Sumenep - Jalan sejatinya menjadi
sarana vital bagi segenap warga masyarakat dalam bersosial, berinteraksi dengan
lingkungan dan beraktivitas setiap harinya.
Lebih luas lagi, jalan berfungsi mewujudkan
perkembangan suatu wilayah yang seimbang dengan hasil pemerataan pembangunan
serta pemantapan pertahanan dan keamanan nasional dalam rangka mewujudkan
pembangunan nasional lebih baik.
Itulah beberapa bagian fungsi jalan. Betapa
pentingnya jalan bagi kehidupan masyarakat. Bahkan ada asumsi, bahwa kemajuan
sebuah daerah disimbolkan dengan keberadaan akses jalan yang berkualitas baik.
Sementara jalanyang ada di Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten
Sumenep, tepatnya ke arah selatan SDN Pasongsongan V, saat ini kondisinya
memprihatinkan dan membahayakan bagi pengendara sepeda motor dan mobil.
Jalan menurun tajam, menikung dan batu kerikil
menghampar di badan jalan akibat terbawa air hujan, jelas roda kendaraan akan tergelincir
kalau melintas disitu.
Menurut salah seorang kepala keluarga, Baihaki (54
tahun), di jalan tersebut sudah beberapakali sepeda motor jatuh tergelincir.
Bahkan, dirinya harus menurunkan istrinya dulu kalau dari arah utara lantaran
jalan menurun tajam. [Kay]
Bermain di Atas Luka Masyarakat Kampung Loki (Surat Terbuka)
Mantan Sekretaris Distrik
Asologaima kini menjabat sebagai Kepala Distrik Asologaima bermain di atas luka
batin masyarakat Kampung Loki.
Masalah Kampung Loki
Distrik Asologaima sudah pernah diarahkan oleh Dinas
Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Jayawijaya,dengan arahan dan nasihat bersifat mendidik
Kepala Kampung Loki Elias Tabuni. Ini disampaikan diKantor Distrik Asologaima saat DPMK Kabupaten Jayawijaya hadir dalam persoalan Kampung
Loki. Tapi Kepala Distrik Asologaima mantan Sekdis Asologaima mengulur kembali persoalan yang
sudah diselesaikan secara administrasi pemerintah Kabupaten Jayawijaya.
Berdasarkan arahan dari Dinas
Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Jayawijaya, Bapak Kepala
Kampung Elias Tabuni, pernah melaksanakan tugas
sesuai arahan dan nasihat, yaitu pencairan Dana
Kampung Tahun Anggaran 2021 Tahap Idibagi atau
disalurkan pada masyarakat dari Kampung Halaman Loki di halaman rumah honai yang sudah runtuh. Dalam penyaluran dana kepada masyarakat sebagian dipotong atau disisikan untuk pembangunan kantor
administrasi Kampung Loki Rp 160.000.000,- (seratus enam puluh juta
rupiah).Uang tersebut dipakai oleh kepala
kampung diluar sepengetahuan masyarakat.
Lalu pencairan dana kampung Tahap II Tahun Anggaran
2021 pada Desember lalu. Setelah dibagikan kepada
masyarakat,sisanya Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah)
bayar utang-piutang Kepala Kampung yang diambil kebutuhan pribadinya.
Penggelapan Dana Kampung
terakhir setelah arahan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Jayawijaya,
dalam pengarahan dinas tersebut hadir di kantor Distrik Asologaima
dan Kepala Distrik Asologaima yang sekarang, saat itu menjabat sebagai
Sekretaris Distrik Asologaima (Sekdis), dan beliau sebagai
Sekretaris Distrik Asologaima mengetahui persoalan Kampung Loki. Tim Forum
Peduli Masyarakat Kampung menilai Kepala Distrik Asologaima hari ini seakan
tidak tau menau persoalan Kampung Loki dan seakan baru dilantik dari
ikatan dinas di kabupaten kota lalu dipindahkan tugas di Distrik
Asologaima. Seharusnya Kepala Distrik Asologaima yang sebelumnya menjabat
sebagai Sekretaris Distrik Asologaima (Sekdis) mengetahui akar
persoalannya bahkan kehadiran Dinas DPMK Kabupaten Jayawijaya di Distrik Asologaima
beliau ada sebagai Sekretaris Distrik Asologaima.
