Sumenep – Jalan yang menghubungkan SDN Pasongsongan V dengan
Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan rusak parah dan butuh
perbaikan yang sifatnya segera. Sisi sebelah barat jalan ini amblas dan hampir tidak
bisa dilintasi kendaraan roda empat.
Beruntung warga setempat bergotong royong menimbunnya. Tapi tetap saja
tidak bisa dilintasi mobil beroda kecil karena body bagian bawah akan menyangkut
tanah.
Jalan tersebut berlokasi di Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan
Pasongsongan Kabupaten Sumenep.
Masyarakat pengendara sepeda motor yang melintas di jalan itu pun harus
berhati-hati lantaran licin, berlumpur dan digenangi air.
Masyarakat pelintas jalan dan warga sekitar hanya bisa berharap supaya
pemangku kebijakan memperhatikan persoalan jalan rusak parah tersebut. [Kay]
SUMENEP -Di
pesisir utara Pulau Madura, khususnya masyarakat Desa/Kecamatan Pasongsongan
Kabupaten Sumenep, jika sudah memasuki musim angin barat, sebagian besar
nelayan banyak menganggur. Seperti Januari dan Pebruari 2022 saat ini.
Setiap tahun peristiwa tak
menyenangkan tersebut selalu berulang. Tak ada solusi inspiratif yang bisa
menangkis persoalan semacam itu. Memang mereka tidak akan kelaparan. Tapi
paling tidak, permasalahan tak mengenakkan perlu adanya sentuhan kebijakan dari
mereka yang memiliki kapasitas.
Yang pasti warga masyarakat
nelayan butuh perubahan ke arah lebih baik. Mereka tentu ingin lebih sejahtera.
Tidak menganggur lagi jika musim angin barat tiba. [Kay]
SUMENEP,
apoymadura.com - Kelompok Tani merupakan kelompok masyarakat
petani. Adanya kelompok
tani ini bertujuan mempermudah bagi para petani untuk mendapatkan bantuan subsidi dari pemerintah. Diantaranya
pupuk, bibit,
benih dan lain sebagainya.
Masyarakat pada
umumnya yang ingin mendapatkan jatah pupuk harus melalui kelompok tani tersebut. Mekanisme untuk mendaftarkan satu kelompok tani ini ada beberapa
persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi agar kelompok tani mendapatkan legalitas/sertifikat
dari Dinas Pertanian setempat. Salah satunya harus melalui verifikasi. Jika tanpa verifikasi terlebih dahulu, sebuah
kelompok tani tidak akan mendapatkan sertifikat.
Tapi apa jadinya,
jika ada kelompok tani yang belum ikut verifikasi langsung mendapatkan
sertifikat. Dan anehnya
lagi, pihak desa setempat tidak
tahu keberadaan kelompok tani baru tersebut.
Peristiwa ini terjadi di Desa Lembung Timur Kecamatan Lenteng
Kabupaten Sumenep.
Menurut Kepala Desa
Lembung Timur
saat ditemui diKantor Desa
menyampaikan, bahwa adanya kelompok tani Sumber Jaya ini
pihak desa tidak tahu. Apalagi keanggotaan kelompok tani Sumber Jaya tersebut mengambil dari kelompok tani yang sudah ada sebelumnya. Diantaranya
kelompok tani Al-Azhar dan kelompok tani Darussalam.
“Saya mohon maaf. Saya betul-betul tidak tahu kalau didesa saya ada kelompok tani Sumber Jaya. Kalau memang kelompok tani Sumber Jaya ini
ada, seharusnya saya tahu dan itupun saya baru tahu dari teman-teman media
karena mempertanyakan keberadaannya kepada saya, " ujarnya.
Menurut salah satu
narasumber yang membenarkan bahwa kelompok tani Sumber Jaya ini sudah berdiri
dan mempunyai sertifikat tanpa ikut verifikasi terlebih dahulu. Diduga ada
permainan antara Gapoktan yang sudah diberhentikan sama PPL Pertanian yang lama, dan informasinya sekarang sudah dipindah tugaskan
ke kecamatan lain.
"Yang saya herankan, kok
bisa sebuah kelompok tani bisa punya sertifikat tanpa
Ikut verifikasi dulu dan daftar anggotanya sama dengan anggota kelompok tani yang lain. Kalau memang dengan cara begitu bisa mendapatkan
sertifikat semua petani pasti akan bikin kelompok tani, "ungkapnya.
