Minggu, 20 Februari 2022

Waspada Jika Melintas di Jalan Arah Selatan SDN Pasongsongan V

Gambar diambil Senin pagi, 21/2/2022. (Foto: Kay)

Sumenep - Jalan sejatinya menjadi sarana vital bagi segenap warga masyarakat dalam bersosial, berinteraksi dengan lingkungan dan beraktivitas setiap harinya.

Lebih luas lagi, jalan berfungsi mewujudkan perkembangan suatu wilayah yang seimbang dengan hasil pemerataan pembangunan serta pemantapan pertahanan dan keamanan nasional dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional lebih baik.

Itulah beberapa bagian fungsi jalan. Betapa pentingnya jalan bagi kehidupan masyarakat. Bahkan ada asumsi, bahwa kemajuan sebuah daerah disimbolkan dengan keberadaan akses jalan yang berkualitas baik.

Sementara jalan yang ada di Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, tepatnya ke arah selatan SDN Pasongsongan V, saat ini kondisinya memprihatinkan dan membahayakan bagi pengendara sepeda motor dan mobil.

Jalan menurun tajam, menikung dan batu kerikil menghampar di badan jalan akibat terbawa air hujan, jelas roda kendaraan akan tergelincir kalau melintas disitu.

Menurut salah seorang kepala keluarga, Baihaki (54 tahun), di jalan tersebut sudah beberapakali sepeda motor jatuh tergelincir. Bahkan, dirinya harus menurunkan istrinya dulu kalau dari arah utara lantaran jalan menurun tajam. [Kay]





Bermain di Atas Luka Masyarakat Kampung Loki (Surat Terbuka)

Bermain di Atas Luka Masyarakat Kampung Loki (Surat Terbuka)

Mantan Sekretaris Distrik Asologaima kini menjabat sebagai Kepala Distrik Asologaima bermain di atas luka batin masyarakat Kampung Loki.

Masalah Kampung Loki Distrik Asologaima sudah pernah diarahkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Jayawijaya, dengan arahan dan nasihat bersifat mendidik Kepala Kampung Loki Elias Tabuni. Ini disampaikan di Kantor Distrik Asologaima saat DPMK Kabupaten Jayawijaya hadir dalam persoalan Kampung Loki. Tapi Kepala Distrik Asologaima mantan Sekdis Asologaima mengulur kembali persoalan yang sudah diselesaikan secara administrasi pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

Berdasarkan arahan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Jayawijaya, Bapak Kepala Kampung Elias Tabuni, pernah melaksanakan tugas sesuai arahan dan nasihat, yaitu pencairan Dana Kampung Tahun Anggaran 2021 Tahap I dibagi atau disalurkan pada masyarakat dari Kampung Halaman Loki di halaman rumah honai yang sudah runtuh. Dalam penyaluran dana kepada masyarakat sebagian dipotong atau disisikan untuk pembangunan kantor administrasi Kampung Loki Rp 160.000.000,- (seratus enam puluh juta rupiah). Uang tersebut dipakai oleh kepala kampung diluar sepengetahuan masyarakat. Lalu pencairan dana kampung Tahap II Tahun Anggaran 2021 pada Desember lalu. Setelah dibagikan kepada masyarakat, sisanya Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) bayar utang-piutang Kepala Kampung yang diambil kebutuhan pribadinya.

Penggelapan Dana Kampung terakhir setelah arahan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Jayawijaya, dalam pengarahan dinas tersebut hadir di kantor Distrik Asologaima dan Kepala Distrik Asologaima yang sekarang, saat itu menjabat sebagai Sekretaris Distrik Asologaima (Sekdis), dan beliau sebagai Sekretaris Distrik Asologaima mengetahui persoalan Kampung Loki. Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung menilai Kepala Distrik Asologaima hari ini seakan tidak tau menau persoalan Kampung Loki dan seakan baru dilantik dari ikatan dinas di kabupaten kota lalu dipindahkan tugas di Distrik Asologaima. Seharusnya Kepala Distrik Asologaima yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Distrik Asologaima (Sekdis) mengetahui akar persoalannya bahkan kehadiran Dinas DPMK Kabupaten Jayawijaya di Distrik Asologaima beliau ada sebagai Sekretaris Distrik Asologaima.