Namun Kepala Distrik
Asologaima mengeluarkan undangan pertemuan pada
hari Sabtu Kepada Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung dipanggil untuk membenahi masalah Kampung
Loki.Makakami menilai Kepala
Distrik
yang sangat keliru dinamika roda Pemerintahan
Daerah di wilayah Asologaima dan khususnya di Kampung Loki. Dari
fenomena diatas jelas tapi hal ini kami Tim Forum Peduli Masyarakat
Kampung menduga bisa terjadi konflik horisontal antar masyarakat. Tim siap hadir memenuhi
undangan Kepala Distrik Asologaima. Namun ada hal-hal yang
tidak diinginkan oleh masyarakat terjadi maka semua
tanggungjawab dan aktor adalah Kepala Distrik
Asologaima, mantan Sekretaris Distrik Asologaima.
Tim Forum Peduli
Masyarakat Kampung akan hadir memenuhi undangan Kepala
Distrik Asologaima sebagai pendengar.Tapi dari agenda dalam undangan tersebut
Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung menganggap bahwa Kepala Distrik Asologaima
mantan Sekdis Asologaima sangat keliru dan kehilangan akal sehat karena persoalan Kampung
Loki yang sudah dilewati secara administrasi pemerintahan, namun harus
diulur kembali, dalam hal ini Tim menduga pertemuan
bisa berdampak buruk.
Peran Kepala Distrik
sebagai kepanjangan tangan dari Bupati sebagai Kepala Daerah, Menjadi amat
tinggi hal ini dapat dirasakan dari kecenderungan masyarakat yang masih menjadikan distrik sebagai
tempat pengaduan berbagai permasalahan sosial seperti bencana alam, konflik sosial dan
lainnya. Salah satu masalah yang fatal adalah status Kampung
Loki selama 11 tahun lebih tidak nampak pembangunan
Kantor Administrasi Kampung. Tapi Anggaran Dana
Kampung terus disalurkan kepada Kepala Kampung. Hal ini
kejanggalan seorang Kepala Distrik Asologaima dalam pembiaran dan
pemeliharaan masalah di lingkungan Distrik Asologaima Kampung Loki.
Dan selama ini Kepala
Distrik Asologaima mantan Sekretaris Distrik
Asologaima (Sekdis) sangat tahu persoalan
namun dari sini saja bisa menduga Mantan Sekdis yang sekarang Kepala
Distrik Asologaima ikut bermain. Tim Forum Peduli
Masyarakat Kampung tetap mendorong ke ranahhukum agar beberapa Dinas
terkait dan Kepala Distrik Asologaima beserta jajarannya yang bermain diperiksa dan
diproses hukum yang berlaku di Republik
Indonesia.
Tim Forum Peduli
Masyarakat Kampung berjiwa besar bekerja untuk memulihkan
administrasi pemerintah kampung dan kesejahteraan masyarakat serta
pemerataan pembangunan bagi SDM Kampung Loki. Itulah harapan
Tim Forum Peduli Masyarakat Kampung beserta masyarakat setempat.
PUNCAK
PAPUA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)
hari ini, Minggu (20/2/2022) kembali melancarkan aksi terornya,
dengan melakukan penembakan dan pembakaran di kawasan
pemukiman masyarakat di Distrik Omukia dan Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak
Papua.
Kasatgas Humas Cartenz 2022, Kombes Pol. Musthopa
Kamal, S.H, menjelaskan bahwa aksi penembakan dan pembakaran tersebut, terjadi
pada saat personil gabungan dari TNI-Polri melakukan evakuasi terhadap korban penembakan.