Sampai berita ini
dirilis, belum ada kejelasan terkait hal ini
dikarenakan pihak Poktan lama Dan PPL sulit untuk di temui. (Fen/YK)
Suasana puncak peringatan Harlah NU ke-99 di Pasongsongan.
Sumenep –Sukses pelaksanaan puncak Harlah NU ke-99 yang dihelat di Desa Montorna
Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep merupakan implementasi dari garis
program jajaran pengurus MWC NU Pasongsongan. Kamis (17/2/2022).
Acara ini dihadiri Kiai Imam Sutaji (Pengurus PC NU Sumenep seksi
Dakwah) dan Kiai Ainul Yaqin (salah satu Pengasuh Pondok Pesantren
Guluk-Guluk).
Mata rantai acara Harlah NU tersebut digelar siang hari dibawah siraman
air hujan, namun tetap berkesan penuh khidmat.
Acara puncak Harlah NU sekaligus haul muassis NU kali ini dihadiri pula
oleh semua pengurus Lembaga, Badan Otonom (Banom), jajaran pengurus MWC NU dan
seluruh Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Pasongsongan. (Mul/YK)
Penyerahan bantuan Bupati Sumenep terhadap korban banjir di Gapura-Sumenep.
SUMENEP, apoymadura.com
- Bupati
Achmad Fauzi bantu korban banjir di Dusun Panile, Desa Gapura Tengah, Kecamatan
Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Jumat (11/2/2022).
Bantuan dari Bupati
Sumenep kepada 43 korban banjir di Dusun Panile, Desa Gapura Tengah Sumenep
tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Edy Rasiyadi.
Adapun bentuk
bantuan Bupati Achmad Fauzi itu berupa paket sembako dan uang tunai.
“Saya ditugaskan
Bapak Bupati Fauzi,” kata Sekda Edy di depan para korban banjir.
Sekda Edy
menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari Bupati Achmad Fauzi SH MH karena belum bisa hadir
langsung menemui korban terdampak banjir. Pasalnya, Bupati ada kepentingan acara diluar kota.
“Bupati Sumenep
ikut prihatin atas kejadian kemarin,” ujar suami Chosnul Chatimah tersebut.
Sekda Edy berharap
bantuan dari Bupati Sumenep bisa membantu meringankan beban penderitaan korban
banjir di Dusun Panile, Gapura Tengah.
“Bantuan ini
sebenarnya nilainya tidak seberapa jika dibanding dengan musibah yang Bapak Ibu alami,”
imbuh Sekda.
Selebihnya, Sekda
Edy mengajak warga sekitar yang terdampak dan segenap hadirin berdoa agar tidak
ada lagi kejadian serupa.
“Semoga kejadian
ini yang pertama dan terakhir untuk Dusun
ini,” doa Sekda Edy yang diamini semua hadirin.
Waktu meninjau
lokasi banjir dan menyerahkan bantuan, Sekda Edy didampingi Kadis PUTR Sumenep
Eri Susanto, Kadiskominfo Ferdiansyah Tetrajaya, dan Camat Gapura Mohammad
Sahlan.(Sl/YK)
SUMENEP, apoymadura.com – Bertempat di pendopo Kantor Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura, pagi
ini telah dilaksanakan Gerai Vaksinasi Covid-19. Ini bertujuan mencegah
menyebarnya virus varian Omicron diseluruh wilayah Pasongsongan. Jumat
(11/2/2022).
Gerai Vaksinasi Covid-19 dihadiri seluruh intansi pemerintah Kecamatan
Pasongsongan tanpa terkecuali. Semua dimaksudkan untuk menguatkan tekad satu
tujuan; mencegah lebih baik dari pada mengobati.
Pelaksanaan Gerai Vaksinasi Covid-19 kali ini atas inisiatif Camat
Pasongsongan, M Farid Wadji. Dirinya menghendaki, seluruh wilayah Kecamatan
Pasongsongan, khususnya, bebas dari varian Omicron. (Jasimul/YK)
Samsi, S.Pd.I (berdiri) memberikan kata sambutan pada acara sosialisasi imunisasi dan vaksinasi di MI An-Najah Pasongsongan.
