Sabtu, 19 Februari 2022

Mendesak, Jalan di Desa Pasongsongan Butuh Perbaikan

Gambar diambil Sabtu sore, 19/2/2022. (Foto: Kay)

Sumenep – Jalan yang menghubungkan SDN Pasongsongan V dengan Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan rusak parah dan butuh perbaikan yang sifatnya segera. Sisi sebelah barat jalan ini amblas dan hampir tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat.

Beruntung warga setempat bergotong royong menimbunnya. Tapi tetap saja tidak bisa dilintasi mobil beroda kecil karena body bagian bawah akan menyangkut tanah.

Jalan tersebut berlokasi di Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.

Masyarakat pengendara sepeda motor yang melintas di jalan itu pun harus berhati-hati lantaran licin, berlumpur dan digenangi air.

Masyarakat pelintas jalan dan warga sekitar hanya bisa berharap supaya pemangku kebijakan memperhatikan persoalan jalan rusak parah tersebut. [Kay]





Jumat, 18 Februari 2022

Bila Angin Barat, Warga Masyarakat Pesisir Pasongsongan Menganggur

Get: pexels.com

SUMENEP - Di pesisir utara Pulau Madura, khususnya masyarakat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, jika sudah memasuki musim angin barat, sebagian besar nelayan banyak menganggur. Seperti Januari dan Pebruari 2022 saat ini.

Setiap tahun peristiwa tak menyenangkan tersebut selalu berulang. Tak ada solusi inspiratif yang bisa menangkis persoalan semacam itu. Memang mereka tidak akan kelaparan. Tapi paling tidak, permasalahan tak mengenakkan perlu adanya sentuhan kebijakan dari mereka yang memiliki kapasitas.

Yang pasti warga masyarakat nelayan butuh perubahan ke arah lebih baik. Mereka tentu ingin lebih sejahtera. Tidak menganggur lagi jika musim angin barat tiba. [Kay]



Kamis, 17 Februari 2022

Mengejutkan, Ada Kelompok Tani Siluman di Desa Lembung Timur

Ilustrasi

SUMENEP, apoymadura.com - Kelompok Tani merupakan kelompok masyarakat petani. Adanya kelompok tani ini bertujuan mempermudah bagi para petani untuk mendapatkan bantuan subsidi dari pemerintah. Diantaranya pupuk, bibit, benih dan lain sebagainya.

Masyarakat pada umumnya yang ingin mendapatkan jatah pupuk harus melalui kelompok tani tersebut. Mekanisme untuk mendaftarkan satu kelompok tani ini ada beberapa persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi agar kelompok tani mendapatkan legalitas/sertifikat dari Dinas Pertanian setempat. Salah satunya harus melalui verifikasi. Jika tanpa verifikasi terlebih dahulu, sebuah kelompok tani tidak akan mendapatkan sertifikat.

Tapi apa jadinya, jika ada kelompok tani yang belum ikut verifikasi langsung mendapatkan sertifikat. Dan anehnya lagi,  pihak desa setempat tidak tahu keberadaan kelompok tani baru tersebut.

Peristiwa ini terjadi di Desa Lembung Timur Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep.

Menurut Kepala Desa Lembung Timur saat ditemui di Kantor Desa menyampaikan, bahwa adanya kelompok tani Sumber Jaya ini pihak desa tidak tahu. Apalagi  keanggotaan kelompok tani Sumber Jaya tersebut mengambil dari kelompok tani yang sudah ada sebelumnya. Diantaranya kelompok tani Al-Azhar dan kelompok tani Darussalam.

Saya mohon maaf. Saya betul-betul tidak tahu kalau di desa saya ada kelompok tani Sumber Jaya. Kalau memang kelompok tani Sumber Jaya ini ada, seharusnya saya tahu dan itupun saya baru tahu dari teman-teman media karena mempertanyakan keberadaannya kepada saya, " ujarnya.

Menurut salah satu narasumber yang membenarkan bahwa kelompok tani Sumber Jaya ini sudah berdiri dan mempunyai sertifikat tanpa ikut verifikasi terlebih dahulu. Diduga ada permainan antara Gapoktan yang sudah diberhentikan sama PPL Pertanian yang lama, dan informasinya sekarang sudah dipindah tugaskan ke kecamatan lain.