Sekira pada pukul 07:00 WIT, dimana evakuasi
tersebut dilakukan oleh personil gabungan dari TNI-Polri, saat melakukan
perjalanan dari Puskesmas hendak menuju Bandara Aminggura di Distrik Omukia
Kabupaten Puncak Papua dengan menggunakan kendaraan
roda empat.
"Setibanya di Bandara, personil gabungan
TNI-Polri ditembaki oleh KKB dari atas bukit, dan personil langsung membalas
tembakan yang dilakukan oleh KKB tersebut,"ucapnya.
Selain itu, Kombes Pol. Musthopa Kamal, S.H, juga
mengatakan, sekira pada pukul 09:20 WIT, Kelompok KKB Gabungan yang merupakan
Kelompok NT, KM, LW, TK dan TT ini kembali melakukan pembakaran dua unit
rumah/honai milik masyarakat dikampung Nipuraleme, Distrik Ilaga, Kabupaten
Puncak.
Perwira tiga melati dibahu ini juga menambahkan,
selanjutnya personil gabungan TNI-Polri, langsung merespon kejadian pembakaran
rumah/honai tersebut. Saat personil
mendekati lokasi, mendapatkan gangguan tembakan dan
terjadi kontak tembak antara personil gabungan dengan kelompok KKB, yang
berlangsung dari Pukul 09:30 WIT, hingga Pukul 12:20 WIT, ungkapnya.
Saat ini personil gabungan Satgas Damai Cartenz,
Polres, Polsek dan Koramil masih bertahan di Areal Tower, mengevakuasi
masyarakat yang berada di sekitar SD dan SMP Kago. Sekira Pukul 12:40 WIT,
personil TNI-Polri, terlibat kontak tembak dengan Kelompok KKB Diareal Bandara
Aminggaru, jelas Kasatgas Humas DamaiCartenz, Kombes Pol. Musthopa Kamal, S.H.
"Pukul 12:45 WIT, terjadi penembakan yang
mengarah ke Kantor Koramil, yang dilakukan oleh Kelompok KKB dari posisi Jalan
Pinggil. Setelah itu personil gabungan langsung bergerak mengambil langkah,
yaitu mengamankan Bandara Aminggaru, Mengevakuasi masyarakat yang berada di
pinggiran Kota Kago, masuk ke dalam Kota, guna mengantisipasi penembakan dan
pembakaran oleh KKB. Dan Pukul 13:40 WIT
diperoleh informasi, bahwa Personil TNI-Polri, sudah menguasai kawasan sekitar
Tower BTS Telkomsel, dan KKB mundur ke Arah Kampung Eromaga," tuturnya.
Kombes Pol. Musthopa Kamal, S.H, juga menerangkan, pukul 15:14 WIT, Tim gabungan melihat adanya asap
naik, yang diikuti kobaran api dikawasan perumahan SMK Negeri Gome.Tampak 1
unit rumah terbakar, dan saat dilakukan teropong, terlihat 2 orang warga yang
diduga KKB, yang salah satunya memegang senjata laras panjang.
"Untuk diketahui bahwa Kelompok Kriminal
Bersenjata di Kabupaten Puncak, terbagi menjadi tiga tempat, yaitu di Areal
Bandara Aminggaru, Nipuraleme dan Jalan Pingli, dimana sasaran KKB saat ini
bukan hanyaterhadap aparat keamanan
dan warga pendatang saja, tetapi kepada warga msyarakat OAP juga ", tutup
Kombes Pol. Musthopa Kamal, S.H.(dari berbagai sumber)
Sumenep – Jalan yang menghubungkan SDN Pasongsongan V dengan
Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan rusak parah dan butuh
perbaikan yang sifatnya segera. Sisi sebelah barat jalan ini amblas dan hampir tidak
bisa dilintasi kendaraan roda empat.
Beruntung warga setempat bergotong royong menimbunnya. Tapi tetap saja
tidak bisa dilintasi mobil beroda kecil karena body bagian bawah akan menyangkut
tanah.
Jalan tersebut berlokasi di Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan
Pasongsongan Kabupaten Sumenep.