SUMENEP,apoymadura.com
- Sosialisasi imunisasi dan vaksinasi di Madrasah Ibtidaiyah An-Najah Dusun Pakotan
Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, kemarin pagi, Kamis (10/2/2022),
dihadiri dr. Iin Husnaini, M.Kes dari Puskesmas Pasongsongan.
Tambahan
sedikit, dalam acara tersebut dihadiri Sekcam Fariz Aulia Utomo, S.STP, M.Si, dari
Koramil Ach Riyanto, Polsek Pasongsongan Sugeng Hariadi serta semua wali murid
MI An-Najah dan seluruh dewan guru.
Sesi
tanya-jawab digelar dalam acara sosialisasi imunisasi ini. Tujuannya agar para
wali murid dan semua dewan guru punya wawasan baru tantang manfaat imunisasi
dan vaksinasi. Biar semua tidak gagal paham.
“Acara
ini penting bagi kami. Karena banyak diantara kita termakan hoaks tentang
vaksinasi dan imunisasi. Kami sudah tercerahkan. Walau begitu, dari pihak
Puskesmas Pasongsongan tetap menyalurkan brosur kepada seluruh wali murid.
Semacam pernyataan dari orang tua murid,” terang Samsi, S.Pd.I Kepala MI
An-Najah pada apoymadura.com selesai
acara sosialisasi.
Brosur
tersebut nantinya diisi oleh wali siswa, diijinkan atau tidak anaknya divaksin.
Jadi tidak ada unsur pemaksaan dalam hal ini, tambah Samsi. (Jasimul/YK)
SUMENEP
- Agenda penyelidikan
terkait laporan tindak perkara pencemaran nama baik yang dilayangkan Nahriyadi (jurnalis online CNN)
terhadap pegawai SPBU Batuan terus bergelindingbak bola panas. Berdasarkan informasi telah memasuki tahap
permintaan keterangan saksi.
Sejumlah perwakilan
17 media online
pun kembali bertandang ke Polres Sumenep guna
mengkonfirmasi sejauh mana proses pada pelaporan dugaan pencemaran nama baik
yang dilakukan pegawai SPBU Batuan, Sumenep, Madura Jawa Timur, tersebut,Kamis (10/2/2022).
AKP Widiarti SH
Kasubag Humas Polres Sumenep saat ditemui oleh perwakilan awak media di
ruangannya, membenarkan bahwasanya proses penyelidikan laporan Nahriyadi mengenai
tindak perkara pencemaran nama baik oleh Khairul pegawai SPBU Batuan, telah
memasuki tahap pemeriksaan saksi.
“Laporan terhadap
SPBU Batuan, prosesnya tetap berjalan dan telah sampai ke pemerikasaan
keterangan dari saksi-saksi,” tukas Kasi Humas Polres Sumenep.
Ternyata, saksi
yang dimintai keterangannya yakni, Hendra yang juga sebagai Kabiro Media CNN
Sumenep, selaku atasan Nahriyadi dan yang mengetahui peristiwa dugaan
pencemaran nama baik oleh Khairul Pegawai SPBU Batuan.
Setelah menunggu
beberapa saat, terlihat Hendra, meninggalkan ruangan Penyelidik yang segera
dihampiri tim media ini guna meminta keterangannya. Ia menjelaskan bahwa
diperiksa sebagai saksi seputar insiden Nahriyadi dengan pegawai SPBU Batuan.
“Ya saya sampaikan
apa yang saya ketahui saat wartawan
kami (Nahriyadi, red) memasuki pom (SPBU Batuan, red)
untuk mengisi bahan
bakar motornya. Saya turun dan
menunggu di warung yang terletak persis di seberang pom,” terang Hendra.
Dengan jarak
pandang yang tidak terlalu jauh, Hendra mengaku sempat melihat terjadi
perdebatan antara Nahriyadi dengan dua orang pegawai SPBU Batuan, dan
mengetahui ternyata ada perkataan yang tidak sepatutnya dilontarkan oleh
Khairul.
“Saya sempat
melihat Yadi bersitegang dengan dua orang pegawai SPBU Batuan. Pas saya mau
menghampiri, Yadi sudah menuju ke arah saya dan menceritakan kejadiannya sambil
memperlihatkan rekaman video yang sempat diambil,” ungkapnya.