Namun Kepala Distrik Asologaima mengeluarkan undangan pertemuan pada hari Sabtu Kepada Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung dipanggil untuk membenahi masalah Kampung Loki. Maka  kami menilai Kepala Distrik yang sangat keliru dinamika roda Pemerintahan Daerah di wilayah Asologaima dan khususnya di Kampung Loki. Dari fenomena diatas jelas tapi hal ini kami Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung menduga bisa terjadi konflik horisontal antar masyarakat. Tim siap hadir memenuhi undangan Kepala Distrik Asologaima. Namun ada hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat terjadi maka semua tanggung jawab dan aktor adalah Kepala Distrik Asologaima, mantan Sekretaris Distrik Asologaima.

Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung akan hadir memenuhi undangan Kepala Distrik Asologaima sebagai pendengar. Tapi dari agenda dalam undangan tersebut Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung menganggap bahwa Kepala Distrik Asologaima mantan Sekdis Asologaima sangat keliru dan kehilangan akal sehat karena persoalan Kampung Loki yang sudah dilewati secara administrasi pemerintahan, namun harus diulur kembali, dalam hal ini Tim menduga pertemuan bisa berdampak buruk.

Peran Kepala Distrik sebagai kepanjangan tangan dari Bupati sebagai Kepala Daerah, Menjadi amat tinggi hal ini dapat dirasakan dari kecenderungan masyarakat yang masih menjadikan distrik sebagai tempat pengaduan berbagai permasalahan sosial seperti bencana alam, konflik sosial dan lainnya. Salah satu masalah yang fatal adalah status Kampung Loki selama 11 tahun lebih tidak nampak pembangunan Kantor Administrasi Kampung. Tapi Anggaran Dana Kampung terus disalurkan kepada Kepala Kampung. Hal ini kejanggalan seorang Kepala Distrik Asologaima dalam pembiaran dan pemeliharaan masalah di lingkungan Distrik Asologaima Kampung Loki.

Dan selama ini Kepala Distrik Asologaima mantan Sekretaris Distrik Asologaima (Sekdis) sangat tahu persoalan namun dari sini saja bisa menduga Mantan Sekdis yang sekarang Kepala Distrik Asologaima ikut bermain. Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung tetap mendorong ke ranah hukum agar beberapa Dinas terkait dan Kepala Distrik Asologaima beserta jajarannya yang bermain diperiksa dan diproses hukum yang berlaku di Republik Indonesia.

Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung berjiwa besar bekerja untuk memulihkan administrasi pemerintah kampung dan kesejahteraan masyarakat serta pemerataan pembangunan bagi SDM Kampung Loki. Itulah harapan Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung beserta masyarakat setempat.

TIM Forum Peduli Masyarakat Kampung

Dano Tabuni (Hp 0812.1383.573)



KKB Kembali Lakukan Penembakan dan Pembakaran di Kabupaten Puncak Papua

PUNCAK PAPUA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hari ini, Minggu (20/2/2022) kembali melancarkan aksi terornya, dengan melakukan penembakan dan pembakaran di kawasan pemukiman masyarakat di Distrik Omukia dan Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak Papua.

Kasatgas Humas Cartenz 2022, Kombes Pol. Musthopa Kamal, S.H, menjelaskan bahwa aksi penembakan dan pembakaran tersebut, terjadi pada saat personil gabungan dari TNI-Polri melakukan evakuasi terhadap korban penembakan. Sekira pada pukul 07:00 WIT, dimana evakuasi tersebut dilakukan oleh personil gabungan dari TNI-Polri, saat melakukan perjalanan dari Puskesmas hendak menuju Bandara Aminggura di Distrik Omukia Kabupaten Puncak Papua dengan menggunakan kendaraan roda empat.