Masyarakat pengendara sepeda motor yang melintas di jalan itu pun harus
berhati-hati lantaran licin, berlumpur dan digenangi air.
Masyarakat pelintas jalan dan warga sekitar hanya bisa berharap supaya
pemangku kebijakan memperhatikan persoalan jalan rusak parah tersebut. [Kay]
SUMENEP -Di
pesisir utara Pulau Madura, khususnya masyarakat Desa/Kecamatan Pasongsongan
Kabupaten Sumenep, jika sudah memasuki musim angin barat, sebagian besar
nelayan banyak menganggur. Seperti Januari dan Pebruari 2022 saat ini.
Setiap tahun peristiwa tak
menyenangkan tersebut selalu berulang. Tak ada solusi inspiratif yang bisa
menangkis persoalan semacam itu. Memang mereka tidak akan kelaparan. Tapi
paling tidak, permasalahan tak mengenakkan perlu adanya sentuhan kebijakan dari
mereka yang memiliki kapasitas.
Yang pasti warga masyarakat
nelayan butuh perubahan ke arah lebih baik. Mereka tentu ingin lebih sejahtera.
Tidak menganggur lagi jika musim angin barat tiba. [Kay]
SUMENEP,
apoymadura.com - Kelompok Tani merupakan kelompok masyarakat
petani. Adanya kelompok
tani ini bertujuan mempermudah bagi para petani untuk mendapatkan bantuan subsidi dari pemerintah. Diantaranya
pupuk, bibit,
benih dan lain sebagainya.
Masyarakat pada
umumnya yang ingin mendapatkan jatah pupuk harus melalui kelompok tani tersebut. Mekanisme untuk mendaftarkan satu kelompok tani ini ada beberapa
persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi agar kelompok tani mendapatkan legalitas/sertifikat
dari Dinas Pertanian setempat. Salah satunya harus melalui verifikasi. Jika tanpa verifikasi terlebih dahulu, sebuah
kelompok tani tidak akan mendapatkan sertifikat.
Tapi apa jadinya,
jika ada kelompok tani yang belum ikut verifikasi langsung mendapatkan
sertifikat. Dan anehnya
lagi, pihak desa setempat tidak
tahu keberadaan kelompok tani baru tersebut.
Peristiwa ini terjadi di Desa Lembung Timur Kecamatan Lenteng
Kabupaten Sumenep.
Menurut Kepala Desa
Lembung Timur
saat ditemui diKantor Desa
menyampaikan, bahwa adanya kelompok tani Sumber Jaya ini
pihak desa tidak tahu. Apalagi keanggotaan kelompok tani Sumber Jaya tersebut mengambil dari kelompok tani yang sudah ada sebelumnya. Diantaranya
kelompok tani Al-Azhar dan kelompok tani Darussalam.
“Saya mohon maaf. Saya betul-betul tidak tahu kalau didesa saya ada kelompok tani Sumber Jaya. Kalau memang kelompok tani Sumber Jaya ini
ada, seharusnya saya tahu dan itupun saya baru tahu dari teman-teman media
karena mempertanyakan keberadaannya kepada saya, " ujarnya.
Menurut salah satu
narasumber yang membenarkan bahwa kelompok tani Sumber Jaya ini sudah berdiri
dan mempunyai sertifikat tanpa ikut verifikasi terlebih dahulu. Diduga ada
permainan antara Gapoktan yang sudah diberhentikan sama PPL Pertanian yang lama, dan informasinya sekarang sudah dipindah tugaskan
ke kecamatan lain.
"Yang saya herankan, kok
bisa sebuah kelompok tani bisa punya sertifikat tanpa
Ikut verifikasi dulu dan daftar anggotanya sama dengan anggota kelompok tani yang lain. Kalau memang dengan cara begitu bisa mendapatkan
sertifikat semua petani pasti akan bikin kelompok tani, "ungkapnya.