Ramai perbincangan
mengenai kelanjutan pelaporan dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan
Nahriyadi jurnalis CNN dan Khairul pegawai SPBU Batuan, di
WhatsApp Group Advokat LSM & Wartawan Sumenep.
Tak sedikit yang
berkomentar negatif dan mempertanyakan keseriusan atas laporan yang dilakukan
Nahriyadi yang didampingi wartawan
dari belasan media yang aktif di Sumenep tersebut.
“Berita pencemaran
nama baik kepada wartawan yang diduga dilakukan oknum karyawan SPBU mana kok
hilang lenyap?” tanya Asmuni Pimred
Media Trans Madura, Rabu (9/2/2022)
malam.
Advokat yang terkenal
dengan kritik yang kerap diposting di akun Facebook-nya, Ipunga Marsuk
menimpali.
“Tadhek busenna se
atanya, pas tanya kabbi berita se elang sakale (Tidak ada bosannya bertanya,
coba sekalian tanya semua berita yang hilang, red),” jawabnya.
“Atanya ka se
mengkoordinir pemberitaan, mik la elang (Tanyakan ke yang mengkoordinir
pemberitaan, kok sudah hilang, red),” timpal Inong, Wartawan asli Kepulauan
Kangean yang memegang beberapa media tersebut.
“Ye lek…sebagai
jurnalis Mon bisa jangan sampai tercemar nama baiknya, media sekarang diujung
tanduk, sudah berkurang kepercayaannya di masyarakat,” ketik Asmuni yang
kembali berkomentar.
Menanggapi hal itu,
Nahriyadi yang tampak bersama Hendra, irit bicara dan mempercayakan kepada
Hendra yang tak lain Kabiro Media CNN, dalam memberikan penjelasan ke rekan-rekan
media.
“Setiap orang
berhak mempunyai persepsi atas sesuatu, kita tidak bisa mengahalangi. Seperti
yang rekan-rekan lihat, prosesnya tetap berjalan dan kami harap supportnya
karena ini berkaitan dengan Marwah awak media,” tegas Hendra.
Asmuni Ketua Bara
Nusa Sumenep juga memberikan atensi dan ikut hadir di Polres Sumenep untuk
mempertanyakan kelanjutan pelaporan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan
pegawai SPBU Batuan.
“Kehadiran saya
sebagai support ke teman-teman Media atas dugaan pencemaran nama baik oleh
Pegawai SPBU Batuan kepada Nahriyadi Wartawan Media CNN,” ujar Asmuni Baranusa.
Seperti diberitakan
sebelumnya, Khairul, terduga pelaku pencemaran nama baik kepada Nahriyadi
Wartawan Media CNN, berteriak dan menyebut-nyebut, “Ini Media Pemeras, ini
Media Pemeras, Ini Media Pemeras,” berulang-ulang kali di depan umum.
Atas perkataan
Khairul petugas SPBU Batuan, yang menghina dan mencemarkan profesi awak media,
rekan-rekan wartawan senasib dan seperjuangan dari
berbagai Media di Sumenep, merasa perlu mengambil sikap mendukung Nahriyadi
untuk melakukan pelaporan pada yang berwajib.
Diketahui, Pihak
Penyelidik juga telah memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyelidikan
(SP2HP) ke Nahriyadi sesaat sebelum dirinya meninggalkan Polres Sumenep.
Tim media akan
terus mengikuti dan mengawal dari sisi pemberitaan tentang perkembangan kasus
dugaan pencemaran nama baik Media oleh pegawai SPBU Batuan, dan memiliki
keyakinan aparat penegak hukum akan profesional dalam penanganan perkaranya. (Team/YK)
SUMENEP, apoymadura.com - Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH, meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada para pasien dan keluarga atas kejadian ambruknya plafon ruang rawat inap atau perawatan bedah lantai 2 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar, Jalan Dr. Cipto Kolor Sumenep. Kamis (10/2/2022)
“Saya secara pribadi dan atas nama pemerintah kabupaten Sumenep mohon maaf atas kejadian ini, karena plafon ruangan itu ambruk bukan faktor kesengajaan,” kata Bupati saat mengunjungi pasien dan keluarganya di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
Bupati Fauzi menyatakan, meskipun insiden plafon ambruk yang dipicu hujan deras disertai angin dan petir tidak menimbulkan korban jiwa, namun dirinya tetap meminta maaf, mengingat atas kejadian itu membuat panik dan terkejut pasien dan keluarganya.