"Setibanya di Bandara, personil gabungan TNI-Polri ditembaki oleh KKB dari atas bukit, dan personil langsung membalas tembakan yang dilakukan oleh KKB tersebut," ucapnya.

Selain itu, Kombes Pol. Musthopa Kamal, S.H, juga mengatakan, sekira pada pukul 09:20 WIT, Kelompok KKB Gabungan yang merupakan Kelompok NT, KM, LW, TK dan TT ini kembali melakukan pembakaran dua unit rumah/honai milik masyarakat dikampung Nipuraleme, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.

Perwira tiga melati dibahu ini juga menambahkan, selanjutnya personil gabungan TNI-Polri, langsung merespon kejadian pembakaran rumah/honai tersebut. Saat personil mendekati lokasi, mendapatkan gangguan tembakan dan terjadi kontak tembak antara personil gabungan dengan kelompok KKB, yang berlangsung dari Pukul 09:30 WIT, hingga Pukul 12:20 WIT, ungkapnya.

Saat ini personil gabungan Satgas Damai Cartenz, Polres, Polsek dan Koramil masih bertahan di Areal Tower, mengevakuasi masyarakat yang berada di sekitar SD dan SMP Kago. Sekira Pukul 12:40 WIT, personil TNI-Polri, terlibat kontak tembak dengan Kelompok KKB Diareal Bandara Aminggaru, jelas Kasatgas Humas Damai  Cartenz, Kombes Pol. Musthopa Kamal, S.H.

"Pukul 12:45 WIT, terjadi penembakan yang mengarah ke Kantor Koramil, yang dilakukan oleh Kelompok KKB dari posisi Jalan Pinggil. Setelah itu personil gabungan langsung bergerak mengambil langkah, yaitu mengamankan Bandara Aminggaru, Mengevakuasi masyarakat yang berada di pinggiran Kota Kago, masuk ke dalam Kota, guna mengantisipasi penembakan dan pembakaran oleh KKB. Dan Pukul 13:40 WIT diperoleh informasi, bahwa Personil TNI-Polri, sudah menguasai kawasan sekitar Tower BTS Telkomsel, dan KKB mundur ke Arah Kampung Eromaga," tuturnya.

Kombes Pol. Musthopa Kamal, S.H, juga menerangkan, pukul 15:14 WIT, Tim gabungan melihat adanya asap naik, yang diikuti kobaran api dikawasan perumahan SMK Negeri Gome. Tampak 1 unit rumah terbakar, dan saat dilakukan teropong, terlihat 2 orang warga yang diduga KKB, yang salah satunya memegang senjata laras panjang.

"Untuk diketahui bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata di Kabupaten Puncak, terbagi menjadi tiga tempat, yaitu di Areal Bandara Aminggaru, Nipuraleme dan Jalan Pingli, dimana sasaran KKB saat ini bukan hanya    terhadap aparat keamanan dan warga pendatang saja, tetapi kepada warga msyarakat OAP juga ", tutup Kombes Pol. Musthopa Kamal, S.H. (dari berbagai sumber)



Sabtu, 19 Februari 2022

Mendesak, Jalan di Desa Pasongsongan Butuh Perbaikan

Gambar diambil Sabtu sore, 19/2/2022. (Foto: Kay)

Sumenep – Jalan yang menghubungkan SDN Pasongsongan V dengan Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan rusak parah dan butuh perbaikan yang sifatnya segera. Sisi sebelah barat jalan ini amblas dan hampir tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat.

Beruntung warga setempat bergotong royong menimbunnya. Tapi tetap saja tidak bisa dilintasi mobil beroda kecil karena body bagian bawah akan menyangkut tanah.

Jalan tersebut berlokasi di Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.

Masyarakat pengendara sepeda motor yang melintas di jalan itu pun harus berhati-hati lantaran licin, berlumpur dan digenangi air.