Sampai berita ini
dirilis, belum ada kejelasan terkait hal ini
dikarenakan pihak Poktan lama Dan PPL sulit untuk di temui. (Fen/YK)
Suasana puncak peringatan Harlah NU ke-99 di Pasongsongan.
Sumenep –Sukses pelaksanaan puncak Harlah NU ke-99 yang dihelat di Desa Montorna
Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep merupakan implementasi dari garis
program jajaran pengurus MWC NU Pasongsongan. Kamis (17/2/2022).
Acara ini dihadiri Kiai Imam Sutaji (Pengurus PC NU Sumenep seksi
Dakwah) dan Kiai Ainul Yaqin (salah satu Pengasuh Pondok Pesantren
Guluk-Guluk).
Mata rantai acara Harlah NU tersebut digelar siang hari dibawah siraman
air hujan, namun tetap berkesan penuh khidmat.
Acara puncak Harlah NU sekaligus haul muassis NU kali ini dihadiri pula
oleh semua pengurus Lembaga, Badan Otonom (Banom), jajaran pengurus MWC NU dan
seluruh Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Pasongsongan. (Mul/YK)
Penyerahan bantuan Bupati Sumenep terhadap korban banjir di Gapura-Sumenep.
SUMENEP, apoymadura.com
- Bupati
Achmad Fauzi bantu korban banjir di Dusun Panile, Desa Gapura Tengah, Kecamatan
Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Jumat (11/2/2022).
Bantuan dari Bupati
Sumenep kepada 43 korban banjir di Dusun Panile, Desa Gapura Tengah Sumenep
tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Edy Rasiyadi.
Adapun bentuk
bantuan Bupati Achmad Fauzi itu berupa paket sembako dan uang tunai.
“Saya ditugaskan
Bapak Bupati Fauzi,” kata Sekda Edy di depan para korban banjir.
Sekda Edy
menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari Bupati Achmad Fauzi SH MH karena belum bisa hadir
langsung menemui korban terdampak banjir. Pasalnya, Bupati ada kepentingan acara diluar kota.
“Bupati Sumenep
ikut prihatin atas kejadian kemarin,” ujar suami Chosnul Chatimah tersebut.
Sekda Edy berharap
bantuan dari Bupati Sumenep bisa membantu meringankan beban penderitaan korban
banjir di Dusun Panile, Gapura Tengah.
“Bantuan ini
sebenarnya nilainya tidak seberapa jika dibanding dengan musibah yang Bapak Ibu alami,”
imbuh Sekda.
Selebihnya, Sekda
Edy mengajak warga sekitar yang terdampak dan segenap hadirin berdoa agar tidak
ada lagi kejadian serupa.
“Semoga kejadian
ini yang pertama dan terakhir untuk Dusun
ini,” doa Sekda Edy yang diamini semua hadirin.
Waktu meninjau
lokasi banjir dan menyerahkan bantuan, Sekda Edy didampingi Kadis PUTR Sumenep
Eri Susanto, Kadiskominfo Ferdiansyah Tetrajaya, dan Camat Gapura Mohammad
Sahlan.(Sl/YK)
SUMENEP, apoymadura.com – Bertempat di pendopo Kantor Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura, pagi
ini telah dilaksanakan Gerai Vaksinasi Covid-19. Ini bertujuan mencegah
menyebarnya virus varian Omicron diseluruh wilayah Pasongsongan. Jumat
(11/2/2022).
Gerai Vaksinasi Covid-19 dihadiri seluruh intansi pemerintah Kecamatan
Pasongsongan tanpa terkecuali. Semua dimaksudkan untuk menguatkan tekad satu
tujuan; mencegah lebih baik dari pada mengobati.
Pelaksanaan Gerai Vaksinasi Covid-19 kali ini atas inisiatif Camat
Pasongsongan, M Farid Wadji. Dirinya menghendaki, seluruh wilayah Kecamatan
Pasongsongan, khususnya, bebas dari varian Omicron. (Jasimul/YK)
Samsi, S.Pd.I (berdiri) memberikan kata sambutan pada acara sosialisasi imunisasi dan vaksinasi di MI An-Najah Pasongsongan.
