warna.

Bahwa pasien penyakit mata yang menjalani pengobatan harus rawat inap untuk mendapatkan kesembuhan paripurna. Senin (22/8/2022). 

"Sebelumnya, pasien buta warna wajib melakukan pra-tes ishihara sebanyak 258 template untuk menentukan estimasi rawat inap," terang MS Arifin, CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International. 

Mungkin di klinik mata lain tes ishiharanya tidak sebanyak di tempat kami, tambah MS Arifin ditempat prakteknya.

Tahapan selanjutnya, pasien buta warna akan melakukan terapi satiap hari sambil mendapat menu makanan dan jus buah, penunjang kesembuhan. 

"Kami tidak main-main dalam penyakit buta warna ini. Karena hal ini berkait erat dengan persoalan impian dan harapan generasi bangsa yang akan melanjutkan pendidikannya," tandas MS Arifin.

Di klinik ini juga disediakan alat-alat olah raga agar tubuh para pasien tetap bugar. (Kay) 


Sabtu, 20 Agustus 2022

Ramuan Banyu Urip dapat Menyembuhkan Segala Penyakit

MS Arifin, CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Ditemui di tempat prakteknya, Jalan Selokan Mataram Karanganyar RT 10/RW 29 Nomor 197-A Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta, MS Arifin menjelaskan, bahwa Ramuan Banyu Urip tidak hanya menyembuhkan penderita buta warna saja. Ahad (21/8/2022).

"Memang saat ini pasien buta warna di tempat kami semakin banyak saja. Pasien ini menduduki peringkat satu," terang lelaki purnawirawan TNI ini.

Di Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip Yogyakarta untuk penderita buta warna ada pilihan paket,  hal itu berdasar keparahan penyakitnya.

"Kami menyediakan tiga paket murah, disesuaikan tes baca pasien. Seluruh pasien menjalani rawat inap. Selain diterapi tetes, mereka mendapat penginapan dan menu makanan serta minuman yang bisa membantu kesembuhan buta warnanya," papar MS Arifin.

Selama ini seluruh pasien buta warna 100 persen sembuh permanen kalau berobat di tempat prakteknya


"Cuma harinya berbeda. Kalau ringan tingkat kesembuhannya lebih cepat," pungkasnya. (Kay)

Pasien Buta Warna Duduki Peringkat Pertama di Therapy Banyu Urip Yogyakarta

MS Arifin, CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International

Yogyakarta - Pengidap buta warna menduduki peringkat pertama dari sekian banyak pasien yang datang ke Therapy Ramuan Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Sabtu (20/8/2022).

"Dua tahun terakhir ini,  pasien buta warna terus berdatangan ke pengobatan Ramuan Banyu Urip kami. Rata-rata pasien berusia muda yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya," terang CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin.

Ia menambahkan, bahwa beberapa guru Sekolah Menengah Atas di pelosok tanah air banyak yang merekomendasikan para siswa penderita buta warna ke Therapy Ramuan Banyu Urip Yogyakarta.

"Ini tandanya kalau pengobatan pasien  buta warna di tempat kami sudah terbukti 100 persen berhasil sembuh permanen," tegas MS Arifin. 

Maka tak berlebihan kalau pasien selalu  membanjiri klinik Ramuan Banyu Urip Pusat Yogyakarta. (Kay)

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...