Masyarakat pelintas jalan dan warga sekitar hanya bisa berharap supaya pemangku kebijakan memperhatikan persoalan jalan rusak parah tersebut. [Kay]





Jumat, 18 Februari 2022

Bila Angin Barat, Warga Masyarakat Pesisir Pasongsongan Menganggur

Get: pexels.com

SUMENEP - Di pesisir utara Pulau Madura, khususnya masyarakat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, jika sudah memasuki musim angin barat, sebagian besar nelayan banyak menganggur. Seperti Januari dan Pebruari 2022 saat ini.

Setiap tahun peristiwa tak menyenangkan tersebut selalu berulang. Tak ada solusi inspiratif yang bisa menangkis persoalan semacam itu. Memang mereka tidak akan kelaparan. Tapi paling tidak, permasalahan tak mengenakkan perlu adanya sentuhan kebijakan dari mereka yang memiliki kapasitas.

Yang pasti warga masyarakat nelayan butuh perubahan ke arah lebih baik. Mereka tentu ingin lebih sejahtera. Tidak menganggur lagi jika musim angin barat tiba. [Kay]



Kamis, 17 Februari 2022

Mengejutkan, Ada Kelompok Tani Siluman di Desa Lembung Timur

Ilustrasi

SUMENEP, apoymadura.com - Kelompok Tani merupakan kelompok masyarakat petani. Adanya kelompok tani ini bertujuan mempermudah bagi para petani untuk mendapatkan bantuan subsidi dari pemerintah. Diantaranya pupuk, bibit, benih dan lain sebagainya.

Masyarakat pada umumnya yang ingin mendapatkan jatah pupuk harus melalui kelompok tani tersebut. Mekanisme untuk mendaftarkan satu kelompok tani ini ada beberapa persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi agar kelompok tani mendapatkan legalitas/sertifikat dari Dinas Pertanian setempat. Salah satunya harus melalui verifikasi. Jika tanpa verifikasi terlebih dahulu, sebuah kelompok tani tidak akan mendapatkan sertifikat.

Tapi apa jadinya, jika ada kelompok tani yang belum ikut verifikasi langsung mendapatkan sertifikat. Dan anehnya lagi,  pihak desa setempat tidak tahu keberadaan kelompok tani baru tersebut.

Peristiwa ini terjadi di Desa Lembung Timur Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep.

Menurut Kepala Desa Lembung Timur saat ditemui di Kantor Desa menyampaikan, bahwa adanya kelompok tani Sumber Jaya ini pihak desa tidak tahu. Apalagi  keanggotaan kelompok tani Sumber Jaya tersebut mengambil dari kelompok tani yang sudah ada sebelumnya. Diantaranya kelompok tani Al-Azhar dan kelompok tani Darussalam.

Saya mohon maaf. Saya betul-betul tidak tahu kalau di desa saya ada kelompok tani Sumber Jaya. Kalau memang kelompok tani Sumber Jaya ini ada, seharusnya saya tahu dan itupun saya baru tahu dari teman-teman media karena mempertanyakan keberadaannya kepada saya, " ujarnya.

Menurut salah satu narasumber yang membenarkan bahwa kelompok tani Sumber Jaya ini sudah berdiri dan mempunyai sertifikat tanpa ikut verifikasi terlebih dahulu. Diduga ada permainan antara Gapoktan yang sudah diberhentikan sama PPL Pertanian yang lama, dan informasinya sekarang sudah dipindah tugaskan ke kecamatan lain.

"Yang saya herankan, kok bisa sebuah kelompok tani bisa punya sertifikat tanpa Ikut verifikasi dulu dan daftar anggotanya sama dengan anggota  kelompok tani yang lain. Kalau memang dengan cara begitu bisa mendapatkan sertifikat semua petani pasti akan bikin kelompok tani, " ungkapnya.

Sampai berita ini dirilis, belum ada kejelasan terkait hal ini dikarenakan pihak Poktan lama Dan PPL sulit untuk di temui. (Fen/YK)



Semarak Puncak Harlah NU ke-99 di Pasongsongan

Suasana puncak peringatan Harlah NU ke-99 di Pasongsongan.