SUMENEP,apoymadura.com
- Sosialisasi imunisasi dan vaksinasi di Madrasah Ibtidaiyah An-Najah Dusun Pakotan
Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, kemarin pagi, Kamis (10/2/2022),
dihadiri dr. Iin Husnaini, M.Kes dari Puskesmas Pasongsongan.
Tambahan
sedikit, dalam acara tersebut dihadiri Sekcam Fariz Aulia Utomo, S.STP, M.Si, dari
Koramil Ach Riyanto, Polsek Pasongsongan Sugeng Hariadi serta semua wali murid
MI An-Najah dan seluruh dewan guru.
Sesi
tanya-jawab digelar dalam acara sosialisasi imunisasi ini. Tujuannya agar para
wali murid dan semua dewan guru punya wawasan baru tantang manfaat imunisasi
dan vaksinasi. Biar semua tidak gagal paham.
“Acara
ini penting bagi kami. Karena banyak diantara kita termakan hoaks tentang
vaksinasi dan imunisasi. Kami sudah tercerahkan. Walau begitu, dari pihak
Puskesmas Pasongsongan tetap menyalurkan brosur kepada seluruh wali murid.
Semacam pernyataan dari orang tua murid,” terang Samsi, S.Pd.I Kepala MI
An-Najah pada apoymadura.com selesai
acara sosialisasi.
Brosur
tersebut nantinya diisi oleh wali siswa, diijinkan atau tidak anaknya divaksin.
Jadi tidak ada unsur pemaksaan dalam hal ini, tambah Samsi. (Jasimul/YK)
SUMENEP
- Agenda penyelidikan
terkait laporan tindak perkara pencemaran nama baik yang dilayangkan Nahriyadi (jurnalis online CNN)
terhadap pegawai SPBU Batuan terus bergelindingbak bola panas. Berdasarkan informasi telah memasuki tahap
permintaan keterangan saksi.
Sejumlah perwakilan
17 media online
pun kembali bertandang ke Polres Sumenep guna
mengkonfirmasi sejauh mana proses pada pelaporan dugaan pencemaran nama baik
yang dilakukan pegawai SPBU Batuan, Sumenep, Madura Jawa Timur, tersebut,Kamis (10/2/2022).
AKP Widiarti SH
Kasubag Humas Polres Sumenep saat ditemui oleh perwakilan awak media di
ruangannya, membenarkan bahwasanya proses penyelidikan laporan Nahriyadi mengenai
tindak perkara pencemaran nama baik oleh Khairul pegawai SPBU Batuan, telah
memasuki tahap pemeriksaan saksi.
“Laporan terhadap
SPBU Batuan, prosesnya tetap berjalan dan telah sampai ke pemerikasaan
keterangan dari saksi-saksi,” tukas Kasi Humas Polres Sumenep.
Ternyata, saksi
yang dimintai keterangannya yakni, Hendra yang juga sebagai Kabiro Media CNN
Sumenep, selaku atasan Nahriyadi dan yang mengetahui peristiwa dugaan
pencemaran nama baik oleh Khairul Pegawai SPBU Batuan.
Setelah menunggu
beberapa saat, terlihat Hendra, meninggalkan ruangan Penyelidik yang segera
dihampiri tim media ini guna meminta keterangannya. Ia menjelaskan bahwa
diperiksa sebagai saksi seputar insiden Nahriyadi dengan pegawai SPBU Batuan.
“Ya saya sampaikan
apa yang saya ketahui saat wartawan
kami (Nahriyadi, red) memasuki pom (SPBU Batuan, red)
untuk mengisi bahan
bakar motornya. Saya turun dan
menunggu di warung yang terletak persis di seberang pom,” terang Hendra.
Dengan jarak
pandang yang tidak terlalu jauh, Hendra mengaku sempat melihat terjadi
perdebatan antara Nahriyadi dengan dua orang pegawai SPBU Batuan, dan
mengetahui ternyata ada perkataan yang tidak sepatutnya dilontarkan oleh
Khairul.