"Yang saya herankan, kok bisa sebuah kelompok tani bisa punya sertifikat tanpa Ikut verifikasi dulu dan daftar anggotanya sama dengan anggota  kelompok tani yang lain. Kalau memang dengan cara begitu bisa mendapatkan sertifikat semua petani pasti akan bikin kelompok tani, " ungkapnya.

Sampai berita ini dirilis, belum ada kejelasan terkait hal ini dikarenakan pihak Poktan lama Dan PPL sulit untuk di temui. (Fen/YK)



Semarak Puncak Harlah NU ke-99 di Pasongsongan

Suasana puncak peringatan Harlah NU ke-99 di Pasongsongan.

Sumenep – Sukses pelaksanaan puncak Harlah NU ke-99 yang dihelat di Desa Montorna Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep merupakan implementasi dari garis program jajaran pengurus MWC NU Pasongsongan. Kamis (17/2/2022).

Acara ini dihadiri Kiai Imam Sutaji (Pengurus PC NU Sumenep seksi Dakwah) dan Kiai Ainul Yaqin (salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Guluk-Guluk).

Mata rantai acara Harlah NU tersebut digelar siang hari dibawah siraman air hujan, namun tetap berkesan penuh khidmat.

Acara puncak Harlah NU sekaligus haul muassis NU kali ini dihadiri pula oleh semua pengurus Lembaga, Badan Otonom (Banom), jajaran pengurus MWC NU dan seluruh Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Pasongsongan. (Mul/YK)



Jumat, 11 Februari 2022

Bupati Sumenep Bantu Korban Banjir Dusun Panile Gapura Tengah, Diserahkan Sekdakab Sumenep

Penyerahan bantuan Bupati Sumenep terhadap korban banjir di Gapura-Sumenep.

SUMENEP, apoymadura.com - Bupati Achmad Fauzi bantu korban banjir di Dusun Panile, Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Jumat (11/2/2022).

Bantuan dari Bupati Sumenep kepada 43 korban banjir di Dusun Panile, Desa Gapura Tengah Sumenep tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Edy Rasiyadi.

Adapun bentuk bantuan Bupati Achmad Fauzi itu berupa paket sembako dan uang tunai.

“Saya ditugaskan Bapak Bupati Fauzi,” kata Sekda Edy di depan para korban banjir.

Sekda Edy menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari Bupati Achmad Fauzi SH MH karena belum bisa hadir langsung menemui korban terdampak banjir. Pasalnya, Bupati ada kepentingan acara diluar kota.

“Bupati Sumenep ikut prihatin atas kejadian kemarin,” ujar suami Chosnul Chatimah tersebut.

Sekda Edy berharap bantuan dari Bupati Sumenep bisa membantu meringankan beban penderitaan korban banjir di Dusun Panile, Gapura Tengah.

“Bantuan ini sebenarnya nilainya tidak seberapa jika dibanding dengan musibah yang Bapak Ibu alami,” imbuh Sekda.

Selebihnya, Sekda Edy mengajak warga sekitar yang terdampak dan segenap hadirin berdoa agar tidak ada lagi kejadian serupa.

“Semoga kejadian ini yang pertama dan terakhir untuk Dusun ini,” doa Sekda Edy yang diamini semua hadirin.

Waktu meninjau lokasi banjir dan menyerahkan bantuan, Sekda Edy didampingi Kadis PUTR Sumenep Eri Susanto, Kadiskominfo Ferdiansyah Tetrajaya, dan Camat Gapura Mohammad Sahlan. (Sl/YK)





Kamis, 10 Februari 2022

Stop Omicron, Kecamatan Pasongsongan Gelar Gerai Vaksinasi

Camat Pasongsongan (4 dari kiri).

SUMENEP, apoymadura.com – Bertempat di pendopo Kantor Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura, pagi ini telah dilaksanakan Gerai Vaksinasi Covid-19. Ini bertujuan mencegah menyebarnya virus varian Omicron diseluruh wilayah Pasongsongan. Jumat (11/2/2022).

Gerai Vaksinasi Covid-19 dihadiri seluruh intansi pemerintah Kecamatan Pasongsongan tanpa terkecuali. Semua dimaksudkan untuk menguatkan tekad satu tujuan; mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Pelaksanaan Gerai Vaksinasi Covid-19 kali ini atas inisiatif Camat Pasongsongan, M Farid Wadji. Dirinya menghendaki, seluruh wilayah Kecamatan Pasongsongan, khususnya, bebas dari varian Omicron. (Jasimul/YK)





Puskesmas Pasongsongan Gelar Sosialisasi Imunisasi di MI Annajah

Samsi, S.Pd.I (berdiri) memberikan kata sambutan pada acara sosialisasi imunisasi dan vaksinasi di MI An-Najah Pasongsongan.