Sumenep – Sukses pelaksanaan puncak Harlah NU ke-99 yang dihelat di Desa Montorna Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep merupakan implementasi dari garis program jajaran pengurus MWC NU Pasongsongan. Kamis (17/2/2022).

Acara ini dihadiri Kiai Imam Sutaji (Pengurus PC NU Sumenep seksi Dakwah) dan Kiai Ainul Yaqin (salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Guluk-Guluk).

Mata rantai acara Harlah NU tersebut digelar siang hari dibawah siraman air hujan, namun tetap berkesan penuh khidmat.

Acara puncak Harlah NU sekaligus haul muassis NU kali ini dihadiri pula oleh semua pengurus Lembaga, Badan Otonom (Banom), jajaran pengurus MWC NU dan seluruh Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Pasongsongan. (Mul/YK)



Jumat, 11 Februari 2022

Bupati Sumenep Bantu Korban Banjir Dusun Panile Gapura Tengah, Diserahkan Sekdakab Sumenep

Penyerahan bantuan Bupati Sumenep terhadap korban banjir di Gapura-Sumenep.

SUMENEP, apoymadura.com - Bupati Achmad Fauzi bantu korban banjir di Dusun Panile, Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Jumat (11/2/2022).

Bantuan dari Bupati Sumenep kepada 43 korban banjir di Dusun Panile, Desa Gapura Tengah Sumenep tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Edy Rasiyadi.

Adapun bentuk bantuan Bupati Achmad Fauzi itu berupa paket sembako dan uang tunai.

“Saya ditugaskan Bapak Bupati Fauzi,” kata Sekda Edy di depan para korban banjir.

Sekda Edy menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari Bupati Achmad Fauzi SH MH karena belum bisa hadir langsung menemui korban terdampak banjir. Pasalnya, Bupati ada kepentingan acara diluar kota.

“Bupati Sumenep ikut prihatin atas kejadian kemarin,” ujar suami Chosnul Chatimah tersebut.

Sekda Edy berharap bantuan dari Bupati Sumenep bisa membantu meringankan beban penderitaan korban banjir di Dusun Panile, Gapura Tengah.

“Bantuan ini sebenarnya nilainya tidak seberapa jika dibanding dengan musibah yang Bapak Ibu alami,” imbuh Sekda.

Selebihnya, Sekda Edy mengajak warga sekitar yang terdampak dan segenap hadirin berdoa agar tidak ada lagi kejadian serupa.

“Semoga kejadian ini yang pertama dan terakhir untuk Dusun ini,” doa Sekda Edy yang diamini semua hadirin.

Waktu meninjau lokasi banjir dan menyerahkan bantuan, Sekda Edy didampingi Kadis PUTR Sumenep Eri Susanto, Kadiskominfo Ferdiansyah Tetrajaya, dan Camat Gapura Mohammad Sahlan. (Sl/YK)





Kamis, 10 Februari 2022

Stop Omicron, Kecamatan Pasongsongan Gelar Gerai Vaksinasi

Camat Pasongsongan (4 dari kiri).

SUMENEP, apoymadura.com – Bertempat di pendopo Kantor Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura, pagi ini telah dilaksanakan Gerai Vaksinasi Covid-19. Ini bertujuan mencegah menyebarnya virus varian Omicron diseluruh wilayah Pasongsongan. Jumat (11/2/2022).

Gerai Vaksinasi Covid-19 dihadiri seluruh intansi pemerintah Kecamatan Pasongsongan tanpa terkecuali. Semua dimaksudkan untuk menguatkan tekad satu tujuan; mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Pelaksanaan Gerai Vaksinasi Covid-19 kali ini atas inisiatif Camat Pasongsongan, M Farid Wadji. Dirinya menghendaki, seluruh wilayah Kecamatan Pasongsongan, khususnya, bebas dari varian Omicron. (Jasimul/YK)





Puskesmas Pasongsongan Gelar Sosialisasi Imunisasi di MI Annajah

Samsi, S.Pd.I (berdiri) memberikan kata sambutan pada acara sosialisasi imunisasi dan vaksinasi di MI An-Najah Pasongsongan.