“Sekali lagi, saya mohon maaf karena bagaimanapun kejadian ini, baik pasien maupun keluarganya sangat terkejut dan panik,” terangnya.
Pemerintah kabupaten Sumenep berupaya dalam waktu dekat untuk segera memperbaiki plafon ruangan yang ambruk, mengingat ruangan itu sangat dibutuhkan, sehingga bisa ditempati pasien kembali.
“Petugas RSUD dan keluarga pasien sebelum plafon ruangan ambruk bergerak cepat untuk menyelamatkan pasien keluar dari ruangan. Alhamdulillah tidak ada satupun pasien menjadi korban atau tertimpa reruntuhan plafon,” ungkapnya.
Sementara, pada kesempatan yang sama Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati mengungkapkan, pasien yang berada di ruangan perawatan itu sebanyak 17 orang, terdiri dari pasien anak sebanyak 4 pasien dan 14 pasien dewasa, Sementara waktu sebelum kejadian, pasien itu sudah dievakuasi ke ruang perawatan di lantai satu, yang sebelumnya disiapkan untuk ruangan isolasi pasien COVID-19,” tandasnya.
Ambruknya plafon ruang perawatan bedah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) itu tidak ada korban. Setelah pindah ke ruangan lantai satu, petugas medis memberikan pelayanan seperti biasa kepada pasien.
“Karena peristiwa itu tidak ada korban, para petugas memberikan pelayanan seperti biasa kepada pasien,” pungkas dr. Erliyati. (Sl/YK)
Delapan orang PMI langsung menjalani masa karantina.
SUMENEP, apoymadura.com –
Sejumlah 8 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) tiba di Kabupaten Sumenep dan langsung dikarantina di Rumah
Isolasi Darurat Covid-19 (RIDC) Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura
Jawa Timur. Rabu (9/2/2022) sekitar
pukul 13.00 WIB.
Kepala DPMPTSP dan
Tenaga Kerja Kabupaten Sumenep, Abd.
Rahman mengatakan, bahwa 8 PMI itu berasal dari warga Arjasa
dan Kangayan.Dua diantaranya
warga Kangayan dan 6 orang warga Arjasa, Pulau Kangean Kabupaten Sumenep.
Setelah tiba di Sumenep, 8 Pekerja
Migran Indonesia (PMI) tersebut dikawal ketat oleh DPMPTSP dan Tenaga Kerja
beserta Kodim 0827/Sumenep serta Tim
kesehatan Kabupaten Sumenep.
“Dari 8 PMI itu
dari Malaysia dan Brunei Darussalam, ” jelas Rahman
Lebih
jauh Rahman mengatakan, mereka hanya dikarantina 1 hari saja,
sebab hasil tes swab PCR-nya negatif.
Mereka, kata Rahman
Riadi, untuk dipulangkan ke rumah asalnya hanya menunggu pemberangkatan kapal
saja.
Rahman Riadi
menegaskan, kedatangan mereka dari 8 PMI tadi siang tetap dikawal ketat dengan
protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 dan virus
Omicron.(Yang/YK)
SUMENEP,apoymadura.com
- Plafon ruang rawat
inap atau perawatan bedah lantai 2 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H.
Moh. Anwar, Kabupaten
Sumenep, Jawa Timur ambruk sore tadi. Rabu(9/2/2022).
Saat peristiwa itu
terjadi, dalam ruangan tersebut terdapat 17 pasien yang sedang menjalani
perawatan, diantaranya 4 pasien merupakan pasien anak.
“Sisanya, sebanyak
13 pasien dewasa,” kata dr. Erliyati Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep,
Pasca kejadian itu,
kata dr. Erliyati semua pasien langsung dievakuasi. “Sementara waktu, pasien
itu sudah dievakuasi ke ruang perawatan di lantai satu, yang sebelumnya
disiapkan untuk ruangan isolasi pasien Covid-19,” jelasnya.
Menurur Erliyati
dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.
Setelah pindah ke ruangan lantai satu, petugas medis memberikan pelayanan
seperti biasa kepada pasien.
“Karena peristiwa
itu tidak ada korban, para petugas memberikan pelayanan seperti biasa kepada
pasien,” pungkas dr. Erliyati.(Sl/YK)