SUMENEP, apoymadura.com - Sosialisasi imunisasi dan vaksinasi di Madrasah Ibtidaiyah An-Najah Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, kemarin pagi, Kamis (10/2/2022), dihadiri dr. Iin Husnaini, M.Kes dari Puskesmas Pasongsongan.

Tambahan sedikit, dalam acara tersebut dihadiri Sekcam Fariz Aulia Utomo, S.STP, M.Si, dari Koramil Ach Riyanto, Polsek Pasongsongan Sugeng Hariadi serta semua wali murid MI An-Najah dan seluruh dewan guru.

Sesi tanya-jawab digelar dalam acara sosialisasi imunisasi ini. Tujuannya agar para wali murid dan semua dewan guru punya wawasan baru tantang manfaat imunisasi dan vaksinasi. Biar semua tidak gagal paham.

“Acara ini penting bagi kami. Karena banyak diantara kita termakan hoaks tentang vaksinasi dan imunisasi. Kami sudah tercerahkan. Walau begitu, dari pihak Puskesmas Pasongsongan tetap menyalurkan brosur kepada seluruh wali murid. Semacam pernyataan dari orang tua murid,” terang Samsi, S.Pd.I Kepala MI An-Najah pada apoymadura.com selesai acara sosialisasi.

Brosur tersebut nantinya diisi oleh wali siswa, diijinkan atau tidak anaknya divaksin. Jadi tidak ada unsur pemaksaan dalam hal ini, tambah Samsi. (Jasimul/YK)





Wartawan Online CNN Versus Dugaan Pencemaran Nama Baik Dilakukan Karyawan SPBU Batuan

Perwakilan dari media online di Polres Sumenep

SUMENEP - Agenda penyelidikan terkait laporan tindak perkara pencemaran nama baik yang dilayangkan Nahriyadi (jurnalis online CNN) terhadap pegawai SPBU Batuan terus bergelinding bak bola panas. Berdasarkan informasi telah memasuki tahap permintaan keterangan saksi.

Sejumlah perwakilan 17 media online pun kembali bertandang ke Polres Sumenep guna mengkonfirmasi sejauh mana proses pada pelaporan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan pegawai SPBU Batuan, Sumenep, Madura Jawa Timur, tersebut, Kamis (10/2/2022).

AKP Widiarti SH Kasubag Humas Polres Sumenep saat ditemui oleh perwakilan awak media di ruangannya, membenarkan bahwasanya proses penyelidikan laporan Nahriyadi mengenai tindak perkara pencemaran nama baik oleh Khairul pegawai SPBU Batuan, telah memasuki tahap pemeriksaan saksi.

“Laporan terhadap SPBU Batuan, prosesnya tetap berjalan dan telah sampai ke pemerikasaan keterangan dari saksi-saksi,” tukas Kasi Humas Polres Sumenep.

Ternyata, saksi yang dimintai keterangannya yakni, Hendra yang juga sebagai Kabiro Media CNN Sumenep, selaku atasan Nahriyadi dan yang mengetahui peristiwa dugaan pencemaran nama baik oleh Khairul Pegawai SPBU Batuan.

Setelah menunggu beberapa saat, terlihat Hendra, meninggalkan ruangan Penyelidik yang segera dihampiri tim media ini guna meminta keterangannya. Ia menjelaskan bahwa diperiksa sebagai saksi seputar insiden Nahriyadi dengan pegawai SPBU Batuan.

“Ya saya sampaikan apa yang saya ketahui saat wartawan kami (Nahriyadi, red) memasuki pom (SPBU Batuan, red) untuk mengisi bahan bakar motornya. Saya turun dan menunggu di warung yang terletak persis di seberang pom,” terang Hendra.

Dengan jarak pandang yang tidak terlalu jauh, Hendra mengaku sempat melihat terjadi perdebatan antara Nahriyadi dengan dua orang pegawai SPBU Batuan, dan mengetahui ternyata ada perkataan yang tidak sepatutnya dilontarkan oleh Khairul.

“Saya sempat melihat Yadi bersitegang dengan dua orang pegawai SPBU Batuan. Pas saya mau menghampiri, Yadi sudah menuju ke arah saya dan menceritakan kejadiannya sambil memperlihatkan rekaman video yang sempat diambil,” ungkapnya.