SUMENEP, apoymadura.com - Sosialisasi imunisasi dan vaksinasi di Madrasah Ibtidaiyah An-Najah Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, kemarin pagi, Kamis (10/2/2022), dihadiri dr. Iin Husnaini, M.Kes dari Puskesmas Pasongsongan.

Tambahan sedikit, dalam acara tersebut dihadiri Sekcam Fariz Aulia Utomo, S.STP, M.Si, dari Koramil Ach Riyanto, Polsek Pasongsongan Sugeng Hariadi serta semua wali murid MI An-Najah dan seluruh dewan guru.

Sesi tanya-jawab digelar dalam acara sosialisasi imunisasi ini. Tujuannya agar para wali murid dan semua dewan guru punya wawasan baru tantang manfaat imunisasi dan vaksinasi. Biar semua tidak gagal paham.

“Acara ini penting bagi kami. Karena banyak diantara kita termakan hoaks tentang vaksinasi dan imunisasi. Kami sudah tercerahkan. Walau begitu, dari pihak Puskesmas Pasongsongan tetap menyalurkan brosur kepada seluruh wali murid. Semacam pernyataan dari orang tua murid,” terang Samsi, S.Pd.I Kepala MI An-Najah pada apoymadura.com selesai acara sosialisasi.

Brosur tersebut nantinya diisi oleh wali siswa, diijinkan atau tidak anaknya divaksin. Jadi tidak ada unsur pemaksaan dalam hal ini, tambah Samsi. (Jasimul/YK)





Wartawan Online CNN Versus Dugaan Pencemaran Nama Baik Dilakukan Karyawan SPBU Batuan

Perwakilan dari media online di Polres Sumenep

SUMENEP - Agenda penyelidikan terkait laporan tindak perkara pencemaran nama baik yang dilayangkan Nahriyadi (jurnalis online CNN) terhadap pegawai SPBU Batuan terus bergelinding bak bola panas. Berdasarkan informasi telah memasuki tahap permintaan keterangan saksi.

Sejumlah perwakilan 17 media online pun kembali bertandang ke Polres Sumenep guna mengkonfirmasi sejauh mana proses pada pelaporan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan pegawai SPBU Batuan, Sumenep, Madura Jawa Timur, tersebut, Kamis (10/2/2022).

AKP Widiarti SH Kasubag Humas Polres Sumenep saat ditemui oleh perwakilan awak media di ruangannya, membenarkan bahwasanya proses penyelidikan laporan Nahriyadi mengenai tindak perkara pencemaran nama baik oleh Khairul pegawai SPBU Batuan, telah memasuki tahap pemeriksaan saksi.

“Laporan terhadap SPBU Batuan, prosesnya tetap berjalan dan telah sampai ke pemerikasaan keterangan dari saksi-saksi,” tukas Kasi Humas Polres Sumenep.

Ternyata, saksi yang dimintai keterangannya yakni, Hendra yang juga sebagai Kabiro Media CNN Sumenep, selaku atasan Nahriyadi dan yang mengetahui peristiwa dugaan pencemaran nama baik oleh Khairul Pegawai SPBU Batuan.

Setelah menunggu beberapa saat, terlihat Hendra, meninggalkan ruangan Penyelidik yang segera dihampiri tim media ini guna meminta keterangannya. Ia menjelaskan bahwa diperiksa sebagai saksi seputar insiden Nahriyadi dengan pegawai SPBU Batuan.

“Ya saya sampaikan apa yang saya ketahui saat wartawan kami (Nahriyadi, red) memasuki pom (SPBU Batuan, red) untuk mengisi bahan bakar motornya. Saya turun dan menunggu di warung yang terletak persis di seberang pom,” terang Hendra.