“Saya sempat
melihat Yadi bersitegang dengan dua orang pegawai SPBU Batuan. Pas saya mau
menghampiri, Yadi sudah menuju ke arah saya dan menceritakan kejadiannya sambil
memperlihatkan rekaman video yang sempat diambil,” ungkapnya.
Ramai perbincangan
mengenai kelanjutan pelaporan dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan
Nahriyadi jurnalis CNN dan Khairul pegawai SPBU Batuan, di
WhatsApp Group Advokat LSM & Wartawan Sumenep.
Tak sedikit yang
berkomentar negatif dan mempertanyakan keseriusan atas laporan yang dilakukan
Nahriyadi yang didampingi wartawan
dari belasan media yang aktif di Sumenep tersebut.
“Berita pencemaran
nama baik kepada wartawan yang diduga dilakukan oknum karyawan SPBU mana kok
hilang lenyap?” tanya Asmuni Pimred
Media Trans Madura, Rabu (9/2/2022)
malam.
Advokat yang terkenal
dengan kritik yang kerap diposting di akun Facebook-nya, Ipunga Marsuk
menimpali.
“Tadhek busenna se
atanya, pas tanya kabbi berita se elang sakale (Tidak ada bosannya bertanya,
coba sekalian tanya semua berita yang hilang, red),” jawabnya.
“Atanya ka se
mengkoordinir pemberitaan, mik la elang (Tanyakan ke yang mengkoordinir
pemberitaan, kok sudah hilang, red),” timpal Inong, Wartawan asli Kepulauan
Kangean yang memegang beberapa media tersebut.
“Ye lek…sebagai
jurnalis Mon bisa jangan sampai tercemar nama baiknya, media sekarang diujung
tanduk, sudah berkurang kepercayaannya di masyarakat,” ketik Asmuni yang
kembali berkomentar.
Menanggapi hal itu,
Nahriyadi yang tampak bersama Hendra, irit bicara dan mempercayakan kepada
Hendra yang tak lain Kabiro Media CNN, dalam memberikan penjelasan ke rekan-rekan
media.
“Setiap orang
berhak mempunyai persepsi atas sesuatu, kita tidak bisa mengahalangi. Seperti
yang rekan-rekan lihat, prosesnya tetap berjalan dan kami harap supportnya
karena ini berkaitan dengan Marwah awak media,” tegas Hendra.
Asmuni Ketua Bara
Nusa Sumenep juga memberikan atensi dan ikut hadir di Polres Sumenep untuk
mempertanyakan kelanjutan pelaporan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan
pegawai SPBU Batuan.
“Kehadiran saya
sebagai support ke teman-teman Media atas dugaan pencemaran nama baik oleh
Pegawai SPBU Batuan kepada Nahriyadi Wartawan Media CNN,” ujar Asmuni Baranusa.
Seperti diberitakan
sebelumnya, Khairul, terduga pelaku pencemaran nama baik kepada Nahriyadi
Wartawan Media CNN, berteriak dan menyebut-nyebut, “Ini Media Pemeras, ini
Media Pemeras, Ini Media Pemeras,” berulang-ulang kali di depan umum.
Atas perkataan
Khairul petugas SPBU Batuan, yang menghina dan mencemarkan profesi awak media,
rekan-rekan wartawan senasib dan seperjuangan dari
berbagai Media di Sumenep, merasa perlu mengambil sikap mendukung Nahriyadi
untuk melakukan pelaporan pada yang berwajib.
Diketahui, Pihak
Penyelidik juga telah memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyelidikan
(SP2HP) ke Nahriyadi sesaat sebelum dirinya meninggalkan Polres Sumenep.
Tim media akan
terus mengikuti dan mengawal dari sisi pemberitaan tentang perkembangan kasus
dugaan pencemaran nama baik Media oleh pegawai SPBU Batuan, dan memiliki
keyakinan aparat penegak hukum akan profesional dalam penanganan perkaranya. (Team/YK)