Ramai perbincangan mengenai kelanjutan pelaporan dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan Nahriyadi jurnalis CNN dan Khairul pegawai SPBU Batuan, di WhatsApp Group Advokat LSM & Wartawan Sumenep.

Tak sedikit yang berkomentar negatif dan mempertanyakan keseriusan atas laporan yang dilakukan Nahriyadi yang didampingi wartawan dari belasan media yang aktif di Sumenep tersebut.

“Berita pencemaran nama baik kepada wartawan yang diduga dilakukan oknum karyawan SPBU mana kok hilang lenyap?” tanya Asmuni Pimred Media Trans Madura, Rabu (9/2/2022) malam.

Advokat yang terkenal dengan kritik yang kerap diposting di akun Facebook-nya, Ipunga Marsuk menimpali.

“Tadhek busenna se atanya, pas tanya kabbi berita se elang sakale (Tidak ada bosannya bertanya, coba sekalian tanya semua berita yang hilang, red),” jawabnya.

“Atanya ka se mengkoordinir pemberitaan, mik la elang (Tanyakan ke yang mengkoordinir pemberitaan, kok sudah hilang, red),” timpal Inong, Wartawan asli Kepulauan Kangean yang memegang beberapa media tersebut.

“Ye lek…sebagai jurnalis Mon bisa jangan sampai tercemar nama baiknya, media sekarang diujung tanduk, sudah berkurang kepercayaannya di masyarakat,” ketik Asmuni yang kembali berkomentar.

Menanggapi hal itu, Nahriyadi yang tampak bersama Hendra, irit bicara dan mempercayakan kepada Hendra yang tak lain Kabiro Media CNN, dalam memberikan penjelasan ke rekan-rekan media.

“Setiap orang berhak mempunyai persepsi atas sesuatu, kita tidak bisa mengahalangi. Seperti yang rekan-rekan lihat, prosesnya tetap berjalan dan kami harap supportnya karena ini berkaitan dengan Marwah awak media,” tegas Hendra.

Asmuni Ketua Bara Nusa Sumenep juga memberikan atensi dan ikut hadir di Polres Sumenep untuk mempertanyakan kelanjutan pelaporan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan pegawai SPBU Batuan.

“Kehadiran saya sebagai support ke teman-teman Media atas dugaan pencemaran nama baik oleh Pegawai SPBU Batuan kepada Nahriyadi Wartawan Media CNN,” ujar Asmuni Baranusa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Khairul, terduga pelaku pencemaran nama baik kepada Nahriyadi Wartawan Media CNN, berteriak dan menyebut-nyebut, “Ini Media Pemeras, ini Media Pemeras, Ini Media Pemeras,” berulang-ulang kali di depan umum.

Atas perkataan Khairul petugas SPBU Batuan, yang menghina dan mencemarkan profesi awak media, rekan-rekan wartawan senasib dan seperjuangan dari berbagai Media di Sumenep, merasa perlu mengambil sikap mendukung Nahriyadi untuk melakukan pelaporan pada yang berwajib.

Diketahui, Pihak Penyelidik juga telah memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyelidikan (SP2HP) ke Nahriyadi sesaat sebelum dirinya meninggalkan Polres Sumenep.

Tim media akan terus mengikuti dan mengawal dari sisi pemberitaan tentang perkembangan kasus dugaan pencemaran nama baik Media oleh pegawai SPBU Batuan, dan memiliki keyakinan aparat penegak hukum akan profesional dalam penanganan perkaranya. (Team/YK)






Rabu, 09 Februari 2022

Bupati Achmad Fauzi SH MH Minta Maaf Kepada Pasien Saat Tinjau Lokasi Ambruknya Plafon RSUD

Bupati Sumenep saat berada di RSUD H.Moh. Anwar
SUMENEP, apoymadura.com Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH, meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada para pasien dan keluarga atas kejadian ambruknya plafon ruang rawat inap atau perawatan bedah lantai 2 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar, Jalan Dr. Cipto Kolor Sumenep. Kamis (10/2/2022)

“Saya secara pribadi dan atas nama pemerintah kabupaten Sumenep mohon maaf atas kejadian ini, karena plafon ruangan itu ambruk bukan faktor kesengajaan,” kata Bupati saat mengunjungi pasien dan keluarganya di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Bupati Fauzi menyatakan, meskipun insiden plafon ambruk yang dipicu hujan deras disertai angin dan petir tidak menimbulkan korban jiwa, namun dirinya tetap meminta maaf, mengingat atas kejadian itu membuat panik dan terkejut pasien dan keluarganya.