Dengan jarak pandang yang tidak terlalu jauh, Hendra mengaku sempat melihat terjadi perdebatan antara Nahriyadi dengan dua orang pegawai SPBU Batuan, dan mengetahui ternyata ada perkataan yang tidak sepatutnya dilontarkan oleh Khairul.

“Saya sempat melihat Yadi bersitegang dengan dua orang pegawai SPBU Batuan. Pas saya mau menghampiri, Yadi sudah menuju ke arah saya dan menceritakan kejadiannya sambil memperlihatkan rekaman video yang sempat diambil,” ungkapnya.

Ramai perbincangan mengenai kelanjutan pelaporan dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan Nahriyadi jurnalis CNN dan Khairul pegawai SPBU Batuan, di WhatsApp Group Advokat LSM & Wartawan Sumenep.

Tak sedikit yang berkomentar negatif dan mempertanyakan keseriusan atas laporan yang dilakukan Nahriyadi yang didampingi wartawan dari belasan media yang aktif di Sumenep tersebut.

“Berita pencemaran nama baik kepada wartawan yang diduga dilakukan oknum karyawan SPBU mana kok hilang lenyap?” tanya Asmuni Pimred Media Trans Madura, Rabu (9/2/2022) malam.

Advokat yang terkenal dengan kritik yang kerap diposting di akun Facebook-nya, Ipunga Marsuk menimpali.

“Tadhek busenna se atanya, pas tanya kabbi berita se elang sakale (Tidak ada bosannya bertanya, coba sekalian tanya semua berita yang hilang, red),” jawabnya.

“Atanya ka se mengkoordinir pemberitaan, mik la elang (Tanyakan ke yang mengkoordinir pemberitaan, kok sudah hilang, red),” timpal Inong, Wartawan asli Kepulauan Kangean yang memegang beberapa media tersebut.

“Ye lek…sebagai jurnalis Mon bisa jangan sampai tercemar nama baiknya, media sekarang diujung tanduk, sudah berkurang kepercayaannya di masyarakat,” ketik Asmuni yang kembali berkomentar.

Menanggapi hal itu, Nahriyadi yang tampak bersama Hendra, irit bicara dan mempercayakan kepada Hendra yang tak lain Kabiro Media CNN, dalam memberikan penjelasan ke rekan-rekan media.

“Setiap orang berhak mempunyai persepsi atas sesuatu, kita tidak bisa mengahalangi. Seperti yang rekan-rekan lihat, prosesnya tetap berjalan dan kami harap supportnya karena ini berkaitan dengan Marwah awak media,” tegas Hendra.

Asmuni Ketua Bara Nusa Sumenep juga memberikan atensi dan ikut hadir di Polres Sumenep untuk mempertanyakan kelanjutan pelaporan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan pegawai SPBU Batuan.

“Kehadiran saya sebagai support ke teman-teman Media atas dugaan pencemaran nama baik oleh Pegawai SPBU Batuan kepada Nahriyadi Wartawan Media CNN,” ujar Asmuni Baranusa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Khairul, terduga pelaku pencemaran nama baik kepada Nahriyadi Wartawan Media CNN, berteriak dan menyebut-nyebut, “Ini Media Pemeras, ini Media Pemeras, Ini Media Pemeras,” berulang-ulang kali di depan umum.

Atas perkataan Khairul petugas SPBU Batuan, yang menghina dan mencemarkan profesi awak media, rekan-rekan wartawan senasib dan seperjuangan dari berbagai Media di Sumenep, merasa perlu mengambil sikap mendukung Nahriyadi untuk melakukan pelaporan pada yang berwajib.

Diketahui, Pihak Penyelidik juga telah memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyelidikan (SP2HP) ke Nahriyadi sesaat sebelum dirinya meninggalkan Polres Sumenep.

Tim media akan terus mengikuti dan mengawal dari sisi pemberitaan tentang perkembangan kasus dugaan pencemaran nama baik Media oleh pegawai SPBU Batuan, dan memiliki keyakinan aparat penegak hukum akan profesional dalam penanganan perkaranya. (Team/YK)






# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...