“Sekali lagi, saya mohon maaf karena bagaimanapun kejadian ini, baik pasien maupun keluarganya sangat terkejut dan panik,” terangnya.

Pemerintah kabupaten Sumenep berupaya dalam waktu dekat untuk segera memperbaiki plafon ruangan yang ambruk, mengingat ruangan itu sangat dibutuhkan, sehingga bisa ditempati pasien kembali.

“Petugas RSUD dan keluarga pasien sebelum plafon ruangan ambruk bergerak cepat untuk menyelamatkan pasien keluar dari ruangan. Alhamdulillah tidak ada satupun pasien menjadi korban atau tertimpa reruntuhan plafon,” ungkapnya.

Sementara, pada kesempatan yang sama Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati mengungkapkan, pasien yang berada di ruangan perawatan itu sebanyak 17 orang, terdiri dari pasien anak sebanyak 4 pasien dan 14 pasien dewasa, Sementara waktu sebelum kejadian, pasien itu sudah dievakuasi ke ruang perawatan di lantai satu, yang sebelumnya disiapkan untuk ruangan isolasi pasien COVID-19,” tandasnya.

Ambruknya plafon ruang perawatan bedah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) itu tidak ada korban. Setelah pindah ke ruangan lantai satu, petugas medis memberikan pelayanan seperti biasa kepada pasien.

“Karena peristiwa itu tidak ada korban, para petugas memberikan pelayanan seperti biasa kepada pasien,” pungkas dr. Erliyati. (Sl/YK)




Sebanyak 8 Pekerja Migran Indonesia tiba di Sumenep Langsung Jalani Karantina

Delapan orang PMI langsung menjalani masa karantina.

SUMENEP, apoymadura.com – Sejumlah 8 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) tiba di Kabupaten Sumenep dan langsung dikarantina di Rumah Isolasi Darurat Covid-19 (RIDC) Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur. Rabu (9/2/2022) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kepala DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman mengatakan, bahwa 8 PMI itu berasal dari warga Arjasa dan Kangayan. Dua diantaranya warga Kangayan dan 6 orang warga Arjasa, Pulau Kangean Kabupaten Sumenep.

Setelah tiba di Sumenep, 8 Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut dikawal ketat oleh DPMPTSP dan Tenaga Kerja beserta Kodim 0827/Sumenep serta Tim kesehatan Kabupaten Sumenep.

“Dari 8 PMI itu dari Malaysia dan Brunei Darussalam, ” jelas Rahman

Lebih jauh Rahman mengatakan, mereka hanya dikarantina 1 hari saja, sebab hasil tes swab PCR-nya negatif.

Mereka, kata Rahman Riadi, untuk dipulangkan ke rumah asalnya hanya menunggu pemberangkatan kapal saja.

Rahman Riadi menegaskan, kedatangan mereka dari 8 PMI tadi siang tetap dikawal ketat dengan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 dan virus Omicron. (Yang/YK)





Ruang Inap RSUD Sumenep Plafonnya Ambruk

Inilah ruangan yang plafonnya ambruk.

SUMENEP, apoymadura.com - Plafon ruang rawat inap atau perawatan bedah lantai 2 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur ambruk sore tadi. Rabu (9/2/2022).

Saat peristiwa itu terjadi, dalam ruangan tersebut terdapat 17 pasien yang sedang menjalani perawatan, diantaranya 4 pasien merupakan pasien anak.

“Sisanya, sebanyak 13 pasien dewasa,” kata dr. Erliyati Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep,

Pasca kejadian itu, kata dr. Erliyati semua pasien langsung dievakuasi. “Sementara waktu, pasien itu sudah dievakuasi ke ruang perawatan di lantai satu, yang sebelumnya disiapkan untuk ruangan isolasi pasien Covid-19,” jelasnya.

Menurur Erliyati dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Setelah pindah ke ruangan lantai satu, petugas medis memberikan pelayanan seperti biasa kepada pasien.

“Karena peristiwa itu tidak ada korban, para petugas memberikan pelayanan seperti biasa kepada pasien,” pungkas dr. Erliyati. (Sl/YK)





# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...